01 Oktober 2017

Only Sense Online Jilid 5 Prolog LN Bahasa Indonesia


REVIVAL MEDICINE DAN SERANGGA-SERANGGA HITAM
(Translater : Hikari: Editor : Hamdi)

"Yun, apakah kau benar-benar bisa membuat Revival Medicine?"
"Resepnya tidak lengkap. Karena kita sudah mengumpulkan bahan-bahannya, aku bisa bereksperimen, 'kan?"
"Dan kalau campurannya gagal?"
"Kita akan mengumpulkannya lagi."
"Tidak ada waktu."
Aku mengundang Taku ke dalam bengkel kerja Atelier dan mendapatkan Wisteria Peach Tree darinya. Sebagai penyedia bahan, Taku mengawasiku dari samping.
Aku belum mengatakan pada Taku soal itu, tapi untuk mencampurkan Revival Medicine, ada material lain selain Wisteria Peach Petals.
Herba yang menjadi dasar dari setiap obat, Spirit Grass yang digunakan untuk MP Potion. Juga, Water of Life yang digunakan dalam berbagai cara untuk crafting.
Setelah mengetahui kombinasi materialnya, ada kemungkinan untuk meniru resep tersebut dengan kombinasi itu. Karena itulah aku tidak memberi tahu Taku detail apapun soal itu dan memprosesnya dengan persiapan saja.
Dengan begini, tidak peduli prosedurnya, aku akan dapat membuat Revival Medicine. Pekerjaan dari sekarang adalah untuk mengeksplorasinya tanpa arah.
"Yah, aku akan mencobanya seperti biasa."
"Tentu, terserah padamu."
Pertama, aku mencampurkan dalam jumlah yang sama antara Potion, MP Potion, dan Water of Life menjadi satu. Dengan begitu, aku menciptakan cairan hijau pucat di dalam wadah saat aku mencampurkan kelopak-kelopak berwarna persik. Kelopak-kelopak itu larut dalam cairan hijau terang itu seiring waktu dan pada akhirnya, cairan itu berubah warna menjadi merah muda.

Revival Medicine Tingkat RendahConsumable
Revival HP+1%]]

Aku menghela napas atas hasilnya. Untuk dapat menentukan apa yang salah, aku menyimpulkan efek dari setiap material yang diberikan pada obat tersebut dan menuliskan prosedur pembuatan yang kupikirkan ke sebuah catatan.
-     Efeknya berbeda antara Potion dasar yang dibuat dengan skill dengan Potion berkualitas tinggi yang dibuat secara manual.
-     Efeknya berbeda antara Potion, High Potion, dan Concenctrated Potion.
-     Efeknya berbeda tergantung dari rasio Potion dan MP Potion.
-     Apa yang terjadi saat Water of Life digunakan pada sebuah Potion.
-     Untuk kasus di mana benda tersebut diberikan konsentrat, perbedaannya tergantung pada kapan hal tersebut dilakukan.
Pertama, aku mengubah rasio dari setiap obat untuk menciptakan campuran yang berbeda. Di setiap percobaan, ada perbedaan dalam warna kehijauannya.
Aku menjatuhkan sehelai kelopak ke dalam sebuah tabung kimia dengan setiap campuran, satu demi satu, kemudian mencampurkannya, melarutkannya.
Sementara itu, Taku melihat-lihat Atelier dengan bersemangat, menatapi peralatan yang tidak biasanya dia lihat.
Dimulai dengan alat pembuat konsetrat dan mesin penggiling, melewati banyak lingkaran sihir Peralatan Sintesis, perlengkapan-perlengkapan dan ke Making Box. Di bagian sudut bengkel kerja, tergantung beberapa herba yang sedang dikeringkan dan tungku portable di pojokkan.
Saat aku melirik ke samping pada Taku yang bertingkah seperti itu, aku menyimpulkan hasil yang kudapat dari setiap campuran itu di buku catatanku.
Tergantung dari campurannya, beberapa cairan bereaksi menjadi merah muda cerah dengan segera dan ada yang berubah menjadi pucat seiring waktu saat kelopaknya melarut. Ada juga yang kehilangan warna sepenuhnya.
