16 Juli 2018

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Epilogue LN Bahasa Indonesia



EPILOGUE
(Translater : Orion)

Part 1
---[Underwood] Upacara penyerahan gelar Floor Master.
Pada malam terakhir Festival Panen, atmosfir di alun–alun tertutupi oleh keseriusan karena perjamuan yang biasanya berakhir karena acara yang terjadi di puncak Pohon Besar.
Pelindung dari Selatan, Sala Doltrake telah ditunjuk sebagai Floor Master berikutnya dan menerima [Tanduk dari DracoGreif].
Melihat upacara dari alun – alun Kota Bawah Tanah, Izayoi dan yang lainnya sedang minum Jus Pir berbintink sambil mengingat hal – hal yang mereka lakukan selama Festival Panen.
“Dengan ini, Aliansi [Draco Greif] akan jauh lebih damai.”
“Yes~ Griffith juga pergi setelah balapan berakhir dan tidak ada lagi perbedaan pendapat yang terdengar dari Aliansi.
Kuro Usagi membalas komentar Izayoi. Griffith telah meninggalkan Komunitasnya setelah memastikan bahwa Sala yang akan ditunjuk sebagai Floor Master selanjutnya. Meski tidak diketahui apakah ia melarikan diri atau menerima kekalahannya, itu masih pertarungan yang ia pertaruhkan untuk posisi Floor Master yang memiliki persyaratan bahwa yang kalah harus meninggalkan Komunitasnya. Oleh karena itu tidak terlalu mengejutkan para anggota dari [Two Wings] untuk menerima kenyataan itu.
Asuka dan Yō yang meminum Jus Pir berbintik di sebelah Izayoi tampak senang dengan senyum di wajah mereka karena beban yang ditanggung mereka telah hilang.
“Tidak ada masalah bagi Sala sekarang karena dia memiliki [Tanduk DraciGreif] untuk mengganti tanduknya yang patah kan?”
“Tanduk itu adalah Tanduk Naga Draco Greif dan hanya ada satu tanduk. Kudengar Shiroyasha juga akan memberikan Gift lain untuknya, jadi tidak perlu khawatir.”
“Aku mengerti...” kata Asuka.
Tidak lama kemudian, hembusan angin panas yang kencang menyebar di sekitar puncak Pohon Besar dan secara bertahap menyebar luas.
Angin panas memenuhi Kota Bawah Tanah di bawah dan menghilangkan udara malam yang dingin. Menyadari bahwa ini adalah saat di mana gelar dari Floor Master diberikan, kota itu dipenuhi oleh suara denting gelas saat mereka bersulang untuk itu.
Kuro Usagi memandang ke sekitar Underwood sambil menggumamkan berkatnya dan sedikit rasa iri.
“...Sala-sama, terima kasih untuk kerja kerasmu. Kuro Usagi dan kawan – kawan juga akan bekerja keras dan tidak akan kalah darimu.”
Memikul nasib dari Komunitas, berkontribusi pada pembangunan kembali Kota Underwood dan pencapaiannya diakui.
Dari sudut pandang Kuro Usagi, semua itu tidak berhubungan dengan dirinya sendiri. Setelah mendukung dan mempertahankan Komunitas [No Name] ketika dihancurkan, contoh kebangkitan kembali seperti inilah yang menjadi pencapaian yang menggembirakan.
[ [No Name] suatu saat juga akan...bisa dengan bangga mengibarkan bendera kita di atas Komunitas kita......Canaria-sama!]
Suatu saat mereka akan mengambil kembali bendera dan nama yang dicuri serta bertemu kembali dengan kawan – kawan lama.
Kuro Usagi menyimpan mimpi itu di dalam hatinya saat dia melihat bendera yang berkibar di Pohon Besar.
Menunggu momen ini, Lily dan grup senior dari anak – anak, yang menunggu di diekatnya untuk sebuah kesempatan, berlari ke arahnya.
“Kuro Usagi Onee-san......”
“......Lily? Apa ada masalah?”
Kuro Usagi memiringkan kepalanya saat mengamati Lily yang bersikap mencurigakan.
Telinga rubah Lily merah saat dia menyerahkan tas kecil yang dipeluknya beberapa saat lalu sebelum menyerahkannya ke Kuro Usagi.
“Ini....?”
“Sebuah hadiah untukmu. Dipilih oleh Izayoi-sama, Asuka-sama, Yō-sama, Jin Bo-chan dan kami untukmu.”
“---Eh” Terkejut, telinga Kuro Usagi berdiri.
