Senin, 17 Desember 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 17 WN Bahasa Indonesia



KETAHUAN

"Ngomong-ngomong, kenapa kau menjadi kucing? Bukankah kau seharusnya adalah manusia?" (Joshua)
Ruri membeku karena perkataan itu.
Selain Chelsea, seharusnya tidak ada orang lain yang mengetahui rahasia tentang fakta bahwa Ruri dapat berubah menjadi seekor kucing. Bahkan, Ruri tidak pernah mengatakan pada Chelsea bahwa dia hidup di ibu kota sebagai seekor kucing.
Sama sekali tidak ada seorang pun di ibu kota yang tahu bahwa sosok kucing Ruri dan sosok manusia Ruri adalah orang yang sama, jadi tidak ada bukti apapun untuk siapapun berpikiran demikian.
Kalau Ruri tenang, dia mungkin sampai pada kesimpulan bahwa alasan mengapa Joshua berkata begitu, mungkin karena dia diberitahu tentang fakta tersebut oleh neneknya bahwa Ruri, yang adalah Yang Disayangi, adalah seorang manusia, dan Joshua hanya sedang mencoba untuk mendapatkan konfirmasi secara verbal.
Bukan berarti itulah kenyataan dari situasi ini, tapi itu bisa menjadi alasan yang bagus.
Akan tetapi, Ruri dalam keadaan panik sampai kemungkinan seperti itu bahkan tidak terbersit di dalam kepalanya.
Tidak, er, yah, err… (Ruri)
Rasa gelisahnya menghambat kemampuannya untuk membentuk kalimat yang dapat dimengerti.
Seiring berlalunya waktu, dia bahkan mulai semakin gelisah, tapi kata-kata yang muncul dari mulutnya sama sekali tidak masuk akal.
Para peri mungkin menganggap bahwa Ruri berada dalam situasi krisis, jadi mereka tidak membuang-buang waktu untuk membuat sebuah dinding pelindung di depan Ruri dan memelototi Joshua.
Jangan jahati Ruri!
Kau bohong! Kau bilang tidak ada seorang pun dari ras naga yang akan menyakiti Yang Disayangi!
Joshua yang saat ini di ambang untuk ditandai sebagai musuh oleh para peri cepat-cepat menyangkal tuduhan mereka.
"Tidak, tidak, itu bukan bohong. Aku tidak mencoba untuk menjahatinya sama sekali. Aku hanya mencoba bertanya padanya." (Joshua)
Meskipun orang itu dari ras naga, dia menyinggung Ruri! Ternyata benar, kau adalah pembohong!
"Hah? Orang itu…? Maksudmu kalian orang yang dimarahi Finn barusan? Jadi situasi dengan Ewan tadi ada kaitannya dengan dia yang menjahati Ruri?" (Joshua)
Saat para peri mengangguk mengiyakan, Joshua menepak wajahnya dengan telapak tangan.
"Si bodoh itu… Hanya karena dia tidak dapat melihat peri bukan berarti dia bisa ataupun bahkan mengajak ribut Yang Disayangi. Itu sudah jelas. Aku sendiri yang akan menceramahinya habis-habisan, jadi tolong redakan amarah kalian sebentar saja, ya?" (Joshua)
Meskipun para peri terlihat ragu-ragu dan tidak puas, mereka mendengarkan permintaan Joshua.
Alasan kesediaan mereka sebagian adalah karena apa yang telah Joshua lakukan untuk Ruri. Tindakannya meminta para peri untuk memandu Ruri pada neneknya tidak hanya mengamankan Ruri tapi juga membuat Ruri mendapatkan waktu-waktu yang terbaik di dunia ini.
Karena kisah tersebut tidak sampai pada Ruri, gadis itu kebingungan dengan 'kedekatan' tak terduga antara Joshua dan peri-peri yang diperlihatkan antar satu sama lain. Dia mau tidak mau menanyakannya lebih lanjut.
Apa kalian berteman dengan Joshua-san? (Ruri)
Jawabannya datang, bukan dari peri tapi dari Joshua sendiri.
"Santai saja dengan urusan formalitas saat kau berbicara denganku. Bagaimanapun, kau memberiku kesempatan untuk melakukan hal yang sama denganmu. Aku pernah bercakap-cakap singkat dengan para peri saat aku masih di Nadarsia. Saat kau dibuang dari Nadarsia dan masuk ke dalam hutan, aku meminta para peri untuk memandumu ke tempat nenekku."
