Jumat, 05 Oktober 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 12 WN Bahasa Indonesia



YANG DISAYANGI

—— Aku akan mengirimkan padamu seorang gadis bernama Ruri dalam waktu dekat. Tolong jaga dia selama dia di sana.-—--
Sebuah kalimat singkat namun padat dikirim pada Klaus lewat cermin air beberapa hari sebelum kedatangan Ruri ke Ibu Ktota.
Itu adalah sebuah pesan dari ibunya yang meninggalkan rumah agar anak-anaknya mewarisinya sementara dia membuat hutan menjadi tempat tinggalnya yang baru di usia tuanya. Sudah menjadi fakta umum bahwa ras naga menganut ideologi didikan bebas. Akan tetapi, meskipun anak-anak Chelsea semuanya berhasil mendapatkan pekerjaan di istana, mereka masih tidak merasa yakin dengan diri mereka sendiri. Mereka telah menyatakan ingin supaya ibu mereka tetap tinggal dengan mereka sampai mereka menjadi orang dewasa yang baik.
Akan tetapi, Chelsea mengaatakan ini pada mereka.
"Kalian semua adalah keturunanku dan orang itu. Aku tahu kalian akan baik-baik saja!" (Chelsea)
Mereka tidak bisa lagi membantah kenyataan itu. Dari kata-kata itu sendiri, mereka tahu bahwa rasa sayang keibuan yang dia miliki bagi mereka itu senyata kehidupan itu sendiri.
Chelsea selalu menjadi orang yang aneh sejak lama. Dan dengan janji bawa dia akan mengontaknya secara rutin, Klaus pun menyerah untuk menghentikannya meninggalkan rumah.
Dari ibunya ini, datang kiriman yang tidak dia duga.
Klaus menyusuri ingatannya di masa lalu, tapi dia tidak ingat orang yang bernama Ruri. Sepertinya masuk akal karena dia adalah seseorang yang ditemui ibunya setelah dia memulai kehidupan di dalam hutan. Meskipun Klaus berpikir bahwa tidak biasanya ibunya meminta hal seperti ini, dia tidak terlalu memikirkannya.
Beberapa hari kemudian setelah itu dia bertemu dengan si kucing putih dan peri yang menemaninya di luar kediamannya, tepat ketika dia akan pergi ke istana kerajaan. Kejutan tidak hanya sampai di kombinasi langka kucing + peri, kejutan lain pun terus berdatangan.
Dari surat, dia berpikira bahwa 'Ruri' yang disebut-sebut sebelumnya adalah manusia. Akan tetapi, yang muncul di hadapannya, ternyata seekor kucing. Ditambah dengan surat yang dipercayakan untuk diserahkan padanya, kucing di depannya ini tidak diragukan lagi adalah bantuan dari ibunya. Kalimat yang lebih menggelisahkan lagi…tidak, lebih tepatnya kata 'memperingatkan' yang tertulis di dalamnya
—— Bantuan yang kukirimkan padamu adalah Yang Disayangi. Kau bahkan sebaiknya tidak membuat dia tergores sedikit pun! Ruri tidak tahu bahwa dia adalah Yang Disayangi dan apapun mengenai dunia ini. Jadi tolong ajar dia cara berpikir dunia ini. ——
Yang Disayangi…
Klaus gemetar begitu kata tersebut muncul. Meski begitu, hanya ada satu peri di depannya. Bukan hal yang aneh jika dua atau tiga pergi mengelilingi satu individu yang sangat disukai para peri. Memiliki hanya satu peri tidak langsung membuatnya menjadi Yang Disayangi.
Namun, setelah bertanya untuk memastikan, Klaus dikepung oleh para peri dalam jumlah yang tak masuk akal yang tidak pernah di saksikan sebelumnya seumur hidupnya.
'Aku tidak percaya dia bisa menyerahkan sosok seperti ini padaku.'
Klaus mengungkapkan rasa tidak puas pada ibunya dalam pikirannya.
