10 Oktober 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 14 WN Bahasa Indonesia



GOSIP 2

Joshua adalah agen intelijen dari Kerajaan Naga. Begitu mendengar berita meresahkan dari Nadarsia, dia mulai menyelidiki negara tersebut. Pikiran pertamanya adalah 'Apa orang-orang di negara ini kepalanya baik-baik saja…?'
Dan setelah mereka memanggil yang disebut 'Miko-sama', pikirannya beralih menjadi 'Negara ini sudah gila…'
Nadarsia sudah berada dalam keadaan genting sebelum ini. Tidak akan aneh kalau mereka berhenti menjadi sebuah negara. Tidak menyadari perbedaan kekuatan militernya, mereka menyatakan perang yang tak terhitung banyaknya melawan Kerajaan Naga. Dan setiap kali tanpa terkecuali, mereka akan dihajar habis-habisan oleh Kerajaan Naga. Tidak peduli berapa generasi para raja yang menduduki tahta, mereka tidak pernah belajar dari pengalaman.
Rakyat Nadarsia terpaksa menjadi korban dalam pengulangan konstan dari perang tak berguna ini. Tingkat pajak yang tak masuk akal tingginya dan wajib militer. Mereka bisa memanfaatkan lahan di sekitar negara mereka untuk pertanian. Akan tetapi, lahan-lahan itu tidak bergunan jika tidak ada siapapun yang mengerjakannya. Masalah kemiskinan yang merajalela dalam negara semakin diperburuk dengan perekrutan rakyat menjadi tentara sebagai prioritas.
Mengabaikan masalah dalam negaranya, Raja malah melanjutkan dengan memberikan hadiah-hadiah bernilai tinggi pada Miko-sama yang dipanggil.
Kemudian, peristiwa yang semakin memantapkan kehancuran negara ini terhadi di depan Joshua.
"Oi oi, kalian salah orang." (Joshua)
Joshua, yang menyaksikan dari jendela di puncak sebatang pohon di luar ruangan, mau tidak berbicara sendiri di dalam pikirannya karena kekonyolan situasi.
Apa yang dia lihat adalah seorang gadis remaja yang dipaksa merangkak, dikelilingi para prajurit dan sang raja. Dia sedang diadili karena usaha pembunuhan terhadap Miko-sam.
Tidak seperti demi-human, manusia dengan kecocokan sihir yang rendah tidak dapat melihat apa yang sedang Joshua lihat.
Tak terhitung banyaknya peri berkumpul di sekitar gadis yang sedang diperlakukan kasar itu. Para peri ini dalam keadaan marah sampai-sampai Joshua pun dapat merasakan kekuatan sihir mereka dari luar jendela.
"Apa orang-orang itu idiot? Apa yang mereka pikirkan, memperlakukan Yang Disayangi seperti itu? … …ah, prajurit itu baru saja menendangnya. Negara ini baru saja menandatangi jaminan kematianya." (Joshua)
Sekalipun dia tahu orang-orang itu tidak dapat melihat peri, Joshua tidak bisa tidak menyuarakan pikiran terdalamnya.
Begitu si prajurit menendang gadis itu, para peri menatap prajurit tersebut dengan kebencian mutlak. Joshua tidak bisa mengerti kenapa manusia tidak dapat merasakan kekuatan sihir luar biasa yang sedang dipancarkan peri-peri yang marah itu. Di sisi lain, memang ada pepatah bahwa ketidaktahuan adalah berkah.
"Apa yang harus kulakukan…?" (Joshua)
Joshua tidak bisa mengabaikan situasi Yang Disayangi. Meski begitu, kalau dia melakukan sesuatu tentang hal itu, dia akan mengungkapkan penyamarannya. Ada hal lain yang sedang mengganggu Joshua juga.
Sementara Joshua memikirkannya, gadis itu dipaksa masuk ke dalam sebuah kereta kuda dan dikirim ke luar negara. Ditebak dari arah tujuan kereta kuda itu, dia mungkin sedang dikirim ke 'Hutan Iblis', yang merupakan nama hutan terdekat yang dinamai begitu oleh penduduk Nadarsia. Seakan keberuntungan sedang memihak, itu adalah hutan di mana nenek Joshua tinggal saat ini.
