11 Oktober 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 15 WN Bahasa Indonesia



JADE

Di ruang kerjanya, Raja Naga sedang memeriksa singkat laporan Joshua mengenai negara tetangga mereka, Nadarsia.
"—Ini semua adalah laporan mengenai Nadarsia." (Klaus)
Setelah mendengarkan laporan tersebut, Raja Naga menghela napas berat dalam-dalam sambil mengelus dahinya.
"Perang tidak terelakkan. Aku mengerti… Benar-benar masalah yang merepotkan. Katakan pada Finn untuk bersiap-siap menghadapi serangan yang datang." (Raja Naga)
"Baik." (Klaus)
"Jadi, apa yang terjadi dengan Joshua?" (Raja Naga)
"Setelah menyerahkan laporannya, dia pergi untuk mencari gadis tersebut atas perintah Agete. Kami belum mendapatkan laporan pengamatan tentang dia. Sepertinya preman-preman yang kami lihat saat itu kembali berpapasan dengannya di hari berikutnya, tapi gadis itu berhasil meloloskan diri dari mereka. Tidak ada informasi lainnya mengenai dia setelah itu." (Klaus)
"Bahkan Joshua pun tidak dapat menemukannya?" (Raja Naga)
Raja Naga cukup terkejut.
Karena para peri angin menyukai panjang gelombang yang dipancarkan Joshua, dengan menggunakan kekuatan angin, dia dapat melihat semua yang terjadi di seluruh ibu kota. Entah itu lokasi yang tepat di mana seekor kucing yang melahirkan berapa banyak anak kucing, sampai detail rinci tentang perdebetan sepasang kekasih entah di toko yang mana. Joshua dapat melihat semua hal itu seakan-akan semua itu terjadi tepat di hadapannya.
Joshua yang seperti itu tidak dapat menemukan keberadaan gadis itu.
"Yang aneh adalah meskipun tidak laporan apapun tentang gadis itu meninggalkan ibu kota, pencarian dirinya di dalam ibu kota dengan menggunakan para peri terbukti tidak berguna seakan keberadaannya tersembunyi dari kita." (Klaus)
Setelah berpikir sejenak, Raja Naga menatap tajam.
"Jadi dia diculik…" (Raja Naga)
"Kemungkinan untuk hal itu terjadi sangatlah tinggi." (Klaus)
Ibut kota terkenal di dunia ini sebagai kota pelabuhan yang sangat besar. Begitu banyak pedagang dari seluruh dunia datang dan pergi di kota ini untuk berdagang. Pada saat yang sama, ibu kota bertindak sebagai semacam tempat pengisian ulang persediaan kapal yang menuju ke Kerajaan Roh atau Kekaisaran.
Perdagangan budak dilarang di Kerajaan Naga dan banyak kapal yang menangani bisnis budak dilarang masuk ke pelabuhan. Meski begitu, titik-titik buta tetaplah ada, dan peristiwa di mana orang-orang diculik untuk dijadikan budak masih terjadi secara diam-diam.
Negara ini terus mengeluarkan penanggulangan untuk menghentikan transaksi semacam itu, yang mana para pedagang budak akan lagi-lagi membuat tindakan-tindakan balasan. Perang dorong-tarik tanpa akhir antara negara dan pedagang budak ini terus berlangsung.
Beberapa pedagang budak berasal dari ras demi-human. Adalah perkara mudah bagi mereka untuk menculik gadis manusia normal seperti dia.
"Joshua memperlebar pencariannya hingga radius yang menjangkau jauh ke luar ibu kota, tapi tidak ada jaminan bahwa gadis itu akan ditemukan…" (Klaus)
"Aku ingin menyelamatkannya jika dia diculik, tapi dia sudah berada di negara lain. Satu langkah keliru akan menjadi fatal secara politis." (Raja Naga)
Klaus tidak bisa tidak merasa kecewa.
