31 Juli 2017

Only Sense Online Jilid 4 Bab 6 LN Bahasa Indonesia


SENSOR KESERAKAHAN DAN FLAME PRISON CORPS
(Translater : Hikari)

"Dan begitulah, aku sangat mengkhawatirkan Myu…"
"Yun-kun, sifat memanjakan berlebihanmu terlihat jelas."
Saat aku berbagi rasa cemasku dengan Emily-san lewat friend chat, dia merespon dengan terkejut.
"Tapi aku mengerti. Penemuan R Quest dan Revival Medicine, 'kan. Sedangkan untuk obat pembangkitnya, kau masih dalam proses membuatnya, 'kan?"
"Ya, Taku sedang mengumpulkan Wisteria Peach Petals sekarang. Bahan terakhir yang kubutuhkan adalah Water of Life."
"Mmm. Aku tidak tahu. Tapi bagaimana kalau menanyakannya pada orang lain?"
"Kau benar. Aku akan melakukannya."
"Lakukan pekerjaanmu dengan baik dan kemudian tolong ceritakan itu pada Raina dan Al dalam cara yang menyenangkan dan menarik. Sampai saat itu, aku akan menjaga mereka."
Meskipun aku merasa seperti aku sedang dimanjakan oleh Emily-san yang memiliki kepribadian yang peduli pada orang lain, aku membiarkan diriku untuk bergantung padanya saat ini.
"Terima kasih telah menyetujui konsultasi hari ini."
Pada akhirnya kami mengucapkan salam perpisahan dan friend call berakhir.
"Nah sekarang, coba tanyakan pada para pengrajin, Magi-san dan yang lainnya."
Akan jadi hal yang bagus kalau mereka tahu, berpikir demikian, aku melakukan friend chat, menghubungi Magi-san.
Chat dengan segera terhubung dengan Magi-san.
"Ya, Yun-kun. Ada apa?"
"Ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Apa tidak masalah kalau sekarang?"
"Yup, tidak apa-apa. Ada apa?"
"Sebenarnya, aku sedang mencari sebuah item untuk menciptakan sebuah item tertentu. Aku ingin menanyakannya pada Cloude dan Lyly juga…"
Setelah aku bicara sampai di situ, Magi-san menanggapi dengan "tunggu sebentar" dan sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang.
"Maaf, Yun-kun. Aku akan menggantinya menjadi mode multi chat sekarang. Akan lebih mudah kalau kau bertanya pada Cloude dan Lyly pada saat yang sama, ya 'kan."
"Terima kasih banyak."
Menu friend chat berubah menjadi mode multi chat, dan itu berganti menjadi keadaan di mana aku dapat mendengar banyak suara.
Tentu saja, Cloude dan Lyly berada dalam chat, tapi aku merasa aku mendengar suara lain di sana juga…atau lebih tepatnya, aku sepertinya mendengarnya belum lama ini.
"Kalau begitu, untuk item drop hiunya, tolong."
"Haa, baiklah. Kami sangat sibuk. Kalau kami mendapatkannya, kita akan bertransaksi."
Suara itu, mungkin Mikadzuchi. Yang sedang menghela napas adalah Cloude. Apa yang sedang mereka bicarakan?
"Sepertinya Yun-kun punya sesuatu yang ingin dia tanyakan, apa tidak masalah?
Percakapan di sebelah sana berhenti dan aku dibisiki oleh Magi-san.
"Umm, aku sedang mencari material crafting Water of Life. Mungkin kalian tahu soal itu? Cloude, Lyly."
"Water of Life? Tidak pernah dengar."
"Aku juga. Ngomong-ngomong, Yuncchi, apa yang sedang kau coba buat?"
"Itu…aku diminta untuk membuat Revival Medicine."
"Oh, Revival Medicine yang dibutuhkan di saat ini. Akhir-akhir ini, ada sebuah pembicaraan tentang obat pembangkit yang sedang diselesaikan. Apa kau terinspirasi oleh hal itu?"
