Senin, 29 Januari 2018

Only Sense Online Jilid 5 Bab 3 LN Bahasa Indonesia


SKILLKILLING EDGE DAN PK
(Translater : Hikari)

Saat air berbunyi menggelegak di dalam panci, Miu turun dari lantai kedua sambil meregangkan tubuhnya. Sekarang jam 2 siang, berarti sangat terlambat untuk makan siang.
"Onii-chan, aku lapar."
"Aku sedang membuatnya sekarang, jadi tunggulah sambil minum teh. Makanan rasa apa yang kau mau?"
"Hari ini, gurih!"
"Baiklah."
Yang kubuat hari ini adalah ramen.
Sayuran dan telur rebus dibelah menjadi dua, daging babi yang diiris tipis. Ini adalah ramen yang menggunakan jagung kalegan. Karena tidak ada waktu, ini lebih mudah dibuat. Tapi karena makan malam juga akan kacau, mungkin aku sebaiknya melakukan sesuatu terlebih dahulu. Aku memikirkannya sambil meniriskan air mendidih dari mienya.
"Ini, sudah selesai."
"Yay! Selamat makan!"
Saat Miu dengan senangnya mulai menikmati mie yang kubuat, aku bertanya kenapa dia terlambat untuk makan siang.
"Jadi Miu, apa kau masih merasa sangat bersemangat setelah acara?"
"Tentu saja! Itu harus dinikmati bagaimanapun juga!"
Dia berkata demikian dan dengan seulas senyum lebar, dia melaporkan prestasinya.
"Kau tahu, kami memenangkan hadiah ganda! Seratus monster kecil dan dua boss, juga tiga puluh. Itu sebuah kemenangan besar!"
"Hebat, itu lebih banyak daripada yang kami dapat."
Tidak mungkin, ternyata mereka memenangkan hadiah ganda. Saat dia turun dari bangunan itu, dia menghilang bagaikan angin. Sepertinya dia sangat menekankan pada efisiensi. Pada saat itu, Lucato dan yang lainnya mungkin telah bertempur di lokasi yang berbeda.
"Juga, apa kau tahu? Party Shizuka-oneechan dan Takumi-san masing-masing mengalahkan 50 serangga hitam dan berada di tingkat atas acara utama! Hebat, 'kan?"
"Jadi Shizuka-nee dan Takumi mengincar musuh-musuh kuat, ya."
"Dan kau tahu? Saat itu berakhir, sebuah parade dimulai, di mana kami ikut terseret dan tidak bisa melarikan diri. Beberapa pemain pemula juga mendapatkan hadiah. Kami bisa berharap banyak dari mereka! Kami juga tidak akan kalah!"
Aku tidak berpikir bahwa termotivasi adalah hal yang buruk, tapi semakin Miu, Takumi, dan Shizuka-nee berjuang keras, semakin banyak pendatang baru yang mengejar mereka yang tertinggal. Tapi aku tidak mengatakan pada mereka untuk menahan diri.
"Kalau begitu, apakah keseluruhan acara dapat pulih dengan baik?"
"Hmm. Beberapa lapak telah mengundurkan diri lebih awal setelah kehilangan item untuk dijual. Sebagai gantinya, mereka membantu dengan memperbaiki panggung-pangung atau pergi berburu bahan untuk membuat makanan yang dijual besok. Karena itulah, tidak ada lagi rencana rahasia lainnya. Itulah yang mereka katakan."
"Kalau begitu, besok akan menjadi pertunjukkan panggung utama dan turnamen PVP, ya."
Kalau begitu, untuk waktu yang tersisa hari ini, kami akan bekerja dengan Endo-san untuk memastikan Element Enchant.
Saat aku menyusun rencana di dalam kepalaku, Miu telah selesai makan dan memperlihatkan ekspresi puas.
"Haa, aku sudah makan dengan baik. Nah sekarang, main lagi."
"Pencernaanmu akan terganggu, jadi tunggulah tiga puluh menit dulu."
"Grrr kalau begitu aku akan mengobrol dengan Takumi-san. Kami akan menyiapkan strategi untuk mengalahkan anak anjing besar  raid quest itu setelah acaranya selesai!"
Bukan, boss raid questnya adalah seekor serigala raksasa, bukan seekor anjing. Itulah yang ingin kukatakan, tapi sebelum aku bisa melakukannya, Miu sudah kembali ke kamarnya di lantai dua.
Mau bagaimana lagi, aku menghela napas dan menyelesaikan makan siangku sebelum menyiapkan makan malam ringan.
Aku mencampurkan nasi dengan gula dan cuka, membuat nasi bercuka, menambahkan sejumlah kecil biji wijen dan mengaduknya rata. Kemudian aku memasukkannya ke dalam tahu goring, membentuknya menjadi inari sushi. Aku dengan rapi mempersiapkannya dalam waktu singkat, kemudian menyajikannya di piring lalu menyimpannya di kulkas.
Kalau nantinya aku menambahkan sup miso dengan sayuran, seharusnya itu memiliki keseimbangan gizi yang pas. Memikirkan hal itu, aku mengecek waktu.
Jam tiga tepat, sudah cukup telat. Aku memeriksa keadaan rumah lalu kembali ke kamarku lalu mengambil VR gear.
Aku mengenakannya di kepalaku lalu berbaring di ranjang, log in ke dalam OSO lagi. 

"Emily-san, apa kau menungguku?"
"Aku sendiri baru log in . Apa kau akhirnya punya waktu luang, Yun-kun? "
"Ya."
Bersama dengan Emily-san, kami berdua log in sebelum bertemu.
Setelah berkumpul lagi, Emily-san mengajakku ke lokasi di mana kami akan memastikan skill Element Enchant.
Sebuah bengkel kecil di belakang gang yang sempit antara dua bangunan. Ada sebuah toko dengan pelat papan nama sederhana yang bertuliskan Material Merchant.
Karena tempat ini selalu suram, tempat ini memang memberikan suasana lokasi penelitian. Ini sama seperti suasana bengkel gelap yang menenangkan seperti di bagian bengkel Atelier.
"Jadi ini ya, tokonya Emily-san…"
"Meski begitu, orang-orang tidak datang kemari. Sejak awal, aku menjual material secara langsung pada para perajin. Penjualan secara langsung berasal dari permintaan material. Jadi, aku bertanya-tanya, bukankah istilah laboratorium penelitian akan lebih baik?"
Sambil berkata demikian, dia melepaskan topeng dan topinya di dalam ruangan, lalu melepaskan aksesoris penyamaran sebelum duduk berhadapan denganku.
"Baiklah kalau begitu. Pertama-tama, pastikan apa yang kita berdua ketahui saat ini."
"Memastikan? Maksudmu, penggunaan Elemental Stone dan Elemental Enchant?"
"Itu benar. Aku akan memulainya duluan."
Setelah berkata demikian, Emily-san mengeluarkan sampel beberapa barang untuk dijelaskan.
"Yang pertama, untuk diriku sendiri, Elemental Stone digunakan sebagai bahan untuk sintesis. Yah, aku akan mengabaikan kombinasinya, tapi kurasa bisa dibilang mereka menambahkan sebuah elemen pada atribut non-elemen, ya 'kan?"
Aku mengecek barang yang Emily-san keluarkan dan menyipitkan mata.

Iron Ingot of Earth (minimal) Material
Sebuah batangan logam dengan elemen tanah.