Reaksi yang diberikan Raja Naga terhadap seluruh situasi ini terlalu tenang. Hampir tidak tertarik. Terutama saat orang yang dibicarakan ini adalah seseorang yang menarik perhatiannya…koreksi, orang pertama YANG PERNAH membuat Raja Naga menunjukkan ketertarikan.
Dihadapkan pada kemungkinan bahwa gadis itu mungkin saja diculik, Klaus berharap bahwa Raja Naga akan lebih kebingungan. Akan tetapi, Raja Naga hanya menunjukkan respon seakan itu adalah masalah normal kehidupan sehari-hari rakyat.
"Perintahkan Joshua untuk menyelidiki situasi ini. Mungkin ada orang lain yang juga diculik." (Raja Naga)
"Baik." (Klaus)
Setelah mengakhiri percakapan itu, Raja Naga mengambil sesuatu dari laci mejanya dan berdiri.
"Aku akan beristirahat sebentar." (Raja Naga)
"…Silakan nikmati waktu Anda." (Klaus)
Klaus tidak perlu menanyakan ke mana Raja Naga pergi. Dia tahu hanya dengan melihat benda yang Raja Naga pegang.
Dengan tidak adanya Raja Naga, Klaus yang kebingungan menjadi satu-satunya yang ada di Ruang Kerja.
Klaus senang bahwa Raja Naga menunjukkan ketertarikan terhadap lawan jenis. Akan tetapi, Raja Naga tidak pernah sekalipun membahasnya sampai setelah membahas laporan Joshua.
Alasan atas hal itu mungkin karena sosok yang menjadi fokus perhatian Raja Naga saat ini.
Kapan pun dia dapat menyisihkan waktu dari jadwalnya yang sibuk, Raja Naga akan pergi dan menemuinya. Itu karena kecocokan panjang gelombang mereka.
Adalah sebuah kenyataan bahwa ras Naga memiliki kekuatan sihir yang besar, dan siapapun yang memiliki kekuatan sihir yang besar akan terpengaruh olehnya. Klaus yakin bahwa hari di mana Raja Naga akan menikah tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Sedangkan bagi Agete, yang mencoba sekeras mungkin untuk menemukan keberadaan gadis yang menarik perhatian itu, kisahnya mungkin akan mengarah menuju kesimpulan yang mengecewakan yang diiringi dengan kesia-siaan dan pencarian.
* * *
Gaya hidup Ruri berubah secara dramatis setelah datang ke ibu kota. Kehidupan di segala sesuatunya disiapkan oleh dirinya sendiri tidak ada lagi.
Meskipun mendapatkan sebuah kamar kecil sudah cukup, dia malah diberikan kamar luar biasa mewah yang berada tepat di sebelah kamar tidur Raja Naga.
Ruri sudah jelas tercengang oleh ukuran kamar itu karena terlalu luas untuknya saat berada dalam wujud manusianya, apalagi saat dalam wujud kucing. Setelah mendengar alasan mengapa kamar ini disiapkan khusus untuk Yang Disayangi dan berada begitu dekat dengan kamar pribadi Raja Naga adalah untuk keamanan Yang disayangi, dia pung menerima tawaran tersebut.
Di atas semuanya itu, dia juga mendapatkan pelayan-pelayang pribadi.
Dengan situasi yang sudah jelas, Ruri tidak membuang-buang waktu dan mempelajari cara berpikir dunia ini dari Agete. Kebutuhan untuk dia mempelajari hal tersebut adalah karena dalam jangka waktu yang pendek  selama dia mulai tinggal di istana ini, dia telah menghadapi godaan dari orang-orang bodoh yang langsung mendapatkan palu keadilan dari para peri.
Saat ini, Ruri sedang belajar tentang Yang Disayangi dari Agete. Ngomong-ngomong, pita yang dipakai Agete hari ini adalah warna kuning.
