21 Agustus 2017

1/2 Prince Jilid 3 Bab 3 LN Bahasa Indonesia


SEMUANYA TELAH BERKUMPUL
(Translater : Hikari)

"Sheeesh, Prince tidak membalas PM-ku selama beberapa hari sampai sekarang," prote Lolidragon.
"Yah, kau tahu kalau dia adalah orang yang benar-benar ceroboh. Dia mungkin hanya tidak menyadari pesan itu," Ugly Wolf membalas dengan santai. "Bagaimana dengan pengaturan perangkapnya?"
"Kita baru menutupi seperempat dari perimeter. Sejujurnya, kota ini terlalu besar," Lolidragon menjawab, alisnya mengerut.
Ugly Wolf menoleh ke arah isterinya. "Yu Lian, apakah kita masih mempunyai cukup dana?"
Alis Yu Lian juga sangat mengerut. Dia membalas, "Kalau kita membangung mengikuti rancangan Gui, kita tidak akan dapat menyelesaikan pembangunan kota hanya dengan bergantung pada uang hadiah turnamen. Aku berencana untuk membangun setengah kota terlebih dulu dan membuka bagian tersebut untuk umum, dan kemudian melanjutkan pembangunan sisanya dengan pendapatan dari pajak."
"Tidak bisakah kita meminta Gui untuk mengubah rancangannya?" tanya Ugly Wolf dengan cukup cemas.
"Kita bisa melakukan itu, tapi menurut pendapatku, kalau kita ingin menjalankan kota ini untuk waktu yang lama, atau bahkan membuat kota ini sebagai kota yang terbesar di Benua Tengah, maka rancangan Gui ini sempurna," mata Yu Lian berbinar saat dia bicara. Dia menambahkan, "Aku yakin bahwa kita tidak akan menyesali ini di masa yang akan datang, meskipun kita harus bekerja keras sekarang."
"Kau mungkin benar. Seperti yang kuduga, kau lebih berpandangan jauh daripada aku," Ugly Wolf berkata dengan tatapan penuh sayang pada isterinya yang tercinta.
"Wolf…," kata Yu Lian malu-malu, dan mereka berdua saling bertatapan dengan mata penuh cinta…
"Aku akan pergi dan memeriksa keadaan Doll dan Gui!" kata Lolidragon buru-buru dan berjalan menjauh, terlihat cukup malu.
Lolidragon meninggalkan bangunan tersebut, yang masih dalam pembangunan, dan berjalan menuju Doll, yang sedang bekerja keras mengarahkan kerangka-kerangka anak buahnya untuk membangun sebidang dinding, dan Gui, yang sedang mengawasi NPC yang tersisa dan player pekerja.
"Bagaimana situasinya? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Lolidragon.
"Kita sedikit terlambat dari yang dijadwalkan," balas Gui, sama sekali tidak terlihat senang. "Haah… Mau bagaimana lagi karena kita tidak punya cukup dana, jadi kita tidak bisa mempekerjakan lebih banyak tenaga. Kalau bukan karena kerangka-kerangka Doll, pembangunannya mungkin akan berjalan selama berbulan-bulan."
"Haah… Akan lebih bagus kalau Prince bisa secepatnya menemukan tenaga-tenaga baru. Bantuan sesedikit apapun dibutuhkan," Lolidragon berkata sambil duduk, bertopang dagu dengan khawatir.
Doll tiba-tiba datang berlari dengan ekspresi begitu senang di wajahnya. "Wicked-gēge di sini dan semua kakak-kakak dari Dark Emperor juga sudah datang."
Seperti biasa, Wicked berada di bagian depan timnya. Mereka berjalan ke arah Gui dan Lolidragon lalu berhenti.
"Kau akhirnya di sini," kata Gui, menaikkan alis dan menatap seakan dia sama sekali tidak terkejut melihat Wicked.
"Di mana Prince?" tanya Wicked, mengerut alis.
"Belum kembali…" balas Gui, cemas.