Iron Sword of Earth Weapon
ATK+13 Efek tambahan: Bonus ATK, Bonus Elemen Tanah (minimal)

Glove of Earth Armour
DEF+7, MIND+3 Efek tambahan: Bonus DEF, Kekebalan Elemen Tanah (minimal)

Necklace of Earth Ornament
DEF+3, INT+1, MIND+3 Efek tambahan: Peningkatan Elemen Tanah (minimal)

Semua aksesoris yang ditunjukkan telah disintesis dengan Elemental Stone dan setelah ditempa, perbedaannya ada pada efek tambahannya.
"Ini adalah efek tambahan yang didapatkan setelah menggabungkannya dengan Elemental Stone tingkat lima. Saat dinaikkan ke tingkat empat atau tiga, efek tambahannya juga semakin kuat."
"Jadi, sistemnya sama dengan ukuran permata, ya. Seperti apa hasil efek yang terlihat?"
"Untuk senjata, sebuah bonus elemen ditambahkan pada serangan. Pada armor, ada kekebalan pada elemen yang ditambahkan. Untuk ornament, ini menambahkan dampak serangan, bonus, dan efek perlindungan dampak serangan, semuanya hanya sekian persen saja."
Yah, itu efek dari tingkat lima. Kalau tingkatnya dinaikkan, hasilnya akan menjadi lebih kuat dan tidak bisa dianggap main-main, kata Emily
"Ini dibuat dengan memproses material yang sudah disintesis. Senjata yang dibuat bisa lebih ditingkatkan dengan memperkuatnya menggunakan material jika kau menggunakan SynthesisSmithing atau Craftmanship. Akan tetapi, kalau senjata diubah kembali menjadi batangan logam, efek Elemental Stone-nya menghilang."
"Aku mengerti. Jadi memberikan efek setelah barangnya sudah dibuat itu mustahil."
Sebenarnya, itu sedikit keliru, katanya.
"Jika digabungkan dengan material terlebih dahulu, benda itu akan mempertahankan efek tingkat tingginya. Kalau itu diberikan pada barang yang sudah jadi, efeknya akan berkurang satu tingkat."
Itu mengingatkanku pada sesuatu… Oh, iya. Itu seperti penurunan dua tingkat saat mensintesis panah dengan racun. Sama seperti itu.
"Kurasa itu hal yang berbeda. Juga, koreksi kekuatan sihirnya kira-kira sama."
Aku mendengarkan informasi yang diberikan Emily-san dan mengaturnya dalam kepalaku.
Aku penasaran apakah efek senjata dan armor ini bertumpukan dengan Elemental Enchantku? Kalau memang begitu, ledakan kekuatan secara mendadak akan muncul, menurutku.
"Baiklah kalau begitu, giliran Yun-kun. "
"Kau benar. Elemental Enchantku memakai Elemental Stone dan untuk sementara waktu memberikan enchant  elemen tersebut pada senjata atau armor."
"Bisakah kau mencobanya sekarang?"
Aku menerima Elemental Stone api dan tanah dari Emily-san dan memasangkan enchant pada pedang besi dan sarung tangan yang ada sebagai sampel.
"Element Enchant——Senjata, armor."
Aku menaruh masing-masing elemen api pada pedang besi dan elemen tanah pada sarung tangan, memancarkan cahaya pucat. Karena kami memeriksanya di dalam tempat yang tenang, waktu tunda sebelum penggunaan skill yang berikutnya dan konsumsi MPnya terasa lebih lama.
"Aku mengerti. Efek Element Enchant hanya bersifat sementara, tapi sepertinya juga memiliki efek yang sama dengan Elemental Stone yang terpakai."
"Jadi tidak peduli bagaimana cara menggunakannya, hasilnya sama saja, ya. Juga, karena bersifat sementara, efisiensinya jadi kurang bagus."
Dalam hal itu, aku merasa tambahan efek semi-permanen lebih efisien.
"Tidak juga. Tidak seperti efek tambahan, dalam kasus Enchant, benda tersebut bisa memiliki dua elemen. Juga, efek yang diberikan pada armor menjadi berlipat ganda, meningkatkan efek tambahannya satu tingkat untuk sementara waktu."
Dengan kata lain, adalah mungkin untuk menggunakan elemen yang sama dua kali dan dua elemen yang berbeda. Itu jauh lebih mudah daripada menyiapkan equipment untuk setiap situasi.
"Juga, ada satu hal lagi yang ingin kucoba. Bisa kau enchant pedangku?"
"Hm? Baiklah. Element Enchant——Senjata."
Aku menggunakan Elemental Stone tingkat empat yang diberikan padaku oleh Emily-san dan memasangkan enchant elemen air pada pedang bersambungnya. Emily-san menatapinya dengan serius, pandangannya terarah pada stat pedang bersambung itu.
"Aku mengerti. Jadi keduanya memiliki kelebihannya sendiri."
"Kelebihan? Selain efek yang bertumpuk?"
"Yun-kun, kau punya Sense Engraving, jadi seharusnya kau tahu tentang batasan tertinggi efek tambahan pada equipment."
Aku mengangguk meresponi perkataan Emily-san. Itu adalah informasi yang mirip dengan stat tersembunyi. Equipment memiliki batasan sampai manakah efek tambahan bisa diberikan. Bila melampaui batasan itu, equipmentnya akan hancur dengan sendirinya. Karena itulah efek barang buatan sendiri dipilih berdasarkan kegunaan dan gaya bertarung si penggunanya.
Untuk kasusku, saat aku menggunakan Item Enchant dari Enchant Art, aku bisa menggunakan tambahan efek cursed untuk menyeimbangkan efek yang ada.
Sebagai catatan tambahan, long bow yang kudapatkan saat acara perkemahan musim panas, sebagai ganti stat dasar senjata yang rendah, senjata itu bisa mendapatkan sampai lima belas efek tambahan dari material pemerkuat magis yang ditambahkan dan sebagai benda yang unik, senjata ini tidak bisa dihancurkan.
"Pedang bersambung ini sudah terpasang efek tambahan sampai pada batasnya."
"Hee...eh, ehhh?! Tidak peduli apakah ini percobaan, jangan gunakan senjata utamamu! Bagaimana kalau sampai hancur?!"
"Kalau seperti itu, perbaiki. Yah, kesampingkan itu——ini berhasil."
Dia buru-buru menyelaku yang berbicara begitu.
"Ini berhasil mengenchant barangnya. Kesimpulannya, kita menemukan bahwa kemampuan ini meningkatkan batas tertinggi kekuatan senjatanya untuk sementara waktu."
"Aku mengerti. Untunglah itu tidak hancur."
"Oh, ayolah. Ini adalah bagian dari kemampuan enchant yang harusnya dirayakan."
Emily-san tersenyum simpul, tapi bagiku, kalau aku mengenchant senjata seseorang dengan elemen yang menjadi kelemahan lawan dan senjata itu bisa hancur, orang tersebut akan pergi dengan tangan kosong. Mengetahui hal semacam itu tidak terjadi, aku merasa lega.
"Kurasa kita secara singkat telah memeriksa informasi yang kita miliki?"
"Apa tidak apa-apa kalau kita memeriksanya lagi? Mungkin kita akan menemukan sesuatu, ya 'kan? Oh iya. Bisakah aku melakukan persiapan untuk raid quest di sini? Aku juga akan membutuhkan Elemental Stone."
"Tentu. Apa yang kau butuhkan? Karena aku menyatakan diriku sendiri sebagai Material Merchant, aku memiliki cukup banyak koleksi material."
"Benarkah? Kalau begitu——"
Karena material yang kuminta dengan segera disiapkan, aku membelinya secara borongan. Aku membeli berbagai jenis Elemental Stone tingkat empat sebagai ganti barang-barang tertentu.
Aku menukar bijih perakku dengan batangan perak yang dimiliki Emily-san dan membayar biaya untuk memprosesnya.
"Kenapa kau memerlukan bijih perak? Kau seharusnya bisa memprosesnya sendiri dengan Sense Engraving."
"Levelku dan tungku perapianku terlalu rendah untuk memprosesnya, jadi aku tidak bisa membuatnya sendiri."
Karena tidak kebutuhan mendesak untuk membuat batangan besi, aku tidak dapat meningkatkan Sense Engravingku setinggi itu.
Jika memungkinkan, aku berjanji di waktu yang akan datang, aku akan melakukan tekhnik menghaluskan batangan logam dengan Engraving.
Untuk menyiapkannya sebagai salah satu senjata andalan pada pertempuran bos raid quest, aku mensintesis barang dengan batangan perak.
Batangan perak, dahan kayu dan sehelai bulu burung, ketiga benda ini disintesis untuk membuat Silver Arrow.

