Senin, 10 Desember 2018

Only Sense Online Jilid 6 Epilog LN Bahasa Indonesia



MELEPASKAN DAN MADU
(Translater : Hikari)

Tempatku terbangun adalah lantai bengkel kerja Atelier yang dingin.
Itu adalah kekalahan mutlak. Kematian—Grim Reaper adalah boss yang membuat para player terkagum-kagum.
"Ahahaha, ini kekalahan telakku."
Sejak awal, bahkan sebelum bertarung, aku tahu aku akan kalah. Akan tetapi, berpikir bahwa aku bisa melarikan diri, aku benar-benar kalah.
"Aku sama sekali tidak punya kesempatan. Aku bahkan tidak memberinya damage sedikit pun."
Aku tidak bisa melakukkan apapun. Tapi tetap saja, dia memiliki keberadaan yang tidak bisa kubenci. Dia benar-benar sesosok monster yang hanya diburu para player. Meskipun dia aneh dan menakutkan, namun juga merupakan keberadaan yang sangat dihormati.
Dan, di tengah-tengah pertarungan dengan Grim Reaper, aku menemukan sebuah jawaban.
"Hei, Peri Nakal, keluarlah!"
Aku berbicara pada cincin yang terpasang di jariku.
Cincin Fairy Possession membuatku dapat memanggil peri tiga kali. Aku sudah memutuskan harapan pertamaku.
"Kau memanggil, aku datang——hei, woahh?! Kau, kenapa kau begitu babak belur?!"
"Berisik sekali, sudah lama sejak kita bertemu."
"Eh? EH? Kau tidak apa-apa? Kenapa kau memanggilku dengan penampilan seperti ini?!"
Si Peri Nakal yang kupanggil kebingungan karena tidak tahu apa yang terjadi. Karena itu, aku menyampaikan perasaanku padanya.
"Yah, tenanglah. Sedangkan untuk ini, aku menghadapi seseorang barusan dan kalah."
"Apa?! Bolehkah aku menerbangkan orang itu?!"
"Tidak usah. Nah, dengar."
Kalau dipikir-pikir, aku berbicara begitu serius dengan NPC, aku benar-benar aneh. Sambil berpikiran begitu, aku mengungkapkan perasaan yang kusadari karena Grim Reaper.
"Kau tahu. Aku kebingungan bagaimana caranya memanfaatkanmu. Kau terlalu bebas dan kecintaanmu pada perbuatan iseng itu merepotkanku. Juga, kau selalu menyisakan makanan setelah makan kue."
"Grr, mendengar itu darimu sementara kau babak belur…"
"Tapi, kau tahu? Melakukan banyak hal denganmu tidaklah buruk. Dan saat quest selesai, kau terhisap ke dalam cincinku dan aku diberi tahu bahwa kau akan mengabulkan tiga harapanku. Tapi aku tidak punya harapan apapun."
"… … …"
Si Peri Nakal mendengarkan dengan ekspresi kebingungan di wajahnya. Biasanya dia akan mengatakan beberapa candaan. Dia gadis yang baik.
"Aku sudah mendengar banyak harapan yang dikabulkan peri pada player. Tidak ada satu pun dari harapan-harapan itu yang terdengar bagus untukku. Memikirkan kalau kau hanya merespon jika kau dipanggil keluar, rasanya cukup menyedihkan dan sepi."
Aku berhenti sesaat. Dan untuk menyampaikan harapanku pada si peri——
"Dan baru saja, aku menyadarinya. Aku ingin berteman denganmu. Karena itulah—— aku Melepaskanmu."
Cincin Fairy Possessed merespon perkataan ini dan ikatanku dengan si Peri Nakal pun menghilang.
Mendengar harapanku ini, si Peri Nakal mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali dengan terkejut.
"Lepas, yang kau maksud dengan lepas, AKU BEBAAASSSSSsssss‼"
"Wuah, tunggu!"
Tiba-tiba, angin mengamuk di dalam bengkel kerja Atelier dan jendela-jendela terbuka lebar. Terbang mengitari bengkel, si Peri Nakal menciptakan angin dan tertawa dengan girangnya.
"Aku adalah si Peri Angin Nakal yang mencintai kebebasan! Fairy Possession di mana aku harus mendengarkan perintah orang lain tidaklah cocok untukku! Ini yang paling terbaikkkkkkk!"
"Ohhh, baguslah kalau begitu!"
"Yup yup. Kalau begitu, Yun dan aku punya kedudukan yang sama!"
"Yah, kurasa begitu."
"Dan kalau begitu, aku akan melakukan apapun yang kusuka. Sampai nanti!"
Dia berkata demikian dan terbang keluar dari jendela.
Eh?‼ Bukannya ini waktunya kita memperdalam sedikit pertemanan kita, mengobrol sedikit? Dia mendadak pergi ke suatu tempat dan begitu anginnya reda, tidak ada siapapun di sana.
"…pfft, ya ampun. Betapa bebasnya dia."
Meskipun misalnya aku tidak akan bertemu dia lagi, aku tetap saja merasa lega.
"Aa-aah. Yah, aku senang masalah cincin Fairy Possession yang membuat tertekan sudah selesai."
Berkata demikian, aku mengangkat tanganku lagi untuk melihat cincin di jariku.
Dan aku menyadarinya. Cincinnya berubah lebih jauh.