Menilai situasi dengan cepat dalam kepalanya, Klaus mengambil langkah selanjutnya tanpa ragu. Dia melarang siapapun yang saat ini tinggal dalam kediamannya untuk memasuki ruang tempat Ruri berada dan menuju istana kerajaan dalam kecepatan paling tinggi.
Klaus membuka pintu ke ruang kantor Raja dengan suara berdebam karena panik. Tidak menduga sama sekali tindakan semacam itu dari Klaus yang tenang dan sabar, Raja Naga dan para petugas di sebelahnya mau tidak mau menghentikan pekerjaan mereka.
"Saya ingin berbicara secara pribadi dengan Yang Mulia." (Klaus)
Raja Naga mengerutkan alis setelah mendengar kata-kata yang Klaus ucapkan secara mendadak begitu masuk. Namun, Raja Naga tidak membuang-buang waktu sama sekali untuk meminta semua orang kecuali beberapa bawahannya yang terpercaya untuk meninggalkan ruangan.
Sedikit orang yang hadir saat ini adalah Raja Naga, Klaus, Agete, Finn, dan menterinya, Euclase.
"Ada masalah apa, Klaus? Kau tidak seperti biasanya." (Raja Naga)
"Yang Disayangi telah muncul." (Klaus)
Awalnya, kata-kata tersebut lewat begitu saja. Tapi sedetik kemudian, semua orang terbelalak.
"A-apa yang barusan kau katakan…?" (Raja Naga)
"Apakah itu benar?!" (Agete)
Raja Naga berusaha untuk terlihat tetap tenang, tapi dia jelas terdegar begitu terkejut. Di sampingnya, Agete begitu antusias, tidak sekedar seperti seseorang yang mengetahui bahwa dia baru saja mendapat undian berhadiah. Dia terlihat seakan bisa saja langsung saja memeluk dan merangkul siapa saja yang dia lihat untuk menunjukkan kegembiraannya.
Perbedaan sikap ini seperti siang dan malam, tapi sudah jelas keduanya benar-benar terpukau oleh berita tersebut. Hal tersebut berlaku pula untuk yang lainnya.
Yang Disayangi. Sosok yang dicintai para peri.
Dikatakan bahwa Raja Pertama Kerajaan Naga adalah seorang Yang Disayangi.
Muncul sekali saat bulan biru, Yang Disayangi membawa berkah sekaligus kehancuran bagi dunia ini.
Ada hukum tak tertulis di dunia ini yang ingin dicintai dan dilindungi oleh para peri. Peri-peri akan berkumpul di sekitar Yang Disayangi dan secara tidak langsung membuat tanah menjadi kaya dan subur. Untuk bisa mendapatkan Yang Disayangi bagi mereka sendiri, banyak negara melancarkan perang melawan satu sama lain setiap waktu di masa lalu. Kejadian masa lalu di mana para peri menghukum negara yang mencelakai Yang Disayangi juga tercatat dalam sejarah.
Setelah perang berulang kali, berdasarkan kesepakatan aliansi keempat negara besar, disetujui bahwa Yang Disayangi bukanlah milik negara tertentu. Yang Disayangi bebas untuk memilih negara atau tempat manapun yang ingin dia datangi atau tempati. Negara-negara kecil lainnya pun mengikuti keputusan yang dibuat keempat negara besar itu. Meski begitu, bukan berarti keinginan untuk mendapatkan Yang Disayangi bagi mereka sendiri itu menghilang.
Sudah menjadi pengetahuan umum untuk menempatkan Yang Disayangi dalam perlindungan negara mereka sendiri sebelum negara lain mendapat kesempatan untuk melakukannya.
"Yang Mulia! Kita harus bergegas membawa Yang Disayangi ke dalam perlindungan istana kerajaan. Dan berasal dari ras apa?!" (Agete)
"…Itu adalah seekor kucing." (Klaus)
"Manusia kucing maksudmu?" (Agete)
Dalam tingkatan demi-human, manusia kucing tidak memiliki kekuatan sihir yang tinggi. Ditambah dengan kenyataan bahwa begitu sedikit contoh di mana manusia kucing menjadi Yang Disayangi, Agete menjadi sedikit tertekan.
