Sabtu, 21 Juli 2018

Only Sense Online Jilid 6 Bab Prologue LN Bahasa Indonesia



PERBURUAN BERHADIAH DAN BENANG LOGAM
(Translater : Hikari)

Aku melihat ke dalam sambil bersenandung, memastikannya terpanggang dengan baik.
Akan memerlukan sedikit waktu lagi, tapi aroma mentega dari biskuit yang sedang dipanggang itu melayang-layang di dalam toko. Dua young beast tukang makan pun terbangun dan menunggu, hidung mereka mengendus-endus.
"Butuh waktu sampai ini matang. Mungkin aku sebaiknya membaca buku."
Sementara biskuit-biskuit itu dipanggang, aku mengambil sebuah buku yang ditempatkan di konter dan meneruskan baca dari halaman yang kutandai dengan sebuah pembatas buku yang ditaruh di antara lembaran-lembarannya.
Di hari yang lalu, aku akhirnya selesai membaca buku yang kudapat saat event musim panas dan sekarang aku berusaha menguraikan sebuah buku baru.
Buku misterius yang merupakan hadiah dari raid quest Wisteria Tree dan Serigala Raksasa. Judul buku ini adalah Ensiklopedia Pengobatan Tradisionaladalah sebuah buku yang mengumpulkan semua resep-resep serba guna Mixing.
"Jadi ini resep asli untuk membuat Revival Medicine."
Aku membalikkan halaman buku dan membandingkan resep-resep Revival Medicine.
Meskipun jelas tertulis di dalam buku ini bagaimana cara membuat Revival Medicine, aku berhasil mendapatkannya dengan mencoba-cobanya begitu saja. Dibandingkan dengan resepku, sepertinya resep di buku ini adalah pengaturan yang sangat dasar.
Pemilihan bahan-bahannya dan cara mempersiapkannya sedikit berbeda, tapi secara kasar tidak ada perbedaan. Ini menarik bahwa hal seperti ini dapat membuat perbedaan semacam itu dalam potionnya.
Sementara itu, fungsi timer di menu oven sudah membunyikan alarm, memberitahukan padaku bahwa biskuitnya sudah selesai.
"Oh, sepertinya terpanggang dengan baik.'
Saat aku membuka pintu oven, aroma mentega pun keluar dan menyebar saat itu juga. Para young beast yang tertidur saat menunggu itu selesai pun langsung berdiri, mendekati kakiku.
"Hei, Ryui, Zakuro. Biskuitnya masih panas, jadi tunggu dulu.'
Menanggapinya, Ryui si unicorn berbaring rata di tempat yang paling diterangi cahaya matahari. Tapi gerakan Zakuro si rubah hitam bereekor dua berhenti dengan pose salah satu kaki depannya terangkat. Menopang tubuhnya dengan kaki yang tersisa, dia mulai gemetar hebat.
"Pfft, kau tidak perlu berusaha sampai seperti itu. Lagipula, sampai panasnya mereda, kau tidak akan bisa memakannya.'
Mendengar biskuitnya tidak bisa dimakan, Zakuro kehilangan penopang dan jatuh klasik ke samping. Pastinya itu merupakan hal yang begitu mengguncang untuk didengar bahwa biskuitnya tidak bisa langsung dimakan, pikirku dan tertawa ringan.
Tempatku berada saat ini adalah toko di dalam OSO yang berurusan dengan potion dan barang-barang konsumsi sebagai produk utamanya——Atelier.
Untuk membuat obat-obatan, aku menggunaka Sense tipe Mixing, tapi alasan kenapa aku memanggang biskuit, itu karena Sense Cooking adalah hobiku.
"Mau bagaimana lagi. Ayo sini, Zakuro. Kau bisa makan biskuit yang kelihatan jelek yang kubuat sebelumnya."
Mendengar ini, Zakuro yang jatuh menyamping, langsung melompat dan menaruh kaki depannya di kakiku, berdiri dengan kaki belakangnya.
