24 Januari 2018

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Bab 6 LN Bahasa Indonesia


CHAPTER 6
(Translater : Orion)


Bagian  1
---[Underwood] Padang rumput di tepi sungai.
Pagi berikutnya, Asuka, Yō dan Kuro Usagi telah pergi bersama – sama untuk memilih pelana dan pakaian renang untuk acara balapan Kuda Laut.
Penempatan pakaian renangnya ditempatkan dengan sangat strategis di sebelah padang rumput untuk kenyamanan para peserta.
Di bawah langit biru cerah yang tidak berawan sejauh mata memandang, Asuka dan Kuro Usagi mengeluh secara bersamaan.
“......begitu menyedihkan...”
“......Kuro Usagi juga merasakan hal yang sama...”
“Haiz.....” Keduanya saling mengeluh saat mereka memilih pakaian renang mereka. Meski Asuka sangat bersemangat pada awalnya, melihat jumlah kain yang digunakan untuk membuat pakaian renang di daerah Selatan membuat semangatnya dengan cepat berubah menjadi ekspresi mukanya menjadi merah karena malu sehingga dia menjadi terdiam.
Kudou Asuka yang datang dari jaman Showa adalah seorang wanita yang terhormat secara keseluruhan.
Bagi Asuka yang tumbuh di jaman dimana eskpetasi sosial bagi para gadis adalah “Hal yang tidak masuk akal bagi seseorang yang mengenakan pakaian yang tidak menutupi lututnya”, pakaian renang ini hanya menutupi bagian dada dan bagian penting lainnya sama sekali tidak bisa diterima.
“Bagaimana hal ini berbeda dari pakaian dalam!!”
“Tapi, ini bukan sesuatu yang spesial di daerah Selatan...”
“Aku baik – baik saja ketika melihat orang lain memakai hal ini! Tapi ketika aku harus mengenakannya, tentu saja hal itu akan menjadi masalah!” Asuka masih memilih pakaian renangnya dengan enggan saat dia masih marah.
Dengan catatan, pakaian renang Kuro Usagi telah disiapkan oleh Shiroyasha.
[Sebuah pakaian renang yang disiapkan oleh Shiroyasha-sama.......Seberapa terbukanya pakaian itu?]
Telinga kelincinya tidak bisa berhenti gemetar.
Meski begitu, sudah terlambat untuk menyesalinya. Satu – satunya hal yang membuatnya kecewa adalah karena dia kehilangan kesempatan untuk memutuskannya teerlebih dahulu.
“Mungkin kita harus menyerah...Tidak, Tidak mungkin! Aku harus mengingat ketika kita kalah pada saat Lomba Berburu!” Asuka memberi semangat pada dirinya sendiri.
Kuro Usagi juga menjadi bersemangat lagi saaat dia membalas dengan nada suara yang gembira.
“YES! ♪ Asuka-san perlu menyimpannya untuk Gift cards! Sementara Yō-san perlu mencari pengganti headphones-nya! Kalian berdua harus memberi yang terbaik!”
*Swish* Telinga Kuro Usagi berdiri tegak.
Namun, Asuka hanya tersenyum saat menggelengkan kepalanya.
“...Tapi, aku tidak hanya berjuang untuk alasan itu saja.”
“Eh?”
“Hehe, sekarang masih hal yang rahasia. Oh iia! Kita juga harus memilih pakaian renang untuk Lily dan Percher juga.”
Asuka menyeringai saat dia mengatakan hal tersebut yang mempunyai arti yang dalam saat dia berjalan ke bagian pakaian renang anak – anak.
Kuro Usagi buru – buru mencoba menyusulnya.
“Tunggu, Tunggu sebentar! Selain Percher, kenapa Lily juga harus membutuhkan pakaian renang?”
“Oh? Kau belum mendengarnya? Dikatakan bahwa siapapun yang membantu dalam acara ini juga harus memakai pakaian renang......”
“Siapa...Siapa orang jahat yang punya ide seperti itu? Sebagai pengurus mereka, aku keberatan dengan permintaan semacam itu!”
“Jangan seperti itu.... Anak – anak juga ingin ikut ambil bagian dalam acara ini.”
Asuka tersenyum dengan senyuman licik yang terlihat di wajahnya saat dia mengatakan hal itu ke Kuro Usagi. Kuro Usagi hanya memiringkan kepalanya, masih belum bisa menerima hal itu tapi terus menjalan tugas sebagai pengurus mereka, dia memutuskan untuk mengikuti Asuka ke bagian pakaian renang anak – anak.
Dengan mudah memilih pakaian renang tanpa banyaknya tekanan, Yō melirik ke arah keduanya sebelum berlari dengan gembira untuk menaiki Kuda Laut.
“Giddyap!”
Yō menaiki pelana dengan kakinya dan dengan pelan melambaikan cambuknya.
---Ada sirip berselaput seperti kaki dan bukannya kuku ketika sirip surai belakang bagi Kuda Laut.
Terlahir dengan Gift untuk berjalan di atas air dan di air, semburan tercipta di sekitar mereka ketika mereka mendorong diri mereka sendiri untuk maju dengan kaki mereka. Dan mungkin itu hanyalah efek samping dari Gift mereka.
Yō mengelus leher dari Kuda Laut saat dia berkata:
“Hal yang cukup aneh......Tungganganya begitu tidak nyaman dibandingkan dengan kuda.”
“Gadis kecil, kau pasti bercanda! Permukaan air tidaklah setenang seperti di daratan. Lagi pula, dengan mengontrol keseimbangan keempat anggota tubuh kita yang mana tegangan di permukaan air serta tekanan air yang menyebabkan saat – saat dimana kita berlari begitu tiba – tiba dan berguncang.”
“Oh... jadi itu alasannya.... Okay.”
Melepaskan pegangannya di tali kemudi, Yō berdiri di atas sadel.
Meski sepatu bot Yō basah kuyup saat dia melompat ke dalam sungai, dia hanya tenggelam sampai air membasahi lututnya. Alih - alih lebih dalam tenggelam kedalam air, Yō mulai melayang di atas permukaan air.
Melihat hal ini, sang Kuda Laut tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut.
“Wow, itu benar – benar mengagumkan! Tidak pernah terpikir olehku bahwa manusia bisa menggunakan Gift yang mirip dengan sejenisku!”
“Nn..... Tapi ini sepertinya lebih sulit dari yang kuperkirakan.”
Yō mengambil langkah pertamanya dengan kaki kanannya untuk melangkah ke permukaan air.
Dia hanya mendapatkan hasil yang sama seperti sebelumnya....Kakinya tenggelam ke dalam air sampi mencapai lututnya.
[Tegangan permukaan, daya apung dan kontrol tekanan air.... *Waa* Ini begitu sulituntuk dikendalikan.]
Tindakan yang begitu rumit membuat Yō mengerutkan dahinya.
Meski kemampuan untuk berjalan di atas air didasarkan dari teori mekanika cairan, Kuda Laut tidak perlu bergantung dengan teori tapi dengan garis keturunan dan pengalaman pribadi.  Dan hal itu bisa dilihat sebagai bentuk Keajaiban Alam.
Sebenarnya, Gift dari Gryphons juga mempunyai mekanika dan teori di baliknya. Namun, perbedaannya adalah variasi dari memasukan energi hanya untuk mempengaruhi kecepatan terbang dan begitu mudah untuk dikendalikan.
“Nn. Meski aku berniat untuk bepergian di sungan denganmu untuk berjalan – jalan, tampaknya aku tidak akan bisa melakukan hal itu hari ini.”
