21 Agustus 2017

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 2 LN Bahasa Indonesia


AKIBA, AKU TELAH KEMBALI
(Part 2)
(Translater : Eri; Editor : Hikari)

Bagian 2
"Barusan, apa yang-"
Shido membuat wajah yang ragu-ragu dan menatap gadis di depannya.
Honjou Nia. Seorang gadis yang telah mengklaim dirinya sebagai seniman manga, Honjou Souji.
Shidou tidak sengaja menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lain. Namun, Shidou tidak bisa mengabaikan perkataan gadis ini setelah dia mendengarnya. Alasannya sederhana, karena dia yang mengetahui hal ini sangat mengejutkan Shidou.
Benar, gadis ini baru saja mengatakan ------------- (Roh).
Itu dia, sumber bencana di dunia ini, keberadaan itulah penyebab sebenarnya dari kejadian distorsi ruang tersebut.
Tapi keberadaan itu dirahasiakan, hanya beberapa orang yang diijinkan untuk mengetahui keberadaan mereka. Biasanya, mereka adalah pejabat pemerintah atau departemen kelas atas atau Pertahanan militer.
Apalagi, bukan hanya itu.
Tidak hanya gadis ini tahu tentang keberadaan Para Roh, dia juga tahu nama Shidou dan tujuannya untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang damai.
"Nia ............. Bagaimana kamu tahu tentang itu?"
Shidou bertanya dengan wajah waspada.
"Fufuf?”
Setelah itu, Nia melepaskan kacamata kerjanya dan kemudian dengan sigap menyisir rambutnya.
"Yah, aku juga heran kenapa, betapa misteriusnya itu, kan?"
"J-Jangan menghindari pertanyaanku! Kam, siapa kau !?
Saat Shidou menjawab dengan nada yang tinggi, Nia dengan santainya menjawab sambil melambaikan tangannya.
"Tidak perlu marah. Karena ~ aku akan memberitahumu dengan benar. "
Setelah menjawabnya dengan nada ringan, dia memanggil sebuah nama.
"--------- <Heavenly Raiment – Yod>"
"A-Ap ............ !?"
Shidou menahan napas.
Saat Nia memanggil nama itu, sebuah cahaya mulai mengelilingi tubuhnya, dan kemudian tubuh Nia terbungkus cahaya.
"Ini adalah……………."
Tiba-tiba Shidou mengeluarkan suara sambil menyipitkan matanya.
Tidak diragukan lagi. Tidak ada salahnya. Ini adalah----------
"Astral Dress!?"
Cahaya itu telah mewujud menjadi Gaun Astral. Armor sempurna yang selalu dipakai roh, itu dia. Reiryoku yang tebal telah berubah menjadi pakaian yang bercahaya.
Cahaya itu langsung membungkus tubuhnya. Pakaian pembantu yang sebelumnya dikenakan Nia sekarang sudah benar-benar berubah bentuknya.
Cahaya transparan terlihat seperti ilusi. itu adalah gaun astral yang di Desain silang memberinya titik penting, dan kepalanya ditutup dengan selubung. Entah bagaimana, penampilannya terlihat seperti biarawati.
"Hanya dengan ini kamu sudah mengerti, kan?"
Nia membuka bahunya dan memperlihatkan senyuman tak gentar.
Shidou melihat penampilan Nia dari atas kepala ke ujung kaki. Dia mengeluarkan suara gemetar.
"Nia, apa kau ..............Seorang Roh?"
"Ya~ Nah, kalau ada manusia yang bisa melakukan hal seperti ini, sejauh yang aku tahu tidak yang bisa."
Setelah mengatakan dengan nada bercanda, Nia tertawa.
Namun, melihat reaksi Shidou, dia melihat Shido masih gemetar mendengar apa yang terjadi. Hal itu membuat Nia tidak puas dan dia meletakkan tangannya di pinggulnya dan mulutnya membentuk "".
"Apa ini ~ Tidak ada reaksi sama sekali? Bahkan setelah aku berubah seperti ini, itu hanya membuatku terlihat seperti orang bodoh. "
"................Eh?"
Shidou menggaruk pipi menanggapi nada bicara santai Nia. Kedengarannya sama seperti sebelumnya. Dia bisa merasakan bahwa ketegangan tinggi yang telah memenuhi ruangan mulai lenyap.
