Senin, 28 Januari 2019

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Bab 76 WN Bahasa Indonesia



KEKALAHAN SANG PAHLAWAN
(Translater : Dhien)

"Uh…"
"Suzu-chan!"
"Suzu!"
Selagi mengerang dan perlahan membuka matanya, Kaoru dan Eri yang selalu ada di sampingnya, memanggil nama Suzu dengan suara yang gelisah dan juga lega. Suzu berkunang-kunang sebentar selagi hanya pandangannya yang bergerak, dan akhirnya ia pun membuka mulutnya.
"A-Aku tidak tahu langit-langit ini~…"
"Suzu, aku tahu kau hanya berpura-pura, tapi bukankah lebih baik jika kau tidak berkata seperti itu di saat seperti ini?"
Ia seharusnya sedang kehausan. Akan tetapi, dengan putus asa Suzu mengatakan itu dengan suara yang serak, yang membuat Shizuju membalasnya dengan nada setengah kagum dan setengah memujinya ketika mendengarnya. Setelahnya, Suzu membasahi tenggorokannya dengan air yang ada di termos kulit di sampingnya.
Dengan suara tenggukan yang manis, Suzu yang mengatakan dirinya haus berkata, "Aku hidup kembali! Bisa dibilang begitu!", sebuah kalimat yang tidak bisa dianggap sebagai candaan, dan ia pun mencoba berdiri sebisa mungkin selagi Kaori dan Eri membantunya. Gadis yang selalu menjadi mood-maker di kelas ini akhirnya kembali sadar dengan kondisi kritis, sambil memancarkan atmosfir ceria yang membuat teman-temannya yang sampai sekarang sedang depresi, menunjukkan senyum mereka.
Akan tetapi, atmosfir cerah itu sungguh berlawanan dengan penanpilannya Suzu. Ia yang telah kelelahan dan kehilangan banyak darah. Dengan wajah yang pucat dan kantong mata yang tipis seperti beruang, senyumnya terlihat menyedihkan. Beberapa bagian tubuhnya telah tertusuk, tapi tidak salah lagi itu adalah 'kekuatannya' untuk dapat tersenyum setelah berdiri kembali. Shizuju dan Kaori memperhatikannya dengan hormat.
"Suzu-chan. Tidak apa kalo kamu ingin beristirahat dulu. Bagaimanapun, darahmu pasti belun terisi kembali, bahkan jika lukamu telah sembuh…"
"U~n, jadi karena itu aku pusing~… Bajingan itu~, dapat menusukku… walaupun, "Apakah dapat kutusuk kau sekarang?" lebih baik dikatakan di atas kasur!"
"Suzu! Itu hal yang mesum! Bijaksanalah sedikit!"
Suzu mengatakan itu sambil melamun dengan perasaan benci, dan Eri mengomeli Suzu dengan pipi yang merona. Beberapa dari para pria tanpa sengaja, "Bff!?", tapi mengalihkan pandangan mereka dari Shizuku yang melotot.
"Suzu, syukurlah kamu bangun. Kami khawatir, tahu?"
"Yo, kamu beneran gak papa? Wajahmu terlihat pucat!"
Karena Suzu tiba-tiba membuat keributan setelah ia bangun, Kouki dan Ryuutariu mendekatinya. Selagi tubuhnya yang melemah sementara akibat efek dari penggunaan 'Limit Break', Kouki merasa sedih karena dihajar dengan parah. Akan tetapi, entah bagaimana dia terlihat telah pulih karena telah melewati waktu yang lumayan lama sejak mereka mundur dan bersembunyi sampai sekarang.
"Pagi~, Kouki-kun, Ryuutarou-kun! Kayaknya kita berhasil kabur yah? Umm, semuanya am--… Sebentar, ada satu yang hilang…"
Setelah menyapa Kouki dan Ryuutarou sambil tersenyum, Susu sadar ada seseorang dari teman sekelasnya yang menghilang. Suzu kehilangan kesadarannya di tengah pertempuran, jadi Kouki dan yang lainnya menjawab keraguannya selagi menjelaskan situasi mereka sekarang.
