Minggu, 06 Januari 2019

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 18 WN Bahasa Indonesia



SIPUT LAUT YANG MELAYANG DI UDARA
(Translater : Hikari; Editor : Gian)

(Kurasa aku seharusnya melakukan sesuatu sebelum ini menjadi  terlalu terlambat…)
Pemikiran berat semacam itu berada dalam benak Ruri beberapa hari ini.
Sejak saat dia pertama kali tidur bersama dengan Jade, seakan-akan Jade ketagihan dengan gagasan tersebut, dia mulai menganggap aksi tidur dengan Ruri itu adalah hal yang biasa.
Tidak hanya itu, karena ingin Ruri berada di sisinya setiap waktu, dia bahkan mempersiapkan sebuah tempat tidur kecil di kantornya hanya untuk gadis itu.
…Itu tidak terlalu berguna sebenarnya, mempertimbangkan bahwa Ruri lebih sering berbaring di pangkuan Jade.
Ruri menjalani kehidupannya dengan tidur, makan, tidur,…dan seterusnya. Dia melenceng semakin jauh dan jauh dari tujuannya semula datang ke ibu kota ini, yaitu untuk mempelajari cara hidup di dunia ini.
Kalau seperti ini, dia akan menjadi kuc…maaf, manusia yang tidak berguna. Dengan pikiran semacam itu, dia mulai berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari nasib mengerikan seperti itu.
"…Jadi, apa yang sebenarnya kau inginkan…?" (Euclase)
Euclase sedang memegangi sebuah dokumen di satu tangan sambil berkata demikian pada Ruri.
Euclase menunjukkan wajah yang sedikit kesal, tapi Ruri tidak punya orang lain untuk tempat mengungkapkan permasalahannya.
Bahkan Joshua sekarang berada di negara lain untuk memastikan info mengenai seorang gadis yang mirip dengan seseorang yang mendapat perhatian Jade. Euclase adalah satu-satunya pihak lain yang tahu tentang dilema manusia-kucing Ruri.
"Aku ingin bekerja kalau bisa…" (Ruri)
"Apa kau mengerti posisimu saat ini? Kau adalah Yang Disayangi! Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu? Kami akan menyediakan segala sesuatu yang kau butuhkan, jadi tenang saja dan anggap istana ini sebagai milikmu sendiri." (Euclase)
"Aku ingin bekerja dan mendapatkan cukup uang untuk menjalani kehidupan di mana aku bisa menopang diriku sendiri. Selain itu, alasan kenapa aku bahkan sampai ke ibu kota sejak awal adalah untuk mempelajari dunia ini. Kalau Chelsea tahu bahwa aku hanya bermalas-malasan setiap hari, bayangkan betapa marahnya dia…" (Ruri)
Hanya memikirkannya saja membuat Ruri merinding.
"Aku tahu dari mana kau berasal. Akan tetapi, kau tahu betapa khawatirnya Yang Mulia saat kau tidak di sisinya. Alasan macam apa yang akan kau berikan padanya kalau begitu? Melihatmu belum mengatakan padanya bahwa kau adalah Manusia, kau jelas tidak mungkin berkata 'Aku kerja', ya 'kan?" (Euclase)
"Aku hanya perlu membuat sesi waktu kerjanya singkat kalau begitu. Kucing-kucing normal berkeliling tanpa tujuan apapun dalam pikirannya juga." (Ruri)
"Tapi tetap saja…" (Euclase)
"Tolonglah, Euclase-san! Kau adalah satu-satunya orang yang bisa membantuku!" (Ruri)
Dan dengan demikian, Ruri entah bagaimana berhasil meyakinkan Euclase.
Dan kemudian…
"Selamat datang!" (Ruri)
Ruri mulai bekerja di sebuah restoran yang dimiliki seorang kenalan Euclase di kota tetangga.
Mengenakan rambut palsu yang dipersiapkan Euclase untuk menutupi rambut pirangnya yang terlihat jelas, dia mulai bekerja paruh-waktu.
Tahu bahwa dia akan menyebabkan keributan besar kalau dia pergi terlalu lama, dia hanya bekerja selama jam-jam sibuk di pagi hari.
