21 Agustus 2017

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 1 LN Bahasa Indonesia


AKIBA, AKU TELAH KEMBALI
(Part 1)
(Translater : Eri; Editor : Hikari)

Bagian 1
*Kata-Kata* suara kecil itu berasal dari deru gigi mereka. Tidak ada waktu lagi.
Tapi suasana di tempat ini tidak rendah sama sekali. Memang benar tempat diluar sana itu di selimuti cuaca dingin di bulan Desember, namun suhu di sini cukup hangat karena kantornya ditutupi kaca yang tebal dan dilengkapi dengan AC. Karena itu suhunya tetap terjaga, untuk semua orang yang berada disini
Meski begitu, Knox tidak bisa menghentikan tubuhnya yang gemetar. Tangan dan kakinya, yang ditutupi perban dan plester, juga gemetar. Secara berangsur-angsur, ia menarik napas panjang.
Walaupun, tidak seperti Knox yang tidak tahu apa yang terjadi di sini. Di sebelahnya adalah Burton bawahannya, yang juga terbungkus perban dan ekspresi wajahnya tampak sama gugupnya dengan wajah Knox. Alasannya sederhana.
".............Uhm."
Tepat di depan mereka, ada seorang pria duduk di kursinya Dia menurunkan penglihatannya ke dokumen di tangannya.
".....................!"
"-------------!"
Dengan sedikit gerakan pria itu, keringat mulai mengalir dari kepala Knox dan Burton.
Pria itu dibantu oleh wanita berambut pirang abu yang penampilannya bisa menarik perhatian setiap pria. Ekspresi wajahnya setajam pedang yang akan memotong mereka, membuat kedua orang itu terdiam dan wajah mereka menjadi pucat.
Penampilan pria itu terlihat muda. Sepertinya dia berusia pertengahan tiga puluhan. Tapi kenapa penampilannya tidak sesuai dengan umurnya? Dia sama sekali tidak mirip pria paruh baya. Sebenarnya, tahun ini Knox berusia empat puluh delapan tahun, jadi bisa dibilang usia pria ini lebih muda darinya.
Tentu itu hal yang wajar. Orang di sana bukan orang biasa.
Dia adalah seorang pria yang terkenal di dunia sebagai monster finansial jenius dunia dari DEM Industry, pendiri generasi pertamanya: Sir Isaac Westcott.
Dalam situasi normal, tidak mungkin seorang pilot seperti Knox dan Burton bisa bertemu langsung dengannya. Karena mereka berdua ada di sini sekarang, tentu saja ada alasan tertentu untuk itu.
"....................Knox-san. Apa yang akan terjadi pada kita........ "
Saat ini, Burton sedang berbicara dengan pelan yang hampir tidak bisa didengar sama sekali. Knox berbalik dan meliriknya. Dia membalas dengan suara yang tidak bisa didengar oleh Westcott.
"...........Ssh! Diam!"
"...................."
Setelah mendengar kata-kata Knox, Burton berhenti berbicara.
Kegelisahan Burton dapat dimengerti. Bagaimanapun, mengobrol di situasi mereka saat ini tidak boleh dilakukan. Jika mereka mengobrol, maka kemungkinan situasi menjadi lebih buruk itu cukup tinggi. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan hanyalah diam seperti batu dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Benar. Knox dan Burton dipanggil ke sini karena beberapa alasan. Pokoknya, itu bukan karena keduanya akan diberi pekerjaan seperti biasa. Malahan, hal itu pasti karena kesalahan fatal yang telah mereka lakukan.
Beberapa hari yang lalu, Knox dan Burton mengirim (Material A), yang mana seorang Roh ditangkap oleh Industri DEM, dari lokasi percobaan Pulau Neryl di Samudra Pasifik. Selama di tengah transportasi, mereka diserang entah dari mana dan alhasil (Material A) melarikan diri.
Meskipun begitu, ini bukan karena Knox dan yang lain membiarkan (Material A) melarikan diri dengan sengaja. Itu hanya kecelakaan atau kejadian tidak biasa.