Secara tidak sengaja, Kondou dan Saitou telah pulih dari petrifikasi (pembatuan), bangun terlebih dahulu dari Suzu dan telah mendengarkan penjelasan tentang situasinya.
"Jadi begitu, sepertinya sudah lama semenjak Suzu pingsan… Ah, iya benar. Kaorin, makasih! Karoin sudah menjadi penyelamat nyawa Suzu!"
"Suzu-chan, sudah jadi tugasku untuk memulihkan semua orang. Jadi jangan berlebihan memanggilku penyelamat nyawa karena itu memang hal yang wajar kulakukan."
"Heh~, selain rendah hati Kaorin juga hebat! Kita nikah aja yukk?"
"Suzu… kau terlihat seram mengatakan itu dengan muka pucatmu. Sekarang, bukannya mendingan kamu istirahat aja?"
Suzu diomeli oleh Eri selagi bergelantungan ke Kaori. Jika ia melakukannya berlebihan, Shizuju akan menghentikannya secara fisik. Itu hal yang biasa terjadi. Bahkan teman-teman yang sebelumnya penasaran apa mereka dapat kembali dengan selamat ke permukaan, perlahan dapat kembali tenang berkat percakapan Suzu dan para gadis-gafis yang tidak mempedukikan kekalahan mereka.
Akan tetapi, suasana yang kembali ceria terpadamkan oleh seseorang yang selalu merusak suasana.
"…Apa yang kalian tertawakan? Kita hampir mati, tahu? Apalagi sampai sekarang situasi kita tidak berubah sama sekali! Daripada bercanda, lebih baik berpikirlah bagaimana cara kita bisa keluar."
Orang yang menyerukan itu sambil memelototi Suzu adalah Kondou Reiichi. Dan meskipun dia tidak mengatakannya, Saitou Yoshiki yang juga memperhatikan Suzu memandanginya dengan tatapan sinis.
"Oi, Kondou. Apa bisa kau tidak mengatakan itu? Suzu melakukan ini untuk membuat sua-…"
™Diam! Kau tidak berhak mengatakan itu! Bagaimanapun, kau kalah! Hampir mati! Sial! Pahlawan macam apa kau!™
Meskipun Kouki mencoba menegur Kondou atas komentarnya, Kondou tiba-tiba meledak layaknya api yang disiram minyak dan mulai mengkritik Kouki.
"Bajingan… Kau pikir berkat siapa kita bisa mundur, hah!? Kita nggak bisa mundur kalo nggak ada Kouki yang membukakan kita jalan!"
"Dari awal, kita nggak perlu mundur sama sekali seandainya dia bisa menang! Yang paling penting, kita masih punya kesempatan. Seharusnya tidak apa jika kita menerima undangan dari Ras Iblis dan mengalahkan mereka nantinya! Tapi, kau dengan egoisnya memulai pertarungan! Semuanya itu salahmu! Itu tanggung jawabmu!"
Kali ini, Ryuutarou mulai ikut menegur seperti Kondou. Kondou berdiri dan berhadapan dengan Ryuutarou. Bersimpati dengan Kondou, Saitou dan Nakano juga berdiri dan menghadapi Ryuutarou.
"Ryuutarou, aku tidak apa… Kondou, aku akan bertanggung jawab. Kita tidak akan kalah kali ini! Sekarang kita telah mengetahui karakteristik para DB, dan kita tidak akan terkena serangan kejutan lagi. Jadi, kita pasti akan menang!"
Meskipun Kouki membuat gestur memukulkan tinjunya ke telapak tangannya, Saitou bergumam dengan matanya yang menggelap.
"…Tapi, bahkan dengan 'Limit Break' pun kau tidak bisa menang."
"I-Itu… bukan masalah sekarang!"
"Kenapa bisa?"
