Selasa, 25 September 2018

Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 6 WN Bahasa Indonesia



TIBA DI PASAR

Kami berencana untuk pergi ke kota yang berada di Kerajaan Naga begitu kami keluar dari ruang dimensi. Akan tetapi…
"Chelsea-san, di mana pasarnya? Apakah kita akan pergi dengan mobil ()?"
"Mobil ()…Maksudmu kereta kuda (馬車)? Tidak mungkin kita punya itu. Memangnya kau melihat kuda di sekitar sini?" (Chelsea)
"Lalu, apa yang akan kita lakukan?!" (Ruri)
Tempat ini yang berada di tengah-tengah hutan belantara. Aku tidak berpikir kalau ada pasar di dekat sini.
"Desa terdekat jaraknya 5 hari dengan berjalan kaki." (Chelsea)
"5 hari?! Apa kita akan berjalan selama itu?!" (Ruri)
"Itu kalau kita berjalan. Aku tidak pernah bilang apapun soal berjalan kaki. Ditambah lagi, pasarnya bukan di desa, itu berada di kota yang lebih jauh dari itu." (Chelsea)
"Lebih jauh lagi…meskipun kita tidak punya alat transportasi apapun selain berjalan? ..tunggu, apa kita sedang membicarakan transportasi ala fantasi seperti warp?" (Ruri)
Meskipun aku menungu jawaban dengan begitu antusias, Chelsea mengabaikanku dan berjalan menuju sebuah tempat tanpa penghalang terdekat. Tanpa peringatan, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya yang terang benderang.
Cahaya itu mulai meningkat ukurannya, sampai ke titik di mana itu lebih tinggi daripada rumah dan hampir setinggi pohon-pohon yang menjulang di sekeliling hutan.
"Ah wa wa wa!" (Ruri)
Begitu cahayanya memudar, aku disapa oleh pemandangan seekor reptil raksasa yang ditutupi sisik-sisik. Hewan itu memiliki ekor dan sayap yang sangat besar di punggungnya.
"Chelsea-san berubah menjadi kadal! Nuuuuuuuuuuuu!" (Ruri)
Saat aku berteriak-teriak panik, Chelsea balas menukas jenaka seperti biasanya.
Tidak sopan. Siapa yang kau panggil kadal? Aku ini naga! Jangan samakan kami, para naga yang hebat ini dengan hewan semacam kadal!(Chelsea)
Alih-alih mendengarkannya seperti biasa, kata-kata tersebut seakan datang langsung dari kepalaku.
"Suara itu…apa itu kau, Chelsea?" (Ruri)
Ya, kami menyebut ini komunikasi telepati, di mana kami berbicara dengan satu sama lain secara di langsung di kepala. Aku tidak bisa bicara saat dalam wujud Nagaku. (Chelsea)
"Naga…kau memang mengatakan padaku sebelumnya kalau kau adalah Ras Naga." (Ruri)
Awalnya, kupikir perubahan wujud naga Chelsea hanya akan terlihat seperti naga besar. Tapi begitu aku berjalan mengelilinginya untuk mengamati tubuhnya, jelas terlihat bahwa tidak seperti itu.
Dan meskipun kita sedang membicarakan tentang naga saat ini, itu bukanlah naga jenis khas daerah timur tapi naga barat.
Itu…sangat menakutkan.
Aku dapat menyentuhnya begitu saja karena aku tahu ini Chelsea. Kalau tidak, aku pasti akan meringkuk gemetar ketakutan di sudut.
Ayolah, berhenti berdiri di situ dengan wajah bodoh itu dan naiklah. (Chelsea)
Sepertinya kami akan terbang ke tempat tujuan kami.
"Sekalipun kau bilang naik…bagaimana caranya?" (Ruri)
Chelsea saat ini setinggi bangunan lima lantai dan ditutupi dengan sisik-sisik. Tidak mungkin aku memanjat menaikinya.
Kau bisa menggunakan sihir, 'kan? Gunakan saja kekuatan peri atribut angin untuk membuat dirimu melayang. (Chelsea)
Aku melakukan tepat seperti itu dengan membayangkan diriku terbang dan mulai melayang di udara. Akan tetapi, aku kesulitan mempertahankan keseimbangan dan terbang berputar-putar di udara.
Belajar menyeimbangkan dirimu saat terbang adalah hal yang susah pada awalnya, tapi begitu kau terbiasa, kau akan bisa terbang bersebelahan denganku. Akan tetapi, kau akan terus menarik keluar kekuatan sihirmu saat terbang, jadi kau harus berhati-hati dengan sisa kekuatan sihirmu. Yah, tapi kalau itu kau, kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. (Chelsea)
Aku entah bagaimana berhasil mencapai kepala Chelsea, kemudian aku berpegangan pada tanduk yang tumbuh di kepalanya.