Yang berwarna pucat menunjukkan hasil akhirnya sebagai Degraded Revival Medicine. Yang berubah menjadi warna cerah adalah Revival Medicine yang selesai sepenuhnya.
Dinilai dari hasilnya, memikirkan dampaknya pada campuran——
"Untuk Revival Medicine dengan efektivitas tinggi—obat kualitas tinggi tidaklah penting. Penggunaan Water of Life adalah keharusan. Kalau obatnya sudah menggunakan Water of Life, tidak perlu lagi untuk menambahkan bahan tersebut saat memproduksi campuran. Untuk rasio dengan efektivitas tinggi, aku membutuhkan tiga High Potion dan satu MP Potion. Kadar konsentratnya selesai setelah mencampurkan campurannya…sesuatu semacam itu."
"Yun, kau bisa tahu sebanyak itu?"
"Itu adalah rasio yang kudapat sebagai hasilnya, tapi hanya kalau kondisinya sama dengan yang lainnya. Tetap saja, sudah jelas rasio yang lebih mendetail lebih memungkinkan."
Setelah berkata demikian, aku mulai membuat campuran dengan kondisi terbaik yang kutahu menggunakan kelopak yang tersisa.
Aku menakar jumlahnya dengan hati-hati. Karena aku menggunakan obat-obat yang sudah kupersiapkan lebih dulu, jadi tidak ada kegagalan yang aneh.
Tapi, dalam hal ini yang paling merepotkan adalah membuat konsetrat obat. Atau lebih tepatnya membuat konsentrat campuran.
Aku memasukkan campuran High Potion dan MP Potions ke dalam alat pembuat konsentrat, mengkonstrasikannya menjadi sepuluh kali lipat yang mana meningkatkan biayanya menjadi sepuluh kali lipat. Terlebih lagi, campuran bernama Concentrated High Potion itu tidak memiliki efek pemulihan MP dan efek pemulihan HPnya lebih rendah dibanding dengan sebelum dikonsentrasikan. Obat ini hanyalah sekedar produk kelas menengah dengan resep yang lengkap.
Kemudian, aku menjatuhkan sehelai kelopak ke dalam campuran pekat berwarna hijau gelap yang cerah. Kelopak tersebut meleleh begitu menyentuh cairan itu dan warna merah muda menyebar dari situ. Kemudian aku perlahan mengisi ulang botol obat, sebelum menunjukkannya pada Taku.

Revival Medicine Consumable
Revival HP+10%

"Sudah selesai sekarang. berikutnya aku akan menggunakan kelopak yang tersisa untuk membuat Revival Medicine."
"Ohh?‼ Akhirnya, sebuah Revival MedicineRevival Medicine yang lengkap sudah dibuat!"
"Yang kubuat sebelumnya kebanyakan adalah kegagalan atau Degraded Revival Medicine. Aku membuatnya satu lagi, tapi itu memiliki jumlah pemulihan yang sangat rendah."
Melirik ke samping saat Taku bersukacita menatap Revival Medicine, aku mempersiapkan sisanya untuk obat.
"Dari sepuluh kelopak bunga yang digunakan untuk meneliti resep Revival Medicine, dua sudah selesai sekarang. Empat yang lainnya menjadi Degraded Revival Medicine dan yang tersisa adalah kegagalan."
"Terima kasih, Yun. Dengan begini, persiapanku untuk event PVP perajin sudah lengkap. Kalau dipikir-pikir, kita belum membicarakan soal pembayarannya, ya 'kan."
Eh? Belum, ya? Aku mengingat percakapanku dengan Taku dan sementara aku yakin bahwa aku diminta utnuk menyiapkan Revival Medicine, kami tidak membicarakan tentang pembayarannya. Yah, aku dapat melakukan Mixing dengan material mahal, jadi aku mendapatkan hadiah besar untuk EXP Sense. Terlebih lagi, mendapatkan banyak resep Mixing untuk Revival Medicine adalah sebuah hadiah tersendiri. Karena itulah aku tidak berpikir untuk meminta yang lain lagi.