Dengan pengungkapan kenyataan yang tidak terduga itu, Ruri pun terbelalak.
Joshua melanjutkan.
"Aku sedang berada di Nadarsia waktu itu untuk melakukan penyelidikan ketika kau dan teman-temanmu dipanggil. Karena aku ada di sana sejak awal, aku benar-benar sadar dengan situasi yang kalian alami. Begitu pula dengan kenyataan bahwa kalian semua manusia. Sebenarnya, aku benar-benar ingin datang menyelamatkanmu, tapi tugasku mencegahku untuk melakukannya. Karena itulah aku mempercayakanmu di tangan para peri. Aku minta maaf soal itu." (Joshua)
Ruri tidak dapat berkata apa-apa. Akan tetapi, ada satu hal yang jelas baginya.
Tidak perlu meminta maaf. Malahan, aku sangat berterima kasih untuk apa yang telah kau lakukan. Berkat dirimu, aku dapat menjalani hidup yang menyenangkan selama di sini. (Ruri)
"Meskipun wajahnya seperti itu, dia orang yang baik, 'kan?" (Joshua)
Ya, walaupun wajahnya seperti itu, dia benar-benar mengurusku dengan baik. (Ruri)
"Senang mendengarnya." (Joshua)
Joshua tersenyum. Setelah mengelus kepala Ruri kuat-kuat, dia menjitak kepalanya dengan lembut beberapa kali.
(Kupikir terkirimnya ke dunia ini adalah sebuah kesialan terbesar yang pernah kutemui. Siapa yang mengira aku ternyata super beruntung. Bahkan tanpa kuketahui, aku diselamatkan oleh orang-orang yang tidak kukenal.)
Ruri memang benar-benar luar biasa beruntung karena bertemu dengan orang-orang yang memperlakukan dia dengan kebaikan hati dan kehangatan. Dengan dirinya sebagai seorang Yang Disayangi, dia tidak hanya mungkin diselamatkan oleh orang-orang yang menyelamatkan dia secara ikhlas karena dia sedang dalam kesulitan, tapi dia bisa juga "diselamatkan" oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan statusnya itu.
Nadarsia bisa menjadi contohnya.
Saat seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang situasi dan cara berpikir pada umumnya sebuah dunia yang aneh, kalau Ruri dipenuhi dengan informasi palsu yang hanya membuat Nadarsia terlihat sebagai pihak yang baik, dia akan menerimanya sebagai sebuah kebenaran.
Karena itulah, tidak ada kata lain selain bahwa dia benar-benar luar biasa beruntung.
Akan tetapi, tetap saja faktanya adalah Nadarsia yang memanggilnya ke dunia ini, dan kemarahan Ruri sekali lagi muncul.
(Orang-orang itu… hanya orang-orang itu yang tidak akan kumaafkan!)
"…Jadi, ijinkan aku untuk mengulang pertanyaanku. Kenapa kau menjadi seekor kucing? Kau tidak diragukan lagi adalah manusia saat berada di Nadarsia." (Joshua)
Ah yah, itu… (Ruri)
"Apa maksudmu dengan itu?"
Di saat Ruri akan memberikan penjelasan, suara ketiga muncul bergabung dalam percakapan. Saat dia menoleh ke sumber suara tersebut, berdirilah Euclase dengan wajah terkejut.
Baik Ruri maupun Joshua sama-sama memperlihatkan emosi yang jelas-jelas berkata 'Gawat'.
Euclase, apakah jangan-jangan kau mendengarkan yang barusan kukatakan… (Ruri)
"Terdengar dengan sangat jelas! Bahwa kau adalah manusia. Jelaskan apa yang kau maksud dengan itu!" (Euclase)
Ruri yang gemetar mendongak pada Joshua untuk meminta bantuan.
"..Ngomong-ngomong, kenapa kau ada di Distrik 5? Bukannya seharusnya tidak ada apapun di sini yang membutuhkan seorang menteri seperti dirimu untuk datang ke sini?" (Joshua)
"Ufufu, aku di sini untuk menyegarkan diriku sedikit dari pekerjaan. Seperti yang kuduga, pemandangan para pria dengan tubuh mereka yang indah adalah hiburan bagi mataku." (Euclase)
Joshua melemparkan pandangan dingin pada Euclase yang berseri-seri.