Pemilik restoran itu adalah pasangan suami isteri yang secara resmi dipekerjakan oleh keluarga Euclase.
Karena umur mereka yang sudah tua, mereka berhenti dari pekerjaan mereka di kediaman keluarga itu dan memulai restoran ini bersama-sama.
"Dengan adanya Ruri-chan di sini rasanya seperti pertolongan Tuhan! Kudengar kau hanya akan bekerja di sini untuk jangka waktu yang pendek, tapi kalau kami punya kesempatan, kami akan mempekerjakanmu sebagai karyawan tetap saat itu juga."
"Aku juga sejak dulu ingin bekerja dalam profesi ini, jadi aku sangat bersenang-senang." (Ruri)
Meskipun sedikit berbedar daripada sebuah restoran, Ruri selalu ingin bekerja di sebuah kafe.
Tidak peduli wawancara kerja seperti apapun yang dijalaninya, satu orang itu akan selalu entah bagaimana muncul juga. Orang tersebut adalah Asahi.
Berhapa supaya tidak dipekerjakan bersama dengan Asahi, Ruri selalu pergi wawancara kerja yang mempekerjakan paling sedikit orang. Dan selalu saja, tidak salah lagi, Asahi yang akan diterima.
Dan seperti jarum jam, Asahi akan berhenti bekerja dengan alasan "Kalau aku tidak bekerja dengan Ruri, tidak ada alsan untukku tetap di sini". Dapat dimengerti, Ruri menjadi super marah soal itu.
Pada akhirnya, satu-satunya pekerjaan paruh-waktu yang berhasil Ruri dapatkan di dunia asalnya, adalah pekerjaan modeling yang diperkenalkan oleh ibunya lewat koneksi bisnisnya.
Sebuah pekerjaan di mana dia bekerja sebagai model yang mengenakan pakaian-pakaian imut dan membiarkan dirinya difoto bukanlah sesuatu yang Ruri ingin lakukan. Akan tetapi, sebagai seorang mahasiswa, dia memerlukan uang tambahan untuk kehidupan sosialnya yang sepertinya tidak akan pernah cukup.
Ditambah lagi, meskipun ini bukanlah sesuatu yang Ruri benar-benar ingin lakukan dalam kehidupannya, kenyataannya adalah Asahi tidak ada di sana bersamanya. Satu alasan itu saja berarti tidak ada lagi tempat yang lebih nyaman dibandingkan studio modeling.
Yang aneh adalah orang-orang yang berhubungan dengan ibu Ruri cenderung memprioritaskan Ruri meskipun Asahi dan Ruri muncul bersamaan, padahal yang lainnya tertarik begitu saja pada Asahi.
Sihir pemikat Asahi entah bagaimana tidak mempan terhadap mereka.
Saat itu, Ruri tidak menyadari bahwa sihir itu ada, dan hanya berpikir bahwa alasan ibunya tidak pernah memihak Asahi adalah karena pesona ibunya melampaui pesona Asahi. Dan dengan kesalahpahaman seperti itu, Ruri juga mengalami masa-masa di mana dia meratap, merasa depresi berpikir bahwa dirinya tidak cukup mempesona.
Akan tetapi, Asahi sudah pasti menggunakan sihir pemikat secara tidak sadar.
Menurut Chelsea, mereka yang tidak mempunyai pertahanan terhadap sihir harusnya lebih kuat merasakan efek sihir pemikat, jadi kenapa?
Ruri mulai bertanya-tanya.
Saat itulah Ruri teringat sesuatu.
Sihir pemikat tidak mempan terhadap orang yang kekuatan sihirnya lebih kuat daripada si pemilik sihir, atau terhadap mereka yang sudah berada dalam pengaruh sihir pemikat yang dilancarkan oleh orang lain.
(Huh…?)
Chelsea juga berkata bahwa kekuatan sihir adalah sesuatu yang diwariskan.
Mereka yang memiliki kekuatan sihir yang besar akan memiliki kemungkinan lebih tinggi memiliki anak dengan kekuatan sihir yang besar seperti mereka.
(HUH?)
Ruri mulai mengingat lebih banyak detail masa lalunya.
Itu adalah tentang kakeknya yang memaksakan semua pengetahuan bertahan hidup itu padanya.
