Senin, 19 November 2018

Only Sense Online Jilid 6 Bab 5 LN Bahasa Indonesia



MONSTER SETENGAH TANAMAN DAN RATU PERI
(Translater : Hikari)

"Taku, mustahil sendirian."
"Kalau begitu kumpulkan teman-teman."
Sekalipun aku menceritakan rahasia kegelisahan yang kurasakan, sahabatku yang mengisi ulang persediaan potion dan Obat Kebangkitan, Taku menanggapinya dengan blak-blakan.
"Sudah kubilang itu mustahil! Meskipun aku meminta beberapa pelanggan toko, mereka sudah berada dalam party atau menolak dengan mengatakan bahwa mereka merasa khawatir mengikutsertakan seorang perajin karena kurangnya kekuatan tempur."
"Yun, memangnya stats-mu serendah itu? Coba kulihat."
Dikatakan begitu oleh Taku, aku memperlihatkan Status Sense-ku.

Possessed SP27
Bow Lv41 Longbow Lv15 Sky Eyes Lv9 Speed Increase Lv30 See-Through Lv17 Magic Talent Lv46 Magic Power Lv50 Enchant Arts Lv28 Dosing Lv31 Cooking Lv27
Unequipped:
Alchemy Lv33 Synthesis Lv34 Crafting Knowledge Lv35 Taming Lv9】【Engraving Lv3 Earth Element Talent Lv20 Swimming Lv13 Linguistics Lv20

"Kalau seperti ini, kau seharusnya entah bagaimana bisa melakukannya sendiri."
"Apa dasarnya kau berkata begitu?"
Setelah aku menatapi Taku, dia menjelaskan logikanya.
"Kekuatan boss quest tergantung dari kekuatan para player yang berpatisipasi. Sepertinya pemula pun bisa mengalahkannya dengan mudah. Di sisi lain, dengan para player kuat yang ikut serta, kelihatannya ada tambahan tumpukan mekanis."
"Kalau begitu, dalam kasusku, boss-nya akan lemah?"
"Ada kemungkinan tinggi seperti itu, tapi bisa juga kebalikannya. Juga, kalau ada beberapa orang, ada kemungkinan menyamakan dirimu dengan player lainnya untuk mengurangi beban server, dan dengan demikian mengharuskanmu untuk berpatisipasi dengan party lainnya."
"Apa maksudnya itu?"
"Sebagai contoh, kalau kau pergi dengan party enam orang, pertarungan dengan boss akan dimulai saat party lainnya ikut. Kekuatan lawan juga akan naik untuk menyamai para peserta. Itu maksudnya."
Setelah mendengar penjelasan Taku, aku mulai berpikir keras.
Kalau aku ikut dengan party, aku akan berakhir dengan menjadi yang diantar. Kalau aku pergi sendirian, aku harus melakukan quest itu secara berbarengan dengan player yang tidak kukenal dan kemungkinan menghambat mereka.
Uhh, aaah, saat aku mulai menggeram cemas, Taku menghela napas dalam-dalam.
"Yun, mau melakukan quest dengan party kami?"
"Tidak apa-apa, Taku? Bukannya aku akan jadi beban buatmu?"
"Kau sendiri sadar."
"Kau menyebalkan seperti biasanya."
Itu artinya bagi Taku aku termasuk sebagai orang yang lemah, ya. Meskipun aku tergoda untuk memprotes, itu adalah fakta. Aku tidak bisa menyangkal karena aku lemah.
"Selain itu, kami juga baru saja mendapat quest tersebut. Kalau kau melewatkan kesempatan ini, kau harus mencari party lain."
"Ba-baiklah. Aku akan segera bersiap-siap!"
Aku bergegas ke dalam bengkel Atelier dan segera menyiapkan perlengkapanku.
Karena kali ini aku akan menghadapi boss quest, Ryui dan Zakuro tinggal di rumah. Bersama-sama dengan Peri Nakal, aku melakukan pemeriksaan pada perlengkapan dan barang konsumsi.
Meskipun aku mempersiapkannya setelah mengalahkan Thorn Token keempat, tidak ada party yang mau mengikutkanku dalam quest  dan semuanya kusimpan sampai sekarang. Aku mengeluarkan semuanya dari dalam penyimpanan dan memindahkannya ke dalam inventory.
"Baiklah, persiapan selesai."
Saat aku kembali ke bagian toko, Taku baru saja selesai berbicara dengan seseorang lewat friend call.
"Baru saja mendapat persetujuan untuk mengikutkanmu dalam party. Kita akan bertemu dengan Gantz dan yang lainnya sekarang, dan para peri akan memandu kita setelah itu."
"Serahkan padaku! Aku akan memandu kalian ke pintu masuk Desa Peri——ke Lingkaran Peri."
Saat dia mengatakan itu sambil membusungkan dadanya, Taku tersenyum simpul pada si Peri Nakal.
"Peri Nakalmu benar-benar penuh semangat, Yun."
"Benar sekali, yang dia lakukan hanyalah menyeret-nyeretku ke sana sini.'
Saat aku berkata demikian sambil mengangkat bahu, peri Taku muncul. Dia adalah seorang peri laki-laki, tapi menyenangkan menyaksikan sosoknya berdansa di udara bersama-sama dengan si Peri Nakal saat Taku mengantarku ke sebuah bengkel tertentu.
"Apa kabar, nih! Tiba-tiba kudengar Yun-chan ikut serta, party­ ini benar-benar jadi sangat menarik karena jumlah gadisnya bertambah."
"Gantz, berhenti main mata. Tapi aku senang melihat Yun-chan dalam party lagi."
Saat kami bertemu, Gantz memancarkan aura "selamat datang" dengan kekuatan penuh dan Minute tercengang dengan sikapnya itu. Akan tetapi, Minute juga nampak positif dengan masuknya aku secara tiba-tiba ke dalam party.
"Jadi, bagaimana?"
"Maksudnya?"
Minute mendekatkan wajahnya, membuatku mencondongkan badan sedikit ke belakang.
"Aku bertanya bagaimana ceritanya kau sampai ikut berpatisipasi! Apa yang kalian bicarakan?!"
"H-haa?!"
Dengan sorot mata penuh harapan, dia mendesakku untuk menjawab. Itu adalah sebuah respon yang terlihat seperti seorang gadis yang ingin mendengarkan sebuah kisah asmara, tapi sayangnya itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Sejak awal, aku adalah laki-laki.
"Hanya, karena aku tidak bisa menemukan sebuah party, Taku bertanya apakah aku mau ikut dengan kalian dan memaksaku untuk membuat keputusan cepat."
"Kyaaa, Taku benar-benar tipe yang suka memaksa, ya!"
Tidak, yang benar saja, bagaimana caranya dia mengalihkan hal tersebut dalam pikirannya sampai menjadi seperti itu? Hanya saja, aku harus terus mencari kalau akau melewatkan kesempatan ini.
"Minute, apa yang kau lakukan?"
Aku tidak tahu bagaimana caranya menanggapi Minute yang terus berbicara dengan penuh semangat. Sementara aku mulai mengerut, Mami bergabung bersama kami.
Saat aku melihat ke arahnya, ada Mami sang mage dengan mantelnya dan Kei yang meminta seorang perajin untuk menyesuaikan armornya.
"Lihat, lihat. Yun-chan sudah datang!"
"Um, mohon bantuannya hari ini."
"Halo, Yun-san. Aku merawat baik-baik anak ini.'
Sambil menekan pundakku ketika aku berdiri di depan Mami-san, dia berterima kasih padaku atas monster sintetis yang kubuat sebelumnya. Merasa senang karena dia menjaganya baik-baik, seulas senyuman muncul begitu saja di wajahku.
"Kei juga, tolong jaga aku hari ini.'
"Maaf soal ini, berbicara denganmu dengan penampilan yang tidak pantas ini."
"Karena Kei selalu berpakaian armor, rasanya lebih tepat kelihatan membuat gerah daripada tidak pantas."
"Diam, Gantz!"
Saat Gantz meledeknya sambil tertawa terkekeh-kekeh, Kei menghela napas menenangkan diri. Beginilah cara mereka meredakan ketegangan dan meningkatkan konsentrasi mereka. Kurasa keseimbangan party ini bagus.
Setelah beberapa saat, penyesuaian armor Kei selesai dan dia berdiri.