"Kau sebaiknya tidak melakukan hal yang tidak-tidak! Hanya lihat dan jangan sentuh! Kalau kau sampai melanggarnya, aku akan meminta Yang Mulia untuk membatasi aksesmu ke fasilitas ini, kau dengar?" (Joshua)
"Seharusnya tidak masalah kalau aku dapat ijin dari mereka, 'kan? … … …Tunggu sebentar, itu keluar dari topik awal! Jangan coba-coba mengubah arah pembicaraan! Sekarang, ayo pindah ke tempat yang lebih baik." (Euclase)
Setelah berkata begitu, seakan tidak membiarkan Ruri untuk menghindari pembicaraan ini, Euclase memegangi tengkuk Ruri seperti sedang menangkap mangsanya. Tidak dapat membuat Euclase menyerah terhadap pembicaraan ini, Joshua menyatakan kekalahannya dengan "Oh ya sudah. Mau bagaimana lagi. Kebenaran harus diungkapkan. Aku juga ingin tahu kenapa dia menjadi kucing" dan mengikuti dari belakang Euclase.
Sementar itu, sepasang mata menyaksikan seluruh kejadian tersebut.
"Dia adalah manusia…?"
* * *
Berdirilah 3 orang yang memasuki ruangan Euclase.
"Sekarang, jelaskan!" (Euclase)
Berhadapan dengan tatapan menusuk yang menyulitkan untuk mengalihkan Euclase dari kenyataannya, Ruri menyerah untuk berpikiran melarikan diri. Seperti yang diharapkan dari seorang menteri, rasa tertekan yang ditunjukkannya bukanlah sesuatu yang bisa diperdebatkan.
Dan begitulah, Joshua membeberkan peristiwa yang terjadi di Nadarsia. Setelah mendengarnya, sebuah percakapan singkat "Tidak bisa kupercaya mereka sebodoh itu." "Kau juga berpikiran begitu, 'kan?" terjadi di antara Joshua dan Euclase. Pada titik itu, Ruri sedikit tidak mengerti tentang sesuatu.
Meskipun Joshua sedang dalam pengintaian, dia tidak melaporkan ini? (Ruri)
Jika Joshua tahu keberadaan Ruri, dia seharusnya melaporkan hal ini secepatnya. Seorang Yang Disayangi ditemukan bagaimanapun juga. Akan tetapi, keberadaan Ruri tidak diketahui sampai dia datang ke ibu kota, bahkan menteri seperti Euclase sekalipun.
"Nenek memintaku untuk tidak mengatakan sepatah kata pun tentang dirimu. Dia ingin kau tinggal di hutan sementara kau terbiasa dengan dunia ini. Kalau informasi mengenai dirimu tersebar keluar, Kakek akan secara paksa membawamu ke ibu kota." (Joshua)
"Si bapak-bapak botak itu sudah pasti akan membawa di ke sini ke ibu kota, tanpa pertimbangan dan ijin Chelsea." (Euclase)
Benar-benar pernyataan kejam tentang seseorang.
"Ya, 'kan? Dan kalau Ruri dibawa ke ibu kota tanpa mengetahui siapa itu peri, dan sesuatu terjadi padanya, yang mana mengakibatkan kemarahan para peri, bayangkan saja kekacauan seperti apa yang akan muncul… Karena itulah aku tidak mengatakan pada siapapun tentang Ruri. Hanya dua orang yang tahu identitasnya yaitu aku dan Nenek." (Joshua)
Cukup memahami situasinya, Euclase menghela napas dan meneruskan pertanyaannya.
"Berikutnya adalah kau, Ruri. Kenapa seseorang sepertimu, seorang manusia saat keluar dari Nadarsia, kini adalah seekor kucing? Tolong jelaskan itu." (Euclase)
Karena beberapa hal yang muncul saat aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Klaus, aku harus mengambil wujud kucingku ini. Dan seperti yang diduga, aku salah dikira sebagai seekor kucing. Awalnya, aku ingin kembali ke wujud manusia saat itu juga, tapi kemudian Klaus berkata… (Ruri)
"Ayah berkata…?" (Joshua)
…Baguslah bahwa Yang Disayangi bukan manusia… Karena itulah aku khawatir seandainya aku mengatakan padanya kalau adalah seorang manusia, dia akan memperlakukanku dengan buruk. Karena itulah aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padanya. (Ruri)
"Apa Klaus benar-benar berkata seperti itu?" (Euclase)
Euclase menatap curiga, tapi tidak salah lagi itulah kenyataannya.