Dia adalah seorang pria dengan begitu banyak cerita-cerita menarik seperti bagaimana dia saat masih bekerja di kemiliteran. Dia seorang diri menghabisi satu peleton pasukan musuh sementara dihujani peluru lawan. Ada juga kisah di mana dia menumbangkan sebatang pohon raksasa dengan tinjunya saja.
Ruri menganggap itu semua dilebih-lebihkan saat pertama kali mendengarnya, tapi kalau sihir memang terlibat….
Peristiwa masa lalu lainnya yang teringat oleh Ruri adalah ketika ibu dan kakeknya biasa berbicara sendiri. Mereka akan menatap ruang kosong dan memulai sebuah percakapan. Dan lewat cara mereka bercakap-cakap, itu seperti seseorang benar-benar hadir di sana.
Pada saat-saat seperti itu, kakek Ruri akan memandanginya dan berkata "Apakah dia bisa…?" dan kemudian ibunya akan membalas "Belum", di mana mereka berdua akan menunjukkan ekspresi kecewa.
Ruri kemudian akan melihat ke ruang kosong itu hanya untuk bertemu dengan…ketiadaan saat dia menelengkan kepala dengan bingung.
Akan tetapi… …
Para peri yang berada di sekitar Ruri sepanjang waktu cocok dengan teka-teki tersebut. Berbicara tentang para peri, mereka seharusnya sedang mengawasi Ruri dari kejauhan saat ini untuk tidak mengganggu pekerjaan sambilannya.
(…Tidak mungkin…ya 'kan? …Maksudku…)
Pada saat ini, Ruri merasa seakan-akan dia baru saja membentur kebenaran dunia.
Ruri sedang mencoba dengan keras memikirkan penjelasan lain yang dapat menjelaskan tindakan-tindakan ibu dan kakeknya itu, tapi dia tidak mendapatkan apapun. Hipotesis saat ini adalah satu-satunya penjelasan yang paling bisa diterima untuk menjelaskan keanehan yang jelas-jelas diperlihatkan oleh mereka berdua.
Meski begitu, tidak ada cara bagi Ruri untuk memastikan fakta tersebut saat ini, jadi dia mengesampingkan masalah itu. Dia malah merasa cukup lega.
Di dunia asalnya sana, menghilangnya Ruri secara tiba-tiba mungkin membuatnya menjadi kasus orang hilang. Mereka mungkin khawatir.
Tapi setidaknya, kenyataan bahwa Ruri tidak terkena kecelakaan atau penculikan mungkin menjadi kesimpulan dari investigasi.
… Yah, dalam artian lain, keseluruhan pengalaman ini sama saja dengan penculikkan. Ruri sekarang berada di dunia parallel, dengan kemungkinan tidak dapat kembali ke dunia asalnya.
Meskipun dia tidak dapat bertemu kembali dengan mereka, hanya dengan memikirkan bahwa mereka mungkin tahu bahwa Ruri sekarang berada di dunia parallel membuat dia cukup terhibur.
Mereka mungkin mengkhawatirkannya, tapi tidak ada alasan bagi mereka untuk bersedih.
Bagaimanapun, ibu dan kakeknya membesarkan dia untuk menjadi cukup tangguh bertahan hidup bahkan di dunia parallel.
Mereka seharusnya berpikir bahwa dia baik-baik saja sendirian.
Dengan begitu, Ruri merasa salah satu tambatan yang menahannya dengan dunia asalnya telah menghilang.
* * *
"Maaf mengganggumu, Ruri-chan, tapi bisakah kau sekali lagi pergi keluar sebelum kau mengakhiri tugasmu hari ini?"
"Dengan senang hati~" (Ruri)
Sepertinya karena jam sibuk pagi hari, tidak akan ada cukup bahan makanan untuk penjualan sore hari. Jadi Ruri dimintai tolong untuk mendapatkannya lagi dari pasar terdekat.
Peristiwa berikutnya terjadi saat dia kembali dari pasar. Sesuatu yang seharusnya tidak berada di tengah jalan sedang melayang tepat di depannya.
"Hmm? Siput laut[1]?...Ah, dia jatuh."