"Dia masih di tempat Nan Gong Zui?" desak Wicked saat urat muncul di pelipisnya. "Dan kau tidak melakukan apapun untuk menghentikannya?"
"Prince bukanlah tahananku; atas dasar apa aku dapat menghentikannya?" tukas Gui masam, dan kemudian menambahkan, "Selain itu, kami memang sangat membutuhkan bantuan Nan Gong Zui." Meskipun apa yang Gui katakan adalah yang sebenarnya, Wicked tetap terus menatap tajam Gui.
Sedangkan Doll, dia dengan senangnya memeluk tangan Ming Huang — yang wajahnya sehitam langit mendung — dan Wu Qing. "Yay! Doll sangat kangen dengan kakak-kakak semua! Apakah Ming Huang-gēge dan Wu Qing-gēge merindukanku juga?"
Wajah Feng Wu Qinf melembut, ekspresi tidak puasnya perlahan tergantikan oleh seulas senyuman saat dia mengelus kepala Doll dan berkata, "Ya, aku juga sangat merindukanmu! Hanya saja ada orang tertentu yang sangat tidak ingin kulihat." Saat dia mengatakan 'orang tertentu', Wu Qing memelototi seorang thief wanita yang sibuk berpura-pura tidak bersalah.
Ekspresi jengkel Ming Huang mulai menghilang juga, dan saat Doll menoleh untuk menatapnya dengan mata besar tak bersalahnya, Ming Huang dalam sekejap menyerah. "Ya, ya, aku kangen padamu," katanya dengan enggan.
"Playboy-gēge, Black Lily-jiějie," sapa Doll pada dua orang yang tersenyum dan memberi mereka masing-masing satu kecupan singkat di pipi.
Barulah kemudian, Ugly Wolf dan Yu Lian muncul dari markas sementara mereka dan mendekati Dark Emperor dengan rasa senang yang terlihat jelas. "Kalian semua di sini, bagus sekali! Aku awalnya sangat cemas bahwa Dark Emperor mungkin tidak akan mau membantu kami." Ugly Wolf berjabat tangan dengan Wicked.
"Kami tidak akan sekasar itu. Selama kami kalah dalam pertarungan secara jujur dan adil, kenapa harus ada kebencian dari kami?" Feng Wu Qing berkata dengan lembut sambil mengipasi dirinya sendiri, terdengar begitu berwibawa… Kalau begitu, siapa orang yang mabuk dan berkata bahwa dia ingin membunuh semua orang dari Odd Squad, terutama Lolidragon? Anggota Dark Emperor yang lain menatap Feng Wu Qing tanpa daya.
"Bagaimanapun juga, terima kasih banyak atas kesediaan kalian untuk datang dan membantu. Ini akan sangat membantu beban pekerjaan kami," kata Ugly Wolf dengan senyum lebar.
Yu Lian bergumam sendiri, mengeryit, "Ini masih belum cukup. Aku bertanya-tanya apakah Prince dapat berhasil meyakinkan Tim Rose dan Nan Gong Zui untuk membantu."
"Tentu saja dia dapat!" Sebuah suara membahana dari gerbang kota, yang masih dalam tahap pembangunan, membuat anggota Odd Squad dan Dark Emperor menoleh tajam ke arah tersebut. Awan debu, diikuti dengan suara berderap, mendekati mereka dengan cepat dan orang yang memimpin adalah bukan lain Nan Gong Zui sendiri. Dia melaju ke arah Odd Squad, kemudian tiba-tiba berhenti dan turun dari tunggangannya. Seratus lima puluh penunggang di belakangnya juga ikut turun. "Prince masih belum kembali?"
"Belum…" Kedua tim menjawab dengan serempak dan menatap kebingungan rombongan seratus lima puluh penunggang dan kudanya.
"Aku mengerti. Kalau begitu aku akan menunggu sampai dia kembali untuk memperkenalkan penguasa kita kepada rekan-rekanku. Ini, biar kuperkenalkan kalian semua. Ini adalah grup petualangku— The Righteous Blade. Ini terdiri hampir seluruhnya warrior, ditambah sedikit priest dan mage. Seperti yang kalian lihat, ini adalah sebuah grup petualang dengan kekuatan serangan yang sangat tinggi." Nan Gong Zui tidak dapat menutupi rasa bangganya saat dia menjelaskan grup yang telah dia bentuk.