"Jangan buru-buru. Ini masih panas, jadi hati-hati."
Aku berkata demikian dan memasukkan biskuit yang setengah retak ke dalam mulut Zakuro dan kemudian giginya terkatup dengan terburu-buru.
Hanya saja, mungkin karena biskuitnya masih panas, Zakuro memakannya sambil mencoba menahan panas. Meniup-niup dengan berisik, sepertinya biskuit itu benar-benar panas tapi di saat yang sama terasa enak. Begitulah kelihatannya.
Aku mengambil satu untuk mencoba. Rasanya rapuh dan enak. Bersama dengan udara panas, aroma mentega memenuhi mulutku, tapi sepertinya memang terlalu cepat untuk memakannya.
"Hmm. Begitu biskuitnya dingin, aku akan membungkusnya dengan sesuatu. ——Selamat datang.'
Sambil memegangi kain bersih dan seutas pita yang sudah kupersiapkan dan menaruhnya di luar, aku menyapa player yang mengunjungi Atelier.
"Halo, Yun-san. Baunya enak."
" "Halooo." "
"Letia. Juga, Raina dan Al. Bagaimana kabar kalian?"
Aku bertukar sapa dengan si guild master yang selalu merasa lapar, Letia, dan anak baru yang bergabung dengan guildnya yang belum lama dibentuk, guild Fresh Green Wind.
Raina dan Al juga menyapa Ryui yang sedang berbaring di tempat paling cerah di toko dan Zakuro yang sedang mengeluarkan aroma mentega, tapi Ryui dengan dinginnya berbalik pergi.
"Sedikit demi sedikit…kami mengumpulkan bahan-bahan."
"Tidak, aku tidak menanyakan persediaan makananmu."
Segera setelah aku menukas seperti itu, dia merespon dengan "Aku bercanda" dengan wajah datar.
"Aku mengumpulkan dana guild dengan memanfaatkan monster jinak untuk mendapatkan penghasilan. Kami sedang berusaha untuk mendapat rumah guild."
"Monster jinakmu, maksudnya——."
Haru si Herbivorous Beast, Natsu si Mill Bird, Aki si Wisp, Fuyu si Fairy Panther. Juga, Mutsuki si Ganesha yang dia buat menjadi rekannya saat event musim panas. Kisaragi si Runner Bug yang dia jinakkan saat event perajin yang disponsori oleh Guild Perajin.
Metode untuk memanfaatkan keenam monster itu——
"Jangan-jangan, kau mencukur rambut empuk Haru dan bulu Natsu lalu menjual atau semacamnya…"
"Aku tidak akan melakukan itu. Kalau aku melakukannya, bantalku akan hilang."
"Letia-san! Memangnya Haru-chan itu bantal buatmu?!"
Raina yang mencoba mendapatkan perhatian Ryui dan Zakuro, langsung berbalik dan berseru kaget. Kalau aku bergumam "ideku juga sama", Raina mungkin akan memelototiku dan Al akan menyunggingkan senyum getir.
"Kalau bukan begitu, lalu…memberikan herba pada Wisp untuk mendapatkan Phosporus Soul Crystal dan Phosporus Soul Ore lalu menjualnya?"
"Termasuk itu juga. Untuk saat ini, Aki sedang memakan berbagai macam hal dan dari waktu ke waktu mengeluarkan sebuah item. Benda-benda itu cukup mahal begitu dijual.'
Monster-monster tertentu memberikan drop item khusus atau material langka sebagai ganti item tertentu. Dari semua monster itu, Wisp memberikan reaksi yang sangat menarik saat kau memberikan sebuah item pada salah satu dari jenis mereka.
"Juga, tidak hanya Aki, ada yang lain lagi yang menjadi sumber pemasukan."
"Yang lain?"
Saat aku memiringkan kepala dengan bingung, Letia memanggil monster jinak itu untuk muncul.