"Baiklah kalau begitu. Sekarang waktunya para peri memandu kita ke Lingkaran Peri. Tuntun kami, para peri."
" " "Serahkan pada kami!" " "
Sambil berkata demikian, peri-peri tersebut mendahului kami, terbang dalam jarak yang tepat.
Lokasi tempat kami diarahkan adalah hutan yang ada di sebelah barat. Saat kami bergerak maju mengejar para peri, pemandangan tiba-tiba berubah dan kami memasuki sebuah ruang terbuka kecil.
Di rerumputan pendek, ada sebuah tempat lapang dengan rumput yang dirundukkan untuk membentuk sebuah lingkaran——inilah Lingkaran Peri.
"Semuanya, masuk ke dalam lingkaran ini! Dan kemudian kita akan ke Desa Peri!"
"Ini mengingatkanmu pada perpindahan saat even perkemahan, ya 'kan?"
Taku dengan senang memasuki lingkaran itu sebagai orang yang pertama. Setelah itu, saat yang lainnya masui seakan sedang mengejar dia, kami paham bahwa tempat ini memiliki ruang yang cukup untuk mengakomodasi satu party tanpa perlu berdesak-desakkan.
"Oke kalau begitu, ayo—— [Transfer!"
" " "—— Transfer!" " "
Pada saat yang bersamaan dengan para peri yang berseru, sebuah cahaya putih bersinar dari lingkaran yang ada di bawah kaki kami. Cahaya tersebut perlahan menguat. Pada satu titik, cahayanya terlalu menyilaukan untuk diihat dan kami melindungi mata kami dengan tangan dan menutupnya.
Alih-alih perpindahan yang membuat kepala terasa ringan, aku tidak bisa merasakan apapun untuk sesaat. Dan begitu seseorang menyentuh bahuku, aku membuka mataku dengan takut-takut.
Apa yang kulihat adalah lingkarang yang sama dengan yang kami lihat sebelumnya dan hutan yang membuat suasana sedikit suram.

——Quest Terbatas: Selamatkan Desa Peri 3 4——
Pergilah menuju pusat Desa Peri untuk menyelamatkan Ratu Peri.

Aku mengecek menu dan menilai bahwa kami telah tiba di Desa Peri, kemudian aku melangkah keluar dari lingkaran.
"Ini Desa Peri? Terlihat berbeda dari yang kubayangkan."
"Setelah monster datang, Desa Peri kami berubah menjadi keras. Karena itulah, kita akan mengusir monster tersebut dan mengambil kembali rumah kami!"
Si Peri Nakal berbicara dengan penuh semangat. Peri-peri lainnya juga berkata bahwa mereka akan berjuang sebaik mungkin dan mengalahkan monster itu.
"Ayo lakukan dengan kerja sama kita yang biasanya——"
Karena quest ini tidak akan berjalan kalau kami tetap berada di dalam Lingkaran Peri, Taku mengajak kami untuk bergerak maju dan saat itulah Lingkaran Peri di sebelah lingkaran kami mulai memancarkan cahaya.
Dilihat dari luar, hanya ada sebuah pilar cahaya yang naik ke atas dan tidak menyilaukan. Kemudian, sosok-sosok manusia muncul di dalam pilar cahaya terebut, yang kemudian perlahan menghilang.
Kemudian di dalamnya——
"Desa Peri, kami sampaiiiii!...hei, eh? Itu Yun-oneechan dan Taku-san!"
Party yang dipindahkan ke Lingkaran Peri di sebelah kami adalah party Myu.
"Jadi kita berpasangan karena kita memasuki Lingkaran Peri dalam waktu yang bersamaan?"
"Itu artinya kita akan melakukan quest bersama-sama dengan Taku-san! Melihat tingkat kesulitannya semakin naik membuatku berdebar-debar!"
"Ya 'kan? Dengan musuh yang kuat, semakin mudah menaikkan level kita!"
Saat Myu dan Taku menjadi semakin bersemangat karena berpendapat yang sama, aku yang pada dasarnya lemah di dalam grup, lebih suka meminta supaya tingkat kesulitannya tidak semakin naik.
"Mohon bantuannya selama quest gabungan hari ini."
"Ya, sama-sama. Ayo bekerja sama dengan baik sebagai penyerang garda depan."
Lucato dan Kei bertukar sapa singkat dan mereka memastikan pergerakan mereka sebagai tanker. Juga, Hino dan Mami-san ikut bergabung, memperpanjang obrolan mengenai kerja sama sebagai penyerang garis belakang.
Dengan bertambahnya jumlah orang, jumlah pola koordinasinya pun meningkat. Karena jumlah mekanisme yang baru ditambahkan pada quest cukup rendah, aku bisa melihat sedikit harapan.
"…Yun-san, kau baik-baik saja?"
"Ya, aku baik-baik saja. Aku merasa aneh karena satu-satunya perajin, tapi aku tidak apa-apa, mungkin.'
Itu benar. Aku mempersiapkan cukup High Potion dan MP Potion untuk memastikan kalau aku tidak kehabisan kedua barang ini. Aku juga mengisi ulang persediaan Obat Kebangkitan, jadi seharusnya tidak ada masalah.
Aku memejamkan mata. Tidak apa-apa, kataku pada diriku sendiri untuk menenangkan hati dan membuka mataku lagi.
"HYAHOOOoo! Rasio gadis di antara para pesertanya jadi meningkattt!"
"Gantz, diam! Kau tidak populer karena kau mengatakan hal-hal semacam itu."
Saat Gantz memperlihatkan pose bersemangat, Minute dengan ringannya mengayunkan gada ke belakang kepalanya.
Sementara itu, Rirei mendekati Minute.
"Fufufu, ayo berteman baik hari ini."
"Ya, mohon bantuannya.'
"Juga, begitu questnya selesai, mau beristirahat bersama di suatu tempat? Kita akan melakukannya perlahan, dengan hati-hati."
"Ahahaha, tidak hanya Yun-chan, kau juga mengincarku juga, ya."
Rirei menatapi Minute dengan penuh gairah. Sementara pandangan Minute ke mana-mana, Gantz mulai membuat keributan dengan "itu diaaaaaa!"
"Rirei! Kau merepotkan orang lain lagi!"
Di tengah-tengah kekacauan ini, Kohaku langsung menyela dan menghentikannya. Entah kenapa rasa gugupku sebelum mulainya quest ini pun menghilang.
"Aku merasa sepertinya rasa khawatirku ini konyol."
"…yah, sepertinya begitu."
Aku melihat ke arah Toutobi yang terlihat malu-malu, tersenyum simpul dan balas tersenyum dengan cara yang sama.
Entah bagaimana ini akan berhasil, saat aku merasa begitu, detik berikutnya Sense See-Through-ku bereaksi.
Ada sebuah reaksi kuat dari bawah kakiku. Aku pun melompat menjauh dari tempat tersebut. Toutobi yang sama-sama memiliki See Through juga menyadarinya. Kami berdua melihat ke arah tertentu dan pada saat itulah——
"——Dinding duri!"
Dinding duri yang muncul di depan kami naik dari dalam tanah.
Bersamaan dengan kemunculan mendadak dinding berduri tersebut yang membagi party menjadi dua, dinding itu muncul di seluruh Desa Peri membentuk sebuah labirin.
Aku mendekati dinding dan menyentuhnya. Begitu aku mendapatkan damage saat menyentuhnya, aku menarik tanganku menjauh dan berseru lantang.
"Taku! Myu!"
"Yun, tenang! Kami baik-baik saja!"
Ketika aku merasa lega mendengar suara balasan Taku, di saat yang sama aku memahami situasinya.
Di sebelah sini, ada Toutobi, Rirei, Kohaku, Gantz, Minute dan aku, kami berenam.
Di sisi lain dinding, diduga dari suara yang dapat kudengar, ada Taku, Myu, Lucato, Hino, Kei, dan Mami-san. Sepertinya kami terbagi dua dengan rata menjadi grup yang terdiri dari enam orang.
"Onee-chan, menjauh dari situ. Aku akan menghancurkan dinding ini sekarang juga!"
"Haa?! Jangan, jangan! Tunggu!"
Tunggu sebentar. Sebelum aku bisa mengatakannya, sebuah cahaya yang terang benderang menyeruak dari dinding di atasku. Aku segera berguling ke samping untuk menghindar.
