16 Juli 2018

Only Sense Online Jilid 5 Epilogue LN Bahasa Indonesia



MIKADZUCHI DAN FLEIN
(Translater : Hikari; Editor : Gian)

Saat dia melipat kaki-kaki belakangnya, aku berpikir bahwa serigala raksasa setinggi sepuluh meter itu manis. Dia ganas saat pertarungan beberapa saat yang lalu, tapi dia pasti tanpa sadar mencari ketenangan.
Garm Phantom menatapi kami dari atas dengan mata cerdas yang berwarna biru dan event penyelesaian quest pun dimulai.
"Tidak kusangka, aku akan kalah dari manusia yang hanya kuanggap sebagai makanan. Aku bisa sampai sejauh ini karena obsesi yang kumiliki, tapi kurasa memang benar aku memiliki batasan."
Saat dia berbicara demikian, sebuah monolog, semua orang menurungkan senjatanya dan menatapnya.
"Sampai orang yang mencintai pohon ini melihat bunganya, segunung bangkai pria ditelan oleh pohon ini. Akar-akarnya menyerap daging dan darahnya dan terus berbunga. Akan tetapi, tidak mungkin lagi bagiku untuk mengawasinya."
Tubuh Garm Phantom, yang seakan sedang menerawang jauh, ditutupi asap berwarna dan mulai berpencar.
Bahkan saat dia perlahang kehilangan sosoknya, roh serigala itu menatap para player untuk terakhir kalinya dan meninggalkan kata-kata ini.
"Aku tidak lagi bisa melindungi jalannya alam. Wisteria Peach Tree bukanlah milik siapapun. Kuharap, sebelum dia kembali, bunga pohon ini akan menyelimuti seluruh dunia—"
Tidak dapat menyelesaikan kata-kata terakhirnya, bos raid itu menghilang dan pada saat yang sama sebuah informasi terkini muncul.

—— R Quest: Taklukkan Serigala Raksasa Wisteria Peach Tree 33 ——
Quest Selesai——Sebuah hadiah untuk keberhasilannya, bonus pencapaian quest pertama diterima.