"Keluarlah, Ragi. ——Summon"
Yang dipanggil adalah monster tipe serangga, Runner Bug yang memiliki kristal berbentuk tetesan air di tengah-tengah kepalanya, Kisaragi yang dipanggil Ragi.
Saat melihatnya sebelum ini, aku hanya melihatnya dari depan dan saat pertarungan jadi aku tidak bisa dengan tenang mengamatinya, tapi dari caranya menggertakkan gigi dan menggosok-gosok kaki depannya, dia cukup imut.
"Bagaimana mengatakannya, ya? Badannya yang lembut ini entah kenapa terlihat memikat."
"Ya, kalau mereka dibesarkan dengan rasa sayang, monster jinak akan menjadi imut dan cantik."
Bahkan Wild Dog yang merupakan monster tipe hewan buas, meskipun penampilan mereka terlihat kotor saat kau menghadapinya sebagai musuh, kalau kau dengan seksama merawat mereka sebagai rekanmu dan menyisir mereka, rambut mereka akan berkilau dan mereka terlihat lebih anggun.
Ryui dan Zakuro-ku pun sama. Lewat menyikat dan berkomunikasi, mereka mempertahankan penampilan mereka yang halus dan lembut.
"Ragi tidak hanya cantik seperti yang kau lihat. Si kecil ini menciptakan bahan crafting."
"Bahan crafting?"
"Itu benar. Ini kukeluarkan sebuah…Iron Ingot."
Sambil berkata demikian, Letia mengeluarkan sebongkah besi dari dalam inventory. Dengan gerakan seakan itu adalah trik sulap yang akan dipertunjukkan, dia mengulurkan bijih logam itu pada Ragi.
Dan, menerimanya, Ragi——mulai memakannya.
"Apa?‼"
*krauk* *krauk* *krauk*. Ragi menghancurkan gumpalan besi itu dengan rahangnya yang kuat seakan itu adalah kerupuk beras atau camilan lainnya.
"Hei, tidak apa-apa dia memakan itu?! Benar-benar tidak apa-apa?!"
"Tidak apa-apa. Dan, Ragi, tolong ya."
Saat Letia berkata begitu, Ragi yang selesai memakan beberapa bijih logam, membuka mulutnya dan mengeluarkan sesuatu yang tipis dari kedua kaki depannya, mulai memintalnya.
"Ini adalah benang?"
"Ya, Benang Logam. Tergantung dari bijih logamnya, ini adalah Benang Baja, bahan untuk jala."
"Howaah."
Sudah pasti, serangga-serangga seperti laba-laba dan ulat sutera mengeluarkan benang, tapi mengeluarkan benang yang terbuat dari logam, ini benar-benar pemandangan fantasi.
"Runner Bug terbatas untuk logam, tapi mereka mengeluarkan benang logam. Jadi Benang Perak dan Benang Besi, semuanya dibeli dari kami sebagai bahan untuk baju pelindung berbahan dasar kain."
Ini bisa dijual cukup mahal, Letia menambahkan.
Benda ini untuk memperkuat titik-titik yang rentan di mana biasanya serangan mengenai dengan menenun jala. Ini juga mempunyai efek untuk mempertahankan diri dari bilah-bilah pedang meskipun tidak sampai setingkat chain mail. Sebagai tambahan untuk digunakan sebagai baju pelindung, ini juga bisa digunakan sebagai sulaman dan improvisasi jebakan, ada banyak cara untuk menggunakan tali yang kuat.
"Hebat. Di mana kau menjualnya?"
"Saat ini, aku menawarkannya ke guild perajin. Karena ada batasan yang bisa Ragi produksi setiap harinya, saat ini ada daftar tunggu pemesanan."
"Aku mengerti…"
"Karena itulah, Yun-san. Untuk mengurangi bebanku, tolong berjuanglah untuk membuat Benang Logam. Jika memungkinkan, tolong secara rahasia menyebarkan informasi tentang cara membuatnya."