"Aku akan menggunakan 'Sihir Ilahi' dan menyerang wanita ras iblis itu dari awal. Makanya, kalau kalian semua bisa mengcoverku…"
"Tapi, bukannya ia tahu serangan yang menyulitkannya membutuhkan perapalan mantra yang lama? Bahkan musuh kita punya rencan mereka sendiri bukan? Selain itu, kita tidak tahu apa ia masih punya bala bantuan DB yang lainnya lagi atau tidak."
Bahkan jika Kouki berkata tidak apa, Kondou dan gangnya akan protes dari awal sambil meragukan kemampuan Kouki, dan mempwrhatikannya dengan mata yang penuh keraguan. Dengan ini, meskipun Kouki tidak punya pilihan lain selain menanggung tanggung jawab untuk menjamin kemenangan mereka. Mereka tetap tidak bisa tenang karena fakta bahwa mereka telah hampir mati sebagai hasil dari jumlah dan kekuatan musuh yang tidak bisa dipercaya.
Penyebab utama mereka memanas adalah karena Ryuutarou yang mudah marah selagi Kondou dan gangnya yang terus menyanggah dengan agresif. Perlahan, Ayako, Yoshino dan Nomura mencoba menghentikan pertengkaran mereka, tetapi suasana yang berbahaya mulai terlihat.
Dengan demikian, Ryuutarou sudah menyiapkan tinjunya selagi Kondou menyiapkan tombaknya. Dengan segera situasi menegang di tenpat mereka berada. Kouki berteriak, Ryuutarou!, dan memegang bahunya ubtuj menghentikannya. Akan tetapi, Ryuutarou tidak bisa dihentikan dan urat nadinya muncul di kepalanya sambil memelototi Kondou. Bahkan Kondou dan gangnya pun sebagian masih terlihat keras kepala.
"Semuanya, tenanglah! Tidak peduli apa yang kalian katakan, kita hanya dapat bertaruh pada Kouki untuk selamat. Kita harus mengalahkan wanita Ras Iblis meskipun Kouki sedang dalam batasan waktu 'Limit Break'nya. Kita hanya bisa melakukan itu karena musuh tidak akan membiarkan kita lari. Kalian mengerti bukan?"
Shizuku masuk ke di antara mereka dan dengan panik mencoba untuk membujuk mereka agar tenang, tapi hal itu juga tidak bekerja. Terombang-ambing sambil berdiri, Suzu terlihat seperti tidak ingin mendengar ucapan Kondou meskipun dia meminta maaf. Akhirnya, Kaori bwepikiran untuk menahan semuanya dan mulai menyiapkan sihir pengikat miliknya… sampai ketika ia mendengar sesuatu.
"Grrrrr…"
""""!?""""
Sebuah geraman. Sebuah geraman yang sangat famliar, begitu rendah yang datang dari bawah perut. Penampakan Chimera dan serigala bermata merah empat terbesit di pikiran mereka. Suasana yang sebelumnya berbahaya tiba-tiba menghilang dan semuanya menjadi tegang. Bahkan suara nafas yang begitu lirih terdengar seperti menggema, dan suara nafas mereka semakin mengecil. Pandangan mereka beralih ke jalan yang dikamuflasikan sebagai tembok di hadapan nereka.
Whoosh! Fwiiish, Whooosh! Fwuuush!
Suara dari cakar dan nafas yang sengau dapat terdengar dari tembok. Seseorang menelan ludahnya. Bahkan jejak bau mereka seharusnya telah dihapuskan oleh Endou, jadi para DB tidak dapat mengetahui regu Kouki ada di dalam tidak peduli sekuat apa mereka. Meskipun mereka berpikir demikian, mereka tetap tegang dan keringat dingin pun mengalir.
Mereka masih membutuhkan waktu untuk dapat pulih. Suzu sedang tidak dalam kondisi untuk bertarung, Kaori dan Ayako telah terlalu banyak menggunakan sihir untuk memulihkan yang lainnya dan kesulitan untuk pulih. Grup penyerang garis depan hampir sepenuhnya pulih, tetapi pengguna sihir di kelompok garis belakang baru memulihkan setengah dari kekuatan sihir mereka. Obat pemulih yang mereka miliki juga telah habis digunakan, jadi mereka masih harus menunggu beberapa saat lagi untuk sepenuhnya pulih kembali.