Segera sesudah itu, cahaya kuat  tersebut menghantam dinding. Selain itu, Mami-san juga Rirei dan Kohaku dari sisi kami menyamakan waktu dengan Myu dan menyerang dinding berduri dari kedua sisi, tapi tidak ada kerusakan yang terlihat di situ.
"Ini——sepertinya ini dibuat sebagai objek yang tidak bisa dihancurkan, ya. Yah, kita hanya bisa bertemu di pintu keluar labirin.
Analisa tenang Taku bergema di area ini.
"Kalau terjadi sesuatu, hubungi satu sama lain dengan friend call. Bagaimana?"
"B-baik! Kita entah bagaimana akan selamat dan menuju ke tempat boss! Lucato dan Kei, kuserahkan Taku dan Myu pada kalian!"
"Hei, Yun-oneechan! Apa maksudnya itu?! Heii!"
Karena aku merasa cemas meninggalkan kedua gamer itu begitu saja, aku mempercayakan mereka berdua pada Lucato dan Kei yang memiliki nalar.
Saat aku mendengarkan suara Myu ketika dia sedang diseret menjauh dari depan dinding, aku menghadapi anggota-anggota yang terpisah di sebelah sini.
"Ini, akulah satu-satunya pria di sisi ini! Kisah kepopuleranku dimulai dari sini!"
"Tidak ada hal semacam itu yang dimulai! Dasar, bagaimana kalau lebih dulu berusaha sebelum berbicara soal menjadi orang populer!"
"Fufufu, satu pria tergabung di sini. Kalau hanya para gadis, aku akan mengabaikan quest dan membuat surga di sini. Sayang sekali."
"Rirei, kau benar-benar tidak terkalahkan, ya."
Gantz berujar konyol seperti biasanya dan Minute menukas dengan letih.
Dan, bersikap seperti biasa adalah Rirei dengan hobi yuri-nya dan Kohaku yang menghela napas menanggapi.
Tidak tahu harus berbuat apa, Toutobi dan aku hanya berdiri kebingungan.
Eh? Apa hanya perasaanku saja atau memang sisi sebelah ini penuh dengan elemen yang mencemaskan?
Karena para gamer dan orang-orang dengan akal sehat pergi ke sisi yang lain, yang tersisa di sini adalah para komedian dan kami berdua yang normal.
"…apa yang harus kita lakukan?"
"Entahlah."
Aku menanggapi Toutobi yang bertanya padaku.
"Benar, Yun-chan! Berbicara tentang apa yang harus dilakukan lebih dahulu, itu adalah memastikan kekuatan tempur kita!"
"Gantz kadang mengatakan sesuatu yang bagus. Kalau begitu, untuk menambahkan, setelah memastikan kekuatan tempur, ayo pikirkan formasinya dan bagaimana cara kita bergerak melewati labirin ini."
Karena kami bukanlah player yang biasanya ber-party dengan satu sama lain, aku setuju dengan hal itu dan kami pun membentuk formasinya.
Toutobi sebagai pengintai dan Gantz yang adalah ahli bela diri bertindak sebagai garda depan. Di tengah, para mage—Rirei dan Kohaku. Dan, di bagian belakang ada aku yang bisa menggunakan busur dan pisau dapur sebagai pengganti belati, yang bertindak sebagai si serba bisa dan Minute si penyembuh.
"Sekarang kita telah memutuskan formasi party, hal berikutnya adalah memutuskan pemimpinnya, 'kan?"
Saat aku berbicara dengan nada bertanya, semuanya mengangguk. Dan——
"Fufufu, kalau begitu, ayo pilih Yun-san sebagai pemimpinnya dan Toutobi sebagai asistennya. Bagaimana?"
"Ohh, kedengarannya bagus."
"HAa?! Tidak mungkin, aku tidak bisa melakukannya!"
"…aku juga, aku juga tidak bisa."
Toutobi dan aku menolak. Gantz dan Minute menyadari sesuatu dari cara Rirei dan Kohaku menginginkan kami untuk melakukannya dan mereka pun ikut mendukung.
"Bukankah ini kesempatan bagus? Kalau dipikir-pikir, ini adalah pengalaman. Yun-chan bisa mengawasi seluruh party dari belakang dan Tobi-chan dapat menyampaikan informasi terkini dari garis depan. Yup, itu kombinasi yang bagus."
"Benar. Dan, mempercayakannya pada Gantz akan membuat kita semua tidak tenang."
Toutobi dan aku, berdasarkan suara terbanyak telah dipilih untuk menjadi pusat dari party.
"Uhhh. Mohon bantuannya, Toutobi."
"…ya, mohon bantuannya juga."
Meskipun itu dipaksakan padaku, aku tidak bisa mengabaikan posisi itu. Kami berdua memikirkan pergerakan party yang berpusat padaku dan Toutobi, serta untuk hal yang tidak bisa kami putuskan sendiri kami menanyakannya pada anggota party yang lain sebelum membuat keputusan.
·
"Kita mempunyai banyak mage dan dari bagian petarung murni hanya ada Gantz. Akan sulit untuk bertarung."
"…kau benar. Karena kita tidak punya tanker yang bisa menarik perhatian monster, akan lebih baik untuk menghindari pertarungan sebisa mungkin."
"Intinya, ayo hindari pertarungan. Kalau kita sama sekali tidak bisa menghindarinya, tahan musuh kemudian mundur sampai kita bisa memusnahkan mereka dengan sihir, kurasa begitu."
Kemudian, dengan Toutobi di garis depan dan aku di belakang, kami dapat terus maju melewati labirin dengan hati-hati memanfaatkan Sense See-Through. Di dalam labirin yang sempit, sulit untuk melarikan diri tapi mudah untuk menyerang lawan dengan sihir.
Begitu kami mengatakan pada semuanya bagaimana pertarungannya nanti berjalan secara garis besar, setiap dari mereka menanggapi dengan kesan mereka sendiri-sendiri.
"Fufufu, aku tidak ada keberatan secara khusus. Bagaimanapun, mage biasanya menyerang dari jauh."
"Kamu bener. Kelihatannya nggak ada banyak perubahan dengan yang kita lakukan."
"Tetap saja, cara melakukan semuanya ini benar-benar gayamu. Kalau Gantz yang menyiapkan taktiknya, semuanya akan berakhir dengan serangan sia-sia terhadap musuh."
"Itu tidak akan terjadi…uh, aku tidak bisa menyangkalnya. Tapi yah, aku akan berjuang sebisa mungkin untuk menahan musuh kali ini. Tendangan rendahku akan dalam kekuatan penuh"!
Dan kemudian Gantz berkali-kali melakukan beberapa tendangan rendah, suara kakinya yang membelah udara cukup keras terdengar.
Akan tetapi, daripada membuat Gantz berdiri di depan, kurasa aku akan menahan musuh dengan Clay Shield-ku dan panah status buruk, jadi aku tidak tahu apakah dia bahkan punya kesempatan untuk mencobanya.
"Sekarang setelah kita memutuskannya, ayo pergi. Peri Nakal, bisakah kau memandu kami?"
"Tidak, tidak bisa. Aku tidak tahu ke mana kita harus pergi."
Mm-mm, si Peri Nakal mengerang, tidak dapat memahami rute melewati labirin. Kupikir dia bisa saja terbang naik dan menemukannya, tapi begitu dia mencoba terbang ke atas, duri-duri akan memanjang dan menyerangnya jatuh, membuatku menyerah.
"…kalau begitu, ayo berjalan maju di sepanjang dinding sebelah kanan."
"Kurasa itulah dasarnya. Aku akan mencoba membuat peta, jadi ayo jalan."
Aku mengeluarkan pena dan kertas menggunakan Linguistic dan bergerak menyusuri labirin.
Berdasarkan lebar labirin, aku mulai menggambar sebuah peta dari apa yang bisa kulihat dengan Sky Eyes-ku.
Aku memetakan perangkap-perangkap dan kotak-kotak harta antara yang Toutobi atau aku temukan dengan See-Through dan membagikan informasinya dengan anggota party.
"…Yun-san, ada sebuah bukaan di dinding duri sebelah kiri."
"Aw, aku melewatkannya? Akan kutambahkan di peta sekarang juga. Toutobi dan Gantz, periksalah apa ada perangkapnya dan kembali setelah memastikan apa yang ada di situ. Kalau musuh muncul, habisi dengan sihir. Enchant ——Speed."