Siput Laut "Sea Angel"
Siput laut yang melayang di udara itu terjatuh ke tanah, tepat di depan Ruri, seakan dia menyerah untuk hidup.
Siput laut yang Ruri tahu berwarna tembus pandang. Akan tetapi, siput laut yang satu ini berwarna putih susu dengan sirip yang sedikit merah muda.
Dan perbedaan terbesarnya adalah, siput laut ini sangatlah besar kalau kau membandingkan dengan ukuran rata-rata siput laut. Hanya sedikit lebih kecil dari kepalan tangan Ruri, makhluk ini mungkin tidak lagi bisa disebut sebagai siput laut.
Akan tetapi, meskipun warna dan ukurannya di luar kebiasaan, tidak salah lagi, bentuk menawan dari makhluk ini tidak diragukan lagi adalah siput laut.
Dan kenapa makhluk laut ini, yang kadang bahkan disebut-sebut sebagai malaikat seluncur es, melayang di udara di mana ada air laut maupun es…?
Ruri berjongkok untuk melihat lebih dekat si siput laut itu. Tanpa peringatan…
A-a…Air… …
"?! Dia bicara?" (Ruri)
Terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba ini, Ruri langsung menjauh dari si siput laut itu. Akan tetapi, dia mengerti situasinya karena permohonan air itu dan tidak membuang-buang waktu untuk melakukan tindakan berikutnya.
Menyambar si siput laut dan belanjaannya, dia bergegas menuju ke restoran dengan kecepatan tinggi.
Dia masuk ke dalam restoran, menaruh belanjaannya di konter, mengambil ember, mengisinya dengan air dari sumur, membawa ember itu kembali ke restoran, dan melepaskan siput laut itu ke dalamnya.
Ruri kemudian ingat bahwa siput laut adalah makhluk laut dan langsung masuk ke bagian dalam restoran untuk mengambil garam.
Setelah dia mendapatkannya, dia menuangkan semuanya ke dalam ember.
Karena dia terlalu terburu-buru, jumlah garam yang sedang kita bicarakan di sini dengan mudahnya menumpuk menggunung, mencuat dari dalam ember. Saat Ruri menyadarinya bahwa itu kebanyakan, hal itu sudah sangat terlambat.
Kenapa kau menambahkan garam?? Itu akan membuat airnya jadi sangat asin, 'kan?!
Siput laut yang pulih lagi itu pun berseru. Ini membuat Ruri merasa yakin bahwa dia tidak sedang berimajinasi saat si siput laut ini bicara sebelumnya.
Meskipun siput laut itu sangat murka, mata merahnya yang membesar ditambah dengan penampilannya yang terlihat mirip malaikat membuat Ruri terkesima.
"Kupikir siput laut adalah makhluk laut?" (Ruri)
Aku ini makhluk air tawar! (TL : Nah lho, aq nerjemahinnya gimana dong? Malaikat laut? Kekerenan. Siput sungai/danau? Sekalian aja jadi keong atau bekicot :v Ada ide?)
Si siput laut dalam ember mengepakkan siripnya sambil memprotes.
Akan tetapi, makhluk di dalam ember itu jelas-jelas sesuatu yang berbeda. Dia hanya terlihat mirip dengan siput laut. Yah, itu sangat jelas, karena siput laut seharusnya tidak MELAYANG di udara.
Kesampingkan saja masalah itu. Tidak hanya kau menyelamatkanku, aku pun dapat bertemu dengan orang yang ingin kutemui, dengan aman.
"Kau ingin bertemu denganku?" (Ruri)
Itu benar.
Ruri tidak bisa memikirkan alasan kenapa seekor siput laut ingin bertemu dengannya. Mengabaikan ekspresi bingung yang ditunjukkan Ruri, si siput laut menyampaikan permintaannya.
Berikan aku nama!
"Huh?! Nama? Kenapa nama?" (Ruri)
Kau memberi Kotarou namanya, 'kan? Aku ingin kau memberikanku nama supaya aku bisa memamerkannya dengan bangga! Jadi…berikan aku sebuah nama!
Entah kenapa, nama 'Kotarou' disebut-sebut… Satu-satunya 'Kotarou' yang Ruri tahu hanya dia, hewan yang satu itu. Ruri harus memastikannya.