Mereka tidak dapat mengabaikan lubang dalam artian peran yang dibuat oleh Kaori dan Ayako sebagai healer dan Suzu pengguna barrier. Itulah kenapa regu Kouki berharap mereka tidak akan ditemukan sekarang selagi mereka memperhatikan tembok yang memisahkan ruangan rahasia dengan bagian luar.
Para DB berkeliaran di luar untuk beberapa saat, tetapi tidak lama kemudian keberadaan mereka perlahan mulai menghilang. Karenanya, suasana pun mulai kembali hening sekali lagi. Meskipun begitu, semuanya masih berdiri untuk beberapa saat, dan bernafas dengan sangat lega ketika mereka tahu bahwa para DB telah benar-benar menghilang; beberapa dari mereka terjatuh dengan lutut di tempat. Ketegangan yang kuat membuat keringat mereka mengalir seperti banjir.
"…Kita akan ditemukan jika kita terus membuat keributan. Makanya, tolong tenanglah dan beristirahat dulu untuk sekarang."
"Y-Yahh…"
"K-Kau benar…"
Shizuku penghapus kwringat yang ada di pipinya yang terjatuh dan membuat suara tetesan. Kondou dan yang lainnya memvlas dengan tergagap-gagap dan menarik lengan mereka. Seolah-olah mereka disiram oleh air dingin.
Dengan berlewatnya krisis, semuanya menjadi tenang… dan di saat itu,
"ROOOOOOARRRRR!!!"
BOOOM!!!
Tembok yang memisahkan ruangan rahasia dan bagian luar hancur berkeping-keping bersamaan dengan suara raungan yanh dahsyat.
"Uwah!?"
"Kyaaaa!!"
Pecahan-pecahan tembok terhempas bagai peluru akibat hantaman yang dilayangkan ke ruangan rahasia yang lalu mengenai Kondou dan Yoshino yang ada di jalur pecahan-pecahan terbang. Keduanya secara spontan duduk terjatuh pada bokong mereka sambil berteriak.
Detik berikutnya, di hadapan kelompok Kouki yang sedang tercengang adalah datangnya ruang udara yang memburam yang masih mereka tidak ingin temui.
"Bersiaplah bertarung!"
"Sialan! Bagaimana bisa mereka bisa menemukan kita!"
Selagi memerintahkan hal itu, Kouki dengan segera menarik dan mengayunkan pedang sucinya kepada para Chimera. Mereka tidak bergerak karena mereka tidak akan bjsa melihat musuh jika mereka menjauh. Sambil mengumpat, Ryuutariu memposisikan dirinya di depan jalur yang menghubungkan mereka ke bagian luar, dan mencoba para menghentikan para DB untuk masuk lebih jauh.
Akan tetapi,
"RooOOoAR!!"
"GROoowwwwWL!!"
DB yang seperti brutal tiba-tiba melemparkan tubuhnya yang bagai baja seperti bola meriam ke dalam ruangan. Setelahnya, DB itu mencegkeram Ryuutarou dengan momentum yang besar dan mendorongnya jatuh.
Menggunakan kesempatan itu, sepuluh ekor kucing hitam menerjang ke dalam ruangan dan dengan segera melancarkan tentakel mereka. Bendungan tembakan pun diluncurkan, mereka tanpa ampun menyerang Kondou dan yang lainnya yang diam di tempat. Dan meskipun Kondou dan yang lainnya dengan segera mwnyiapkan senjata mereka, tentakel-tentakel itu terlalu banyak dan dapat mencabik-cabik mereka dengan begitu saja.
??????????? ??
"-- --"Interupsi Surgawi"!"
"-- --"Interupsi Surgawi"!"
15 perisai cahaya dengan cepat muncul di udara di hadapan Kondou dan yang lainnya dan dapat membelokkan jalur serangan. Untuk dapat mengaktifkan perisai-perisai bahkan dengan rapalan yang pendek akan membuat setiap orang takjub. Sepuluh dari perisai itu diciptakan oleh Suzu sementara sisanya oleh Kaori.