Faerie Ring Ornamen (Berat: 1)
DEF+5 Mind +5 Efek Tambahan: Faerie Blessing

Rugged Iron Ring berubah menjadi Cincin Fairy Possession, dan kemudian dengan berkat dari si Peri Nakal, cincin itu berubah menjadi aksesori unik.
Efek Blessing-nya sedikit meningkatkan stats dan tingkat kesuksesan skill. Ada juga sedikit peningkatkan pada tingkat item drop langka. Ini adalah sebuah kumpulan efek yang meski kecil namun berguna.
Seulas senyuman muncul begitu saja di wajahku. Ini cukup.
Dan, sekali lagi aku memeriksa equipment di tubuhku yang babak belur. Noda lumpurnya telah menghilang seiring berlalunya waktu dan kerusakan pada armornya telah pulih dengan menyerap MP-ku.
Tepat saat aku merasa cukup baik untuk muncul di depan umum, sebuah suara memanggilku dari bagian toko Atelier.
"Halo~. Apa Yun-san ada?"
"Ya, tunggu sebentar."
Yang berbicara dengan nada lambat tersebut adalah Letia. Saat aku memasuki bagian toko, aku menemukan Letia sedang menunggu sendirian.
Tidak, dia sedang bersama dengan orang lain. Di atas kepalanya, ada seseorang yang memiringkan kepalanya dengan ekspresi yang sama dengan Letia.
"Halo, Yun-san."
"Hei. Apakah itu peri yang ada di atas kepalamu?"
"Ah, setelah aku menyelesaikan quest, aku bernegoisasi dengannya sehingga dia menjadi monster jinakku. Dia adalah Peri Angin, Yayoi-chan."
Dalam diam, Peri Angin itu mengangkat tangannya untuk menyapa. Meskipun sebenarnya aku akan memberi selamat pada Letia dengan tulus, kali ini ekspresi wajahku menjadi kaku.
"Eh? Yun-san, apa terjadi sesuatu?"
Aku menceritakan padanya tentang si Peri Nakal yang kulepaskan sebelumnya seakan tidak ada sesuatu pun yang terjadi.
Dengan demikian, melihat perbedaan yang jelas antara aku dan Letia, aku merasa gagal meningkatkan parameter pertemanan tersembunyi. Yah, kurasa hubungan kami tidak begitu bagus sejak awal. Dia menutupiku dengan lendir dan aku mengancam akan memasukkan dia ke dalam botol.
"Bukankan itu tidak masalah?"
"Benarkah?"
"Kau tahu, bukannya 'sampai nanti' berarti kalian akan bertemu lagi?"
Kata-kata tersebut langsung masuk ke dalam hatiku.
Kurasa bahkan sekalipun dia terbang pergi dengan bebasnya, dia juga akan datang kembali dengan bebas. Sepertinya aku sudah sia-sia mengkhawatirkannya.
"Terima kasih, Letia. Ingin makan sesuatu?"
"Aku sedang ingin makan donat."
"Membuatku untuk membuatnya dari awal, ya."
Saat aku menatapnya lekat-lekat, "Kau bisa melakukannya, Yun-san" bersama-sama dengan peri yang ada di atas kepalnya, mereka memandangiku dengan tatapan penuh harap.
Ya  ampun. Aku menghela napas dan mulai bersiap-siap untuk membuat donat. Meski begitu, bentuknya tidak seperti donat biasanya. Untuk bahannya aku menggunakan adonan hot cake dan menggorengnya dalam minyak banyak dan menjadikannya donat dalam bentuk bola.
Kemudian aku melumurinya dengan gula tepung, menyelesaikannya. Saat aku menaruh banyak makanan tersebut di atas sebuah piring sederhana, Letia dan perinya mulai memakannya sambil berliur.
Kurasa, aku harus mempersiapkan stok kue untuk berjaga-jaga kalau-kalau si Peri Nakal datang lagi, gumamku diam-diam.
·
Setelah itu, cerita tentang Letia yang menggunakan peri sebagai monster jinaknya pun menyebar. Di dalam OSO, terdapat bermacam-macam diskusi dengan topik penggunaan aksesoris Fairy Possession. Di antara kenalan kami, ada banyak yang memilih opsi Melepaskan.
"Yah, itu karena ada nilai yang lebih tinggi dalam keberadaan mereka daripada dalam bentuk item dan bantuan sementara dalam pertarungan. Kalau mereka menghilang setelah digunakan tiga kali, lebih baik melepaskan mereka sejak awal."
Emily-san berkata demikian dan menyeruput tehnya.
Aku sedang mengobrol dengan Emily-san dari balik konter.
Quest Peri berbatas waktu telah selesai. Kehidupan sehari-hari yang santai dalam game telah kembali.
Dari antara kenalanku yang melepaskan perinya, Cloude dengan bebas memperlakukan perinya sebagai boneka untuk didandani. Peri Magi-san memberkati perapiannya sehingga kekuatan pembakarannya meningkat dan peri Lyly dipercaya untuk mengatur ladang pribadi Lyly yang luas.
"Yah, mungkin begitu. Cloude, Magi-san, dan yang lainnya menikmati pertemanan mereka bahkan tanpa mereka melakukan apapun. Bisa dibilang mereka berperan sebagai mascot."
Tapi ada beberapa peri yang menjadi monster jinak dan meminjamkan kekuatan mereka pada orang-orang seperti yang terjadi pada Letia.
Yah, kurasa itu berarti tingkat ketertarikannya padaku itu rendah.
"Kurasa tidak begitu. Dia sepertinya sangat bersenang-senang."
Berkata demikian, Emily-san dan Peri Airnya yang telah dilepaskan menghiburku.
"Kalau begitu, kenapa kau melepaskan perimu, Emily-san?"
"Yah, kau tahu, mengurus tanaman dalam ruangan itu merepotkan, jadi aku melepaska dia dan menyerahkan urusan itu padanya."