"Kurasa aku bisa mengandalkan bantuan Nenek dalam hal ini."
Joshua memanggil para peri yang sedang mengejar gadis itu.
"Nenekku tinggal di hutan itu. Tolong arahkan gadis itu ke situ. Nenekku pasti akan menjaganya." (Joshua)
Dia tidak akan menyakiti Ruri?
"Ya. Kami ras Naga tidak akan melakukan apapun yang bodoh seperti menyakiti Yang Disayangi. Sebagai gantinya, bisakah kalian tidak menghancurkan negara ini?" (Joshua)
Joshua mengatakannya dengan mudah. Tapi jauh dalam dirinya, dia tidak begitu peduli apakah Nadarsia akan hancur atau tidak. Bagi para peri, sesuatu seperti menyapu bersih sebuah negara dari peta dunia adalah perkara mudah. Ada beberapa kejadian di masa lalu di mana negara-negara dimusnahkan oleh peri bagaimanapun juga. Akan tetapi, Yang Disayangi kali ini dilindungi oleh begitu banyak peri.
Ehh~, karena mereka menjahati Ruri, kami tidak mau~
Joshua hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya saat mendengar keluhan para peri. Sebuah ide mendadak muncul.
"Jangan berkata begitu. Ada beberapa orang yang dipanggil ke sini bersama Yang Disayangi, 'kan? Kalau kalian menghancurkan negara di mana teman-temannya berada, aku yakin Yang Disayangi akan sedih." (Joshua)
Ruri akan sedih?
"Yup." (Joshua)
Itu benar-benar alasan yang dibuat begitu saja, tapi dia berhasil memberikan sesuatu untuk dipikirkan peri-peri itu. Setelah itu, para peri meninggalkan Nadarsia begitu saja dan pergi mengejar Ruri.
Bahkan sebelum Joshua bisa menarik napa lega, sebuah perkembangan baru pun muncul. Kali ini, yang dipanggil sebagai 'Miko-sama' membuat keributan besar tentang menghilangnya Yang Disayangi. Untuk menyembunyikan kebenarannya dari Miko-sama, Raja membuat alasan palsu bahwa Yang Disayangi telah diculik oleh Raja Naga.
Sudah tentu, Joshua menjadi marah dan menyesal telah menghentikan para peri untuk menghancurkan negara ini.
Hari berikutnya, pendeta tinggi Nadarsia tidak lagi bisa menggunakan sihir. Alasannya adalah karena para peri melakukan aksi mogok.
Sepertinya karena peri-peri mendengar keluhan Yang Disayangi tentang kesalahan Nadarsia, mereka bertindak untuk menanggapinya. Opini Joshua terbagi antara 'Kerja bagus, para peri! Hukum mereka lebih lagi' dan 'Tolong cepatlah bertemu dengan Yang Disayangi, Nenek'.
Beberapa hari kemudian, Joshua mendapat sepucuk surat lewat cermin air. Chelsea dengan aman telah melindungi Yang Disayangi dan meminta informasi tentang situasi Nadarsia saat ini. Dia juga menulis bahwa dia belum menginformasikan Kerajaan Naga tentang keberadaan Yang Disayangi. Kalau dia melakukannya, Agete mungkin membawanya pergi dengan alasan dibuat-buat 'Melindungi Yang Disayangi'. Untuk sementara waktu, Chelsea akan menjaga Yang Disayangi di tempatnya sampai gadis itu terbiasa dengan dunia ini.
Karena Joshua tidak ada keraguan dengan keputusan itu, dia hanya menuliskan segala sesuatu yang dia tahu tentang Nadarsia saat ini dalam surat balasannya dan mengirimnya pada Chelsea. Beberapa lama kemudian, sihir kembali lagi dapat digunakan di Nadarsia.
Karena ras manusia pada dasarnya memiliki kekuatan sihir yang lemah, mereka tidak dapat menggunakan sihir yang kuat seperti yang digunakan oleh demi-human. Meski demikian, di negara ini di mana sihir tidaklah bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka, tidak dapat menggunakan sihir bukanlah sebuah masalah besar. Akan tetapi, pengaruh para pendeta di negara ini dan kepercayaan orang-orang terhadap Miko-sama mendapatkan serangan hebat.
