04 September 2017

Hyouka Jilid 3 Bab 4 LN Bahasa Indonesia


MALAM TANPA TIDUR LAINNYA
(Translater : Faris)

044 - ♥10
Seseorang tidak boleh mengatakan bahwa dirinya lelah, karena itu berarti menyerahkan tanggung jawab kepada sesorang, atau begitulah yang dikatakan padaku. Jika kau merasa lelah, maka kau harus beristirahat, dan melanjutkan apapun yang ingin kau lakukan setelah cukup beristirahat.
Itulah yang diberitahu nenek kepadaku.
Tidak, harusnya aku tidak menggunakan kalimat usang itu. Nenekku masih hidup dan sehat.
Aku tak pernah lupa bagian nasihat itu. Tapi kukira akan baik-baik saja karena aku berbisik pada diriku sendiri di kamar saat malam hari. Sekarang, aku merasa sedikit lelah.
Aku mempercayakan Irisu-san untuk membantu kami menjual antologi, aku juga mengatur agar Klub Majalah Dinding menyebut Klub Sastra Klasik dalam laporan mereka. Jadi hal ini tidak sia-sia, untuk beberapa alasan aku merasa memepertimbangkan sesuatu saat kembali ke ruang klub.
Aku bukan tipe orang yang malas. Aku bukan orang yang berbakat olahraga, aku memang memiliki rekor di atas rata-rata ketika lari jarak jauh. Dan untuk dua hari terakhir aku telah berjalan mengelilingi sekolah, jadi ini bukan alasan untuk kelelahanku.
Bagaimana aku harusnya mengatakan ini... Aku tidak ingin menjadi selelah ini saat menghadapi masalaku sendiri, tapi saat ini, aku merasa sedikit lelah menangani semuanya. Selama Festival Budaya, aku telah meminta orang lain untuk membantu masalah kami, mendaftar bantuan Komite Eksekutif, Klub Majalah Dinding dan Irisu-san.
Aku menjadi sangat berhati-hati terhadap peristiwa “Juumoji”. Ketika aku penasaran bagaimana dia melakukan pencuriannya, aku juga penasaran kenapa dia melakukannya. Memikirkan ini, badanku menjadi gelisah sampai tidak bisa tetap diam di satu tempat atau berdiri saja.
Bagaimanapun, setelah mengambil nafas dalam-dalam dan berpikir sebagai ketua klub, aku tidak bisa melihat orang lain sebagai bawahan yang bisa digunakan, dan aku tak bisa membuat permintaan kepada orang lain sebagai strategi yang bisa dimanfaatkan.
Sungguh tak bisa dibayangkan, ternyata aku dapat bertindak dalam cara yang memprihatinkan seperti ini.

Tidak, aku tidak boleh takut. Bukankah Oreki-san melakukan yang terbaik untuk membantu? Kami masih harus meningkatkan penjualan antologi.
Aku harus pergi membuat banyak permintaan besok. Aku bukannya tidak suka melakukan sesuatu seperti ini, karena ini adalah sesuatu yang harus dilakukan, tapi....
Kurasa aku hanya merasa sedikit lelah