Melihat informasi ini, aku merasa ini benar-benar selesai. Untuk informasi lainnya, sepertinya kami secara paksa dipindahkan ke area normal dalam tiga menit, tapi itu cukup.
Tetap saja—
"Ya ampun, baik Myu dan Taku, kalian berdua terlalu gegabah. Aku merasa gelisah hanya dengan melihatnya. Kuharap kalian menghentikannya."
Begitu Taku terhempas dan saat Myu menyarangkan serangan terakhir, itu sangat buruk untuk jantungku.
Secara pribadi, aku ingin menahan diriku sendiri untuk berpatisipasi dalam quest menegangkan semacam ini untuk sementara waktu.
"Grr, aku harus melampaui bos raid dengan kedua tanganku sendiri! Onee-chan seharusnya memujiku."
"Yun, Myu-chan. Bersiaplah untuk kembali. Kita masih tidak tahu bagaimana ini akhirnya di area normal di luar."
"Apa? Bukan aku yang salah di sini."
Meskipun aku mencemaskan Taku dan Myu, keduanya yang tidak menghiraukan perkataanku sedang berada dalam suasana hati gembira karena selesainya quest. Pada saat-saat seperti ini, aku seharusnya mengesampingkan respon orang dewasa, aku menyesalinya.
"Waktunya mepet, jadi ayo dipersingkat. Pertama, tentang hadiah. Hadiah yang normal dan bonus untuk penyelesaian. Apa semuanya sudah menerimanya?"
Sei-nee berbicara dengan suara lantang mengenai topik hadiah quest. Terdorong olehnya, aku melihat hadiah quest di dalam inventory.
Hadiahnya adalah sebuah bibit tanaman, armor seluruh tubuh dengan desain serigala terukir di permukaannya, dan sebuah gelang dengan lapisan-lapisan sulur tanaman yang berbentuk melingkar dengan tujuh kelopak bunga wisteria di atasnya.
Armor seluruh tubuh itu memiliki enam slot item yang terintegrasi sebagai sepotong armor.
Sebagai tambahan, pada gelang dengan kelopak bunga wisteria itu, tiga kelopaknya berwarna merah muda pucat dan yang lainnya mengingatkan pada kelopak Wisteria Peach.
"Item seperti apa yang kau dapat?"
"Armor dan bibit, juga aksesoris gelang." "Aku mendapat taring material penguat, jubah dan sebuah buku." Aku mendapat bibit, bibit, dan bibit." "Jadi ada duplikatnya juga. Apa-apaan ini, ada terlalu banyak duplikatnya, hahaha. Aku mendapat sebuah gelang, perisai dan…"
Hadiah-hadiahnya sepertinya tidak sama untuk setiap orang. Dari apa yang kudengar, ada tujuh item yang berbeda. Sebuah hadiah diberikan secara acak dari salah satu barang-barang itu. Dua item untuk penyelesaian yang pertama, jadi untuk mendapatkan semuanya, seseorang harus menyelesaikan quest ini setidaknya empat kali.
Kurasa itu adalah daya tarik bagi hati player penjudi, membuatnya tidak mungkin untuk menyelesaikannya dengan satu kali jalan sebagai metode yang bagus. Yah, selama aku mendapatkan apa yang kuinginkan, tidak ada masalah.
Karena tidak ada waktu, Mikadzuchi menaikkan suaranya.
Segera sesudah itu, transfer dilakukan dan aku mencengkeram busurku kuat-kuat untuk mempersiapkan diri secara mental sehingga aku dapat merespon serangan begitu selesai proses transfer.
Aku merasa kakiku melayang untuk sesaat, kemudian aku dipindahkan ke lokasi yang sama di ruangan normal dan jatuh dari ketinggian beberapa sentimeter. Ini seperti umpan balik yang mengumumkan bahwa ini adalah tempat yang berbeda.
Di tempat kami kembali, ada Flein yang duduk menyilangkan kaki dan para pelaku PK yang berdiri seakan melindungi sekeliing. Lebih jauh lagi mengelilingi tempat ini, terdapat beberapa player yang bergegas masuk sebagai pasukan bantuan tidak lama setelah quest dimulai.
Saat mereka saling memelototi satu sama lain, Flein bangkit berdiri.
"Haha! Aku sudah menunggu. Kalian semua."
"Apa? Jadi kau masih di sini. Kupikir kau sudah dikalahkan saat kami berada di tengah quest."
Flein mendengus terhadap respon provokatif Mikadzuchi.
"Kami sudah membersihkan tempat ini. Tidak ada lagi orang-orang dungu seperti Fosch Hound. Yang tersisa hanyalah kita saja."