Magi-san bersikap sedikit kaget dan sepertinya ada sesuatu di belakang itu juga, tapi kulanjutkan.
"Tidak, aku diminta oleh Taku. Dia mengumpulkan Wisteria Peach Petals sementara aku mencari material lainnya."
Saat aku menanggapi pertanyaan Magi-san, aku mendengar gumaman mengerti.
"Aku paham. Tapi aku juga tidak tahu. Aku tidak tahu material crafting seperti apakah itu, tapi kalau itu air maka aku bisa menggunakannya sebagai pendingin logam."
"Untukku, aku  bisa menggunakannya dalam tahap menenun benang."
"Aku bisa menggunakannya saat melarutkan cat dan pernis untuk tongkat."
Magi-san dan pengrajin yang lain membayangkan situasinya masing-masing di mana mereka dapat menggunakannya dengan mudah. Aku sendiri, diam-diam mengharapkan efek potionyang meningkat kalau aku menggunakannya sebagai ganti air sulingan.
"Yō, Nona. Kalau kau tidak bisa menemukannya, bagaimana kalau kau datang ke sini dan buat beberapa hidangan pendamping untuk minuman beralkohol?"
"Kubilang, memangnya siapa yang 'noa'! Aku ini…"
Aku ini laki-laki, aku ingin memprotes seperti biasa. Tapi sebelum aku bisa melakukannya, sebuah suara yang tidak pernah kudengar sebelumnya, menyelaku.
"Um, Yun-chan? Kurasa, aku tahu di mana itu."
"Hei, suara itu, Sei-nee?! Kenapa?!"
Kenapa, kenapa dia tahu dan kenapa di ada di situ? Meskipun itu bermakna dua hal, sepertinya Sei-nee menganggap itu pertanyaan yang pertama.
"Aku sudah mendengar tentang Raid Quest dari Taku-kun. Dia mengundang sejumlah party dan teman untuk berpatisipasi. Apakah dia menyebarkan info itu?"
Setelah Sei-nee berkata begitu, aku teringat dengan percakapanku dengan Taku.
"Ah, ngomong-ngomong soal itu, dia berkata begitu sebelumnya."
"Itu benar. Sebagai rasa terima kasih untuk infonya, aku akan mengatakan padamu tempat untuk menemukannya secara gratis. Kau bisa mendapatkannya di—"
Suara Sei-nee disela di tengah jalan dan aku dapat mendengar sesuatu seperti suara orang bercanda datang dari sisi lain.
"Sei-nee?"
Aku memanggil dengan cemas, tapi untuk beberapa alasan yang menjawabku adalah Mikadzuchi.
"Maukah kau membuat party dan pergi berpetualang ke dungeon, Nona?"
"Dungeon?"
"Yang menemukan raid quest ini adalah Nona dan Taku bagaimanapun juga. Kami akan membawamu ke lokasi di mana kau bisa mendapatkan Water of Life yang kau inginkan."
Itu akan sangat bagus. Meski berpikir begitu, aku masih terganggu dengan Mikadzuchi yang memanggilku 'Nona'.
"Tolong berhenti memanggilku 'nona'. Jadi, tentang Sei-nee—"
"Maukah kau membuat party dengan kami dan pergi berpetualang ke dungeon, Nona?"
"Aku tidak apa-apa! Yun-chan, tidak masalah. Aku tidak apa-apa!"
Kenapa dia panik? Apa yang mengganggunya? Kurasa ada masalah di sebelah sana, tapi karena Magi-san, Cloude dan juga Lyly tidak bersuara sama sekali. Aku hanya bisa memiringkan kepalaku penasaran.
Ya sudahlah, pikirku dan mengarahkan perhatianku pada dungeon.
Kalau aku pergi dengan Sei-nee dan Mikadzuchi ke dungeon, aku akan bisa mendapatkan lokasi titik pengumpulan Water of Life.