“Jangan khawatir, kau sudah cukup mengagumkan. Bahkan untuk jenisku, membutuhkan waktu paling tidak setengah tahun bagi yang muda untuk belajar berlari di atas permukaan air. Hanya berdiri di permukaan air saja sudah cukup pencapaian yang luar biasa.”
“Benarkah?” Yō mengusap bagian belakang kepalanya setelah dia mendengar jawaban dari sang Kuda Laut.
“Kalau begitu, mari kita kembali. Temanku juga ada di sini untuk memilih tunggangannya dalam lomba.
“Nn, Mari kita lakukan yang terbaik untuk besok juga.”
Memegang kendali saat sang Kuda Laut berbalik arah, Yō dan sang Kuda Laut kembali ke tempat di mana mereka pertama kali bertemu, dengan semprotan air yang tiba – tiba menandai mereka pergi.
Sesampainya di padang rumput untuk Kuda Laut, Yō menyadari Asuka yang telah memilih pakaian renangnya berdiri di samping sungai menunggunya.
“Asuka! Apa kau sudah menemukan pakaian renang yang kau suka?”
“......Kasukabe-san.” Asuka yang datang untuk menyambut Yō balik di pinggir sungai mengenakan sebuah topi jerami.
Dia mengenakan bikini merah dengan pareo merah yang sama warnanya.
Meski pakaian itu cukup terbuka, tapi itu tetap meninggalkan kesan anggun secara keseluruhan. Dan hal itu hanya bisa dikatikan dengan didikan baik yang ditanamkan di dirinya.
Kuro Usagi yang berdiri di dekatnya, memegang bahu Asuka dari belakang.
“Hehe, bagaimana dengan hal ini? Temanya adalah [Gadis dari Purdash yang memiliki pengalaman pertama dalam permainan air] ♪!”
“Nn, kedengarannya bagus. KERJA BAGUS,Kuro Usagi!” Keduanya saling menatap satu sama lain sambil mengacungkan jempol.
Ketika Asuka sedang memalingkan wajahnya karena tersipu malu. “Dib, Dibandingkan dengan itu! Sudahkah kau menentukan untuk berpasangan dengan siapa?”
“Nn. Itu dia di sana, Zipopo Tamama-san.”
“Sipu......?”
*Si~* Zipopo Tamama mendengus saat dia menyapa mereka. Asuka dan Kuro Usagi harus menahan hasrat mereka untuk tertawa saat mereka membungkuk dengan sopan.
“Sena, Senang bertemu denganmu. Zipopo......Zipopo Tamama-san.”
“Nn, ia juga berkata senang bertemu denganmu. Sudahkah kau menentukan pasanganmu, Asuka?”
“Tidak. Kasukabe-san, mungkinkah kau belum mendengar perubahan dalam aturannya kemarin?” tanya Asuka heran.
Tapi Yō hanya menanggapinya dengan memiringkan kepalanya ke satu sisi.
Melihat hal itu, Asuka memutuskan untuk memperlihatkan perkamen kulit kambing [Geass roll] ke Yō adalah cara yang tercepat.
[Nama Gift Game: ---Balapan Kuda Laut---
*Hak Partisipasi
#Eudemons yang bisa berjalan di air dan penunggangnya. (terbang tidak diperbolehkan)
#Maksimal tiga peserta yang bisa dipilih untuk bertindak sebagai pendukung, untuk penunggang dan Kuda perlombaan, dari tepi sungai.
#Bagi mereka yang meminjam Kuda Laut dari Panitia, peserta wanitanya harus menggunakan pakaian renang.
*Hal - hal yang dilarang
#Setiap serangan yang ditujukan kepada Kuda perlombaan dilarang.
#Bagi peserta yang terjatuh ke air akan dilihat sebagai jatuh dari tunggangannya dan akan didiskualifikasi.
*Kondisi untuk Memenangkan lomba ini
#Pergi ke hulu sungai dari [Underwood] dan kumpulkan buah dari Pohon Laut;
#Dan menjadi yang pertama di garis Finish.
Sumpah: Komunitas yang berpartisipasi dalam Gift Game, bersumpah atas keagungan dan benderamu untuk menghormati isi yang disebutkan di atas.
[Cap [Aliansi Draco Grief].]
“Eh? Dari pertandingan individu ke pertandingan antara grup?”
“YES! Detail alasan mereka karena perubahannya akan di beritahu nanti.”
“Oh. Okay.” Yō menjawab dengan santainya meski dia sekarang sedang memikirkannya matang - matang.
Melihat bagaimana Asuka menghibur dirinya sendiri dengan menendang air di tepi sungai, Yō tiba – tiba berbicara: “...Kupikir Asuka harus berpartisipasi sebagai penunggangnya.”
“Eh? Kasukabe-san tidak akan menungganginya?”
“Menurut peraturannya, hanya ada satu penunggang sedangkan yang menjadi pendukung harus tetap tinggal di tepi sungai. Jika Kuda Laut menempuh jarak 70Km/jam, mungkinkah Asuka, Yō, bisa menyusul?”
*Pak!* Asuka menyadari maksud dari kata – kata Yō saat dia menepuk tangannya setelah mengerti maksud Yō.
Karena Deen masih dalam perbaikan, Asuka tidak mempunyai kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan seperti itu. Bahkan jika dia sebagai pendukung, pengaruhnya juga sangat terbatas.
“Apalagi, Gift Asuka lebih cocok sebagai penunggang dari pada pendukung.”
“Ben....Benarkah? Karena kau mengatakan hal seperti itu, aku akan mencobanya.”
Asuka menyerahkan topi jeraminya kepada Kuro Usagi sebelum melompat ke atas pelana.
Ketika dia telah memastikan bahwa dia benar – benar memegang kendali di tangannya, Asuka mendesak Kuda Laut untuk bergerak tanpa memmikirkannya terlebih dahulu.
“Kalau begitu---Mari kita pergi ke dataran tinggi dengan KECEPATAN PENUH!”
Saat kata – katanya terucap, sang Kuda Laut mengeluarkan raungan tajam yang merdu saat ia mulai berlari keluar dari padang rumput. Semprotan air yang disebabkan oleh gerakan itu jauh lebih kuat daripada sebelumnya, meninggalkan jejak buih - buih air setelah mereka pergi. Asuka yang belum pernah menunggang seumur hidupnya sudah berubah pucat dari dorongan kuat dan kencangnya lari Kuda Laut.
“Eh? Tun...Tunggu sebentar! Ahh!”
Itu adalah kata – kata yang ingin Asuka katakan namun mereka tak pernah terucap karena dorongannya begitu kuat hingga kata – kata tersebut tak pernah terucap dari mulut Asuka. Dan karena tidak ada perintah yang diberikan untuk memperlambat, sang Kuda Laut terus berlari dan mengeluarkan raungan yang tajam sambil terus berlari menjauh. Yō dan Kuro Usagi yang melihat ke arah mereka dengan kekaguman, melambaikan tangan selamat tinggal pada titik yang memudar begitu cepat yang tadinya Asuka.
“Mengaggumkan! Dengan kecepatan seperti itu, kemenangan sudah pasti bisa didapatkan!” Kuro Usagi yang melihat titik kecil yang disebut Asuka, sedikit bersorak.
Namun, wajah Yō berkata sebaliknya.
“Sayangnya, kecepatan saja tidak cukup untuk memenangkan lomba ini.”
“Eh?”
“Karena sepertinya ada orang tertentu di sana yang juga akan ikut berpartisipasi.”
Mengikuti arah yang ditunjuk oleh jari Yō, Kuro Usagi melihat ke arah tepi sungai yang berlawanan. Dan yang muncul di hadapannya adalah Kuda Laut yang terlihat sehat, kuat dan kokoh dan penunggangnya, Felicia Raisa (Faceless).