Ya. Finn yang juga ada saat itu sama-sama memberikan respon setujunya terhadap perkataan Klaus. (Ruri)
Hanya dengan mengungkapkan yang sebenarnya, Ruri tidak berpikir bahwa Klaus dan Finn yang baik itu akan berubah begitu banyak dalam cara mereka menerima dia, tapi berada di ibu kota tanpa Chelsea, melindungi dirinya sendiri menjadi prioritas utama.
"Aku tidak yakin apa yang membuat ayahku berkata begitu, tapi ayah dan Finn bukan jenis orang yang akan memperlakukan orang lain dengan buruk hanya karena mereka manusia, kau tahu? Meskipun ada beberapa ras Naga yang yakin dengan kehebatan rasnya, orang-orang semacam itu sangatlah sedikit jumlahnya."
Meskipun Euclase tetap diam, wanita itu mengangguk setuju dengan apa yang Joshua katakan.
Tapi selain orang-orang dari Ras Naga, tidak ada orang dari ras lain di istana ini, 'kan? Karena itulah aku berpikir bahwa orang-orang dari Ras Naga tidak menyukai orang-orang dari ras lain. (Ruri)
Hal itulah yang Ruri pikirkan saat pertama kali datang ke istana. Kalau dia bisa bertemu dengan seorang manusia di istana ini, dia pasti akan menanyakan pada mereka seperti apa manusia diperlakukan. Jika tidak ada diskriminasi, dia pasti akan kembali ke wujud manusianya. Sayangnya, tidak ada satu pun manusia yang terlihat.
Dan begitulah, Ruri merasa yakin bahwa orang-orang dari Ras Naga hanya mengistimewakan orang-orang dari ras mereka sendiri.
"Itu karena, kecuali kau berasal dari ras Naga, kau tidak akan bisa bekerja bersama dengan Raja Naga. Kau seharusnya sudah tahu ini, tapi Ras Naga memancarkan aura yang membuat ras yang lebih lemah merasa takut pada mereka secara insting. Terlebih lagi saat kita membicarakan Raja Naga dengan kekuatan sihir yang luar biasa. Mempertimbangkan fakta itu, sudah bisa diperkirakan mengapa Ras Naga menempati distrik bagian atas, dan kenapa Ruri yang tinggal di distrik yang sama hanya bisa bertemu dengan orang-orang dari Ras Naga. Kalau kau pergi ke distrik lebih rendah, kau bisa menemukan tidak hanya manusia tapi juga orang-orang dari berbagai ras yang bekerja."
Begitukah…
Dengan begitu, apa yang meresahkan Ruri selama ini pun dalam sekejap menghilang.
(Aku seharusnya mengatakan ini pada seseorang lebih cepat…)
Akan tetapi, masih ada kegelisahan dalam diri Ruri. Justru karena dia sekarang berteman dengan mereka, jika mereka tiba-tiba bersikap bermusuhan padanya hanya karena fakta tersebut, hal tersebut masih membuatnya takut.
"Yah, kita tetap bisa merahasiakannya sampai kau merasa yakin bahwa semua orang akan baik-baik saja meskipun mengetahui yang sebenarnya." (Joshua)
Hmm? Aku tidak harus memberitahu mereka kalau aku manusia? (Ruri)
Menyangka bahwa situasinya akan segera dilaporkan pada Jade dan Klaus, Ruri mau tidak mau sedikit terkejut.
"Aku janji pada Nenek bahwa aku tidak akan memaksamu untuk melakukan apapun kalau kau datang ke ibu kota. Tenang dan santai saja mengamati dan bergerak berdasarkan situasinya sesuai yang kau mau. Tapi aku hanya akan mengatakan ini, Klaus dan Finn bukanlah orang yang akan mengubah sikap mereka padamu kalau kau mengatakan pada mereka bahwa kau adalah manusia." (Joshua)
Segera sesudah itu, Euclase dengan lembut berkata, "Ada satu orang yang mungkin akan berubah…" yang mana tidak dipahami Ruri.
