03 September 2017

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 3 LN Bahasa Indonesia


AKIBA, AKU TELAH KEMBALI
(Part 3)
(Translater : Eri; Editor : Hikari)

Bagian 3
"----------- Roh yang telah ditangkap oleh DEM?"
Setelah kembali ke rumah, Shidou melakukan kontak dengan fasilitas di bawah tanah. Dia menceritakan pada mereka tentang kejadian luar biasa yang telah terjadi sebelumnya, Kotori segera kembali ke kediaman Itsuka.
Setelah mendengar keseluruhan situasi dari Shidou, Kotori memegang stick chupa-chupa sambil mengerutkan alisnya.
"Apalagi, dia pernah bekerja sebagai seniman Manga beberapa tahun sebelumnya di dunia ini ..........? Ini adalah kebenaran yang tak terduga.--------- Nah, ini mirip dengan kasus Miku.Kita tidak bisa mengatakan bahwa tidak mungkin hal ini terjadi........ "
Kotori meletakkan tangan di dagunya. Izayoi Miku sama dengan Tohka dan yang lainnya, tapi sebelum Shidou menyegel Reiryokunya sebagai Roh, Shidou dan yang lainnya tahu kehidupannya sebagai idola populer di saat-saat seperti bunga yang sedang mekar.
Itu sebabnya, jika dibandingkan, keadaan sekarang memiliki beberapa kesamaan.
Kemudian, saat Shidou dan Kotori sedang dalam percakapan, sebuah suara bisa terdengar dari belakang.
".........Mu? Shidou, apa yang kamu bicarakan dengan Kotori? "
Berdiri di sana seorang gadis dengan rambut panjang berwarna malam dengan sepasang mata berwarna kristal. ------ Yatogami Tohka. Seorang Roh yang Reiryoku juga telah disegel oleh Shidou, sekarang dia telah menjadi tetangga dan teman sekelasnya.
"Aah, Tohka. Ng......... Kami sedang membicarakan pekerjaan sebentar. "
"Ooh, Aku mengerti. Maaf mengganggumu. "
Tohka meminta maaf dan membungkukkan kepalanya. Setelah itu, suara lain bisa terdengar dari orang-orang yang saat ini berada di Ruang tamu.
"----- Shidou. Aku mencari sesajen. Cepat tunjukkan dedikasimu dengan mempersembahkan pesta makan yang meriah untukku. "
"Terjemahan. Kaguya bilang dia lapar, aku ingin makan makanan lezat yang dibuat Shidou Nyaa ~. Itulah yang dia katakan. "
"Bisakah kamu tidak menggunakan kata akhir yang aneh!?"
Kedua gadis itu bersandar di sofa, saling bertukar kata-kata seperti itu.
Rasanya seperti melihat bayangan cermin, wajah gadis itu sama seperti dua buah melon. Seorang gadis mengenakan kemeja hitam dengan huruf Inggris merah di atasnya, sementara yang satunya mengenakan kardigan berwarna pastel. Mereka adalah Roh kembar sama dengann Tohka yang hidup mansion di samping kediaman Itsuka : Yamai Kaguya dan Yamai Yuzuru
"Aah, maaf-maaf. Aku akan menyiapkan makan malam segera, tunggu sebentar."
Shidou membalas dengan senyum simpul, ia membuka panggangan ikan yang merupakan hidangan utama hari ini, ia memutuskan untuk memasak Saba Shioyaki.
Itu benar. Saat ini, Shidou saat ini sedang menyiapkan makan malam untuk para Roh sambil mendiskusikan sesuatu dengan Kotori. Dia melanjutkan percakapan sambil memegang sumpit. Shidou memakai celemek dan memegang sumpit dengan satu tangan, dan menggunakan tangan satunya untuk memegang sendok. Hanya dengan melihatnya, tidak ada yang akan berpikir bahwa mereka sedang mendiskusikan masalah penting yang akan mempengaruhi nasib dunia.
"Nm, ini baunya enak. Oi ~, sudahkah kamu membereskan mejanya? "
"Ya ~!"
Setelah Shidou bertanya pada, Kaguya, Yuzuru, Tohka, dan dan dua gadis lainnya yang sedang mengobrol dengan Tohka di ruang tamu menjawabnya.
Yoshino seorang gadis yang memiliki boneka kelinci yang dikenakan di tangan kirinya dan mempunyai kepribadian yang lembut. Natsumi, adalah gadis lainnya yang melenturkan punggungnya dengan tidak senang. Keduanya sama seperti yang lain. Mereka para Roh yang Reiryoku sudah disegel oleh Shidou.
Para Roh mengikuti instruksi Shidou, dan mereka mulai membereskan meja. Lalu, mereka mengembalikan semua majalah dan koran ke tempatnya semula. Memberihkan meja, dan menyiapkan hidangan dengan rapi di meja saat beberapa makanan sudah mulai datang.
“............................Mesikupun begitu.”
Lalu, sambil melihat adegan, Kotori mengeluarkan napas berat.
“Malaikat Mahakuasa <Rasiel>...............................Huh. Dia bukan hanya ingin mengumpulkan semua informasi yang ingin dia tahu. Tapi dia juga mampu menggambar masa depan untukmengikuti keinginannya. Seorang Malaikat yang menyusahkan telah tiba.”
Mendengar Perkataan Kotori, Shidou mengangguk.
Kalau dipikir-pikir....................Bahkan Kotori Juga, punya masa lalu yang memalukan.”
“Hah? Ap-Apa yang kamu bicarakan!?”
Shidou mengalihkan tatapannya saat berkata itu. Kotori mengerutkan alisnya dan saat itu pipinya memerah.
“Contohnya, saat kita tidur bersama waktu itu, aku bilang aku yang membasahi tempat tidur (Ed: Ngompol) karena kamu kebanyakan menangis. Tapi bila dipikir lagi dengan melihat wajah mereka saat itu, aku pikir Ibu dan Ayah tahu apa yang sebenarnya terjadi............................”
“Kyaa------------------------!Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!----!”
Saat Shidou berbicara dia melipat tangannya, Kotori berteriak membuat mulut Shidu berhenti bebicara.
Yamai bersaudara, yang tertarik dengan teriakan tadi, memalingkan wajahnya dan melihat ke arah Shidou dan Kotori di saat bersamaan.
“Ng? Kalian berdua, apa yang sedang kalian bicarakan? Keliatannya topiknya cukup menarik?”
“Izin. Aku pikir aku mendengar sesuatu tentang membasahi sesuatu tadi-“
“M-Membasahi meja! Hanya itu, lihat setelah selesai membereskan mejanya, ayo tata makanannya, Kaguya menangani bagian ikan, Yuzuru menangani supnyamengerti?
Mendenger jawaban Kotori dengan nada tinggi, membuat Kaguya melanjutkan kerjanya dan dia memberikan sebuah sendok sayur kepada Yuzuru.
“H-Hanya itu?”
Diterima. Aku mengerti..........................”