"Sebuah grup petualang!" seru Lolidragon, tergerak oleh pemandangan menakjubkan The Righteous Blade. Dia menambahkan, "Aku tahu kekuatan keberuntungan dan popularitas Prince bukanlah hal yang biasa. Ternyata dia bahkan bisa merekrut satu grup petualang!"
Anggota Odd Squad dan Dark Emperor mengangguk menyetujui tanpa sadar… Prince memang luar biasa populer.
Nan Gong Zui hanya memberikan seulas senyum kecil mendengar apa yang Lolidragon katakan. Dia berkata, "Satu-satunya alasanku datang kemari adalah Prince benar-benar orang yang patut dihormati. Grup petualangku dan aku sangat mengagumi caranya memperlakukan teman dan kelihaian ilmu bela dirinya. Kami semua sangat sangat menjadi bagian dari Infinite City."
"Infinite City?" tanya Ugly Wolf, merasa sedikit kebingungan.
"Huh? Apakah Prince belum mengatakan pada kalian? Aku membantunya memutuskan nama "Infinite City" sebagai nama kota ini. Kami sudah mendaftarkannya," tanya Aan Gong Zui, keheranan.
"Infinite City! Aku tidak percaya bahwa orang terakhir yang tahu mengenai nama kota ini adalah kita, yang memiliki kota ini! Ke mana sebenarnya Prince pergi?" seru Lolidragon kehilangan sikap tenangnya sama sekali.
Yu Lian mengurut pelipisnya dan berkata, "Mungkinkah dia tidak berani mencari Tim Rose dan takut akan dimarahi oleh kita, dan karena itu dia malah memutuskan untuk menghilang?"
"Kurasa dia tidak akan bertindak sejauh itu; bukannya dia sudah terbiasa dimarahi oleh kita?" Ugly Wolf berkata, terdengar sedikit cemas. "Mungkin dia ditolak oleh Tim Rose dan merasa sangat terluka sehingga dia memutuskan untuk bersembunyi di suatu tempat?"
"Jangan bilang kalau dia tersasar dan terjatuh dari tebing lagi!" kata Gui, wajahnya seputih kertas, dan Wicked pun terlihat khawatir saat mendengarnya.
"Apa? Apa dia benar-benar jatuh dari tebing?" Ice Phoenix — yang berdiri di sebelah Nan Gong Zui — mendesak dengan gelisah saat mendengar perkataan Gui.
"Siapa kau?" Gui dan Wicked menolehkan kepala mereka secara bersamaan untuk melihat Phoenix, mata mereka menyipit berbahaya.
Sebelum Phoenix dapat menjawab, seseorang yang terlihat sebagai seorang thief menyela, "Tidak mungkin Prince melakukan sesuatu yang bodoh seperti jatuh dari tebing."
"Dan siapakah kau ini?" Gui dan Wicked sekali lagi menoleh untuk melemparkan sebuah pelotototan pada si pembicara itu.
Nan Gong Zui segera memperkenalkan mereka, "Ini adalah mage di grup petualangku, Ice Phoenix, dan yang lain itu adalah seorang thief, Kong Kong yang telah minum bersama dengan Prince dan aku. Sebagai tambahan, ini adalah kakak Phoenix, Madame White Bird. Dia adalah warrior wanite terkuat di grupku dan wakilku. Suaminya, Chuang Wai, adalah salah satu priest di grup."