Akan tetapi, meskipun mereka dengan segera mengaktifkannya, kondisi fisik Suzu masih dalam kondisi yang buruk sementara kekuatan sihir Kaori masih terkuras. Hal itu mempengaruhi kekuatan dari perisai-perisai.
Whiiiish! Fwooosh! Whiiiish! Fwooosh! Whiiiish! Fwooosh!
Mereka seharusnya dapat mengubah jalur tembakan dan mengurangi dampak serangan, tetapi serangan penuh tenaga dari tentakel-tentakel itu satu-persatu menghancurkan perisai-perisai. Oleh karena itu, beberapa tembakan tentakel tidak dapat dihentikan oleh perisai yang hancur dan menyerang Nakan dan Saitou. Keduanya dengan segera membengkokkan tubuh mereka. Karena keduanya terbiasa di grup belakang, kekuatan fisik mereka tidaklah begitu tinggi. Karenanya, meskipun mereka dapat menghindari luka mematikan, pundak Nakano dan paha Saitou tercabik dan mereka berteriak selagi terlempar ke tanah.
"Shinji! Yoshiki! Sial! Daisuke, tolong mereka!"
"… Ah, tentu saja."
Selalu merenungi sesuatu sejak mereka kabur ke ruangan rahasia, Hiyama tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan Kondou. Akan tetapi, sebaliknya situasi tidak membiarkannya mengatakan apapun, jadi dia menarik Nakano dan Saitou yang terluka ke samping Suzu. Meskipun kondisi fisiknya sedang tidak bagus, area di sekitar Suzu yang tenaga sihirnya tidak banyak tersisa, adalah tempat teraman. Selain itu, mereka akan mudah disembuhkan oleh Kaori yang ada di samping Suzu.
"Kuh, Kouki! Gunakan 'Limit Break' dan pergilah ke luar! Kami akan melakukan sesuatu terhadap mereka di sini!"
"Tapi, Suzu dan yang lainnya tidak dapat bergerak…"
"Kita akan menghadapi mereka sebisa mungkin! Tolonglah! Lewati mereka dan bunuh wanita Ras Iblis."
"Kouki! Serahkan tempat ini pada kami! Kami pasti tidak akan membiarkan siapapun mati!"
"…Baiklah! Kuserahkan tempat ini padamu! 'Limit Break'!"
Setelah memikirkan ucapan Shizuku dan Ryuutarou sebentar, dia pikir pasti ada cara untuk melewati situasi ini. Dengan ekspresi tegas, Kouki mengaktifkan 'Limit Break' untuk yang kedua kalinya hari ini. Alasan kenapa 'Limit Break' seharusnya tidak boleh digunakan lebih dari satu kali perhari adalah karena itu memberikan beban yang berat ke tubuh. Itulah kenapa, 'Limit Break' yang biasanya punya batas 8 menit, tapi mungkin lebih pendek sekarang. Setelah memperkirakan hal itu, Kouki akan mengabaikan yang lainnya dan hanya akan berkonsentrasi mengahbisi wanita Ras Iblis, dia pun keluar dari ruangan rahasia.
Pergi keluar dari ruangan dan memasuki ruangan bersisi 8 yang besar, di hadapan Kouki adalah sejumlah besar DB. Dan diantara para DB yang diam, berdiri wanita Ras Iblis yang memandanginya dengan mata yang dingin dan seekor gagak putih dj pundaknya. Bagian dalam benak Kouki mendidih dengan pikiran tentang misi penyelamatan teman-temannya dan kemarahan yang membuat mereka berada di situasi ini. Oleh karena itu, dia melotot lurus ke wanita Ras Iblis.
"Hmph, kau membuatku membuang banyak waktu. Aku juga masih punya misi lainnya…"
"Diam! Aku pasti akan menghabisimu! Bersiaplah!"
