Senin, 15 Oktober 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 16 WN Bahasa Indonesia



PENJELAJAHAN

Ruri saat ini sedang menjelajahi istana dalam sosok kucingnya. Dengan langkah kaki yang jika bisa cukup keras terdengar, akan berbunyi *tep* *tap* *tep *tap* saat tapak kakinya yang telanjang menyentuh lantai.
Bangunan tertinggi yang berada di puncak gunung berbatu tempat Raja Naga tinggal adalah Distrik 1. Distrik 2 adalah bangunan di bawahnya dan begitulah seterusnya dengan total 12 distrik yang membentuk istana secara keseluruhan.
Seperti seorang gamer yang mencoba untuk menyelesaikan sebuah game hingga 100%, Ruri mencoba untuk menjelajarhi seluruh keduabelas distrik itu. Sudah beberapa hari sejak dia mulai petualangan ini, namun dia bahkan belum menyelesaikan distrik 1. Dengan jarak langkah kaki kucingnya yang kecil, sekalipun waktu yang Ruri habiskan untuk belajar itu ditiadakan dari perhitungan tersebut, tetap saja ini memakan waktu yang terlalu lama.
Kalau satu distrik saja sebesar ini, seberapa luas sisanya?
Meski begitu, hanya ada satu tempat tersisa yang belum Ruri jelajahi di distrik ini…dan itu adalah Ruang Harta Kerajaan! Tidak ada petualangan yang lengkap tanpa acara perburuan harta. Dan Ruang Harta dengan artifak-artidak berharga yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi garis keturunan Raja Naga adalah tempat yang harus dijelajahi.
Akan tetapi, meski Ruri adalah Yang Disayangi, bukan berarti dia diberikan kebebasan absolut untuk merajalela. Ruang Harta awalnya dilarang dimasuki, tapi dia memanfaatkan pesona kucingnya sampai tingkat maksimal. Dia menggunakan serangan mendengkur-kucingnya pada Jade tanpa henti sampai akhirnya pria itu menyerah terhadap keimutannya dan kemudian memberikan ijin untuk memasuki Ruang Harta.
Karena membiarkan Ruri memasuki Ruang Harta sendirian saja bukanlah hal yang bijak dilihat dari sisi manapun, Finn diperintahkan oleh sang Raja Naga untuk menemaninya. Pada saat yang sama, Jade memperlihatkan wajah yang seakan-akan berkata 'Aku juga ingin ikut pergi', yang diabaikan Ruri saat dia tidak membuang-buang waktu mendesak Finn keluar dari ruangan untuk memandunya ke tujuannya.
Saat Ruri yang bersemangat tinggi melangkah untuk pertama kalinya ke Ruang Harta, dia tanpa sadar memiringkan kepalanya dengan penasaran terhadap pemandangan yang ada di hadapannya.
Dari sudut pandang rakyat biasa, isi dari Ruang Harta ini sama halnya dengan jaminan kekayaan untuk bergenerasi-generasi. Tapi berdasarkan gambaran besar di sisi lainnya, ini tidak sebanyak yang kau duga dari sebuah negara sebesar ini. Itulah yang sejujurnya Ruri pikirkan. Nyatanya, harta yang ditinggalkan oleh kontraktor Lydia yang sebelumnya jauh lebih berharga dan berlebihan dalam kuantitas.
Alasan untuk hal itu, sepertinya bisa dijelaskan dengan bagaimana cara mewariskan tahta Raja Naga. Karena para Raja Naga tidak terhubung lewat darah dan hanya sekedar meneruskan kepemimpinan pada individu terkuat Ras Naga dari pemimpin sebelumnya, kekayaannya terpisah antara kekayaan pribadi dan kekayaan atas nama Raja Naga.
Meski begitu, harta yang sedang Ruri lihat saat ini di depannya adalah kumpulan dari harta yang diturunkan dari Raja-Raja Naga sebelumnya. Pemikiran bahwa satu orang memiliki lebih banyak kekayaan daripada kekayaan seluruh negara secara kasarnya paling-paling hanya gambaran besar saja.
Tapi pemikiran semacam itu terbukti mungkin saja mengingat begitu banyaknya barang-barang berharga di tempat Lydia yang ditinggalkan oleh kontraktor sebelumnya. Tidak ada orang normal yang bisa mengumpulkan kekayaan sebanyak itu seumur hidupnya.