"Saat ini, total ada 5 Yang Disayangi, termasuk dirimu, Ruri. Mereka semua ditampung oleh beberapa negara di luar sana." (Agete)
Oh, itu lebih banyak daripada yang diduga. (Ruri)
"Walau begitu, negara-negara yang kami yakin memiliki seorang Yang Disayangi di bawah perlindungan mereka adalah Kerajaan Hewan Buas dan Kerajaan Roh. Yang Disayangi adalah semacam status yang diinginkan di negara manapun, tapi kecuali mereka percaya diri dengan kemampuan mereka untuk melindungi Yang Disayangi, mereka tidak akan dengan begitu mudahnya mengumumkan bahwa mereka memilikinya." (Agete)
Saya kira menyakiti seorang Yang Disayangi adalah hal tabu di dunia ini? (Ruri)
Ruri tanpa menahan diri mencetuskan petanyaan itu. Dia merasa yakin bahwa Yang Disayangi akan aman tidak peduli apa yang terjadi karena itulah yang tepatnya dia alami. Kapanpun dia mengalami bahaya, para peri akan bergerombol ke sisinya untuk melindungi dia.
"Ada orang-orang bodoh yang tidak tahu hal itu. Terutama, manusia. Di negara-negara yang populasinya kebanyakan adalah manusia, karena kurangya kemampuan mereka untuk melihat peri, mereka tidak dapat memahami bahaya yang dapat mereka sebabkan dari tindakan mereka." (Agete)
Mendengar hal ini, Ruri sekali lagi merasakan perasaan cukup tidak senang, atau mungkin kebencian Agete terhadap manusia. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan pertanyaan yang ada di pikirannya selama ini.
Apakah Agete membenci manusia? (Ruri)
"Oh, tidak, bukan begitu. Ada banyak manusia yang cinta damai dan benar-benar hanya mengharapkan kedamaian. Meski begitu, manusia jauh lebih mudah jatuh dalam ide mendapatkan kekuatan yang melampaui yang lainnya dibandingkan demi-human. Masa hidup manusia jauh lebih pendek daripada kami yang berasal dari ras naga, sampai-sampai aku sebenarnya telah hidup melintasi banyak hal yang manusia sebut sebagai sejarah mereka pada titik ini. Karena itulah, kata-kata yang kugunakan untuk menggambarkan beberapa hal mungkin terdengar menyakitkan." (Agete)
Setelah berkata demikian, Agete semakin merinci kisah tentang masa lalu seorang Yang Disayangi.
"Memanfaatkan fakta bahwa orang-orang di dunia ini tidak dapat menentang para peri, sebuah negara yang memiliki seorang Yang Disayangi dalam perlindungannya memulai perang dengan negara lain. Dengan Yang Disayangi yang mabuk dalam ilusi bahwa dia kebal, dia pun semakin memperuncing situasi. Namun, negara yang mereka tantang perang juga memiliki seorang Yang Disayangi. Pada akhirnya, kedua negara itu pun musnah." (Agete)
Meski begitu, mengatakan semua manusia Yang Disayangi menyalahgunakan kekuatannya adalah pernyataan yang keliru. Beberapa demi-human Yang Disayangi juga memamerkan kekuatannya, tapi kebanyakan selama ini, manusia sepertinya yang lebih sering berbuat jahat.
Ada anggapan mengenai alasannya adalah karena kenyataan bahwa tidak banyak manusia yang dapat melihat peri, dan berpikir bahwa kekuatan tersebut berasal dari si Yang Disayangi itu sendiri. Mereka dengan membabi buta menaati Yang Disayangi yang akhirnya membuat manusia Yang Disayangi menjadi angkuh.
"Aku tahu dengan jelas bahwa hanya ada sedikit saja manusia yang terang-terangan menyalahgunakan kekuatannya seperti itu. Karena itulah, alih-alih mengatakan bahwa aku membenci manusia, lebih tepatnya aku hanya sedang mencoba memperingatkanmu tentang mereka." (Agete)
Ruri menerima penjelasan itu seperti sedang melahapnya. Kata-kata 'Syukurlah Yang Disayangi bukanlah manusia' yang Agete ucapkan sebelumnya sebelum ini secara adil membenarkan bahwa kejadian masa lalu seperti itu pernah terjadi.