"Maksudnya dengan Kotarou, apa itu hewan magis yang terlihat seperti babi, Kotarou yang itu?" (Ruri)
Benar. Si peri angin bodoh itu mengabaikan atribut anginnya sendiri dan malah merasuki tubuh atribut tanah. Karena itulah, dia tidak bisa menggunakan kekuatannya sama sekali.
Dari perkataan itu, sebuah detail kecil mencuri perhatian Ruri.
"Ehh? Kotarou adalah seorang peri?! Bukan hewan magis?" (Ruri)
Hanya tubuhnya saja yang hewan magis. Jiwa di dalam tubuh ini dan dia adalah kami para peri. Aku mengerti bahwa dia tidak mengatakan padamu soal itu. Kami para peri tidak mempunyai tubuh jasmani. Tapi para peri dari tingkat yang lebih tinggi terkadang akan merasuki tubuh hewan magis atau bahkan orang. Sampai saat ini, aku sendiri tidak memiliki tubuh jasmani. Untuk bertemu denganmu, aku pergi ke sungai untuk meminjam tubuh ini. Namun di tengah jalan, aku tidak bisa memenuhi kebutuhan airku. Situasiku sangatlah kritis sampai aku hampir saja harus menemukan tubuh baru.
"Haaaa…" (Ruri)
Ruri membalas lesu.
Ruri dibombardir dengan begitu banyak informasi dalam waktu yang singkat sampai-sampai dia tidak tahu harus memberi respon seperti apa.
"Kenapa kau memasuki tubuh untuk bertemu denganku?" (Ruri)
Menurut para peri di sekitarmu, mereka berkata kalau kau suka hal-hal yang imut. Karena itulah aku pergi mencari tubuh yang terlihat imut. Bagaimana menurutmu dengan tubuh ini? Sebenarnya, kudengar kau suka yang empuk-empuk, jadi tadinya aku pergi mencari tubuh demi-human yang cocok, tapi aku tidak menemukan satu pun tubuh yang sesuai dengan atributku. Kalau kau lebih suka yang empuk-empuk daripada tubuh ini, aku bisa saja pergi mencari di sekitar sana. Bagaimana menurutmu? Ada banyak demi-human di sini, jadi aku yakin akan menemukan satu yang cocok.
Tubuh saat yang saat ini dirasuki peri itu memang imut, tapi isi dari sebagian pembicaraannya terdengar menakutkan.
Ruri menggelengkan kepalanya kuat-kuat, menunjukkan penolakan tegas terhadap penawaran si peri.
Kenapa cara berpikir para peri selalu melewati batas?
"Tubuh ini sudah cukup bagus!" (Ruri)
Oh, begitukah. Baiklah kalau begitu. Jadi…berikan aku nama!
(Apa maksudmu dengan 'Jadi'? Kenapa percakapannya kembali ke titik 'Jadi'??)
Akan tetapi, tidak dapat menolak sorot mata penuh harap yang ditujukan padanya, Ruri memikirkan sebuah nama.
"Kalau begitu…bagaimana kedengarannya dengan 'Rin'?" (Ruri)
Rin? Jadi itu namaku, 'kan? Baiklah, aku akan mengambilnya! (Rin)
Merasa girang karena mendapatkan nama, Rin mengepakkan sirip dengan senangnya dan terbang keluar dari dalam ember. Ruri senang Rin merasa puas dengan nama yang dia berikan dan merasa lega saat melihat Rin terbang berputar-putar gembira.
Oh iya. Kotarou bilang dia akan kemari nantinya. (Rin)
"Apa?! Tunggu sebentar! Dia tidak akan bisa memasuki kota ini dengan tubuh besarnya itu, 'kan? Akan ada kepanikan!" (Ruri)
Hanya dengan berjalan saja, tubuh besar Kotarou akan menghancurkan kota.
Ya. Karena itulah dia sekarang sedang mencari tubuh baru lainnya. Dia bilang dia akan menemuimu dengan tubuh yang kemungkinan besar akan sangat menyenangkanmu.. (Rin)
Ruri merasa sangat cemas.



[1] Raw bahasa Inggrisnya "Sea Angel"

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 18 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.