"Aku tidak keberatan, EXP yang kudapatkan sudah cukup untuk bayarannya…"
"Itu namanya bekerja secara gratis. Meskipun itu bisa menjadi alasan untuk mendapatkan diskon, tapi itu bukan alasan untuk tidak mendapatkan bayaran apapun. Karena itulah——"
Sambil berkata demikian, Taku menyerahkan sekitar setengah dari Revival Medicine padaku dan memaksakan 500kG padaku dengan menggunakan fungsi item trade.
Satu Revival Medicine berkualitas tinggi, satu Revival Medicine normal, dan empat Degraded Revival Medicine.
"Itu licik. Kau mengambil yang efektivitasnya tinggi untukmu sendiri dan membiarkan yang gagal dan yang efeknya lemah untukku. Apa kau benar-benar perlu enam Revival Medicinedengan efektivitas tinggi itu?"
"Aku adalah penyerang garis depan, jadi aku membutuhkan yang memiliki jumlah pemulihan yang tinggi, kalau tidak aku akan segera mundur segera setelah bangkit kalau aku mendapatkan serangan apapun."
Dalam hal itu, aku adalah seorang penyerang garis belakang. Itu menyakinkan mengingat fakta bahwa aku tidak mendapat banyak serangan. Terlebih lagi, sebagai teman sejak kecilku, Taku tahu aku tidak setuju untuk mengambil lebih banyak lagi.
"Ngomong-ngomong, sepertinya ada deklarasiPenghentian Perekrutan Paksa Guild. Apakah kau akan pergi keluar sekarang?"
"Sekalipun itu berhenti, bukan berarti aku harus segera pergi keluar. Aku sudah cukup mendapatkan apa yang kubutuhkan."
Setelah menyelesaikan permintaan Taku, aku mengambil cangkir teh dan mulai mempersiapkan teh. Kami berpindah dari bengkel ke bagian toko dan mulai meminum teh, duduk berhadapan.
Keributan yang disebabkan oleh jatuhnya harga Guild Emblem——
Sebagai hasil dari murahnya Guild Emblem yang bermunculan di pasar dalam jumbal besar, terdapat banjir guild baru. Guild-guild kecil ingin memperbesar kekuatan mereka dengan secara agresif melakukan perekrutan paksa.
Di antara mereka, terdapat guild yang bersikap bermusuhan. Dimulai dari aku, sebagian player melakukan Menghilangkan Diri, tidak lagi muncul di kota atau area yang terkenal.
"Yah, aku senang semua keributan ini berakhir."
"Kau benar. Atelier tanpa Yun di belakang konter rasanya sepi."
"Seperti yang kupikirkan, tempat ini paling membuatku tenang."
Magi-san tak sabar untuk mengakhiri ini sebelum event yang disponsori Guild Perajin dimulai, tapi sepertinya ini berakhir lebih cepat daripada yang diduga.
Yah, berbicara tentang apa yang telah dilakukan, sebagai sebuah protes, para perajin berhenti menjual apapun pada mereka. Kenyataan bahwa aku telah melarang guild yang merekrut paksa dengan kasar untuk memasuki Atelier, telah memicu para perajin lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Sejumlah guild yang tidak dapat melakukan perawatan senjata dan membeli item konsumsi, bubar begitu saja atau menundukkan kepala mereka untuk meminta maaf. Itulah yang kudengar.
Cloude menyebarkan informasi dan rasa takut bila membuat para perajin menjadi musuh.
Ada sedikit guild yang lebih kuat dan guild yang memiliki perajin yang tersisa, tapi mereka tidak berada dalam kondisi yang terbaik dan tidak lagi melakukan perekrutan paksa.
Sepertinya mereka juga membuat para player mengincar item konsumsi di peti-peti harta dungeon.
Di saat seperti ini, guild pengecer bisa mendapat banyak penghasilan, tapi seperti kapal yang tenggelam, mereka merasa ini tidaklah cukup dan melakukan kesepakatan dengan Cloude di belakang layar.
"Yah, sepertinya banyak hal yang terjadi yang tidak berkaitan denganku. Mereka melakukan yang terbaik."