Tapi mengetahui betapa Westcott dekat dengan para Roh, tidak peduli apa yang menjadi penyebab dari masalah ini, berurusan dengan orang ini berarti ada kaitannya dengan hukuman mereka.
Westcott tidak diragukan lagi, adalah seorang pria yang bisa mengubah ekonomi dunia dengan hanya menggunakan ujung jarinya. Knox dan Burton bisa dibuang ke jalan jika pria ini benar-benar menginginkannya, itu adalah sesuatu yang sangat mudah bagi pria itu.
Tidak, Knox membuang pikiran itu ke dalam pikirannya. Ia mengasumsikan sesuatu yang bahkan lebih buruk lagi lebih mungkin terjadi, karena anggapan yang ia buat tadi terlihat terlalu lembut untuk dilakukan oleh pria itu.
"................"
Knox berpaling sekilas ke sisi Westcott.
Ada seorang wanita muda berambut pirang di belakangnya; Knox memperhatikannya.
Hanya dengan menatapnya sekali saja, bisa dirasakan bahwa dia berbeda dari sekretaris biasa. Wanita itu adalah supervisor penyihir DEM, Ellen Mira Mathers.
Dia memiliki kekuatan yang setara atau bahkan lebih kuat dari pada roh; manusia terkuat yang pernah ada. Jika dia bersama Westcott sejak awal, itu berarti dia akan memotong leher Knox dan Burton sebagai hukuman.
*Tik Tik*, suara jam yang terpasang di dinding bergema di seluruh bagian dalam kantor.
Karena kesunyian, Knox bisa mendengar suara langkah kaki dari tangga di atas kantor dengan jelas.
"-------owh begitu."
Westcott berkomentar saat melihat dokumen laporan. Tatapan gelap terarah ke wajah Knox dan Burton.
"...................U-Ukh."
Dia memperkuat  tatapannya; rasanya seakan tatapannya menembus tubuh mereka. Knox, yang tidak bisa menggambarkan perasaan yang tidak enak ini, tanpa sengaja dia mengerutkan keningnya.
Namun Westcott terlihat tidak peduli sama sekali, dia melemparkan laporan itu ke meja kerja. Lalu, dia berdiri dan berjalan menuju mereka berdua.
Setelah itu, di depan mereka berdua, Westcott menggerakkan bibirnya dan berbicara dengan nada tenang.
Dia akan memberitahukan apakah itu hukuman atau pemberhentian. Atau, jika manajemen menganggapnya tidak berguna lagi, itu akan menjadi tugas Ellen untuk menyingkirkannya.
Knox mengalihkan pandangannya dari Westcott dan kata-katanya terus bergema di dalam pikirannya, lalu dia menggigit gigi bagian dalam dan menutup matanya.
"Terima kasih atas usaha kalian. Kalian berdua gunakanlah Realizer untuk merawat luka kalian, dan akan pulih dalam sekejap. Biarkan tubuh kalian beristirahat dengan cukup dan kembalilah berkerja.”
Tubuh Knox menggigil mendengar kata-kata Westcott, hal itu benar-benar tak terduga.
"………..Apa?"
"Hanya itu ......... Pak?"
Untuk sesaat Knox dan Burton saling bertatapan, lalu sebuah suara keluar yang menyela mereka.
Westcott sendiri yang mengatakannya. Sepertinya dia masih belum mengerti reaksi mereka.
Setelah itu, dia mengangguk seolah mengerti sesuatu.
"Aah, jadi itu masalahnya? Tentu saja, perawatannya akan ditangani oleh asuransi karyawan, jadi kalian berdua akan menerima- "
"Bukan, bukan itu maksud saya .........!"
Knox tidak bisa tetap diam saat mendengar kata-kata Westcott. Reaksi yang diberikan Westcott juga terlihat tak terduga, namun Knox secara tidak sengaja terus berbicara.