Akan tetapi, dia masih tidak bisa memberanikan diri untuk mengatakan padanya bahwa dia adalah manusia…
"Dengan ada Yang Disayangi yang menyalahgunakan kekuatan mereka, ada juga beberapa yang menerima tanggung jawab sebagai Yang Disayangi dengan terlalu serius. Ada contoh di masa lalu di mana seorang Yang Disayangi menimbun begitu banyak tekanan karena mencoba melakukan tugasnya sebagai seorang Yang Disayangi dengan benar sehingga dia meledak, secara kiasan, dan hampir menyebabkan kehancuran negara tersebut." (Agete)
I-itu menakutkan! (Ruri)
"Menurut pendapatku, sebuah solusi bisa diberikan. Orang-orang tidak akan tahu apa yang salah kalau mereka bahkan tidak tahu apa masalahnya. Secara berlebihan mengungkapkan apa yang kau pikirkan tentang segala hal adalah sebuah masalah, tapi tidak mengatakan apapun juga sama. Dari apa yang bisa kulihat, Ruri adalah tipe yang lebih konservatif, jadi tolong jangan ragu-ragu untuk membicarakannya dengan siapapun kalau kau memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan." (Agete)
"Baik. (Ruri)
Dan dengan demikian pelajaran hari ini untuk Ruri berakhir, dan karena itulah dia kemudian pergi ke halaman istana.
Bangunan-bangunan yang didirikan pada gunung berbatu, terlihat mengitari gunung tersebut seperti sebuah tangga spiral yang dapat terlihat. Seluruh strukturnya itu adalah istana, dan sang raja naga tinggal di bagian puncak gunung yang kelihatannya menembus awan. Walau begitu, bagi orang-orang yang bekerja di istana itu, bangunan di mana raja naga tinggal adalan istana 'yang sebenarnya'.
Ruri akhir-akhir ini tertarik dengan taman di halaman istana. Meskipun di balik pagar itu adalah tebing yang begitu tinggi sampai siapapun yang menatap ke bawah akan merasa pusing, dapat terbang membuat Ruri kebal terhadap efek itu. Karena orang-orang yang bekerja di istana ini beristirahat di bangunan yang beberapa tingkat di bawahnya karena tempat ini adalah tempat tinggal raja naga tinggal, dan bersamaan dengan itu adalah fakta bahwa di adalah Yang Disayangi yang menarik perhatian siapapun di istana ini, tempat ini sempurna untuknya.
Sementara dia memandangi pemandangan dari taman yang lebih tinggi daripada awan, Raja Naga pun muncul.
Ruri menatapnya dingin begitu dia melihat benda yang sedang dipegang pria itu.
Seperti yang saya katakan berkali-kali sejak awal, saya tidak akan bermain dengan itu. (Ruri)
"Kenapa begitu? Aku sudah berusaha keras untuk membuatnya…" (Raja Naga)
Sebersit rasa sedih muncul di wajah tampan sempurna Raja Naga. Di sinilah kita mendapati seorang raja naga yang tidak dapat menutupi rasa terkejutnya. Di tangannya terdapat sebuah tongkat bulu buatan sendiri.
Raja Naga sedang mencoba yang terbaik. Sayangnya, Ruri hanyalah manusia biasa dalam wujud kucing. Tidak menyerah, dia melambai-lambaikan tongkat berbulu itu ke kanan dan ke kiri di depan Ruri. Sialnya, rencana 'memaksa keluar insting kucing Ruri' terbukti gagal total.
Raja Naga mengerutkan dahi saat Ruri yang sama sekali tidak menunjukkan minat dengan mainan di hadapannya itu kemudian menoleh menatapnya.