Itu karena kemampuan di antara Yang Disayangi tidaklah sama. Tergantung dari seberapa besar kekuatan sihir Yang Disayangi yang dicintai para peri, tingkat kerja sama yang disediakan para peri juga terpengaruh.
Meski begitu, sihir yang kuat tidak bisa digunakan jika si penggunanya tidak memiliki kapasita sihir yang kuat juga. Agete merasa berkecil hati karena dia pikir manusia kucing, dengan kekuatan sihir mereka yang lemah, tidak akan dapat memanfaatkan kekuatan para peri. Akan tetapi, dia kembali bersemangat setelah dia memikirkan bahwa memiliki Yang Disayangi di negara mereka ini saja sudah akan membawa kemakmuran di sini.
Klaus dengan enggan mengoreksi Agete mengenai hal itu.
"Uh…Itu tidak sepenuhnya benar…Dia hanya kucing biasa, bukan manusia kucing." (Klaus)
"…seekor kucing? Bukan manusia kucing, tapi kucing biasa?" (Agete)
"Ya." (Klaus)
"Apa kau yakin itu?" (Raja Naga)
Klaus mengangguk menanggapi pertanyaan Raja Naga yang berbicara menggantikan Agete saat melihat Agete saat ini kehilangan kata-kata.
"Ya, saya yakin karena dia hanya memiliki satu ekor." (Klaus)
Perbedaan antara kucing dan manusia kucing adalah ekornya. Tidak seperti kucing biasa yang hanya memiliki satu ekor, manusia kucing biasanya mempunyai dua atau lebih ekor.
"Akan tetapi, akan kurang tepat mengatakan bahwa dia hanya kucing biasa. Namanya Ruri dan saya rasa dia memiliki kekuatan sihir yang setara dengan Yang Mulia…" (Klaus)
Saat mendengar itu, menteri Euclase, yang hanya mendengar percakapan itu sampai saat ini, langsung menukas.
"Seekor kucing dengan kekuatan sihr yang sama kuatnya dengan sang Raja Naga? Penghinaan! Anda pasti salah!" (Euclase)
"Awalnya, saya pikir kekuatan sihir yang saya rasakan berasal dari peri yang ada di sampingnya. Tapi tidak salah lagi mengenai hal itu. Ditambah lagi, dia bisa menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan saya, dan sepertinya dia sangat pandai." (Klaus)
"Kucing menggunakan telepati?!" (Euclase)
Klaus menceritakan kembali kejadian tersebut mulai dari dia menerima surat yang ditulis Chelsea hingga saat ini.
"Chelsea sialan…" (Agete)
Dari cara Agete merutuki nama Chelsea, dia mungkin memiliki perasaan yang sama dengan Klaus sebelum ini.
"Aku tidak yakin bagaimana Chesela bertemu dengan Yang Disayangi, tapi dugaanku kucing itu semacam hewan magis. Dikatakan bahwa sesekali, seekor makhluk buas dengan kepandaian tingkat tinggi akan lahir di tengah-tengah para hewan magis." (Raja Naga)
Klaus menyetujui perkataan Raja Naga.
"Itu benar. Saya pernah mendengarnya sekali dari ibu saya bahwa hewan magis dengan kekuatan sihir yang kuat bersembunyi di dalam hutan. Saya yakin, dia adalah hewan magis yang ibu saya bicarakan." (Klaus)
Tidak menyadari bahwa mereka telah membuat kesalahpahaman besar, semuanya mengangguk setuju. Percakapan berlanjut ke masalah tentang masa depan Yang Disayangi.
"Benar-benar bagus kalau kita bisa mengerti dia. Jadi, apa yang sedang dia lakukan?" (Raja Naga)
"Dia saat ini berada di rumah saya. Saya telah memberikan perintah tegas pada orang-orang yang tinggal di rumah saya untuk tidak mendekati dia. Jika bisa, saya ingin mencegah apapun yang mungkin bisa saja terjadi dan membuat para peri marah." (Klaus)
"Itu keputusan yang bijaksana. Bawalah dia ke istana untuk diurus di sini." (Raja Naga)
Klaus merasa lebih santai begitu mendengarnya.