Melihat suasana dari kondisi saat ini, mereka berdua mengikuti instruksi Kotori dengan patuh. Mereka memulai menata makanannya.
“...........................”
Setelah mereka berdua melanjutkan kerjanya. Sekali lagi Kotori berbalik dan menghadap Shidou lagi.  Dilihat dengan ekspresi wajahnya yang menakutkan, Shidou berkata *Hiiii* Dan dia menahan napasnya.
“.....................................Mulai dari sekarang, Jika kamu berani mengatakan itu di tempat umum.............Kamu akan tahu apa yang akan terjadi, mengerti?
Berbicara dengan nada yang dingin, Kotori berkata begitu. Bila dipikir baik-baik, Kotori terlihat seperti Nia. Dia tahu banyak soal masa lalu Shidou. Jika Shidou mencoba untuk tidak menurutinya, dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi padanya.
“M-Mengerti............”
Shidou mengangkat kedua tangannya dan dia seolah mencoba mengatakan bahwa dia sudah menyerah, lalu Kotori membuat suara *Pun* dan dia mengeluarkan napas dan kembali duduk di kursinya.
“..............................Itu bukanlah yang aku maksud. Jika jenis malaikat seperti itu benar ada, maka setiap jenis keamanan akan tidak berguna. Lagi pula, bukankah berarti dia bisa membeberkan urusan militer dan rahasia negara? Tergantung bagaimana kamu menggunakannya. Akan mudah sekali untuk memicu sebuah perang. Berpikir bahwa jika DEM dalang di balik semua ini, aku pikir ini sangat mengerikan.”
“M-Mungkin .............Aku pikir juga begitu”
Menyetujui, Shidou mulai berkeringat.
Tapi menurutnya, tidak mungkin Nia menggunakan malaikatnya untuk hal semacam itu..............jika kekuatan itu jatuh ke tangan seseorang dengan sifat yang buruk, dunia akan menerima kerusakan lain yang melebihi apa yang disebabkan oleh Distrosi Ruang.
Kotori mengambil Chupa-Cups di tangannya, dan mengayunkan seperti tongkat konduktor, dan melanjutkan perkataannya.
“Dan bukan hanya itu saja”
“Ng? Bukan hanya itu?”
“Jika malaikat seperti itu benar-benar ada, mungkin kita juga akan mengetahui sesuatu tentang <Phantom>”
Kotori mengatakannya sambil memegang Stik Chupa-Chups.
“! Kamu benar.............”
Shidou membelalakkan matanya dengan terkejut dan mengeluarkan suara.
Orang yang telah mengubah Kotori menjadi roh, Roh yang tidak dikenal: <Phantom>.
Tentu jika itu <Rasiel>, mereka mungkin kita bisa mengetahui sesuatu tentang Roh yang tidak dikenal itu.
"Selain itu….."
"Selain itu?"
Tanya Shidou sebagai balasannya, Kotori mengalihkan tatapannya sedikit sebelum melanjutkan.
"............ Mungkin, kita bisa mencari tahu tentang ingatan masa lalu Shidou dan Mana yang terlupakan ."
"Ah------"
Mendengar kata-kata Kotori, Shidou melebarkan matanya lagi.
Itu benar. Shidou dan Mana adalah saudara kandung atau sedarah ............ Itu adalah sesuatu yang sudah mereka ketahui. Namun, mereka sama sekali tidak ingat kenangan mereka berdua saat masih bersama.
Kotori untuk alasan tertentu membuat ekspresi wajah yang kompleks. Dia meletakkan siku ke meja.
"..... Yah, itu hanyalah sebuah kemungkian saja. Kita tidak menyegel Roh untuk menyalahgunakan kekuatan mereka. Tujuan utamanya adalah untuk menempatkan Nia di bawah perlindungan kita. —Tentu saja, aku akan mendukungmu seperti biasa, tapi berjuanglah sebisa mungkin, Shidou. "
"A-Aah ................ Aku mengerti."
Seperti yang dikatakan Kotori. Entah itu tentang <Phantom>, atau tentang motif pribadinya, dia harus menjadikannya sebagai motif sekundernya. Jika dia terus berpikir seperti itu, Nia pasti akan merasakan motif tersembunyi itu.
Shidou menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan pikiran semacam itu, lalu dia mengepalkan tinjunya.

Dua hari sesudahnya. Shidou berdiri di dekat gerbang tiket masuk di Akihabara, menunggu Nia.
Selama hari kerja, stasiun ini penuh dengan kerumunan orang. Dalam beberapa tahun terakhir, karena stasiun ini terkenal sebagai daerah tamasya, di sekeliling banyak orang asing yang terlihat.
Shidou memperhatikan gerbang tiket untuk melihat kedatangan Nia. Penampilan di sekelilingnya entah bagaimana terlihat cukup berbeda.
Bahkan sampai sekarang, dia sudah sering mengunjungi stasiun ini, tidak diragukan lagi ini adalah stasiun eksentrik. Di sana, tak terhitung jumlah iklan yang terkait dengan barang anime dan game. Dia merasa seperti sedang memasuki dunia yang benar-benar asing. Hari ini, dia merasa sedang melakukan perjalanan. Namun di jalan ini, orang berkumpul hanya karena satu alasan.
"A-Ah, bisakah kamu mendengarku Shidou?"
Kemudian, suara Kotori terdengar dari intercome yang terpasang di telinga kanannya. Sekitar area gerbang tiket sangat bising, tapi berkat teknologi hebat yang dikembangkan oleh <Ratatoskr>, suara itu terdengar di gendang telinga Shidou dengan jelas.
"Aah, aku bisa mendengarnya."
"Sudah hampir waktu yang dijanjikan --------- Kali ini kita tidak bisa menggunakan <Fraxinus>, jadi kita tidak bisa menggunakan transmisi untuk memindahkanmu dari kota sama sekali. Meskipun, mendengar dari ceritamu, dia mungkin bukan tipe roh yang suka berkelahi ------- Tapi kamu harus berhati-hati, Shidou. "
"Aku mengerti. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak punya banyak waktu. Entah bagaimana, aku harus meningkatkan tingkat rasa kertertarikannya padaku di hari ini. "
Setelah Shidou mengatakan itu, sebuah suara bisa terdengar datang lagi dari intercome. Suara Minowa terdengar dari tempat yang sama dengan Kotori sebagai ruang kontrol sementara di ruang bawah tanah.
"Komandan, Shidou-kun, dia datang! Target kita ......... Nia! "
".............! Jadi dia datang. "
"Kalau begitu, ayo , Shidou. ----------- Mari kita mulai <Perang> Kencan kita.
"Aah ------!"
Setelah Shidou memberikan persetujuannya, dia memasukkan intercome dengan jarinya untuk menerima perintah. Kemudian, dia pergi mencari Nia di gerbang tiket.
Setelah itu, kerumunan orang datang dari arah berlawanan dari gerbang tiket. Setiap orang mengantri dari kereta pada saat bersamaan saat melewati gerbang tiket.