Nah sekarang, ayo berangkat. Berpegangan yang kuat! (Chelsea)
"Oke~" (Ruri)
Mendengar jawaban penuh semangatku, Chelsea yang bertubuh besar membumbung tinggi ke langit. Dalam hitungan detik, kami mencapai ketinggian di mana kami melihat ke pepohonan di hutan yang ada di bawah.
Aku benar-benar bermasalah dengan jantung yang berdebar-debar akibat wahana tinggi.
Akan tetapi, meskipun tidak ada sabuk pengaman dan satu-satunya yang bisa kupegang adalah tanduk Chelsea, perjalanan ini tidaklah semenakutkan seperti yang kukira sebelumnya. Hal itu mungkin karena kekuatan peri angin. Pikiran yang menenangkanku adalah sekalipun aku jatuh, aku masih bisa terbang.
Dan entah bagaimana, anginnya bertiup dengan nyamannya di sekitarku. Itu mungkin karena Chelsea memasang dinding penghalang atau semacamnya.
Cuaca yang cerah, pemandangan yang indah. Di bawah Chelsea, pemandangan hutam mulai meninggalkan jangkauan pandangan kami.
Meskipun tidak terlihat besar dari atas, kalau seseorang terlempar ke dalam hutan tanpa peralatan untuk bertahan hidup, keluar dari hutan kemungkinan besar adalah hal yang mustahil.
Aku memberi selamat pada diriku sendiri karena ternyata aku bisa berhasil bertahan hidup di hutan itu. Kalau bukan karena para peri, aku mungkin saja mongering di suatu tempat di hutan tersebut. Aku benar-benar beruntung.
Beberapa jam setelah keberangkatan, kami terbang melewati desa yang Chelsea katakan akan membutuhkan waktu 5 hari untuk mencapainya. Kami terbang melintasi beberapa pemukiman, dan akhirnya melihat sebuah kota yang sangat besar di depan kami.
Kita sampai. (Chelsea)
Tempat Chelsea mendarat cukup jauh dari gerbang masuk kota. Saat aku memanjat turun dari kepala Chelsea, aku bertanya-tanya dalam hati kenapa kami tidak mendarat lebih dekat dengan gerbang. Ada alasan untuk itu.
Setelah memastikan aku mendarat dengan aman, tubuh Chelsea sekali lagi diselimuti cahaya terang bendeang dan dia kembali ke wujud manusianya. Dia kemudian mengeluarkan rambut palsu warna cokelatku dari ruang dimensi dan menyerahkannya padaku.
"Aku hampir lupa. Kenakan ini sebelum memasuki kota. Apapun yang terjadi selama kau di dalam kota, jangan lepaskan ini," (Chelsea)
"Tentu. Tapi kenapa begitu?" (Ruri)
"Warna rambut aslimu sangatlah langka di dunia ini. Skenario terburuk? Kau mungkin akan diculik oleh pedagang budak dan sejenisnya, jadi jangan lepaskan itu." (Chelsea)
"Ada budak juga di dunia ini?" (Ruri)
Karena di dunia asalku tidak ada hal semacam itu, aku sangat terkejut.
"Tidak ada budak di Kerajaan Naga. Akan tetapi, ada beberapa negara yang beranggapan bahwa perbudakan adalah hal yang legal. Kriteria seperti ras langka atau orang-orang dengan warna langka memiliki harga tinggi di pasaran, jadi berita tentang orang-orang yang diculik bukanlah hal yang aneh. Aku tahu dunia asalmu adalah tempat yang damai, tapi tolong waspadalah dengan sekelilingmu, terutama di sekitar manusia."
Aku diceramahi seperti anak kecil. Dengan ekspresi tidak puas, aku ingin memprotes tentang hal itu tapi minatku beralih ke suatu kata.
"Terutama di sekitar manusia?" (Ruri)
"Terutama di sekitar manusia." (Chelsea)
Chelsea melihat ke sekelilingku setelah berkata begitu. Saat aku meniru tindakannya, yang bisa kulihat hanyalah para peri yang biasa mengikutiku.
Saat aku memiringkan kepala kebingungan, Chelsea menjelaskan alasannya.
