09 Oktober 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 13 WN Bahasa Indonesia



HADIR DI ISTANA

Aku saat ini berada di rumah Klaus. Karena begitu luar biasa banyaknya hal yang  … tidak ada yang harus dilakukan, aku menguap kembali.
Setelah beberapa lama, para peri kembali.
Ruri, kami kembali~
Selamat datang kembali. Dari mana kalian semua pergi? (Ruri)
Lydia-sama meminta kami mengantarkan sesuatu~
『'Pergi berikan bola mata berambut menggantikanku' katanya~
Kami cukup berjuang melakukan misi bola mata berambut kami~
Aku mengerti….Dari mana sebenarnya Lydia belajar kata vulgar seperti bola mata berambut itu…dan pada siapa kalian melakukannya?" (Ruri)
Lydia dengan lidahnya yang kadang-kadang tajam. Sepertinya karena pengaruh dari kontraktor sebelumnya, dia terkadang mengatakan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan wanita.
Ngomong-ngomong, berapa lama lagi Ruri tetap  menjadi kucing?
Hmm, aku benar-benar ingin berubah kembali menjadi wujud manusiaku saat ini. Tapi, Klaus akan terkejut kalau saat dia kembali dan melihat manusia dan bukannya kucing yang sedang menunggunya, 'kan? Karena itulah, aku akan melakukannya saat dia pulang. (Ruri)
Baru saja dibicarakan, pintu terbuka dan Klaus memasuki ruangan. Seorang pria dengan rambut biru pendek dan mata sewarna zamrud mengikuti di belakangnya. Dibandingkan dengan Klaus, pria tersebut memiliki aura militer yang membuatnya sangat mencolok. Dia memberikan kesan menenangkan saat dia mengarahkan tatapannya padaku.
Dan siapa orang yang di sana itu? (Ruri)
"Orang ini adalah pengawal pribadi Raja Naga, Finn." (Klaus)
Setelah Klaus memperkenalkan dia padaku, Finn membungkuk tanpa suara padaku.
(Orang sehebat dia muncul—!)
Sementara aku masih mencoba memproses informasi tersebut, Klaus berlutut di depan sofa dan menatapku.
"Setelah berdiskusi dengan Yang Mulia, kami akan sangat senang menyambut Anda di istana kerajaan. Jika Anda tidak keberatan, bersediakah Anda berbaik hati untuk hadir di istana?" (Klaus)
 Bagaimana kalau saya tidak mau? Apa yang akan Anda lakukan kalau begitu? (Ruri)
Aku berkata demikian sambil menelengkan kepalaku sedikit. Mungkin aku hanya membayangkannya saja, tapi rasanya Klaus entah kenapa bersikap jauh lebih sopan dengan berkata-kata dan perlakuannya terhadapku.
"Jika itu yang Anda inginkan, Anda dipersilakan untuk tinggal di sini. Finn akan ada di sini untuk mengawal Anda selama Anda tinggal di sini." (Klaus)
Eh? Bukankah dia pengawal pribadi Raja Naga? (Ruri)
"Ini adalah perintah dari Yang Mulia bahwa keinginan Anda adalah hal yang paling utama. Jika Anda merasa enggan dengan gagasan mengunjungi istana kerajaan, kami tidak ada niatan untuk memaksa Anda." (Klaus)
Dengan kata lain, pengawal pribadi Raja akan mengikutiku. Kenapa orang hebat seperti dia diberikan padaku adalah sesuatu yang sama sekali tidak kumengerti. Aku pun waspada saat teringat dengan peringatan Chelsea tentang kemungkinan aku digunakan dalam masalah politis Kerajaan.
Kalau saya pergi ke istana kerajaan, apa yang harus saya lakukan? Misalnya, apakah saya akan diminta untuk melakukan sesuatu…?
"Tidak ada hal semacam itu. Anda bebas untuk melakukan apapun yang Anda inginkan. Satu-satunya hal yang berbeda adalah tempat Anda tinggal. Alih-alih di rumah saya, Anda akan tinggal di istana kerajaan. Gerak-gerik Anda tidak akan dibatasi dalam cara apapun. Apalagi, ibu saya secara khusus telah meminta supaya saya menjaga Anda." (Klaus)
Secara pribadi, aku ingin menolak tawaran itu. Kalau alasannya diberitahukan dengan cara sombong, akan mudah bagiku untuk menolak usulan tersebut. Akan tetapi, diminta dengan cara sesopan itu, aku tidak tega untuk menolaknya. Terlebih lagi, aku tidak bisa merepotkan orang yang menjagaku dengan sikap egoisku.