Salah satu dari para player di sekeliling menyerbu Flein sendirian dan menebasnya. Menyadari hal itu, pengawal Flein segera menanggapi, memangkas HP orang itu dalam sekejap.
Masih ada beberapa player di sekitar, tapi karena semua orang ragu-ragu untuk menjadi umpan dan kemudian dimusnahkan, keadaannya menjadi buntu.
"Apa? Pertengkaran dengan rekan-rekan dari guild PK yang sama?"
"Rekan? Yang benar saja."
Menepuk bahunya sendiri dengan pedangnya yang masih berada dalam sarungnya, Flein mulai bicara.
"Aku hanya memanfaatkan mereka untuk menghadapi beberapa orang kuat. Akan tetapi, dengan semakin bersikap kurang ajar dan meremehkan para perajin adalah sebuah tindakan bodoh. Bahkan pedangku ini dibuat oleh seseorang yang tahu aku adalah seorang pelaku PK. Karena itu, sebelum ini menjadi semakin merepotkan, aku mengalahkan mereka dengan tanganku sendiri. Itu adalah nilai EXP yang lezat."
Saat Flein menyengir, pelaku PK yang telah berbaur saat malam pertama event, menghela napas dan menyahut.
"Sebenarnya apa yang menurutmu menarik dari hal itu? Sejak awal, kami tidak tertarik dengan menguasai area atau hadiah quest. Sebagai tambahan, manajemennya jadi terlantar dengan besarnya guild dan keributan yang terjadi karena kualitas pelaku PK yang menurun. Karena Fosch Hound dan Flame Corps diperlakukan sama, beberapa pelaku PK telah bercampur di antara kita. Yah, di sisi lain, beberapa sesama penggila pertarungan seperti kami ikut bergabung dalam Fosch Hound juga."
"Diamlah, Tobias. Jangan mengatakan hal-hal yang tidak perlu. Bagiku, ini begitu menarik. Selama aku bisa mendapatkan pertarungan yang beresiko dengan orang-orang yang kuat, aku puas."
Guild master Flein dan wakilnya, Tobias, mulai berbicara dengan sangat terbuka di depan kami.
Menyadari tatapan kebingunganku, Flein dan Tobias yang sedang saling berbicara, kemudian tersenyum dan melambai ke arahku. Dengan ekspresi kaku, aku pun balas melambai.
Entah kenapa, sepertinya memperlakukan pelaku PK sebagai orang jahat adalah sebuah prasangka yang salah dan mereka lebih seperti orang-orang yang gila bertarung. Melihat betapa berbedanya dia saat tidak menggila, aku merasa mulai menyadari karisma Flein.
Seorang guild master yang sama seperti dia, melimpah dengan karisma, yaitu Mikadzuchi, melakukan beberapa latihan mengayun dengan senjata panjangnya seakan sedang pemanasan. Tindakan mereka berdua terlihat keren setiap waktu. Kedua orang ini, benar-benar deh, gumamku dalam hati.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memenuhi janjiku. Aku akan menghadapimu dengan senjata langka yang terpasang."
Setelah jeda sesaat, equipment yang membungkus tubuh Mikadzuchi pun berubah. Kualitas armor kain dan kulitnya berubah menjadi armor seluruh tubuh dengan desain serigala terukir di permukannya.
"Ya, jangan kalah terlalu mudah."
"Itu kalimatku. Guild master Flame Prison Corps, Flein, ayo serius di pertarungan ketiga ini."
Mereka berdua telah menyiapkan senjata panjang dan pedang tipis mereka.
"Kalian semua! Jangan mengganggu! Ini adalah pertarungan antara Mikadzuchi dan aku!"
"Setelah memenangkan quest itu, bisakah kita kalah dalam pertarungan ini?! Tidak! Entah itu quest atau pertarungan, kita akan menang! Jangan mengganggu!"
Tanpa sinyal apapun, kedua orang itu dalam sekejap menutup jarak dan menghunuskan senjata mereka pada satu sama lain.
Setiap kali tongkat dan pedang tipis itu berbenturan, sebuah suara yang mustahil muncul dari material mereka pun terdengar.
Mikadzuchi yang seharusnya mengenakan armor seluruh tubuh yang berat, kontras dengan penampilannya, telah menangkis serangan lawan dengan gerakan yang mulus dan  kekuatan yang luar biasa.
Di sisi lain, dalam adu kekuatan kali ini, Flein memutuskan bahwa dia akan kalah jika dia berfokus pada kekuatan. Seperti seekor hewan buas, dia melancarkan serangan-serangan sulit dari posisi rendah.
