24 Januari 2018

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Interlude LN Bahasa Indonesia


INTERLUDE
(Translater : Orion)


---Semua acara yang diselenggarakan pada hari pertama Festival panen sudah terlaksana, hingga menyebabkan semua orang menjadi bersemangat
Pada saat tengah malam, [Underwood] menjadi tenang kembali dan kesunyian meliputi kota itu.
Desir daun dari pohon bisa terdengar di dekat sungai saat angin malam yang dingin berhembus di antara cabang pohon. Karena semua api unggun telah terbakar habis, satu – satunya cahaya hanya berasal dari bintang dan bulang yang tercermin di permukaan air.
Seseorang terlihat sedang duduk di atas puncak pohon, bersulang kepada bintang dan bulan yang menemaninya.
Ia adalah seorang pria dengan penutup mata di mata kirinya---Saurian Demon King. JaRyuu melihat ke arah [Underwood] yang sunyi saat ia bergumam pelan:
“Ah... Sudah bertahun – tahun sejak aku menceritakan masa lalu ku kepada orang lain........”
Pada akhirnya, JaRyuu berhasil dibujuk oleh ‘No Name’ agar menceritakan masa lalunya. Ia berhasil kabur ketika mereka semua sudah tertidur, terlalu lelah untuk terus mendengarkan cerita dari JaRyuu.
Kejadian dimana ketujuh saudara, laki – laki dan perempuan pergi untuk menantang Raja Enma[1].
Kejadian dimana Tongkat Emas di curi dari istana Raja Naga Laut Timur.
Kemudian kejadian mengelahkan Pangeran Nezha dan deklarasi perang kepada Kaisar Langit.
Dan berbagai cerita seputar tokoh utama dari tujuh bersaudara---Raja Monyet yang Tampan “Guru Agung yang Setara dengan Langit”.
“--------“
Mengarahkan kepalanya ke arah langit, Ia melihat ke arah bulan baru dengan penuh rasa rindu.
Tidak peduli berapa banyak dia melihat ke arah bulan, hal itu membuat ia mengingat sosok orang itu.
Rambut berwarna emas yang begitu indah seperti ladang gandum terhembus oleh angin.
Tawaan yang begitu kencang dan bersemangat yang terasa seperti semangat hidup yang ada di Bumi pada saat musim semi.
Meskipun orang itu telah dicap sebagai Raja Iblis oleh Langit----Orang itu terus menyatakan dirinya sebagai orang suci dan orang bodoh yang terus menjunjung tinggi keadilan.
[Mahluk Setengah Suci dari Bumi......Sun WuKong Onee-san]
JaRyuu mengarahkan pandangannya ke arah cangkirnya, mengingat – ingat begitu banyak kenangannya di bawah sinar bulan yang tidak jelas, Ia menengguk minuman dari cangkirnya dalam sekali teguk.
---Maksud dari Mahluk Setengah Suci adalah merujuk kepada seseorang yang lahir dengan panggilan dalam hidupnya yang berbeda sifat dari apa yang Mahluk Suci punya. Itu juga merupakan istilah untuk Roh tingkat tinggi.
Terlahir untuk Kepentingan Bumi dan dari Bumi, mereka memiliki tugas sebagai pelindung Bumi, yang nantinya berbentuk sebagai, Dewa Gunung, Dewa Laut, Gaia dewi Bumi dan Dewa Kera Hanuman. Setelah waktu yang lama, salah satu dari mereka akan menjadi Mahluk Suci. Sederhananya, mereka semua adalah kandidat untuk posisi sebagai Mahluk Suci.
Meski begitu, Sun WuKong berbeda. Tidak, lebih tepatnya dia akan mencapai posisi sebagai Mahluk Suci yang memang dimiliki oleh dia sejak awal.
Seperti yang ada di cerita,  Sun WuKong lahir dari batu ajaib yang berada di puncak gunung Huaguo. Namun, ini hanya sebuah kesalahan yang dilebih – lebihkan.
Pada dasarnya, batu ajaib tempat di mana lahirnya Sun WuKong, telah terbentuk bersamaan dengan Gunung Huaguo---Dengan kata lain, sudah ada sejak terbentuknya Gunung itu sendiri. Dia sudah ada dindalam gunung berapi itu dan akhirnya berhasil keluar berkat lava yang ditembakkan oleh gunung tersebut. Akhirnya, tanpa pengetahuan dan misi yang akan dijalaninya jika dia dilahirkan dari Bumi, dia muncul di permukaan Bumi.