"Aku mengira kamu akan berkata [A-Apa-apaan ini?], Atau sesuatu seperti itu. Atau mungkin kamu akan mengubah polamu menjadi *Deg! * saat melihat sosok seorang gadis yang tiba-tiba mengubah dirinya seperti ini! Dan ngomong-ngomong, bukankah menurutmu Astral Dressku ini sangat erotis? Lihat saja celah di sini dekat sendi kakiku. Seluruh gaun dibuat dengan bahan misterius semi transparan yang benar-benar menampilkan garis tubuhku. "
Sambil mengucapkan kata-kata ini, Nia berpose dengan mengangkat kaki kirinya ke kursi di dekatnya. Dari samping, Shidou bisa melihat paha Nia dengan jelas melalui potongan celah itu. Wajah Shidou juga menjadi merah dan dia mengalihkan pandangan darinya.
"..................... Tch!"
"Ah ~ itu, yang itu! Reaksi itu ~ Ehehe. Tidak apa tidak apa ~ bocah. Mungkin kamu punya minat khusus dengan kaki? Aku mengerti~ Kamu masih muda, jadi tidak apa-apa kalau sedikitserakah~"
Nia mengayunkan tangannya seakan berusaha memancing Shidou. Meskipun pakaiannya terlihat seperti biarawati yang taat, kepribadiannya sangat berbeda dari penampilannya.
"....................Aah, sudah cukup!"
Shidou menggaruk kepalanya karena kesal, lalu dia kembali menghadap Nia lagi.
"Berhenti mempermainkanku! Aku masih bingung dengan situasi saat ini. Nia, aku sudah mengerti bahwa kamu adalah Roh. Tapi bagaimana kamu tahu tentang aku? Itu, a---aku membujuk Roh. "
"Aah, yang itu?"
Setelah Shidou bertanya, Nia menurunkan kakinya dari kursi, perlahan dia mengangkat salah satu tangannya di depan tubuhnya.
"Meskipun aku tidak terlalu suka memberikan bocoran karena profesiku, tapi aku akan membuat pengecualian untuk saat ini."
Setelah itu, seiring dengan gerakannya, dia menggerakkan bibirnya ------- Tiba-tiba, dia memanggil namanya.
"<Tome of Revalation – Rasiel>"
Begitu dia memanggil namanya, sesuatu muncul di tangan Nia,dan itu adalah sebuah buku.
Ini adalah buku besar yang terlihat seperti Kitab Suci. Sampulnya terbuat dari bahan misterius yang bukan kulit atau logam. Sama seperti gaun astral Nia, buku ini memiliki desain salib yang tertera di atasnya.
"Itu ......... malaikat?"
"Benar. Malaikatku <Rasiel>, 'malaikat mahakuasa yang mengetahui segala sesuatu di dunia ini'."

“Ap..........”
Mendenger kata-kata Nia, Shidou menautkan alisnya.
“Mahatahu.................? Apa artinya itu?
“Ya, bahkan jika kamu bertanya padaku, ini seperti membaca sebuah buku. <Rasiel> bisa memberitahukan padaku tentang apapun di dunia ini. Bahkan bisa tahu apa saja yang terjadi di dunia ini. Dan juga tahu apa yang sedang mereka lakukan. Contohnya ------Benar, pada saat kamu selesai berbelanja, aku tahu kamu akan melewati jalan itu.”
“Apa?-“
Shidou mencondongkan kepalanya setelah mendengar perkataan Nia.
Nia menemukan reaksi yang cukup lucu, jadi dia terkekeh dan tertawa.
"----Jangan katakan padaku, kamu benar-benar berpikir bahwa pertemuan kita hanyalah sebuah kebetulan belaka? Kamu bertemu dengan seorang gadis yang tergeletak di jalanan dan secara kebetulan kemudian kamu merawatnya, dan juga kebetulan gadis itu sebenarnya seorang Roh. Apa kamu benar benar berpikir sesuatu seperti itu akan terjadi? Tidak-tidak, umumnya berpikir sesuatu seperti itu tidak mungkin, 'kan? Jika itu aku, aku tidak akan membuat prolog semacam itu untuk sebuah cerita. "
"............... Dengan kata lain, kamu tahu bahwa aku akan membantumu, jadi kamu pingsan di sana dengan sengaja?"
"Yah, bisa dibilang begitu."
Nia menjawab sambil mengangguk berlebihan. Shidou menjadi gelisah setelah mendengar kata-katanya.