Menyadari tatapan mereka tertuju kepadanya, Felicia Raisa membawa Kuda Lautnya ke arah mereka.
Tampak ragu sejenak setelah turun dari tunggangannya, dia mulai menyapa mereka.
“......Salam, [Bangsawan Little Garden]. Dan wanita yang di sampingnya, maafkan atas ketidaksopananku waktu itu.”
“Ah...Tidak, aku tidak begitu memperdulikannya. Tapi dibandingkan dengan itu, kudamu......terlihat sangat indah----!”
Yō tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kuda Felicia Raisa dengan matanya yang bersinar dengan penuh kekaguman.
Kuda tersebut memiliki warna tubuh kebiruan yang tampak kokoh dan sirip punggung yang tampak seperti surai, unik untuk sejenisnya, berwarna hijau tembus pandang. Basah karena air sungai dan membiarkan sinar matahari menerangi sirip punggungnya, cahaya terang yang dibiaskan dari situ bisa membuat pandangan seseorang kagum dengan kemegahannya. Bagian seimbang dari bagian tubuhnya begitu sempurna sehingga hampir bisa disebut sebagai pahatan yang hidup.
Kesampingkan dulu perbedaan spesiesnya, ini pertama kalinya mata Yō melihat Kuda yang begitu indah.
“Sungguh indah...... Tapi Kuda ini bukanlah Kuda Laut pinjaman kan?”
“Kau benar. Ini adalah salah satu Kuda yang diberikan padaku oleh Ratu-ku.” Felicia Raisa membalasnya dengan nada yang datar.
Meski tampak seperti ilusi, sepertinya sudut bibirnya tampak terangkat sedikit, merasa senang karena Kuda-nya dipuji oleh orang lain.
Kuro Usagi juga melihat Kuda Laut itu dari dekat, melihatnya dengan penuh pesona.
“Seperti yang diharapkan dari pelayan favorit dari ‘Halloween Queen’, bisa mendapatkan Kuda yang begitu bagus.
“Ratu-ku adalah pemanggil yang paling kuat. Meski aku diberikan begitu banyak Kuda Eudemons, ketika sampai pada hal dimana ‘Kuda itu bisa berlari kencang di atas air’, Kuda inilah yang cocok dengan peran tersebut.”
Dia mengelus punggung dari Kudanya dengan lembut saat dia mengatakan hal tersebut. Dan Kudanya tampak menikmatinya sambil bersandar pada tuannya. Hanya dengan pemandangan seperti itu, seseorang bisa mengetahui seberapa dalam kepercayaan mereka satu sama lain.
Merasa sedikit terancam, Yō maju selangkah. “......Tapi, kami tidak akan kalah. Karena kami kalah dalam Lomba Berburu, kali ini kami yang akan menang.”
Ini adalah tantangan terbuka bagi Felicia Raisa dan sepertinya dia terkejut untuk sesaat karena akan terjadi hal seperti ini. Tapi itu hanya untuk sesaat ketika ekspresinya kembali seperti biasanya dan dia menjawabnya dengan nada yang tenang seperti biasanya:
“Aku mengerti. Aku akan menerima tantanganmu dengan serius......Tapi apakah hal ini benar untuk dilakukan? Kudengar bahwa kau mengadakan pertarungan dengan ‘Two Wings’ untutk menyelesaikan suatu hal?”
“Siapa yang akan kalah dengan orang – orang seperti itu?” Yō menjawab dengan simple ketika dia cemberut.
Sambil sejenak memikirkan sesuatu, Felicia Raisa memutuskan untuk memberi tahu apa yang ada di pikirannya.
“......Sudahkah kalian mendengar tentang taruhan antara Aliansi ‘Draco Grief’?”
Melihat satu sama lain, Yō dan Kuro Usagi keduanya memiringkan kepala satu sama lain dalam kebingungan. Rupanya, ini adalah pertama kalinya mereka mendengar berita ini. Mendekatkan dirinya ke arah mereka dan tampak waspada dengan orang lain di sekitar mereka, Felicia Raisa menurunkan volume suaranya saat dia berbisik ke mereka.
“Aku mendengarnya dari orang lain.... Dan tampaknya jika ‘Two Wings’ menang dalam [Perlombaan Kuda Laut], Griffith akan dinobatkan sebagai ‘Floor Master’ daerah Selatan yang selanjutnya.”

Bagian 2
---[Underwood] Ruang VIP, kamar Gry.
Di antara ruang VIP yang ada di Pohon Besar, ada juga ruangan yang dibuat khusus untuk Eudemons. Hamparan jerami di tanah dan titik tempat minum yang di sediakan dari Pohon Besar itu sendiri.
Gry saat ini berada di ruangan seperti itu setelah terluka di pertempuran yang sebelumnya.
Izayoi membawa hadiah hiburan ke kamar Gry. Karung – karung yang penuh dengan makanan yang diambil dari Festival Panen di malam sebelumnya.
Mengira bahwa daging mentah mungkin akan menimbulkan sedikit masalah jika dibiarkan semalaman, Izayoi pergi mencari orang untuk memanggang atau memasak potongan daging tersebut.
Memakan potongan daging yang tergantung di antara sepotong tulang dengan gigitan yang besar, Izayoi mengangguk dengan puas.
“Aku selalu ingin mencoba memakan daging dengan gigitan seperti itu.”
“Ho? Dan mengapa begitu? Bukankah manusia biasanya menggunakan peralatan makan?”
“Itu benar. Tapi perasaannya berbeda. Tidakkah kau setuju bahwa dengan hanya menggigit daging dan merobeknya dari tulang membuatnya terasa lebih menyenangkan?”
Izayoi tertawa terbahak – bahak sebelum kembali merobek daging lain dengan giginya.
Membalasnya dengan tersenyum kecut, Gry kembali mengambil potongan daging dengan cakar depannya.
Sementara mereka berdua sibuk dengan makanan mereka, pintunya tiba – tiba terbuka tanpa suara ketukan terlebih dahulu. Dan sepasang Ayah dan anak berkuping kucing masuk kedalam ruangan.
“Wa, ayah,pelanggan yang biasa ada di sini juga!”
“Oh,bukankah kau orang dari ‘No Names’? Kau sedang berkunjung juga?”
“Kurasa begitu.....Nn? Tampaknya kau juga membawa sesuatu yang cukup bagus?”
Melirik ke belakang mereka berdua, Izayoi bisa melihat ada dua tong anggur disamping karung makanan yang mereka bawa.
Melihat bagaimana mereka berdua masuk begitu saja dan mulai menata semua barang yang mereka bawa, senyum kecut Gry masih terpampang di wajahnya.
“Garol, kupikir dengan membawa anggur kepada pasien sakit bukanlah hal yang pantas.”
“Ini? Oh, jadi kau tidak akan meminumnya?”
“Tidak, aku tidak berkata seperti itu. Tapi tanggung jawab untuk mengajak seseorang itu minum bukanlah aku yang menentukan, tapi kau, Garol.”
“Bagus. Ini semua salah paman ini yang bersikeras untuk minum bersamamu di pagi hari.”
Karena yang bersangkutan sudah mempersilakan hal tersebut, Izayoi dan Gry dengan senang hati menerima anggur yang dituangkan untuk mereka.
Tanpa perlu ditunda lagi, Garol adalah orang pertama yang bersulang.
“Mari, untuk hari kedua Festival Panen.... Bersulang untuk pahlwan kita yang terluka!---Bersulang!”