"Itu artinya…ya, aku mengerti."
Aku mengangguk. Menciptakan Benang Logam. Tidak, lebih tepatnya mensintesisnya. Mempertimbangkan kombinasi bahan-bahan dengan Sense Synthesis, mungkin saja membuat barang-barang dan benang berbahan dasar logam. Akan tetapi, akan sulit dengan barang tingkat rendah, jadi bahan tingkat tinggi perlu dipersiapkan.
Kalau begitu, biaya pembuatannya akan lebih tinggi daripada membuat Runner Bug membuatkannya, tapi itu percobaan yang pantas dicoba.
"Menarik. Kalau begitu, aku harus menambang bijih besi dan menemukan benang yang bisa kugunakan…hei, ada apa dengan kalian berdua?"
Mendengar gumamanku, Raina dan Al terbelalak. Aku menatapi mereka dengan penasaran dan bertanya.
"Tidak, kami hanya berpikir kalau kau benar-benar luar biasa, Yun-san."
"Apaa?"
Mendengarnya secara tiba-tiba dari Raina, suaraku pun keluar dengan lantang. Aku berbalik ke arah Al untuk meminta kejelasan lebih jauh pernyataan Raina.
"Dapat pergi ke dalam tambang dan dungeon dengan mudahnya untuk mendapatkan material adalah hal yang luar baisa. Itulah yang kami sadari belum lama ini. Kami tidak bisa menemukan material apapun dan kami dikejar-kejar monster. Butuh waktu untuk mengumpulkannya dan kami tidak mendapat hasil yang kami inginkan."
"Yah, Sense-ku diatur untuk beradaptasi agar melakukan hal itu."
Ini adalah salah satu hal yang tidak bisa kubantu karena area spesialisasi kami berbeda.
Aku berbalik ke arah Letia dan memberi tanda padanya bahwa aku tidak punya saran untuk si kembar ini, menyerahkan sisanya padanya.
"Kalau kalian sekhawatir itu——maka kumpulkan makanan sebagai gantinya!"
"Jadi pada akhirnya adalah tentang makanan!"
"Ya, semua terhubung satu sama lain. Kalahkan monster. Naik level dan pada saat yang sama mengumpulkan bahan makanan. Dan, dengan makan, kau pun bertenaga. Dan kemudian berburu kembali. Itu adalah pengulangan."
Aku tidak perlu ekspresi puas pada dirinya sendiri itu seakan dia mengatakan sesuatu yang bagus. Sejak awal ini hanyalah nafsu makannya Letia.
"Yah, itu benar. Meskipun kau bisa untuk sementara waktu menaikkan statsmu dengan memasak, ini tidak sama sederhananya. Yah, mencoba membentu stray party dengan bermacam player untuk mencoba bagaimana nantinya."
Karena penjelasan Letia terlalu ekstrim, aku mengatakan pada si kembar ideku sendiri dan menerima sebuah tanggapan "ya!" yang bersemangat.
Aku juga banyak belajar dari Taku dan Myu, Magi-san dan yang lainnya. Kalau mereka berdua, mereka seharusnya dapat melakukan lebih banyak hal daripada yang kulakukan.
"Jadi, pada dasarnya kenapa kau datang ke toko ini?"
"Oh benar, benar! Mengisi ulang barang konsumsi! Bluepots untukku dan Al. Highpot dan MP Potion untuk Letia-san. Juga, roti lapis untuk kami bertiga, ya."
"Tentu."
Aku mengeluarkan barang-barang tersebut dari dalam kotak yang ada di balik konter dan mengarahkan mereka pada Kyouko-san si NPC. Menyerahkan urusan keuangan padanya.
Dan, saat transaksi dengan mereka bertiga selesai, seorang pengunjung baru berdiri di pintu masuk Atelier.
Melihatnya, Raina dan Al membeku.
"Yoo, sehat? Bos Atelier."
"Guild Flame Prison Corps?! Kenapa kalian di sini?!"