045 - ♦10
Aku hanya ingin tidur lebih cepat malam ini, tapi tak bisa karena beberapa alasan. Jadi aku mengambil buku dari rak, yang mana merupakan harta karunku, Body Talk.
Aku tak bisa membaca Abu di Senja karena buku itu tak ada, mungkin aku sedikit terlalu mendewakannya. Untuk buku yang lainnya, Body Talk sebenarnya juga menarik saat aku mulai membacanya. Aku harusnya bersiap untuk tidur, tapi saat ini otakku masih segar.
Buku ini bisa digolongkan sebagai buku lelucon. Protagonisnya seorang laki-laki muda yang tidak bisa berbicara karena ketuliannya, tapi mampu menyampaikan pemikirannya melalui sentuhan. Dia juga mampu membaca pikiran orang lain dengan sentuhan, seringkali dia dilihat sebagai pembuat masalah. Walau membuang rasa realisme dalam rasa cerita yang menarik, masalah yang dihadapi protagonis tetap masuk akal.  Singkatnya, ada alien dan zombie. Tak masalah bagaimana kehancurannya datang, seekor kucing anthropomorphis terlihat dalam panel kosong, menandakan akhir adegan dalam halaman berikutnya. Hasilnya, tempo sangat cepat, yang tak pernah terdengar dalam karya komersial. Ini seperti komik strip dibandingkan dengan manga lainnya. Pada akhirnya, menaruh buku di bantal, aku beristirahat di futon dan membacanya hingga akhir.
Omong-omong, kucing ini, seekor Gourdski[1], seringkali muncul di semua jenis akrobatik berdiri di sudut  panel tanpa alasan yang jelas. Mungkin maksud pengarangnya karakter pengganti. Walaupun berdiri tegak lurus, tanpa busana kecuali sepasang sepatu boots longgar. Seekor kucing menggunakan boots, utamanya.
Walaupun mempunyai plot lucu dengan perselisihan komunikasi, itu tetap mempunyai arti yang dalam. Semua karakternya, termasuk protagonis, memiliki keunikan tersendiri, mereka sering mancari-cari sebuah hasil yang baik untuk mereka sendiri. Ya, ini karya yang bagus. Tapi kalau dipikir-pikir untuk menghadiahkan ini kepada Kouchi-senpai, maka aku akan menemukan ada beberapa kelemahan, seperti ceritanya sedikit acak, terlalu banyak panel dengan atau tanpa background sederhana, banyak sketsa yang kasar dalam panel, dan dialognya terkadang tidak berhubungan dari panel ke panel lainnya.
... Dan juga, aku tetap kebingungan tentang apa yang harus ditunjukkan padanya.
Hanya satu sumber cahaya dari lampu meja kamarku, dengan rak buku yang tenggelam dalam kelap-kelip kegelapan.
Abu saat Senja dan Body Talk merupakan dua karya non-komersial yang sangat kukagumi. Tentu saja, tidak hanya buku saja yang ada di kamarku; juga ada karya komersial lain yang bagus seperti dua karya itu.
Benar-benar ada banyak orang yang bisa menggambar karya menarik.
Sebelum mematikan lampu, aku keluar dari futon dan mengambil mangaku sendiri dari meja gambar. Aku tak melihat apapun kecuali kertas putih yang membosankan. Aku sungguh tak ingin membawa ini keluar.
Yah, bukan berarti gambarku tidak bagus. Walau artworknya sedikit tidak konsisten, tapi tidak seluruhnya buruk. Tapi setelah membaca satu atau dua halaman....
Panel-panelnya tidak masuk akal, dan aku tak paham dengan dialog yang ditulis, juga aku tak bisa merasakan apapun dari ceritanya. Aku tak punya ide dimana memulai atau mengakhirinya. Ini sungguh janggal dibaca.
Jika membiarkan orang membaca ini, mereka mungkin tidak butuh obat tidur lagi.

Tapi, saat ini masih kubaca.
Membaca manga sendiri, rasanya seperti aku mencerna beberapa stimulan daripada bantal tidur. Dengan sebuah perasaan yang tak bisa diungkapkan, aku mengembalikan naskahmangaku ke meja gambar. Ini tidak bagus, aku harusnya tak membaca ini untuk membuatku tertidur. Tetap bangun akan menjadi masalah, kuputuskan untuk mengambil beberapa obat tidur asli dan mencoba tidur.