Silver Arrow Consumable
ATK+5

Silver Arrow ini sesuai namanya adalah barang sekali pakai karena tidak ada koreksi otomatis kembali pada benda tersebut dari menggabungkan sejumlah barang. Biaya performanya menyedihkan, jadi aku sedikit menyesal karena ini sia-sia.
Akan tetapi, untuk melawan bos tipe undead, dibutuhkan senjata yang terbuat dari perak.
Material berbahan dasar perak memiliki peningkatan dampak serangan khusus pada undead. Terlebih lagi, meski aku tidak tahu apakah ini akan dibutuhkan, aku mensintesis sejumlah panah dengan status buruk untuk mempersiapkan diriku sendiri.
"Ini akan jadi yang terakhir—— Synthesis."
"Kau benar-benar membuat yang banyak. Tetap saja, aku tidak berpikir kau ternyata menyimpan bahan penyebab status buruk sebanyak itu."
"Yah, usaha setiap hari kurasa. Aku menanam material di ladang untuk saat-saat seperti ini."
Sambil menjawab seperti itu, aku menggerakkan kepalaku ke kanan dan kiri untuk meregangkan badan. Mungkin cemas denganku, Emily-san memberikan sebuah usulan.
"Ayo istirahat dulu dan beli sesuatu di lapak. Mungkin ada beberapa lapak yang masih tersisa di luar sana."
"Kau benar. Ayo."
Emily-san sekali lagi mengenakan topeng dan topinya, kemudian kami meninggalkan belakang gang itu bersama-sama.
Saat aku mendongak, langit berwarna merah tapi gangnya menjadi cukup gelap dalam bayang-bayang bangunan. Saat aku berjalan melintasi tempat yang terasa seperti labirin ini, berpikir bahwa masih ada tempat di kota ini yang tidak kuketahui, bersama dengan Emily-san, kami berjalan maju ke jalan utama.
Di jalan utama, masih ada begitu sedikit lapak dan tempat tersebut disesaki para player. Akan tetapi, keadaan mereka sepertinya suram, seakan ada tanda-tanda yang mengganggu, membuat Emily-san dan aku melihat suasana ini dengan kebingungan.
"Ada yang…aneh."
"Ya, sesuatu mungkin telah terjadi. Aku akan mencoba bertanya."
Aku memesan minuman untuk dua orang di sebuah lapak dekat situ dan menanyai player di depanku tentang apa yang terjadi.
"Ramai sekali di sini. Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Sejumlah besar pelaku PK muncul di dekat kota."
"PK?!"
"Benar——itu adalah PK yang melibatkan dua guild, Fosch Hound dan Flame Prison Corps. Dari sejumlah rekan kami yang pergi melawan Big Boar untuk mendapatkan makanan untuk lapak esok hari, beberapa ada yang belum kembali."
"Yun-kun..."
"Emily-san, aku punya firasat buruk."
Aku pernah bertemu pelaku PK dari Fosch Hound beberapa kali. Emily-san juga tahu kisah tentang perekrutan paksa yang jahat itu."
"Emily-san, ayo cek friend list."
Aku membuka friend list dan memeriksa siapa yang online. Di antara kategori yang terbagi menjadi "dalam pertarungan", "dalam area", dan "dalam kota", ada dua nama yang dilabeli "dalam pertarungan".
"Hanya Raina dan Al yang terus bertarung. Letia sepertinya tidak sedang bersama mereka."
Karena kami berpisah setelah log out, kami tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka setelah itu. Aku segera memanggil Letia dengan friend chat.
"Letia, ada yang ingin kutanyakan. Apa yang terjadi dengan Raina dan Al?"
"Ada apa tiba-tiba begini? Kalau soal mereka berdua, mereka untuk sementara waktu membentuk party dengan orang-orang yang selevel dengan mereka dan pergi ke area terdekat. Mereka pergi mengumpulkan bahan untuk Blue Potion dan untuk memburu Big Boar."
Informasi buruk datang susul-menyusul. Bukankah area itu tempat pelaku PK berada saat ini?
"Aku mengerti... maaf."
"Yun-san? Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Hanya dugaanku saja, tapi..."
Aku menjelaskan apa yang sedang terjadi di kota pada Letia. Kemudian aku menanyai Emily-san kepastian informasi tersebut tentang di mana tepatnya pelaku PK menyerang tanpa pilih-pilih, kemudian menyampaikan pada Letia.
"…Aku mengerti. Aku juga akan segera ke sana."
"Kami juga berniat untuk mencari Raina dan Al. Kalau begitu, ayo bertemu di gedung guild Crafting Guild. Kita akan mulai mengumpulkan informasi."
"Ayo, Yun-kun."
Setelah mendengar Letia berkata bahwa dia akan menemui kami, aku mematikan friend chat dan menuju ke persimpangan jalan utama.
Di sana berdiri sebuah gedung yang sanagt menarik perhatian, bangunan guild Crafting Guild yang kemudian kami masuki.
Ruang tambahannya memperluas ukuran aulanya menjadi beberapa kali lipat seperti yang dikesankan penampilannya. Pada saat ini, ada arus lalu lintas padat saat orang-orang mencari informasi dan sulit untuk menemukan orang yang kukenal.
"Yuncchi?!"
"Ketemu! Lyly! Apa kau mengumpulkan informasi tentang apa yang sedang terjadi saat ini di kota?"
Dari samping, aku mendekati Lyly yang kutemukan secara tak sengaja dan menanyai dia tentang masalah itu.
Saat dia melakukannya, dia menatap ke arahku dan Emily-san. Matanya menjadi begitu besar sampai sepertinya akan copot dan ekspresinya mengeras.
"Aku mengerti. Kita tidak bisa bicara dengan tenang di sini, jadi aku akan mengajak kalian berdua ke lantai dua."
Setelah kami diantarkan Lyly dan melintas ke sebuah ruangan di lantai dua yang mirip seperti ruang rapat, Cloud yang akan menginstruksikan player sedang duduk di dalamnya.
"Bergerak dalam grup yang terdiri dari setidaknya tiga orang! Atur diri kalian untuk melakukan serangan kejutan dan mengintai. Setelah kalian membentuk party, majulah. Juga, jangan bertindak tanpa alasan dan jangan berlebihan. Kalau kalian ditaklukkan player musuh, kalian akan menjadi EXP mereka. Pastikan itu tidak terjadi! ——Laporkan lokasi kalian!"
Menanggapi suara Cloude, para player yang bertanggung jawab untuk bertindak sebagai penghubung, telah menyampaikan informasinya secara bersama-sama dan mengatur informasi yang datang.
"...Cloude."
"Yun, ya. Informasinya mulai menjadi rumit. Saat malam tiba, kita akan mendapatkan banyak info tambahan yang tidak jelas. Maaf, tapi bantu kami untuk mengatur informasi tersebut."
Aku ingin mengetahui apakah Raina dan Al baik-baik saja, tapi seperti yang Cloude katakan bahkan tanpa melihat ke arahku, aku merasa mencoba mendapatkan informasi tersebut darinya adalah hal yang mustahil. Juga, bukan berarti mereka berdua masih berada di tempat di mana para pelaku PK berada.