Melihat dengan kebingungan ke arah ketiganya, ketiga anak bermasalah mengangguk setuju meski pandang mereka ke arah lain, dengan jelas menolak melihat Kuro Usagi setelah apa yang mereka lakukan.
“......Nn. Lagi pula kau memanggil kami ke tempat yang menarik ini.”
“Dan kami berhasil membentuk Aliansi yang dianggap sebagai pijakan besar dan sebuah alasan bagi kami untuk merayakannya.”
“Terima kasih untuk semua waktu yang kau curahkan untuk kami Kuro Usagi.”
Yō mengakhirinya dengan senyum lebar di wajahnya sedangkan Izayoi dan Asuka tetap menolak menunjukkan wajahnya ke Kuro Usagi.
Meskipun kekhawatiran mereka untuknya canggung, perasaan mereka masih bisa membangkitkan perasaan bahagia di Kuro Usagi.
“Te...Terima Kasih. Kuro Usagi akan menjaga dengan sebaik – baiknya...!”

Sementara dia mengatakannya, jari – jari Kuro Usagi hampir saja membuka tas kecil ketika ketiga anak bermasalah menghentikannya untuk membuka tas itu.
“Okay. Masih ada waktu untuk membuka hadiahnya nanti.”
“Ini malam terakhir dari Festival Panen! Tentu saja kita harus mengisi perut kita dengan makanan dan minuman!”
“Kuro Usagi, ayo pergi!”
“Eh? Tu...tunggu sebentar!~”
Hadiahnya terdorong ke tangan Lily, keempat dari mereka telah pergi ke pusat alun – alun.
Lily melirik ke dalam tas kecil itu dan melihat ada sebuah surat selain hadiah yang telah mereka pilih.
Dan ini ditulis untuk penerimanya:
Kepada teman tersayang kami---Kuro Usagi.
“---Hehe, Izayoi-sama dan yang lainnya benar – benar malu – malu dengan hal ini.”
[Kepada teman tersayang kami]. Kata – kata tersebut membuat Lily mengibaskan kedua ekornya dengan gembira.
Grup senior dari anak – anak juga mengikuti jejak keempat orang itu dengan penuh semangat.
Diselimuti oleh angin malam yang dingin dan harapan untuk Floor Master yang baru, para penduduk Kota Bawah Tanah tidak berencana untuk tidur karena suara bersulang dan kegembiraan terus bergema untuk waktu yang lama.
Part 2
---[Underwood] Ruang Tamu VIP.
Berdiri di ruangan berasap yang berasal dari pembakaran dupa, Shiroyasha menatap ke arah bulan.
Upacara penyerahan Gift dan Gelar Floor Master kepada Sala telah selesai beberapa saat yang lalu.
Tapi bagi Shiroyasha, dia masih mempunyai dua tugas penting yang mendesak dan belum diselesaikan.
Setelah memenangkan Game [Balapan Kuda Laut], [No Name] menerima Gift dari Shiroyasha.
Namun, bukan Gift yang mereka inginkan---mereka ingin agar [Gry sang Gryphon menjadi Tamu di Komunitas mereka].
“Itulah hadiah yang Izayoi minta.....sisanya tergantung dirimu,  Gry.”
Sebuah Geass Roll tergeletak di lantai, dan isinya adalah:
[Hilangnya sayap dari salah satu anggota [Thousand Eyes], Gry, disebabkan oleh kami dari [No Name]. Oleh karena itu, kami ingin membawanya dalam jangka waktu sampai ia bisa memulihkan diri.]
Gry membaca Geass Roll dengan tulisan tangan yang indah dengan berpikir menerima nasibnya.
---Hanya beberapa hari yang lalu, ia menganggap dirinya tidak layak untuk ikut berpartisipasi di Game apapun di masa depan.
Kehilangan sayapnya hanyalah salah satu alsannya.....Tapi alasan paling pentingnya adalah fakta karena ia kelihangan rekan ketika terbang.
Kerugian berturut – turut yang dialami oleh rekannya dan sayapnya sangat melukai harga dirinya dan ia yakin bahwa tidak ada satupun yang ingin menungganginya untuk bertempur kembali. Setidaknya itulah perasaan yang dia miliki sebelum ia membaca dokumen ini.
[......Tampaknya bocah itu benar – benar menepati janjinya.....]
Meskipun ia sudah mempersiapkan dirinya bahkan sebelum mendapatkan luka itu, orang itu tampaknya belum menyerah akan dirinya. Kebaikan dari pria itu membuat semangat Gry untuk bertempur berapi – api dengan semangat untuk melanjutkannya.