(Siapa sebenarnya kontraktor Lydia yang sebelumnya? Aku penasaran.)
Jawaban dari pertanyaannya itu datang lebih cepat daripada yang diduganya.
Di bagian terdalam Ruang Harta, tergantung dua lukisan tua. Salah satunya menarik perhatian Ruri.
(Lydia~?!?)
Tanpa keraguan sedikit pun, orang yang ada di lukisan itu tidak lain adalah Lydia yang Ruri kenal. Ruri meminta Finn untuk ke tempatnya berada.
Finn! Finn! Siapa gadis yang ada di lukisan itu?! (Ruri)
"Ya? Ah, orang ini? Aku tidak tahu. Dikatakan bahwa Raja Naga pertama meminta untuk dibuatkan lukisan ini, tapi tidak ada seorang pun yang terlihat seperti gadis itu di sekitarnya pada saat itu. Raja Naga pertama meninggalkan dunia ini tanpa menikah dengan siapapun, dengan alasan 'karena aku memiliki dia'." (Finn) .<) >
Apakah itu Raja Naga yang ada di sampingnya? (Ruri)
"Ya. Kau anehnya begitu antusias ya, Ruri!?" (Finn)
Ruri ingat melihat orang di lukisan itu yang tergantung di sebelah lukisan Lydia. Itu karena orang yang persis sama juga ada di lukisan yang digantung pada dinding ruangan Ruri dan kontraktor sebelumnya Lydia yang menyatu. Kapan pun Lydia senggang, dia akan menatapi lukisan di ruangannya itu.
(Jadi kontraktor sebelumnya Lydia adalah sang Raja Naga Pertama…)
Saat pengungkapan ini mengejutkan Ruri, dia juga yakin terhadap hal lainnya. Jika ini adalah Raja Naga Pertama yang sedang kita bicarakan, kekuatan sihirnya akan begitu luar biasa besar sampai dia bisa membuat perjanjian dengan Lydia. Jumlah harta pusaka berharga tersebut juga bukanlah hal yang mustahil untuk dimiliki orang seperti dia.
Seakan sebuah awan terangkat dari dalam Ruri, dia meninggalkan Ruang Harta dengan perasaan aneh. Ruri memikirkan tindakannya yang berikutnya. Mungkin merasa bahwa Ruri tidak punya rencana lain, Finn pun bicara.
"Ruri, kalau kau tidak ada rencana lain, bagaimana kalau kita mencoba mengunjungi Distrik 5?" (Ruri)
Ya, ayo. Apakah ada sesuatu di Distrik 5? (Ruri)
"Distrik 5 adalah lokasi di mana para prajurit ditempatkan. Mereka seharusnya sedang latihan saat ini. Beberapa prajurit ingin bertemu dengan Ruri." (Finn)
… … Dan begitulah, tujuan mereka berikutnya sudah ditetapkan.
Tidak seperti Distrik 1, ada jauh lebih banyak orang di Distrik 5. Kebanyakan dari orang-orang ini adalah para prajurit yang berpakaian seperti Finn.
Seperti yang diharapkan dari status yang sesuai sebagai pengawal pribadi Raja Naga, setiap prajurit yang berada di dekat Finn langsung berhenti dan memberikan hormat padanya. Mereka juga menunjukkan ekspresi terkejut ketika melihat Ruri di bawah Finn.
Tidak lama kemudian, mereka mencapai tempat di mana para prajurit melatih diri mereka sendiri dalam kedamaian negara ini, Arena Pelatihan.
Ruri terhenyak dengan keseriusan dari semua benturan pedang para prajurit. Emosi langka dan aksi di Arena Pelatihan ini jauh melampaui apa yang Ruri bayangkan dalam pikirannya.
Semuanya bertarung seakan-akan itu bunuh atau dibunuh, dan melindungi diri mereka seakan nyawa mereka bergantung pada hal tersebut. Mengatakan bahwa pemandangan di hadapannya ini adalah 'pelatihan' adalah tindakan meremehkan.
Dengan pelatihan semua orang yang seperti itu, beberapa orang yang tidak bisa bertahan mungkin akan terluka parah oleh lawan tandingnya. Dan lupakan tentang luka kecil, cedera yang didapatkan adalah tipe fatal. Seserius itulah 'pelatihan'nya.
Tidak heran Ruri mulai berteriak-teriak ketakutan saat menyaksikan situasi ini.