"Itu, Nia ..................Err."
Kemudian, Shidou melihat setiap orang yang melewati gerbang tiket dari ujung ke ujung. Di dalam kerumunan, dia menemukan seorang gadis yang terlihat familiar dengannya. Roh yang berjanji bertemu dihari ini: Nia.
Meskipun dia bisa mengenalinya ......... Gaya gadis itu entah bagaimana berbeda hari ini. Saat ini, Nia yang telah pingsan beberapa hari yang lalu, tidak berpakaian Astral Dress bergaya-Susternya atau denim untuk pakaian dalam rumah seperti sebelumnya. Sebagai gantinya, dia mengenakan jaket dan syal yang menutupi mulutnya. Kapan pun Nia menarik napas, kacamata yang dikenakannya menjadi sedikit berkabut.
Selain itu, dia menarik beberapa jenis properti bersamanya. Nia membawa ransel besar di punggungnya, meski terlihat seperti kosong dan datar. Dan kemudian di tangan kirinya, dia membawa sebuah koper seolah-olah dia akan pergi berlibur ke luar negeri. Tidak, bukan itu saja. Diperhatikan baik-baik, ada juga kereta ukuran kecil yang diikat ke koper dengan menggunakan beberapa sabuk yang terbuat dari karet.
"............. Uwah."
Shidou tersenyum kecut saat melihat penampilan Nia, yang mengabaikan keimutan dan daya tarik untuk dapat membawa barang bawaannya.
Setelah itu, Nia memperhatikan penampilan Shidou. Sambil melambaikan tangannya ke arahnya, suara *graak, graak * bisa didengar saat dia membawa koper bersamanya saat berjalan menuju Shidou.
"Halo-halo, Bocah. Selamat pagi. Ini adalah pagi yang menyenangkan "
"…………….Ah iya. Nia, bagaimana aku harus mengatakannya ............... Diperlengkapi sepenuhnya, ya? "
Setelah Shidou mengatakan itu, Nia membelalakkan matanya dengan terkejut. Kemudian, dia tertawa "Ehehe" saat dia mmengguncang bahunya dan mulai tertawa.
"Tidak-tidak, apa yang kamu bicarakan? Kita bahkan belum mulai membeli barang-barang, kan? "
"O-Ooh, kamu benar."
Shidou membalas dengan jawaban samar, dan kemudian suara Kotori terdengar berdering dari intercome di telinga kanannya.
"------------ Shidou, pilihannya sudah muncul."
Di dalam ruang kontrol sementara di fasilitas bawah tanah, awak kapal <Fraxinus> sudah berkumpul.
Komandannya, Itsuka Kotori duduk di kursi tengah, sementara wakil komandannya, Kannazuki Kyouhei berada tepat di belakangnya. Dan masing-masing dari enam anggota organisasi duduk di depan komputer, menatap monitor dengan serius.
Di monitor besar dipasang di dinding ruangan, sosok Nia yang berdandan tanpa daya tarik seks sama sekali ditampilkan di atasnya. Beberapa pilihan kemudian muncul di layar di depan mereka.
1.         [Pakaianmu terlihat sangat imut. Kelihatannya bagus untukmu.]

2.         [Pakaian apa yang kamu kenakan? Biarkan aku memilih yang baru untukmu.]

3.         [Hee ~ Kamu yakin memakai sesuatu yang berharga itu dan melepaskannya?]
Meskipun peralatan aslinya tidak ada di sini, pilihan yang muncul di ruang komando sekarang terhubung ke AL ​​dari <Fraxinus>, yang masih dalam perbaikan. Kemudian, mereka mulai memilih pilihan pada sistem.
"Semuanya, pilih pilihan kalian!"
Mengikuti perintah Kotori, semua anggota awak mulai mengoperasikan konsol di tangan mereka.
Segera, hasilnya ditampilkan di layar.
Nomor 1 memiliki suara terendah, sementara nomor 2. dan 3 bersaing satu sama lain.
"Hee, hasil yang mengejutkan. Aku tidak berpikir bahwa nomor. 1 Yang akan mendapatkan suara terendah. "
Kotori berkata sambil menggerakkan batang chupa-chup di mulutnya. Anggota kru yang duduk di kursi depan mulai menaikkan suaranya.
"Itu karena, sulit untuk dijelaskan, tapi pakaian Nia-chan sedikit .........."
"Kamu benar. Ini akan menjadi penghinaan sarkastik jika dia memuji bajunya. "
<Nail Knocker> Shiizaki dan <Deep Love> Minowa lalu mereka mulai melihat monitor sambil meletakkan tangan di pipi mereka.

Mungkin itu seperti apa yang mereka katakan; pakaian Nia tidak cukup menarik untuk diberikan pujian.
"Kalau begitu, bukankah nomor. 2 adalah pilihan yang baik? Awalnya mulailah dari kata-kata kasar, lalu ungkapkan sisi baikmu di balik kata-kata itu. Kamu bisa membangkitkan rasa ketertarikan dengan membantunya memilih pakaian untuknya. Jika kamu melakukan ini untuk seorang gadis, aku yakin mereka pasti akan jatuh cinta padamu. "
<Presiden> Mikimoto mengatakan bahwa sambil menunjuk jarinya ke atas. Namun, seseorang keberatan dengan pernyataannya. <Dimension Breaker> Nakatsugawa dan <Bad Marriage> Kawagoe meninggikan suara mereka.
"Tidak, tolong dipikir lagi. Nia-chan datang hari ini bukan untuk membeli pakaian! Manga, Novel Ringan, Action figure dan Blu-Ray! Dia datang untuk membeli barang-barang seperti itu! Pergi ke toko pakaian tidak lain adalah penyiksaan!"
"Itu benar. Selain itu, dilihat dari cerita yang kudengar dari Shidou-kun, dia jelas baik-baik saja dengan topik seperti itu. Ini akan bagus untuk mempersingkat jarak di antara mereka. "
"Fumu ................"
Mendengarkan pendapat semua orang, Kotori mengambil mikrofon yang terhubung dengan pendapatan Shidou.
"Shidou, nomor. 3 "
"............................"
Menerima instruksi semacam itu dari ruang kendali, Shidou mengerutkan kening. Meskipun dia sudah pernah berbicara dengan Nia sebelumnya, tapi tidak mungkin dia bisa mengatakan hal seperti itu padanya dalam sebuah pertemuan seperti ini, bahkan Nia mungkin terus berjaga-jaga untuk hari ini. Meski begitu, dia tidak mampu untuk tidak mengatakan apapun selamanya. Shidou menarik napas panjang, dia menatap Nia dan melihat ke seluruh tubuhnya, lalu dia menggosok dagunya dan berkata,
"H-Hee ~ Bukankah agar lebih layak pakai baju yang bisa dibuka?"
"Eh?"
Setelah itu, Nia membelalakkan matanya dengan heran.