Menutup matanya untuk memberikan jawaban yang jelas, ia segera membulatkan tekadnya ketika ia membungkuk pada Shiroyasha.
“Shiroyasha-sama. Kau menerimaku ketika aku dibuang dari negeriku. Aku tidak akan melupakan kebaikan yang telah kau tunjukan kepadaku, selamanya. Tapi, aku.....”
“Tidak apa – apa. Aku mengizinkanmu pergi. Aku akan mengirim surat kepada mereka agar mempersiapkan pesta selamat datang untuk teman baru mereka. Kau bisa membantu kekuatan Komunitas baru yang berada di Sisi Timur.
Shiroyasha mengangguk sambil tersenyum tanpa sadar.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Master yang telah ia layani selama sepuuluh tahun, menyebabkan air mata mengalir dari mata Gry.
“.....Bagiku, [Thousand Eyes] akan selalu menjadi rumah di dalam hatiku. Jika sesuatu terjadi, tolong panggil aku. Aku berjanji bahwa aku akan segera datang membantu tak peduli hambatan yang menghalangi jalanku.”
“Nn. Aku terima sumpahmu.....Oh yah, anggap sja ini sebagai uang pensiunmu dariku---Tidak, lebih tepat dianggap sebagai dana cadanganmu. Ini, terima saja.”
Menggambar bentuk cincin di udara dengan tangannya, Shiroyasha mengubah jejak asap itu menjadi cincin emas yang dia pakaikan ke cakar Gry.
“Ini?”
“Kekeke. Ini adalah alat yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupan sehari – hari mereka. Anggap saja ini sebagai Hadiah atas kerja kerasmu. Kau bisa menggunakannya nanti ketika kau kembali ke kamarmu. Ini alat yang cukup berharga jadi tolong simpan baik – baik.
“Ya, Akan kujaga. Aku sangat berhutang budi padamu dan bersyukur.”
Gry membungkuk dengan hormat dan meninggalkan kamar Shiroyasha setelah berpamitan.
“......Heheh, melihat para pemuda tumbuh benar – benar perasaan yang menyenangkan.”
Setelah beberapa hembusan asap dari dupa dan pipanya, Shiroyasha kepada orang yang berada di luar jendelanya.
“Hey, JaRyuu. Berapa lama kau berencan untuk berdiri di sana? Masuk kemari sekarang.”
“Oh, Aku ketahuan?”
JaRyuu berpura – pura kaget saat ia menjawabnya dan masuk dengan melompat dari jendela.
Hembusan angin malam yang kuat saat ia melakukan hal itu membuat asap dari dupa tertiup ke luar ruangan. Shiroyasha segera memarahinya karena itu adalah dupa kesukaannya.
“Hey! Bisakah kau masuk lewat pintu depan dengan benar?”
“Oh~ tapi dengan anak dari Draco yang masih berada di sana, tidak nyaman bagiku melakukannya.....tapi bocah itu telah tumbuh menyerupai ayahnya.”
“Yea. Jika memungkinkan, Aku sangat ingin agar ia dan Griffith bisa berbaikan.....”
“Kau akan ikut campur telalu banyak jika begitu. Bagi saudara agar bisa berbaikan, membutuhkan keinginan dari kedua saudara itu sendiri.”
JaRyuu tertawa terbahak – bahak. Mengetahui pesar tersembunyi dibalik kata – katanya, Shiroyasha bertanya:
“.....Bukankah kau ingin melanjutkan hubunganmu dengan saudara perempuanmu?”
Pertanyaan Shiroyasha menghapus senyum dari wajah JaRyuu.
JaRyuu menatap ke arah bulan di luar jendela dan tampak berbicara sendiri:
“.....Bocah dari [No Name] itu menanyakanku pertanyaan seperti ini: Waja seperti apa yang akan kau tampilkan ketika berhadapan dengan Onee-sanmu? Kata – kata itu sangat benar. Berpura – pura menjadi pertapa ketika aku hanyalah orang tidak berguna yang hanya berkeliaran. Wajah seperti apa yang akan kutunjukkan kepadanya?”
“......”
“Jika aku yang sekarang, tidak ada yang akan berubah bahak jika aku menemuinya. Aku masih tidak mempunyai pencapaian untuk dibanggakan ketika aku bertemu dengannya lagi. Jika itu membuatnya marah terhadapku, itu tidak apa – apa.....tapi aku takut bahwa dia akan menangis melihat kondisiku saat ini.”
Selain mengkhawatirkan kekecewaannya terhadap orang lain, ia lebih khawatir bahwa itu akan menyebabkan kesedihan bagi orang itu.