Finn, tempat apa ini?!?! (Ruri)
"Apa maksudmu? Ini adalah tempat berlatih." (Finn)
Bagaimana bisa ini namanya latihan!?! (Ruri)
Ruri menukas balik terhadap jawaban Finn dengan ekor yang berdiri tegak. Finn di sisi lain tetap saja terlihat tenang.
"Orang-orang ras Naga selalu berlatih seperti ini. Kurasa ini sedikit berlebihan untuk Ruri?" (Finn)
Ini lebih daripada sekedar sedikit‼ (Ruri)
"Karena kami yang dari ras Naga memiliki tubuh yang sangat kuat, kalau kami berhadapan dengan tusukan yang cukup ringan, luka itu akan sembuh dengan sangat cepat. Bahkan sekalipun tubuh kami tertebas terbuka, istirahat satu minggu akan langsung menyembuhkannya. Dan tidak ada bekasnya kalau boleh kutambahkan." (Finn)
Itu kemampuan regenerasi yang sama tingkatannya dengan kadal … yang tidak berani Ruri ucapkan terang-terangan. Adalah hal terlarang untuk berbicara seperti itu tentang ras Naga.
Sementara Ruri dan Finn bercakap-cakap, seorang prajurit menyadari mereka berdua.
"Ah, saya tidak tahu kalau Anda ada di sini, Kapten … Wow, tolong koreksinya kalau saya salah, tapi bukankah itu Yang Disayangi?!"
Saat prajurit itu dengan senangnya memulai obrolan, sebuah tembakan diarahkan ke punggungnya. Sudah jelas sekarang bukanlah situasi yang tepat untuk membicarakan sesuatu yang begitu biasa, mempertimbangkan segala sesuatu yang sedang berlangsung di sekeliling mereka, tapi Finn dan prajurit itu, bahkan orang-orang di sekeliling mereka bertingkah seakan itu adalah kejadian yang normal.
Para prajurit lain yang mendengar apa yang dikatakan si prajurit pertama, langsung menghentikan kegiatan mereka dan berkumpul di sekitar Ruri. Ruri begitu ingin meminta mereka semua untuk merawat luka-lukanya dulu.
Dalam sekejap mata, Ruri dikelilingi oleh para prajurit yang bersimbah darah. Kewalahan oleh situasi tersebut, dia segera lari dan bersembunyi di belakang Finn. Finn segera mengendalikan situasinya.
"Kalian semua! Kalian menakuti Ruri dengan datang berbondong-bondong begitu! Bentuk sebuah barisan!" (Finn)
Dengan satu perintah itu, para prajurit tidak membuang waktu untuk membentuk barisan. Mungkin karena Finn mengatakan bahwa mereka menakuti Ruri, para prajurit  menjaga jarak dari Ruri sambil menatapi dia.
"Oh, ya ampun. Bukankah dia itu imut sekali?"
"Lihatlah bulunya yang putih bersih itu. Aku sangat ingin menyentuhnya…"
"Aku penasaran apakah dia akan mengijinkan kita mengelusnya. Dia mau tidak ya?"
'Ingin menyentuhnya.' 'Aku penasaran apakah dia akan memperbolehkan kita mengelusnya.' Tatapan antisipasi muncul dari semua prajurit, terarah langsung pada Ruri. Tidak dapat bertahan lebih jauh karena tekanan yang luar biasa, dia akhirnya memberikan mereka izin untuk menyentuhnya. Para prajurit jelas-jelas begitu berbahagia, sampai ke titik di mana Ruri keheranan karenanya.
Takut bahwa lehernya akan terpisah dari tubuhnya kalau dia dipegang begitu banyak orang-orang yang terlihat menyeramkan ini, Ruri sudah jelas takut. Akan tetapi, sepertinya para prajurit itu sendiri juga khawatir kalau mereka akan melukai dia, jadi mereka amat sangat lembut dengan usapannya. Ruri mau tidak mau tertawa dalam hati karena pemandangan di mana prajurit mengusapnya dengan lembut, membuat rasa cemasnya perlahan menghilang dengan setiap sentuhan.
Tidak ada bedanya dengan Jade, banyak prajurit di sini memiliki kecenderungan menakuti hewan-hewan kecil seperti kucing hanya dengan aura mereka. Dan banyak dari mereka yang sepertinya begitu ingin saat-saat penuh kelembutan bulu hewan.
Saat para prajurit memperlihatkan ekspresi penuh kebahagiaan saat mengelus Ruri, orang itu pun muncul.