Keduanya menyerah tentang meminimalisir kontak langsung. Karena adu kekuatan yang intens, sudah jelas keduanya memiliki kemampuan yang saling menyaingi satu sama lain.
"Sepertinya mereka sedang bersenang-senang, mereka berdua itu."
"Apa yang kau mau?"
Dengan arah tatapan yang masih mengikuti pertarungan kedua orang itu, Tobias memanggilku. Secara pribadi, karena aku menghadapi dia sebelumnya dan tidak dapat melakukan apapun, aku merasa kesulitan untuk menangani dia. Emily-san menyadari itu dan datang mendekat, tapi Tobias berbicara sambil mengabaikan itu.
"Hari ini Flame Prison Corps dibubarkan."
"Haa? Kau berhenti bermain OSO?"
"Tidak, kami membubarkan guildnya sekali kemudian membuatnya ulang dengan nama yang sama. Setelah menyingkirkan semua kehebohan ini, sekali lagi kami membentuknya ulang dengan sesama player yang suka melihat keegoisan Flein."
"…begitukah. Tapi, jangan menjadi pengganggu untuk orang lain."
"Itu akan sulit. Kalau Flein itu egois, begitu pula kami. Begitu kami merasa bosan, kami akan pergi tanpa ragu-ragu. Kami menerima orang yang datang pada kami, kami tidak mengejar orang yang pergi. Kau bebas melakukan apa yang kau mau. Kami tidak akan menyangkal ataupun menghalanginya. Itu sepertinya sangat sederhana, tapi…itu nyaman."
Dengan tatapan menerawang, pelaku PK di hadapanku ini berbicara tentang Flein.
Di ujung tatapan matanya, Flein yang perlahan terdesak mundur oleh kekuatan pertarungan, menikmati hal itu sepenuhnya seperti anak kecil.
——PK. Itu kelihatannya seperti sebuah cara untuk bermain dengan bebas tanpa terikat aturan sebagai ganti resiko yang tinggi. Itu memberikan kesan jalan lain untuk memainkan game ini.
Dan semua orang menyaksikan pertarungan kedua orang ini dalam diam.
Tanpa memilih metode penyembuhan apapun sejak awal, mereka berdua terus bertarung dan memangkas HP satu sama lain.
Kemudian, Flein bergerak.
"——Killing Edge!"
Akhirnya itu datang! Terdorong ke sudut, Flein memicu kebalikan skill kematian-pasti.
Sebuah serangan tunggal dilancarkan dengan sebilah pedang tipis setelah dia merendahkan pinggang dan postur tubuhnya. Sebuah serangan tajam mendekati celah antara helm dan armor. Mikadzuchi menghindarinya dengan gerakan minimal dan sebagai gantinya balik menyerang Flein dengan menendangnya di abdomen.
Setelah berguling di tanah, Flein berdiri lagi menghadapi Mikadzuchi.
"UOOOooooo—— Killing Edge!"
Dia melakukan tipuan mendetail dengan kakinya, bertaruh pada satu serangan terbalik.
Mengincar saat Mikadzuchi tidak dapat bereaksi, dia melancarkan sebuah serangan pada celah di armor. Sebagai respon terhadap serangan dengan skill kematian-pasti itu, HP Mikadzuchi mendapat cedera biasa saja.
Tidak melewatkan kesempatan Flein berhenti bergerak, Mikadzuchi membuatnya terkapar dengan tenaga yang luar biasa. Kemudian, dia menduduki Flein di atasnya, menghentikan gerakan pemuda itu.
"Nah sekarang, kekalahanmu sudah dipastikan. Dari apa yang kudengar, ada teknik mengorbankan diri sendiri yang memungkinkan untuk menghindari masalah. Tapi, biarkan dirimu kalah dengan baik dan tenang tanpa penghancuran-diri-sendiri."
"Tentu saja. Ya ampun, siapa orang yang menghindari masalah dengan mengorbankan dirinya sendiri? Tunggu saja kau."
Berkata demikian, Flein mendengus melemaskan tubuhnya.
Saat aku menatapi orang yang sebenarnya menggunakan teknik mengorbankan diri Sacrifice Counter untuk menghindari masalah, "Ahahaha", Tobias tertawa hambar dan mengalihkan tatapannya.
"Kau sama sekali berbeda dari dua pertarungan sebelumnya. Apa yang kau lakukan?"
Dengan menahan pergelangan tangan yang memegang pedang dengan kakinya dan mengacungkan tongkat pada tenggorokan pemuda itu, Mikadzuchi mengunci pergerakan Flein. Pemuda itu memintanya untuk memberitahukan alasan perubahannya.
"Itu adalah karena armor ini, hadiah quest."
Salah satu item yang Mikadzuchi dapatkan sebagai hadiah dari quest. Aku membuka inventoryku dan memeriksa stats equipment tersebut.