Klaus adalah orang dipercaya untuk mengurusku oleh Chelsea. Jika itu adalah keinginannya supaya aku pergi ke istana kerajaan, aku yakin tidak ada hal buruk yang akan terjadi.
Baiklah. (Ruri)
"Terima kasih atas pengertian Anda." (Klaus)
Klaus terlihat merasa lega setelah mendengar jawaban persetujuanku. Saat aku memikirkan posisi Klaus tentang masalah ini, kemungkinan besar dia harus menyeimbangkan antara memenuhi perintah Raja dan keinginan ibunya terhadap dia. Aku jadi sedikit merasa kasihan padanya.
Tidak diketahui olehku, rasa lega Klaus sebenarnya adalah karena kesuksesannya memohon padaku untuk mengunjungi istana kerajaan tanpa menyebabkan kemarahan peri-peri.
"Baiklah kalau begitu, mari kita pergi?" (Klaus)
Dengan kereta kuda yang sudah dipersiapkan, kami bertiga berangkat ke istana kerajaan. Sedangkan para peri, mereka terbang di sekitar luar kereta. Sepertinya mereka tidak begitu suka tempat sempit.
"Uh…boleh saya tahu sampai ke tingkat apa para peri menuruti Anda, jika Anda tidak keberatan?" (Klaus)
Mereka tidak pernah menolak apapun yang saya minta pada mereka. (Ruri)
"Sebagai contoh, jika Anda dilukai orang lain, bukan dengan sengaja tentunya, dan para peri menyerang untuk membalas. Jika Anda meminta mereka untuk menghentikannya, akankan mereka menuruti Anda?" (Klaus)
Ah, itu kadang-kadang terjadi. Saat itu terjadi, kalau saya menghentikan mereka, mereka akan menghentikan serangan mereka. (Ruri)
Pertanyaan demi pertanyaan muncul selama perjalanan kami ke istana kerajaan. Topiknya sebagian besar tentang para peri. Itu adalah topik yang menyenangkan bagiku. Akan tetapi, Klaus dan Finn tidak merasakan hal yang sama. Mereka menyelidiki untuk mengetahui orang seperti apakah aku ini sebelum pertemuanku dengan Raja Naga.
Bagaimana tidak membuat marah para peri, topik pembicaraan apa yang tidak boleh disinggung Raja Naga, sampai sejauh mana tingkat keakraban yang diperboleh, dan lebih banyak lagi yang mereka simpulkan dari percakapan kami.
Ini adalah sebuah langkah penting untuk dilakukan sebelum membiarkanku tinggal di istana kerajaan. Tidak akan berlebihan untuk mengatakan bahwa hidup mereka bergantung pada hal ini. Aku, tentu saja tidak menyadari itu sama sekali.
Akan tetapi, dari percakapan kami, mereka mendapat kesan bahwa aku adalah seekor kucing dengan cara berpikir dan memandang dunia yang umum. Klaus menyimpulkan bahwa itu semua karena didikan dari ibunya.
Aku menatap Klaus saat dia membuat ekspresi lega. Merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat, aku baru saja akan menyinggung tentang gelangku. Hal itu tidak membuahkan hasil saat aku membeku setelah mendengar kalimat berikutnya dari Klaus.
"Syukurlah Anda bukan manusia." (Klaus)
Dia mengatakan itu dengan nada dingin. Finn menunjukkan persetujuannya tanpa mengatakan apapun.
…Apakah buruk kalau saya adalah manusia?(Ruri)
Aku merasa senang bahwa aku bisa berkomunikasi secara telepati. Kalau tidak, aku tidak yakin aku bahkan bisa secara lisan menanyakan pertanyaan itu.
"Manusia mudah jatuh dalam godaan akan kekuatan. Apalagi, keinginan mereka tidak berdasar. Tidak puas dengan apa yang sudah mereka miliki, mereka terus haus untuk mendapatkan lebih, dan bersedia melakukan apapun tidak peduli konsekuensinya untuk mendapatkannya." (Finn)
"Seorang manusia pernah terpilih sebagai Yang Disayangi di masa lalu. Dia menyalahgunakan kekuatannya, melakukan apapun yang diinginkannya." (Klaus)
"Itu benar. Hanya dengan memikirkan seorang manusia memiliki kekuatan sihir sebesar Anda adalah hal yang menakutkan." (Finn)
Finn akhirnya bicara. Itu menyimpulkan semua pembicaraan mengenai Yang Disayangi.