"…mengerti."
"Kami pergi dulu kalau begitu."
Dengan kedua garda depan yang maju untuk memancing keluar musuh, kami terus melangkah. Supaya kami tidak diserang dari belakang, kami menggunakan mekanisme yang sama. Sambil mengalahkan beberapa musuh sebisa mungkin, saat berkaitan dengan pertarungan, aku menaruh dinding Clay Shield di belakang kami untuk mencegah serangan mendadak.
Musuh-musuh lemah, Thorn Token muncul di dalam labirin. Penampilan mereka seperti versi rendahan dari Thorn Token yang muncul sejauh ini. Kerumunan duri-duri yang meniru bentuk dari berbagai organism dengan mudahnya dikalahkan oleh sapuan beruntun sihir.
Akan tetapi, jika di dalam labirin sempit ini muncul sekumpulan besar monster dari dalam perangkap seperti sarang monster di depan, pastinya kami akan menderita banyak cedera jadi kami harus bertindak dengan hati-hati.
"Sekarang!"
"——Flame Circle!"
"—— Little Tornado!"
Membidik pada sejumlah besar Thorn Token yang meluap dari pintu yang terbuka, Rirei dan Kohaku melepaskan sihir mereka.
Kami berulang kali memancing mereka keluar dan memeriksa sarang monster yang sudah kosong setelah memusnahkan lawan.
"Di dungeon normal, ada banyak perangkap biasa dan perangkap monster. Satu-satunya berkah adalah mereka tidak muncul kembali."
Yang berbicara tentang itu adalah aku dan Minute yang tidak melakukan apapun di belakang.
Aku hanya fokus pada pemetaan atau secara mandiri memancing musuh dari kejauhan menggunakan busur.
"…ayo istirahat sebentar di ruangan itu. Aku ingin memeriksa petanya juga."
"Kau benar. Musuh tidak muncul kembali dan hanya ada satu pintu masuk yang membuatnya mudah untuk dilindungi."
Aku setuju dengan usulan Toutobi. Kami memasuki ruangan kecil itu untuk beristirahat.
"Maaf, Toutobi. Aku melewatkan satu sarang monster.'
"…tidak. Berkat Yun-san yang menemukan hal-hal yang termudah, aku jadi bisa fokus mencari perangkap."
Karena tidak ada satu pun dari kami yang mengobrol secara terburu-buru, pembicaraan kami cukup menyenangkan. Toutobi memilih kata-kata yang mudah dimengerti sehingga aku dapat mengikuti pembicaraan. Kalau Myu yang menjadi asisten, dia akan menghujaniku dengan istilah-istilah game dan membuat kepalaku meledak karena kebingungan.
"Aku benar-benar merasa berterima kasih atas bantuanmu."
"…i-itu bukan apa-apa.'
Saat aku berterima kasih padanya secara langsung, dia mengangkat syalnya menutupi mulut karena malu dan menjawab dengan suara lirih. Entah kenapa, dengan Toutobi yang menatap ke bawah dan wajah yang memerah, suasana canggung pun muncul di antara kami.
Aku menggaruk pipiku sedikit dengan satu jariku, penasaran apakah ada sesuatu yang bisa kulakukan. Aku kemudian mengeluarkan sesuatu.
"Umm…kalau kau ingin memulihkan satietymu…apa kau mau makan?"
"…ya."

Benda yang kukeluarkan, dibungkus dengan manis, adalah kue kering yang kubuat. Setelah menerimanya, penampilan Toutobi saat membuka bungkusan itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya yang kecil membuatku teringat dengan seekor hewan mungil.
"Aaah! Tidak adil! Aku ingin makan juga!"
"Ya, ya. Aku punya lebih banyak lagi kue kering, tapi aku harus memberikannya dulu pada yang mencuri-curi pandang ke sini."
Sambil berkata begitu, aku menyerahkan kue kering pada Gantz dan yang lainnya. Para peri rekan mereka menerimanya dan membawakannya pada mereka.
"Ahahaha, itu mengejutkan. Ternyata Yun-chan dan Toutobi akan menunjukkan pada kami adegan yang membuat jantung berdebar-debar."
"Memang, sih. Bikin jantungku berdebar-debar juga."
"Fufufu, rasanya seperti hubungan antara kakak kelas dan adik kelasnya. Bagaimanapun caranya, aku ingin ikut bergabung ke dalamnya.'
Bahkan Minute dan Kohaku yang biasanya menukas, menyerah dan menatapi kami. Wajah mereka memerah. Sedangkan Rirei, sambil memberikan kue kering pada para peri, dia melihat kami dengan tatapan bergairah dan ekspresi luar biasa senang.
"Buatan Yun-chan, kue kering rumahan buatan gadis! Aku akan menang dengan ini"!
Hanya Gantz yang memegangi kemasan kuenya sambil gemetar karena bahagia, kemudian buru-buru memakannya.
Aku juga memberikan sebungkus kecil pada Peri Nakal untuk dimakan, dan kemudian melanjutkan pencarian kami.
Taku dan grupnya adalah player tipe tenaga yang berkumpul untuk melanjutkan dengan menghempaskan semua lawan, tapi dalam kasus kami, tujuannya adalah untuk menyusul mereka secepatnya namun dengan hati-hati, memprioritaskan keamanan.
Sepanjang jalan, Toutobi membuka peti harta yang ditemukan dan dinding duri terus mengubah strukturnya. Namun berkat pemetaan yang terus-menerus, kami perlahan mendekat menuju pintu keluar——
"Kita berhasil. Akhirnya sampai di tujuan."
"Yeahh! Kita bisa bergabung dengan Taku dan yang lainnya."
Melihat pintu keluar labirin berduri, Minute menghela napas lega, Gantz mulai segera berlari  menuju bagian luar bersama dengan para peri yang langsung melesat mengejarnya.
Aku akan lebih suka kalau dia tidak bertindak gegabah. Aku bukannya meminta itu karena rasa takut berlebihan, tapi jika ada perangkap atau musuh di pintu keluar, itu akan berakhir dengan Minute yang mengomelinya.
Mengejar Gantz, kami melewati pintu keluar labirin.
Di luar labirin berduri ada——
"Taku dan yang lainnya tida di sini. Jadi kita sampai lebih dulu, ya."
Barulah sekarang aku melihat ke sekitar.
Bunga-bunga yang layu tersebar di bawah kaki kami mungkin sebelumnya adalah kebun bunga yang indah. Dan, kalau ini adalah pusat dari Desa Peri——

——Quest Terbatas: Selamatkan Desa Peri 4 4——
Kalahkan Monster Setengah Tanaman Cannibal Plant dan selamatkan Ratu Peri.

Aku memastikan dalam menu bahwa quest itu telah mengalami kemajuan dan mencari boss yang dimaksud.
Aku bergerak mendekat ke tengah-tengah kebun bunga yang mati, tapi selama aku mencari-cari ke sekitar, tidak ada yang terlihat menyerupai sesosok boss.
"Tidak di sini. Di mana——?!"
Sebuah respon menusuk dari See-Through menghampiri dari bawah.
"Boss-nya muncul! Semuanya bersiap!"
Toutobi dan aku menyadari keberadaannya. Aku mengambil busurku dan berteriak.
Hanya dengan kata-kata itu, semua orang langsung siap bertempur dan menunggu kemunculan boss.
Apa yang muncul dengan menggali menembus tanah adalah begitu banyak duri-duri tebal yang membelit satu sama lain membentuk sebuah pohon yang sangat besar dan memekarkan bunga-bunga mawar yang tak terhitung jumlahnya. Dan, dua duri yang mirip dengan cambuk sulur tanaman melindungi mawar-mawar tersebut.
Pohon mawar raksasa yang terlihat sebagai tubuh utama Cannibal Plant dan Thorn Whip yang melindunginya telah muncul di hadapan kami.
"Yun-chan, apa yang harus kita lakukan?!"
"Kau adalah pemimpinnya, jadi beri kami instruksi!"
"Pada saat seperti ini, apa yang Taku atau Myu katakan…"
Aku tidak berpikir bahwa menumbangkan pohon mawar raksasa itu akan mudah, terlebih lagi, aku tidak punya pengalaman sebagai seorang pemimpin. Aku tidak sekuat Taku dan yang lainnya tidak ada di sini. Dalam situasi ini di mana aku tidak punya apapun, aku hanya bisa mempercayai rekan-rekanku.