Baik Dewa ataupun Mahluk Suci, apalagi Iblis. Dia bukanlah salah satu dari mereka.
Memulai perjalanan untuk menemukan jati dirinya, dia akhirnya menemukan jawabannya---Dengan meggunakan sejumlah besar kekuatan yang ada di dirinya untuk meredakan kekacauan yang ada di dunia dan membawa perdamaian ke Dunia Manusia.
Makanya, dia menjuluki dirinya sendiri setelah dia berhasil meredakan kekacauan yang ada.
Menyatakan bahwa dia setara dengan Guru Agung di Langit---[ Guru Agung yang Setara dengan Langit],dia menerima gelar sebagai Raja Iblis.
“......Sayangnya, pada akhirnya semua itu hanya mimpi.... Sebuah mimpi yang bahkan tidak bisa bertahan sampai seratus tahun.”
JaRyuu menertawakan dirinya sendiri saat ia memutar – mutar anggur yang ada di cangkirnya.
Meski begitu, cukup menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama orang – orang yang begitu takjub ketika mendengarkan cerita masa lalunya. Meskipun hanya sebentar.
“Selalu bepergian ke manapun kakiku membawaku sampai saat ini...Ke. Sudah berepa lama semenjak aku merasa bahagia seperti ini?”
Dua ular yang saling terjalin terlukis di cangkir merah yang sedang ia pegang sekarang.
Desain dari lambang tersebut merupakan lambang dari “Guru Agung yang Menghancurkan Lautan”.
Dengan pelan memutar cangkir anggur merahnya, bayangan dari bulannya terdistorsi karena riak air.....Pada saat ini, ia merasakan kehadiran seseorang menghampirinya dari belakang.
*Ding Ling*---Mendengar bunyi denting dari lonceng, JaRyuu berbalik untuk menyambut seseorang dengan wajah yang masih terkejut.
“......Oh, kau seperti orang yang aku tidak temui sudah lama sekali.”
“Nn. Sudah lama sejak terakhir kita bertemu, JaRyuu. Sudah beberapa abad sejak terakhir kali kita bertemu kan?”
“Coba kupikir dulu......Seharusnya terakhir kali kita bertemu yaotu pada saat WuKong Onee-san memutuskan untuk msuk ke agama Buddha sampai sekarang?
JaRyuu tersenyum dengan senyumnya yang biasa.

Shiroyasha tersenyum kecut saat dia merapikan rambut peraknya yang sejak tadi diterpa oleh angin kencang.
“...Yea. Setelah itu, kau menghilang tanpa jejak tidak seperti saudaramu yang lain.”
“Eh? Kau mencariku? Aku  benar – benar tidak tahu!”
“Cukup pura – puranya. Bukankah kau menipu semua orang yang kukirimkan untuk mencarimu dengan ucapan licikmu itu?”
Shiroyasha menghela napas dengan sedikit rasa kecewa.
Rupanya memang benar membawa mereka kemari untuk mencari seseorang. ‘Iblis Kecil Laplace’. Jika hal ini diserahkan kepada familiar yang kurang berpengalaman, tidak akan mungkin bisa menemukan lokasi tepatnya berada.
Sambil mendekat ke JaRyuu, Shiroyasha duduk di sampingnya.
Mengeluarkan botol anggur entah darimana, dia menuang anggur itu untuk dia minum sebelum dia melanjutkan perkataanya:
“Kaisar Langit, Taoist, Dewa, Buddha......Tidak pernah ada Raja Iblis yang bisa bermusuhan dengan begitu banyak dewa dan Buddha secara bersamaan. Pada akhirnya, bahkan Suiten dari 12 Deva Pelindung harus bergerak juga dan yang muda itu, Shakya Muni juga harus terpaksa muncul. Benar – benar membuat kekacauan sampai seperti itu namun berhasil bertahan sampai berabad – abad hingga saat ini, itu benar – benar perbuatan yang luar biasa.”
“Kau bilang. Dewa perang terkuat bukanlah bahan tertawaan. Jika itu bukan karena Onee-san yang menahan sendirian Faksi Taoist... keke, Kupikir kita semua pasti akan dilenyapkan saat itu.” Dengan kesedihan yang masih terpampang di matanya dan senyumannya yang tak berdaya bisa dilihat, ia langsung meminum sisa anggur yang ada di cangkir merahnya.
Bahkan jika orang itu adalah seorang Raja Iblis---sebuah tragedi masih akan meninggalkan bekas luka yang besar di hati mereka.
Kebencian Bull Demon King dan Roc Demon King terhadap Agama Buddha juga merupakan hasil dari luka ini.