Terima kasih. Dan, aku minta maaf sudah menutupi hal yang sebenarnya dari kalian. (Ruri)
"Tidak masalah. Ada alasan kenapa kau tidak bisa memberitahukan hal yang sebenarnya. Akan tetapi, kalau kau terlalu melanjutkannya, kau mungkin akan menemukan dirimu dalam situasi di mana situasinya jadi begitu sulit untuk mengatakan yang sebenarnya, jadi berhati-hatilah." (Euclase)
Ruri menerima peringatan Euclase itu tulus dan mengangguk.
"Dengan begitu, aku secara garis besar bisa mengerti keadaanmu saat ini. Walau begitu, bagaimana dengan bagian kau yang menjadi kucing?" (Euclase)
"Aku juga tertarik." (Joshua)
Kalau Ruri menceritakan dari awal bagaimana dia bertemu dengan Lydia, kisahnya akan panjang sekali, jadi dia melewati bagian itu dalam penjelasannya.
Aku menemukan sebuah gelang suatu hari. Begitu aku memakainya, aku berubah menjadi kucing. (Ruri)
"Apa gelang yang itu? Apakah itu yang bahkan bisa mengubah bau dan keberadaanmu menjadi kucing?" (Euclase)
Ini adalah benda yang diciptakan oleh orang yang luar biasa mesum yang mengorbankan semua miliknya untuk menciptakan sesuatu yang bisa memuaskan nafsunya. (Ruri)
Itu adalah sebuah ketekunan yang benar-benar mesum dan menjijikkan. Akan tetapi, berkat orang itu juga Ruri selamat.
"Kenapa kau malah berubah menjadi kucing sejak awal? Kalau kau pergi ke tempat Klaus sebagai manusia, semua kesalahpahaman ini tidak akan pernah terjadi." (Euclase)
Sebenarnya, saat aku tiba di ibu kota, aku dikejar-kejar oleh dua laki-laki. Dan sialnya, aku bertemu mereka lagi keesokan harinya. Kalau aku terlihat oleh mereka pergi ke rumah Klaus, aku akan merepotkan Klaus. Selain itu, aku bertemu dengan pria aneh yang mengetahui warna rambut dan mataku yang langka. Agar tetap tersembunyi, aku bertahan dalam wujud kucing untuk berjaga-jaga. (Ruri)
Sebuah keheningan yang aneh turun atas Joshua dan Euclase.
"… …Kedengarannya tidak asing." (Euclase)
"Apa kau ingat pakaian yang dikenakan orang aneh itu?" (Joshua)
Setelah berpikir sejenak, Ruri menjawab pertanyaan dari Joshua yang anehnya merasa gugup.
Kalau aku tidak salah ingat, orang aneh itu memakai pakaian hitam dengan hanya matanya saja yang tidak tertutup. Dia terlihat sangat berminat dengan warna rambutku. Aku jadi takut jangan-jangan dia adalah pedagang budak, jadi aku langsung melarikan diri. (Ruri)
"… … … …"
Dengan penjabaran seperti itu dari Ruri, Joshua dan Euclase bisa memperkirakan identitas orang tersebut. Pakaian yang diceritakan itu digunakan untuk menutupi kekuatan sihir luar biasa dari seorang Raja naga saat dia sedang menikmati jalan-jalan di ibu kota.
"Ruri, bisakah kau kembali ke wujud aslimu sekarang?" (Euclase)
Eh? Sekarang? (Ruri)
"Benar, sekarang diamlah." (Euclase)
Diburu-buru, Ruri meminta Euclase melepaskan gelang dari pergelangan tangannya. Begitu terlepas, tubuh Ruri mulai bercahaya.
Begitu cahayanya menghilang, berdirilah sosok manusia Ruri.
Baik Joshua dan Euclase memperlihatkan ekspresi tercengang melihat Ruri dengan rambut pirang dan mata lapis lazulinya di depan mereka. Dan kemudian, Joshua menepakkan kedua tangannya ke dahu dan menatapi langit.
"*Uoohhhhhhhhh* APA KAU BERCANDA?! Untuk apa aku bersusah payah?!... …Aku bahkan sampai ke negara terdekat‼" (Joshua)
"Aku turut bersimpati. Kurasa itu usaha yang sia-sia." (Euclase)
Euclase memijiti dahinya sambil menghela napas.
"Hmm? Apa ada yang salah?" (Ruri)
Meskipun Ruri kembali ke wujud manusianya, dia kebingungan saat dua orang di depannya tidak mempertanyakan warna rambut dan matanya yang langka.