"Baiklah. Serahkan informasinya padaku. Emily-san, Letia akan datang kemari, jadi tolong urus dia."
"Serahkan padaku."
Cloude menyadari Emily-san dan aku bertukar pandang dan mengangkat kepalanya, terkejut sama seperti halnya Lily, tapi kemudian segera kembali mengatur informasi yang ada di menu.
Aku mulai mengatur informasi yang Cloude kirimkan padaku.
Isi dari informasi yang dikirimkan adalah konfigurasi party pelaku PK, skill yang digunakan, pola kebiasaan secara objektif, laporan dampak serangan yang diterima party yang bertemu mereka dan daftar player yang tidak kembali.
Dengan mengoperasikan panel sentuh dari banyak menu yang tembus pandang dan mengapung di udara, aku menyortirnya.
Untuk para pelaku PK yang ditemui di hutan, aku membuat daftar titik terlihatnya dan mensinkronkannya dengan menginputnya ke dalam peta.
Dengan meneruskan informasi dasar yang tepat dengan info yang paling terbaru, aku mengaturnya. Kemudian, aku mengirimkan kembali informasi yang disinkronkan dengan peta pada Cloude.
"Aku sudah selesai mengaturnya, Cloude."
"Cepat sekali."
"Aku bisa memeriksa informasi yang ingin kuketahui, karena itulah aku menjadi serius."
Aku dapat memeriksa daftar player yang tersisa di hutan, tapi tidak dapat menemukan nama Raina dan Al di situ. Aku berharap informasi akan segera ditambahkan jadi aku terus mengatur informasi tersebut.
"Berikutnya adalah posisi player yang terdorong mundur oleh pelaku PK dan posisi yang ditempati para pelaku PK. Setelah itu, tempatkan posisi penyerang garis depan yang pergi untuk menghadapi pelaku PJ dan titik di mana mereka mencegatnya."
"Sudah selesai."
"Seperti yang kuharapkan darimu. Kau akan menjadi seorang sekretaris hebat dan cantik."
Aku tidak bisa meladeni candaan Cloude. Tempat ini didominasi rasa tegang dan semua orang bergegas untuk memahami informasinya. Itu saja sudah merupakan bukti bahwa mereka sangat menyukai game ini, dunia OSO ini.
Aku juga, demi dunia dan teman-teman yang kusayangi, akan melakukuan apa yang kubisa.
Mataku mengikuti arus informasi dan tanganku menyortirnya. Aku terus menangani banyak hal secara parallel di dalam kepalaku.
Di pertengahan melakukan hal itu, mata dan pikiranku berhenti untuk sesaat.
"——Dua orang lagi yang terlambat untuk melarikan diri. Player tersebut bernama Rainard dan Alphard. Titik terakhir mereka terlihat adalah di sebelah di timur dan timur laut area hutan."
Begitu aku melihatnya, aku merasakan ilusi seakan air dingin tumpah di punggungku.
"——"…ketemu."——Player yang memasuki hutan untuk menghadapi pelaku PK, berpura-pura menjadi teman player biasa sebelum mem-PK mereka. Ini hampir seperti strategi Kuda Trojan…ada apa?"
"Kenalanku terlambat melarikan diri. Aku akan pergi."
"Hei, tenanglah. Tunggu seben——"Yun-kun, mereka berdua menuju hutan di sebelah timur."——haaah…."
Saat Cloude mencoba untuk menahanku, Emily-san bergegas masuk dengan Letia dan menutupi suaranya dengan menyampaikan informasi padaku.
"Letia mendengarnya dari para player yang menjadi party mereka, jadi ini sudah pasti."
"Informasinya juga sudah masuk ke sini baru saja. Aku akan menaruh lokasinya di peta."
"Ayo pergi kalau begitu."
"Kubilang, tenanglah!"
Setelah mendengar perkataan Letia, kami bertiga mencoba bergegas keluar ruangan, tapi Cloude menghentikan kami.
"Jangan pergi hanya dengan kalian bertiga. Mungkin ada pelaku PK yang menyamar menjadi orang yang terlambat melarikan diri atau berpura-pura menjadi teman. Sulit untuk membedakan mana teman atau kawan."
"…Aku mengerti, tapi——"
Kami tidak punya hubungan yang berlangsung lama ataupun spesial dengan si kembar itu. Mereka adalah seseorang yang menjadi rekanku begitu saja, tapi jika kenalanku terjebak di tengah-tengah masalah, aku ingin membantu mereka.
Aneh sekali, ini hanyalah game, tapi aku bersikap serius. Aku mengejek diriku sendiri untuk mulai berpikir tenang, tapi bagaimanapun rasanya mustahil. Tidak ada urusannya apakah ini game atau kenyataan.
"Kami hanya akan menjemput kenalan kami, hanya itu."
"Benar. Kami akan membiarkan saja orang yang mencoba mencegah kami. Anak-anak ini adalah kenalanku dan Yun-kun."
"Letia, Emily-san..."
Sementara aku hanya bisa terdiam dengan ekspresi sedih, Emily-san meletakkan sebelah tangannya di bahuku dan Letia menggenggam tanganku. Aku menatap mereka berdua dan merasakan perkataan mereka menyebar di dalam dadaku.
"…siang sudah berlalu. Di luar gelap. Apa kalian pikir kalian bisa menemukan mereka di dalam hutan di mana kalian rentan terhadap serangan mendadak? Kita harus mulai dengan membereskan para pelaku PK dengan jumlah orang yang lebih banyak."
"Sayangnya, aku bukan orang yang cukup tenang untuk menunggu hal itu!"
"Kalau kau akan bertindak sejauh itu, pertama-tama kalahkan aku dulu——"Cloude, kau yang kalah."——Khh, Magi, jangan menghentikanku!"
Saat Cloude mengeluarkan tongkatnya dan kami saling memelototi satu sama lain, entah bagaimana Magi telah masuk di antara kami.
"Dengan kemampuan mengatur informasi Yun, kita dapat mengatur sebuah tim untuk menghadapi pelaku PK dengan sangat cepat. Itu berhubungan dengan tujuan Yun dan yang lainnya. Kau tahu itu, Magi."
"Tetap saja, bagaimana bisa itu menjadi alasan untuk menjahili gadis-gadis imut ini."
"Umm... padahal aku laki-la——"Aku tidak menjahili mereka!"——Setidaknya biarkan aku mengatakannya."
Saat aku menurunkan bahuku dengan sedih, Emily menepuk pundakku dua kali. Entah kenapa, tatapannya seperti dipenuhi dengan rasa belas kasihan dan itu sangat menyakitkan.
"Kau. Lihatlah sekelilingmu dan kau akan menyadarinya. Kalau kau tidak ingin menjadi orang jahat, mundurlah."
Saat Magi-san menunjuk ke sekitar, para player yang menjadi penghubung informasi, sedang memandangi Cloude dengan gelisah.
"…haa, aku mengerti. Tak kusangka bahkan Material Merchant akan begitu mendukung Yun. Kudengar dia tidak pernah melakukan kontak dengan siapapun. Sejak kapan kalian berteman?"
Cloude menghela napas lelah, tapi kemudian dia memperbaiki ekspresinya dan menatap langsung pada kami
"Pastikan kalian kembali dengan selamat! Aku tidak akan memaafkan kalian kalau menjadi EXP pelaku PK!"