"Kucing-kucing sangat suka bermain dengan ini, 'kan?" (Raja Naga)
Saya bukan kucing normal. (Ruri)
"… …"
Raja Naga hanya menatapi Ruri seperti seekor elang, berharap bahwa dia akan mulai bermain dengan bulu tersebut. Akan tetapi, Ruri memiliki 0 minat untuk melakukan itu. Saat situasinya terlihat semakin membuat sang raja naga nampak menyedihkan, Ruri mengajukan usulan.
…Saya tidak akan bermain dengan mainan itu, tapi sebagai gantinya, saya akan membiarkan Anda untuk menyentuh bantalan tapak kaki saya." (Ruri)
"APA?!" (Raja Naga)
Bagi Ruri, membiarkan bantalan tapak kakinya disentuh membuat merasa kegelian sehingga dia lebih suka untuk tidak melakukannya. Tapi dalam situasi saat ini, tidak ada pilihan lain untuknya. Jadi dengan enggan, dia menjulurkan kaki depannya menadah ke atas pada Raja Naga sehingga bagian bantalan tapaknya yang merah muda terlihat.

Karena Ruri jarang memperbolehkannya untuk bersenang-senang menyentuh bantalan tapaknya, tapi setelah akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukannya, langsung membuat Raja Naga kembali bersemangat.
"Kalau kau benci tongkat berbulu, apa kau punya sesuatu yang lain yang kau suka?" (Raja Naga)
Meskipun Ruri merasa sangat geli dengan usapan tanpa henti Raja Naga pada tapaknya, dia menahannya dan segera menjawab.
Karena saya telah menerima segala sesuatu yang saya butuhkan untuk kehidupan sehari-hari, secara khusus tidak ada.
"Ruri sama sekali tidak ada rasa tamak sedikit pun. Kau tidak perlu menahan diri, kau tahu. Aku ini sebenarnya sangat kaya." (Raja Naga)
Saya hanya akan senang hati menerima perasaan Anda. (Ruri)
Raja Naga menunjukkan rasa kecewanya.
Ruri mungkin merasa muak dengannya, pikir Raja Naga.
Raja Naga sendiri menunjukkan dirinya berkali-kali di hadapan Ruri beberapa kali sehari dan mengganggunya seperti yang dilakukan kakek nenek pada cucunya. Kasihan Ruri.
Setelah menyentuh bantalan tapaknya selama beberapa waktu, dia pun kemudian berdiri.
Anda sudah mau pergi? (Ruri)
"Sebenarnya, aku masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu, tapi aku masih harus mengurus pekerjaanku sekarang." (Raja Naga)
Raja Naga mengelusnya untuk terakhir kali dan kemudian kembali ke kantornya.
Ruri mau tidak mau menelengkan kepalanya sedikit karena sensasi aneh yang dia rasakan setiap kali dia bersama Raja Naga.
Di pertemuan pertamanya dengan Raja Naga, bisa dibilang karena rasa gugupnya saat pertama kali bertemu dia pun jadi tidak menyadarinya, tapi berada di samping Raja Naga terasa sangat nyaman.
Contohnya seperti saat bermandikan cahaya matahari yang hangat di musim semi, atau berada dalam kotatsu saat musim dingin, itu adalah situasi di mana kau tidak merasa ingin bergerak dan hanya menikmati rasa nyamannya.
Dan perasaan itu begitu membuat ketagihan, dan rasanya semakin kuat dan kuat setiap harinya.
Bahkan saat ini, Ruri merasakan kehampaan yang ditinggalkan Raja Naga saat dia pergi. Ini bukanlah perasaan tidak ingin meninggalkan seseorang karena cinta atau apapun, tapi lebih seperti sebuah perasaan yang dia rasakan mirip dengan sesuatu yang fisik. Orang yang menjawab pertanyaan tentang 'perasaan' apakah yang dia rasakan saat ini tidak lain adalah para peri yang berkumpul di sekitarnya.