"Yun, kau bicara seakan itu bukanlah urusanmu…kaulah yang memicu semua ini."
Aku tidak tahu apapun. Cepat atau lambat, ini akan menjadi masalah bagaimanapun juga. Aku menyodorkan teh yang baru saja kupersiapkan pada Taku dan meminum tehku dari cawanku sendiri.
"Benar juga! Bagaimana kalau kita pergi dan makan sesuatu untuk merayakan berakhirnya menghilangnya dirimu dan selesainya Revival Medicine?"
"Kalau begitu kau yang traktir, Taku. Ini akan menjadi bayaran tambahan untuk Revival Medicine."
"Baiklah kalau begitu. Jadi, ke mana kita pergi?"
Aku mengatakannya sambil bercanda, tapi dia dengan mudah menyetujuinya. Sebaiknya aku memeras Taku seperti apa yang sangat kaya di dalam game…aku memikirkannya.
"Bagaimana kalau kita ke Commonest Café & Clothier Cloude? Aku ingin makan kue."
"Ayo pergi sekarang juga!"
Dengan perkataan itu, Taku meminum semua teh yang disiapkan dalam sekali teguk dan berdiri. Tidak perlu terburu-buru begitu, sambil berpikir demikian aku meminum teh itu dengan menyamai kecepatan Taku dan berakhir dengan membakar lidahku.
·
Aku meninggalkan Atelier dan berbicara sambil berjalan.
"Kau mengumpulkan Revival Medicine untuk PVP, kan? Taku, kau akan menang dengan itu?"
Aku menanyakan hal yang membuatku penasaran. Revival Medicine memberikan pemakainya keuntungan besar. Aku bertanya-tanya, seberapa jauhkah yang dapat dia capai kalau dia menggunakan itu. Saat aku menanyakan hal itu, dia menggelengkan kepalanya sedikit.
"Entahlah soal itu. Aku mungkin mundur lebih cepat."
"…kalau begitu, tidak ada artinya aku menyiapkan Revival Medicine?"
"Mau bagaimana lagi. Kemenangan tergantung keberuntungan di hari itu. Saat aku berdiri, ada kemungkinan mendapat rentetan serangan. Yah, itu hanya salah satu cara untuk bertahan hidup."
Itu benar-benar sebuah pendekatan yang blak-blakan, pikirku, tapi itu memang benar. Tentu saja, turnamen normal akan makan waktu terlalu banyak, jadi mereka menyerah soal itu dan memutuskan untuk battle royale. Dengan demikian, semua orang di sekitar akan menjadi musuh…. Aku merasa merinding hanya dengan membayangkannya.
"Yun, kue apa yang akan kamu minta di kafe?"
"Coba lihat. Aku sudah mencoba kue berbahan dasar coklat sebelumnya. Aku akan mencoba yang berbahan dasar keju untuk kali ini. Juga, aku akan mengambil beberapa kue untuk Zakuro dan Ryui makan setelah aku pulang."
"Hei. Kue-kue Commonest Café & Clothier adalah buatan seorang spesialis kue dan makanannya memiliki efek untuk menaikkan stats. Harganya sepuluh kali lebih tinggi daripada masakan normal. Lebih sederhanalah sedikit."
"Kau pelit dengan hadiahnya, jadi setidaknya kau bisa membayar yang ini."
Saat aku menatap lekat-lekat Taku yang berjalan di sebelahku, mau bagaimana lagi, katanya dan menghela napas.
Saat itulah, sedikit agak jauh —— "Kencan di kafe. Sialan!" "Dasar brengsek. Merayu di depan umum. Kau mau membuat kami menangis darah atau semacamnya?‼" "Menyingkir kau, dasar kecoak." "Aku begitu marah dan cemburu sampai rasanya ingin mati." "Hei, dia bilang PVP tadi. Aku akan ikut. Selama aku bisa menghajar dia." "Ide bagus. Kita bisa mengenyahkan player riajuu di saat yang sama, ambil inisiatif dan hancurkan mereka." "Baiklah, sudah diputuskan. Tidak ada waktu lagi! Ayo mulai!" —— aku mendengar suara-suara pria berkata begitu.