Saat aku bisa merasakan kebencian mereka terhadap manusia lewat percakapan ini, aku pun berkeringat dingin. Kalau aku tidak adalam wujud kucingku, aku mungkin akan berekspresi sangat buruk sampai aku akan terlihat dengan jelas di manakah aku berada dalam percakapan ini.
(Aneh, kupikir Kerajaan Naga adalah sebuah negara di mana manusia dan ras berbeda lainnya hidup bersama dengan rukun…?)
Kebalikan dari apa yang kupercaya bagaimana negara ini berjalan, sepertinya ada semacam ketidakcocokkana di antara rakyatnya. Aku langsung berhenti menceritakan pada mereka siapa sebenarnya aku ini.
(Ku-kurasa akan lebih baik terus berpura-pura kalau aku ini kucing untuk waktu yang lebih lama…)
Untungnya Klaus dan Finn bahkan tidak meragukan identitasku sebagai kucing. Kalau aku mengungkapkan yang sebenarnya bahwa aku ini adalah manusia setelah mendengar begitu banyak hal dari mereka, aku penasaran akan seperti apa mereka memperlakukanku? Hanya memikirkannya saja membuatku gelisah. Aku tidak yakin apa yang mereka rasakan tentang masalah itu, tapi aku akan menunda keputusanku untuk mengatakan yang sebenarnya setelah melihat bagaimana semua berjalan nantinya.
Begitu kami mencapai istana raja, aku dipimpin menuju kantor raja secara langsung. Kami berpapasan dengan banyak orang selama perjalanan kami ke sana. Dan setiap kali, tidak diragukan lagi, mereka akan berhenti dan mengucek mata seakan memastikan bahwa mata mereka tidak keliru saat mereka melihat begitu banyak peri yang melayang di sampingku. Alasan kenapa mereka tidak mendekatiku dengan penasaran adalah karena Klaus dan Finn, yang berdiri di depan dan di belakangku, memancarkan tatapan mengancam pada orang-orang yang mengamati.
* * *
Agete sedang mondar-mandir di depan kantor raja. Dia tidak bisa diam, begitu khawatir bahwa seseorang telah atau akan membuat suasana hati Ruri memburuk. Begitu Agete menyadari sosok Klaus dan yang lainnya, kerutan di dahinya entah bagaimana sedikit menghilang.
"Oh, Anda datang juga, Yang Disayangi! Nama saya Agete, penasihat Yang Mulia."
S-senang bertemu dengan Anda. Saya Ruri… (Ruri)
* * *
Agete terlihat lebih tua daripada Chesela.
Matanya berwarna merah. Dan meskipun dia berumur segitu, dia memiliki rambut putih panjang yang membuatnya terlihat seperti seorang pertapa gunung. Dan pada akhir rambut panjangnya yang memikat, ada…sehelai pita. Ya, sehelai pita, dengan pola polka dot warna merah muda dan putih. Benar-benar pilihan yang imut.
Aku berjuang untuk menahan tawaku karena perbedaan besar antara yang kuduga dengan kenyataan yang ada. Karena tidak sopan untuk menertawakan orang yang baru saja kau temui, aku bisa bilang dengan sangat yakin bahwa ini adalah usaha paling kerasa yang pernah kulakukan untuk menahan tawaku.
Tanpa menyadari ekspresiku, Agete memanduku ke ruang kerja raja.
Di ruangan itu terdapat sebuah meja yang penuh dengan dokumen, dan seorang Raja Naga yang memeriksa dokumen-dokumen tersebut. Dia menghentikan kegiatannya dan memandangiku.
Aku langsung melayang (secara kiasan) saat mata kami bertemu.
(Woah, orang yang begitu menawan.)
Mata yang sipit. Rambut berwarna hitam pekat agak panjang namun tidak terlalu sehingga dia bisa mengikatnya di atas bahu.
Matanya yang berwarna hijau terlihat seakan menelanku. Aku merasakan déjà vu namun segera mengenyahkannya setelah melihat wajah Raja Naga yang sepertinya dibuat oleh dewa dengan sangat cermat hingga sempurna. Dia terlihat begitu sempurna sampai dia terasa seperti manusia.

Tak ada rotan akar pun jadi, gk ada versi LN, comot dari manga pun oke, ehehe

Klaus dan Finn juga tampan. Sepertinya orang-orang suku Naga rata-rata rupawan. Aku tidak bisa banyak berkomentar tentang penampilan mereka saat ini, tapi Agete dan Chelsea kemungkinan juga sangat menawan ketika mereka masih muda.
Karena urusan kerja ibuku, aku berkesempatan untuk bertemu dengan begitu banyak orang-orang cantik dan tampan. Akan tetapi, kesempurnaan specimen di depanku ini begitu melampaui ekspetasi dan definisiku tentang 'kecantikan dan keindahan'.