"Satu-satunya orang yang menyerang seseoranga dengan peri sebanyak ini di sekitarnya, entah orang itu memiliki kekuatan sihir yang rendah atau seseorang yang berani mati." (Chelsea)
"Ada Demi-human yang kekuatan sihirnya rendah juga, 'kan:?" (Ruri)
"Bagi mereka, sekalipun mereka tidak bisa melihat peri, indera mereka berkali-kali lebih tajam daripada manusia, jadi mereka bisa merasakan kehadiran para peri.kalau berkumpul begitu banyak di sekelilingmu. Bagi manusia, hanya mereka yang memiliki kekuatan sihir yang kuat yang bisa melihat para peri. Jadi, cobalah untuk tidak menarik perhatian dan berhati-hatilah. Aku serius, berhati-hatilah." (Chelsea)
"Aku bukan anak kecil, jadi kau tidak harus mengatakannya dua kali!" (Ruri)
'Jika bahaya mendatangi Ruri, yang benar-benar dalam bahaya adalah mereka berada di sekitarnya' pikir Chelsea. Selama berjalan ke kota, Chelsea mengingatkanku lagi dan lagi dan lagi untuk berhati-hati.
Begitu kami melewati gerbang kota, itu seperti memasuki dunia yang menakjubkan…
Semangatku karena akhirnya bisa datang ke tempat yang dipenuhi dengan peradaban semakin meningkat oleh pemandangan kota.
Para beastman yang hampir mirip dengan manusia yang bertelinga dan berekor hewan, beastman yang terlihat lebih mirip hewan tapi berjalan dengan dua kaki, dan lebih banyak lagi variasi beastman di sana sini.
Sedangkan untuk orang-orang seperti Chelsea yang dapat berubah menjadi 100% manusia, mereka pada umumnya disebut Demi-human.
Anak-anak di kota bisa terlihat dengan telinga atau ekor yang tumbuh di badannya atau setengah tubuhnya adalah manusia dan setengahnya lagi bukan manusia. Mereka juga adalah setengah manusia, tapi karena mereka masih kecil, mereka belum dapat mengambil wujud manusia mereka sepenuhnya.
Anak-anak yang terlihat lembut itu, mereka amat sangat menggemaskan.
Aku ingin menyentuh bulu mereka…
Saat aku membayangkannya tanpa arah, anak-anak yang sedang bermain mendekatiku. Mata kami bertemu.
"Hei, bolehkah aku menyentuh kalian sedikit?" (Ruri)
"Tentu~"
Kupikir mereka akan menjadi waspada terhadap orang mesum yang ingin menyentuh mereka di pertemuan pertama. Tapi mereka dengan mudahnya menerima permintaanku. Kurangnya kewaspadaan dari anak-anak ini membuatku memikirkan kembali peringatan Chelsea padaku. Akan tetapi, setelah melihat anak-anak imut ini dan menyentuh bulu lembut mereka, aku menjadi santai terhadap situasi ini.
"Ini benar-benar menyenangkan…" (Ruri)
"Apa yang sedang kau lakukan? Ayo cepat." (Chelsea)
"Lihat ini, Chelsea-san! Super duper imut!" (Ruri)
"Sudah normal untuk anak-anak terlihat imut. Bermain-mainlah dengan mereka setelah kau selesai melakukan tujuan kita datang ke sini." (Chelsea)
Sementara Chelsea menarik salah satu lenganku, aku balas melambai dengan lenganku yang lain sambil kami berjalan menuju pasar. Aku mengikuti Chelsea dari dekat di belakang supaya tidak tersesat di lautan orang di kota yang sibuk ini.
Begitu kami mencapai alun-alun utama kota ini, tak terhitung banyaknya toko dan pembeli yang dapat terlihat di sekitar tempat itu. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak pernah kulihat sebelumnya dan peralatan yang aku sama sekali tidak kegunaannya sedang dijual. Tidak hanya kios-kios yang terlihat normal, ada juga penjual yang melakukan bisnisnya hanya dengan menjajakan barang dagangannya di atas selembar kain yang dihamparkan di atas tanah.
Menyebut tempat ini sebagai pasar tidaklah tepat. Ini lebih seperti pasar loak di dunia asalku.
Aku membentangkan sehelai kain besar di tempat terbuka yang kutemukan dan menyusun tanaman-tanaman obat dan buah dari dalam penyimpananku. Akan tetapi, aku merasa tidak nyaman dengan tatapan yang kuterima.
Itu tatapan yang sama yang diberikan orang-orang saat aku pertama kali memasuki kota.
Orang-orang yang melihatku memperlihatkan ekspresi terkejut dan bergunjing di antara mereka. Kurasa itu bukan karena aku mengenakan wig untuk menutupi rambut asliku.