"............ Lalu, apakah kamu juga mengizinkanku membantu manuskrip itu untuk suatu alasan—"
"Ah, yang itu aku benar-benar butuh bantuanmu."
"Jadi, tidak ada alasan!?"
Shidou berteriak padanya. ...............Tidak, jika ada makna tersembunyi di balik perbuatan tersebut,  maka pasti akan ada sesuatu yang mengerikan. Entah bagaimana, dia merasa seolah terjatuh dari pesawat atau semacamnya.
Namun, itu berarti sebenarnya, sejak awal Nia mengajak Shidou ke kamarnya karena dia sudah tahu tentang dia. Shidou menggelengkan kepalanya untuk menenangkan pikirannya sebelum kembali ke Nia lagi.
"Karena itu --------- Nia. Apa tujuanmu yang sebenarnya? Kenapa..........aku ada di tempat ini? "
Ditanyakan seperti itu, wajah Nia terlihat begitu tenang dibandingkan dengan Shidou. Lalu, dia membalas dengan nada ringan sambil mengangkat bahunya.
"Tidak perlu khawatir. Ini bukan seperti aku tidak punya urusan tertentu denganmu. Tapi jika kamu benar-benar ingin tahu mengapa, bocah, aku hanya ingin melihatmu dengan mataku sendiri. Beberapa Informasi yang aku tahu tentangmu yang aku dapatkan dari <Rasiel>. Namun, masih belum cocok kalau belum bertemu dengan orangnya langsung."
Nia menyentuh sampul depan <Rasiel> dengan ujung jarinya dan kemudian buku itu mengambang di udara, dia kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Dan kemudian ------- Itu benar, aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu."
"Terima kasih……..?"
Shidou mengangkat bahunya dengan heran. Mungkin benar bahwa Shidou sudah membantu Nia, tapi itu semua sesuai rencana Nia. Hal itu membuat ceritanya terasa aneh.
Melihat cara berpikir Shidou, Nia menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan pikiran tersebut.
"Aah, bukan begitu. Bukan yang itu. Itu karena kamu menyelamatkanku di awal bulan ini."
"Eh?"
Shidou berhenti sebentar.
Tidak diragukan lagi. Ini adalah pertama kalinya Shidou bertemu dengan Nia. Selain itu, di awal bulan ini, Shidou telah kehilangan kendali atas Reiryoku-nya karena jalannya menjadi sempit. Sebaliknya, inilah saat di mana dia diselamatkan oleh semua orang.
"Heee, kamu tidak ingat? Dengar, kamu menjawab panggilanku saat itu, dan kamu menembak pesawatnya untukku, bukan? Berkat dirimu, aku bisa melarikan diri. "
"Panggilanmu ............. Itu, ah-"
Setelah mengatakan itu, bahu Shidou mulai bergetar.
Memang benar bahwa pada saat itu kesadarannya kabur dan dia tidak ingat jelas apa yang terjadi Namun, dia ingat ada yang memanggilnya dia saat itu. Karena itulah dia melepaskan Reiryoku-nya.
"Itu berarti itu adalah panggilanmu ........? Tapi transportasi ........ "
"Aku terkunci di dalam pesawat pengangkut, pesawat transportasi DEM Industry."
"............! DEM!? "
Mendengar nama tak terduga itu, ekspresi wajah Shidou menajam. Deus Ex Industri Machina. Markas besarnya dibangun di Inggris. Tidak seperti Kotori dan yang lainnya dari <Ratatoskr>, tujuan utama organisasi ini adalah menangkap Roh. Sebenarnya, Shidou dan yang lainnya sudah beberapa kali menghadapi mereka.
"Kenapa Nia ada di dalam transportasi DEM .......?"
Melihat Shidou bertanya padanya dengan tatapan serius, Nia menjawab kembali dengan sebuah nada datar.
"Ng -----? Itu karena, aku ditangkap oleh orang-orang itu tentu saja. Tidak, aku dikunci di dalam ruang bawah tanah untuk waktu yang lama. Gara-gara itu seluruh tubuhku terasa kaku. Dan yang paling mengerikannya aku harus menghiatuskan seri mangaku untuk waktu yang begitu lama.”
Sambil mengucapkan kata-kata ini, dia memasukkan tangannya ke topi untuk menggaruk kepalanya.