"Kakak!"
Jika dia memiliki ekor, pasti saat ini sedang berkibas-kibas dengan begitu bersemangat. Tingkat kebahagiaan yang tidak mungkin salah lagi sedang terlihat di wajah orang itu. Sebuah badai yang mendekat dari seseorang dengan brocon parah. Ya, Brother Complex. Atau dengan kata lain, orang pertama yang menjadi korban hukuman para peri pengawal setia Ruri.
Orang ini memiliki mata hijau zamrud yang sama besarnya dengan Finn dan rambut keriting kuning kecoklatan. Namanya Ewan, sepupu Finn. Meskipun secara teknis dia adalah sepupu Finn, orang tuanya meninggal saat dia masih sangat muda, dan karena itulah dia dirawat oleh keluargaFinn untuk dibesarkan sebagai saudara Finn.
Ewan melihat Ruri yang sedang berdiri di bawah Finn dan memberikan tatapan sinis padanya seakan Ruri adalah musuh keluarganya. Tanpa membuang-buang waktu, para peri mengelilingi Ruri dan mengambil kuda-kuda untuk melindungi. Ruri mau tidak mau menghela napas kecil.
Ewan terlahir dari darah ras Manusia dan Naga. Saat orang-orang dari ras yang berbeda menikah, ras yang lebih kuat menentukan ras keturunannya. Dalam kasus kali ini adalah ras Naga. Berkat hal itu, Ewan memiliki kekuatan sihir yang sangat besar. Akan tetapi, kekuatan sihirnya sama sekali tidak cocok dengan peri-peri.
Dengan kata lain, Ewan tidak dapat menggunakan sihir peri.
Di sisi lain, Finn adalah wakil kapten tim Kavaleri yang bertugas melindungi Raja Naga dan dikatakan tidak ada duanya dalam hal kekuatan saat dibandingkan dengan Raja Naga. Tidak heran kalau Ewan menghormati dan sangat bangga dengan saudaranya ini lebih dari siapapun.
Akan tetapi akhir-akhir ini, Finn sering diperintahkan Raja Naga untuk mengawal Ruri.
Perintah untuk menyediakan perlindungan bagi Ruri pada dasarnya untuk menjaga Ruri sendiri supaya tidak terluka yang nantinya bisa menyebabkan para peri mengamuk. Untuk seorang individu yang berstatus Raja Naga karena kekuatannya dan memerintahkan kakak tersayangnya, yang adalah kapten tim Kavaleri Raja Naga, untuk melindungi seekor kucing kecil, adalah sebuah tindakan tidak termaafkan bagi Ewan.
Tidak dapat menahan rasa frustrasinya, dia melampiaskannya pada Ruri. Karena itulah, dia secara resmi berada dalam daftar hitam peri.
Dalam sekejap, konsekuensinya adalah boikot dari para peri setiap kali dia mencoba menggunakan sihir. Akan tetapi, karena kekuatan sihirnya sejak awal tidak cocok dengan sihir peri, tidak ada masalah besar dalam gaya hidupnya sehari-hari. Terlebih lagi, karena dia adalah salah satu dari kasus-kasus langka makhluk bukan manusia yang tidak bisa melihat peri, pemandangan di mana peri-peri menggerutu tidak pernah muncul di penglihatannya.
Yang ada, orang-orang di sekelilingnyalah yang gemetar ketakutan saat ini.
Ketegangan antara para peri terhadap Ewan telah bergerak maju mundur antara hukuman ringan yang terbukti sama sekali tidak mempan terhadap Ewan yang tumpul dan hukuman yang mungkin akan mencapai titik tertentu yang mengharuskan Ruri untuk ikut campur untuk menghentikan mereka.
Karena Ewan membuat marah para peri, izin khususnya untuk memasuki Distrik 1 sebagai petugas kedua telah ditarik kembali, yang sama saja dengan pangkatnya telah dilucuti.
Finn juga telah berbicara tegas tentang kesalahannya itu secara pribadi. Tapi dari tatapan Ewan terhadap Ruri, sudah jelas dia tidak mempedulikannya.