046 - ♠12
Setelah menghemat energi untuk waktu tertentu, aku bisa lebih atau kurang memprediksi polaku. Dengan menyimpan terlalu banyak dalam sehari, aku berakhir dengan terlalu banyak energi yang tak terpakai pada malam hari, yang mana buruk untuk tidur. Aku bahkan tak bisa tidur saat selarut ini. Jam sudah menunjukkan pukul satu lewat dan sekarang hampir mendekati dua.
Kupikir aku tidak ingat energi yang tersimpan dalam borongan, walau aku tahu tak digunakan satupun. Betapa ironisnya selama periode SMA yang menyenangkan atau yang dikenal sebagai Festival Budaya SMA Kamiyama, aku tak menemukan sebuah tempat untuk menggunakaan enegi.
Menunggu untuk tertidur, kupikir untuk membaca sebuah buku, tapi sekarang hanya ada sebuah novel yang membosankan. Saat sebuah buku yang membosankan menjadi pengganti obat tidur, aku malah memilih berselancar di internet. Aku sekarang mencari laman resmi Festival Budaya SMA Kamiyama.
Mengklik link pada kolom pencarian mesin pencari, aku berjengit karena rasa sakit yang tersisa di mata kananku.
Bagian atas laman tertulis “FESTIVAL KANYA TELAH DIBUKA! SELAMAT DATANG.” Sebuah gambar yang diambil di gedung olahraga juga di posting.
Menggeser laman ke bawah terdapat list klub yang berpartisipasi setiap hari, sebuah panduan transportasi, saran kepada pengunjung... dan mataku mengarah ke tempat yang tidak kuperhatikan dua hari terakhir – pemesanan email.
Itu merupakan layanan email untuk semua barang yang berhubungan dengan Festival Budaya. Pada penjualan tentu saja barang yang dijual selama Festival Budaya.
Barang yang ada di urutan termasuk T-shirt oleh Klub Fashion, Klub Literatur antologi Kodama, dan antologi Zeamis Klub Penelitian Manga. Ini sudah semuanya? Jika ini Festival Budaya SMA Kamiyama, maka seharusnya lebih banyak yang dijual, tapi nampaknya ini sudah semuanya.
Sekarang, bukankah ini sedikit kosong untuk sebuah toko? Melihat lebih jauh, ada pesanan dari sebuah email yang alamatnya terlampir. Alamatnya dibagikan dengan domain yang sama dengan SMA Kamiyama, dan nama akunnya “somuiinkai.” Satoshi, tentunya Komite Eksekutif harusnya lebih baik dari ini. Untuk memulainya, aku akan bertanya serius kepada Satoshi apa yang dia lakukan di Komite Eksekutif.
Dan kemudian ada sebuah alamat email. Mereka paling tidak bisa menggunakan nama dengan bahasa inggris. Tapi “somuiinkai?”... Lalu kemudian, aku tak masalah dengan sebuah nama singkat yang tak bisa dipahami untuk seorang penutur bahasa Jepang sepertiku.
Yang tersisa pada website hanya link menuju situs lainnya, yang tak mengandung banyak informasi. Toh, hitung-hitung cukup untuk menghabiskan waktu, jadi aku mematikan komputer dan kembali ke kamar. Mencoba untuk tidur, kuputuskan untuk memikirkannya sambil merangkak menuju kasur.
047 - ♣15
Kuputuskan untuk berjalan-jalan malam.
Setelah mandi sebelumnya, badanku sedikit sensitif terhadap dinginnya malam. Sekarang Oktober akhir, aku bisa dengan mudah kedinginan jika tidak hati-hati. Karena itu aku mengenakan jaket agar tetap hangat.
Aku bisa melihat bagaimana bulan baru di atas langit bersama dengan bintang-bintang. Cuacanya cerah seperti hari kemarin. Mungkin sesuatu berjalan dengan baik besok, yang mana cukup baik. Sebagai anggota Komite Eksekutif, ini hal yang bagus karena peristiwa besok akan berjalan mulus di bawah cuaca yang bagus; sebagai anggota Klub Sastra Klasik, ini hal yang bagus karena kami bisa mendapat lebih banyak pengunjung yang datang ke sekolah; dan bagiku secara pribadi, ini hal yang bagus karena aku bisa mengikuti banyak acara luar ruangan yang kusuka. Aku bisa melihat banyak klub yang bersiap menampilkan semua jenis keterampilan yang biasanya hanya kudengar. Kasihan kalau mereka batal tampil menunjukkan kemampuan mereka karena datangnya hujan.
Misalnya saja, penampilan Klub Sulap kelas dua, Tayama-senpai luar biasa hari ini. Ketika aku tahu bagaimana gelas dan trik bola bekerja dalam databaseku, aku tak bisa menampilkannya sebaik yang dia lakukan. Itulah mengapa aku menghargainya dari lubuk hatiku yang paling dalam. Omong-omong ketika aku mengatakan aku tak bisa menunjukkannya, bukan berarti aku tak bisa memiliki kemampuannya, tapi lebih kepada tidak melakukannya dengan cukup bagus. Hanya karena aku ingin belajar rahasia gelas dan trik bola tak berarti aku ingin mencobanya dengan baik.
Kau bisa mengatakan kalau aku mirip dengan Houtarou dalam aspek ini.
... Bagaimanapun, saat Houtarou sendiri bersikeras kalau dia tidak melakukannnya dengan baik selama tiga tahun di SMP, dia sama sekali bukannya orang yang tidak berguna seperti yang dia akui.
Aku berjalan dalam kegelapan malam, di bawah lampu jalanan dikelilingi dengan serangga dalam daerah komplek rumah. Karena menggunakan sneaker, aku tak bisa mendengar langkah kakiku sendiri. Aku bisa mendengar seseorang menonton acara televisi tengah malam entah dari mana asalnya.
Sejak masuk ke SMA Kamiyama dan bertemu dengan orang sedikit aneh yang dipanggil Chitanda Eru, Houtarou berubah. Atau aku harusnya mengatakan, dia membuka dirinya yang sebenarnya. Dan karena dia menunjukkan ketajaman pikirannya, kejelasan pandangannya, atau mungkin instingnya, kemampuan deduksi jika kau menginginkannya, yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Sejak hari itu di mana Chitanda-san duduk sendirian di dalam ruang Geologi, aku telah dibuat takjub olehnya setiap waktu. Houtarou bukan orang tanpa warna dan orang yang tak berguna. Dia menjadi orang yang luar biasa yang merahasiakan kekuatan di dalam dirinya.
Aku seperti mengatakan kemampuan elang yang menyembunyikan cakarnya. Ketika aku mengetahui elang di dalamnya, lebih dalam lagi, apakah aku merasa senang untuknya?