Yang datang ke toko adalah guild master Flein dan wakilnya, Tobias dari guild PK Flame Prison Corps. Raina menjerit melihat kemunculannya.
Belum lama ini, ada sedikit masalah dengan para pelaku PK, jadi Raina dan Al penuh kewaspadaan.
Secara khusus, perisitwa bermasalah itu melibatkan Tobias, jadi target kewaspadaan si kembar secara khusus terarah padanya daripada Flein.

"Hm? Ada apa? Kenalanmu?"
Aku menghela napas dan menyiapkan item penyembuh untuk kedua orang itu. Setelah bercakap-cakap singkat, belanjaa mereka selesai.
Karena Flein menyunggingkan cengiran tanpa takut di wajahnya sepanjang waktu, Raina dan Al terus waspada dan tidak bergerak, mengawasi kedua orang itu sampai mereka pergi.
Dan, saat kedua orang dari Flame Prison Corps tidak lagi terlihat, mereka menghela napas lega, tapi segera sesudahnya mereka mendesakku meminta jawaban.
"Kenapa! Kenapa kau membiarkan para pelaku PK ke dalam toko ini?!"
"Menakutkan. Rai-chan menggunakanku sebagai dinding. Aku ditatapi lekat-lekat, itu menakutkan."
"Ahh, yah, ada alasannya, kau tahu. Tenanglah kalian berdua."
Dengan si kembar yang berada dalam kondisi seperti ini, pergi berpetualang mungkin akan jadi hal yang mustahil. Menilai begitu, aku membuat mereka berdua bersama dengan Letia duduk di kursi konter.
Karena biskuit yang kupanggang sebelumnya sudah mendingin, aku menyiapkannya bersama dengan teh manis untuk menenangkan kedua orang itu.
·
"Nah sekarang, apa yang harus kita bicarakan?"
"Nyamnyam…biskuit ini rasanya enak. Apa kau menjualnya juga?"
"Ya ampun...Letia, benar-benar deh."
Sambil meminum teh manis, kami mengambil beberapa biskuit yang disajikan. Hanya Letia yang mengisi pipinya sampai penuh dengan biskuit, kelihatan seperti tupai. Cobalah menahan dirimu sedikit.
Kita sedang ada pembicaraan serius sekarang, itulah yang Raina dan Al bayangkan, tapi adegan tersebut berubah menjadi seperti ini dan bahu mereka merosot karena kecewa. Tapi yah, kurasa ini bukan topik yang serius.
"Yah, kau tidak bisa mengubah fakta bahwa Flein dan Tobias adalah pelaku PK. Hanya karena mereka membubarkan yang lama, bukan berarti mereka berhenti menjadi pelaku PK."
"Yun-san, kenapa kau menjual item pada orang-orang seperti itu? Beberapa waktu yang lalu, kau melarang guild yang melakukan perekrutan paksa untuk memasuki toko ini!"
"Aku tidak suka pelaku PK, tapi dengan sistem OSO, akan menjadi masalah kalau kau secara sepihak memutuskan sesuatu tanpa membiarkan orang lain untuk menjelaskan."
Sistem PK di OSO bekerja dengan cara ini, bahwa jika seorang player membunuh player lainnya, maka setengah dari uang yang dibawa player yang terbunuh akan terkirim pada si pembunuh.
Itu sederhana, tapi bukan selera dari banyak orang. Akan tetapi, sistem ini memang ada dan diakui. Juga, dengan penemuan Sense yang berorientasi pada PK dan PvP, PK menjadi salah satu cara memainkan game dan dikenali seperti itu.
"Yah, PK adalah cara yang radikal untuk dimainkan oleh sejumlah kecil orang."
"Tentu, kalah PK tidak diakui, menghilangkan hukuman serangan terhadap player akan tidak masalah dan pertarungan player melawan player akan dibatasi menjadi PvP normal. Akan tetapi, memikirkan hal itu, rasanya cukup tertekan."