"Uehehe, apa itu, Bocah? Apakah kamu berencana untuk melakukan itu padaku hari ini? Kupikir kau seorang herbivora dinilai dari penampilanmu~ "
Setelah mengatakan itu, Nia menusuk perut Shidou dengan menggunakan sikunya.
"Ahaha ...............tidak, bukan itu yang aku ..............."
"Eh? Apakah itu berarti kita harus melangkah sejauh itu untuk menyegel Reiryoku-ku? Tidak~, aku pikir kita hanya perlu bercuiman untuk menyegelnya. Oh, tidak ~ Sepertinya aku tidak mengumpulkan cukup informasi sebelumnya. Hei, tidak apa-apa kalau aku mengganti celana dalamku dulu? "
"E-Eeh !?"
Shidou mengangkat suaranya dengan histeris, Nia tertawa saat melihatnya.
"Hanya bercanda~, bercanda~."
Katakan itu, lalu Nia membuat suara *Pan-Pan * dengan memukul bahu Shidou.
Shidou merasa lega, ia santai sejenak sambil menunjukkan senyum masam. Tapi,
"Aku sudah memakai celana dalam keberuntunganku."
"Jadi itu bagian bercandanya!?"
Menanggapi kata-kata Nia, Shidou menjerit sekali lagi.
"Ahahahaha!"
Lalu, Nia tidak bisa menahan tawanya sambil menahan perutnya .......... Rupanya, itu juga lelucon.
"Ketegangannya cukup tinggi, ya~ ................"
Dari hasil itu, suara Kotori bisa terdengar.
"Tapi yah, sepertinya reaksi itu tidak buruk sama sekali. Kita akan terus melangkah seperti ini. "
"Y-Ya ...........Itu benar."
Shidou membalasnya dengan suara yang tak bisa didengar Nia.
Tapi, setelah menyadari keadaan Shidou, Nia mendekatinya, dan dia menatap wajah Shidou.
"Ng ~? Ah, mungkin kau sedang berbicara dengan ruang Komando? "
"Eh !? Tidak, itu- "
"Aku bertanya-tanya apakah benda terbang aneh itu benar-benar kamera. Hei ~, Kotori-chan ~, bisakah kamu melihatku~? "
Nia memberi isyarat *Peace* sambil melihat ke atas. Melihat tingkah lakunya yang aneh, semua pejalan kaki menatap Nia sejenak. Tapi segera mereka mengalihkan tatapan mereka segera saat mereka kehilangan minat.
"................... Yaa,aku bisa melihatmu De——kat~"
Setelah menerima tindakan seperti itu, kalimat semacam itu bisa terdengar berdengung di telinga Shidou ............. Namun, hanya dengan mendengar suaranya, Shidou bisa membayangkan ekspresi depresi Kotori.
Tapi itu sudah jelas. Lagipula, dengan kekuatan malaikat Nia <Rasiel>, dia bisa mengetahui apa yang akan dilakukan Shidou dan yang lainnya.
Membuatnya menjadi Dere saat kencan dan kemudian menyegel Reiryoku-nya, hal-hal itu telah diketahui oleh target. Meski sudah menyiapkan segalanya terlebih dahulu, lawannya sepertinya sulit ditaklukan.
Setelah melihat situasinya, Shidou menghela napas.
"....................... Dia menatapmu dekat sekali"
"Aah ~. Tidak ada satu kamera pun yang bisa dilihat sama sekali. Canggihnya Hi-tech~"
Kemudian Nia mengamati sekelilingnya untuk melihat-lihat kamera tersembunyi. Setelah itu, dia mengungkapkan kekagumannya dan membungkuk tubuhnya sebelum membuat suara "Yosh" setelah mengangkat tangannya ke udara. Lalu, Nia berbalik menghadap Shidou dan membungkuk padanya.
"Baiklah, tolong jagalah aku hari ini. Kamu bisa mencoba membujukku sesukamu. "
"A-Aah ............... Baiklah."
Dia mengatakan bahwa sambil menghadapinya secara langsung, membuat Shidou entah bagaimana merasa sangat malu. Shidou kemudian membalasnya kembali dengan wajah merah.
Namun, Nia sepertinya tidak memperhatikan hal ini dan hanya memandang ke arah kota.
"Kalau begitu ............... mari kita pergi ke Akiba lamaku."
Lalu, dia mulai berjalan sambil mebawawa koper.
"----------- Hei, aku akan membawa itu. Pasti sulit melakukannya sendiri. "
"Ah, benarkah? Yah~, Bocah, kamu benar-benar seorang gentleman~ "
Kemudian Nia membuat suara *Tsun-Tsun* mencolek lengan atas pemuda itu. Shidou tertawa saat mengambil koper dari dia.
Setelah itu, Nia membuka dan menutup tangannya yang kosong.
"Heh? Tanganku sudah kosong sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Apakah Kamu ingin berpegangan tangan? "
"Eh?"
Nia mengeluarkan kata-katanya dengan nada santai sehingga Shidou melebarkan matanya. Siapa yang mengira akan tiba-tiba ditawari hal semacam itu?
Setelah melihat reaksi Shidou, Nia menciptakan "wajah Aargh ----", lalu dia mulai memukul kepalanya sendiri dengan cara yang lucu.
"Maaf-maaf. Betul; di waktu ini seharusnya laki-laki yang mengatakan itu. "
"O-Ooh ......... Itu benar."
Shidou mengulurkan tangannya sementara entah bagaimana merasa malu.
"Nia ............ apakah kamu ingin berpegangan tangan?"
Setelah itu, Nia membungkukkan bahunya untuk beberapa alasan dan mengalihkan tatapannya.
"Eeh, tiba-tiba melakukan itu di pertemuan pertama kita, rasanya sedikit ........."
"Bukankah kamu yang mengatakannya dulu!?"
Shidou membalasnya dengan nada tinggi. Nia tertawa sambil menahan perutnya.
"Tidak~, hahaha, aku bercanda, bercanda."
Dan kemudian mereka berpegangan tangan. Karena Nia tidak memakai sarung tangan apapun, Shidou bisa merasakan dinginnya tangan Nia.
"Baiklah, ayo pergi."
"A-Aah."
Nia menarik Shidou dan saat itu mereka mulai berjalan di samping koper yang sedang dibawa.
Sebuah nada tinggi terdengar dari interkom yang menyalahkan Shidou untuk itu.
"Tunggu Shidou, kau seharusnya tidak dipimpin oleh seorang gadis!"
"Meskipun kamu berkata begitu ............."
Lalu, Shidou terus berjalan dengan wajah bingung. Nia tiba-tiba berhenti berjalan setelah mereka tiba di jalan tertentu.
Setelah itu, Nia melepaskan tangan Shidou dan mulai berlari maju. Di tengah jalan, dia menarik napas dalam-dalam.
"Ng ~! Sudah lama sekali~ Akiba! Aku kembali!"
Setelah mengatakan itu, Nia mulai melihat sekeliling.
"Seperti yang diharapkan, ada banyak hal yang telah berubah setelah sekian lama ~! Segarnya! "
"Bukannya kamu sudah tahu tentang perubahan dari <Rasiel>?"