Inilan mengapa aku memutuskan untuk tidak terlalu berharap pada Hotarou untuk menyelesaikan insiden “Juumoji”, ini tak cocok untuk orang sepertinya. Malahan aku akan menjadi orang yang akan melakukannya.
Aslinya, aku tak bisa mencari tahu kebenaran melalui databaseku sendiri. Akan tetapi, sekarang, supaya bisa menatap mata temanku, kuputuskan untuk menirunya. Aku tahu betapa memalukannya ini. Semua ini demi “mempromosikan nama Klub Sastra Klasik,” itu semua hanya alasan.
Yang sangat kumengerti.
Yah, bahkan siswa SD pun dapat tiba dengan alasan seperti itu.
Lalu sekarang.
Tersangka yang paling potensial untuk hantu pencuri “Juumoji” ada banyak. Dugaan dari observasi tajam Houtarou, “Berapa banyak orang menurutmu yang keluar dan masuk ke halaman sekolah selama Festival Budaya? Dan itu belum dihitung dengan ribuan siswa.”
Jenis skenario ini sering ditemukan tidak hanya pada novel, tapi juga investigasi kehidupan nyata. Biasanya hal seperti ini untuk kasus skala kecil. Dalam menunjukkan sesuatu dengan tepat untuk mengidentifikasi orang yang melakukan kejahatan, hal pertama harus mempersempit tersangkanya.
Dari enam miliar orang di dunia ini, tersangka dipersempit dengan menginvestigasi detailnya seperti pola perjalanan atau keadaan pribadi. Sebagai contoh, jika ada seorang pembunuh dalam sebuah rumah besar di gunung yang dikelilingi oleh gunung api, pembunuhnya tidak diragukan lagi pasti seseorang dari dalam rumah itu (tak ada yang mendengar helikopter terbang). Jika seorang gadis muda kaya terbunuh dalam liburannya, maka pembunuhnya pasti seseorang yang ingin pergi bersamanya. Mengikuti pola itu, yang melakukan kejahatan bisa dipersempit menjadi selusin, yang mana di mulai dengan menyelidiki alibi mereka.
Akan tetapi, insiden “Juumoji” berbeda.
Pencuri melakukannya di lingkungan tanpa pengamanan. Klub A Capella dengan kotak minuman dingin diluar, siapapun bisa mencurinya jika mereka mengharapkannya; Klub Go tidak mengunci ruangan mereka; Ramalan Keberuntungan hanya memiliki satu anggota, jadi orang yang melakukan kejahatan ini hanya harus menunggu di restoran terdekat; Klub Berkebun menjadi target saat mereka meninggalkan ruangan sebentar; dan kemarin Klub Sulap. Tak diketahui kapan barangnya dicuri, siapapun bisa jadi tersangka, sembunya di dalam lautan anonim.
Pertama, orang ini tak diragukan lagi seorang siswa/siswi di sekolah kami. Sulit untuk membayangkan seseorang dari luar sekolah untuk merencanakan sesuatu seperti ini dan membawanya keluar dalam dua hari berurutan. Tapi ini berarti ada sekitar seribuan tersangka. Seribu! Ini sedikit menyusahkan dan tak berarti untuk mengumumkan “Tersangkanya ada diantara seribuan orang!” seorang penegak hukum akan bekerja bagaimana bertanya kepada alibi seribuan orang.
... Hanya satu tempat yang aneh yaitu Klub Memasak. Jika aku percaya ketuanya mengatakan kalau sendoknya sudah disiapkan, maka itu berarti sendoknya dicuri sebelum kontes Wild Fire dimulai. Si tersangka mempunyai waktu untuk mempersiapkan deklarasi kejahatannya dan Panduan Festival Kanya, kemungkinannya tersangka datang dari dalam.
