Kamis, 27 September 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 8 WN Bahasa Indonesia



GOSIP

Saat rencana untuk menyingkirkan Ruri berjalan tanpa masalah, Pangeran Nadarsia dan mantan teman sekelas tertawa-tawa puas.
Menyembunyikan yang sebenarnya, Asahi diberitahu bahwa Ruri melarikan diri dari istana karena dia benci dengan gaya hidup yang seperti ini. Berpikir bahwa penjelasan sederhana seperti itu akan cukup, mereka sama sekali tidak tahu tentang obsesi Asahi pada Ruri.
"Tidak mungkin Ruri-chan meninggalkanku‼ Tidak ada satupu yang mengenal Ruri-chan daripada aku!" (Asahi)
Kalau Ruri ada di sini, dia sudah pasti akan menyangkalnya mentah-mentah. Tapi Ruri tidak ada di sini. Pangeran dan mantan teman sekelas tidak bisa berbuat apapun saat Asahi menangis cemas.
Sang pangeran menghentikan usaha terburu-buru Asahi yang ingin meninggalkan istana untuk mencari Ruri dan terpaksa mengerahkan pasukan pencari di hari itu juga saat Ruri dilepaskan di hutan.
Kalau mereka beruntung, mereka akan tepat waktu sebelum Ruri dilemparkan ke hutan. Sayangnya, saat mereka bertemu dengan para prajurit yang pergi lebih dulu sebelum mereka, Ruri telah pergi.
Hutan magis adalah rumah bagi hewan magis dan binatang buas lainnya. Waktu adalah hal yang terpenting. Lebih banyak prajurit dikirim ke dalam hutan untuk mencari keberadaan Ruri. Tapi setelah beberapa hari, Ruri tidak bisa ditemukan di manapun juga.
Sebenarnya, Ruri hampir bertemu dengan para prajurit di satu waktu. Tapi para peri dengan hebatnya menuntun Ruri menjauh dari mereka. Itu semua berkat dukungan sempurna dari Kotarou sehingga para prajurit dipaksa untuk lari ke arah lain. Pada akhirnya, Ruri dan para prajurit tidak pernah bertemu.
Hari demi hari berlalu tanpa kabar apapun mengenai Ruri, Asahi pun semakin mengamuk. Melihat hal itu, rakyat Nadarsia dan mantan teman sekelas mulai menunjukkan rasa tidak sabar mereka.
Akan tetapi, sang raja adalah orang mengendalikan negara, tidak peduli selicik apa dia. Raja pun memanfaatkan situasi ini untuk kepentingannya.
"Sepertinya teman Miko-sama telah diculik oleh orang-orang dari Kerajaan Naga."
Pada saat ini, raja dan yang lainnya telah yakin bahwa Ruri sudah mati. Tapi mereka sama sekali tidak menunjukkan tanda penyesalan ataupun sedih.
"Kerajaan Naga?" (Asahi)
"Itu adalah negara di mana para demi-human kejam tinggal. Mereka pasti sangat iri dengan negara kami karena kami memiliki Miko-sam, dan menculik kelemahanmu, yaitu sahabatmu." (Raja)
"Tidak mungkin…Gara-gara aku, Ruri-chan di…" (Asahi)
"Tenanglah. Kami tidak akan membiarkan begitu saja para orang biadab itu. Sayangnya, ada banyak orang di negara ini yang menentang pengerahan pasukan ke Kerajaan Naga. Jika Miko-sama yang akan membawakan kejayaan pada negara kami berdiri di garis depan, aku yakin para penentang juga akan berubah pikiran dan ikut dalam pertempuran. Bisakah aku meminta kerja samamu untuk menyelamatkan sahabatmu?" (Raja B**ngsek) (TL : Translater inggrisnya memaki secara pribadi, tapi aq juga setuju, sih….)
Sang raja terlihat tulus, tapi dalam hatinya, dia tidak ada rencana apapun untuk menyelamatkan Ruri. Dia berencana untuk membunuh Ruri dengan alasan dia terbunuh saat perang begitu kerajaannya menang. Dia sengaja membawa-bawa nama Kerajaan Naga untuk menghasut Asahi.
Tidak mengetahui kebenarannya, bayangan Asahi mengenai Kerajaan Naga adalah sebuah negara yang jahat dan kejam. Berpikir bahwa dia harus menyelamatkan Ruri saat ini juga, dia menerima usulan itu tanpa ragu-ragu sedikit pun.
"Tentu saja! Kita harus segera menyelamatkan Ruri-chan! …Tunggu aku, Ruri-chan!"
Serangan terhadap Kerajaan Naga telah dimulai.
Dari balik bayang-bayang, seorang mata-mata mengintip kebingungan terhadap perkembangan situasi ini. Dia menghela napas berat.

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 8 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.