"Kita tidak tahu caranya bertarung, jadi tanggapi saja dengan sebaik-baiknya untuk saat ini! Zone Enchant ——Speed!"
Aku yakin semua orang akan bergerak secara optimal dan melancarkan speed enchant pada mereka untuk menaikkan kemampuan menghindar mereka.
Gantz dari garda depan segera maju dengan menyerang secara langsung. Berdasarkan pengalaman sejauh ini, dia melancarkan serangan pada tubuh utama mawar-mawar tersebut.
"Enchant ——Attack, Defence!"
Aku menumpukkan lebih banyak enchant pada Gantz yang pertama melakukan kontak dengan musuh. Saat dia mengulurkan telapak tangannya pada mawar itu untuk menghancurkannya, Thorn Whip membelitkan diri di sekitar pergelangan tangannya dan mempertahankan momentum, makhluk itu melemparkan Gantz ke udara ke sebelah kiri.
"Ohh?! Lumayan. Tapi——"
Memastikan bahwa tubuh utama menyerang sendiri secara langsung, Gantz memperlihatkan cengiran lebar. Segera setelah itu, Toutobi mulai berlari.
Toutobi melewati Thorn Whip kedua dan dalam sekejap menghamburkan dua mawar. Dia memasuki lokasi yang sulit untuk dibidik dan berlari ke sisi seberangnya.
Mawar-mawar yang ada di tubuh utama ada sangat banyak, tapi bukan berarti sulit untuk ditangani.
Dan, serangan kami belum berakhir.
"——Flame Circle!"
"—— Little Tornado!"
Itu adalah lidah api Rirei dan pusaran angin Kohaku yang tidak dapat mereka gunakan sepenuhnya di dalam labirin yang sempit. Untuk sesaat, kedua serangan itu membungkus tubuh Cannibal Plant dan membakar mawar-mawar di seluruh permukaannya.
Pusaran angin berapi itu tidak hanya membakar bunga-bunga mawar Cannibal Plant, tapi juga Thorn Whip. Panjang dari sulur tanamannya memendek menjadi setengah dari yang aslinya.
"——Rapid Fire Bow – Second Form!"
Aku memencarkan mawar-mawar yang tersisa setelah makhluk itu terbakar. Toutobi dan Gantz bergerak ke sisi yang berseberangan dari pintu keluar labirin dan merusakkan mawar-mawar itu satu per satu.
Kemudian, saat mawar yang terakhir telah dihancurkan, pohon mawar itu mulai berbunyi nyaring dan lebih banyak lagi bunga-bunga mawar raksasa yang muncul.
"Dia bangkit kembali, benar-benar merepotkan. Musuh ini seperti Great Eater of Mythical Beast. Yun-chan, apa yang harus kita lakukan?"
"Meskipun bunga-bunga mawar yang menjadi kelemahannya menjadi semakin besar, jumlahnya berkurang! Kalau kita mengulanginya, bunga-bunga itu pada akhirnya akan habis, ya 'kan?"
"Haruskah aku ikut menyerang dengan sihir cahaya?"
"Minute, tetap fokus pada penyembuhan."
Meskipun dia mengusulkan untuk ikut berpatisipasi dalam penyerangan, aku meminta Minute untuk fokus pada peran penyembuhnya untuk mempertahankan batas keamanan.
Dengan pengulangan kedua, jumlah Thorn Whips bertambah satu dan menghalangi kami.
Ada lebih sedikit kesempatan bagi Kohaku dan Rirei untuk melepaskan sihir gabungannya dan mereka mencurahkan perhatian untuk menghindar, sementara itu mereka menghancurkan mawar-mawar itu dengan serangan untuk target tunggal.
Mawarnya mekar, tapi karena jumlahnya berkurang jadi mudah untuk dibidik. Akan tetapi, kecepatan Thorn Whips yang baru tumbuh telah meningkat dan menghalangi kami. Saat mereka bangkit untuk ketiga kalinya, duri-duri itu mulai menyerang tanpa pandang bulu ke semua arah. Terlebih lagi, jeda antara serangannya pun berkurang, berubah menjadi badai tebasan.
Kekuatan dari kait durinya cukup rendah saat hanya terkena sekali, tapi kau tidak bisa mengabaikan mereka dan terus terkena serangan.
Minute berjuang sekuat tenaga menggabungkan sihir penyembuhan dan penggunaan potion. Sebagai tambahan, Kohaku dan Rireo menciptakan zona aman dengan sihir dan menghancurkan mawar-mawar secara perlahan, satu demi satu.
"Sial, jadi aku membuat pilihan yang salah. Mungkin seharusnya kita berhenti menyerang di tengah jalan dan hanya mengulur waktu sampai Taku dan yang lainya datang."
"…itu tidak benar. Bahkan sekarang serangan musuh mulai mendapatkan momentumnya, jadi pertarungan jangka pendek bukanlah pilihan yang salah."
"Terima kasih, Toutobi."
Saat aku sekali lagi menggunakan enchant dan potion di area aman dan mentalku melemah, dia menguatkanku.
Meskipun hanya sementara, aku adalah pemimpin untuk saat ini. Aku harus bertahan!
"Seandainya Kei ada di sini dengan perisainya, kita bisa mendekat. Mau bagaimana lagi, aku akan pergi. Yun-chan, full support ya!"
"Baik. Enchant —— Attack, Defence, Speed. Dan tambahan ekstra Element Enchant —— Weapon!"
Aku memasangkan satu set penuh enchant pada Gantz yang pergi untuk serangan bunuh diri pada mawar yang terakhir.
Setelah memberikan tiga tipe enchant, aku menggunakan sebuah batu elemental untuk memberikan enchant api pada tinju Gantz.
"Uohhh! Tanganku terbakar api! Keren! Dan sama sekali tidak panas! ——"Pergi saja sekarang!"——Tentu!"
Saat Gantz mulai bercanda, Minute memaksanya pergi dengan memukuli punggungnya. Diawali dengan momentum pukulan itu, dia mulai berlari dari area aman sihir  secepatnya dan mendekati pohon tersebut.
"HAa—— Kazoe Nukitu!"
Tusukan tak terhitung dari tangan terbuka Gantz pun membuka jalan.
Dimulai dengan satu jari, setiap nukite yang dia lakukan menggunakan satu jari lebih banyak, melakukan empat serangan secara beruntun.
Dia menembus Thorn Whips yang menghalani dan menyayat terbuka jalan tersingkat menuju mawar tersebut. Serangan ketiga dan keempat menyentuh bunga itu dan dengan enchant api yang mengenainya, mawar itu hancur di tengah-tengah api.
"Baiklah, sudah selesai sekarang!"
Sekarang dengan semua mawar yang hancur, boss Cannibal Plant telah dikalahkan.
"Tidak disangka, entah bagaimana kita berhasil."
Thorn Whips yang tersisa dengan cepat layu dan pecah menjadi partikel-partikel cahaya.
Meskipun pohon duri itu masih tetap berada di pusat kebun bunga, karena tidak ada lagi mawar yang mekar, ini mungkin adalah akhirnya.
"Yun-chan, aku melakukan yang terbaik, jadi puji aku!"
"Ya, ya, kerja bagus. Nih, High Potion untuk menyembuhkan."
"Oh, dingin sekali."
Aku melemparkan padanya sebuah High Potion. Gantz menenggakknya dan memulihkan diri dari cedera yang dia terima saat serangan bunuh diri sebelumnya.
Kohaku dan Rirei juga berhenti melancarkan sihir pertahanan mereka dan secara tak terduga tercengang. Mereka pun berkata dengan nada sepakat.
"Yah, ini, kalau kita benar-benar mengalahkannya sebelum Taku dan yang lainnya datang, mereka sudah pasti akan protes soal ini."
Aku tersenyum getir sendirian, tapi sebuah pertanyaan tetap tersisa.
Kenapa pohon durinya tidak menghilang meskipun tidak ada lagi mawarnya?
Dan, di mana Ratu Peri yang diselamatkan?
Saat aku terdiam memikirkan hal itu, si Peri Nakal menarik pinggiran bajuku.
"Makhluk itu masih hidup."
"Eh?"
Apa maksudmu, aku ingin menanyakannya tapi terdapat sebuah perubahan pada pohon duri itu.