Shidou bertanya sambil menggelindingkan kopernya, Nia membalas dengan suara kecil.
"Tidak, aku tidak ingin menggunakan <Rasiel> sebisa mungkin kalau bukan karena sesuatu yang penting."
"Eh? Benarkah? Kenapa begitu?"
"Ng~ ............"
Mendengar pertanyaan Shidou, Nia sepertinya ragu menjawab untuk beberapa alasan.
Namun, dia kembali ke mood yang biasa dan meletakkan tangannya di pinggulnya, lalu dia pergi *Ck,ck,ck*, sambil mengayunkan jarinya.
"Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya? Aku tidak suka dengan spoiler. Selain itu, ada perbedaan besar antara mengetahui semuanya menggunakan <Rasiel> dan melihatdan mendengar yang sebenarnya oleh diriku sendiri."
"O-Oh-Begitukah ..................."
"Iya begitu. ------------ Baiklah, ayo mulai dengan buku seperti yang direncanakan ................ "
Lalu Nia menghentikan kata-katanya; Dia mulai berpikir seakan mengingat sesuatu.
"Ah~ ............. Itu benar, ng~"
"Ng? Ada apa?"
"Tidak ada, hanya saja, bukankah kencan ini hadiah untukmu, Bocah? Jadi, kita tidak seharusnya memulainya dengan belanjaku dulu, kan? "
"Tidak, aku sama sekali tidak keberatan ............."
"Tidak ~! Itu tidak baik! Aku akan merasa tidak enak jika kita melakukannya. "
Setelah Nia mengatakan itu, dia mengambil tangan Shidou lagi dan mulai berjalan.
"Tunggu, k-kemana kita pergi?"
"Ehehe, itu sesuatu yang bisa kamu harapkan ~"
Setelah Nia tiba di jalan tertentu, dia menghentikan kakinya tepat di depan sebuah bangunan.
"Ya, ini di sini ~"
"Ini adalah……………."
"Ya, ini adalah Cosplay Shop."
"Kenapa!?"
Shidou mengangkat suaranya dengan histeris, dan kemudian Nia tertawa seolah dia menikmatinya.
"Apa itu ............... kamu mengerti, kan? Nah, ayo masuk, ayo kita masuk. "
"Wah ..............J-jangan mendorongku."
Shidou dipaksa masuk ke dalam toko sambil didorong oleh Nia.
Di dalam toko, ada pakaian warna-warni yang dipamerkan di berbagai bagian. Berawal dari kostum karakter anime, hingga kostum profesi, ada banyak kostum yang bisa mereka pilih.
Nia berkata "Ho-Ho!~* Dengan mata yang berkilauan, dan kemudian dia kembali ke Shidou dengan tiga kostum di tangannya.
"~Baiklah Kalau begitu, mulai memilih!"
"Eh?"
Nia berbicara dengan cara yang sama seperti Kotori saat dia memberi perintah kepada Shidou. Shidou mengangkat bahunya.
"Bocah, kostum mana yang kamu ingin aku memakainya!"
1.    Cosplay perawat
2.    Cosplay Pembantu.
3.    Valkyrie Misty Midnight Final From cosplay
------ Nah tentukan pilihanmu!"
Berteriak, Nia bilang *Tik-tik-tik ............. * Untuk membuat batas waktu suara.
Di tangan Nia, ada kostum perawat dan kostum pembantu, dan kostum mewah yang terlihat lebih terbuka.
"Eh, yah, Jika kamu bertanya tiba-tiba seperti ini............... Selain itu, bukankah yang terakhir dari genre yang sama sekali berbeda?"
"Shidou, untuk saat ini bermain saja bersama dengan Nia. Pilih saja sesuka hatimu! "
Dari interkom, suara Kotori terdengar.
"Sial! Terserah…………!"
Di tengah kebingungan, Shidou menunjuk kostum tertentu ke tangan Nia.
"Kalau begitu nomor.1! Yang nomor.1!"
"Nomor. 1, Ya?"
"……….Ya."
"Benarkah~Kamu tidak akan menyesalinya? "
"Y-Ya ..............."
"Kamu yakin tidak ingin memilih Midnight Final Form?"
"Tidak, jika kamu benar-benar ingin memakainya sendiri, lalu mengapa kamu memberiku pilihan itu sejak awal?"
Shidou mengangkat suaranya, lalu Nia melambaikan tangannya.
"Bercanda, bercanda. Sekarang adalah waktu pelayanan lagi ~ aku akan memakai kesukaanmu kalau begitu. "
"Bukannya aku benar-benar ingin melihatnya ......................"
"Apakah itu benar-benar karena itu? Kembali saat kau dirawat di rumah sakit, seorang perawat cantik mempermainkanmu, dan sejak saat hari itu kamu akan hasratmu akan bangkit kapanpun kau melihat pakaian putih perawat? "
"Bisakah kau berhenti membuat cerita karangan seperti itu?"
Teriak Shidou dan Nia merespons dengan tawa.
"Kalau begitu tunggu sebentar. Aku akan mengganti pakaianku. "
Nia pergi ke ruang ganti tepat di depannya sambil membawa kostum perawat di tangannya.
Setelah menutup tirai, suara pakaian gantinya bisa terdengar. Shidou merasa canggung; Dia mengalihkan tatapannya saat pipinya menjadi merah.
Setelah beberapa saat, Nia mengeluarkan suara.
"------- Ah, Bocah. Jika kau ingin mengintip, sekarang adalah waktu terbaik. Aku baru sadar saat aku melihat ke cermin; stoking yang baru setengah dipakai benar-benar super erotis. "
"Tidak, apa yang kamu bicarakan !?"
Mendengar kata-kata Nia dari balik tirai, Shidou berteriak.
"Eh~, tapi lihat, bukankah ini hebat? Sinergi tak terduga ini. "
Setelah Nia menyuarakan pendapatnya, sejenak, tirai ruang ganti dibuka dari dalam.
"Hah……………..!?"
Setelah situasi tak terduga, tubuh Shidou membeku.

Bagaimanapun, Nia masih belum selesai mengganti bajunya. Kostum perawat yang diakenakan masih belum dikancingkan, menunjukkan pakaian dalamnya. Apalagi, stoking setengah terpakai di kakinya, seperti yang dia katakan, terlihat super erotis.
"Hei~, bukankah ini erotis? Ini adalah penemuan baru."
"Lupakan itu, ganti pakaianmu dengan benar!"
Shidou berteriak padanya, dia menutup lagi tirai yang terbuka.
"Baiklah, karena aku sudah mencapai kuotaku, ayo kita kunjungi toko buku!"
".................. Y-Ya, ayo pergi."
Shidou membalas sementara keringat mengalir di pipinya ......... .. Entah kenapa, meski kencannya baru saja akan dimulai, Shidou sudah merasa sangat lelah.
Namun, Nia tidak memperhatikan keadaan Shidou. Dia meletakkan jarinya di dagunya dan sedang memikirkan sesuatu.