"Ah, itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan Ruri. Ini adalah sesuatu di antara kami berdua saja." (Euclase)
Setelah berkata begitu, Euclase dan Joshua mendekat satu sama lain dan mulai berbisik-bisik supaya Ruri tidak mendengar percakapan mereka.
"Ngomong-ngomong, tidak apa-apa kita tidak melaporkan ini pada Yang Mulia?" (Joshua)
"Kita sudah mengatakan padanya kalau tidak masalah tetap merahasiakannya untuk saat ini, jadi tidak ada yang bisa kita lakukan soal itu. Begitu Ruri sendiri yang memutuskan untuk mengungkapkan yang sebenarnya, Yang Mulia akan memecahkan semua teka-teki itu sendiri, jadi tidak perlu buru-buru." (Euclase)
"Tapi, kalau Ruri tidak memberitahukan yang sebenarnya, aku sudah pasti akan diperintahkan untuk mencarinya." (Joshua)
"Menyerah sajalah. Kalau kau ingin menyalahkan seseorang, salahkan ayahmu karena dialah orang yang berkontribusi atas situasi ini sejak semula." (Euclase)
Dengan permohonannya yang ditolak mentah-mentah oleh Euclse, bahu Joshua merosot depresi karena situasi ini. Ruri yang sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi hanya bisa memiringkan kepalanya menanggapi kejadian di depannya.
Setelah beberapa lama, Ruri sekali lagi kembali ke wujud kucing dan menuju ke kantor Jade bersama Euclase dan Joshua. Begitu sampai di sana, pemandangan Klaus dan Jade yang resah yang hanyut dalam pekerjaan dokumennya dapat terlihat.
Ruri melompat ke atas meja dengan kemampuan lompatan kucingnya yang mengagumkan dan menatap wajah Jade.
Jade, kau tidak apa-apa? Kau kelihatan tidak begitu baik. (Ruri)
"Ah, tidak ada masalah." (Jade)
Saat kerutan di dahi Jade menghilang, dia mulai mengelus kepala Ruri yang lembut. Melihat senyuman ramah Jade, Ruri tetap di situ dan berekspresi -_- sambil membiarkan laki-laki itu mengelusnya.
Di saat-saat mereka berdua seperti itulah Klaus menyerahkan pada Joshua sebuah laporan yang membuat Joshua berteriak.
"Tidak harus aku, 'kan?! Pekerjaan semacam ini biasanya jatuh di bawah pertanggung jawaban pada diplomat, 'kan?" (Joshua)
"Kaulah satu-satunya orang yang tidak ada pekerjaan. Ditambah lagi kau bisa menangani pekerjaan seorang diplomat tanpa masalah, bukan? Ini adalah masalah calon isteri potensial Yang Mulia yang sedang kita bicarakan saat ini. Kita tidak bisa membiarkan orang yang tidak pantas untuk menyambutnya, bukan?" (Klaus)
"Itu sama sekali tidak benar! Meski begitu, itu… ADUH!" (Joshua)
Sementara dia berbicara, Joshua menjerit kesakitan saat dia ditendang seseorang. Penasaran siapa yang melakukannya, dia berbalik hanya untuk mendapati tatapan membunuh Euclase.
Menyadari bahwa dia bertindak berlebihan dengan kata-katanya, dia menahan diri.
"Ada apa denganmu? Apa ada masalah?" (Klaus)
"… …Bukan apa-apa." (Joshua)
Itulah satu-satunya hal yang Joshua bisa katakan. Dia berjanji tidak akan membeberkan masalah Ruri. Itu berarti sekalipun dia mengetahui yang sebenarnya, dia tetap harus melakukan tugasnya. Tidak ada tugas yang membuatnya tidak termotivasi selain ini.
Apa terjadi sesuatu?... …Apa maksudnya dengan isteri Jade? (Ruri)
Mendengarnya, Klaus mulai menjelaskan saat melihat Jade berekspresi getir.
"Kami sedang mencari seorang gadis yang menarik perhatian Yang Mulia. Itu adalah cinta pada pandangan pertama. Kami baru saja mendapat laporan bahwa seseorang yang terlihat seperti gadis itu saat ini adalah seorang budak di negara lain. Karena itulah kami menyuruh Joshua untuk pergi ke sana menjemputnya." (Klaus)
"Siapa bilang itu cinta pada pandangan pertama? Sudah kukatakan aku hanya tertarik padanya." (Jade)
"Agate-dono mengatakan itu saat menyerahkan tugas pencarian." (Klaus)
Jade menghela napas.