"KAU MEREPOTKAN KAKAKKU LAGI?" (Ewan)
"Ewan, hentikan." (Finn)
"Tapi Kak, kau seharusnya menjadi pengawal pribadi Yang Mulia, tapi kau di sini malah mengawal seekor…kucing. Kenapa begitu?! Yang Mulia juga sama, malah memerintahkanmu mengawal Yang Disayangi…yang hanya seekor kucing! Membuat kakakku menjaga seekor kucing…" (Ewan)
"Ewan! Lagi-lagi kau bersikap tidak sopan terhadap Yang Mulia dan para peri. Kendalikan dirimu!" (Finn)
Menanggapi suara murka Finn yang serius, Ewan membungkam mulutnya.
Bagusnya Ewan tidak bisa melihat peri-peri itu, tapi para prajurit yang bisa melihat para peri kini begitu ketakutan dengan pemandangan di hadapan mereka. Peri-peri itu melirik sekilas Ruri saat mereka dalam posisi yang seakan-akan siap untuk melakukan perang kapan saja diperintahkan. Para peri ini amat sangat marah.
Kemudian, sebuah suara riang muncul begitu saja memecahkan ketegangan itu.
"Heyo, apa ada pertengkaran?"
Seorang remaja yang kelihatan sedikit lebih tua daripada Ewan dengan kulit kecoklatan terpanggang sinar matahari, rambut merah menyala dan mata kuning terang dapat terlihat dari arah sumber suara tersebut.
Ruri membuat ekspresi · _ · ? saat Finn mulai berbicara dengan orang yang seakan-akan teman dekatnya itu.
"Ah, kau ya, Joshua? Akhirnya kau pulang." (Finn)
"Itu benar, akhirnya. Pak tua itu benar-benar tidak masuk akal. Aku bisa saja mati karena kecapekan kerja… …Jadi? Kenapa Finn yang baik hati ini begitu marah dengan Ewan? Apa dia melakukan sesuatu yang buruk?" (Joshua)
"Diamlah…" (Ewan)
Merasa tertekan karena dimarahi kakak tersayangnya, dia terang-terangan berkata tajam. Tapi Joshua tidak terlihat benar-benar ingin tahu jawaban dari pertanyaannya itu.
"Yah, itu juga bukan masalahku. Oh ya, si pak tua itu memanggilmu, Finn." (Joshua)
"Agete memanggilku? Baiklah. Maaf, tapi bisakah kau menggantikanku dan menemani Ruri kembali ke Distrik 1?" (Finn)
"Ruri…?" (Joshua)
Untuk pertama kalinya, Joshua mengarahkan tatapannya pada Ruri yang ada di bawah Finn. Dan sekali lagi, dia bergumam lembut  'Ruri…?' seakan sedang memastikan sesuatu sambil melihat ke sekeliling pada peri yang sedang melayang-layang di sekitar. Matanya terbelalak lebar.
Tidak bisa memahami situasinya, Ruri menelengkan kepalanya.
"Maaf, Ruri. Aku akan kembali lebih dulu. Joshua adalah cucu Chelsea jadi kau akan baik-baik saja." (Finn)
Cucu Chelsea? (Ruri)
Ruri kemudian ingat bahwa dia pernah mendengar nama itu.
"Kupercayakan padamu, Joshua." (Finn)
"Y-ya." (Joshua)
Finn pergi bagaikan angin. Di sisi lain, Joshua masih dalam keadaan bingung. Ruri salah paham berpikir bahwa alasannya adalah karena dia kucing.
"Datang kunjungi kami lagi!"
(Aku benar-benar minta maaf. Tempat pelatihan ini benar-benar menakutkan. Kurasa aku tidak akan datang ke sini lagi.)
Sementara dia berbicara sendiri dalam hati seperti itu, Ruri berbalik memunggungi para prajurit yang melambaikan tangan dan mulai berjalan dengan Joshua yang mengikuti dari belakang,
Selama berjalan cepat untuk kembali ke Distrik 1, tidak satu kata pun terucap antara Joshua dan Ruri. Kecanggungan ini terasa begitu nyata. Sepenuhnya menunggu fakta bahwa Joshua adalah cucu Chelsea untuk muncul sebagai topik pemecah suasana, pembicaraan itu tidak pernah muncul.
Pada saat itu, Joshua akan menatap Ruri dan menggumamkan sesuatu diam-diam.
Saat anggapan bahwa Joshua adalah orang yang aneh mulai muncul di pikiran Ruri, Joshua berjalan mendahului Ruri begitu mereka mencapai lorong tanpa seorang pun, dan melemparkan sebuah pertanyaan yang mengejutkan.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau menjadi seekor kucing? Bukankah kau seharusnya seorang manusia?" (Joshua)


Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 16 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.