Dark Wolf's Guardian Armour Armour
DEF+30 Efek Tambahan: Defence Attribute: Immortality Might Skills Sealed

Armor seluruh tubuh dengan desain serigala itu adalah equipment yang dibuat dengan bos raid, Garm Phantom, sebagai modelnya. Untuk pertahanannya sendiri termasuk cukup rendah.
Akan tetapi, efek tambahannya berguna.
"Efek tambahan armor itu berasal dari undead, tipe hidup abadi. Dampak serangan dari tebasan pada undead itu sangat rendah. Juga, karena sudah mati, kemampuan kematian-pasti jadi tidak ada artinya."
"Haa, kalau seperti itu, cara menyerangnya adalah serangan tumpul, api atau cahaya. Juga, tipe penyembuhan, 'kan."
Yah, aku mendapatkan ini secara kebetulan,Mikaduzhi mengangkat bahu.
Selain itu, efek tambahan Might secara signifikan memperkuat serangan fisik secara sinergis dengan Sense tipe peningkat fisik yang mirip. Ini membuatnya melampaui kekuatan Flein.
Pada akhirnya, Skills Sealed membuat penggunanya tidak bisa menggunakan skill dan art apapun, yang mana itu menjadi sebuah kekurangan. Tapi dalam PvP,penggunaan Art membuat celah dalam pertahanan dan penggunaannya dihindari sebisa mungkin. Jadi, selama pertarungan dengan Flein, hal tersebut tidak menjadi hal yang tidak menguntungkan.
"Sebuah kombinasi antara badan kekar dan otak udang, ya. Wanita…perkasa…ini."
Begitu Flein mulai mengejek, Mikadzuchi dengan tanpa ampun melancarkan sebuah serangan pada kepala Flein dari atas, seakan untuk mendeklarasikan kemenangannya dengan jelas. Serangan berat itu memecahkan kepala Flein yang tidak bisa melarikan diri di tanah, merampas HP-nya yang tersisa.
Dari antara semua orang yang menyaksikan, rekan-rekan PK Flein yang memastikan kekalahannya, menghela napas dan kemudian dengan nada ringan berkata, "Mundur~. Baiklah kalau begitu, maaf mengganggu." Mereka mencoba untuk pergi.
Mendengar suara yang santai itu, Mikadzuchi memanggil untuk menghentikan mereka.
"Ini menyenangkan. Bagaimana dengan kalian semua? Kita adakan pesta penutupan sekarang."
"Hah? Kami adalah para pelaku PK. Beberapa saat yang lalu, kau menghadapi guild master  kami. Apa yang kau katakan?"
"Aku tidak peduli. Yah, kalian bebas untuk berpartisipasi."
"Tidak, pimpinan kami sedang tidur di sini…"
Apa itu tidak masalah? Apa yang akan kita lakukan soal ini? Dengan perasaan semacam itu, Tobias menggaruk-garuk kepalanya, kebingungan.
Saat dia melakukan itu, dengan penuh harap, arah tatapan Mikadzuchi tertuju padaku.
"Haa, ya ampun. Aku mengerti."
"Terima kasih, Nona."
Kubilang, jangan panggil aku "Nona"!. Berbicara demikian dalam hatiku, aku berdiri di depan Flein yang tewas dan menggunakan sebuah potion.
"Hei, hei. Tidak mungkin…"
Para pelaku PK membelalakkan matanya saat Flein dibangkitkan dengan efek sembrat cahaya merah muda. Yah, menggunakan Revival Medicine yang mahal pada seorang pelaku PK, mereka pasti berpikir bahwa aku adalah orang yang aneh.
"Itu menyakitkan. Sekalipun kau berotot, kau tidak perlu sampai sejauh itu. Yang benar saja."
"Jangan panggil seorang wanita itu "Berotot". Juga, serangan penghabisan haruslah menentukan."
Saat Mikadzuchi membalas dengan nada dendam pribadi yang tercampur dalam suaranya, Flein mengaku kalah dan tidak lagi menantangnya. Untuk saat ini, tapi…
"Berikutnya adalah pertandingan minum. Hei, kumpulkan semua orang yang log in untuk ikut pesta."
"Kau serius…bukan begitu? Yah, aku akan ikut. Sampai aku bosan tentunya."
Tanpa disadari, pesta selesainya quest telah dimulai dan melibatkan orang-orang yang tak berhubungan.
Makan, minum dan bersosialisasi. Dengan keikutsertaan yang bebas, pesta ini dimulai dengan orang-orang yang masih bersemangat setelah pertempuran. Dan, bersama dengan para pelaku PK, para orang dewasa mulai minum minuman keras sambil makan cemilan. Ada juga kompetisi dagang dengan hadiah quest.
·
"Heeii, apa minuman dan ikannya sudah siap~?"
"Aku membawakannya sekarang. Apa-apaan ini? Kenapa aku yang membuatkan ini!"
Aku menjawab sambil membawa hidangan-hidangan di piring pada para pemabuk.
Setelah kembali ke Kota Pertama, kami telah mengumpulkan sisa makanan dari penjual dan membuat improvisasi Hors D'oeuvre, kemudian bersama dengan orang-orang yang memiliki Sense Cooking, aku membuat hidangan yang diminta.
"Hmm. Kelihatan enak. Ayo coba dengan wine kalau begitu."
"Fuhaa! Kombinasi tahu goreng dengan shōchū benar-benar enak."
"Untukku bir. Tapi, tukang masak…hei, beberapa dari kalian di guildku, cepat pelajari Sense Cooking!"
Satu set orang dewasa tukang minum, Mikadzuchi, Flein si PK, dan melengkapi trio orang aneh setelah mendengar tentang pesta ini dari suatu tempat, Cloude. Mereka mengambil gorengan dan minuman keras favorit mereka.
Yah, seperti biasanya, sudah diputuskan bahwa yang bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan saat pesta adalah orang-orang dengan Sense Cooking.
Beberapa orang dari antara Flame Prison Corps yang ingin mendapatkan Sense tersebut telah muncul dan menggunakan kesempatan ini untuk mencoba belajar dan mengingat metode efisien untuk mengembangkan Sense ini.
"Heei. Kau bisa bergantian. Aku sudah memanggil personil dari Crafting Guild yang mempunyai Sense Cooking untuk menyiapkan makanan di pesta penutupan."
"Magi-san. Terima kasih banyak."
Aku akhirnya bisa beristirahat kalau begini. Saat aku menyunggingkan senyuman lega, Magi-san melambaikan tangan mengatakan padaku untuk tidak memikirkannya.
"Kami hanya ingin ikut serta juga. Sebenarnya, setelah acara dibentuk oleh para perajin, kami berencana untuk melakukan pesta penutupan, jadi kami hanya mengambil keuntungan dari pesta ini sekarang. Juga…semua orang suka festival."
"Kau benar."
Benar-benar, deh. Ada banyak macam orang di sini.
Beberapa menjual atau melelang hadiah dari quest hari ini. Para penonton terus berkumpul sampai itu selesai.
Anggota dari Flame  Prison Corps selain Flein membuat demonstrasi pertarungan PvP, melakukan pertunjukan perkelahian jalanan.
Pria yang disebut sebagai tangan kanan Flein ikut berpatisipasi dalam perkelahian jalanan itu, juga seseorang yang lain, seorang player wanita dengan ekspresi lembut yang telah menerima pelajaran Sense Cookingdari kami.
"Tetap saja, sepertinya ada beberapa material langka berkumpul di sini yang membuatku sangat bersemangat."
Menyipitkan mata, Magi-san menyaksikan satu dari hadiah-hadiah raid quest, Garm's Fang dipasang harganya di pelelangan.
Para pengrajin terlihat tertarik dengan material penguat itu.
"Oh benar~. Ngomong-ngomong, Yuncchi. Kau tidak mau menggunakan bibit itu untuk menjadi sebuah busur?"
Duduk di sebelah Magi-san, Lyly menggodaku dengan setusuk daging di tangannya.
Salah satu dari hadiah raid quest, Wisteria Peach's Seedling adalah sebuah material dan item untuk dikembangbiakkan. Lyly sudah mengambil kontrak dengan beberapa orang untuk membuat tongkat dengan bahan itu.
Tapi, jawabanku sudah diputuskan.
"Maaf, aku berniat untuk menanamnya."
"Sudah kukira~. Seperti yang kupikirkan, kau bisa mendapat bahan untuk Revival Medicine] secara berkala. Itu pasti adalah pilihan yang sangat menggoda untuk seseorang dengan Sense Mixing."
"Kalau begitu, Yuncchi. Apalagi yang kamu dapat? Apa ada sesuatu yang bisa kamu pakai?"
"Tidak juga, sepertinya aku tidak akan menggunakannya.'
Armor seluruh tubuh yang sama dengan yang Mikadzuchi dapatkan dan sebuah aksesoris gelang.
Untuk deskripsi armornya, aku sudah menjelaskannya saat pertarungan Mikadzuchi dan Flein, tapi berbeda untuk hadiah lainnya.
Aksesoris gelangnya memiliki sedikit efek yang menarik.