"Cloude, terima kasih!"
Berkata demikian, kami segera keluar dari ruang rapat.
Kami tahu di mana si kembar memisahkan diri dari party sementara mereka. Juga, kami tahu bahwa mereka berada dalam pertarungan saat siang hari. Kami menyusun strategi sambil bergerak maju.
"Ada kemungkinan kita akan ditemukan musuh. Ayo hindari menggunakan sumber cahaya apapun."
"Aku yang akan memimpin kalau begitu. Dengan Hawk Eyesku, aku bisa bergerak meski dalam gelap."
Dan kemudian, kami terus melewati hutan dengan mengandalkan kemampuan penglihatan malam Hawk Eyes.
Dengan Natsu si Mill Bird yang dilepaskan ke langit, kami maju sambil menghindari monster-monster dan player sebisa mungkin.
Cahaya dari Art dan skill dapat dengan mudah diketahui, karena itulah untuk monster-monster yang tidak bisa kami hindari, kami mengurus mereka dengan serangan normal.
Bahkan Big Boar yang membuat berjuang keras untuk mengalahkannya di masa lalu, sebagian besar HPnya terpangkas saat bagian titik vitalnya terkena panah dan berikutnya dikalahkan oleh serangan Emily-san.
Dalam hatiku, hanya ada dua kekhawatiran.
Yang pertama adalah kenyataan bahwa kami tidak punya informasi mendetail mengenai Raina dan Ak yang terlambat melarikan diri dan tetap berada dalam pertarungan selama ini.
Yang lain, adalah keberadaan pelaku PK.
Pelaku PK yang kami temui di Maze Town yang berada di level yang sama sekali berbeda, Flein. Juga, skill misterius yang Flein gunakan——Killing Edge. Meskipun aku tidak tahu efeknya, tapi saat itu, skill tersebut memotong senjata Mikadzuchi menjadi dua. Itu benar-benar skill yang berbahaya.
Misalkan seorang player yang mempunyai skill tersebut ada di sana, apa yang harus kami lakukan? Bagaimana caranya supaya tidak membiarkan mereka menggunakannya? Berapa besar dampak serangan yang bisa kami lakukan pada serangan pertama?
Aku memikirkan itu, tapi sebelum aku bisa menyelesaikannya, kami menemukan orang yang kami cari.
"Ketemu."
Aku melihat sekilas dari belakang sebatang pohon untuk menilai situasinya.
Aku memastikan bahwa Raina, Al, dan seorang player laki-laki sedang dikelilingi pelaku PK. Kemudian dengan mataku, aku memberi tanda pada Emily-san dan Letia untuk mundur.
Para pelaku PK kadang-kadang melancarkan serangan ringan pada Raina dan Al, kemudian si penyembuh memulihkan HP mereka. Sementara itu, si kembar tidak bergerak dan matanya terpejam.
"Apakah itu status Sleep? Apa yang harus kita lakukan? Tujuan kita adalah untuk membawa pulang Raina dan Al, tapi nuraniku tidak akan membiarkanku meninggalkan player lain yang tertidur itu."
"Kau benar. Para pelaku PK terlalu merapat untuk dikalahkan satu demi satu."
"Tetap saja, tidak perlu membunuh setiap dari mereka. Sebuah serangan kejutan dan penyelamatan dengan menggunakan umpan. Bagaimana?"
Emily-san menunjukkan pada kami beberapa macam batu.
Ini bukanlah Summoning Stone dari Sense Taming…ya 'kan? Mungkin ini Nucleus Stone monster sintetis.
"Strategi ini ada dua poin. Serangan gabungan dari monsterku dan Emily-san akan menyerang dari depan. Selama kesempatan itu, Yun-san dan Emily-san akan menyerbu masuk."
"Kalau begitu, monster-monster yang akan kupinjamkan padamu adalah sekali pakai, jadi perintahkan mereka untuk menghancurkan musuh."
Kami bertiga terus membuat rencana. Karena Emily-san berniat untuk menggunakan monsternya sampai monster tersebut tidak berguna lagi, aku menambahkan ide lain untuk memperkuat strategi.
"Kalau begitu, serangan gabungan monster akan menyerang dari depan, Emily-san dan aku akan memprioritaskan menghancurkan si penyembuh dan menyelamatkan si kembar. Pada saat yang bersamaan kita menyelesaikan tujuan kita, kita akan mundur. Bagaimana?"
Kami bertiga mengangguk dan mulai bertindak. 
Sebuah tempat lapang kecil di hutan. Di situ, para pelaku PK memasang cahaya lentera dan bersikap waspada dengan sekeliling mereka.
Untuk mempersempit serangan pada mereka, Emily-san dan aku menutupi napas kami dan menunggu pergerakan Letia.
Dan tidak lama kemudian, arah pandangan para pelaku PK teralih ke dalam kegelapan yang ada di sisi berlawanan dari tempat kami berdiri.
"Keluarlah kemari! Jadi kau datang juga akhirnya."
"Bisa kau kembalikan orang-orang yang tidur di situ? Mereka adalah kenalanku."
Dengan nada bicara yang cukup santai, Letia berbicara dan berdiri di tepi kegelapan hutan. Di sekitar pundaknya ada si Wisp yang berpikir menjadi sumber cahaya, makhluk itu mempertahankan jaraknya dan tidak bergerak menjauh.
"Kau benar-benar banyak tingkah! Kau hanya sendirian! Hanya orang bodoh yang melakukannya! Ke sini dan jadilah EXP kami!"
Sesosok pelaku PK menerjang, mendekati Letia.
Menanggapinya, tanpa semangat tempur sama sekali, Letia hanya mengangkat tangan kanannya dan kemudian menurunkannya ke depan. Pada saat itu juga, sebuah bayangan melompat keluar dari dalam kegelapan hutan.
Si Herbivorous Beast telah menyerang si pelaku PK yang mendekati Letia dengan tubuhnya dan si Fairy Panther menggigit tenggorokkannya.
Dari belakang Letia, apa yang muncul satu demi satu——adalah sekumpulan boneka kayu seukuran manusia dengan sendi-sendi berbentuk bundar. Kepala mereka seperti macan tutul, tubuhnya berambut bagaikan rambut anjing yang kaku dan tangannya memiliki sisik-sisik dan cakar tajam yang sangat menyolok, ekornya memiliki jarum tajam seperti lebah——makhluk-makhluk ini adalah Chimera.
Apa yang muncul di saat terakhir, dengan cahaya bulan yang menerangi dari antara pepohonan dan memantul di permukaannya yang mulus, membuat pelaku menyadari sosoknya yang besar berotot——itu adalah sesosok Bronze Golem.
Semua makhluk itu menyerbu pelaku PK yang menyimpang jauh dan menyerangnya sampai dia terjebak.
"Aku akan mengembalikanmu ke kota."
"Se-serangan mendadak! Dia memanipulasi monster. Serang dia saja!"
Serangan kejutan itu membuat anggota yang lain bersiap untuk melarikan diri. Untuk memanas-manasi yang lain, salah satu para pelaku PK bergerak maju.
"Pasukan Wood Doll corps, maju——"