Mendengar kata – kata untuk bersulang, Izayoi menebak alasan Garol mengunjungi Gry.
[....Aku mengerti... Ini pasti karena masalah dengan Basashi itu.]
Meski mereka berasal dari komunitas yang berbeda, mereka masih anggota  dari Aliansi yang dengan terang – terangan menghina keberanian Gry dan membutuhkan permintaan maaf. Keunjungan mereka pasti karena hal tersebut, dan juga fakta bahwa mereka memang melihat Gry sebagai pahlawan sungguhan, seseorang yang pantas berkumpul seperti ini.
Seseorang tidak perlu meminta maaf atau mengasihani seorang pahlawan----Harusnya adalah sorakan dan pujian yang ia terima.
“Oh iia. Benarkah bahwa Basashi itu adalah saudara Gry?”
“......Nn. Komunitas yang dipenuhi oleh Eudemons tidak mempunyai konsep pernikahan semacam itu. Makanya mereka bisa memiliki anak banyak tanpa peduli tentang ras.”
“Oh~Tampaknya ada sedikit masalah saat mewarisi peninggalan keluarga.”
“Tidak, itu tidak benar bagi kami para Eudemons. Pemilihan untuk menentukan pewaris bukanlah dari garis keturunan, tapi didasarkan pada kekuatan seorang kandidat. Makanya, hal ini bukanlah masalah jika Draco Grief memutuskan untuk mempunyai anak. Tapi....”
Garol berhenti dengan canggung saat ia mengalihkan tatapannya ke Gry.
Gry menghela napas dan tampak menertawakan dirinya sendiri.
“Itu adalah hal yang telah terjadi sepuluh tahun yang lalu. Dalam pertarungan melawan Griffith, aku kalah dan harus meninggalkan [Underwood].”
“.....apa?”
“Itu terjadi pada saat Aliansi ‘Draco Grief’ pertama kali bersedia membantu [Underwood]. Griffith hanya mengetahui keberadaanku saat itu dan ia sangat percaya diri dengan garis keturunannya---terutama keturuanan dari ayahnya. Makanya ketika ia melihat Gryphoon dengan garis keturunan murni sepertiku, ia menganggapku sebagai duri dalam daging.”
“......Hmm?” Izayoi memiringkan kepalanya karena kebingungan.
“Tunggu sebentar. Bukankah Basashi itu disebut sebagai generasi ketiga dari Eudemons? Dan karena ia mempunyai garis keturunan dari Longma dan Gryphon yang menjadikan ia tipe yang paling kuat?”
---‘Longma’ adalah persilangan antara seekor kuda dan naga. Tipe naga yang kurang terkenal, seekor Longma mempunyai penampilan seperti kuda dengan sisik naga yang menutupi tubuhnya. Kemampuannya meliputi mengendalikan air dan petir. Dan Griffith adalah persilangan antara seekor Gryphon dan Longma untuk menghasilkan seekor Hippogriff.
Gry dan Garol tahu akan hal ini tapi mereka tetap mengeluh sedih akan hal itu.
“Orang itu begitu terlalu percayya diri dengan garis keturunannya yang mana hal itu sudah menjadi murni kesombongan.”
“Meski begitu, bagi Griffith, rasa percaya dirinya yang begitu tinggi bukanlah karena ia berasal dari Gryphon dan Longma...sebenarnya berasa dari rasa bangga yang dimiliki oleh ayahnya, Draco Grief.”
Izayoi meninju tinjunya ke telapak tangan yang lain saat ia mulai mengeri keterkaitan akan hal tersebut.
“Oh, jadi begitu. Dengan kata lain, ia hanya tidak bisa menerima fakta bahwa ia mempunyai saudara yang tampak begitu mirip dengan ayahnya.”
“Ya, itu masalahnya. Paling tidak, seharusnya hal itu bukan dari adik laik – lakinya sendiri.”
Garol menghela napas karena banyak perasaan membingungkan yang ia hadapi dengan secangkir anggur. Dari sudut pandang Garol, keduanya adalah anak dari rekan terbaiknya yang bertarung bersama – sama dalam pertempuran. Meski ia ingin mereka berdua berdamai dan menemukan hal yang bisa disepakati bersama, ia masih orang luar, tidak mempunya hubungan darah dan tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan mereka. Makanya, Garol hanya bisa melihat dari kejauhan dan berharap mereka berdua bisa hidup dan tumbuh dengan baik... cukup baik hingga mereka berdua khawatir dengan satu sama lain di masa depan.
“Kalau dipikir – pikir lagi, ini pertama kalinya bagiku berbicara dengan Paman seperti ini. Ojou-sama dan Kasukabe sudah banyak merepotkan dan tampaknya hanya aku yang terlambat untuk menyapamu.”
“Nah, tidak perlu begitu formal denganku. Kita ini rekan lama [No Names], jadi tidak perlu sampai seperti itu.” Garol tertawa terbahak – bahak.
Izayoi tidak dapat menahannya namun ia merasa nyaman karena kata – kata Garol. Meski [No Names] pernah hancur sekali, tapi ikatan dengan teman lama belum terputus.
“Jadi bagaiman? Dari perspektif sebagai mantan ahhli strategi dari ‘Floor Master’ sebelumnya, apakah gadis – gadis itu itu punya kesempatan?” Izayoi tiba – tiba bertanya hal tersebut.
Garol terlihat ragu sebelum ia meletakkan cangkirnya.
“Tentang itu...Mari kita mulai dengan Kasukabe Yō. Aku percaya bahwa dia sudah hampir sempurna. Jika kita membiarkan kekurangan dirinya ditangani oleh dirinya sendiri, dia tidak memerlukan pelatihan khusus lagi. Bahkan mungkin saja jika kita biarkan dia tumbuh kuat dengan sendirinya.”
---Seperti yang diharapkan dari putri Koumei, Garol berkata pada dirinya sendiri sambil tersenyum.
“Oh? Kedengarannya sangat bagu.”
“Nn......Alasan kenapa aku berkeringat dingin ketika mereka ribut – ribut kemarin. Jika gadis itu menjadi serius, si Griffith itu mungkin akan kalah dengan satu pukulan.” Garol menghela napas panjang.
Meski Izayoi merasa bahwa hal itu akan menjadi berita yang bagus jika pukulannya benar – benar mengalahkan orang itu, ia pikir.
“Sepertinya tidak perlu khawatir dengan Yō......dan tentang Ojou-sama?”
Mendengar pertanyaan Izayoi, wajah Garol berubah.
Menuangkan anggur ke cangkirnya, ia menjawabnya dengan hati – hati:
“......Kudou Asuka punya masalah yang jauh lebih besar.”
“Apa?”
“Gift-nya sangat kuat. Aku belum pernah melihat seseorang bisa menguapkan batangan logam hanya dengan Gift yang seharusnya hanya mengeluarkan percikan kecil untuk menyalakan kayu bakar.”
“Benar – benar sesuatu.” Kata – kata Izayoi bukanlah hinaan karena ia benar – benar kagum.
Ia belum pernah melihat Gift yang dipakai oleh Asuka. Ini karena ia hanya pernah melihat Asuka menggunakan Deen dalam pertempuran. Dan masukan dari Garol membuatnya menjadi potongan kecil informasi yang bagus sebagai referensi.
“Masalahnya saat ini adalah..... Tidak ada Gift yang cocok untuk anak itu. Tahukah kau berapa banyak Gift yang telah dia hancurkan dalam dua minggu terakhir ini? Dua puluh empat. Gift bukanlah barang sederhana yang bisa dibeli begitu saja. Kalau saja dia bisa menggunakannya dengan hati – hati. Haix~” Garol menghela napas lagi.