Duri-durinya melepaskan belitannya dan membuka. Di dalamnya yang sudah terbuka terdapat sekuntum mawar besar muncul dari dalamnya.
"Be-besar."
Kuncup bunga tersebut membentuk kelopak-kelopak bunga yang saling bertumpuk begitu besarnya sampai kami merasa tidak tenang.
Apa sebenarnya mawar-mawar yang telah kami hancurkan sejauh ini, aku bertanya-tanya.
Itu bukanlah kelemahannya, tapi pemangkasan. Sepertinya kami memangkasnya untuk membuat memunculkan mawar raksasa.
Dan, saat mawar itu perlahan mekar, monster pun muncul.
Di tengah-tengah mawar itu terdapat sebuah kepala yang mirip dengan seekor buaya. Duri-duri yang terlepas dari belitannya mulai bergerak seperti kaki tangannya. Di leher buaya tersebut terdapat sebuah sangkar duri dan di dalamnya ada seorang gadis bersayap yang serupa dengan para peri dan sedang menjadi tawanan.
"Jadi ini adalah bentuk kedua dari Cannibal Plant."
Segera setelah Rirei bergumam, monster setengah tanaman berkepala buaya yang kami lihat itu meraung.
"Ugh…"
Raungan itu cukup kuat untuk membuatku jatuh berlutut di pasir yang halus sambil memegangi telingaku.
Begitu pertarungan selesai, kami merasa santai dan karena kami berdiri bersama-sama, kami mendapatkan serangan yang sama secara bersamaan.
Dimulai dengan Paralysis dan Curse, berbagai status buruk dikenakan pada kami secara acak.
Raungan panjang itu berhenti. Untungnya aku tidak mendapatkan status buruk seperti Sleep atau Stun, jadi aku mengeluarkan potion Penawar Kelumpuhan, namun saat itu juga dua tentakel mendekati kakiku.
"Kyahh!"
"Toutobi! Kh, lepaskan! Khahh!"
Toutobi dan aku tertangkap oleh tentakel yang terjulur itu dan terangkat. Aku mencoba meloloskan diri dengan memutar tubuhku, tapi tentakel-tentakel tersebut membelit tubuhku dengan erat dan mengangkat kakiku dari tanah.
"Lepaskan, turunkan aku! O-oww!"
Erangan rasa sakit muncul saat tubuhku diremas begitu kencang. Kohaku dan yang lainnya yang tidak tertangkap masih belum pulih dari status buruk, jadi mereka tidak bisa bergerak.
Toutobi, yang sama sepertiku mendapat Paralysis juga bersuara, tapi tubuhnya tetap lumpuh.
"Sial! Seandainya aku bisa menghilangkan efek ini…"
Karena dari status buruk Paralysis dan Curse aku menghilangkan Paralysis lebih dulu, aku tidak bisa menggunakan sihir karena Curse. Juga karena tanganku terbelit, aku tidak bisa menggunakan itemm dan Minute si penyembuh mendapatkan status buruk Curse dan Stun.
Gantz memiliki kekebalan yang tinggi, tapi dia tetap menerima Paralysis ringan.
Selain itu, Rirei dan Kohaku mendapat Sleep dan Stun, jadi sepertinya mereka tidak akan kembali sadar dalam waktu dekat.
"Yah, bukankan ini keadaan terdesak?"
Kami berada dalam situasi yang mendebarkan. Duri-duri menusuk lengan dan tubuhku, menambah-nambahkan damage.
Dan, baik Toutobi dan aku perlahan mendekati kepala buaya raksasa yang terbuka.
Aku penasaran apakah aku akan dimakan kalau seperti ini. Atau mungkin kami akan tertangkap sama seperti Ratu Peri yang ada di lehernya dan tidak dapat ikut serta lebih jauh dalam pertempurang ini, atau mungkin quest ini akan gagal dan kami dipaksa untuk mundur.
Yah, ini selesai. Aku berpikir begitu dan menyerah untuk melawan. Saat itulah——

"Jangan menyerah! —— Sonic Edge!"

Sebuah gelombang kejut membelah duri-duri yang menangkapku dan Toutobi, kemudian aku ditangkap oleh seseorang sebelum jatuh ke tanah.
"Bintangnya sudah di sini! Pertama-tama, pemulihan—— Cure Dispel Reset Cool Down!"
Sihir pemulihan status buruk digunakan secara beruntun.
Sementara Cure dipakai untuk Poison dan Paralysis, Dispel menghilangkan Curse dan Charm. Reset untuk Sleep dan Stun. Cool Down untuk Anger dan Confusion. Sihir pemulihana untuk setiap dua jenis status buruk digunakan.
"Yoo, maaf. Kami terlambat."
"Pahlawan adalah seseorang yang terlambat muncul!"
Saat aku melihat rekan-rekanku yang muncul dari pintu keluar labirin, sebuah helaan napas lega keluar dari mulutku.
Dengan begini, kami semua berdua-belas ada di sini. Dari sini, pertempuran yang sebenarnya dimulai.
·
"Serangan status buruk tidak mempengaruhi semua orang tapi area tertentu! Berpencarlah!"
" " "Baik!" " "
Taku segera memberi instruksi dan semua orang langsung mulai bergerak.
Kemampuanku sebagai seorang pemimpin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Taku. Aku terpana melihatnya.
"Taku-san, berapa lama lagi kau akan menggendong Onee-chan?"
"Oops, maaf, aku lupa."
"Ehh?! Ah‼ Cepat lepaskan!"
Taku menurunkanku di tanah dan akhirnya aku menghela napas panjang.
Entah kenapa, aku merasa sepertinya kami sedang diperhatikan dengan tatapan hangat. Walau begitu, bahkan para player cerdas ini memenuhi peran mereka masing-masing dengan baik.
"Taku, Myu. Um…kalian menolong kami."
Aku hanya berkata begitu dan berlari menuju garis belakang. Sementara itu aku mendengar "tsundere", "dia jadi dere", "memang dere" yang diucapkan secara diam-diam.
Akan tetapi, seakan untuk mendiamkan suara-suara tersebut, Taku berseru memberi instruksi.
"Kei dan Lucato-chan, halangi serangan dari depan! Gantz dan Myu-chan, Tobi-chan dan Hino-chan serang dari samping. Di bagian belakang, Mami-san gunakan sihir pertahanan. Rirei-chan dan Kohaku-chan fokus pada serangan. Yun, pertahankan boss supaya tetap dalam kendali dengan busur dan bantu garis belakang dengan enchant dan manajemen MP. Minute, kuserahkan urusan HP padamu!"
Menanggapi perintah Taku, aku segera memberikan MP Potion pada yang lainnya untuk memulihkan MP mereka.
"Zone Enchant ——Attack!"
Aku menargetkan semua orang dalam jangkauan pandanganku dengan enchant serangan dan sekali lagi menatapi boss dengan sudut pandang melebar.
Boss Cannibal Plant adalah sesosok monster kepala buaya di dalam mawar raksasa. Sampai saat ini HP boss sama dengan jumlah bunga mawar yang tersisa, tapi sekarang di tahap kedua, HP-nya diperlihatkan.
Kepalanya mengeluarkan raungan yang memberikan status buruk dan mencoba untuk menggigit, sekaligus menembakkan serangan mirip meriam udara dari mulutnya.
Tentakel berduri yang melindungi tubuh utama yang adalah kepala buaya itu berjumlah enam totalnya. Pada ujung-ujungnya terdapat kuncup mawar. Metode serangan tentakel-tentakel itu adalah sabetan cambuk, penghambat berupa dinding berduri dan melepaskan larutan cairan dari kuncup-kuncup tersebut. Cairan kuning yang terjatuh ke tanah, melarutkannya sambil menimbulkan asap putih.
"Kau mengganggu! —— Sonic Edge!"
Meskipun Taku memperkirakan waktu serangan kepala buaya itu dan menyerangnya dari kejauhan pada saat yang tepat, hal tersebut dihalangi dengan sempurna oleh tentakel-tentakel berduri. Karena itu, Taku mengubah target serangannya pada tentakel untuk menghancurkan sebagian dari mereka.
Sekalipun tentakel-tentakel itu dihancurkan dengan tebasan beruntun…
"Aku sudah menduga mereka beregenerasi, tapi ini sedikit terlalu cepat.'