Raja Naga mengerutkan keningnya karena suasana aneh di ruangan ini. Meskipun Raja Naga tidak dapat mengetahui wajah aneh yang saat ini kubuat, diriku yang sama sekali tidak bergerak dan terus-menerus menatapnya membuat dia tidak tenang.
"Apa ada sesuatu di wajahku?" (Raja Naga)
Dengan satu kalimat itu, aku kembali tersadar dan menggelengkan kepala.
Oh, tidak. Bukan apa-apa. (Ruri)
"Senang mendengarnya." (Raja Naga)
Raja Naga berdiri dari meja kerjanya dan berjalan menuju ke sofa. Dia membuat gerakan yang mempersilakan aku untuk duduk.
Awalnya, aku tidak bisa fokus pada apapun selain wajahnya. Akan tetapi, begitu aku mengamati suasana dan menyadari sosoknya sebagai raja, aku mulai merasakan tekanan hanya karena keberadaannya saja. Penampilannya yang menawan semakin memperburuk masalah.
Klaus dan yang lainnya berdiri di samping sebagai penonton, memperhatikan interaksiku dengan orang berpangkat tertinggi di negara ini. Akan tetapi, karena rasanya seakan-akan aku sedang diinterogasi, aku menjadi sedikit tidak nyaman.
* * *
Para peri yang menempel pada Ruri, mengamati setiap pergerakan sekecil apapun, sambil memberikan tatapan mengancam pada orang-orang di sekitar gadis itu. Pesannya sudah jelas dan gambling, 'Jangan berani menjahati Ruri!'
Klaus dan yang lainnya mengerti situasinya dan merasa panik dalam diam, melihat ke sana ke mari dengan gugupnya, mencoba untuk mengatasi situasi itu. Raja Naga kemudian tidak berbicara kepada Ruri tapi pada Klaus dan bawahannya yang lain.
"Bisakah kalian mengosongkan ruangan ini?" (Raja Naga)
"Huh? Tapi Yang Muli…" (Agete)
Tidak yakin apakah aman bagi sang Raja Naga untuk sendirian saja dengan Ruri, Agete merasa ragu untuk mengikuti perintah tersebut. Tapi setelah dibungkam oleh tatapan Raja Naga, semua bawahan pun meninggalkan ruangan.
"Aku minta maaf. Sejujurnya, mereka pun sama gugupnya denganmu. Itu karena sudah bergenerasi-generasi sejak Kerajaan Naga memiliki seorang Yang Disayangi." (Raja Naga)
* * *
Saat ini, hanya ada aku, Raja Naga dan para peri. Aku merasa jauh lebih santai saat Raja Naga tiba-tiba memulai percakapan dengan nada lembut dan ramah.
Tidak perlu meminta maaf. Saya tidak bisa menyalahkan mereka yang merasa waspada dengan kemunculan saya yang mendadak. (Ruri)
"Aku senang kau berpikir begitu. Berbicara tentang rencanamu, apa yang kau rencanakan untuk lakukan di Ibu Kota? Kudengar kau diutus ke sini pada Klaus oleh Chelsea, tapi apakah kau ada tujuan lain selain itu?" (Raja Naga)
Saya tidak benar-benar punya tujuan semacam itu… Salah satu alasan saya datang ke sini adalah untuk lebih mempelajari dunia ini dan orang-orangnya. Bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka, semacam itulah. Chelsea berkata bahwa setelah saya mendapatkan gambarannya, saya akan dapat menggunakannya sebagai referensi tentang bagaimana saya akan menjalani kehidupan saya mulai sekarang.(Ruri)
"Kau tidak terdengar antusias dengan hal itu." (Raja Naga)
… … (Ruri)
Karena aku masih berniat untuk kembali ke dunia asalku, tidak ada gunanya bagiku untuk mendapatkan pengetahuan mengenai dunia ini. Menyadari sedikit ketidakpuasanku dari caraku menjawab, Raja Naga melontarkan sebuah kalimat yang tepat sasaran.
Aku tidak bisa menjawabnya. Raja Naga dengan begitu hebatnya memahami situasi dan tidak menyelidiki lebih jauh masalah itu.