Alasan kenapa Garol mengeluh adalah karena bakat besar yang dimiliki oleh Asuka dalam Gift-nya. Dan hal itu hanya bisa disebut sebagai masalah karena hal biaya.
“Untuk membatasi biayanya, aku sudah memberinya banyak pelajaran tentang kegunaan strategi dalam pertempuran agar bisa menyerang balik...tapi dinilai dari kepribadiannya,  aku merasa bahwa hal itu tidak akan berhasil.  Makanya, hal yang bisa kita lakukan sekarang saat ini adalah mengganti Gift tersebut ketika dia menghancurkannya.”
“Hey, itu terlalu boros.”
“Hahaha! Tapi bagi kami, itu cukup menguntungkan!” Carol tertawa riang.
Namun, situasi keuangan [No Names] tidaklah begitu bagus. Sebuah Gift kuat yang bisa menahan kekuatan Asuka harus segera ditemukan---Izayoi bersumpah dengan diam – diam.
“Meski hal ini sepertinya tidak tepat untuk kukatakan, tapi Ojou-sama memang mempunyai bakat yang cukup menarik.”
“Tidak sekuat punyamu kan? Dapat menghancurkan spesies terkuat dengan hanya satu pukulan. Jika kau ingin berbicara tentang keanehan, aku bisa bilang bahwa kau jauh lebih aneh, Izayoi.”
Gry bergabung dengan percakapan mereka dan Izayoi membalasnya dengan tawa keras.
Meski begitu, Garol hanya mengusap dagunya sambil berkata dengan nada serius:
“Aku tidak yakin tentang dirimu...tapi aku setidaknya bisa mendapat sedikit petunjuk tentang Gift Asuka.”
“Ooh? Benarkah?”
“Nn. Aku takut jika anak itu adalah semacam ------ fenomena Atavisme.”
Tangan Izayoi yang sedang memgang cangkir untuk diminum terdiam, hanya berjarak setengah jalan dari mulutnya.
“......Maksudmu itu adalah jenis kepribadian yang muncul setelah absen selama beberapa generasi?”
“Apa yang kumaksudkan sangat berbeda, tapi agak miri. Apa yang kau maksud adalah sifat intergenerasional yang terjadi antar generasi. Tapi anak ini sangat berbeda. Jika dugaanku tepat, kekuatan spiritualnya---Bisa jadi karena ada Mahluk Suci yang merasukinya saat dia lahir.
“.....?”
“Nn... Mari kita buat contoh, pasangan yang tidak bisa mengandung anak berkunjung untuk berdoa meminta seorang anak kepada dewa yang mengatur kelahiran, hubungan si anak ini akan terdiri dari ayah, ibu dan Dewanya itu sendiri. Sampai sini, apakah kau mengerti?”
“Oh, ini lebuh mudah dimengerti. Aku langsung mengerti.”
“Bagus. Kemudian, dalam situasi seperti ini, anak tersebut akan menjadi mahluk yang berkedudukan lebih tinggi di dunia fana. Dan aku takut bahwa Asuka adalah hasil pengulangan dari proses yang sama ini yang telah dilakukan lebih dari sepuluh generasi.”
Izayoi terkejut dengan kata – kata itu.
“Lebih dari sepuluh generasi...kelahiran yang dibantu dengan Gift Dewa?”
“Mahluk yang menganugerahi kelahiran itu sendiri mungkin bukan Dewa. Bisa jadi Iblis, roh.... Tapi mengingat kemampuannya, tampaknya ada kemungkinan sebesar 80-90% bahwa dia mempunyai perlindungan dari Dewa---yang juga bisa disebut sebagai manusia yang paling dekat dengan keberadaan Dewa. Karena kekuatan dari anak itu tidak dapat diragukan lagi terletak pada [Gift]-nya.
“Oooh?” Izayoi mengeluarkan napas dengan penuh rasa kagum.
Meski ia pernah mendengar kekuatan Asuka, hal ini melebihi harapannya bahwa dia mempunyai bakat seperti ini.
“......Meski begitu, mungkin ada alasan lain dibalik kondisi Atavismenya.”
“Dan apakah itu?”
“Kecuali jika seseorang itu terlahir sebagai Dewa, hanya dengan garis keturunan saja tidaklah cukup untuk menjadi seorang Dewa. Bagi manusia yang menjadi Dewa, hal yang harus dilakukan adalah [Memenuhi kuota dengan adanya Pengikut]. Meski teoriku yang sebelumnya didasarkan pada syarat, tapi kurang pencapaiannya.”
Ketika baru saja Izayoi selangkah lebih maju yakin dengan teori dari Garol, Garol malah meminum anggurnya.
Izayoi juga meminum anggurnya sambil mendesak Garol dalam diam untuk melanjutkan teorinya.
“Izayoi, pernahkah kau mendengar tentang teori perpotongan garis-bidang---lebih sederhananya disebut sebagai [Pergeseran Paradigma]?”
“...Untuk hal yang disebut di awal aku sudah pernah dengar, tapi ini pertama kalinya mendengar tentang [Pergeseran Paradigma].”
“Benarkah? Kau harus mendengar hal ini. Ini akan menjadi hal yang sangat penting bagi Kudou Asuka.”
Menaruh cangkirnya, Garol mencondongkan dirinya kedepan dengan ekpresi yang serius terlihat di wajahnya.
Izayoi dan yang lainnya duduk dengan posisi tegak, menunjukkan betapa fokusnya mereka.
“---[Pergeseran Paradigma] tidak terbatas pada manusia atau tentang manusia, tapi sebuah tonggak sejarah yang membantu untuk membatasi sebuah pengamatan mengenai sebuah bentuk kehidupan. Mari kita ambil contoh, sebuah perang berskala besar, atau sebuah perubahan besar dalam evolusi biologis yang disebabkan oleh bencana alam. Periode waktu itulah yang disebut sebagai [Pergeseran Paradigma]. Peristiwa itu cukup besar hingga bisa merubah generasi selanjutnya dan akan mengakhiri generasi sebelumnya. Dan untuk memajukan generasi selanjutnya, pembawa berbagai [Gift] akan muncul. Makanya ketika menelusuri latar belakang suatu komunitas, seseorang sering menemukan legenda yang sesuai atau sejarah dari hal tersebut.”
“...Aku mengerti sekarang... Tapi bagaimana hal itu terkait dengan Ojou-sama?” Izayoi bertanya dengan kebingungan.
Sebagai balasannya, tatapan Garol semakin tajam. “Bukankah periode waktu ketika Kudou Asuka dipanggil adalah saat dimana Jepang mengalami kekalahan belum lama ini bukan?”
“....Jadi begitu!”
Izayoi akhirnya mengerti dan menganggukan kepalanya dengan penuh semangat.
Garol tampaknya merasa terhibur saat ia melanjutkan ucapannya: “Ketakutanku adalah jika dia adalah kandidat untuk [Patriot yang menyelamatkan tanah kelahirannya yanng dilanda perang] atau idola semacam itu. Lahir ke sebuah organisasi kaya dengan garis keterunan yang dekat dengan Dewa. Meskipun dia mungkin belum dikenal pada saat itu, dia sudah memiliki kualitas untuk menjadi wadah yang membangung kembali jiwa negara.”
Makanya, [Patriot yang menyelamatkan tanah kelahirannya yanng dilanda perang], kepercayaan generik semacam itu memilih Asuka untuk menjadi wadahnya dan memberinya Gift dan kekuatan spiritual yang tak dapat diprediksi. Membiarkannya dirinya terlahir dengan kekuatan spiritual yang seharusnya bisa didapatkan melalui berbagai pencapaian dalam seumur hidupnya.
