27 Desember 2017

Fate/Apocrypha Jilid 3 Prolog LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 3 PROLOG
(Translater : Dan; Editor : Hikari)


Sekarang ... mari kita bicara tentang Holy Grail War yang ketiga.
Para Einzberns telah mengalami kekalahan yang mengerikan pada tahap awal Perang Holy Grail Kedua. Meskipun menjadi salah satu dari tiga keluarga besar yang ikut andil pekerjaan dalam konstruksi awal Cawan Agung, Einzberns adalah rumah bagi para Alkimiawan yang hebat, namun lemah dalam hal perang. Hal itulah  yang menyebabkan kekalahan mereka.
Untuk memulai dari lembaran kosong, membersihkan diri dari penghinaan setelah menerima kekalahan pada peperangan kedua, para Einzbern telah merencanakan kemenangan mereka pada peperangan kali ini. Dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan semua kemungkinan enampuluh tahun ke depan, mereka berhasil mempersempit potensi dua orang Heroic Spirit.
Pilihan pertama mereka adalah mengubah sistem Holy Grail itu sendiri dan memanggil Servant dari Class yang unik, yaitu Avenger. Roh Pahlawan ini adalah Angra Mainyu, seorang dari kebalikan para pahlawan yang telah melahirkan enam miliar kutukan di dunia. Begitu dibawa ke dunia ini, sosok tanpa nama ini  dinobatkan sebagai 'Raja Setan', sebuah bencana yang hidup yang dibuat untuk pembantaian  pasti akan membantai semua para Master dan Servant lainnya dan membiarkan para Einzbern mengaktifkan Sang Cawan Agung.
Pilihan kedua mereka adalah memanfaatkan salah satu sistem yang dipasang di Greater Grail dengan memanggil Servant Class Ruler terkuat, yang dimaksudkan sebagai otoritas yang tidak memihak dan mengatur jalanya Perang. Mereka kemudian memanfaatkan hak istimewa yang dimiliki oleh Ruler, yaitu Mantra Perintah untuk para Servant lainnya.
Otot ... atau otak? Setelah melalui banyak perdebatan, para Einzbern memilih pilihan yang terakhir. Orang bisa mengatakan bahwa mereka memilih pilihan yang lebih aman; Mungkin karena kekalahan mereka sebelumnya yang telah merampas kepercayaan diri mereka oleh kekuatan yang lebih tinggi daripada mereka.
Heroic Spirit yang mereka pilih untuk di panggil sebagai Ruler adalah sosok yang mendekati seorang yang suci yang dapat di temukan di negeri timur yang jauh di sana, di tempat dimana perang sedang terjadi, dan di saat yang bersamaan, kesucian pemuda tragis ini belum pernah dikenali. Nama pemuda itu adalah Amakusa Shirou Tokisada.
 Sementara para Einzbern sangat mengharapkan memanggil seorang Heroic Spirit yang sesuai dangan Ruler Class daripada seorang pahlawan tanpa nama dari negeri timur. Tindakan memanggil seorang Ruler sudah merupakan campur tangan yang parah dalam format manjalankan jalanya Perang Suci kali ini. Dia sangat membahayakan, meskipun dengan keuntungan mantra komando yang luar biasa yang hampir tidak terlihat. Kemampuan Amakusa Shirou yang di panggil sama sekali tidak mencolok dalam pertarungan ataupun Thaumaturgy sekelas Caster, namun dia bisa terus bertahan dan menang di dalam Perang Suci Holy Grail ketiga. Dia tidak pernah ceroboh dan berspekulasi, selalu memenuhui tugasnya sembari membangun pertahanannya. Ketika Perang Suci semakin mendekat, para Einzbern dengan jelas berdiri paling dekat dengan Cawan Agung.
Namun, hal yang tidak terduga terjadi. Seorang dari paserta perang, Darnic Prestone Yggdmillenia, kepala keluarga Yggdmillenia, secara tidak sengaja mengetahui hal tentang Holy Grail, dan menggunakan kekuatan militer, memulai sebuah operasi untuk merebutnya. Setelah itu, perang  Holy Grail ketiga pecah. Pada kekacauan yang dibuat setelahnya, para Servant yang berhasil selamat, mencabik – cabik satu sama lainya dalam mengejar sebuah Holy Grail, dan seorang Master dari keluarga Einzbern tewas secara mengenaskan di medan perang.
Dengan kekalahan para Einzberns, dan Tohsaka, serta Makiri dalam keadaan kabur, hanya tersisa dua orang yang masih bertahan di medan perang.