Aku tidak mendengarnya dengan jelas, tapi mereka sepertinya menikmatinya. Aku tidak memikirkan fakta bahwa tatapan mereka terarah pada kami. Pikiran mengenai menu kafelah yang menang.
Kami tiba di toko Cloude, Commonest Café & Clothier dan mengintip ke dalam. Kursi-kursi di konter sudah terisi semua dan yang tersisa hanyalah yang berada di teras.
"Aku akan pergi dan mencarikan kursi untuk kita di luar."
"Kalau begitu aku akan memilih kue dan tehnya. Taku, kamu mau minum apa?"
"Sama denganmu."
"Baiklah."
Bagaimana dengan lemon tea yang segar untuk hari ini, pikirku. Karena ada cheese cake rasa lemon, aku memilih kombinasi dengan bahan dasar lemon. Pada saat yang sama, untuk Zakuro dan Ryui, aku meminta beberapa cream puff untuk dibawa pulang.
Sebelum mengambil hidangan kue untuk dimakan di toko, aku mengambil cream puff untuk dibawa pulang dan kemudian aku membawa kue dan tehnya di sebuah nampan ke Taku.
"Selamat datang kembali, tapi Yun…bukannya pelayan toko yang membawanya kemari?"
"Hm? Kelihatannya mereka sibuk jadi aku membawanya sendiri. Jadinya lebih cepat, 'kan?"
Pelayan dan player pramusaji Commonest merasa sedikit ragu, tapi karena aku adalah kenalannya Cloude, saranku diterima.
"Baiklah kalau begitu, mari makan. Satu set lemon cake. Selamat ma——"
Rasa senangku hanya sementara, seakan untuk menghancurkannya, sesuatu berwarna hitam mendadak datang melompat.
"A-apa?!"
Lima monster tipe serangga mendobrak dinding Lyly's Woodworking Store yang berada di seberang jalan.
Untuk sesaat, teras terbuka itu dikepung oleh lima monster serangga hitam.
Ada beberapa player yang mencoba untuk menebas mereka dengan pedang dan menghalangi mereka dengan perisai, tapi karena banyaknya party yang bertarung dalam penalti serangan gabungan, mereka tidak mengalahkan monster-monster itu.
Awalnya, kami berdiri masih sambil memegangi garpu kami dan membeku di tempat, tapi salah satu monster tersebut yang tidak dikalahkan, datang dan terbang ke arah kami yang ada di teras terbuka.
"Hei, serius, nih?!"
"Mundur, Yun!"
Taku dengan kuat mendorongku menjauh dan pada saat yang bersamaan menyentuh dadaku, membuatku terjatuh mundur. Hei, di mana yang kau sentuh?!
"Haaa—— Sonic Edge!"
Dan Taku yang telah menarik keluar dua pedang panjang, menariknya kembali dan kemudian mengayunkannya untuk menghadapi monster serangga itu.
Kedua pedang itu bersinar dalam cahaya berwarna kuning, menciptakan gelombang vakum yang sangat besar, memukul makhluk itu secara langsung.
Monster tipe serangga itu tidak dapat meloloskan diri di tengah udara dan menjadi sasaran serangan besar dari arah depan. Dia membentur meja dan tubuhnya berubah menjadi partkel-partikel cahaya, menghilang.
"Ah…"
Dalam situasi ini di mana monster serangganya tiba-tiba dikalahkan, aku terjatuh pada bokongku dan sedang melihat ke atas.
"Kau tidak apa-apa, Yun?"
Aku ingin meraih tangan Taku yang terulur padaku, tapi menyadari bahwa aku masih memegang garpu di tangan kananku. Merasa canggung, aku mengulurkan tangan kiriku dan kemudian ditarik oleh Taku.
Dan yang muncul dalam pandanganku adalah, kondisi menyedihkan——dari kueku.
Melihat kue dan tehnya hancur dan berhamburan di meja, semangatku turun drastis.
"Ahh, itu terbuang sia-sia."
"…kueku."