Walau begitu, apakah anggota Klub Memasak ingin menghalai turnamen Wild Fire, yang membutuhkan persiapan yang teliti sekali? Sebuah sendok merupakan satu barang dasar dapur. Apa jika kami malah membuat hidangan rebusan? Hal itu membuat kecurigaan. Pastinya ini lebih terasa bagi tersangkanya untuk memilih dengan resiko rendah seperti Klub Penelitian Gaib ([O]KARUTO KEN オカルト研) atau Klub Sorak Sorai ([O]UENDAN 応援団) dan Kombinasi Klub Sorak Sorai.”
Kuputuskan untuk membuang kemungkinan itu.
Lalu bagaimana aku mempersempit dugaan tersangkanya dari ribuan orang?
... Maka lagi, sebuah pembunuh berantai atau pembunuh pembakar rumah akan lebih sulit untuk menemukan tersangkanya dari banyak kemungkinan. Dalam kebanyakan fiksi detektif, mereka biasanya akan menunggu tersangka melakukan aksinya lagi sebelum mereka bisa membuat sebuah database. Mengingat salah satu kisah Sherlock Holmes favoritku, The Adventure of the Six Napoleon, tak satupun orang yang bisa menjadi tersangka ketika Napoleon pertama dadanya rusak.
Begitulah. Dengan menunggu insiden selanjutnya agar terakumulasi, kita bisa mengidentifikasi keadaan hubungan yang biasa antara korban, dan kemudian menggunakan hubungan itu untuk mengumpan tersangka melakukan aksi berikutnya. (Omong-omong, ketika hubungan biasa bisa disebut “hubungan yang hilang,” aku hanya menyadari hilangnya roda keajaiban bisa disebut sebuah “roda yang hilang.” Jadi apakah hal yang satu ini benar? Mengutip kata-kata Chitanda-san: aku sungguh sangat penasaran!)
Satu bagian yang detektif kerjakan yaitu menunggu adegan kejahatan berikutnya. Hanya itulah caranya.
Dengan menunggu kejadian selanjutnya, tersangka mungkin melakukan beberapa kesalahan atau tidak beruntung, meniggalkan beberapa petunjuk yang bisa mempersempit jumlah tersangka. Dengan kata lain, aku menunggu dia melakukan kesalahan.
Aku menyadari tersangkanya mencuri seseuatu dari Klub Sulap sebelum pertunjukkannya dimulai, tapi hanya meninggalkan deklarasi kejahatannya setelah berakhir, aku tetap berada disana. Pastinya bukan seseorang yang berada di ruang kelas 2-D hingga akhir hanya untuk pertunjukkan sulap.
Dalam kasus ini, aku harus bangun lebih awal besok, dan tiba di SMA Kamiyama untuk menemukan target “Juumoji” berikutnya, sebuah klub yang dimulai dengan [KU]. Saat aku tak yakin dengan kemampuan observasiku, aku dengan pasti bisa menemukan petunjuk dibalik “Juumoji.”
Dunia pasti menjadi aneh bagiku untuk menemukan kesimpulan dari databaseku sendiri. Mungkin aku tertarik dalam melihatnya jika aku bisa membuat takjub diriku sendiri.
Aku memutar tumitku di jalan komplek yang diterangi oleh sinar bulan dan lampu jalan. Aku menampar pipiku untuk menyadarkan diriku sendiri, dan berakhir dengan gonggongan anjing tengah malam.


[1] Karakter Gag

Hyouka Jilid 3 Bab 4 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.