(Aku penasaran, apa karena pakaian yang kukenakan? Mungkin saja ini sudah ketinggalan jaman atau semacamnya…)
Ini adalah pakaian yang kupinjam dari Chelsea. Bagi Chelsea yang terbiasa tinggal di dalam hutan, itu alasan yang paling masuk akal.
Begitu aku yakin dengan jawabanku, aku mendengar suara seorang anak kecil.
"Hei, Mama. Ada banyaka peri yang berkumpul di sekitar kakak itu~"
Para peri seperti biasanya menempel di lengan dan kepalaku. Sekalipun aku terbiasa dengan hal ini, aku ingat Chelsea pernah berkata bahwa ini sebenarnya adalah sesuatu yang sangat langka.
 Aku mengerti. Aku paham sekarang alasannya kenapa aku menarik perhatian sekelilingku.
"Mungkinkah aku sedang diperlakukan seperti hewan langka?" (Ruri)
"Semacam itu." (Chelsea)
Aku cukup tersinggung dengan yang Chelsea katakan. Tanpa menyadarinya, aku menjadi tontonan banyak orang. Mungkin tidak ada yang ingin menjalani hidup normal seperti yang kurasakan, tapi aku sedang diperlakukan semakin kurang seperti manusia di Kerajaan ini.
Akan tetapi, aku benar-benar berpikir para peri ini imut, dan tidak ada niat untuk menyingkirkan mereka dalam waktu dekat. Bahkan sekalipun aku berada dalam masalah, setidaknya aku merasa lebih damai dengan mereka daripada dengan Asahi.
Aku menyemangati diriku sendiri dan kembali menyusun barang-barang daganganku. Begitu aku selesai melakukannya, begitu banyak orang mulai berdatangan mengelilingi lapakku.
"Apa kau memetik tanaman obat ini dengan tanganmu sendiri?"
"Yup." (Ruri)
"Ah, aku akan mengambil buah ini."
"Aku akan mengambil yang ini!"
"Hei, jangan melewati antrian!"
Kami baru saja mulai berdagang dan tempat ini langsung seperti zona perang. Para pembeli terus berdatangan. Pelanggan hanya melakukan bisnis denganku. Alih-alih Chelsea, para pembeli akan selalu memintaku memberi kembaliannya, mengambilkan barang dagangan, dan meminta penjelasan dariku. Sementara aku masih tidak mengerti sebagian besar barang dan berapa nilainya, aku harus terus menanyakan Chelsea tentang segala hal. Mau tidak mau jadi memakan waktu lebih lama.
Belum lagi, aku dimintai untuk mengelus kepala anak-anak atau berjabat tangan dengan mereka yang sama sekali tidak kaitannya dengan penjualan barang dagangan kami.
Barang-barang kami ludes terjual dalam sekejap dan satu-satunya yang tersisa adalah sosokku yang kecapekan.
Ruri sudah berjuang.
Kerja bagus~
"Kenapa hanya aku… Padahal Chelsea-san terus berada di sampingku setiap waktu."
"Sudah kubilang 'kan, kalau melihat seseorang yang begitu disayangi peri itu adalah hal yang langka? Orang-orang hanya ingin menerima sedikit kekuatan peri lewat barang-barang yang kau ambil dan sentuh." (Chelsea)
"Apakah berjabat tangan akan mengirimkan kekuatan peri pada orang lain?" (Ruri)
"Tidak, sama sekali tidak. Yang jadi masalah adalah perasaannya. Dengan begini, kau seharusnya sudah bisa melihat bagaimana dunia ini bekerja di sekitar kekuatan para peri, dan keyakinan yang mereka perlihatkan. Bagi Demi-human yang dapat melihat peri, keberadaanmu adalah sesuatu yang berharga. Karena itulah mereka mencoba untuk terlibat denganmu, tidak peduli sekecil apa pun itu."
"Meskipun lebih baik dicintai daripada dibenci, ini juga masalah dalam bentuk lain…" (Ruri)
"Mereka akan terbiasa dengan semakin seringnya kau datang ke kota ini. Tapi berhati-hatilah. Tidak ada jaminan semua orang akan mendekat dengan niat baik. Pasti ada beberapa yang ingin memanfaatkanmu. Jangan langsung percaya dan akrab dengan orang yang tidak kau percaya, mengerti?" (Chelsea)
"Tentu, tentu." (Ruri)
Aku merasa kesal dengan peringatan yang Chelsea berikan lagi dan lagi.
Siapa yang tahu bahwa aku akan mengalami secara langsung situasi yang akan membuatku mengerti alasan dari peringatan keras kepalanya itu, begitu dia meninggalkanku sendiri…


Fukushuu wo Chikatta Shironeko Bab 6 WN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.