Saat para boneka maju, sendi-sendi berbentuk bolanya bergerak lambat mendekati mereka. Para pelaku PK menghadapi makhluk-makhluk ini dengan senjata mereka, tapi pasukan Wood Doll terus maju menyerang dengan tanpa rasa takut menangkap tiga pelakuk PK dengan segera. Tetap saja, karena Wood Doll pada dasarnya lemah, mereka tidak memberikan dampak serangan apapun dan ditundukkan oleh para pelaku PK yang dengan gegabah mengayunkan senjata mereka.
"Gelombang kedua, serang."
Sebagian pasukan boneka yang berdiri bersiaga, menggenggam sesuatu di telapak tangan mereka dan menyerang.
Dan, begitu mereka memluk para pelaku PK, Letia mengucapkan kata kuncinya.
"——Bomb"
Sebuah kilatan cahaya menyala dan sebuah suara ledakan terdengar nyaring.
Magic Gem dengan sihir Bomb yang diselipkan ke dalam makhluk-makhluk ini terpicu di telapak tangan Wood Doll dan meledak saat para pelaku PK berada dalam jarak dekat.
Selain menelan korban para pelaku PK yang merupakan hal yang seharusnya, ledakan-ledakan Magic Gem itu juga melahap dan menerbangkan Wood Doll. Itu adalah hasil dari menggabungkan penggunaan Wood Doll Emily-san secara konvensional dan menargetkan dampak serangan berantai.
Sebagai hasilnya, para pelaku PK menderita dampak serangan yang besar. Mereka hanya punya sangat sedikit HP yang tersisa.
"Penyembuh! Recovery!"
"Ba-baik——Round He..."
Menantikan saat-saat tersebut, aku menembakkan sebatang anak panah.
"...eh?!!"
Skill penyembuhnya tidak berhasil diaktifkan. Si penyembuh tidak dapat mengerti kenapa sihirnya tidak aktif, kenapa dia mendapatkan serangan dari belakang dan kenapa ada sebatang anak panah di dadanya. Seperti itulah dia terlihat.
Dan, bersama dengan Emily-san, kami menyambar si penyembuh dari belakang.
"——Snake Bite!"
"——Ingredients Knowledge!"
Emily-san melancarkan Art pedang tersambungnya dari ujung pedangnya, mengikat tubuh si penyembuh.
Kemudian aku mengaktifkan skill tambahan, mengganti senjata dari busur menjadi pisau, dan menghujamkannya ke bagian belakang kepala pria itu yang merupakan titik vitalnya.
"Akh...!"
"Tangguh!"
Tidak sepenuhnya mengalahkan dia dengan serangan pisau yang menusuk lehernya, aku menarik kembali pisau tersebut dan kali ini, aku menusuk tanda kelemahannya di punggung, mengalahkan si penyembuh yang merupakan target dengan prioritas  tertinggi.
"Letia! Dia sudah tumbang!"
"Baiklah kalau begitu, semuanya, habisi mereka."
Saat dia memerintahkan dengan nada malas, para Chimera dan monster jinak Letia meraung keras, juga si Bronze Golem yang menerima perintah tersebut, berkeriat-keriut nyaring.
Setelah itu, ini menjadi pengeroyokan satu pihak
Empat pelaku PK mendapatkan sejumlah besar dampak serangan dari serangan bunuh diri saat Wood Doll digunakan. Si penyembuh yang mereka butuhkan penyembuhannya telah dikalahkan, sehingga mereka secara perlahan ditaklukkan oleh penyerbuan ini.
"Sialan! Kau lagi! Yun dari Atelier!"
"Kau…siapa ya?"
"Tidak akan kubiarkan kau mengatakan kalau kau melupakan kami! Kami adalah Fosch Hound——"Ah, kau si pelaku PK yang dihajar oleh Mikadzuchi."——biarkan aku menyelesaikannya!"
Meskipun dalam keadaan terjepit oleh para monster, si pelaku PK bicara.
Aku tida peduli tentang para pelaku PK. Mereka tidak berada di level di mana mereka dapat menggunakan skill Killing Edge Flein. Kami juga sudah mengamankan Raina dan Al.
"Harus berapa kali kau menghalangi kami sebelum kau puas?!"
"Tidak, aku tidak tahu. Yang datang mengganggu kehidupan game-ku yang damai adalah kalian semua, 'kan. Datang mengancamku untuk bergabung dengan guild kalian."
Mendengar penyangkalanku, Emily-san dengan topengnya dan Letia menatapi tajam para pelaku PK, tapi orang-orang yang dimaksud sedang mati-matian mencoba menangani serangan sehingga mereka tidak menyadarinya.
"Kalau lebih dari ini, kita akan mendapatkan penalty kematian! Ingat-ingat ini! Mundur!"
Dan saat dua pelaku PK gugur, mereka memberi tanda untuk mundur.
Letia telah memutuskan sejak awal kalau dia tidak akan mengejar mereka. Itu karena dia tidak ingin mendapatkan serangan balasan yang tidak terduga.
Kemudian, kami memastikah kondisi Raina dan Al.
"Ada banyak status buruk, ya. Untuk membuat mereka berdua berhenti bergerak, mereka menggunakan SleepParalysis, dan Charm."
Aku memastikan status buruk apa yang mereka dapatkan, kemudian segera memercikkan potion untuk pemulihan.
Efeknya segera muncul dan mereka berdua perlahan membuka matanya.
"Kami datang untuk kalian. Raina, Al."
"…Y-Yun-san? Juga, Emily-san dan Letia-san? Kenapa?"
"Daripada itu, ada apa sebenarnya?"
Kenapa kami di sini? Tidak dapat memahaminya, Al menggelengkan kepalanya dengan ekspresi letih.
"Yah, kita akan membicarakannya nanti. Nah sekarang, ayo bantu orang yang terbaring di situ."
Saat aku berkata demikian, player itu berdiri sendiri tidak lama setelah Raina dan Al. apakah status buruknya menghilang sejak para pelaku PK itu pergi? Aku berbalik ke arahnya dan memanggilnya.
"Apa kau tidak apa-apa? Kami telah membereskan para pelaku PK untuk sementara waktu."
"...umm, terima kasih banyak."
"Bagaimana kau bisa sampai seperti ini?"
"Aku? Mereka sangat merekomendasikan aku untuk bergabung dengan guild mereka dan saat aku menolaknya, aku berakhir seperti itu."
Carany berbicara seperti seorang atlet. Dia memperlihat sebuah cengiran untuk menghilangkan rasa tegang.
"Untuk saat ini, kau sebaiknya log out untuk kembali ke kota. Itu akan lebih aman. Seharusnya masih ada banyak pelaku PK yang tersisa di sekitar sini."
"Aku mengerti. Terima kasih untuk sarannya. Ah, ngomong-ngomong, mereka mengatakan sesuatu yang menarik. Sesuatu tentang Sense pelaku PK…"
"Apa?! Benarkah?!"
Tidak kusangka kami akan mendapatkan informasi di saat yang tepat. Kami menginginkan informasi untuk bersiap melawan Flein tidak peduli caranya.
Apakah para pelaku PK mendapatkan sesuatu selain daripada emas? Apakah ciri-cirinya? Alasan mengapa para pelaku PK tidak menyukai penalti kematian dan detail dari skill itu. Aku menginginkan informasi sekecil apapun soal itu.
"Um, kalau aku tidak salah, ada sesuatu mengenal mendapatkan skill spesial PK. Selama keributan ini, mereka sepertinya ingin sebanyak mungkin orang untuk memenuhi persyaratannya. Skill itu, ya, sesuatu seperti ini! ——Killing Edge!"
