27 Desember 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 3 Part 5 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 3
(PART 5)
(Translater : Dan; Editor : Hikari)

Pertarungan antara dua Lancer masih berlangsung sangat sengit.
Mesipun mereka berdua adalah para Lancer, gaya bertarung mereka benar-benar sangat berbeda. Lancer Hitam menghunuskan tiang-tiang pancangnya pada musuhnya hanya dengan mengarahkan mereka dengan satu jari saja, sementara Lancer Merah bertujuan untuk langsung menghancurkan musuhnya dengan tombak yang dipegang di tangannya.
Lancer Hitam akan terus memunculkan tiang-tiang pancangnya sambil mempertahankan jarak, dan Lancer Merah akan menutup jarak di antara keduanya pada saat mematahkan semua tiang-tiang pancang.  Pertempuran mereka hanya pengulangan dari urutan ini.
Sebuah misteri akan ditiadakan oleh misteri lainya yang lebih kuat. Dalam hal itu, Lancer Merah sangat melampaui Lancer Hitam. Berdasarkan kekuatannya semasa hidupnya, pahlawan besar Karna sungguh luar biasa.
Untuk mengirimnya ke kuburan, Dewa Guntur Indra tidak punya pilihan lain selain merancang sebuah rencana yang rumit. Karna adalah seorang ahli tombak terbaik dan paling membanggakan yang tidak akan tumbang bahkan setelah dikhianati oleh sekutunya.
Namun, bahkan melawan pahlawan seperti itu, Lancer Hitam tidak mudah tumbang setelah menerima serangannya.
Tidak seperti Lancer Merah, yang keberadaannya dalam sejarah yang sebenarnya  tidak jelas, Lancer Hitam-Vlad III adalah seorang pahlawan yang benar-benar ada di dunia ini.
Dia adalah pahlawan gagah berani yang telah ditakuti oleh semua negara di sekitarnya, dan meskipun dia juga ditakuti oleh warganya sendiri - dia masih mendapat penghormatan danpenyembahan yang besar dari mereka.
Tanpa dia, negara mereka tidak akan ppernah ada. Pahlawan yang telah mengukir keberhasilanya ke dalam sejarah dunia telah dihidupkan kembali di negara yang sama. Ketenaran dan popularitasnya setara dengan besarnya negeri ini.
Noble Phantasm miliknya: Kaziklu Bey: Lord of Execution memiliki kekuatan yang sangat luar biasa sebagai hasilnya juga.
Benar, mereka hanyalah tiang-tiang runcing biasa. Tapi-masalahnya adalah tiang-tiang ini bisa bebas dimunculkan sesuai dengan perintah Lancer Hitam.
Meskipun saat berhadapan dengan musuh dengan Noble Phantasm setingkat itu, Lancer Merah masih dengan mudah menandingi seribu dari mereka. Tanpa memperhatikan tiang-tiang yang menusuk berkali-kali sepanjang tubuhnya dari kakinya ke bahu kanannya ke sisi kirinya ke siku, baik gerakan maupun kekuatannya tidak berubah sama sekali. Saat ini, Noble Phantasm Kavacha dan KundalaO Surya, Become Armor telah meniadakan 90% kerusakan dari serangan yang disebabkan tiang-tiang ituDampak seranganya dikurangi dan hanyamenjadi goresan belaka yang dapat dia sembuhkan saat pertarungan sedang berlangsung.
Namun…
"Sangat mengesankanKau telah mematahkan seribu tiang-tiang milikku hanya dengan tombak itu, membakar delapan ratus tiang dengan api yang menutupi tubumu dan menghalau dua ribu tiang dengan baju besi emas itu. Lancer Merah, tanpa diragukan lagi kau layak menjadi seorang pahlawan. Dengan baju besi itu, bahkan gerobak pendobrakpun tidak akan berpengaruh, apalagi tiang-tiang milikku."
Karna menerima pujian Lancer Hitam dengan sikap serius.
"Terima kasih atas pujianmuoh Penguasa Negeri ini.
"Jika saja kau bukan seorang orang yang sesataku akan mengizinkanmu untuk menyerah. Itu saja yang disesalkan, bahwa kau percaya pada tuhan palsu. "
"Hmm, bagaimana Anda tahu bahwa tuhanku palsu?"
"Tentu saja aku tahu. Tuhan itu murni dan mutlak, tak tersentuh. Jika tidak, siapa yang akan percaya padanya? Siapa yang akan bergantung padanya? Dewa yang bergaul dengan orang-orang dan bersentuhan dengan mereka hanyalah monster yang mengerikan. "
"Entahlah. Wajar bila keyakinan agama mengalami perubahan yang tak terhitung banyaknya tergantung pada tempatnya. Jika itu adalah tanah dimana banjir terjadi, maka orang yang mengatur air adalah Tuhan di sana. Jika tuhan dan tuhan mereka adalah monster, maka Tuhan yang Anda percaya juga hanyalah monster yang mengejar ideal untuk menjadi yang [mutlak] pada penekananya.