“Terlahir sebagai Dewa karena masa – masa sulit......Tidak, dalam kasus ini lebih tepat jika disebut sebagai setengah dewa. Karena kehidupan dari bentuk kehidupan yang lebih tinggi adalah spesies yang berbeda dan kekuatan Asuka masih belum berkembang sepenuhnya...Meski begitu, teori ini masih memiliki misteri yang belum terpecahkan. Untuk memanggil Asuka ke Little Garden, pasti ada berbagai kemungkinan yang terjadi secara bersamaan---Dengan kata lain, kita seharusnya bisa mengamati fenomena yang sama dari garis waktu yang berbeda. Jika pemanggilannya dengan cara yang lain, hal itu akan menjadikannya hal yang tidak biasa serta unik...Hey Izayoi, apa kau punya petunjuk tentang hal ini?”
“......”
Izayoi menyandarkan dagunya dengan tangannya, tampak sangat memikirkannya. Tapi sebenarnya, ia bahkan tidak mempertimbangkan pertanyaannya.
Jepang yang diketahui oleh Sakamaki Izayoi, tidak pernah ada nama “Kudou Asuka” dalam sejarahnya. Teori Garol tentang [Berbagai kemungkinan yang terjadi secara bersamaan] akan mengecualikan dia.
[Namun, masih ada sebuah misteri. Menurut sejarah yang tercatat, pada masa pembubaran Zaibatsu (Konglomerat ekonomi), hanya ada empat Zaibatsu utama dalam kekaisaran Jepang. Padahal, Asuka tampaknya pernah mengatakan hal itu kepada ia---‘Aku berasal dari konglomerat ekonomi kelima terbesar di Jepang’.]
Tentu saja, hal itu bisa dengan mudah menjadi kesalahpahaman-nya dan percakapan itu mungkin tidak pernah terjadi.
Meski hal itu mungkin hanyalah hal yang berlebihan dari Asuka, paling tidak, Izayoi belum pernah mendengar keberadaan dari [Kudou Zaibatsu].
Oleh karena itu, hal ini menjadi tidak berarti dan tidak selaras tapi begitu menyebalkan dalam pengumpulan informasi.
Jika perasaan yang janggal itu karena keberadaan [Kudou Zaibatsu] yang misterius---maka, mungkin ada cabang di dalam dunia mereka bahkan sebelum masa Asuka dan Izayoi dan menyebabkan mereka tidak saling bertemu di satu dunia.”
“......Aku mengerti kata – katamu, Paman. Terima kasih banyak, ini benar – benar materi referensi yang sangat bagus.”
“Benarkah?”
“Nn, untuk berterima kasih, tetua, mari minum yang banyak! Ini!”
Izayoi tertawa terbahak – bahak saat ia membawa tong anggur untuk dituang ke dalam cangkir Garol. Ia menuangnya sangat banyak hingga anggurnya meluap penuh.
“Tu... Hey! Anggur tahun ini sudah dipersiapkan dengan baik. Jangan menyia – nyiakannya!”
“Kalau begitu, minum saja dari tempat di mana itu terjatuh, bukan begitu?”
“Permintaan itu terlalu tidak masuk akal!” Meski Garol berkata begitu, ia meletakkan mulutnya ke tepi cangkir dan meminumnya dengan sekali teguk.
Melihat bagaimana Garol cukup bersemangat untuk meminum anggur tersebut dengan cara yang mirip seperti pemimpin ‘Six Scars’ sebelumnya, Gry tiba – tiba tertawa setelah selama ini diam terduduk mendengarkan percakapan mereka berdua.
“Ayah akan pensiun setelah Fastival Panen ini. Mari kita minum anggur ini sebagai perayaan awal untuk-nya!”
“Nn. Ketika saatnya tiba bagimu pensiun dan acara penyerahan jabatan dilakukan, tolong undang aku. Aku akan berada di sana membalas perbuatanmu ketika kau mengunjungiku saat aku sedang sakit.”
Mendengar kata – kata Carol dan Gry, Izayoi mengingat sesuatu yang hampir terlintas dipikirannya ketika saat penyerahan jabatan oleh Garol disebutkan.
[Aku ingin tahu apakah Ochibi-sama...Apakah ia berhasil membentuk sebuah Aliansi?]

Bagian 3
---[Underwood] Ruang Pertemuan, Aula Pertemuaan Evergreen.
Untuk mengesahkan pembentukan Aliansi yang telah mereka diskusikan beberapa hari yang lalu, ketiga komunitas telah berkumpul di Aula Pertemuan Evergreen.
Jin Russels dan Percher mewakili [No Name].
Porol Gundark mewakili [Six Scars].
Jack-o-Lantern dan Ayesha mewakili [Will-O’-Wisp].
Duduk di sekeliling meja bundar, semuanya mengeluarkan buku kontrak Aliansi mereka masing – masing.
Porol yang berinisiatif mengambil buku kontrak dan berkata dengan nada yang santai: “Mari kita lewati basa – basi yang tidak perlu dan langsung saja menyetujui buku kontraknya?”
“Setuju.”
“Yahoho! Aku juga setuju dengan hal itu!” Jack dan kepala labunya yang berbandul tertawa.
Porol menganggukan kepalanya, dengan suasana hati yang bagus, saat ia membacakan rincian dari kontrak yang tertulis di buku.
“[No Name] yang memiliki hak atas area-nya, [Six Scars] yang bertugas menambang dan mengumpulkan bijih – bijih seperti bijih besi, [Will-O’-Wisp] yang bertugas untuk mengolah bahan – bahan tersebut. Tidak termasuk pembuatan produk spesial, pembagian keuntungannya akan jadi 5:3:2. Begini tidak apa - apa?”
“Nn, itu cukup bagus.”
“Yahoho... Hal... Hal itu terdengar seperti jumlah yang luar biasa jika dibagi antara kita.”
Meski pertemuan ini sangat tidak formal, setiap perwakilan sangat serius tentang pengesahan rincian Aliansi.
Terutama Jack yang benar – benar menari ketika ia mendengar rinciannya dari Jin saat ia mulai beteriak: “Area komunitas kami! Area-nya bisa dibangun kembali! Lubang yang bocor saat hujan bisa ditambal! Yahohoho!” Tampkanya keadaan mereka yang cukup kesulitan tidak perlu diragukan lagi.
“Namun, masih ada satu masalah. Kondisi untuk membentuk sebuah Bendera Aliansi adalah [Setidaknya tiga komunitas dengan bendera mereka]. Dengan kata lain, kita masih membutuhkan komunitas lain untuk bergabung dengan Aliansi kita......Bagaimana sekarang? Ingin bertanya dengan Aliansi ‘Draco Grief’?”
“Yahoho! Mengenai itu, aku sudah mengurus tentang masalah tersebut. Jika kalian tidak keberatan, serahkan saja padaku untuk menyelesaikannya.”
Keduanya berpaling ke arah Jack dengan ekpresia terkejut di wajah mereka.
Meski [Will-O’-Wisp] awalnya terkenal, mereka adalah komunitas yang baru didirikan beberapa tahun yang lalu. Bahkan dengan pemikiran seperti itu, Jack masih cukup percaya diri untuk mengumumkan kemampuannya dalam menemukan anggota Aliansi. Makanya hal ini membuat mereka tekejut.
[......Tapi hal ini seharusnya masih bisa di duga. Lagi pula, kita juga tidak punya sejarah yang panjang dalam hubungan kita dengan ‘Will-O’-Wisp’.]
Mereka memiliki hubungan yang lebih dekat dengan [Six Scars] tapi hal itu tidak bisa dihitung sebagai hal yang dalam atau panjang.