Benar-benar cara yang mewah untuk memanfaatkan seorang peri. Aku tersenyum getir. Tapi karena si Peri Nakalku sudah lama pergi, aku jadi sedikit iri.
"Yah, suatu hari kurasa dia akan muncul begitu sa——"Yahooo, aku diundang oleh aroma manis!"——Dan itu dia."
Benar-benar di saat yang tepat. Dari depanku, ada Peri Nakal yang sedang menukik.
"Lama tidak bertemu. Bagaimana kesehatanmu?!"
"Itu kalimatku. Dasar Peri Nakal yang terlalu bebas."
Tidak ada reuni yang mengharukan. Kurasa aku tidak bisa terus-terusan terkejut.
"Ehehehe, aku kembali ke Desa Peri dan membawakan banyak oleh-oleh! Berterima kasihlah padaku!"
Sambil berkata begitu, si Peri Nakal mengeluarkan sebuah guci kecil.
Di dalamnya, ada cairan lengket sewarna batu amber.
"Ini adalah rasa manis yang pertama setelah kebangkitan Desa Peri! Kelezatan rasa manis makanan manusia buatan Yun dan rasa manis dari peri. Kalau kita menggabungkan kelezatan dan rasa manis terbaik itu, kita akan jadi tak terkalahkan!"
Yang mengisi guci yang dia ulurkan itu adalah madu bernama Fairy's Villager Honey Crown. (Catatan : Honey Crown di sini tertulis 'Hani Kuraun')
Ya ampun, dia benar-benar tukang makan. Dan si Peri Air juga menatapi guci kecil itu.
"Aku mengerti. Baiklah kalau begitu, supaya semua orang bisa memakannya, aku akan membuat hot cake dengan madu."
"Ini bukan sekedar madu! Ini adalah raja madu! Honey Crown! Ini super enak!"
Saat si Peri Nakal menekankan kata-katanya dengan menghentak-hentakkan tubuhnya, ya ya, aku meresponnya., lalu menaruh wajan di atas kompor dan mengeluarkan adonan hot cake yang kubuat kemarin.
"Hot cake, ya. Aku belum memakannya akhir-akhir ini."
"Untuk mempertahankan rasa sederhana dari madu, kurasa ini yang terbaik."
Aku berkata demikian dan membuat hot cake lembut satu demi satu lalu menyajikannya pada piring-piring.
Untuk menyelesaikannya, aku menutupi ketiga hot cake itu dengan Fairy's Village Honey Crown.
Sambil menahan para peri, Ryui dan Zakuro yang seakan siap melompat pada makanan itu kapan saja, aku memotong hot cake tersebut menjadi beberapa porsi untuk semuanya.
Begitu aku menyajikan piring-piring berisi hot cake yang dilumuri mentega dan madu itu di meja, para peri mengerumuninya.
"Enaaaaaakkkk!"
"Dasar, kau ini berlebihan."
Emily-san dan aku tersenyum simpul melihat reaksi berlebihan Peri Nakal.
Saat aku membuat hot cake berikutnya, aku memotongnya menjadi potongan-potongan kecil dengan pisau dan garpu, kemudian membaginya untuk Ryui dan Zakuro.
Siap memberikannya, aku menaruh satu, dua, tiga piring. Eh? Kelebihan satu?
"Ngomong-ngomong, bukankah hewannya kebanyakan satu di sini?"
Entah bagaimana, ada terlalu banyak satu ekor hewan empuk. Seekor serigala kecil berwarna keunguan dengan rakusnya memakan hot cake di sebelah Zakuro.
"Hmm? Anak ini sudah di sini sebelumnya."
"Tidak, ini pertama kalinya aku melihat dia!"
Si Peri Nakal bertanya sambil menjilati madu yang lengket di tangannya.
"Anak ini mengawasi pohon itu."
"Eh, maksudmu Pohon Wisteria Peach. Itu berarti dia Garm Phantom, ya."
Tiba-tiba Emily-san dan aku merasa cemas.
Aku mengangkat spatulaku, Emily-san mengangkat pisau dan garpunya, tapi sosok tersebut yang hanya mendongak melihat kami dengan telinganya yang turun kelihatan kebingungan.
Tidak disangka boss sepanjang sepuluh meter akan berubah menjadi seekor anjing yang paling-paling tingginya selututku. Begitu aku berpikir demikian, dia menyalak dan menghilang seperti kabut.
"Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan?"
Saat aku memperhatikan piring di mana hot cake tersebut menghilang dengan bersih dan bergumam demikian, Peri Air Emily menjawab.
"Anak itu, dia hanya mengawasi pohon tersebut untuk memastikannya tumbuh dengan baik. Juga, sepertinya ada banyak pohon serupa di tempat-tempat lain, jadi dia berkeliling ke berbagai tempat. Dia sering singgah di tempat Emily.
"Oh, jadi tatapan dan keberadaan yang kurasakan itu dia."
Merasa yakin, Emily-san berekspresi aneh dan menatapi Pohon Wisteria Peach di luar jendela. Meskipun begitu makhluk itu bukanlah roh pohon tersebut, tapi lebih seperti roh pelindungnya.
"Aku penasaran apakah ada efeknya."
"Tidak. Dia hanya mengawasinya dan tidak melakukan apapun. Dia hanya muncul sesekali untuk mengawasi."
"Entah kenapa, aku mulai merasa tokoku ini menjadi semakin dihantui makhluk-makhluk yang bukan manusia……."
Ryui dan Zakuro si makhluk mistis, tiga monster Gel sintetis, Peri Nakal yang mampir dari waktu ke waktu dan sekarang di atas semuanya itu, seekor serigala dari dunia kematian mulai muncul.
"Yah, tidak ada bahanya, jadi tidak masalah, 'kan?"
Kalau ada efeknya, itu pastilah jumlah makhluk-makhluk kelaparan di Atelier yang bertambah.