"Bagaimanapun, seorang rakyat Kerajaan naga diculik oleh pedagang budak dan dibawa pergi. Ini memerlukan upaya penyelamatan, bahkan sekalipun dia akan menjadi isteri Yang Mulia ataupun tidak. Sampai dia diidentifikasi oleh Yang Mulia, dia bisa saja orang yang kita cari-cari, jadi bersikaplah yang sopan saat kau bertemu dengan dia."
Klaus memberikan peringatan kecil pada Joshua pada akhirnya.
"Baik, baik." (Joshua)
Joshua yang sudah benar-benar yakin bahwa targetnya bukanlah orang yang tepat, tetap saja mengangguk pada perintah tersebut.
Saat percakapan kelihatannya mulai berakhir, Jade menggendong Ruri dan berdiri.
"Aku akan beristirahat." (Jade)
Dengan satu kalimat itu, dia meninggalkan ruangan dengan Ruri di tangannya. Tujuannya adalah kamar pribadinya. Itu adalah tempat yang tidak pernah Ruri masuki sebelumnya.
Seperti yang diduga dari sebuah kamar di tiap Raja Naga dari tiap generasi tinggal. Dekorasi yang luar biasa indah d ruangan ini menarik perhatian Ruri.
Setelah bergerak makin ke dalam ruangan itu, kamar tidur tersebut membawa perasan berbeda lainnya saat dibandingkan dengan ruangan sebelumnya, di mana tema warnanya di sini jauh lebih gelap. Ruri berpikir bahwa warna yang lebih gelap jauh lebih cocok untuk Jade.
Jade menaruh Ruri di atas ranjangnya dan mulai melepaskan bajunya. Ruri dengan panik berbalik.
Bagi Jade, Ruri hanyalah kucing biasa yang bisa bicara. Karena itulah dia tidak ada masalah mengganti baju di depannya. Tapi bagi Ruri, situasi ini sangatlah buruk bagi jantungnya.
Begitu Jade selesai berganti baju dengan kaus dan celana pendek sederhana, dia sekali lagi memeluk Ruri dan berbaring telentang di ranjang bersamanya.
Err…Jade-sama? (Ruri)
"Aku capek karena semua dokumen yang harus kukerjakan akhir-akhir ini. Ruri benar-benar lembut~. Hanya dengan menyentuh Ruri, aku bisa merasa diriku jadi sembuh." (Jade) [TL : Awwww, co cwiiiiitttt‼ >.<]
Pelecehan seksual terang-terangan. Akan tetapi, Jade hanya menganggap Ruri sebagai kucing saja. Meski begitu, Ruri menolaknya.
Asal kau tahu, aku ini gadis remaja… (Ruri)
"Tidak apa-apa karena kau ini kucing." (Jade)
Kalau Ruri mengatakan padanya bahwa dia adalah manusia, Jade akan bereaksi seperti apa? Dengan begitu, alasan lain yang membuatnya sulit untuk mengungkapkan kebenaran pun bertambah.
Mungkin karena pekerjaan berlebih yang menumpuk, tidak perlu waktu lama, Jade pun jatuh tertidur. Bahkan sekarang, Ruri sedang dipeluk erat-erat oleh Jade, jadi dia tidak bisa bergerak sama sekali.
Menyerah untuk berjuang membebaskan diri, dia menatapi wajah tampan Jade dan mulai hanyut dalam pikirannya.
(Jade punya seseorang yang dia suka, ya…?)
* * *
Jade sudah dewasa bagaimanapun juga. Bahkan sekalipun dia menyukai seseorang, mempunyai 1 atau 2 isteri bukalah hal yang aneh. Karena dia datang bermain denganku kapanpun dia senggang, rasanya sepertinya dia tidak pernah memiliki seorang wanita dalam hidupnya. Tapi kalau kita membicarakan tentang Raja naga, dia seharusnya punya banyak penggemar.
Aku seharusnya menyadari ini lebih awal.
* * *
Mengabaikan rasa perih dalam hatinya, Ruri pun jatuh tertidur di samping Jade.


Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 17 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.