Satu – satunya alasan yang memungkinkan mereka bersatu seperti ini saat ini hanyalah karena rasa kepercayaan yang terbentuk setelah mereka bertempur melawan musuh yang sama.
“Apakah mereka dapat dipercaya?” Jin menyuarakan kekhawatirannya.
“Kalian bisa tenang tentang hal ini. Kendali dari komunitas itu berada di tangan ‘Will-O’-Wisp’. Sedangkan untuk kekuatannya, kurasa kurang lebih dapat terjamin karena mereka pernah menjadi komunitas tingkat 5.”
Karena mereka pada awalnya merupakan komunitas tingkat 5, kekuatan mereka tampaknya tidak perlu diragukan lagi.
Jin menghela napas lega saat ia membalas perkataan Jack:
“Baiklah. Kami akan menyerahkannya padamu untuk mengatur tanggal pertemuann bagi kita semua, Aliansi komunitas untuk bertemu.”
“Yahoho! Tentu saja!” melakukan sikap hormat dengan satu tangan, Jack mengangguk dengan mudah.
Porol menegaskan kembali rincian dari kontrak sebelum bertanya kepada kedua komunitas yang lain tentang:
“Setiap tanggung jawab dari komunitas sudah disebutkan sebelumnya, sedangkan rincian kontrak untuk komunitas keempat akan dilakukan di lain waktu untuk di diskusikan---Adapun untuk......”
Suara Porol menjadi pelan ketika membicarakan hal ini.
“Meski ini bukanlah topik yang mudah untuk dibicarakan... tapi kita tidak bisa meninggalkan hal ini begitu saja tanpa ada solusinya---Mengenai [Hak Aliansi] ketika ada serangan dari Raja Iblis, apa saja persyaratannya?”
Mendengar hal kedua yang diucapkan oleh Porol membuat Jin dan Jack menjadi serius.
Porol berdiri dan mulai berbicara lagi:
“Aku akan mengatakan hal ini sebelumnya. Kami dari [Six Scars] tidak akan mengirimkan bantuan untuk Game apapun yang tidak memiliki kesempatan untuk dimenangkan. Meski Aliansi didirikan berdasarkan kontrak darah, dan sudah pasti akan ada darah yang hilang sebelum luka itu menutup, tapi aku tidak keberatan disebut sebagai pengecut atau kehilangan reputasiku jika itu artinya melindungi rekan – rekanku dari pengorbanan yang tidak diperlukan. Karena tidak ada penggantinya jika nyawa itu hilang.”
Dan dengan pidato seperti itu, Porol memperlihatkan tekadnya jika hal itu tidak bisa diterima dan ia lebih memilih untuk direndahkan.
Ia mengerti dengan jelas bahwa dari Aliansi komunitas, [Six Scars] adalah komunitas yang sangat kekurangan dalam hal kekuatan. Bahkan dengan pengaruh wilayah dan populasi yang paling besar, itu bukanlah hal yang berarti ketika harus bertempur dengan Raja Iblis.”
Karena hal itu sudah menjadi hal yang umum diketahui, Jin dan Jack dengan tentang menganggukan kepala mereka berdua karena setuju.

“Tidak masalah, aku mengerti hal itu. Meski Aliansi itu penting.... Hal tersebut masih bisa dikatakan sebagai hal yang bijaksana karena memprioritaskan kepentingan komunitas sendiri di atas yang lainnya.”
“*Aiya, Aiya* Aku setuju dengan Jin. Mengabaikan komunitasnya sendiri untuk membantu orang lain merupakan hal yang tidak cocok sebagai pemimpin dari sebuah komunitas.” Saat mengucapkan kata – kata itu, mata Jack bersinar lebih terang dari api yang ada di dalam dirinya.
“Lagi pula jika kami mengartikan kata – katamu, kita bisa memahaminya jika [Bantuan akan diberikan jika ada kesempatan untuk menang]. Dan dengan janji seperti itu, aki pikir hal itu sudah cukup.”
“Haha, pendengaranmu cukup tajam...Oh baiklah, dalam situasi seperti itu, kami pasti akan mengirimkan bantuan tidak peduli halangan apapun yang menghadang. Aku bersumpah atas bendera dan kehormatan dari [Six Scars]. Kalian berdua bisa menerima hal ini kan?”
Jack langsung mengangguk.
Tapi perhatian mereka segera tertuju kepada Jin yang tiba – tiba berdiri.
“Aku tidak masalah dengan kondisi yang di inginkan oleh komunitasmu. Namun, kami dari [No Name] bertekad untuk ikut serta dalam setiap pertempuran selama kalian memberikan rincian tentang bagaimana kami dapat membantu.”
“Apa?!” Porol mengatakan hal itu dengan suara yang keras.
Hal ini dapat diduga karena kondisi tersebut terdengar persis seperti kontrak sebelumnya antara seorang Master dan Budak.
Menggunakan rekannya sendiri sebagai ganti dari keuntungan suatu komunitas.
Jin sudah bekerja keras dan hal itu lebih dari cukup untuk mencegah hal seperti itu terjadi.
“......Kurasa kalian berdua sudah mendengar bahwa tujuan asli dari [No Name] adalah untuk mengembalikan Bendera dan Nama kami kembali. Dan untuk itu, kami harus mengalahkan Raja Iblis yang telah mengambilnya.”
“...jadi?”
“Komunitas kami perlu tumbuh lebih kuat. Karenanya kami ingin bertarung dengan Raja Iblis setiap ada yang membutuhkan bantuan. Jadi aku meminta kepada kalian untuk membiarkan [No Name] untuk membantu dan kalian membantu tujuan kami.”
“Aku masih tidak mengerti, bisakah kau langsung ke-intinya saja?” Porol tampaknya sedikit kesal saat ia mendesak Jin.
Terjadi konflik ideologi di sini. Porol tidak percaya apapun yang lebih penting dari kehidupan rekan – rekannya dibandingkan dengan pihak lain yang ingin membantu orang lain. Ketika mendengar kata – kata Jin, Porol tidak bisa menahan kegelisahannya.
Jin berpaling ke Percher untuk mengambil sesuatu dari dalam tas yang sejak tai dijaga oleh Percher dan hal yang ada di dalam tas itu adalah dua buah ujung tombak yang tajam.
“Apa itu? Ujung dari tombak?”
http://en.wikipedia.org/wiki/Lugh#Four_ ... ear_of_Lug
“Ya. Ini adalah salah satu bagian senjata yang ada di Ruang Penyimpanan Senjata Kami. Ujung tombak dari [Brionac].”
Seketika, wajah Porol dan Jack menjadi pucat dan tiba – tiba mereka berdiri.
“Uju...Ujung tombak Brionac?”
“Tombak yang dikenal sebagai pembawa kemenangan karena tujuan yang dicapainya?”
Jin mengangguk.
---[Brionac] adalah tombak suci terkuat dari Mitologi Celtic dan memiliki 5 ujung tombak.
Tombak Suci tersebut, memiliki kemampuan yang sama dengan Gift [Tombak Indra] yang mana hal itu sebagai bentuk kemenangan yang nyata, bisa menembakan lima sinar terang yang setara dengan energi Matahari untuk menembus musuh yang tidak akan bisa menghindari serangan tersebut.
“Apakah  ini... Apakah ini nyata?.... Meski dikatakan bahwa tidak ada satupun hal yang tidak ada di Little Garden, tapi aku selalu berpikir bahhwa tombak ini hanya ada di cerita - cerita.
“Yahoho.... Aku juga berpikir seperti itu.”