Seketika itu, api menyala di mata Lancer Hitam. Bahkan setelah melihat itu, Lancer Merah berbicara dengan jelas dan tenang.
"Begitu yah. Anda cukup keras kepalaLord Of ImpalementKaziklu Bey. Bagimu, tiang-tiang ini adalah serangan sekaligus pertahanan, baik untuk menunjukkan kekuatan dan perwujudan rasa takut. "
"…Apa?"
"Anda menggunakan tiang-tiang ini untuk membangun wilayahmu, istanamu dan apa yang harus Anda lindungi; Dengan kata lain, Anda mencoba membentuk sebuah negara dengan hanya satu orang saja. Apakah ini merupakan tindakan karena cinta untuk tanah air Anda, atau apakah karena rasa tanggung jawab Anda sebagai raja dari sebuah negara? "
Lancer Merah menelanjangi Lancer Hitam dengan sikap yang acuh tak acuh. Bukan tubuhnya, tapi apa yang ada dalam hatinya.
"Tapi tidak ada subjek yang mematuhimu, kan? Seorang raja mungkin jauh dan terisolasi. Tapi tidak ada yang namanya raja tanpa pengiutnya ... Betapa rumitnyaoh raja. Saya adalah Roh Pahlawan, dan tidak akan pernah takut membuat seluruh negara menjadi musuhku. "
"-Hoh, betapa menariknya."Lancer Hitam tersenyum. Itu adalah senyuman yang sangat keras yang dipenuhi oleh geram dan kemarahan, kebencian dan niatan untuk membunuh.
"Anda tidak takut menghadapi negaraku seorang diri, seperti yang diharapkan dari seorang pahlawan - Aku telah menghukumu tiga kali atas kesombongan itu. Ya ... tiang-tiangku akanmenusukmu tiga kali. Karena itu, kau akan mati disini. "
"- !?"
Rasa takut yang tiba-tiba menabrak tubuhnya, Lancer Merah segera berusaha melompat mundurtapi itu bukan lagi masalah lamban atau cepat. Itu sudah terjadi di masa lalu. Serangan itu sudah berakhir ...!
"Anda bisa menebak dengan cepat. Ya, Kaziklu Bey milikkuLord of Execution bukan Noble Phantasm  yang menciptakan tiang-tiang pancang. Ini adalah 'tiang pancang yang akan menhunus ke arah musuh' itu sendiri adalah konsep dari Noble Phantasm milikku. Selama kau berada dalam wilayahku ini, tidak peduli berapa banyak Anda membentengi tubuhmu, faktanya bahwa kau telah menerima serangan dariku –
Di dalam tubuh Lancer Merah, ada sesuatu yang membengkak karena kekerasan. Keras, tajam, dan dingin sekali, itu adalah—
Tiang pancang, kah…..”
Pelindung emas yang melapisi tubuh Karna bisa melindungi darinya dari pancang itu, pedang, palu, atau jenis serangan apapun terlepas dari apakah itu fisik atau magis. Namun seranganyang berasal dari dalam tubuhnya adalah satu pengecualian. Selanjutnya, tiang pancang ini terwujud dalam keadaan sudah menusuk tubuhnya.
Bahkan lebah dengan rahang dan sengatan kuat yang bebas menari-nari menembus langit, hanyalah makanan tak berdaya saat berada di dalam sarang yang ditenun oleh banyak laba-laba.
Darah menetes dari tiga tiang pancang yang menusuknya dengan sangat cepat. Ini mungkin pengalaman pertama Karna yang menerima kerusakan saat sedang dibalut baju besi itu.
Dalam sekejap, Lancer Hitam menerjang maju untuk merebut kemenangan. Sejak awal, dia tidak pernah berpikir dalam mimpinya bahwa Lancer Merah akan terbunuh oleh serangan  tingkat ini.
Jadi dia tidak bisa melupakan saat ini. Tak peduli betapa hebatnya pahlawannya, tidak mungkin mereka bisa menahan diri saat sedang ditikam dengan tiang-tiang pancang!
"Ini adalah akhirmu, Lancer Merah ...!"
Lancer Hitam melancarkan sebuah serangan arus tiang-tiang pancang yang tak terhitung jumlahnya, dia juga menggunakan tombak yang sedang dipegang di tangannya. Serangan itu lebih terlihat seperti mendekati segerombolan piranha dari pada Noble Phantasm. Lagi pula, tidak ada jeda untuk penggunaan Mana-nya. Selama para homunculi diperas Mana untuknya, dia bisa terus menciptakan tiang pancang terus-menerus. Dua ribu tiang adalah batas maksimal yang bisa dia panggil sekaligus. Tidak peduli berapa banyak tiang yang hancur, mereka bisa diciptakan kembali selama dia memiliki Mana.