Dan dengan memikirkan hal itu ia mampu memberanikan diri untuk bangkit kembali.
Shiroyasha menutup matanya tampak memikirkan sesuatu tapi dia sebenarnya berterima kasih kepada Izayoi di dalam hatinya.
[Berhasil menyalakan kembali ambisi dari ‘Pengembara yang tak tentu arah’?.....Pria itu sangat mengesankan.]
Tidak menunggu JaRyuu melanjutkan kata – katanya, Shiroyasha segera berdiri dan mengambil perkamen kulit kambing dari rak buku untuk menunjukkan kepadanya.
“JaRyuu. Jika kau ingin memiliki beberapa pencapaian, aku punya tugas yang cocok untukmu.”
“Sudah kuduga. Itu sebabnya aku menunggu di luar ruangan.....ini mengenai kembalinya Kekuatan Sucimu ke Surga kan?”
“Nn. Karena akan tiba saatnya, tindakanku di depan umum akan dibatasi. Ketika saat itu tiba, sisi Timur akan kehilangan Floor Masternya. Jadi, bisakah kau...menjadi penggantiku dan melindungi sisi Timur untukku?”
Perkamen kulit kambing yang Shiroyasha berikan kepadanya adalah bukti sebagai Floor Master---[Kekuasaan dari Host Master].
Setelah membaca isi yang tertulis, JaRyuu memiringkan kepalanya dan tersenyum masam.
“Aku begitu berterima kasihh karena kau menilaiku setinggi ini, tapi hanya saja aku tidak memiliki begitu baya sikap kepemimpinan.”
“Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Aku hanya akan mengangkatmu sebagai tamu VIP dari [Thousand Eyes]. Jika itu tidak cukup, aku juga bisa meminjamkanmu sebagian dari Kekuasaan Matahari. Itu seharusnya sudah cukup kan?”
Pada saat itu, Jaryuu sangat terkejut.
Bukan karena kekuatan yang ia butuhkan atau tidak tapi fakta bahwa ia diperlakukan sebagai tamu VIP secara tiba – tiba membuatnya terkejut.
“Itu...Itu sangat menyanjungku tapi bukankah pendapatmu tentangku sedikit berlebihan?”
“Tidak. Faktanya, Aku harus menganggapmu hingga seperti itu. Jumlah anggota dari Aliansi Raja Iblis itu masih tidak diketahui dan aku memprediksi bahwa kekuatan tempur mereka setidaknya berada di level empat atau bahkan sampai di level tiga. Dan sekarang bukan saatnya bagiku untuk menahan diri meminjamkan kekuatan. Karena di level bawah banyak Komunitas yang sedang berkembang.”
Kata – kata Shiroyasha memang serius namun akhirnya, mulutnya akhirnya tersenyum. JaRyuu juga menganggukan kepalanya karena setuju.
“Tentang hal itu, Aku sangat setuju. Di level bawah memang memiliki banyak hal yang menarik, temasuk [No Name].”
“Jadi, artinya kau menerimanya?”
“Ya. Aku bersedia mengambil tanggung jawab segai Floor Master pengganti.”
JaRyuu dengar erat menjabat tangan Shiroyasha.
Orang yang berdiri di tempat ini bukanlah orang yang biasanya dipanggil sebagai ‘Pengembara tak tentu arah’ lagi.
Pada saat ini, tubuhnya memancarkan semangat mendominasi seperti saat ia menjadi Saurian Demon King yang bertarung melawan banyak dewa – dewa terkenal.
“Bagus! Aku akan menyerahkan prosedur penyerahannya kepada Asisten penjaga tokoku untuk memandumu. Jika kau memiliki pertanyaan, tanya saja dia karena aku akan pergi sekarang.”
“Kenapa buru – buru?”
“Menurut informasi yang diberikan oleh Bull Demon King, ada satu Raja Iblis dari Aliansi Raja Iblis yang sudah dikatahui. Dan ia orang yang sulit untuk di tangani. Aku harus mengambil kesempatan ini untuk memberikan Raja Iblis itu peringatan sebelum akhirnya pergerakanku dibatasi.”
Mata JaRyuu yang tiba – tiba menyipit ketika ia bertanya:
“......Raja Iblis apa itu? Apakah ia terkenal?”
Wajah Shiroyasha berubah menjadi serius dan sedikit cemas saat dia menyebutkan namanya.
“Namanya adalah ---[Raja Iblis Maxwell], Raja Iblis yang mengendalikan portal.”

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Epilogue LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.