Dan sesudahnya, para peri yang dilepaskan dapat terlihatn di sekitar player tertentu dan bermain di tempat-tempat tertentu di seluruh penjuru kota.
Atelier menjadi semakin terkenal sebagai toko di mana para peri dapat terlihat sedang bermain-main di situ.

—STATUS—
Nama : Yun
Senjata : Black Maiden's Longbow
Senjata Kedua : Magi-san's Kitchen Knife
Armor : CS No.6 Ochre Creator (Pakaian Luar, Pakaian Dalam, Torso, Pinggang).

Equipment Aksesoris Batas 2/10
● Faerie Ring (1)
● Substitute Gem's Ring (1)

Memiliki SP29
Bow Lv41 Longbow Lv15 Sky Eyes Lv10 Speed Increase Lv31 See-Through Lv18 Magic Talent Lv47 Magic Power Lv50 Enchant Arts Lv28 Dosing Lv31 Cooking Lv27
Tidak Terpakai:
Alchemy Lv33 Synthesis Lv34 Crafting Knowledge Lv35 Taming Lv10 Engraving Lv3 Earth Element Talent Lv20 Swimming Lv13 Linguistics Lv20

Hadiah Quest Berbatas Waktu
● Faerie Ring
● Fairy Delivery (Peri Nakal akan mengunjungi Atelier secara rutin membawakan hadiah yang berkaitan dengan peri.)


Only Sense Online Jilid 6 Epilog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.