Wisteria Peach Tree's Ivy Ornament (Berat : 3)
DEF+5 MIND+5 Efek Tambahan : Kebangkitan Terbatas : 3/7

Gelang itu dibuat dengan motif Wisteria Peach Tree yang menjadi symbol quest ini, untuk sementara diberikan sebuah efek bangkit dari kematin.
Efeknya terbatas. Skill kebangkitan sampai jumlah yang ditandai dengan banyaknya kelopak bunga berwarna merah muda di gelang itu. Satu kelopak bunga sehari akan pulih warnanya setelah digunakan. Jumlah kelopaknya ada tujuh.
Karena aku mempunyai Bibit Wisteria Peach, aku merasa tidak akan banyak kesempatan untuk menggunakan skill kebangkitan aksesoris ini.
"——Dan, dengan begitu, aku lebih suka mendapatkan bibit kedua atau buku."
"ITU DIPERBOLEHKAN BAGI YANG PUNYAAAA‼"
"Woahh?‼ Myu, jangan mengagetkanku!"
Tiba-tiba Myu berteriak dari belakangku, membuatku berbalik terkejut. Myu mengerutkan alisnya dengan sedikit air mata di matanya.
"Gelang itu adalah hadiah yang kuinginkan… Taku-san mendapat material penguat yang bisa dia gunakan untuk senjatanya, Sei-oneechan dapat mantel dan bibit dari penjualan. Dia bilang dia akan memperkuat equipment magenya!"
Ahh, Taku tidak disangka beruntung. Sei-nee tidak mendapatkan barang yang dia incar karena sensor keserakahan, tapi sepertinya dia mendapatkannya lewat penjualan.
"Yah, aku tidak keberatan berbarter denganmu."
"Benarkah?! Yayy! Onee-chan, aku sayang padamu!"
Kubilang, panggil aku 'Kakak'. Itulah yang ingin kukatakan, tapi sebuah item langsung dipaksakan padaku lewan layar pertukaran.
Dari isi pertukarannya, Myu menaruh buku dan aku menaruh gelang itu. Akan tetapi, aku berpikir untuk menanyakan apa yang akan dia lakukan dengan gelang yang aku sendiri tidak bisa memakainya dan—-
"Nah, dengan begini aku bisa menggunakan sihir pembangkit yang terbatas! Karena pembangkitan termasuk tipe sihir penyembuhan, saat aku menggunakannya, aku akan mendapat lebih banyak EXP daripada saat menggunakan penyembuhan biasa! Dengan kata lain, ini adalah item untuk menaikkan level!"
Saat Myu menjelaskan dengan antusias, kami bertiga para perajin merespon dengan "Aku mengerti", merasa yakin. Jadi ada cara penggunaan seperti itu, aku terkesan.
Begitu gelisahnya dia sampai-sampai dia sepertinya akan mulai meloncat-loncat, Myu kembali pada Lucato. Melihatnya dari belakang, kurasa dia masih anak kecil.
Kemudian, dengan semena-mena membuat keributan selama pesta penutupan sepertinya adalah acara kedua. Orang-orang muda melarikan diri lebih cepat. Orang-orang dewasa terus minum sampai larut malam.