Taku menghabiskan waktu untuk menghancurkan tentakel-tentakel tersebut, tapi semuanya segera kembali normal. Kami tidak akan dapat menyerang tubuh utama dengan aman kalau kami terus mencoba menghancurkan tentakel-tentakel itu. Dan begitulah, tidak lama kemudian penyerang garis depan pun menyerah untuk menyerangnya.
"Fufufu, jadi kecepatan regenerasinya lebih cepat. Kalau begitu, kita bisa hanya fokus menyerang tubuh utamanya, Yun-san!"
"Enchant ——Mind!"
"Ayo—— Flame Circle!"
"Ayo samakan! —— Little Tornado!"
Aku menggunakan enchant peningkat serangan pada Rirei dan Kohaku. Mereka menggunakan tekhnik kombinasi mereka, pusaran angin lidah api pada Cannibal Plant di depan kami.
Pusaran angin api yang kekuatannya telah ditingkatkan dengan enchant stat tersebut mendekati boss dengan kekuatannya yang naik ke level yang berbeda.
Meskipun dinding duri itu menahan pusaran api tersebut, hanya tenaganya saja yang berkurang saat melewati dan menelan bunga mawar dan kepala buaya itu. Kami dapat mendengar jeritan kepala buaya tersebut dari dalam kobaran api.
"Damage-nya banyak sekali! Ayo lanjutkan!"
Meskipun tiga dari enam tentakel menghilang, Cannibal Plant menghunuskan tiga yang tersisa dan memadamkan api tersebut.
Taku dan yang lainnya dari garda depan bergegas maju saa mudah untuk mendaratkan serangan dan melepaskan Art satu demi satu.
Aku menembakkan sebatang anak panah dari jarak jauh bersama-sama dengan mereka, berkontribusi dalam pertempuran.
"—— Fifth Breaker!"
"—— Grand-Hammer!"
"—— Neck Hunt!"
"—— Demon-Hunting Kick!"
"—— Power Buster!"
Myu, Hino, Toutobi, Gantz, dan Taku menggunakan Art mereka secara terus-menerus memberikan sejumlah besar damage. Termasuk dengan pusaran angin api, boss pun kehilangan 30% HP-nya.
Duri-duri yang menopang kepala buaya itu membengkak dan perlahan mendekati mulutnya.
"Mhh! Aku tidak akan membiarkanmu! —— Fortress!"
"Aku juga! HAa! —— Shock Impact!"
Kei memasangkan perisainya melawan meriam udara yang ditembakkan Cannibal Plant. Hanya dengan distorsi udara sebagai petunjuknya, dia mengaktifkan art pertahanan begitu serangan itu mendarat, dalam sekejap meningkatkan pertahanannya mengimbangi serangan tersebut.
Terlebih lagi, Lucato menggunakan pedang berselimutkan Art­-nya untuk menangkis menjauh larutan yang dikeluarkan tentakel-tentakel tersebut.
"Kei, itu mengagumkan. Kerja bagus menyadari serangan itu."
Saat aku bergumam demikian, Mami-san menanggapi.
"Itu karena dia telah berlatih keras. Kei benar-benar berjuang keras melakukannya."
Pada saat serangan itu muncul, dia berlutut dan menyudutkan perisainya untuk menangkisnya ke samping. Dapat menggunakan skill semacam itu melawan serangan yang pada dasarnya tak kasat mata, saat aku sangat terkesan karenanya, Mami-san yang berdiri di sampingku membangga-banggakannya seakan-akan itu adalah dirinya. Melihatnya, Minute menyengir lebar dan riang.
"Aku mengerti. Jadi itu adalah hasil latihanmu dan Kei bersama-sama."
"EHhh?! I-itu tidak, benar."
Mami-san meresponnya dengan suara yang agak melemah, tapi meskipun dia merasa terganggu dia masih mempertahankan dinding pertahanan anginnya.
Pertahanan fisik Kei dan dinding penghalang angin Mami-san. Garis belakang terlindung aman oleh dinding kokoh mereka berdua.
"Sekarang, ayo terus menyerang."
Saat Taku berseru, kesempatan lain untuk menyerang pun muncul. Terkadang raungan monster itu menyebabkan status buruk pada seseorang. Jika orang tersebut berada jauh, Minute memulihkan mereka dengan sihir. Kalau mereka berada dekat, aku menggunakan potion. Berbagi peran seperti itu, kami terus bertarung.
Bersamaan dengan menyusutnya HP boss, regenerasi tentakel-tentakel itu dan jumlahnya pun semakin bertambah, serta serangannya menjadi semakin hebat. Tapi karena semua orang menjalani perannya dengan baik, kami terus bertempur secara stabil.
Dan, akhirnya kami mengurangi HP-nya sampai 10%
"Baiklah, satu dorongan lagi! Semuanya, fokus!"
Menanggapi dorongan semangat Taku, aku berkonsentrasi pada pemakaian enchant saat seranganku sendiri tidak lagi menembus serangan intens lawan.
"Zone Enchant —— Speed!"
Dengan peningkatan kecepatan, penyerang garis depan berlari dengan bebas melewati pertahanan dan bertujuan untuk mengincar kepala buaya boss.
Cambukan duri dan cairan larutan. Sambil menahannya, yang terakhir menghadapi serangan itu adalah Kei dan Myu.
"UOOHHhh! Jangan anggap remeh perisai!"
Memegangi perisai di depannya, Kei melakukan sebuah serangan dengan kecepatan yang ditingkatkan dan menggunakan rute terpendek. Itu terlihat seperti tumpukan besi yang bergerak maju. Bersembunyi di belakang Kei yang menahan semua serangan dan menghempaskannya menjauh dengan momentum adalah Myu, yang melompat begitu mereka mendekat sebisa mungkin.
"Dengan begini, aku bisa membuat penentuan dengan serangan terakhir! —— Fifth Breaker>!"
Mempertahankan posturnya di tengah udara, Myu menebas lima kali dengan pedangnya, kemudian melewati kepala buaya itu, dia mendarat di tanah.
Dia seharusnya telah memangkas HP yang tersisa dari makhluk itu, tapi boss tersebut tetap hidup dan baik-baik saja. Tidak, pupil matanya berwarna merah dan dia menjadi murka.
"Hei, hei. Sekalipun mereka menambahkan mekanisme ekstra dan meningkatkan kesulitannya, kau pasti bercanda tentang enrage mode di bagian akhir ini!"
Meskipun dia tidak lagi memiliki HP, Cannibal Plant memasuki enraged mode dan tidak akan kalah kecuali dia terkena serangan penghabisan dan damage yang diberikan penyerang garis depan lebih besar daripada sebelum-belumnya.
"Zone Enchant —— Defence!"
"Semoga tepat waktu—— Round Heal!"
Berkat zone enchant-ku dan penyembuhan area Minute, kami dapat mengurangi damage yang dilancarkan pada garda depan. Tapi untuk menyusun ulang strategi kami, semua orang kembali ke belakang sambil kami memperluas sihir pertahanan dengan kekuatan penuh.
Kami berkumpul dan menatap boss Cannibal Plant melewati asap yang disebabkan oleh larutan yang dia lepaskan saat kami mempersiapkan strategi baru.
"…apa yang harus kita lakukan? Bagaimana caranya kita akan memberikan serangan terakhir?"
Selama kami menyerangnya dengan satu serangan terakhir, maka tidak akan ada masalah. Jadi bahkan dengan serangan payah jika cukup mencobanya, kami pada akhirnya akan mengalahkannya. Tapi kami masih mencari sebuah metode di mana kami dapat meningkatkan kemungkinannya meskipun hanya sedikit.
"Bagaimana caranya kita bisa dengan aman membuat serangan terakhir itu masuk, ya."
"Aku akan melakukannya! Aku ingin melakukannya!"
"Gantz, sekarang kita bukan sedang mencari tenaga sukarela, tapi metode untuk melakukannya secara aman."
Dan, di antara berbagai pendapat yang dilontarkan dalam waktu yang singkat, Myu mengajukan sebuah rencana.
"Di sini, di sini! Aku punya ide!"
"Myu-chan, rencana apa itu?"
"Kau tahu, kupikir membuat Onee-chan melakukan serangan bunuh diri adalah pendekatan terbaik!"
"HAA?! Aku?!"
Terkejut dengan usulan yang mendadak itu, aku mendengarkan rencana Myu. Tentu saja aku bisa mengerti alasannya, dan rencana itu pun dilaksanakan.