Raina menggambarkan dunia tanpa PK itu membuat tertekan. Tentunya, melebih-lebihkan dengan mengatakan apapun tidak begitu buruk, jadi jika ada batasan untuk hal itu, rasanya akan membuat tertekan.
Semboyan OSO adalah ——gaya bermainmu adalah satu-satunya (TL: only)——. Jadi selama itu tidak terlalu mengganggu, itu tidak masalah.
"Juga, para pelaku PK dibenci secara sepihak sementara PvP lebih disukai. Apa kau tahu perbedaannya?"
"Hmm. PvP normal itu adil?"
"Itu sedikit salah."
Raina merespon dengan sangat jujur, pikirku sambil tersenyum. Kemudian, Al yang memikirkannya dengan sebelah tangan di dagu, menjawab.
"Apakah tentang semua playernya sama-sama untung dan rugi?"
"Tepat. Dalam kasus PK, kalau mereka secara sepihak memutuskan untuk menyerang seseorang, mereka memiliki kelebihan. Sekalipun player yang diserang mempertahankan diri, PK akan mengambil resiko kekalahan dalam pertimbangannya sebelum itu dan menyimpan semua uang mereka, jadi hanya player yang diserang yang menderita resiko."
Menanggapi, mereka berdua mengangguk kuat-kuat.
Di sisi lain, untuk PvP normal, player memutuskan aturannya dan bertarung berdasarkan hal tersebut. Peraturannya bisa batas waktu, mempertaruhkan uang atau item jika menang atau kalah. Tapi dalam hal itu, keduanya akan sama-sama mendapat keuntungan dan kerugian jika mereka menang dan kalah.
"Untuk mencegah pemusatan keuntungan pada pelaku PK, Flein dan yang lainnya dari Flame Prison Corps telah bekerja sama dengan Guild perajin dana membuat sistem tertentu. Dan itu adalah——sistem Bounty."
"Bounty yang kamu maksud, perburuan berhadiah yang itu?"
Aku mengangguk menanggapi perkataan Raina, mengiyakannya. Karena itu sebagian besar dibuat oleh Cloude, aku mendengarnya secara langsung dari dia sendiri.
"Flein dan yang lainnya telah mendaftarkan diri dalam sistem Bountyuntuk aktivitas PK. Dengan begitu, 90% dari uang yang didapat dari player yang mereka kalahkan akan dipasang sebagai hadiah imbalan."
Sebagai contoh, jika Flein mem-PK seorang player yang memiliki 200kG, dia menerima 100kG. Dari jumlah uang itu, 90kG ditambahkan ke dalam Bounty.
Berbicara mengapa 90%, sepertinya itu adalah perkiraan jumlah yang dibutuhkan untuk mengisi ulang barang konsumsi, equipment dan biaya pengeluaran.
"Dan, jika seorang pelaku PK dengan Bounty dikalahkan, player atau party yang mengalahkan si pelaku PK akan menerima hadiah imbalan yang terkumpul itu. Yah, itu adalah salah satu pelayanan yang disediakan oleh guild."
Begitu aturan sistemnya ditetapkan, pemeriksaan hadiahnya diserahkan kepada NPC. Selain itu, jika selama kurun waktu tertentu si pelaku PK yang diburu tidak dikalahkan, setengah dari hadiah sayembara akan ditransfer kepada si pelaku PK. Ada banyak detail aturan soal itu, tapi aku tidak begitu mengetahuinya.
"Aku mengerti. Player memburu para pelaku PK. Para pemburu itu akan menjadi PKKS, ya."
Al mengangguk, merasa yakin. Yah, dengan perburuan berhadiah terhadap pelaku PK, kami bisa mengharapkan orang-orang yang mengincar hadiah imbalan untuk muncul.
Flein juga, dengan mengalahkan para player, dia dengan senang hati menjadikan dirinya umpan untuk menarik lebih banyak player.