Dan, saat semua orang menghabiskan waktu dengan cara mereka sendiri—
"Kau…Endo, 'kan?"
"A-a-a-apa maksudnya? Swordsman Taku?"
"Tidak, setelah aku melindungimu, aku melihat seluruh wajahmu di balik topeng itu dari bawah. Jangan menyembunyikannya.
Bahu Emily-san merosot dan sepertinya latar di belakangnya menjadi gelap. Kelihatannya identitasnya dengan mudah diketahui oleh Taku. Dengan begini, tidak ada lagi alasan untuk menyembunyikan identitas. Saat ini dia duduk tepat di sebelahku dan melihat ke sekitar.
"Entah kenapa, sepertinya orang-orang yang tidak berhubungan jadi berbaur."
"Semuanya sangat suka festival."
Ada cukup banyak pejalan kaki yang ikut serta. Mereka makan banyak jenis makanan dan terus berbicara satu sama lain.
Lihat, bahkan ada beberapa di sebelah kami——-
"…Ngomong-ngomong, Letia, Raina, Al. Apa yang kalian lakukan?"
"*nyamnyam*…*gluk*, Yun-san, Emily-san. Selamat datang kembali."
"Ah, Yun-san, Emily-san. Selamat atas kerja kerasnya."
"Selamat untuk kerja kerasnya."
Mereka bertiga telah mengumpulkan makanan yang tersisa dan melahapnya. Terutama Letia,
Dan kemudian, ekspresi Al dan Raina mendadak menjadi cerah dan mereka memberi laporan pada kami.
"Dengarkan ini! Kami memutuskan untuk membuat sebuah guild!"
"Guild kami sendiri! Kami sudah muak dengan perekrutan paksa yang menyebalkan dan setelah memikirkannya, tidak perlu untuk masuk manapun!"
Hehe! Raina membusungkan dadanya dengan bangga. Oh, jadi itu yang terjadi, pikirku.
"Kalian berhasil mendapatkan sebuah Guild Emblem."
"Itu hanya sesuatu yang kami beli saat berjalan-jalan mengelilingi pasar. Itu benar-benar murah."
Dia membuat gerakan menelengkan kepala yang klasik, bagaimana? Mau coba? Letia menawarkan beberapa gorengan padaku, tapi aku menahan diri.
"Guild kami adalah Fresh Green Wind! Kami belum memutuskan melakukan apapun, tapi Letia-san adalah guild master dan kami adalah anggotanya! Karena masih hanya ada kami bertiga, kami tidak perlu seorang wakil, tapi suatu hari aku akan menjadi lebih kuat dan wakil yang tidak perlu dipertanyakan lagi!"
Raina menjadi begitu berapi-api, tapi kurasa seorang wakil master guild bukan hanya tentang level. Kalau kau melihat Sei-nee atau Cloude, akan terlihat ketenangan dan kapasitas administrastif yang diperlukan. Yah, kalau dia menjadi wakil Letia, suasananya tidak akan buruk kurasa.
Bersama dengan Emily-san, berjuanglah sebaik mungkin, kata kami dan kemudian log-out.