Para pendeta Nadarsia diberikan otoritas untuk melakukan apapun yang mereka suka karena mereka dapat menggunakan sihir. Dengan kekuatan sihir mereka yang dirampas, para penduduk mengetahui bahwa bahkan para pendeta itu sebenarnya lebih lemah dibanding orang-orang yanga tidak pernah bergantung pada sihir sebelumnya. Mereka juga mulai menolak propaganda perang yang dipaksakan pada mereka oleh raja. Untuk membuat masalahnya semakin parah, jumlah orang yang berpikir bahwa Miko-sama itu palsu semakin meningkat. Pemicu hal ini adalah kenyataan bahwa meskipun memiliki Miko-sama yang dikatakan membawa kemakmuran bagi negara ini, orang-orang tiba-tiba tidak bisa menggunakan sihir.
Sementara Raja dan para pendeta mati-matian berusaha mengatasi masalah ini, Miko-sama bertingkah semaunya seperti biasa.
Awalnya, dia membuat keributan besar tentang ingin mencari temannya. Setelah gagal membuat hasil yang bagus, gadis itu dicekoki dengan kebohongan bahwa Kerajaan Naga telah menculik temannya itu. Joshua merasa lucu saat gadis itu menerima kebohongan tersebut sebagai sebuah kebenaran tanpa ragu sedikit pun. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dia sedang dimanfaatkan orang lain.
Dan terhadap pangeran yang meladeni setiap tingkah Miko-sama karena pengaruh mantera pemikat lemah, Joshua hanya bisa memandangnya rendah.
Dalam pikiran Joshua, Nadarsia sebaiknya melebur jadi satu dengan Kerajaan Naga demi penduduk Nadarsia, yang adalah hal yang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Sudah ditetapkan oleh Raja Naga pertama yang membentuk aliansi empat negara besar, bahwa serangan terhadap negara lain dengan niat untuk melebarkan wilayah kekuasaan sangatlah dilarang. Akan tetapi, tidak masalah jika Nadarsia secara sukarela mengusulkan penggabungan kedua negara. Malahan, negara-negara lain di sekeliling Kerajaan Naga melakukan hal tersebut untuk mendapatkan perlindungan dari Raja Naga.
…siapa yang sedang melawak saat ini? Si raja keras kepala dan para pendeta Nadarsia tidak pernah mempertimbangkan hal itu. Hal terbaik yang bisa Kerajaan Naga lakukan adalah mempertahankan diri mereka dari serangan Nadarsia.
Joshua merenungkan sejenak masalah itu.
Pasti ada bangsawan atau aristokrat di negara ini yang khawatir dengan ketidakstabilan negara mereka sendiri. Seharusnya ada orang-orang di sekitar raja yang sangat menentang ide perang ini dan mendesak rencana perdamaian.
Orang yang menjadi penghalang terbesar bagi orang-orang tersebut adalah Miko-sama. Demi mendapatkan kembali sahabatnya, dia menyatakan perang dengan Kerajaan Naga.
'Dengan Miko-sama, yang diramalkan membawa negara pada kemakmuran memimpin di garis depan pertempuran, kita pasti akan menang, bukan?' Saat pikiran semacam itu mulai menyebar, orang yang tadinya tidak percaya berubah menjadi penganut yang buta.
Dan kemudian, sihir berhenti bekerja. Karena itu, perselisihan dalam negara malah semakin memburuk dalam kecepatan yang mengkawatirkan.
Kalau begini, melenyapkan pemicu perang ini, yaitu sang Miko-sama, perang secara efektif akan berakhir bahkan sebelum dimulai.
Itulah yang Joshua pikirkan.
Tanpa harus membunuhnya, mungkin ada jalan untuk membuat Miko-sama meninggalkan negara ini. Itu benar, sama seperti Miko-sama yang dapat menggunakan 'sihir pemikat', begitu pula Joshua. Kenyataannya, itu adalah salah satu spesialisasinya. Orang dari ras Naga yang memiliki kekuatan sihir yang besar seperti dirinya ini dapat dengan mudah mengendalikan seorang manusia dengan kekuatan sihir yang lemah.