Di hadapan diriku yang tidak curiga, sikap pria itu tiba-tiba berubah.
Pria itu menurunkan pandangan matanya untuk sejenak, nada bicaranya yang santai berubah dan dia melancarkan skill tersebut dalam sekejap.
Belati yang dia pegang secara terbalik memancarkan efek cahaya merah gelap, dan seakan cahaya tersebut terhisap ke dalamnya, dia mengayunkan belati itu ke leherku.
Tidak dapat menghindarinya, tubuhku ambruk karena hal tersebut. Di depan mataku, belati itu telah mengiris arteriku dan melepaskan efek pendar mirip cipratan darah.
"…jadi itu juga bisa menahan skill tersebut."
"Apa?!"
Apa yang kuterima barusan hanyalah dampak serangan itu. Aku mengangkat tubuhku yang roboh.
Dengan suara keras seperti kaca yang pecah, ekspresi pria itu meregang. Dia mengayunkan belatit itu untuk menyerang lagi, tapi aku segera menghindarinya.
Saat pria itu mengambil jarak dengan mundur selangkah, pedang tersambung Emily-san merangkak ke kaki pria itu untuk menangkapnya dan Letia memerintahkan monster-monster sintetis untuk maju, tapi pria itu melontarka pisau lemparnya pada para penyerangnya, hanya untuk menghalangi mereka.
"Ohh, luar biasa. Kerja sama yang sempurna. Juga, aku sangat penasaran bagaimana kau bisa menghindari skill mematikan itu."
Meskipun situasinya tidak menguntungkan dengan tiga lawan satu, pria itu mengerlingkan matanya dengan acuh tak acuh.
"Hentikan cara bicara yang mengerikan itu."
"Ah, kalau begitu aku akan bicara biasa saja. Aku mendapat peran menjadi orang lemah untuk membuat musuh lengah. Apa itu tidak sesuai untukku?"
Saat pria itu bicara sendirian, kami bertiga tetap waspada untuk tidak melewatkan setiap gerakannya.
"Ada sesuatu yang tidak kumengerti. Kau menyerang dengan serangan bom bunuh diri. Kemudian kau secara langsung mengincar si penyembuh, menyerang kelemahannya. Tapi, saat kupikir aku akan dapat membunuhmu saat kau tidak mengira player yang kau selamatkan akan menyerangmu, serangan itu tetap bisa ditahan. Bagaimana kau melakukannya? Malahan, bagaimana kau tahu soal Killing Edge?"
"Aku pernah melihatnya sekali. Seseorang bernama Flein menggunakannya."
"Flein-san… Hei, jadi kau gadis yang bernama Yun itu! Jadi karena itulah Flein-san tertarik denganmu! Entah kenapa, tadinya kupikir itu hanya pertunjukkan semata untuk membuat anggota Fosch Hound melihat skillnya. Merasa ada yang aneh, aku mundur. Tapi sepertinya dia mendapatkan pertemuan yang menarik di sana."
Pria di depan kami mengabaikan kewaspadaan kami dan terus berceloteh. Mendengarnya, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja tanpa mengomentarinya.
"…apakah itu hal yang benar-benar harus kau katakan?"
"Hmm? Entahlah. Kami, Flame Prison Corps dan Fosch Hound bukanlah satu kesatuan. Mereka melarikan diri, 'kan? Aku tidak berkewajiban untuk membantu mereka."
Saat pria tersebut bicara dengan dinginnya, aku merasakan hubungan antara Flame Prison Corps dan Fosch Hound sangatlah tipis.
"Baiklah kalau begitu, ayo lanjutkan dari awal. Kali ini, kau akan menjadi santapanku."
"Hei, sebelum itu, ada sesuatu yang ingin kami minta darimu. Bisa kita biarkan mereka berdua log out dulu?"
Saat Emily-san mengajukan usul, si pelaku PK itu melirik sekilas Raina dan Al yang berdiri berdampingan di samping Letia.
"Hmm, coba kita lihat. Kalian datang sejauh ini untuk menyelamatkan mereka, jadi lebih baik manfaatkan mereka sebagai kelemahan kalian—— Killing Edge!"
Dia memegang pisau lempar dengan efek merah gelap di antara jemarinya di tangan kiri dan melemparkannya ke arah Raina dan Al.
Emily-san dan aku bergerak untuk melindungi si kembar dari pisau yang melesat itu, tapi dari antara pisau-pisau tersebut, salah satunya mengenai perutku, memicu efek kematian-saat-itu-juga.
"Yun-san... barusan..."
Raina dan Al. aku penasaran siapakah yang mengatakannya. Kali ini aku roboh, tapi aku juga menggerakkan bibirku tanpa suara mengatakan "tidak apa-apa".
"Ohhh, kali ini dia jatuh. Bagus! Gadis bernama Yun itu hanya menghindarinya sekali. Lalu…berikutnya, kalahkah gadis dengan senjata aneh itu."
"Coba saja kalau kau bisa! Golem! Kembalikan otoritas majikan! Kalahkan dia!"
Setelah mengembalikan hak pengaturan yang diberikan pada Letia, Emily-san menyerahkan urusan menghadapi pelaku PK pada Golem.
Akan tetapi, jumlah Wood Doll telah berkurang selama pertarungan sebelumnya dan para Chimera ditebas dengan mudahnya oleh belati si pelaku PK.
Menghindari Golem yang berat, pelaku PK bergerak ke depan Emily-san.
Emily-san menahan ayunan belati dengan pedang tersambungnya. Kedua bilah senjata itu berbenturan.
"Ayo! Ayo! Kalau kau tidak melindungi mereka, aku menyerang junior yang ada di belakangmu!"
"Benar-benar orang yang mengerikan! Mengatakan hal semacam itu untuk mengacaukanku!"
Pria itu seharusnya dalam keadaan kurang menguntungkan dengan belatinya, tapi serangan-serangannya terasa berat.
"Kau, yang memakai topeng. Kau sangat kuat, tapi ada sesuatu yang kurang."
"Tentu saja. Yun-kun dan aku adalah perajin. Pertarungan bukanlah keahlian kami."
Mereka berdua bercakap-cakap sambil saling mendorong satu sama lain dalam kontes kekuatan.
"Begitukah?"
Dan saat tangan Emily-san menjadi kebas karena benturan senjata berkali-kali dan genggamannya mengendur, gadis itu menjatuhkan pedangnya.
"Ah..."
Pria di hadapannya menjejakkan kakinya dalam-dalam. Tidak dapat menggerakkan monsternya dengan efektif dalam pertarungan jarak dekat, menderita luka dan cedera, Emily-san terjatuh dalam situasi di mana dia tidak lagi bisa mendaratkan sebuah serangan.
"Baiklah kalau begitu, tamat sudah. —— Killing Edge!"
"......?! Maafkan...aku."
Menerima skill tersebut, HP Emily-san hilang seluruhnya dalam sekejap. Mask of Pain Receivingnya mendapat sejumlah besar serangan armor dan retakan muncul di permukaannya, mengubahnya menjadi partikel-partikel cahaya dan menghilang, menunjukkan wajah sebenarnya.
Saat Emily-san roboh, monster bawahan yang dikerahkannya pun menghilang.
"Oh-oh, aku sudah menggunakan semua jatah skillku untuk hari ini. Yah, kurasa aku akan bisa menangani sisanya."
"Hee, jadi artinya skill itu ada batas penggunaannya per hari."