"Toko mana yang harus kita mulai ~? ~ Ah, hanya untuk referensi, mana yang merupakan faksi laki-laki? Mate? Gema? Tora? "
"Hah………………?"
Tiba-tiba ditanya, Shidou mengerjapkan matanya.
"Ah, bukan begitu. Maksudku Animate atau Gamers atau Toranoana. Ah mungkin, Melon Books, COMIC ZIN, atau Shosen Book Tower?"
"..................... Itu, boleh aku tahu, apa bedanya?"
"Ng ~, mereka sangat berbeda, kau tahu? Nah, pada dasarnya buku yang mereka jual sama, tapi masing-masing toko menawarkan bonus yang berbeda, bahkan iklan mereka juga berbeda. Entah itu tulisan tangan PoP atau sudut khusus sesuai dengan gagasan staf, mereka akan membuatmu selalu menantikannya. Jika kau menginginkan serial yang terbitnya sudah lama, ada beberapa rekomendasi bagus ............ ..Ah, Tora dan Melon juga menjual fanzine; mereka bahkan menyimpan stok untuk karya edisi terbatas dari kalangan tertentu. Singkatnya, keduanya wajib dikunjungi. "
Tiba-tiba, Nia menjadi sangat banyak bicara. Keringat jatuh di pipi Shido sambil berkata "A-begitukah......" untuk membalasnya.
"Kalau tidak ada pilihannya, kalau begitu kita akan pergi ke tempat terdekat. Tidak apa-apa? "
"Aah, tentu saja."
Setelah Shidou membalasnya, Shidou berjalan bersama dengan Nia.
Kemudian Nia menghentikan kakinya beberapa saat, dari stasiun, sebuah toko tertentu bisa dilihat dengan segera. Di toko depan, ada berbagai gambar karakter dari buku-buku baru yang semuanya berbaris dalam satu tumpukan. Ada manga, majalah permainan, majalah seiyuu, dan ada lagi yang tersebar di sekitar dinding
"Uwaaaa ..............aaaaaaaaaah!"
Ketika mereka masuk ke dalam toko, mata Nia melepaskan suar yang bersinar saat dia berteriak saat itu. Tiba-tiba, semua pelanggan yang berbelanja di dalam toko mulai melihat ke arah mereka karena terkejut
Namun, Nia bahkan tidak menyadarinya, dan dia mulai meraih manga dengan tangannya.
"Uwah, uwah, serius? Gaya menggambar Kasamura-sensei sudah berubah! Dan ini bahkan sudah di volume 25!? Waktu benar-benar berlalu begitu Ceeeeeeeeepat! "
Nia mengambil manga sambil menjerit karena gembira dan kemudian Nia melebarkan matanya karena terkejut seolah baru menemukan sesuatu.
"I-ini ........ karya baru Kurauchi-sensei!?"
"Ah, itu. Saat ini sekarang sedang serialisasi. Apakah kau menyukai seri Kurauchi-sensei? "
"Tidak, itu tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata 'suka'~, nyatanya, hidupku berubah karena [CHRONICLE] dari Kurauchi-sensei ~. Itu sebabnya aku ingin menjadi seniman manga sejak awal~. Tokiya adalah waifuku! Bahkan meskipun dia adalah karakter laki-laki, dia adalah waifuku! "
Setelah melihat perilaku aneh Nia yang mendadak, Shidou tersenyum licik
Meskipun Shidou sudah tahu bahwa [CHRONICLE] adalah serial terkenal dan dianimasikan ............. Tapi dia tidak seantusias seperti Nia.
Kemudian Nia menumpuk buku dan bersiap untuk membawanya ke kasir dengan wajah ceria.
"H-Hei, hei."
Setelah itu Shidou bergegas menuju Nia, dan dia mengambil setengah dari koleksi buku darinya.
"O-Ouh, maaf Bocah."
"Apa kau akan membeli semua ini?"
"Tentu saja! Karena DEM, aku belum pernah membaca apapun selama lima tahun ini. Karena aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, aku akan menikmati waktuku seharian penuh~. Ah, tentu saja aku tidak berniat membeli volume terbaru saja, aku akan mengumpulkan keseluruhan jilidnya, kamu mengerti? "
"O-Oh."
Keringat mengalir di pipi Shidou. Nia tersenyum sambil membayar buku-buku di kasir. Nia memasukkan buku-buku itu ke koper yang dibawa Shidou.
"Kalau begitu, ayo pergi ke lantai berikutnya, lantai berikutnya."
Setelah itu, Nia dan Shidou naik lift.
Dibanding lantai satu, lantai dua diisi dengan lebih banyak lagi buku. Tidak hanya buku terbaru dan sudut khusus yang sudah disusun, ada juga berbagai genre manga berbaris di rak buku.
"Lantai pertama pada dasarnya untuk buku yang baru dirilis. Kekuatan utamanya ada di sini ......... .Eh, fu-fuaaaaaaaah~. Yang ini sudah ini sudah rilis juga!? Aku harus membeli ini~ ............... "
"A-apa itu, tiba-tiba ............ Eh, itu-"
Shidou melihat buku itu di tangan Nia dan mengerutkan alisnya.
Namun dia tidak bisa melihatnya dengan jelas. Nia memegang satu salinan buku novel itu, tapi .......... Di sampul depan, ada ilustrasi dua pria cantik setengah telanjang dan saling bertautan. Ada judul yang ditulis di Obi yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Apa arti 'My Caleidbluf'?
"A-Ah ---- .................."
Meskipun Shidou tidak tahu setiap detailnya, dia sudah tahu genre seperti itu benar-benar ada. Reaksinya nampaknya sedikit terganggu olehnya sampai titik dimana ia kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata yang dapat dimengerti.
Saat melihat reaksinya, Nia menghela napas sambil tersenyum hampa.
"Fuh, mereka yang tidak memiliki sirkuit otome tidak akan mengerti ..............."
"............... Itu, kamu tahu cara yang tepat untuk menggunakannya ..................?"
"Tentu saja. Itu karena seorang profesional bisa menilai atribut suatu objek hanya dengan sekali melihatnya. "
Setelah mengatakan itu, Nia meletakkan buku itu untuk sementara dan menciptakan sebuah tanda 'peace' dengan kedua tangannya. Di antara jari-jarinya, dia melihat Shidou sambil berhenti sejenak.
Dan kemudian, dia sepertinya sedang menganalisis sesuatu.
Beberapa saat kemudian, dia membelalakkan mata dan melanjutkan kata-katanya.
"--------- [Oblivious - Sou-uke]"
"Hei, tunggu dulu, kamu baru saja mengklasifikasikanku sebagai apa!?"
Meskipun dia tidak mengerti dengan baik artinya, entah bagaimana dia merasa itu bukan sesuatu yang baik. Lalu, dia berteriak untuk protes pada saat itu juga.
"Ahaha. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Karena aku bukan ahli, tingkat akurasiku tidak tinggi pula. Pakar sesungguhnya bisa menemukan potensi tersembunyimu."