"Itu akan jadi sebuah bantuan yang sangat besar. Ibu saya berkata bahwa Yang Disayangi kali ini tidak tahu cara berpikir dunia ini dan ingin saya untuk mengajarinya." (Klaus)
"Baiklah, aku akan membuat keputusan setelah bertemu dengannya." (Raja Naga)
"Jika dia tidak tahu tentang dunia ini, akan lebih mudah untuk mengendalikannya, bukan begitu?" (Agete)
Agete mengatakannya sambil tertawa.
Saat itulah, aliran udara dingn berhembus entah dari mana yang membuat Raja Naga dan yang lainnya bersikap waspada. Sementara mereka berjaga-jaga terhadap sekeliling, mereka melihat begitu banyak peri melayang di jendela terdekat.
"Peri-peri…?"
Kami datang untuk memberikan kalian peringatan.
Peringatan, peringatan.
Para peri terus mengulang kata 'peringatan' berkali-kali secara serempak. Bahkan tidak pernah tercatat kejadian di mana peri-peri melakukan apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Raja Naga dan bawahannya pun tanpa sadar menegang.
Peringatan nomor satu.
Nomor satu~
Sudah jelas para peri terlihat cukup bermusuhan, tapi karena kelakuan mereka, sulit untuk menganggapnya serius. Meskipun Raja Naga dan yang lainnya tahu kalau mereka seharusnya tidak bersikap santai, tapi mereka mau tidak mau teralihkan oleh hal itu.
Kalian tidak boleh menyakiti Ruri dengan cara apapun.
Yang menyakiti Ruri akan mendapat kematian yang menyakitkan~
Saat nama 'Ruri' disebut, semua orang dalam sekejap tahu siapa yang sedang dibicarakan.
Peringatan nomor dua!.
Nomor dua~
Kalian tidak boleh mengabaikan keinginan Ruri!
Kami semua akan menjatuhkan hukuman pada yang melakukannya~
Euclase maju bertanya.
"Jadi tidak masalah jika kami membujuk dia dan membiarkan dia menyetujuinya sendiri, apakah itu benar?" (Euclase)
Para peri berkumpul mendekat dan mulai bergumam satu sama lain. Begitu mencapai kesepatakan, mereka kembali posisi mereka sebelumnya.
Kalau Ruri bilang tidak apa-apa, maka tidak apa-apa. Tapi memaksanya tidak diperbolehkan.
Apa yang kami ingin coba katakan adalah memanfaatkan ketidaktahuannya untuk kepentingan kalian adalah sama sekali tidak boleh.
Berikutnya, peringatan nomor tiga~
Kalau kalian membuat Ruri sedih…
Kami akan menyerang dengan Api~ Kami akan menyerang dengan Air~
Baik peri air dan peri api berbicara bersamaan. Mereka mulai berdebat secara mendadak tentang siapa dari mereka yang sebaiknya menyerang.
Bagi Raja Naga dan bawahannya, negara akan menghadapi tingkat kehancuran yang parah tidak peduli apa pilihannya. Namun, para peri mengobrolkan masalah mengerikan itu seakan mereka sedang menentukan apakah mereka akan makan sereal atau roti panggang untuk sarapannya.
Kenapa tidak keduanya?
Setelah entah peri yang mana memberikan ide itu, peri-peri yang lain berekspresi seakan itu adalah ide yang sangat bagus.
Ya! Setelah membakar semuanya dengan api, kit akan menyiram semuanya dengan air.
Ayo panggil peri yang lain dari luar ibu kota juga!
Ya~‼
Para peri mengangkat tinjunya ke udara. Euclase yang memucat langsung mati-matian berteriak pada peri-peri itu yang kelihatannya mereka benar-benar bersiap untuk terbang dan melakukan hal itu.
"Tolong tunggu sebentar! Kami bahkan belum melakukan apapun pada gadis itu!" (Euclase)
Ah.
Mendengar perkataan Euclase, para peri yang sama sekali lupa dengan tujuan kedatangan mereka, berubah menjadi malu-malu.
Ehehe, itu benar.