"Dari apa yang barusan kudengar, kenapa sepertinya Prince adalah jenis orang yang mudah linglung?" Madame White Bird berkata, tidak terlalu senang. Dia tidak ingin saudarinya, Phoenix, jatuh cinta lagi dengan orang yang aneh. Dia menoleh pada Kong Kong, meminta penjelasan, "Kong Kong, kau yang bilang kalau Prince adalah orang yang kuat, angkuh, dan memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa. Kau bilang dia adalah pria berwibawa dalam bersikap terhadap wanita serta terbuka dan setia terhadap temannya, pria sejati di antara pria, yang karena itulah aku tidak menolak keputusan untuk menjadi bagian dari Infinite City. Jadi, kenapa karakter Prince terlihat sangat berbeda menurut yang barusan mereka katakan?"
Kong Kong dalam sekejap membalas, "Aku tidak tahu mengapa mereka membicarakan Prince seperti itu, tapi aku telah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri bahwa Prince tepat seperti yang kugambarkan. Bagaimanapun juga, aku telah minum bersamanya dan bertukar serangan dengannya sebelumnya. Dia adalah orang yang angkuh dan kemampuan bela dirinya begitu tinggi sampai Kapten Nan Gong dan aku tidak bisa menang bersama-sama melawannya, dia selalu memperlakukan para gadis dengan senyum lembut di wajahnya; kau bisa tanya Phoenix tentang ini. Sedangkan teman-teman sekalian, kalian telah melihat sendiri di hari itu saat pertempuran. Bukankah dia pergi untuk menyelamatkan Kapten, meskipun mereka tadinya adalah lawan saat itu?"
"Apa benar begitu?" Madame White Bird bertanya dengan ragu saat dia melihat anggota Odd Squad.
"Itu benar. Prince memang seperti yang kalian jelaskan. Kami semua hanya bercanda untuk meringankan suasana, tolong jangan dianggap serius," Ugly Wolf menjawab dengan wajah serius…Bagaimanapun, itu bukan sebuah kebohongan. Deskripsi mereka memang sesuai dengan Prince dan untuk aspek lainnya, karena mereka tidak menanyakannya…maka tidak ada alasan untuk mengatakannya!
"Nan Gong, apa benar begitu?" Madame White Bird menatap Nan Gong Zui lekat-lekat.
Nan Gong Zui mengangguk. "Ya. Terlebih lagi, meskipun dia mungkin terlihat angkuh, dia sebenarnya sangat santai dan mudah bergaul." Dia merasa ragu-ragu untuk sesaat dan berpkir, Benar begitu, 'kan? Meskipun Prince memang kadang melakukan hal-hal yang aneh! Tetap saja, mungkin itu tidak perlu disebutkan…
Ekspresi Madame White Bird melembut dan dia menatap Odd Squad dengan pandangan meminta maaf, berkata, "Maafkan aku karena telah meragukan penguasa kalian, tapi aku harus memastikannya karena ini masalah yang berkaitan dengan seluruh The Righteous Blades." Selain itu, kebahagiaan dari adikku yang selalu membuat khawatir ini juga dipertaruhkan. Phoenix selalu jatuh cinta dengan orang yang tidak pantas atau yang lainnya, membuatku cemas. Tetap saja, kali ini sepertinya dia akhirnya jatuh cinta dengan orang yang tepat, pikir White Bird, dan merasakan sebuah simpul kecemasan lepas di dadanya.
"Tidak ada masalah sama sekali, kau memang harus selalu waspada," Ugly Wolf berkata sekalipun dia sambil mengabaikan suara dari hati kecilnya.
"Kapan kami dapat bertemu dengan tuan penguasa?" tanya Madame White Bird.
"Berkaitan dengan hal itu, tuan penguasa kami saat ini sedang melakukan perjalanan dengan harapan merekrut lebih banyak orang untuk membantu kami membangun dan mengatur kota ini. Aku khawatir kalian semua harus menunggu untuk sementara waktu sebelum kami bisa memperkenalkannya pada semua orang." Di permukaan, Yu Lian menjawab pertanyaan Madame White Bird dengan tenang dan tanpa keraguan. Namun secara tersendiri, Yu Lian berkata melewati gigi yang terkatup lewat team channel, "PM Prince sekarang juga dan jangan berhenti mem-PM dia sampai dia membalas. Kalau mereka melihat penampilan Prince dalam keadaan linglung, aku takut kita akan kehilangan grup petualang yang sangat sulit didapat ini."