Itu karena Ruri sanagt menyukai panjang gelombang yang dipancarkan Raja Naga~
Kami juga merasa sangat nyaman dengan panjang gelombang Ruri.
Saat panjang gelombang antara dua orang itu cocok, rasanya benar-benar nyaman.
Begitu mendengar apa yang peri-peri katakan, Ruri terpikir Asahi. Pembicaraan dengan Chelsea tentang alasan mengapa Asahi menempel pada Ruri adalah karena dia tertarik dengan panjang gelombang Ruri sekali lagi tergiang-ngiang muncul.
Asahi yang menempel pada Ruri seperti seekor lalat. Jadi seperti inilah yang dia rasakan. Mengetahui apa yang dia rasakan saat ini pada Raja Naga dan apa yang Asahi lakukan di masa lalu, Ruri tidak bisa tidak pada akhirnya mengangguk mengerti sekaligus takut.
Hanya karena seseorang tertarik pada panjang gelombang seseorang bukan berarti itu juga sama bagi orang yang menerimanya. Sama seperti Asahi, itu bisa saja hanya bersifat sepihak.
Bayangan dirinya menjadi seorang penguntit seperti Asahi, menguntit Raja Naga membuat dia berhenti untuk berpikir.
Saat Ruri merasa khawatir dengan pikiran apa yang telah Asahi lakukan di masa lalu yang hanya menyebabkan masalah baginya, Ruri merasa khawatir bahwa dia mungkin melakukan yang sama pada Raja Naga. Sejak hari itu, Ruri mulai secara aktif melarikan diri dari Raja Naga.
* * *
Beberapa hari berlalu sejak dia mulai menahan perasaannya sendiri yang ingin bertemu dengan Raja Naga dan secara aktif menghindarinya. Seseorang saat ini sedang berdiri di depannya.
"Akhirnya aku menemukanmu, gadis kecil!" (Euclase)
Euclase? (Ruri)
Euclase adalah menteri Raja Naga. Dia adalah seorang wanita yang cantik menawan dengan rambut berwarna biru keperakan dan mata hijau, sosok seorang yang cantik rupa dan otaknya. …Itulah yang orang-orang akan katakan saat menilai dari penampilannya. Orang ini sendiri adalah seorang wanita yang kuat, tapi dadanya begitu rata. Dan suaranya lebih tinggi daripada pria tapi rendah bagi yang mengakui dirinya perempuan.
Meski begitu, Euclase memiliki tubuh dan sikap yang menandingi wanita yang paling feminin di dunia. Bahkan hanya dengan melihatnya dari jarak dekat, kau tidak akan memikirkan yang lain selain keindahan di matanya. Jumlah pria yang dibuatnya putus asa pastilah tidak terhitung banyaknya.
Euclase yang seperti itu yang berdiri di depan Ruri tiba-tiba mengangkat Ruri di tengkuknya.
A-apa yang Anda lakukan?! (Ruri)
"Jangan mengatakan 'apa' padaku. Kenapa kau melarikan diri dari Yang Mulia akhir-akhir ini? Yang Mulia begitu tertekan sampai-sampai pekerjaannya sama sekali tidak selesai." (Euclase)
I-itu karena…ada yang tidak bisa saya jelaskan… (Ruri)
"Diamlah! Aku akan mengadili orang yang membuat Yang Mulia menunjukkan ekspresi sedih pada wajahnya yang indah." (Euclase)
HUH?! Tunggu sebentar— (Ruri)
Ruri langsung dibungkam oleh Euclase dan dibawa ke Kantor Raja dengan paksa. Mungkin karena para peri tidak merasakan permusuhan dari Euclase, mereka tidak menyelamatkan Ruri meskipun dia berteriak minta tolong sepanjang jalan.
Saat memasuki Kantor Raja, baik Klaus maupun Agete menghela napas lega begitu melihat Ruri. Raja Naga sendiri juga mengerutkan alisnya.