Mendengar nada santainya, Shidou hampir mengabaikan apa yang baru saja dia katakan. Namun, Shidou mulai memahami kalimatnya segera dan melebarkan matanya dengan terkejut.
"Ditangkap? Oleh DEM ......!? "
"Iya. Itu benar~ Aku pikir sudah 5 tahun yang lalu? Nah, siapa lagi, gadis sakit itu?"
Selanjutnya, Nia menunjuk ujung jari tangan kirinya untuk menyentuh sampul depan <Rasiel> dengan lembut.
Setelah itu, <Rasiel> bergetar sedikit untuk menunjukkan bahwa buku itu bereaksi kembali. Halaman bersinar samar dan dengan sendirinya membalik halamannya sendiri.
Nia melihat-lihat halamannya, lalu *Pong! * dia bertepuk tangan.
"----- Aah, itu benar. Ellen. Ellen Mira Mathers. Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat melawanya. Aku dihajar dengan serius olehnya. Dia menunggu untuk menyergapku dan tiba-tiba dia *Dong! * dan menyerangku”
"Ellen."
Mendengar namanya, wajah Shidou semakin tegang dan matanya menajam.
Ellen Mira Mathers, eksekutif puncak Industri DEM dan penyihir terkuat diantara semua manusia. Dia dan teman-temannya ditakdirkan untuk menjadi musuh Shidou dan <Ratatoskr>. Tentu, hanya dengan menggunakan kekuatannya sudah cukup untuk menangkap seorang Roh.
"A-apakah kamu benar-benar ......... baik-baik saja?"
"Ng--, sebenarnya aku tidak bisa mengingat dengan baik. Mereka mengikatku ke berbagai mesin dan semcamnya. -Ah, tidak, biar kuluruskan. Ada satu hal yang benar-benar keras yang mereka lakukan kepadaku. Saat itu, orang-orang itu tidak mengizinkanku untuk menggambar manga sama sekali. Ayolah......Jika aku tidak memegang pulpen dalam waktu yang lama seperti itu, maka teknik menggambarku akan menjadi buruk. Bagaimana bisa mereka mengkompensasinya jika penjualan manga menurun? "
Nia melipat tangannya dengan nada kesal saat dia mengatakan itu. Shidou menautkan alisnya sebentar. Meskipun orang ini terlibat dalam masalah serius........... untuk perusahaan tiada bandingan dan tak berperasaan seperti DEM untuk memperlakukannya seperti itu bisa dianggap sebagai cukup lembut Lagipula, masih ada satu hal yang masih menempel di benaknya. Shidou berbalik kembali ke Nia dan bertanya,
"Singkatnya, Nia. Malaikatmu bisa tahu segalanya, bukan? Lalu kenapa kamu tidak tahu tentang penyergapan itu...... "
Setelah Shidou bertanya, Nia menunjuk ujung jarinya dan mengayunkannya untuk menolak pertanyaannya.
"Ah, tidak~. Bukan begitu cara kerjanya. "
"Apa maksudmu dengan bukan ...........?"
"Meskipun <Rasiel> ku memang benar adalah malaikat yang mahatahu; pada akhirnya, aku hanya bisa  mendapatkan informasi yang ingin aku ketahui. Itu bukan berarti aku mampu mengetahui semua itu akan terjadi di masa depan, ataupun memperingatkanku kapan pun kalau ada bahaya di sekitarku. Singkatnya, aku tidak bisa menghindari sesuatu yang aku tidak tahu. Ini sangat mirip dengan mesin pencari yang hebat."
"Aku pikir ............. Aku bisa mengerti sekarang."
Shidou menelan air liurnya, sepertinya percaya pada apa yang baru saja dijelaskan Nia.
"Meskipun aku mengira itu adalah kemampuan yang luar biasa ........... Ini juga memiliki batas tersendiri, ya."
Lalu Nia "Fuun?" dan menyipitkan matanya.
"Bukankah aku sudah mengatakannya, bocah? Saat ini, kamu tidak tahu bahwa <Rasiel> ku memiliki kemampuan lain."
"Eh ............?"
"Segala sesuatu yang kau tulis di <Rasiel> akan menjadi sebuah kebenaran. Di sisi lain, itu berarti- "
Nia menciptakan senyuman tak gentar, perlahan dia mengangkat tangan kirinya di atas kepala. Setelah itu, dia menggunakan jarinya untuk mengambil hiasan yang menempel di kerudungkepalanya. Kemudian, tepian hiasan yang tersembunyi akhirnya bisa dilihat, bentuknya yang penuh dekorasi terlihat mirip dengan pena.