Dia benar, pikir anggota Odd Squad yang lain. Pikiran mereka membayangkan Prince yang sedang menggigiti jari telunjuknya dan terlihat linglung. Kalau anggota The Righteous Blades melihat pemandangan itu, semuanya akan sangat kacau. Dengan pikiran seperti itu, semuanya mulai membanjiri Prince dengan PM.
"Aku mengerti. Pasti itu adalah hal yang sulit untuk tuan penguasa kita," Madame White Bird berkata demikian, menganggukkan kepala tanpa mengerti.
"Kalau begitu, mari kita diskusikan penempatan semua orang terlebih dulu, dan tentang personil yang akan menangani pekerjaan pejabat-pejabat inti," Ugly Wolf menyuarakan pendapatnya.
"Tentu, tidak masalah," Madame White Bird membalas tanpa ragu.
Tepat saat mereka akan memasuki markas sementara mereka, Doll tiba-tiba menangkap sosok orang-orang yang terlihat sangat akrab di pintu gerbang. "Eh! Itu Rose-jiějie dan yang lainnya," pekiknya.
Anggota Odd Squad berbalik untuk melihat. Tepat sekali, yang sedang hilir mudik di gerbang tidak lain adalah Tim Rose. Mereka semua terlihat sedikit malu begitu mereka menyadari bahwa Odd Squad mengetahui keberadaan mereka.
Ugly Wolf dengan sengaja berjalan menuju ke Tim Rose, berkata, "Jadi Prince menenumkan kalian; itu bagus!"
"Prince?" tanya Broken Sword, terlihat sedikit kebingungan dengan perkataan Ugly Wolf.
"Bukannya Prince yang merekrut kalian untuk membantu pembangunan Infinite City?" tanya Ugly Wolf dengan nada tidak pasti. Ekspresinya juga terlihat jelas berubah.
Semua orang di Tim Rose menatap satu sama lain dengan kebingungan. Akhirnya, Rose berkata dengan takut-taku, "Kami tidak bertemu dengan Prince…… Kami dengar kalian semua memenangkan turnamen, jadi kami ingin datang dan meminta maaf karena kejadian saat itu, dan juga untuk melihat apakah kalian membutuhkan bantuan."
"Jadi begitu. Kalau begitu, ke mana Prince pergi…?" kata Ugly Wolf, kepalanya mulai terasa sakit. Akan tetapi, begitu dia di belakangnya berdiri anggota The Righteous Blades, dia segera berkata dengan lantang, "Sepertinya kalian datang kemari bahkan sebelum Prince dapat menemukan kalian! Itu bagus; kami sangat membutuhkan bantuan Tim Rose."
"Tapi, terakhir kali, aku melampiaskan semua kemarahanku pada Prince. Aku benar-benar minta maaf tentang hal tersebut," kata Broken Sword, terlihat jelas penyesalan di wajahnya. "Itu sama sekali bukan kesalahannya."
"Dan aku seharusnya tidak memaksakan perasaanku pada Prince seperti itu, dan bahkan…menciumnya," kata Rose, merendahkan kepalanya. Pipinya bersemu merah.
Fairsky menyembulkan kepalanya dari balik tubuh lebar Li'l Strong, matanya berkaca-kaca. "Ini semua adalah salahku; aku seharusnya tidak menggunakan cara yang salah itu untuk memacari Prince. Aku benar-benar sadar kalau aku sudah bertindak salah. Aku tidak akan melakukannya lagi."
Yu Lian mengelus lembut kepala Fairsky dan memeluk wanita yang lebih muda itu dalam rengkuhan lengannya. Fairsky dengan segera terisak pelan. "Jangan khawatir, Prince tidak pernah menyalahkan kalian semua. Dia hanya ingin berdamai dengan semua orang dari Tim Rose. Saat dia kembali, aku yakin dia akan sangat senang melihat kalian semua."