"Yun-san!"
"Kau! Kau seharusnya sudah terkena Killing Edge dan kalah tadi!"
Pelaku PK itu berbalik, matanya terbelalak karena terkejut. Sudah jelas, pria ini tidak mengira skillnya dapat ditahan dua kali.
Saat pertama kali, skill itu ditiadakan oleh aksesoris unik yang kumiliki, efek dari Substitute Gem's Ring. Equipment ini memungkinkan penggunanya untuk menahan sejumlah serangan apapun tergantung dari ukurang permata yang dipasang. Permata ukuran sedang seharusnya dapat menahan dua serangan, tapi saat aku mengalahkan si penyembuh, ujung dari tongkatnya mengenaiku dan dianggap sebagai sebuah serangan, meninggalkan hanya satu efek lagi yang bisa digunakan. Karena ini "meniadakan serangan apapun", itu berarti efeknya bisa terpakai dan terbuang bahkan oleh satu serangan lemah.
Dan untuk kedua kalinya——
"Letia, gunakan itu pada Emily-san!"
"......! Baik."
Aku melemparkan sebuah botol potion pada Letia yang menggunakannya pada Emily-san tanpa ragu-ragu.
"...*uhuk* *uhuk*, terima kasih. Lebih lama lagi dan aku akan kembali ke kota sendirian. "
"Nah, aku akan menggunakan potion untuk penyembuhan sepenuhnya juga."
Melihat Letia mengeluarkan High Potion dan memulihkan HP Emily-san sampai penuh, pelaku PK bergumam.
"…Revival Medicine, ya. Haah, kelihatannya kau adalah musuh alami kami, ya 'kan?"
Metode kedua. Untuk lebih tepatnya, aku kembali dengan menggunakan Revival Medicine.
Itu adalah barang yang berharga, tapi akan jadi sia-sia kalau tidak digunakan di saat seperti ini. Aku menggunakannya alih-alih menyimpannya.
"Sekarang, kita kembali ke tiga lawan satu lagi."
"Oh-hoh, ini merepotkan. Tapi, aku tidak keberatan menghadapi kalian sedikit lebih lama lagi."
Dia berseru, melemparkan pisau-pisaunya dan mendekat secara bersamaan. Tidak perlu merasa takut pada pisau lempar tanpa skill Killing Edge.
Aku berdiri di depan Raina dan Al, menangkis pisau-pisau yang terarah ke titik vitalku dan menerima sisanya.
Saat hanya aku yang menerima dampak serangan, si pelaku PK mengubah targetnya dan mendatangiku dengan gerakan menikam.
"Ha?!!"
Saat dia menikam, aku bergerak maju lebih jauh, menerima tikamannya di tubuhku. Aku mendengar jeritan-jeritan di belakangku. Mungkin mereka melihat belati yang menusuk perutku.
"Yun-kun!"
"Emily-san! Sekarang!"
"Berhenti bertindak gegabah!"
Saat belati yang menusukku terus mengikis HP-ku, dengan belati masih terbenam di dalam tubuhku, aku mencengkeram gagangnya, tidak membiarkannya lepas.
"Sial! Cih!"
Melepaskan belatinya, si pelaku PK menendangku untuk memperlebar jarak.
Tendangan terakhir tersebut menjadi faktor penentu. HP-ku terpangkas lagi. Di depanku, sebuah pilihan untuk "Bangkit?" muncul, yang kurespon dengan "YES".
"Ya ampun, itu kedua kalinya."
Aku menarik keluar senjata yang terbenam dalam tubuhku dan menyembuhkan diriku sendiri dengan sebotol potion.
Ada sebatang pisau menancap di tubuhku, tapi aku sama sekali tidak merasa sakit. Tidak terasa apapun selain sedikit rasa kosong yang menusuk tubuhku. Kurasa bagaimanapun ini adalah game.
"Haa~, ternyata aku bisa merampas senjata musuh.'
"Yun-kun, berhenti bertindak gegabah."
"Itu benar. Kau tidak perlu bertindak segegabah itu."
Emily-san dan Letia mengkhawatirkanku, tapi aku baik-baik saja.
"Baiklah kalau begitu. Skillmu sudah habis terpakai dan senjatamu dirampas. Apa yang akan kau lakukan? Masih lanjut?"
"Haa, ini skakmat, ya. Kalau begitu, kurasa tidak masalah berakhir seperti ini——"
Mengira dia masih memiliki senjata rahasia selain Killing Edge, aku dengan cepat memasangkan enchant pada diriku sendiri secara berturut-turut dan menyiapkan Magic Gem Clay Shield.
"——Sacrifice Counter"
Si pelaku PK itu menggunakan semacam skill. Sebuah kabut asap hitam tipis melayang di sekitarnya dan dengan cepat mengurangi HP-nya. Kami dapat mendengar erangan kesakitan kecil, tapi dia terus berbicara pada kami seakan itu bukan apa-apa.
"Kukatakan satu hal pada kalian. Penalti kematian pelaku PK hanya diterima jika mereka dibunuh oleh orang lain. Dengan kata lain, jika kami membunuh diri kami sendiri, kami menerima penalti kematian yang normal! Sampai ketemu."
Dan pria yang terus memberikan HP-nya pada kabut hitam itu tewas dengan tenang.


Sidenote by Hikari :
Mungkin ada beberapa yang merasa hasil terjemahan OSO agak terlalu formal? Ehehe, gomen. Selain karena ingin sekaligus berlatih menjadi penulis LN, juga ada keinginan untuk "memperhalus" hasil terjemahan supaya lebih sesuai dengan bahasa Indonesia sehari-hari. Tapi, yah…berhubung kebiasa bacanya novel-novel lama dan nggak bisa bahasa gaul ala pelajar, jadi…yah…mohon maklumnya (^_^;)7 Anyway, kalau ada yg mau kasih saran dan masukkan, jangan ragu-ragu, ya. Thanks sudah terus mengikuti seri ini (dan seri LN lainnya di KN) \(^o^)/

Only Sense Online Jilid 5 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

  1. gak papa kok hikari-nee, pake bahasa yg formal juga enak, lanjutin aja ^_^

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.