Lalu Nia memegang pulpennya dan mulai menggambar sesuatu di halaman <Rasiel>, yang mana masih mengambang di udara.
"............"
"............"
"............"
"............ Itu ... apa yang kamu lakukan?"
Beberapa menit kemudian, Nia yang masih belum menyelesaikan pekerjaannya, mengeluarkan suara.
"Tunggu. Tunggu sebentar. "
Nia menjawab dengan serius, lalu terus menggambar sesuatu di halaman itu lagi.
Dan beberapa menit kemudian setelah itu,
"-----------Baik. Aku rasa ini sudah cukup. "
Nia menunjukkan wajah yang bertekad. Dia mengembalikan penanya ke tempatnya semula, Nia mengetuk ujung jarinya *Tong* di atas <Rasiel>  Tidak lama setelah Nia melakukan itu, <Rasiel> mulai bersinar dengan cahaya redup.
"A-apa itu?"
"Kamu akan segera mengerti. Lihat, ini akan segera dimulai. "
"Eh? E, Uwaah !? "
Shidou langsung berteriak pada saat itu juga.
Tapi itu wajar saja. Bagaimanapun, tubuhnya bergerak melawan keinginannya.
"A- Apa ini !?"
Aah~, Benar-benar. Di sini-di sini. "
Mengucapkan kata-kata itu, lalu dia berbaring di tempat tidur. Setelah itu, Shidou menungganginya pinggangnya dan mulai memijat pinggang Nia dengan terampil menggunakan kedua tangan.
"Aah ~ ................ Di sana ... di sana. Ini terasa enak ~ "
"Tu-tunggu sebentar! Apa ini………..!?"
Sementara Shidou mencoba untuk memprotes, tangan Shidou tiba-tiba bergerak sendiri dan mulai menggosok pantat Nia.
"Kyaa! Bocah, kamu sangat genit! "
"T-tidak, barusan bukan aku—!"
Shidou berteriak dalam nada tinggi. Kemudian, Shidou mendapatkan kembali kemampuan untuk menggerakkan tubuhnya kembali. Dia melompat mundur dari tempat itu, "Haa-haa * Dia menghela napas sambil sementara mengguncang bahunya
Setelah melihat reaksinya, Nia mengangkat tubuhnya dan kemudian mulai tertawa.
"Ya, singkatnya, seperti ini."
Dan lalu dia menepak sampul depan <Rasiel> dengan pelan, berniat untuk menunjukan halaman kepada Shidou.
Di halaman itu, ada ilustrasi yang mirip dengan manga yang Nia gambar beberapa saat yang lalu. Selanjutnya, ada karakter yang menyerupai Shidou dan Nia yang digambar, Tidak hanya itu, ada juga yang gambar detail yang bahkan mirip dengan apa yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu.
"I-ini .........."
"Menggambarkan masa depan. Aku sudah mengatakannya, kan? Segala sesuatu yang tertulis di <Rasiel> adalah sebuah kebenaran. ----Benar. Misalnya, sesuatu yang baru ditulis di atasnya juga. "
"...........!? A-Apa yang kamu katakan .........?!? "
Shidou mengeluarkan suara terkejut. Tentu saja dia akan melakukannya. Jika sesuatu seperti itu benar-benar ada, itu berarti Nia bisa menciptakan masa depan sesuai keinginannya. Itu bahkan bukan sesuatu pada tingkat yang mengerikan lagi, tapi pada tingkat Tuhan sebagai gantinya.
Namun, ada sesuatu yang muncul di benak Shidou.
"............. Lalu kenapa dengan manga? Tidakkah lebih cepat jika kau menuliskannya?"
"Ng ~, karena jika aku melakukan itu, aku tidak bisa memahami perasaan itu dengan baik. Tapi, jika aku punya waktu untuk membuat kejadian beberapa detik hanya dengan menggambar di buku ini, aku lebih suka menggunakan waktu luang untuk bekerja. Itu tidak praktis sekali kamu mengerti?"
"………………Err."
Shidou sepertinya tidak terlihat pecaya padanya. Saat ini, untuk berpikir bahwa dia memiliki kekuatan yang tingkat mencapai titik di mana dia bisa mengendalikan dunia ...........Mengapa ada masalah seperti itu hanya lewat filter Nia? Tampaknya, dia tidak berpikir ini masalah yang serius sejauh ini.