Tugas untuk melenyapkan orang yang memimpin pasukan adalah hal yang begitu mudah bagi Joshua, tapi hal lain membuatnya merasa terganggu.
Berpikiran demikian, Joshua menyusup ke dalam kuil di tengah malam. Targetnya? Buku ramalam yang memiliki informasi mengenai sang Miko-sama. Menurut penyelidikannya, buku ramalan tersebut disimpan di dalam ruangan kepala pendeta. Bersembunyi dalam bayangan, menyelinap melewati para penjaga yang berpatroli, Joshua membuka jalan menuju ruang kepala pendeta. Dia kemudian menyebarkan debu tidur ke sekitar ruangan dengan sihir angin. Ini supaya suara berisik tidak akan membangunkan si kepala pendeta.
Menduga akan sulit untuk menemukan buku itu, Joshua terkejut ketika pencariannya sama sekali tidak banyak memakan waktu karena buku itu dengan mudahnya ditemukan bertumpuk di rak buku. Setelah membaca buku ramalan itu, Joshua menghela napas berat.
"Sudah kuduga…" (Joshua)
Selama ini, Joshua tidak mengerti sesuatu.
'Rambut keemasan dan mata biru.' Miko-sama yang dipilih berdasarkan ciri-ciri tersebut, ternyata sebenarnya tidak memiliki hal tersebut.
Kenyataannya, stok lensa kontak berwarnanya habis dan rambutnya yang diwarnai mulai tumbuh. Orang-orang yang menyebut dia penipu, langsung dibunuh oleh raja. Raja memberikan pernyataan bahwa 'mata dan rambut hitam juga adalah ciri-ciri yang langka'.
Ada kebenaran dalam pernyataan tersebut. Akan tetapi, Miko-sama adalah sosok penting di Nadarsia. Raja mungkin tidak akan memikirkan alasan lain untuk menutupi perubahan penampilan mendadak Miko-sama. Belum lagi, ada orang lain dengan ciri-ciri yang sama di antara mereka yang ikut dipanggil. Jika orang tersebut memiliki ciri warna yang sama, dia juga bisa menjadi Miko-sama. Berharap bahwa orang-orang itu tidak menyadari kontradiksi informasi yang gambling ini, Raja berkeras bahwa Miko-sama memang benar adalah sang Miko-sama tidak peduli bagaimana penampilannya saat ini.
Kenapa… …? Jawaban untuk hal itu tertulis di dalam buku ramalan yang Joshua sedang pegang.
"Seberapa busukkah negara ini? Aku tidak bisa begitu saja membawa Miko-sama palsu dari negara ini sekarang. Aku penasaran apakah Yang Disayangi akan murka kalau dia tahu penipuan ini?" (Joshua)
Membayangkan kekacauan yang mungkin terjadi akibat hal itu, membuat hawa dingin menuruni punggungnya.
"Ini gawat, sangat gawat. Aku harus mendiskusikan ini dengan Nenek." (Joshua)
Setelah meninggalkan kuil, Joshua kembali mengumpulkan informasi tentang Nadarsia hari demi hari. Setelah beberapa waktu, dia menerima perintah untuk kembali dan tugas baru.
"Hah?! Mencari keberadaan mempelai wanita masa depan Raja Naga?! Dia adalah manusia dengan rambut pirang platina dan mata berwarna lapis lazuli…" (Joshua)
Kombinasi warna spesifik ini mirip dengan Miko-sama di Nadarsia, tapi gadis itu tidak pernah meninggalkan Nadarsia. Joshua tahu pasti hal itu.
"Yang benar saja?! Mengumpulkan informasi adalah tugasku. Aku benar-benar tidak terlibat apapun dalam urusan pencarian mempelai wanita ini…"
Meski begitu, dia sama sekali tidak dapat menolak perintah tersebut. Lagipula, seseorang dengan ciri-ciri fisik seperti itu akan dengan mudahnya ditemukan, begitulah pikir Joshua.
"Kuharap orang ini bukanlah seseorang yang dapat berubah warna seperti Miko-sama." (Joshua)
Sayang sekali, tidak hanya warna, gadis itu ternyata mengubah rasnya juga. Itu baru akan diketahui olehnya setelah sekian lama…


Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 14 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.