Setelah membuat pernyataan itu, Kouki menggunakan rapalan pendek, dan tenaga sihirnya dengan segera mengalir ke Pedang Sucinya. "Kuasa Ilahi" biasanya akan mencapai wanita Ras Iblis, tapi meskipun begitu, dia menggunakan versi yang dipotong dari 'Kuasa Ilahi' karena dia percaya itu dapat membukakan jalan untuknya.
Akan tetapi, wanita Ras Iblis menunjukkan senyum di hadapan pedang sucinya yang cahayanya semakin bersinar, dan ia memerintahkan DB seperti brutal yang berdiri di sampingnya untuk menarik sesuatu dari belakang.
Pada awalnya Kouki menunjukkan ekspresi keraguan yang kemudian berubah menjadi ekspresi terperanjat ketika dia melihat 'sesuatu' itu. Instingnya membuatnya menurunkan Pedang Sucinya dengan mata yang terbuka lebar dan memanggilnya dengan suara yang bergetar.
"…M-Meld-san?"
Itu benar, di sana terdapat jasad Meld yang bagian tubuhnya hancur dan seluruh tubuhnya bermandikan darah dari kerah leher yang sedang ditarik oleh DB yang kelihatannya brutal. Dalam sekali tatap, seluruh tubuh lemasnya terlihat seperti telah mati, tapi sesekali terdengar erangan lirih darinya yang menunjukkan dia masih hidup.
"K-Kau! Lepaskan Meld-san-!?"
Kouki marah karena kondisi Meld, dan dalam waktu sekejap, dia mencoba untuk menerjang maju ke wanita Ras Iblis dan kehilangan kontrolnya. Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam menyelubungi Kouki seolah telah menantikan waktu yang tepat. Hah, sebelum Kouki menyadarinya dan mengalihkan pandangannya, terdapat tinju yang seperti tembok penghalang mendekatinya dengan momentum yang besar yang bahkan membuat udara meledak.
BaAAaaM!!!
Meskipun Kouki secara spontan menggunakan lengan kirinya untuk bertahan, tinju yang diayunkan dengan kekuatan besar itu dengan mudah menghancurkan pertahanannya, dan lengan dan tubuh kiri Kouki menerima dampak yang besar. Kouki diterbangkan ke tembok dan menabraknya dengan kecepatan tinggi yang tidak dapat dibandingkan dengan ditabrak oleh dump truck. Tembok di belakangnya hancur sepenuhnya akibat dampak tersebut.
"GaaAH!"
Karena dampak yang diterimanya, nafas Kouki keluar dari paru-parunya, dan dia tergilincir jatuh dari tembok dengan kedua tangan dan kakinya. Kouki berusaha mati-matian menyangga tubuhnya menggunakan lengan kanannya yang sehat, tetapi banyak darah yang mengalir dari tubuhnya. Serangan-serangan sebelumnya sepertinya telah melukai organ dalamnya. Dia mungkin akan mati begitu saja jika bukan karena skill turunan dari 'Ketahanan Fisik' yaitu 'Peringanan Dampak'.
Ditambah, karena benturan keras di kepalanya, dia mati-matian berusaha memahami situasi dengan pandangan yang tidak bisa fokus. Kemudian, dia pun melihatnya. DB raksasa setinggi 3 meter dengan tinju yang diacungkannya ada tempat di mana Kouki berada sebelumnya.
DB itu memiliki kepala seperti kuda dimana taringnya tumbuh, empat lengan besar yang tumbuh di tubuh berototnya dan bagian bawah tubuhnya yang seperti monster gorilla. Memelototi Kouki dengan mata merahnya, terlihat uap keluar dari mulut panjangnya yang seperti kuda setiap kali dia bernafas. Atmosfir yang dimilikinya berbeda dari para DB yang pernah dia hadapi sampai sekarang.
DB itu kemudian mengangkat tinjunya dan dengan segera menerjang maju selagi tanpa ampun mengeluarkan hawa haus darah yang begitu kuat kepada Kouki yang masih tidak dapat berdiri. Melompat sedikit lebih jauh dari tempat dimana Kouki menunduk, DB itu mengayunkan tinjunya ke bawah dengan momentum yang dahsyat ke Kouki. Karena peringatan dari instingnya, Kouki berbaring di tanah dan menggelinding, mati-matian lari dari tempatnya berada.