“Tapi ketika kami hanya memiliki kedua bagiannya, hal ini menjadi sangat tidak berharga. Totalnya ada lima ujung tombak untuk tombak suci [Brionac] Satu – satunya cara agar tombak [Brionac] bisa dibangkitkan kembali hanyalah dengan mengumpulkan kelima bagiannya.”
“Jadi... Jadi begitu saja? Lalu kenapa kau menunjukkannya kepada kami?”
Porol  bertanya dengan ekspresi wajah yang begitu kecewa. Jack juga sama.
“Aku membawanya kemari sebagai bukti--- bukti bahwa ruang penyimpanan senjata kami masih mempunyai BANYAKNYA senjata dengan KEMAMPUAN SEPERTI INI yang hanya terbengkalai selama bertahun – tahun.”
“......Apa?!”
“Satu – satunya penyesalan kami adalah semua senjata ini membutuhkan pengguna dengan kemampuan spesifik yang telah melewati tes tertentu atau latihan tertentu---Oleh karena itu, kami ada ide. Menggunakan senjata terkenal yang terbengkalai di ruang penyimpanan senjata untuk MEMBUAT SENJATA LAIN YANG LEBIH KUAT DARI SENJATA INI.”
Kali ini, kedua raut wajah mereka menjadi ekspresi terkejut.
Terutama Porol, dampak dari perkataan Jin sangat mengejutkannya karena ia memahami arti sebenarnya dari perkataan Jin.
“Yahoho......Maksudmu membuat tiruan senjata legendaris seperti ‘Perseus’-----“
“Tidak. Jack, bukan itu. Jin bermaksud untuk menciptakan senjata sendiri---Dengan menilai kemampuan rekan – rekannya dan membuat senjata terkuat sesuai kebutuhan rekan – rekannya!”
Jack yang mendengar penjelasan dari Porol terdiam tak bisa berkata – kata.
Jin mengangguk tanda setuju. Mengeluarkan potensi penuh kemampuan bertarung rekan – rekannya adalah caranya sendiri untuk mendukung rekan – rekannya sebagai ketua komunitas.
[.......Sepertinya Jin memprioritaskan memperkuat kemampuan bertarung rekan – rekannya sebelum dana yang didapat dari Bijih Besi Berlian.]
Terus meningkatkan nilai jual terbaik yang ada pada mereka. Itu adalah motto dari [No Name].
Meski begitu, Porol tersenyum kecut.
“Lebih mudah diucapakan daripada dilakukan. Kita harus mengumpulkan lebih banyak material dan Gift selain Bijih Besi Berlian yang kita miliki.”
“Aku mengerti hal tersebut. Jadi, kami berharap bahwa [Six Scars] akan memberikan informasi Gift Games yang menawarkan Gift yang kuat sebagai hadiahnya.”
“.......Nn. Menjadi sebuah komunitas pedagang, mendapatkan informasi semacam itu tidaklah sulit. Namun, meski bahan – bahannya sudah terkumpul......apakah [Will-O’-Wisp] akan mampu menggunakan dan membuat barang – barang yang kau perlukan?”
Porol mengarahkan pandangannya ke arah Jack.
Senyum yang biasa terlihat di wajah Jack menghilang, ia menyilangkan tangannya sambil berpikir.
---Meski senjata yang berasal dari Mitologi itu kuat, mereka memiliki banyak batasan pada orang yang diizinkan untuk menggunakannya. Saran Jin adalah menghilangkan hal tersebut. Namun, hal itu akan membuat kesuksesan rencana ini akan sangat tergantung dengan kemampuan Jack. Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah Jack bisa melakukan tugas tersebut atau tidak.
Meski sifat Jack terlihat periang dan sering bercanda, ia sebenarnya seorang ahil strategis dalam komunitasnya. Dari sudut pandangnya, ia akan mempertimbangkan semua masa depan komunitasnya secara serius dan menyeimbangkan semua hal agar bisa mengambil pilihan yang terbaik.
Menatap bahan – bahan yang ada di depannya, ia bergumam dengan pelan:
“...Sir Jin Russell”
“Y,Ya.”
“Kami dari [Will-O’-Wisp] saat ini sedang menjadi target oleh ‘Raja Iblis Maxwell’ dan dengan memikirkan hal seperti itu, apakah kau bersedia untuk bertarung bersama kami?”
Rahasia yang tiba – tiba saja diungkapkan membuat Jin dan Porol berkata dengan suara yang keras:
“[Raja Iblis Maxwell]......bukankah ia Raja Iblis terkuat di tingkat 5 bagian Utara?”
“Apakah hal itu benar? Kalian sangat beruntung bisa bertahan sampai selama ini.”
“Yea. Kami pernah mengalahkannya sekali, dan berhasil... tapi orang itu masih memata – matai kami akhir – akhir ini, aku yakin pasti mereka merencanakan suatu hal yang buruk...Meski begitu, akankah [No Name] masih akan membantu kami untuk bertarung bersama?”
Sebuah api amarah muncul di dalam kepala kulit labu tersebut.
Jin menarik napas panjang karena pancaran tekanan yang dibebankan padanya oleh pihak lain. Tapi ia tahu kalau ini adalah tes bahwa ia harus menunjukkan apa yang baru saja ia deklarasikan.
“...Seorang pria tidak akan menarik kata – katanya. Selama [Will-O’-Wisp] mampu membuat senjata aksesoris terbaik, kami dari [No Name] akan segera memberikan bantuan kepada komunitas [Will-O’-Wisp].”
Saat perkataan Jin terdengar di telinga Jack, dokumen kontrak Aliansi itu mempunyai hal baru yang ditambahkan.
Menempatkan tangannya di atas dokumen kontrak, Jack juga bersumpah pada dirinya sendiri.
“Dengan ini aku bersumpah bahwa aku akan menggunakan Api Neraka untuk membuat peralatan yang terbaik untuk kalian.”
Saat mereka berdual saling bertatapan, mereka mengangguk tanda setuju akan sumpah yang mereka buat.
Porol mulai cemberut saat ia merasa mulai ditinggalkan.
“......Apa yang terjadi? Sekarang aku kelihatan seperti orang yang jahat di sini.”
“Yahoho. Bagaimana bisa begitu?! Perkataan Porol juga mengandung poin – poin penting yang harus diingat!”
“Tapi hanya berarti sedikit dan kurang enak untuk didengar oleh beberapa orang.”
Perkataan Jin berhasil membuat pembuluh darah Porol yang ada di pelipis matanya muncul.
Tapi ia tidak mengeluh dan hanya sedikit mengeluh.
“Aku menyerah. Jika kalian sampai seperti itu, aku jadi lebih ingin membantu. Izinkan aku untuk berterus terang. Dengan kekuatan tempur [No Name] sebagai jaminannya,hal itu cukup membuatku merasa aman.”
“Yahoho! Meski aku tidak tahu apakah aku bisa memenuhi ekppetasimu, aku akan menggunakan kemampuanku sepenuhnya untuk membuat peralatan yang akan sangat sesuai dengan mereka!.”
“Bena..Benarkah! Terima kasih banyak!”
Wajah Jin tersenyum lebar saat ia berterima kasih kepada Jack dengan menundukkan kepalanya.
Ketiganya saling berjabat tangan. Menandakan pengesahan Aliansi mereka bertiga.
---Aliansi antara [No Name], [Six Scars] dan [Will-O’-Wisp] telah terbentuk, sedangkan masalah tentang Nama Aliansi dan bendera akan ditunda sampai bergabungnya komunitas keempat. Dan dengan itu, mereka mengakhiri rapat untuk hari itu.








Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Bab 6 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.