Soerang yang berhasil selamat adalah Kotomine Risei. Dia adalah seorang pastor yang telah dikirimkan oleh gereja sebagai pengamat Perang Suci ketiga. Meskipun begitu, dia tidak menyangka akan menyaksikan perang yang luar biasa antara para pahlawan tersebut. Meskipun umurnya tidak jauh dari duapuluh tahunan, wajahnya yang terlihat keras, seperti telah terukir ke dalam sebuah batu yang keras. Terlihat jelas bahwa orang yang melihatnya, bahwa dia telah hidup melewati berbagai segala penderitaan yang tidak bisa di bayangkan. Otot kekar dan tulang-belulang miliknya terlihat seperti sebuah pondasi dari benteng yang kokoh. Matanya seperti silet, tajam dan sipit, membawa tatapan yang tajam. Dia mungkin tidak terlihat seperti seorang pastur pada umumnya, dia lebih terlihat seperti seorang veteran tentara bayaran dan seorang ahli perang.
“Apa….. yang akan kau lakukan sekarang?”
Inilah kata-kata yang di ucapkan oleh Kotomine Risei kepada seorang pemuda yang sedang berdiri di sampingnya dengan suara yang terdengar gugup. Hal itu nampak seperti sebuah adegan komedi bagi orang yang melihatnya. Sangat jelas bahwa pria itu lebih besar dan lebih tua juga dalam usia, namun dia terlihat merendahkan diri di hadapan pemuda itu.
Tentu saja, setiap pelayan tuhan yang mengetahui sosok sebenarnya sorang pemuda itu juga akan melakukan hal yang sama. Dia terlahir pada zaman Edo, seorang pemuda ajaib yang hampir bisa dipanggil sebagai orang yang suci. Namun, penampilannya yang sekarang lebih terlihat sebagai pemuda yang tidak lebih dari duapuluh tahunan. Namun, seseorang harus berbicara dengan cara yang sama dengan gelar pada namanya.
“Cawan Agung telah diambil. Tentu saja kita tidak bisa berharap untuk mengambilnyaa tanpa kontak senjata dan keinginan.” Pemuda itu bergumam sambil menatap ke sekeliling gua yang sekarang sudah dalam keadaan kosong. Meskipun Cawan Agung telah direbut dan Masternya telah dibunuh, pemuda itu tidak manghilang. Dia tidak terlihat sedang dalam keadaan yang membahayakan sama sekali, meskipun jalur mana antara dia dan para Einzbern telah putus. Pemuda itu kini telah menjadi sebuah keberadaan yang kuat yang terbentuk di bumi ini sekarang. Setelah terjadi kontak langsung antara dia dan Cawan Agung, dia berhasil menerima daging. Pada satu sisi, dia juga bisa di sebut sebagai pemenang pada perang Holy Grailketiga.
“Nampaknya, dengan kematian Masterku sekarang, aku tidak lagi memiliki kekuatan yang melampaui manusia biasa. Aku tidak akan mengejar Cawan Suci lagi.”
“Begitu rupanya…”
“Aku yakin kau pernah mengatakan kepadaku sekali, Risei-dono…, bahwa kau telah pergi berpetualang untuk menemukan pencerahan dalam usaha kerasmu. Nampaknya sudah waktunya bagiku untuk pergi berpetualang juga.”
“Saya  senang mendengarnya, namun saya  ragu itu belum cukup, tapi tolong, izinkan saya membantumu.”
Ada beberapa hal yang dia perlukan sebelum berpergian, seperti status sosial dan biaya, dan Kotomine Risei adalah seorang yang tidak pernah mengeluh karena kehilangan sebagian hartanya. Seorang yang hanya bisa melakukan sampai sejauh itu – untuk menjadikan Amakusa Shirou Tokisada yang telah mengabdikan diri kepada penguasa, namun hanya menemukan tragedi yang berakhir mengenaskan. Jika untuk menemukan sesuatu yang baru untuk dirinyasendiri, Risei akan dengan senang hati mengorbankan segalanya.
Akhirnya, pemuda itu mengganti namanya dan mendapatkan sebuah identitas baru. Untuk mewujudkan kata-katanya, dia berpergian keliling dunia sebagai anak angkat Rise. Namun, ada satu hal yang dia tidak akan pernah katakana kepada ayah angkatnya.
Amakusa Shirou tidak akan pernah menyerah terhadap Cawan Suci.