Meskipun Shidou tidak tahu apa yang dia maksud, Nia menjelaskannya dengan penuh percaya diri.                                                                                                                                         
Entah bagaimana membuat Shidou tidak bisa menolaknya; dia menghela napas.
"Tapi………. Nia memang memiliki ketertarikan yang besar; kamembaca buku dari berbagai genre. Barusan juga, kamu membeli manga shoujo dan manga bertema berat."
"Yah, karena aku sangat omnivora. Pada dasarnya tidak ada genre yang tidak bisa aku baca~. Kalau aku harus menjelaskan, aku menyukai sesuatu yang ditulis dengan gairah si penulis di dalamnya ."
"Gairah ................Hah."
"Ya-ya. Itu menakjubkan, kau tahu. Ini ada di dalam dunia fantasi, meski pada awalnya pangeran dan ksatria memberinya perasaan klise, tapi sebenarnya ini adalah cerita NTR. Gairah penulis [aku ingin menulis ini, apakah kau ada keluhan!?] dapat dirasakan~. Tidak~, adegan dimana Orpheus menjadi tawanan musuh dalam volume 3 sungguh hebat. Aku tidak pernah mengira itu bisa dimanfaatkan seperti itu......................."
Kemudian dia mengambil kembali buku yang telah dia tempatkan di rak beberapa saat yang lalu. Nia memulai pidatonya lagi. Shidou, yang tidak bisa benar-benar mengikutinya, hanya bisa membalas dengan “Begitukah ...............".
Menyadari keadaan Shidou, Nia meleletkan lidahnya.
"Aah, maaf-maaf. Mungkin masih terlalu dini untukmu, Bocah. Tunggu sebentar. Setelah aku selesai membayar ini, aku akan menunjukkan tempat yang menyenangkan untukmu. "
"Tempat yang menyenangkan ...............?"
Shidou memiringkan kepalanya, sementara Nia tersenyum. Dia membawa sejumlah besar buku yang baru saja dia pilih untuk dibayar di kasir.
Dan kemudian setelah berjalan-jalan keluar dari toko, mereka sekarang berjalan di sepanjang jalan. Nia berhenti di depan sebuah toko; nampaknya, ini adalah PC Shop.
"Lihatada disini."
"Ini ..............., aku tidak terlalu tertarik dengan PC atau sejenisnya ............"
"Aah, bukan itu-bukan begitu. Kemari."
Setelah Nia mengatakan itu, dia menarik Shidou dan membawanya ke toko.
Dan kemudian, mereka berhenti di sudut tertentu. Dia kembali ke Shidou.
"Ayo, pilih yang kamu suka, Bocah. Karena hari ini adalah hari istimewa, aku akan membelikan apapun yang kau inginkan dari barang-barang yang dipajang berjajar di sudut itu."
--------Kemudian, Nia menunjuk sebuah paket dengan seorang gadis yang mengenakan pakaian berbahaya yang diilustrasikan.
"I-ini adalah ......."
"Yep.Eroge."
"Aku masih murid SMA kelas dua!?"
"Eeh!? Murid SMA tidak bisa bermain eroge? "
"Dunia mana yang kamu tinggali?"
Shidou berteriak, sementara Nia pergi, "Budayanya berbeda ~!" Dengan wajah terkejut hiperbola.
"Begitu~…....Waktu telah berubah."
Nia mengatakan itu sambil mengangguk pada dirinya sendiri dan melipat tangannya, ekspresi wajahnya mulai berubah dengan segera.
"Tapi ~, Kamu juga sedikit tertarik, bukan? Eeh? Anak SMA. Dengan begitu banyak harta di depanmu, bukankah bagian tubuhmu mulai tak terkendali karena tergerak secara emosional? "
Nia menyeringai sambil mengatakan itu, dan kemudian dia menusuk tulang rusuk Shidou dengan sikunya.
"Tunggu ............ H-hentikan itu."
"Ehehe. Apa itu~. Ini seharusnya bukan sesuatu yang membuatmu malu. Bukankah hasrat seksual adalah salah satu dari tiga hasrat manusia terbesar selain nafsu makan dan tidur?"
"Meskipun itu benar, tapi tetap saja!"
"Tapi, meski manusia akan mati jika mereka tidak makan atau tidur, mereka tidak mati jika mereka tidak berhubungan seks. Keinginan seksual memang aneh, bukan? Meski meninggalkan keturunan cukup penting, mengapa termasuk dalam tiga kategori itu? Bukankah itu seperti orang terkuat dari empat raja surgawi yang tidak memiliki kekuatan khusus?"
"Tidak, bukankah kau yang mengemukakan tentang tiga hasrat terbesar manusia dari tadi?"
"Jika hasrat seksual benar-benar elemen penting dalam kehidupan, maka gadis perawan dan laki-laki perjaka di masyarakat harus dibebaskan."
"Itu yang kamu bicarakan sejak tadi!?
Teriakan Shidou, sementara Nia hanya menertawakannya.
"Ah~, maaf-maaf. Entah bagaimana aku melesetkan pidatoku ~ "
Nia mengatakan bahwa tanpa ragu sedikit pun, lalu dia menciptakan ekspresi wajah yang serius sambil memegang dagu dengan tangannya.
"................ Ngomong-ngomong, gadis seperti apa yang disukai Bocah? Naki-gē? Chuuni-ge? Ryoujoku-ge? "
"Tidak, seperti yang aku katakan ............"
Lalu, Shidou menggaruk kepalanya saat membalasnya; sebuah suara bisa terdengar dari interkom.
"Tunggu sebentar, Shidou. Pilihan baru saja muncul! "
"Sekarang!?"
Shidou mengangkat suaranya tanpa peduli bisa didengar oleh Nia atau tidak.
Beberapa saat setelah itu, mereka berdua belum makan siang, jadi mereka mengunjungi toko hamburger terdekat.
"Waa ~! Aku puas-aku puas. Aku benar-benar puas~"
"Aah. Meskipun ini adalah pertama kalinya aku mengelilingi Akiba selama ini, ini ternyata sangat menyenangkan."
Shidou menghela napas dan membalas balik Nia. Ngomong-ngomong, ransel yang dibawa Nia dan koper yang terus dibawa Shidou sudah penuh, beratnya beberapa kali daripada sebelumnya. Karena Action Figure dan benda-benda lain sudah mengisi kopernya, mereka harus memperluas dengan dengan melipat sabuk karet di sekitar koper.
Entah bagaimana, daripada terlihat seperti pembelanja, sekarang mereka terlihat seperti penjual.
Tapi tentu saja itu wajar. Bagaimanapun, setelah itu Shidou dan Nia pergi ke toko action figure dan mengunjungi beberapa toko buku yang menyimpan penjualan edisi terbatas. Di sana, Nia menghabiskan uangnya dengan bebas untuk membeli manga, novel ringan dan buku-buku material. Setelah itu, dia juga membeli beberapa disk Blu-ray Anime, Action figure tertentu, dan mereka bahkan pergi mengunjungi Hobby Shop untuk memeriksa versi terbaru permainan analog.