KABOOOM!!!
Dengan segera, tinju DB kuda itu menembus tanah dan di saat yang bersamaan, riak berwarna hitam kemerahan muncul di tanah dibarengi dengan auman. Kehancurannya seperti sebuah ledakan. Itu adalah sihir khusus DB kuda itu, 'Gelombang Kejut Sihir'. Itu adalah kemampuan untuk mengubah kekuatan sihir menjadi gelombang kejut. Akan tetapi, sesederhana mungkin, itu adalah sihir khusus yang sangat kuat.
Karena skill yang merupakan turunan dari 'Ketahanan Fisik' yaitu 'Peningkatan Rasio Pemulihan', Kouki pada akhirnya pulih dari guncangan di kepalanya. Dia berusaha keras berdiri dan menyiapkan Pedang Sucinya. Di saat itu, DB kuda itu telah mendekat di hadapannya dan mengayunlkan tinjunya sekali lagi.
Dengan tinju kirinya yang hancur, Kouki menggunakan pedang Suci sebagai tameng dan dampak serangan yang diterima lengan kanannya membuatnya terpentalkan kembali. Setelahnya, meskipun Kouki dapat menghindari luka mematikan, DB kuda itu mengirimkan 'Gelombang Kejut Sihir' dengan sekuat mungkin, dan Kouki yang pergerakannya melambat karena kerusakan dari serangan yang pertama, tidak dapat membalas sama sekali.
"Kuuu! Kekuatan macam apa ini! Meskipun aku telah diperkuat dengan 'Limit Break'!"
"RUUUUAAAA!!"
Dengan ekspresi kesakitan, Kouki merasa frustasi karena DB kuda itu dapat lebih kuat darinyaa yang tengah menggunakan 'Limit Break', dan dia pun pergi untuk melakukan serangan balasan, bersiap menerima serangan selagi berpikir dia tidak dapat terus membiarkannya.
Akan tetapi…
DUG!
"Kh!?"
Tepat sebelum dia memulainya, Kouki telah sampai pada batas 'Limit Break'nya, dan kekuatannya dengan tiba-tiba menghilang. Karena dia menggunakannya dua kali dalam rentan waktu yang pendek, Kouki merasakan keletihan yang tidak dapat dibandingkan dengan apa yang dia rasakan sebelumnya, dan dia terjatuh di atas kedua lututnya tanpa ada tenaga sedikitpun mengalir ke kakinya.
DB kuda itu tidak membiarkan kesempatan itu berakhir sia-sia. Dengan tubuh yang kehilangan tenaga dan keseimbangan, Kouki berada di situasi yang tak tertolong lagi selagi tinju DB kuda, bam!, menghantam perutnya dengan suara yang kencang.
"GAaAH!"
Menyemburkan darah, tubuh Kouki terlihat seperti berbentuk < , terhempas dan menabrak tembok sekali lagi. Melemah akibat efek 'Limit Break', kesadaran Kouki mulai menghilang. Terluka parah, dia jatuh tak berkutik. Sebaliknya, ini malah hal yang aneh baginya untuk tidak segera mati di keadaannya yang sekarang. Mungkin DB kuda itu meremehkannya jadi dia tidak segera mati.
DB kuda mendekati Kouki dan mengangkatnya dengan mencengkeram bagian belakang lehernta. Kouki yang lemah tak bertenaga dan tidak sadarkan diri menggantung di tangannya untuk menunjukkannya pada wanita Ras Iblis. Wanita Ras Iblis itu mengangguk puas dan memerintah para DB di ruang rahasia untuk mundur.
Setelah beberapa saat, Shizuku dan yang lainnya keluar dengan berhati-hati. Ekspresi mereka diwarnai oleh keputusasaan ketika melihat Kouki yang lemah sedang diangkat oleh DB besar berkepala kuda yang belum pernah mereka temui.


Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Bab 76 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

8 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.