Euclase menempatkan Ruri, yang sedang bergelantungan di udara pada tengkuknya, di atas meja di depan Raja Naga.
Ruri berada pada ketinggian di mana dia dan Raja Naga dapat bertemu mata dengan mudah. Rasa nyaman yang dia rasakan beberapa yang lalu datang membanjirinya, tapi mengabaikan itu dan mengalihkan tatapannya. Akan tetapi, saat dia melirik Raja Naga, dia diperlihatkan tampang sedih Raja Naga.
Uhh…apa ada masalah, Raja Naga? (Ruri)
"Ya, masalah besar. Sangat besar malah. Aku merasa lesu karena tidak mendapat waktu penyembuhan yang cukup. Aku tidak bisa mengerjakan apapun karena aku tidak bisa bersamamu." (Raja Naga) pingsan*
>
'"Separah itu?!' pikir Ruri. Dia menoleh pada Klaus yang membalasnya dengan sebuah anggukan yang seakan berkata 'Ya, seburuk itu.'
"Apa aku melakukan sesuatu yang menyinggung Ruri? Apa itu karena tongkat bulu? Atau karena aku menyentuh tapakmu? Kalau kau sangat membencinya, a-aku akan mencoba lebih baik lagi menahan diriku." (Raja Naga)
Raja Naga menanyai Ruri dengan ekspresi sangat serius. Yah, dia sendiri sedang amat serius, tapi orang-orang di sekitarnya memperlihatkan ekspresi takjub atas kalimat pertanyaannya itu.
"Jika ada masalah, katakan saja supaya kita bisa menentukan solusinya. Kau tiba-tiba melarikan diri dari Yang Mulia, tidakkah kau merasa beliau sangat menyedihkan?" (Euclase)
Ruri setuju dengan apa yang Euclase katakan. Jika orang lain melakukan hal yang sama padanya, dia juga akan merasa sedih. Ruri menyadari kesalahannya dan mencoba menjelaskan situasinya.
Anda benar. Saya benar-benar minta maaf. Err, menurut para peri, sepertinya panjang gelombang saya sangat cocok dengan Anda, Raja Naga. Dan saat kita, Anda tahu, bersama-sama, rasanya amat sangat nyaman. (Ruri)
"Kalau begitu, kenapa kau menghindariku?" (Raja Naga)
Ruri berjalan mendekat pada Raja Naga yang saat ini membuat ekspresi sangat bingung.
Bahkan meskipun panjang gelombang saya cocok dengan Anda, bukan berarti Anda merasakan yang sama dengan saya, bukan? Di masa lalu, saya berada di situasi yang sama dengan orang lain, di mana kecocokkannya hanya sebelah pihak. Dia mengikuti saya tidak peduli ke mana saya pergi, bahkan sekalipun saya menolaknya, dia tidak pernah mendengarkan. Bahkan walaupun saya mencoba melarikan diri, dia seperti mengetahui di mana saya tepatnya sambil mengejar saya dari belakang. Hari-hari seperti itu benar-benar sebuah terror. (Ruri)
Mendengar masa lalu Ruri yang menyedihkan, Euclase menatapnya kasihan.
"Selalu ada orang-orang yang salah paham berpikir bahwa hanya karena mereka merasa cocok dengan orang lain, maka yang lainnya pun merasakan hal yang sama." (Euclase)
Di sinilah Euclase, yang sedang berpikir 'Ahh, ini juga terjadi padaku.'
"Saya sendiri tidak pernah berada di sisi yang memberi, tapi sebagai penerima, beberapa orang benar-benar menempel pada saya." (Klaus)
Contoh yang Euclase dan Klaus berikan tepat dengan yang Ruri rasakan dari Asahi.
Karena saya pernah merasakan situasi itu secara langsung, saya tidak ingin menyebabkan masalah pada Raja Naga. Jika saya tetap terlalu dekat dengan Raja Naga, saya mungkin tidak akan bisa melawan perasaan ini, karena itulah saya menjauhkan diri dari Raja Naga.