"Jangan khawatir. Aku tidak ada niatan untuk mencampuri urusanmu. Akulah yang meminta Klaus untuk membawamu ke istana ini, jadi janganlah merasa kau memiliki kewajiban atau semacamnya. Pakaian dan makanan akan disediakan oleh kami. Jika ada sesuatu yang kau butuhkan, katakan saja." (Raja Naga)
Terima kasih banyak. (Ruri)
"Aku bisa mempekerjakan seorang guru untukmu jika kau ingin lebih mengetahui tentang dunia ini. Kau bebas untuk bergerak tanpa larangan apapun. Akan tetapi, akan sangat membantu jika kau mau memberi tahu seseorang sebelum kau meninggalkan istana." (Raja Naga)
Baik (Ruri)
Aku diberikan sambutan yang sangat baik. Meninggalkan pesan sebelum pergi adalah sebuah kesepakatan yang dengan senang hati akan kulakukan.
"Sebagai gantinya, aku ingin meminta bantuanmu. Jika kau menemui situasi di mana kau terluka atau diperlakukan tidak baik, tolong katakan padaku tanpa ragu-ragu. Aku akan menangani masalah itu secara langsung. Jadi, tolong hentikanlah kemarahan para peri." (Raja Naga)
Raja Naga melirik cepat pada peri-peri.
Adalah hal yang mustahil bahkan bagi Raja Naga sekalipun untuk menghentikan kemarahan para peri. Bahkan saat ini, peri-peri bertindak sebagai penghalang absolut, melindungiku. Ini adalah satu-satunya permintaan untukku dari Raja Naga. Untuk sebuah negara yang tidal memiliki Yang Disayangi untuk waktut yang lama, Raja Naga saat ini sedang menjelajah kembali zona perbatasan dari hubungan ini. Permohonan putus asa Raja Naga cukup dimengerti.
Saya akan mengatakan pada para peri untuk tidak mengambil tindakan yang tidak diperlukan. Kalian semua, sekalipun aku diserang, dilarang untuk membalas, mengerti? (Ruri)
Aku mengalihkan tatapanku dari Raja Naga dan melihat ke arah peri-peri sambil berkata begitu. Para peri menjawab dengan semangat tinggi.
Ba-ik
Siap~
Raja Naga merasa lega setelah melihat sikap ramahku dan pemandangan di mana para peri mengatakan akan mengikuti perintahku. Meskipun tidak yakin apakah para peri itu serius atau tidak.
"…Ada satu permintaan terakhir yang ingin kuminta darimu." (Raja Naga)
Dan apa itu? (Ruri)
"Umm…Apa tidak masalah bagiku untuk mengelus kepalamu?" (Raja Naga)
Maaf? (Ruri)
Aku menyipitkan mata sambil meminta Raja Naga mengulangi pertanyaannya.
Raja Naga, merasa malu dengan pertanyaannya, memalingkan wajahnya dariku. Wajahnya begitu merah padam.
"Y-yah, kau tahu…orang-orang dari suku Naga sangatlah kuat. Terlebih lagi Raja Naga, yang dipilih berdasarkan pada siapa yang memiliki kekuatan terbesar. Aku sangat menyukai hewan seperti kucing dan anjing. Aku pernah mencoba untuk memelihara mereka berkali-kali, tapi karena hewan-hewan secara insting takut padaku, mereka selalu menggila dan melarikan diri dariku. Karena itulah, aku tidak pernah bisa menyentuh hewan kecil apapun…" (Raja Naga)
Ah, ada penggemar hewan berbulu di sini. Bertolak belakang dengan penampilan kerennya, celah antara penampilan luar dan sifatnya sangatlah lebar.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak ingin." (Raja Naga)
Silakan, tidak apa-apa~
Aku disediakan dengan kebutuhan hidupku sehari-hari. Sesuatu seperti mengelus kepalaku adalah harga yang kecil.
Setelah mendengar jawabanku, Raja Naga tersenyum lebar dan mulai mengelus kepalaku dengan gugup.
Dia sepertinya khawatir kalau aku akan merasa takut atau semacamnya. Tapi setelah dia merasakan bahwa aku tidak akan ke mana-mana dalam waktu dekat, dia mulai mengelus kepalaku dengan tulus. Merasakan kenyamanan dengan cara Raja Naga mengelusku seakan aku adalah objek yang rapuh, aku menutup mataku dan menikmati sensasi menyenangkan yang saat ini menyusuri kepalaku.
Karena ini adalah kesempatannya yang pertama kali dengan seekor kucing, sepertinya kegiatan mengelus ini tidak akan segera berhenti. Akan tetapi, khawatir karena mereka diminta untuk pergi dan tidak dipanggil bahkan setelah waktu berlalu begitu lama, Agete dan yang lainnya bergegas masuk ke dalam ruangan.
Merasa saat-saat membahagiakannya terganggu, Raja Naga melotot marah pada Agete…
  

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 13 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.