Dilihat dari pemikiran Shidou, Nia menciptakan wajah yang menunjukkan ketidakpuasan.
"Ah. Kau menciptakan wajah yang seakan kau menatapku rendah lagi. Kalau kau masih melakukan itu, maka aku penasaran apakah aku harus menunjukkan ini juga ~ Tentang betapa menyeramkannya mengetahui semuanya sudah terjadi di masa lalu. "
"Eh ..............?"
Mendengar kata-kata Nia, Shidou menautkan alisnya. Setelah itu, Nia melakukan hal serupa dengan yang sudah dia lakukan sebelumnya. Dia mengetuk halaman depan <Rasiel> dan halaman-halamannya mulai membalik lagi.
Lalu, dia melihat halaman itu dan meletakkan tangannya di dagunya.
"Fufufu ............. Aku lihat. Instant Lightning Blast?Hee, bukankah itu keren? "
"Bhu ..........!?"
Kata-kata tak terduga keluar dari mulut Nia, Shidou terbatuk-batuk karenanyaKalau dipikir-pikir, itu adalah jurus terakhir yang dibuat Shidou saat dulu.
Nia, terus membaca halaman sambil tertawa cekikikan.
"Ah, aku menemukan karakter aslimu. The Black-Clothed Fighter Lieven, eh? Ah, aku setuju. Hitam itu keren bukan begitu. Ah, tapi jika kamu akan membuat cerita dengan dia sebagai karakter utama, aku menyarankan untuk memberinya titik lemah bahwa pembaca bisa bersimpati dan dengan menambah ketegangan pada ceritanya. Aku juga berpikir mungkin karena usiamu itu, kamu merasa malu menggambar karakter wanita. Tapi kamu juga harus lebih memikirkan settingan utama gadis itu, karena karakternya akan langsung dikaitkan dengan penjualan. "
"Tolong jangan beri aku pendapat dari pandangan seorang prooooooooooo!?"
Shidou menggaruk kepalanya dan membungkukkan badannya sambil menangis. Memikirkan akan mengalami orang lain belajar tentang karakter asli yang ia ciptakan. Dia merasakan sakit yang serupa dengan ditusuk oleh pisau yang tak terlihat.
Shidou tetap berada di tempat itu untuk sementara waktu, *Haa-haa * dia bernafas berat saat mencoba berdiri.
Lalu, Nia membuat senyum kemenangan.
"Bagaimana? Tentang kekuatan mengerikan <Rasiel> apakah kamu sudah mempelajari pelajaranmu?"
"…………….Iya. Ini sangat hebat. Aku sangat menyesal telah meremehkannya. "
Shidou menunduk sambil meminta maaf, Nia terlihat sangat puas.
"Baik. ------ Nah, seperti yang aku katakan sebelumnya. Berkat dirimu, aku bisa melarikan diri dan melanjutkan serialisasi lagi. Aku benar-benar bersyukur untuk itu. "
Nia menatap langsung mata Shidou dan melanjutkan
"------ Tapi, ya, aku pikir kau dan yang lain tidak akan puas dengan ini saja dan kemudian ucapkan selamat tinggal. <Ratatoskr> ......... Benar? Kamu menyelamatkan para Roh dengan membuat mereka ada di sana. Ini cukup menarik, bukan begitu? Bukankah itu berarti kamu harus membujukku juga?"
"Itu ................"
Mungkin, itu benar. Meski Nia terlihat seperti seorang Roh yang sudah terbiasa dengan masyarakat, mereka masih belum tahu kapan dia akan menciptakan gempa ruang angkasa. Terus terang, Shidou juga ingin agar Nia mendapat perlindungan di bawah <Ratatoskr>.
Lagi pula, dia telah tertangkap oleh DEM satu kali, dan masih ada satu masalah tersisa. Bagaimanapun juga, tidak ada jaminan bahwa dia tidak akan ditangkap oleh DEM lagi. Itu juga sangat berbahaya meninggalkan sorang gadis sedirian.
Memahami apa yang saat ini Shidou pikirkan dari penampilannya, Nia mengangguk secara berlebihan.