Oops, kami salah~
Kalau bukan karena Euclase, peri-peri itu mungkin telah mulai melakukan penghancuran besar-besaran pada negara ini begitu saja. Menyadari hal itu, hawa dingin menjalari tulang punggung semua orang yang hadir.
Bagaimanapun juga, melindungi dia adalah prioritas di atas segalanya.
Ingat kalau kami tidak akan pernah memaafkan kalian kalau kalian menjahati Ruri. Baiklah kalau begitu, selamat tinggal~
Semua orang yang di ruangan itu hanyut dalam pikiran mereka begitu para peri meninggalkan ruangan. Keheningan berlanjut untuk beberapa saat. Raja Naga adalah orang pertama yang memecah kesunyian.
"Klaus, bisakah Yang Disayangi mengendalikan emosinya? Kalau dia tidak bisa diprediksi dan egois seperti seorang bayi, semuanya tidak akan terlihat bagus untuk kita di masa yang akan datang." (Raja Naga)
Itu pernyataan yang sangat tepat. Jika Ruri menginginkannya, sebuah negara mungkin akan tamat. Bukan hal yang lucu kalau dia sampai mengeluh tentang sesuatu yang sangat remeh dan menyebabkan para peri melancarkan serangan. Kerusakannya akan sangat besar kalau sifat dan kesabarannya seperti anak kecil, atau malah kurang dari itu.
"Ya. Dari yang bisa saya pastikan, saya merasa yakin dengan hal itu. Saat saya berbincang dengannya, dia tenang dan sopan sepanjang waktu. Ah, omong-omong, dia bahkan memarahi peri itu." (Klaus)
"Dan peri tersebut mendengarkannya?" (Raja Naga)
"Ya. Saat dia mengatakan pada mereka untuk diam, mereka langsung melakukannya." (Klaus)
Raja Naga memikirkan masalah itu secara mendalam dan memberikan keputusan yang sama seperti sebelumnya.
"Aku akan membuat keputusan setelah bertemu dengannya secara langsung. Apakah Yang Disayangi menerima usulanmu yang menginginkannya tinggal di istana kerajaan?" (Raja Naga)
"Tidak begitu ingin untuk datang…" (Klaus)
Tepat setelah mereka mendapatkan peringatan dari para peri. Klaus menjawab Raja Naga dengan suara pelan.
"Kalau begitu, kembalilah dan pastikan niatnya. Jika dia tidak menyukainya, kau tidak perlu membawa untuk datang. Finn, pergilah bersamanya. Jika Yang Disayangi tidak berniat untuk datang, tinggalah di situ dan jadilah pengawalnya." (Raja Naga)
"Baik!" (Klaus)
"Ya, Yang Mulia!" (Finn)
Klaus dan Finn membungkuk dan kemudian meninggalkan ruangan.
Raja Naga menghela napas yang jelas memperlihatkan bahwa banyak hal telah meningkat menjadi sangat merepotkan.
"Sudah lama sekali sejak Kerajaan Naga memiliki seorang Yang Disayangi. Apakah ini adalah kejadian yang normal bagi negara-negara yang mempunyai Yang Disayangi?" (Raja Naga)
Raja Naga menyampaikan pertanyaannya ini pada kedua bawahannya yang tersisa, Agete dan Euclase. Tapi keduanya menggelengkan kepala.
"Saat ini, Kerajaan Roh dan Kerajaan Hewan Buas sama-sama memiliki seorang Yang Disayangi di negara mereka. Akan tetapi, tentang peri yang muncul dan memberikan peringatan secara verbal, itu tidak pernah terdengar."
"Dugaan saya, ini karena kecocokkan dengan Yang Disayangi. Para peri pasti sangatlah menyukai kekuatan sihir dari kucing yang disebut Ruri itu."
"Itu berarti, berkah yang diterima tanah kita akan sangat luar biasa. Di saat yang sama, itu juga berarti bahwa masalah yang dapat menimpa kita juga sama besarnya."
"Untungnya Yang Disayangi tidak muncul di Nadarsia."
"Aku sangat setuju.'
Raja Naga kembali menghela napas panjang setelah membaca isi dari dokumen yang ada di tangannya.

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 12 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.