Tentu saja, bukan berarti Shidou hanya ditarik oleh Nia sepanjang jalan. Dengan dukungan dari <Ratatoskr>, dia melakukan beberapa tindakan untuk meningkatkan tingkat ketertarikan Nia, dan semuanya mendapat respon terbaik sebagai gantinya.
"Lihat~? Seperti yang diharapkan, harta harus dibeli dengan cara langsung~. Meski membeli secara online menggunakan mail order memang nyaman, tapi pada akhirnya sensasi yang kita rasakan tak ada bandingannya dengan membeli secara langsung. "
"Aah~ ............. entah mengapa aku bisa mengerti sedikit."
Shidou mengatakan persetujuannya sambil mengangguk padanya. ............ Yah, dalam situasi Shidou, apa yang mengambang di benaknya berhubungan dengan makanan. Meski pesanan yang dikirim ke rumahnya sangat nyaman, tapi berkeliling toko sambil memikirkan menu apa yang harus dia masak adalah satu hal yang selalu bisa dia nikmati.
"Ehehe, Bocah, kamu juga mengerti, ya. Sesuatu yang nyaman itu bagus, tapi tidak bisa melampaui sensasi yang berasal dari hal yang sebenarnya."
Setelah mengatakan itu, Nia tersenyum lebar.
Karena bergaul dengannya sepanjang hari, Nia ternyata memang suka tertawa.
Meskipun terkadang dia mengemukakan topik bahwa dia tidak tahu bagaimana harus menanggapi, tapi dia jujur ​​dan terbuka, dan dia merasa bahwa dia adalah seorang gadis yang baik. Melihat senyumnya, Shidou berpikir seperti itu dengan tidak sengaja.
Pada saat bersamaan, sensasi misi yang telah memudar mulai melayang kembali di dalam pikirannya dan semakin menguat pada detik berikutnya.
Benar, Shidou harus melindungi gadis ini tidak peduli apa yang terjadi.
Untuk melakukan itu, ia harus meningkatkan tingkat ketertarikannya dan menciumnya.
Dan kemudian, seolah merasakan perasaan Shidou, suara Kotori bisa terdengar dering dari interkom.
"---------Itu bagus. Lagi pula, sudah lama sejak kencan berjalan lancar, kan? "
Kotori berkata dengan bercanda.
Tapi memikirkannya dengan hati-hati; tentu saja (kecuali setelah penyegelan), dia belum pernah berkencan semulus ini sebelumnya. Tidak ada penurunan tingkat ketertarikan karena pilihan yang salah, juga tidak diserang olehnya. Dia hanya sekedar menikmati percakapan saat berbelanja. Sebenarnya, ini membuat Shidou melupakan misinya untuk sesaat.
---------Namun,
"............... !? Ko-Komandan Lihat----"
Seakan mengikuti atmosfer, anggota kru lainnya juga mengangkat suaranya.
"Apa yang terjadi, Minowa?"
"Silakan lihat tingkat nilai ini .......! Ini adalah grafik tingkat ketertarikan Nia-chan, tapi ............ .. Sepanjang hari ini, tingkat ketertarikannya tidak berubah dari nilai awal .........! Ini paling baik tingkat persahabatan .........! Bahkan jika dia menciumnya sekarang, mungkin dia tidak akan bisa menutup semua Reiryoku-nya! "
"A-apa yang kau katakan !?"
"Eh .........?"
Setelah mendengar kata-kata tak terduga dari hasil itu, Shidou menautkan alisnya.
Menyadari hal ini, Nia menjadi kaget dan mengubah ekspresi wajahnya.
"................Ah, mungkin, sesuatu terjadi pada Kotori-chan dan yang lainnya?"
"Eh? Tidak, itu-"
Setelah dia menebak dengan sangat tepat, Shidou tidak bisa menjawabnya kembali. Nia menggaruk kepalanya seolah bisa menerka semuanya.
"Ng~, mungkin aku benar? Tingkat ketertarikan. Kamu tidak bisa menyegelku jika tingkat rasa ketertarikanku tidak melampaui tingkat tertentu. "
"..................."
Shidou berhenti sejenak, dan berpikir "Bagaimana dia bisa tahu?" Pertanyaan seperti itu muncul dalam pikirannya. Tapi --------- Segera, dia ingat bahwa rahasia apapun tidak ada artinya di depan Nia.
"Baiklah .......... Kamu tahu, aku, tidak nyaman jika aku tetap hidup saat menjadi target, aku akan sangat menghargai jika kamu bisa menyegelku ......... .. Tapi seperti yang diharapkan, ini tidak ada gunanya. Maafkan aku; Aku membuatmu melewati tugas tak berguna ini. "
"A-Apakah aku melakukan sesuatu yang menyakiti perasaanmu?"
Setelah Shidou mengatakan itu, Nia menggaruk pipinya seolah ada sesuatu yang sulit diucapkannya, lalu dia terus ragu-ragu.
"Tidak ~ ............., Bukan itu. Ini lebih seperti itu karena ini masalahku sendiri ......... "
"Eh?"
Ditanyai balik, Nia tersenyum miris dan menjawab.
"------------Sebenarnya ..........Aku tidak pernah jatuh cinta dengan apapun kecuali dengan 2D ......."
"……………..Hah?"
Setelah mendengar kata-kata tak terduga tersebut, Shidou membelalakkan matanya dengan heran.

Referensi dan Catatan Penerjemahan
1.     Dōjin (同人) sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada karya amatir yang diterbitkan sendiri, termasuk namun tidak terbatas pada manga, novel, panduan penggemar, koleksi seni, musik dan permainan video.
2.     Hidangan makarel panggang, sering digunakan lauk yang digunakan dalam kotak bento.
3.         Animate, Gamers, Toranoana adalah semua toko anime asli di Akihabara, Jepang.
4.         Seiyuu adalah aktor suara Jepang.
5.         Waifu adalah karakter fiksi dari media visual non-live-action (biasanya anime, manga, atau video game) yang menarik perhatian dan mempertimbangkan hal yang penting lainnya.
6.        Game Otome adalah game video berbasis cerita yang ditargetkan ke pasar wanita. Ada sesekali yaoi genre yang terlibat dalam Otome di kali.
7.      Naki-ge adalah "permainan menangis / game cerita ", yang biasanya mengacu pada permainan dengan cerita-cerita menyedihkan yang bisa diselesaikan pada akhirnya.
8.         Chuuni-ge, mengacu pada chunnibyou. Ini adalah genre permainan dengan obsesi diri dan gelombang egotisme yang tiba-tiba yang terjadi pada remaja sekitar usia 14-16 tahun. Biasanya, mereka cenderung mengembangkan rasa dan keinginan yang berlebihan untuk kepentingan mereka sendiri.
9.         Ryoujoku-ge merujuk genre 18+ dimana NTR adalah kejadian biasa

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.