Untungnya, cream puff yang ada di dalam inventory tidak hancur, tapi aku benar-benar menantikan kue itu.
Pada saat itu, sebuah suara berisik derap langkah kaki mendekati kafe dari sisi lain jalan.
"Apa ini? Apa yang terjadi? Sepertinya bagian teras hancur…"
"Kurocchi, maaf! Satu item kabur! Apa ada yang terluka?!"
Lyly si perajin kayu datang melesat dari Lyly's Woodworking Store di sisi lain jalan. Dia sedang memegang pisau di kedua tangannya. Penampilannya menegaskan bahwa dia sedang bertarung beberapa saat yang lalu.
"…ayo utamakan kerusakannya dulu."
Pemilik kafe dan si penjahit, Cloude memeriksa kerusakan yang ditimbulkan oleh monster tipe serangga hitam itu.
"Ohh, kali ini ada sesuatu yang mengamuk di toko Lyly yang tenang." "Ngomong-ngomong, ada seseorang yang mencoba membuat bom dan tokonya menjadi lautan api." "Ahahaha, crafting benar-benar pekerjaan yang beresiko." "Itu adalah sebuah medan peperangan yang berbeda dengan milik kita." "Tidak masalah. Kami telah mengalahkan semua yang keluar."
Para penonton sepertinya tidak merasa terganggu dengan itu. Berbicara tentang kerusakannya, itu terbatas pada bagian teras toko dan meja-meja yang hancur. Lyly seharusnya dapat memperbaikinya sebagai seorang pekerja kayu.
Akan tetapi——
"Aah, Yuncchi. Um, maaf."
"…haa, jangan memperlihatkan wajah sedih seperti itu. Pilihlah kue apapun yang kau suka. Kali ini adalah kecelakaan yang berhubungan dengan event. Guild Perajin akan membayarnya."
"Ayo, pesan kue yang baru. Ahh, baiklah, makanlah kue sesukamu!"
Cloude dan Lyly mulai membuat keributan di sekitarku yang tidak bersemangat. Tetap saja, aku masih menyayangkan kue yang terjatuh itu.
"Uuu, itu tidak akan kembali, cheese cake lemonku…"
"Ini adalah bagian dari bayaran atas hasil kerja yang kau minta, jangan menahan diri."
Melihatku begitu sedih, Taku memanggilku. Kemudian, menarik tanganku, dia membawaku ke depan lemari pajang toko.
Sayangnya, cheese cake rasa lemonnya sudah habis terjual, jadi aku memilih roll cake dengan kiwi dan krim.
Aku mengkombinasikannya dengan teh susu yang manis. Aku memakannya sambil menyeruput teh untuk rasanya.
"…enak."
Itu enak, tapi mataku tetap berkaca-kaca karena menyayangkan kue yang jatuh.
"Benar juga, Lyly. Jelaskan, bagaimana kecelakaan ini terjadi."
Sementara aku memakan kue itu di tengah rasa sedih, Lyly memberikan penjelasan atas kecelakaan tersebut.
"Um, aku sedang melakukan percobaan di tempatku sebelum eventnya dimulai dengan menggunakan Insect Repelling Incense yang dibuat Yuncchi. Aku gagal memastikan jangkauannya dan mereka pun melarikan diri…"
"Haa, itu terdengar naas, tapi aku paham. Aku akan kembali ke belakang toko."
Memahami situasinya, Cloude meminum kopi yang baru saja disajikan dan kemudian berdiri. Lalu, seakan dia teringat sesuatu, dia memanggilku.
"Persiapan untuk event yang disponsori Guild Perajin sudah sebagian besar selesai. Tunggulah sebentar lagi."
Melihat kedipan Cloude saat dia pergi, membuatku setengah berharap dan setengah cemas mengingat kejadian ledakan barusan.
Eventnya akan dilakukan dalam dua hari lagi di akhir minggu ini.
Aku tidak tahu bagaimana Taku dan Myu serta yang lainnya rencanakan untuk menghabiskan hari tersebut, tapi aku berniat untuk menghabiskannya dengan santai.

Only Sense Online Jilid 5 Prolog LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.