Melihatnya bertindak seperti ini, Shiroyasha menyadarinya: Meskipun pria ini nampaknya selalu tersenyum, ia sebenarnya orang yang masih terluka setelah sekian lama ini. Seorang pasian yang layak mendapatkan rasa simpati. Karena luka – lukanya terlalu dalam untuk disembuhkan dengan mudah.
“Oh baiklah, sapaan sopanya harus kuakhiri di sini. Lagi pula, aku sedang ditugaskan untuk menyampaikan pesan kepadamu oleh Kakakku.”
“Bull Demon King? Ia memintamu untuk mencariku?”
“Yep. Ia memintaku untuk menyampaikan pesan kepadamu mengenai serangan yang sebelumnya ditujukan ke Floor Master.”
Shiroyasha penasaran dengan hal tersebut saat dia menyandarkan tubuhnya ke depan.
“...Informasi seperti apa?”
“Dalang dari Raja Iblis dan Raja Iblis yang menyerang daerah Selatan. Detailnya sudah ditulis semua di surat ini.”
Setelah mengatakan hal itu, dia mengeluarkan sebuah amplop dari jubahnya.
Menyerahkan amplop dengan segel lilin dari [Guru Agung yang Menenteramkan Langit] kepadanya, dia meregangkan tubuhnya sebelum bangkit berdiri.
*Hu~* “Dengan ini, tugasku dari kakak laki – lakiku sudah selesai. Kalau kupikir – pikir lagi, ia memanggilku setelah beberapa ratus tahun hanya untuk membuatku menjadi pesuruhnya untuk surat ini. Kakakku suka menugaskan tugas secara acak.
“Itu omong kosong. Ia pasti menghargai kemampuanmu untuk menyelesaikan tugas ini.  Dan jika hal yang dituliskan di surat ini memang benar, maka pembawa pesannya kemungkinan besar akan diserang oleh Raja Iblis.”
Bagaimanapun, dalang dari penyerangan yang sebelumnya belum diketahui namun jika surat ini berisi informasi semcam itu, ia pasti harus mempertimbangkan sebuah kemungkinan dimana surat itu akan dicuri selagi dalam perjalanan.
Jadi ia memutuskan untuk mempercayakan tugas ini ke adik laki – lakinya....
[...Namun, alasannya harusnya tidak hanya itu saja.]
Bull Demon King menulis surat untuk Shiroyasha untuk mencari penggantinya di [Underwood]
Dan kebetulan, dia menemukan JaRyuu---Saurian Demon King di tempat ini. Ini jelas bukanlah kebetulan semata dan Shiroyasha memutuskan bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk mengajak JaRyuu ke pihaknya tidak peduli apa yang terjadi.
“Aku masih berpikir ini adalah hal yang cukup mengejutkan karena kau sekarang tinggal di [Underwood]. Mungkinkah kau yang membantu mereka pulih  begitu cepat?”
“Tidak. Aku tadinya hanya berkelana tak tentu arah sebelum memutuskan untuk tinggal di sini untuk sementara waktu. Aku benar – benar tidak membantu....oh, tunggu. Yang aku lakukan hanyalah mengangkat seorang murid.”
Mungkin karena rasa bersalah, senyuman yang ada di wajahnya menjjadi ragu sebelum senyum itu kembali ke senyum yang biasanya.
Berpura – pura tidak memperhatikan hal kecil itu, Shiroyasha meletakkan cangkirnya saat dia melihat ke arah bulan baru.
“.......Apakah kau menjadi sebuah pemimpin dari komunitas saat ini?”
“Nah, tidak mungkin. Kupikir kau juga pasti tahu bahwa aku tidak cocok untuk posisi itu.”
“Kau terlalu merendahkan dirimu. Setelah bermeditas selama ratusan tahun di gunung berapi bawah laut dari Bintang Abyss untuk mendapatkan kekuatan spirit setara dengan Naga, tidak mungkin tidak ada orang yang mencarimu untuk mengisi posisi itu dengan kekuatan spirit seperti itu.”
“Dan itu juga terlalu merepotkan. Lagi pula, bendera [Guru Agung yang Menghancurkan Lautan] ini terlalu kecil dan hanya bisa menampung satu anggota, yaitu aku.”  Meski tersenyum dengan senyuman yang biasanya, ia berhasil menghindari topik pembicaraan itu.
Perasaan gembira tidak tergambar di matanya. Hanya penolakan yang jelas.