Dan, dengan bertarung dalam sebuah party, aku juga bisa melakukan leveling. Akan tetapi—
"Jadi, apa tujuan sebenarnya Mikadzuchi?"
"Di dungeon bawah tanah Kota Labirin, ada material penguat yang memiliki efek tambahan yang kami inginkan. Nona, maukah kau bergabung dengan party untuk pergi dan mendapatkannya?"
"Kubilang, jangan panggil aku 'nona'."
Mungkin, di sisi lain friend chat, Mikadzuchi sedang "khukhukhu", mencoba untuk menahan tawanya. Aku bisa dengan mudah membayangkan itu.
"Yah, kalau begitu, aku tidak keberatan. Tapi aku tidak akan terlalu berguna di situ."
"Tidak apa-apa. Kudengar dari Sei, kau memiliki sesuatu yang tidak dia miliki."
Aku bertanya-tanya apakah memang benar begitu. Sei-nee itu kuat dan cantik. Juga, dia menduduki posisi wakil ketua Eight Million Gods. Dibandingkan dengan aku, dia adalah pemain kelas atas.
Berkata bahwa aku memiliki sesuatu yang Sei-nee tidak miliki, terdengar seperti sebuah metode yang sering digunakan untuk menghibur seseorang, jadi aku tidak menganggapnya serius.
"Yah, baiklah. Jadi, kapan kita berkumpul?"
"Coba lihat sebentar. Dengan jadwal kita semua…bagaimana kalau malam ini?"
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan bersiap-siap terlebih dulu."
Aku memutuskan koneksi multi-chat dengan Magi-san dan yang lainnya, lalu melanjutkan dengan persiapan untuk menyelesaikan dungeon. Berbicara soal itu, aku tidak mendengar apapun tentang dungeon selain bahwa itu adalah dungeon gua bawah tanah, jadi aku mempersiapkan beberapa item yang biasa digunakan.
Aku membuat sejumlah besar High Potion dan MP Potion. Juga, Enchant Stones dan Magic Gems. Sebisa mungkin, aku memoles batu permata yang dikumpulkan Emily-san dan yang lainnya, lalu lanjut dengan menggunakan Skill Enchant pada batu-batu itu.
Sebagai tambahan, aku menggunakan Synthesis dengan menghabiskan MP-ku untuk menggabungkan item. Aku menggabungkan Iron Arrow dan berbagai obat status buruk untuk membuat panah beracun. Dengan stok obat status burukku yang menipis, aku harus kembali membudidayakan tanaman beracun di perkebunan, pikirku sambil menghela napas kecil.
Bekerja sendirian dalam keheningan, membuatku lupa banyak hal. Saat aku terhanyut seperti itu, aku tiba-tiba teringat lagi bahwa aku mengkhawatirkan Myu.
"Tidak bagus, perasaan semacam ini. Baiklah, ayo lakukan ini!"
Aku menampar pipiku sekali, menyemangati diriku sendiri.
Karena ini adalah waktu yang bagus, aku berpindah dari mini portal Atelier ke portal di Kota Labirin.
Tempat pertemuannya di jalan depan pintu masuk dungeon. Ada beberapa player dengan level di atas rata-rata berada di sana.
"Oh, Nona! Sini, ke sini!"
"Itu memalukan jadi berhenti memanggil 'Nona'!"
Mikadzuchi menemukan sosokku dan mulai melambai ke arahku, tapi aku sedang menghilangkan diri, jadi aku tidak ingin menarik perhatian terlalu orang padaku. Aku menurunkan tudung di kepalaku serendah mungkin dan menunduk, jadi para player bertanya-tanya "siapa?", menatapku bingung.
"Mikadzuchi, kau membuat Yun terganggu, jadi hentikan itu. Nah sekarang, ayo membentuk party."
Aku menerima undangan party yang datang dari Mikadzuchi.
Anggota partynya adalah Mikadzuchi dan Sei-nee, dua orang yang berasal dari Eight Million Gods, Magi-san, Lyly, dan Cloude, ketiga pengrajin.