Dengan kata lain, medan perang kali ini pada dasarnya seluruhnya tertutup oleh tiang-tiang yang mengandung kebenciannya. Dia tidak terkalahkan. Seharusnya tidak ada jalan bagi satu pejuang untuk menantang dan mengalahkan raja yang memerintah negeri ini dan menaklukkan negaranya.
Tapi-seluruh lingkungannya menjadi musuhnya adalah situasi biasa bagi sang Pahlawan, Karna.
Seperti Lancer Hitam yang menghunuskan tombak tepat di atas kepalanya, Lancer Merah dengan sangat baik menghalaunya menjauh hanya dengan sapuan tombaknya sendiri, seolah-olah dia tidak bisa merasakan dampak kerusakan dari tiang-tiang yang menusuknya.
"... !!"
Bahkan Lancer Hitam pun tak bisa berkata apa-apa. Sementara itu, Lancer Merah semakin menunjukkan kekuatan supernya lebih kuat lagi.
“O, Agni!”
Sebuah kobaran api membungkus seluruh tubuh Lancer MerahLancer Hitam langsung mengerti bahwa dia berusaha membakar tiang-tiang pancang miliknya,
Dia baru akan menertawakan dan mengejeknya, tapi langsung terdiam sesaat kemudian. Nyala api masuk ke tubuh Lancer Merah. Mereka dibakar, dibakar dan dibakar-sampai setiap butir tiang yang menusuk Lancer Merah dilenyapkan.
Tanpa membuang waktu, Lancer Hitam melanjutkan seranganya dengan menghujani dengan tiang-tiang baru lainya.
Namun, apa yang tiang-tiang pancang itu ingin hancurkan adalah sebuah inkarnasi dari api. Dia adalah anak dari Sang Matahari, yang bahkan tidak bisa dibakar sekalipun oleh roh api.
Tombak yang kokoh itu diberikan kepadanya oleh para dewa, baju besi emas itu di berikan juga kepadanya atas permintaan dari ibunya, dan darah yang mengalir di dalam tubuhnya menghubungkannya dengan Dewa Matahari. Semua benda-benda tersebut memiliki nilai status setengahnya dari yang sebenarnya ketika memeriksa keadaan status seorang pahlawan yang bernama Karna tersebut.
Senjata terkuat milik Karna adalah 'tekadnya'. Memiliki kemauan yang kuat dan hati yang kuat, dia adalah pahlawan baik yang tidak pernah membenci satu orang pun meski mengalami segala macam kemalangan. Dia adalah pria yang telah diberi hal-hal yang lebih istimewa daripada orang lain, tapi tidak pernah diperlakukan istimewa.
Tidak sombong ataupun arogan, dia adalah seorang pahlawan yang hanya melakukan jalan hidup yang tidak akan mempermalukan nama ayahnya sejak dia lahir sampai akhirnya ditembak jatuh.
Oleh karena itu, bahkan pada saat isi perutnya dikeluarkan dan saraf lengannya terputus hanya dengan tiga tiang pancang. Bahkan saat dia diserang oleh perasaan ditindas yang luar biasa karena gelombang tiang-tiang pancang baru yang tak ada habisnya. Bahkan saat ia harus menanggung penderitaan yang tak terbayangkan saat dia menyalurkan api melalui bagian dalam tubuhnya untuk mengatasi tiang-tiang yang masuk di dalam tubuhnya.
Lancer Merah tidak akan pernah takut atau menekuk lututnya!
Api mengelilingi kedua Servant itu. Hal itu persis sama seperti sebelumnya. Nyala api mengembalikan segalanya menjadi kehampaan. Tapi bukan itu saja.
"-oh penguasa dari tanah ini, aku akan mengambil kepalamu!"
Sambil menyelimuti tubuhnya dengan apiLancer Merah dengan keras melompat ke depan-dan tanpa memikirkan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh tiang-tiang pancang dan api sama sekali, dia mendaratkan serangan pada ujung bahu Lancer Hitam.
"Guh ...!"
Teriakan kebinungan yang tak disengaja. Perebutan supremasi berakhir di sini. Lancer Merah akhirnya berhasil menyerang Lancer Hitam. Dan untuk meningkatkan keberhasilan serangan akhir miliknyaLancer Merah mulai menunggu kesempatan untuk melepaskan Noble Phantasm lainnya yang dapat menyaingi zirah emasnya, yaitu Brahmastra Kundala: O Brahma, Curse Me.

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 3 Part 5 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.