"Lalu, bagaimana dengan pelaku PK yang tidak mendaftarkan dirinya dalam Bounty ini? Apakah mereka akan berada di luar kendali?"
"Di situlah cara mereka bersenang-senang itu berbeda. Flein dan yang lainnya menikmati bermain peran sebagai orang yang dibenci di OSO. Jadi kupikir kalau pelaku PK yang lain terlalu mengganggu, mereka tidak akan membiarkannya begitu saja, 'kan?"
Seperti yang kukatakan pada si kembar, semua orang dari Flame Prison Corps sepertinya mereka mengambil inisiatif untuk menundukkan para pelaku PK liar. Tidak benar-benar karena rasa keadlian, tapi hanya karena mereka akan meningkatkan hadiah sayembara mereka dengan cara begitu. Mereka sudah berkompetisi tentang siapa yang memiliki lebih banyak hadiah uang di antara para pelaku PK.
"Haa, sepertinya ada dunia besar yang sama sekali tidak kenali."
"Benar. Kurasa kalau mereka menyerang dengan seenaknya, kepala mereka yang akan diburu malahan."
Raina dan Al berkata demikian. Ayo jangan melibatkan diri kita, ucap mereka.
"Yah, tidak masalah bermain semau kalian dan mengerti apa yang kalian perlukan untuk itu, ya 'kan?"
Aku sendiri tidak mengerti. Aku tidak tertarik dengan PK, dan terlebih lagi dengan Bounty.
"Sebenarnya, untuk referensi di masa depan, biar kutanyakan. Berapa banyak hadiah imbalan untuk kepala-kepala mereka?"
Letia yang kupikir tidak mendengarkan penjelasanku, menelan sepotong biskuit, meminum tehnya dan bertanya.
"Um, yah. Kalau aku tidak salah, Flein 3,45mG, Tobias 2,14mG…"
Aku tidak percaya diri dengan ingatanku yang samar-samar tentang hal itu. Juga, kalau mereka mem-PK lebih banyak lagi sejak saat itu, maka seharusnya nilainya bertambah.
"Bagaimana kalau begitu? Ayo kalahkan mereka dan kita bisa membeli rumah guild."
Letia bertanya begitu sambil menatap si kembar dengan terkantuk-kantuk, tapi Raina dan Al menggelengkan kepala begitu kuat sampai terlihat seakan kepala mereka bisa lepas, menolaknya.
:"Yah, kelihatannya aku juga tidak akan bisa mendapatkan item drop makanan dari mereka, jadi aku tidak akan mengalahkan mereka. Nah kalau begitu, Yun-san. Terima kasih untuk makanannya."
Jadi kriteria Letia adalah makanan pada akhirnya, ya. Berpikir demikian, aku mengantar mereka keluar dari toko.
Karena ada lebih banyak cara yang eifisien untuk mendapatkan uang daripada menyerang player yang menarik perhatian seperti Flein, seseorang dapat mengharapkan itu berubah menjadi sebuah pertarungan para player kuat. Tapi yah, itu tidak ada kaitannya denganku.
Aku kembali ke kursi konter Atelier dan saat aku mulai mencatat daftar material untuk percobaan Synthesismembuat benang logam, sebuah pengumuman resmi muncul di menu.
"Hee, maintenance dan update. Juga, quest berbatas waktu, ya."
Teks yang kubaca itu memiliki pengumuman tentang masa perawatan dan isi dari update. Juga, petunjuk tentang isi quest berbatas waktu setelah update.
Isi updatenya adalah tambahan monster dan item, hal-hal semacam itu.
Detail isi dari quest berbatas waktunya tidak ditulis di situ, tapi setelah update seharusnya informasinya muncul.
Aku tidak tertarik dengan isi update. Mungkin, Myu dan Taku akan menemukan beberapa informasi dan datang dengan itu. Berpikir demikian, aku lanjut menuliskan daftar material yang dibutuhkan.

Only Sense Online Jilid 6 Bab Prologue LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.