Melihat kombinasi tidak biasa ini, aku kebingungan tapi menahan diri untuk bertanya sampai kami memasuki dungeon yang tidak terkenal ini.
Setelah kami dipandu oleh Sei-nee ke sebuah gerbang batu, pemandangannya berubah sepenuhnya.
Tempat itu sangat sunyi dan suara tetesan air dapat terdengar di kejauhan. Itu adalah dungeon tipe gua, tapi langit-langit dan lorongnya tidaklah sempit. Malahan, langit-langitnya tinggi dan lorongnya lebar.
Cahaya putih pucat di dinding tidak berkesan tajam dan dingin, tapi terasa lembut dan mengejutkan.
"Haa, karena Yun-kun bersembunyi akhir-akhir ini, Onee-san merasa sangat kesepian."
"Uh, umm….Maaf, Magi-san."
Saat aku berdiri di sana, terkesan dengan pemandangan gua itu, Magi-san memanggilku dengan seulas senyuman. Karena aku sedang terpana, reaksiku sedikit terlambat dan aku meminta maaf secara refleks.
"Oh, Yun-kun, kau tidak perlu merasa begitu khawatir!"
"Uwaa?! Magi-san?!"
"Yuncchi, aku juga memelukmu!"
"Hei, Lyly!"
Sementara aku memperlihatkan ekspresi kebingungan, Magi-san memelukku dari depan. Saat aku segera menaikkan suaraku, Lyly juga bergabung dan bergelantungan di pinggangku.
"Tung—, ini memalukan! Sei-nee dan yang lainnya sedang melihat!"
"Tapi…! tanpa Yun-kun yang menyembuhkanku, aku mulai kesulitan bernapas karena aku bersama dengan Cloude!"
Menjadi seorang guild master dari guild pengrajin itu tidak menyenangkaaan! Tangisan Magi-san bergema di seluruh gua. Tidak tahu harus berkata apa untuk menghiburnya, aku menepuk punggungnya dengan lembut.
Kemudian, Lyly, mungkin merasa puas lebih cepat daripada Magi-san, bergerak menjauh dariku.
"Maaf, Yun-kun."
"Tidak, tidak apa-apa, benar…"
Aku akan menyimpannya sendiri tentang fakta bahwa dia menekankan dadanya padaku dari depan.
Dan saat aku melihat ke sekitar, aku melihat Sei-nee yang tersenyum dengan sebelah tangan di pipinya berkata "wah, wah" dan Mikadzuci yang menyengir lebar. Yang terakhir, merentangkan lengannya dan berkata "sekarang, aku yang berikutnya" adalah Cloude. Aku menahan dorongan untuk menghantam wajahnya, mengabaikan dia.
"Ng-ngomong-ngomong, kenapa Magi-san dan yang lainnya di sini?"
"Kami menangani konsultasi tentang topik penyelesaian raid quest juga, jadi kami datang mengumpulkan item untuk event yang direncanakan Lyly."
Aku mengingat event di mana dia akan menggunakan Insect Repelling Incense dan berkata "ahh", merasa yakin.
"Boss raidnya adalah sesosok roh, jadi Silver Ore akan dibutuhkan, ya 'kan? Kita bisa mengumpulkan sedikit di sini dan pada saat yang sama mendapatkan material untuk memperkuat senjata Sei-san, jadi ada banyak alasan."
Saat aku merasa yakin dengan penjelasan Magi-san, dia berkata, "Tentu saja, mempelajari Water of Life] yang Yun-kun inginkan merupakan salah satu tujuana lainnya," dan mengedipkan mata.
"Karena kita akan pergi sampai mencapai boss, sampai ke lapisan berapa kita akan pergi?"
"Sampai kita melewati seluruh kelima lapisan dungeon ini."
Sei-nee terlihat sebagai orang yang paling mengenal dungeon ini dan telah mengambil alih tugas menjelaskan dari Magi-san.