Apapun itu, dia telah memutuskan untuk berpartisipasi lagi dalam Perang Suci selanjutnya – bahkan, jika itu harus membuang kehidupannya yang didapat secara kebetulan itu. Ketika dia bermandikan di dalam cahaya Cawan Agung, dia menjadi yakin , dengan kekuatan yang begutu hebatnya berada di tanganya, dia bisa membawa kebahagiaan untuk semua orang.
Kekuatan Cawan Agung sudah tidak di ragukan lagi. Seseorang sudah mengambilnya….. dan seseorang pasti akan segera mengaktifkanya di suatu tempat. Secara persisnya, setelah cawan mengumpulkan sejumlah Mana enampuluh tahun lagi.
Dengan bantuan ayah angkatnya, dia meperoleh sebuah kedudukan di dalam suatu perkumpulan sakramen gereja kedelapan. Sederhananya, dia hanya harus menunggu untuk waktu yang tepat… menunggu mangsanya di kegelapan…. Merajut jaringnya, dan mempersiapkan jebakanya.
Semua peperangan Holy Grail harus melewati suatu titik: yaitu perkumpulan sakramen gereja kedelapan, sebuah bagian dari gereja suci yang bertugas untuk menemukan dan mengambil pusaka suci. Bagaimanapun juga, ketika terjadi konflik yang mengerumuni Cawan Suci, sudah pasti gereja suci akan ikut campur. Bahkan para para penyihir lebih menginginkan untuk mengungkapkan event besar seperti ini, dan melepaskan beban dari menyembunyikan event ini. Dengan informasi mengenai perang Holy Grail yang sudah tersebar, dan cabang- cabang perang Holy Grail yang lain mucul di berbagai belahan dunia, bisikan tentang perang Holy Grail pun mulai masuk mengalir ke dalam perkumpulan.
Namun pada akhirnya, semua perang itu adalah palsu. Sebagai rahasia saja, perang Holy Grail di kota Fuyuki juga adalah palsu. Satu-satunya Holy Grail yang dicari Amakusa Shirou adalah Holy Grail yang telah memanggilnya ke dunia ini.
Jadi, yang dia lakukan hanyalah menunggu selama enampuluh tahun lagi, terhubung ke dalam Holy Grail, terlahir kembali, namun tidak menua sama sekali seharipun karena kekuatan dari Noble Phantasm miliknya, dia hidup…. Sebuah keajaiban, yaitu dirinya.
Banyak hal yang telah lewat, sama seperti awan yang terbawa oleh angin. Ayah angkatnya telah meninggal. Saudara laki-laki, sama seperti ayahnya dan dirinya juga telah memulai berpetualang untuk mencari sesuatu yang belum diketahui oleh dirinya. Seiring berjalanya waktu, dia memikirkan dan mempersiapkan berbagai rencana; bagaimana caranya mendapatkan hak sebagai seorang MasterServant apa yang dia butuhkan untuk merebut Cawan Suci secara paksa; cara bagaimana mereka melaksanakan perangnya; bagaimana mereka akan merebut Cawan Suci; dan alasan yang meyakinkan untuk permohonnanya, dan terus berlanjut, dan sebagainya.
Dia berharap akan kebahagiaan untuk umat manusia… kebaikan yang dapat di temukan di dalam hati semua umat manusia… dan untuk membasmi Angra Mainyu, Semua kejahatan di Dunia. Untuk mencapai akhir ini, berapa banyak halangan yang harus dilewati? Seorang manusia biasa tentunya sudah lama akan menyerah. Seorang jenius juga sudah pasti akan gagal. Namun, pemuda ajaib ini tidak akan patah semangat. Dia tidak akan bisa, untuknya yang menanggung penyesalan dari tigapuluh tujuh ribu orang. Tidak ada yang bisa untuk mengoyahkan hati yang sekeras besi miliknya
Pada akhirnya, waktunya telah tiba: sebuah perang Holy Grail, sebuah perang dimana tujuh lawan tujuh di bawah naungan Cawan Agung dari kota Fuyuki. Skala dari konflik, dan perbedaan sistem penyelenggaraanya tidak menjadi masalah baginya. Lagipula, Kotomine Shiro telah memperhitungkan segala sesuatunya selama enampuluh tahun terakhir ini.
Dengan begitu, Amakusa Shirou mendapati dirinya berada di hadapan Jeanne d’Arc, seorang Ruler sebenarnya pada perang kali ini.. dengan sebuah senyum yang tak kenal takut.
Akhirnya, perang yang sesungguhnya di mulai. Perang ini sudah bukan lagi pertikaian para Magi yang berebut nafsu dan kehormatan, namun lebih ke arah peperangan yang akan mengubah jalanya para manusia.

Fate/Apocrypha Jilid 3 Prolog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.