Strateginya cukup sederhana. Semua penyerang akan mengantarku mendekati boss atau semacam itu.
"Toutobi, kau sudah selesai bersiap-siap?"
"Ya. Aku tidak apa-apa. Ayo pergi! —— Shadow Dive!"
Toutobi memasuki bayanganku dan bersiaga dalam subruangan.
Peranku adalah mengantarkan Toutobi dengan aman sampai cukup dekat dengan boss supaya dia dapat menyelesaikannya dengan serangan terakhir. Aku terpilih karena aku bisa menggunakan aksesoris Substitute Gem's Ring untuk menahan beberapa serangan.
Dilindungi Taku dan yang lainnya dari garda depan, aku dapat mendekati boss sambil dilindungi Substitute Gem's Ring dan membawa Toutobi dengan aman.
"Operasi dimulai! Jangan menghalangi kami!"
Bersamaan dengan perintah Taku, Rirei dan yang lainnya dari garis belakang berganti dari sihir pertahanan menjadi sihir serangan dan dimulailah sebuah pertukaran antara sihir mereka dan cairan larutan.
"Aku akan mempertaruhkan segalanya pada perisai ini dan melindungi dengan sekuat tenaga! —— Fortress:"
"Aku juga akan bertaruh pada pedangku ini! —— Shock Impact!"
Para penyerang garis depan mulai berlari dengan kecepatan penuh. Taku, Myu, Gantz, Kei dan Lucato melindungi kami dan menjatuhkan musuh yang mendekat.
Kei dan Lucato mengacungkan senjata ke depan mereka dan menangkis serangan-serangan tersebut saat mereka bergerak maju.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengenai Yun dan Toutobi! —— Sonic Edge!"
"Aku juga tidak akan kalah! —— Sol Ray!"
Taku dan Myu melepaskan serangan jarak jauh dan menebas Thorn Whips.
"Aku tidak begitu bagus dengan serangan tepat sasaran, tapi ayo lakukan! —— Wisdom of the Stream!"
Tangan Gantz bersinar redup dan dia menghempaskan serangan-serangan yang dilewatkan Taku dan yang lainnya.
Akan tetapi, setelah penggunaan art tersebut, ada waktu jeda kekakuan.
"Kh, kyaa!"
Tepat setelah menangkis sebuah serangan, Lucato mendapatkan serangan dari cairan larutan di titik buta di luar perlindungan senjatanya dan terjatuh telentang karena dampaknya.
"Lucato!"
"Yun, jangan berhenti!"
Ditegur oleh Taku, aku terus bergerak meskipun aku hampir saja berhenti di tempat. Dan, memblokade lubang setelah Lucato terjatuh adalah Kei yang tidak hanya menggunakan perisanya, tapi juga menerima serangan dengan armor dan tangan terentang.
"Aku tidak akan membiarkan serangannya lewat! Urus sisa-sisa durinya sekarang!"
"Aku tahu! —— Sonic Edge!"
"—— Sol Ray!"
Serangan Taku dan Myu menaklukkan semua Thorn Whips lagi.
"Yun, larilah sebelum mereka beregenerasi!"
"Enchant —— Speed!"
Aku lewat dari samping Kei dan mendekati boss saat itu juga. Ada beberapa puluhan meter tersisa. Saat aku berlari ke posisi di mana Toutobi bisa menyerang, Thorn Whips baru muncul dari dalam tanah.
"Cih, jadi masih ada lebih banyak bawahan. Kalau dari sini aku tidak akan sempat."
Di belakang, Taku mulai menghadapi Thorn Whip lainnya yang mulai beregenerasi. Di sini, aku harus bertahan hidup sendirian.
"Akan kutunjukkan padamu potensi seorang perajin!"
Melihat duri-duri itu muncul dari kiri dan kanan, aku mendapatkan sedikit waktu untuk berpikir dari Sky Eyes. Tidak peduli bagaimana aku memperjuangkannya, aku tidak akan dapat keluar dengan aman. Karena itu, aku bergegas masuk dan bersiap untuk mendapatkan damage.
"—— Bomb!"
Aku menekankan Magic Gems yang ada di tangan kananku ke duri tersebut dan meledakannya. Untuk serangan yang datang dari arah kiri, aku menukik ke depan dan menerima sejumlah kecil damage.
Bomb dari Magic Gem-ku sendiri dan damage dari duri tersebut cukup untuk memecahkan permata Substitute Gem's Ring.
Masih ada lima meter tersisa. Dan pada jarak beberapa langkah jauhnya, kakiku terhenti.
"Padahal aku hampir sampai!"
Aku menatap kakiku dan melihat duri-duri yang menyerangku barusan sedang membelit perelangan kakiku.
"Onee-chan!"
Aku bisa mendengar suara Myu. Aku saat ini sedang diangkat oleh tentakel-tentakel yang memegangi pergelangan kakiku dengan erat. Kalau aku jatuh di sini tertangkap oleh duri-duri dan dikalahkan, Toutobi yang menyelinap di dalam bayanganku akan tertangkap juga.
Tapi aku tidak akan menyerah!
"Myu! Cahaya! Sekuat mungkin!"
"‼ Baik. —— Light!"
Arti dari perkataanku tersampaikan dengan benar. Myu menggunakan sihir pendukungnya, Light. Cahaya yang membutakan menyinari area di sekitarnya. Terpengaruh oleh hal itu, bayanganku memanjang sampai ke Cannibal Plant.
Dan——
"Larilah, Toutobi. —— Clay Shield!"

"Aku sudah menunggu saat ini. —— Neck Hunt!"
Toutobi yang menyelinap di dalam bayangan pun melompat keluar.
Aku menciptakan sebuah dinding tanah yang menjadi pijakan menuju kepala buaya. Toutobi berlari di atasnya. Saat dia melompat dari dinding tanah itu, belati yang dipegangnya memancarkan cahaya dan dia mengayunkannya untuk menembus tenggorokan buaya tersebut. Tebasannya membentuk sebuah lengkungan besar dan memotong leher tebal buaya itu. Dan seperti itulah, kepalanya pun menghilang.
Duri-duri yang tersisa perlahan layu dan menyusut. Pada akhirnya yang tersisa hanyalah sekuntum mawar raksasa yang indah.
Dan di dalamnya, seorang wanita berdiri.
"Terima kasih, penduduk Desa Peri yang menuju ke dunia luar untuk mencari bantuan. Dan, terima kasih, manusia yang telah menjawab permohonan bantuan penghuni Desa Peri kami."
NPC itu mulai berbicara dengan suara yang lembut dan sejernih kristal. Saat semua orang berkumpul di sekitarnya, NPC itu melebarkan sayapnya yang terlipat, memancarkan cahaya yang berpendar redup.
"Aku adalah Ratu Peri dari Desa Peri. Aku berterima kasih, bersyukur atas pertolongan kalian."
Kami dapat menyelesaikan dengan aman quest berbatas waktu Selamatkan Desa Peri.
Semua player dan peri rekannya yang telah memimpin mereka ke tempat ini telah mendekat satu sama lain dan berhadapan dengan Ratu Peri. Dan kemudian, mawar raksasa Cannibal Plant pun layu dan diserap oleh taman bunga, yang kemudian mekar menjadi bunga yang berwarna-warni. Para peri yang bersembunyi di hutan yang jauh pun mulai berkumpul.
"Ini…"
"Desa Peri ini mendapat serangan monster dan menerima kerusakan parah. Mulai sekarang, kami berniat untuk menyatukan kekuatan demi memulihkannya ke kondisi sebelumnya. Tapi saat ini tidak ada yang bisa kami berikan sebagai rasa terima kasih kami. Karena itu——"
Sepertinya sesuatu telah disebarkan di antara para peri. Ratu Peri yang mulai berbicara dengan tenang dan peri-peri yang mengangguk. Tentu saja, Peri Nakal yang melayang di sampingku pun mengangguk dan bergerak ke depanku.
"Baiklah kalau begitu, tolong jaga aku."
Setelah berkata demikian, dia berubah menjadi partikel-partikel cahaya hijau dan terserap ke dalam Rugged Iron Ring yang ada di jari tangan kananku.
Peri-peri Taku, Myu dan yang lainnya pun terserap ke dalam equipment atau tubuh mereka dengan cara yang sama dan menghilang.





Only Sense Online Jilid 6 Bab 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.