Mendengar penjelasan lembut Yu Lian, semua orang di Tim Rose menghela napas lega, dan senyum akhirnya muncul di wajah mereka.
"Rose, Fairsky… Apa kalian berdua masih mencintai Prince?" tanya Lolidragon cemas. Kedua gadis ini sudah banyak menderita karena Prince, begitu menderita sampai Lolidragon pun merasa kasihan pada mereka.
Anggota Tim Rose tiba-tiba menatap Rose dengan tidak yakin, sementara Rose sendiri hanya menurunkan kepalanya dengan malu-malu. di sebelahnya, Broken Sword meletakkan sebelah lengan di bahu wanita itu dan berkata dengan seulas senyuman, "Rose adalah isteriku sekarang, jadi tentu saja dia tidak lagi menyukai Prince."
"Itu patut diperdebatkan, sebenarnya," For Healing Only menyahut seenaknya, membuat Broken Sword memberinya tatapan jahat.
"Aku tidak akan menyerah tentang Prince," Fairsky tiba-tiba berseru lantang saat dia menjauhkan diri dari lengan Yu Lian, bekas linangan air mata menuruni wajahnya. Pernyataan lantangnya itu mengejutkan semua orang. "Aku tahu metodeku yang lalu itu salah, tapi aku telah berubah lebih baik sejak saat itu. Aku pasti akan menggerakkan hati Prince dengan kesabaran dan cintaku yang dalam."
Mendengar perkataan tersebut, Ice Phoenix maju dan mendesaknya, "Kau juga menyukai Prince?"
Fairsky menatap Phoenix dengan ragu. "Kau bilang 'juga'? Jangan bilang kalau kau juga mencintai Prince?"
"Itu benar, dan aku juga tidak akan pernah menyerah," tegas Phoenix, mengucapkan setiap suku katanya dengan jelas. Ada percikan listrik seakan sambaran petir muncul di antara Fairsky dan Phoenix.
Dengan suara dingin tiada bandingannya, Gui berkata, "Prince adalah milikku!"
Sementara semua orang mencoba untuk menenangkan pikiran mereka yang terguncang karena kalimat Gui, Wicked mulai memelototi Gui dengan sengit. "Omong kosong, Prince adalah milikku!" Terdapat percikan listrik lainnya…
Semua orang yang hadir ternganga saat mereka menyaksikan dua pria bertengkar memperebutkan seorang pria lain, dengan pengecualian anggota Odd Squad dan Dark Emperor. Kebanyakan dari mereka memperlihatkan ekspresi mengetahui di wajahnya; secara khusus, Ming Huang telah mengerucutkan bibirnya dan memelototi saudaranya, Wicked, dengan ekspresi marah.
Melihat wajah saudarinya memucat, Madame White Bird menoleh ke Odd Squad, dan sangat menuntut penjelasan, "Prince, dia adalah…dia seorang …"
"Prince sama sekali bukan seorang homo!" Lolidragon menjamin dengan tatapan tegas di wajahnya. Itu juga adalah kebenaran! "Hanya saja Prince terlalu tampan, jadi pria pun menginginkannya," jelasnya. Ini benar-benar sangat lucu! Pikir Lolidragon, tertawa tergelak-gelak dalam hati. Dia tidak sabar menunggu Prince kembali dan melihat situasi kacau ini… Hehehe!
Baik Phoenix dan Fairsky menghela napas lega, dan kemudian mereka memelototi satu sama lain dan berkata serempak, "Kuperingatkan kalian, jangan berani-beraninya menyesatkan Prince! Dia adalah milikku!" Kemudian kedua gadis itu kembali menoleh dan saling memelototi satu sama lain.
"Tidak, dia adalah milikku!" Kedua pria itu berseru, mereka turut serta dengan mereka yang saling memelototi satu sama lain.
"Sama sekali tidaaak buruk; mereka punya cukup orang untuk permainan mahyong, dan bahkan mereka sudah mempunyai topik yang sama untuk diobrolkan," kata Lolidragon dengan acuh tak acuh.

1/2 Prince Jilid 3 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.