Meskipun dia ingin berada di sisi Raja Naga, Ruri tidak ingin merepotkan Raja Naga seperti bagaimana Asahi merepotkannya. Dia tidak ingin membuat Raja Naga membencinya seperti bagaimana dia menjadi benci pada Asahi karena kekeraskepalaannya mengikuti dia ke mana-mana.
Karena itulah dia menghindar untuk menemui Raja Naga selagi dia masih bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Setelah mendengar yang Ruri katakan, tidak menunjukkan tanda-tanda kesal atau kebencian sedikit pun, Raja Naga memperlihatkan ekspresi sangat senang.
"Begitukah? Kalau begitu, maka tidak ada masalah." (Raja Naga)
Kenapa? Bukankah itu menyebalkan? Diikuti ke mana-mana? (Ruri)
Ruri berkata begitu sambil berpikir betapa menyebalkannya Asahi di masa lalu.
"Kalau Ruri merasakan perasaan yang tepat sama dengan yang kurasakan juga, seharusnya tidak ada masalah, bukan? Karena itulah kukatakan tidak masalah." (Raja Naga)
Anda juga merasa begitu? (Ruri)
Ruri membelalakkan matanya dengan terkejut.
"Ya, aku juga merasa sangat nyaman saat berada di sekitar Ruri. Tapi aku takut terlalu dekat denganmu sehingga kau nantinya akan membenciku, karena itulah aku menahan diri untuk bertemu denganmu terlalu sering. Melihat bagaimana perasaan Ruri padaku sama dengan yang kurasakan pada Ruri, aku tidak perlu lagi mengendalikan diri!" (Raja Naga)
Klaus tersenyum getir mendengar Euclase bergumam 'Anda mengatakan bahwa pertemuan yang Anda lakukan sebelumnya adalah versi konservatif Anda…'. Sepertinya Raja Naga tidak mendengarnya.
"Karena itulah kau tidak perlu lagi khawatir aku akan merasa kesal atau apapun. Temuilah aku kapan pun kau mau. Malahan, mungkin akulah yang akan berkunjung."
Terima kasih banyak, Raja Naga. (Ruri)
Masalah ini yang mengganggu Ruri selama beberapa hari telah terselesaikan dalam sekejap saat melihat Raja Naga memberikan izin padanya untuk melakukan seperti yang dia mau.
Jika Ruri merasakan hal yang sama dengan Asahi, mungkin hubungannya dengan dia akan berubah? Saat Ruri memikirkannya dalam-dalam, Raja Naga terus menatapi Ruri. Dia kemudian berinisiatif melakukan percakapan lainnya.
"… aku sudah memikirkan ini sejak lama. Dipanggil 'Raja Naga' membuat kita terlihat jauh. Mulai sekarang, panggil aku Jade." (Jade)
Jade?(Ruri)
"Ya." (Jade)
Saat Ruri mengulangi namanya untuk memastikan, Jade pun tersenyum manis.
Kekuatan penghancur senyuman dari seorang yang benar-benar tampan adalah sesuatu yang patut diakui. Ruri tertarik ke wajahnya saat merasakan debaran yang sangat kuat di jantungnya.
"Yang Mulia, tolong tunjukkan wajah seperti itu pada gadis yang Anda suka." (Agete)
"Ruri juga perempuan, 'kan?" (Jade)
"Bukan itu yang sedang saya bicarakan." (Agete)
Keluhan Agete tidak didengarkan saat Jade mengangkat Ruri dan menempatkannya di pangkuannya. Dia mengelus rambut putihnya sambil menunjukkan ekspresi bahagia.
Ruri juga menikmati elusan dari tangan besar dan lembut Raja Naga saat dia membuat ekspresi ( -.- )
Agete tidak bisa tidak menundukkan kepala saat dia melihat Raja Naga bahkan sama sekali tidak berniat untuk menemukan seorang pengantin.



Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 15 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.