"Seperti yang diharapkan, seperti yang diharapkan. Seperti yang aku katakan itu cukup lucu. Sebuah organisasi rahasia terasa sangat menarik----- Selain itu, aku sudah mengatakannya, bahwa aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu, Bukan? Itu sebabnya; aku akan memberimu satu kesempatan sebagai rasa terima kasihku. "
"Kesempatan -------- Kamu bilang, ah ........."
Shidou membuka matanya lebar-lebar. Lalu dia ingat apa kata Nia tadi.
Benar. Nia mengatakannya sendiri. Karena sekarang naskahnya sudah selesai, dia pasti punya hari libur
"Tapi, tempatnya harus Akiba. Aku tidak akan mengubah keputusanku yang satu ini, oke? Karena aku sudah terkunci selama lima tahun, tubuhku sudah rindu akan 2D. Gejala akibat penarikan diri dari masyarakatku sangat buruk. Aku menggigil karena ingin membaca serial ini dan manga itu, juga karya baru dari penulis ini dan penulis itu.”
Nia memeluk bahunya sendiri sambil mengatakan hal tersebut, lalu *Kata-Kata * dia mengguncang badannya dengan sengaja.
"Setelah aku menyelesaikannya,  aku harus mengerjakan seri berikutnya, karena aku akan sibuk di Comico pada akhirTahun, saat itu aku harus menyediakan beberapa waktu luang untukmu, jadi Kamu bisa memiliki rasa terima kasihku.. Karena aku cukup populer, kau tahu? "
Nia mengangkat ujung jarinya. Keringat datang mengalir dari pipi Shidou.
"Co-Comico?"
"Comic Colosseum. Itu acara doujin dimana mereka memajang dan menjual doujinshi Tidak, aku pikir aku tidak dapat berpartisipasi karena aku tidak menyewa tempat tahun ini, Tapi ada seseorang yang sudah menyewa tempat itu tapi tidak bisa datang karena mendadak sakit, dan orang itu menyewa tempat itu untukku. Aku masih memiliki naskah yang aku gambar sebelum aku ditangkap oleh DEM. Yaa~, aku juga belum berpatisipasi di Comico untuk waktu yang lama ~ "
Nia melipat tangannya, saat ia mengangguk pada dirinya sendiri sambil memikirkan hal itu. Lalu, dia memperhatikan bahwa Shidou tertinggal dalam percakapan ini.
"Aah, maaf-maaf. Dengan kata lain, ini seperti itu. "
Nia menunjuk pada dirinya sendiri dengan ibu jarinya di dada.
"----- Aku akan memberimu kesempatan. Jika kamu bisa membuatku jatuh hati padamu, maka lakukanlah. "
Seiring dengan tindakan itu, Nia mengangkat ujung bibirnya. Setelah  mendengar kata-kata percaya dirinya, Shidou menelan ludah.
"................!"
"Tentu saja, aku tidak akan mencari tahu tentang strategimu, jadi jangan khawatir. Aku tidak suka menciptakan spoiler untuk seseorang, dan aku jaaaaaaauh lebih tidak suka  mendapatkan spoiler dari seseorang. Itu sebabnya buat strategi dengan ........Err. "
Halaman-halaman dari <Rasiel> membalik saat mengikuti gerakan mata Nia.
"Aah, ya-ya. Kotori-chan, menjadi komandan di usia 14 tahun benar-benar mengesankan. Silahkan, jangan ragu untuk membuat rencana yang tepat dengan adik perempuanmu. Tapi bagaimanapun, sekalipun aku yang mengundangmu, sangat sulit membuatku jatuh cinta padamu. Silakan datang dengan persiapan terbaikmu~"
Lalu, Nia tertawa *Ahaha* sambil melambaikan tangannya.
"-----Nah, ayo akhiri percakapan untuk hari ini. Aku juga harus menyelesaikan naskahnya, dan bukankah bocah juga harus memasak makan malam untuk semua orang? "
"Ah ---- Nia."
"Baiklah. Mari lanjutkan pembicaraan di hari yang dijanjikan. Aku akan memberitahumu tempat dan waktunya nanti. ----Ah. Apakah boleh jika aku mencari alamat posmu sendiri? "
"A-Aah ... .. tidak apa-apa kok."
"Begitu. Terima kasih~. Baiklah, sampai jumpa lagi~. Aku sangat menantikannya~ "
Sebelum Shidou bisa mengungkapkan pendapatnya dalam percakapan ini, Nia sudah mengakhiri percakapan dan mendorong Shidou keluar dari kamarnya.

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.