Dan, pada keesokan harinya——

"Hmm, aku melakukannya berlebihan tapi yah, tidak masalah."
Aku merenovasi Atelier menggunakan uang yang kudapatkan lewat pertaruhan. Harga dari lahan meningkat setiap kali aku membeli beberapa. Terdapat sebuah atap perlindungan sinar matahari dan dek dari kayu di mana aku dapat mengawasi ladang. Aku menyiapkan sebuah meja dan kursi, membuat sebuah tempat kecil yang bergaya untuk jamuan minum teh.
Sebagai catatan tambahan, untuk membuat ini, aku tidak punya cukup uang yang tersimpan, jadi aku mendapatkan beberapa dengan menjual Revival Medicine dan semacamnya, mendapatkan uang yang diperlukan.
Dan, di ladang yang terlihat dari dek kayu, bibit Wisteria Peach ditanam. Pohon itu tumbuh dengan cepat, merentang ke luar.
"Indah."
Bersandar pada batang pohon adalah Ryui dan yang berlarian di sekelilingnya mengejar ekornya sendiri adalah Zakuro. Kedua hewan itu terkadang mendongak pada kelopak-kelopak bunga yang bergelantungan.
Sebuah suara yang terdengar nyaman mencapai telingaku saat angin mengayun sulur dan kelopak bunganya.
Di dunia nyata, musim dingin sebentar lagi mendekat, tapi dalam game, sinar matahari cukup hangat untuk mandi cahaya matahari.
"Wah? Fufu. Yun-kun, aku datang untuk melihat keadaanmu, dan sekarang kau sedang tidur."
Aku tidak tidur, aku bangun. Aku ingin berkata demikian, tapi berkebalikan dengan kesadaranku, mataku tetap terpejam.
Yang memanggilku saat aku tidur di atas permukaan meja di dek kayu pastilah Emily-san.
Suara lembutnya membuatku semakin mengantuk. Kalau aku tidak salah, kalau rasa lelah atau hal lain pemicu kantuk terdeteksi lewat gelombang otak, kesadaran player akan dibuat beristirahat untuk sementara,
Akan tetapi, meskipun aku tertidur, aku merasakan sesuatu yang hangat di samping dan lututku.
Sebelum kesadaranku surut, sebuah lolongan seekor serigala yang kudengar pastilah sebuah mimpi atau sebuah ilusi.

—STATUS—
Nama : Yun
Senjata : Black Maiden's Longbow
Senjata Kedua : Magi-san's Kitchen Knife
Armor : CS No.6 Ochre Creator (Pakaian Luar, Pakaian Dalam, Torso, Pinggang).

Equipment Aksesoris Batasan 2/10
● Rugged Iron Ring (1)
● Substitute Gem's Ring (1)

Memiliki SP23
Bow Lv40 Longbow Lv14 Sky Eyes Lv5 Speed Increase Lv28 See-Through Lv15 Magic Talent Lv46 Magic Power Lv49 Enchant Arts Lv26 Dosing Lv28 Linguistics Lv18
Tak Terpasang:
Alchemy Lv32 Synthesis Lv33 Engraving Lv2 Swimming Lv13 Crafting Knowledge Lv34 Taming Lv8 Earth Element Talent Lv19 Cooking Lv27

Hadiah Raid Quest
● Bibit Wisteria Peach
● Armor Dark Wolf's Guardian
● Buku Misterius (belum terpecahkan)



Only Sense Online Jilid 5 Epilogue LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.