"Karena kami membiarkan <Material A> melarikan diri. Jadi tentang hukuman ....... "
"Hah? Itu bukan salah kalian dinilai dari laporannya. Malah, saya menilai tinggi ketenangan kalian menilai situasi saat penyerangan <Nightmare>. Apa menurut kalian saya akan bertindak bodoh membiarkan emosi saya sebagai gantinya dan kehilangan staf berbakat seperti kalian berdua? "
"Be-begitukah ........."
Kalimat luar biasa yang baru saja didengarnya membuat Knox mulai berkeringat. Kemudian, Westcott mengatakan "Selain itu", menambahkan kalimat lain saat dia terus berbicara.
"Saya sudah punya rencana dan membebaskan <Material A>. Lagipula, lebih baik membiarkannya bebas sekarang. Berkat kalian, saya tidak perlu mempersiapkan cara agar itu terjadi."
"Ap-?"
Knox melebarkan matanya saat mendengar kata-kata Westcott yang tak terduga.
---------Orang ini, dia berencana melepaskan Roh <Material A> ............. Lalu apa maksud sebenarnya mengirimkan Roh ke Jepang?
"Direktur, apa yang akan Anda lakukan-"
Namun, sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, dia bisa merasakan ada yang menarik bajunya.
Saat dia berbalik untuk melihat, itu adalah Burton yang wajahnya memucat. *Set set* sebuah suara muncul saat dia mengayunkan kepalanya dari kiri ke kanan.
Melihat wajah Burton, Knox menyadari bahwa dia akan dia menanyakan sesuatu yang tidak perlu diketahuinya. Kemudian, Knox memperbaiki postur tubuhnya dalam kebingungan.
"Saya mengerti. Kalau begitu, kami permisi ...... "
"Aah."
Westcott mengangkat salah satu tangannya dan menjawab dengan nada ramah. Knox dan Burton meninggalkan ruangan itu bersama-sama.
Ketika mereka meninggalkan ruangan dan melewati pintu, mereka mengira Westcott akan memanggil mereka untuk kembali tapi ......... Tidak ada yang terjadi.
Mereka berjalan di sepanjang koridor, begitu mereka sampai pada jarak tertentu di mana suara mereka tidak bisa mencapai bagian dalam ruangan itu, Knox dan juga Burton mengeluarkan napas mereka *Buhaa*. Sejujurnya, sampai sekarang mereka berdua seolah sedang bernapas di dalam air.
"Tadi itu ........ Maksudnya apa?"
Burton bertanya sambil menyeka keringat di dahinya dengan menggunakan lengan baju, Knox juga melakukan hal yang sama saat  dia balas menjawab.
"......... aku tidak tahu. Mungkin, cara kita berpikir sangat berbeda dengannya. Tidak mungkin kita memahaminya. Tidak, malah... "
"Malah, apa?"
"............... Tidak apa-apa."
Sementara Burton berhenti, Knox memberikan jawaban yang tidak jelas.
Mereka masih berada di dalam gedung Industri DEM. Di tempat ini, mereka tidak akan tahu apakah seseorang akan menguping pembicaraan mereka. Di suatu tempat atau bukan, saat ini sesuatu seperti itu melayang di dalam pikirannya, jadi menduga hal tersebut dia tidak akan melanjutkan perkataanya.
-------- Ternyata, "Itu" bukanlah manusia biasa seperti dia, itu yang dia pikir
Tidak, tepatnya --- Orang itu pasti, tidak menganggap dirinya sebagai makhluk hidup yang sama seperti Knox dan Burton.
Dia ingat mata Westcott saat dia melihat mereka. Dia memandang mereka dengan cara yang sangat berbeda seolah-olah mata itu mata sejenis reptil atau serangga. Knox bergidik tanpa sadar
"......... Ayo, Burton."
"Ah .......... baiklah."
Knox dan Burton terus berjalan di sepanjang koridor.
Diam-diam dalam pikirannya, dia berpikir untuk menemukan kandidat baru untuk menggantikannya di tempat kerja.

Date A Live Jilid 13 Bab 2 Part 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.