“---Shiroyasha,  meski aku tidak tahu apa yang ingin kau isyaratkan, aku ingin memberi saran agar kau tidak terlalu banyak berharap. Seperti yang bisa kau lihat, aku adalah seorang yang sudah membuang keinginan duniawinya dan tidak akan bersungguh – sungguh terhadap apapun. Aku ingin terus berkelana tanpa tujuan. Ini semua karena Kakakku yang menugaskan tugas ini padaku. Aku menolak untuk ikut dalam segala sesuatu yang merepotkan.”
“....Begitukah? Kalau begitu, itu salahku.”
Shiroyasha perlahan menutup matanya untuk sementara sebelum dia berniat untuk pergi. Karena orang ini bersikeras tidak mau, membicarakan hal ini lebih lanjut tidak akan menghasilkan apa – apa. Karena membujuknya tidak berhasil, dia hanya harus memikirkan rencana yang lain. Setelah memikirkan hal ini, Shiroyasha berpaling untuk pergi.
Namun, pada saat itu, pandangannya tertarik oleh memar aneh yang bisa terlihat di punggung JaRyuu, memar itu terletak hanya sedikit lebih jauh dari bagian lumbar spinalnya.
“......JaRyuu, apa yang terjadi dengan punggungmu?”
“Oh, maksudmu ini? Ketika aku mencoba menghentikan sebuah pertarungan, seorang gadis berhasil mendaratkan pukulannya di diriku.”
Ia mengangkat lengan kirinya untuk menunjukkan memarnya.
Memar di punggungnya tampak menyakitkan dan warnanya tampak biru kehitaman. Dilihat dari luka yang dialaminya,bahkan mungkin ada satu atau dua tulang rusuk yang retak.
“Ah, gadis itu benar – benar sesuatu. Meskipun dia sudah pingsan, dia masih bisa melihat celah dalam pertahananku dan berhasil mendaratkan pukulan di bawah ketiakku. Orang seperti itu hanya bisa disebut sebagai orang jenius.”
Suara JaRyuu terdengar seperti ia terhibur oleh hal itu padahal sejak tadi nada suaranya tidak seperti itu sebelumnya.
Dan hanya ada satu gadis yang dibuat pingsan oleh Saurin Demon King di Festival Panen ini---
“---Hey, mungkinkah gadis yang kau maksud itu Kuro Usagi?”
“Ap?Tunggu...Tidak, itu bukan dia! Pertarungan yanng kuhentikan adalah pertarungan antara kedua anak kecil itu, Griffith dan gadis berambur pendek yang satunya! Namanya adalah...... Kasukabe kurasa.”
“Apa?” Sekarang giliran Shiroyasha yang terkejut.
Dari apa yang Shiroyasha tahu, tentang kekuatan Kasukabe, seharusnya dia tidak bisa mendaratkan pukulan ke Saurian Demon King.
“Kasukabe benar – benar melukaimu?”
“Aku tidak akan menggunakan alasan bahwa hal itu adalah kecerobohanku, lagi pula orang yang menyerang lebih dulu adalah aku. Namun pada saat dia kehilangan kesadarannya, dia membalasnya dengan pukulan. Dan bakat seperti ini yang hanya muncul sekali dalam beberapa waktu yang menjadikan tingkat bawah tempat yang menarik.”
Meski ia tertawa terbahak – bahak, nada suaranya benar – benar berbeda dari tertawaan yang ia paksakan tadi.
Terlihat senyum kosombongan darinya---Sebuah senyuman yang mirip pada saat ia masih menjadi Raja Iblis terlihat di wajahnya.
Melihat senyuman itu, pikiran Shiroyasha terbesit sebuah ide.
[Ini dia......Meskipun ia sekarang menjadi ‘pengembara yang tak tentu arah’, tampkanya ia masih ada rasa haus bertarung dengan seorang yang kuat.]
Lalu, masih ada harapan untuk pria ini.
Selama dia bisa menghidpukan kembali api semangat yang ada di hatinya melalui pertarungan agar merasa hidup kembali-----Lalu, dia hanya harus membawakan ia lawan yang kuat.
Berpaling, Shiroyasha tersenyum saat dia berjalan ke arah JaRyuu.
“...Oh...Saurian Demon King. Aku masih punya hal lain yang harus didiskusikan denganmu.”

  
References
1.    Peristiwa dengan Raja Enma adalah dimana Raja Kera [Sun Wu Kong / Sun Go Kong] pergi untuk menghapus semua nama temannya dari buku kematian yang dimiliki oleh Raja Enma. Karenanya teman – temannya bisa hidup abadi. http://mythology.wikia.com/wiki/Sun_Wukong

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 5 Interlude LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.