Boss monster berada di bagian terdalam dungeon ini, di lapisan kelima. Tidak ada jalan pintas yang akan mengarahkan mereka ke bawah.
Akan tetapi, monster di lapisan pertama dan kedua tidak bersifat agresif jadi kami bisa mengabaikan mereka dan terus maju. Lapisan kelima hanyalah rest area dan ruang boss, jadi hanya lapisan ketiga dan keempat yang benar-benar menjadi masalahnya.
"Tapi kami telah menjelajahi dungeon ini secara seksama jadi tidak perlu khawatir."
"Kau sudah menjelajahinya dengan seksama tapi kau masih memerlukan material penguat dari boss. Apakah kau memerlukan tongkat yang baru lagi?"
Saat aku menanggapi Sei-nee yang membusungkan dada dan mengangkat bagian bawah jubahnya, entah kenapa senyumnya menjadi kaku.
"Ada apa? Sei-nee."
"Bukan apa-apa."
Saat aku menelengkan kepala, bingung dengan kelakuan aneh Sei-nee, Mikadzuchi mengerutkan alisnya dan membentuk ekspresi sedikit meringis.
"Sei punya masalahnya sendiri."
"Haa…"
Begitukah? Tidak ada yang muncul dalam pikiranku. "Aku akan memandumu kalau begitu." Sei-nee dan Mikadzuchi bediri di depan.
"Tidak perlu terburu-buru, mari melanjutkan dengan santai. Berbicara tentang dungeon, ini adalah harta karun. Peti harta karun yang acak terisi dengan harapan dan impian yang kadang muncul secara acak."
" " Hee~" "
Lyly dan aku mengeluarkan suara terkesan dengan penjelasan Sei-nee.
"Di lapisan pertama, kau bergerak maju ke arah tangga yang menuju ke lapisan bawah, tapi tidak ada peti harta yang muncul di sepanjang jalan ke sana, meskipun muncul di gang-gang di pingirnya. Karena itulah kau harus menjelajah ke sana dan mencari peti-peti harta itu.
"Yuncchi! Itu dia!"
"Gang pinggiran itu. Itu berada di tempat di mana cahaya tidak mencapainya."
"Tapi, sekitar 90% dari item drop peti harta itu adalah equipment yang jelek. Kebanyakan adalah barang yang dijual ke NPC dan menjadi lautan electron. Sebelumnya, aku hanya menemukan barang jelek seperti Magic Power Hammer."
Sambil mendengarkan penjelasan Sei-nee, Lyly dan aku pergi untuk mengambil peti harta di gang tersebut.
"Yuncchi, ayo buka bersama-sama."
"Tentu, kalau begitu, satu, dua——"
" "——Tiga!" "
Sebagian karena dipaksa melakukannya oleh Lyly, kupikir aku seharusnya bersikap sesuai umurku. Tapi tanpa terlalu memikirkan, aku memeriksa item tersebut.

Air Reduction Ring Ornament
DEF+4 Efek Tambahan : Pengganti (Angin)

"Yuncchi, apa yang kau dapat? Aku mendapatkan item Power Knife."
"Aku mendapatkan Air Reduction Ring. Apa maksudnya dengan efek tambahan Substitute ini? Apakah ini sama dengan Gem Substitute Ring? Hei, Sei-nee…"
Di dalam petit harta, terdapat sebuah aksesoris dengan efek tambahan Substitute, sedikit material crafting bijih logam emas, perak, dan besi, serta potion dasar dengan nilai pemulihan umum.
Aku ingin menanyai Sei-nee untuk menilainya, tapi dia meringkuk di tempat dan memeluk lututnya.
"Umm…"
"Apa yang Nona dapatkan adalah item yang sangat langka dengan kemungkinan 5%. Itu adalah item yang mengurangi serangan elemen yang diterima player sebagai ganti daya tahan itemnya. Kalau daya tahan item itu habis, benda itu akan hancur, tapi karena efeknya bertumpukan dengan banyak efek lainnya yang memiliki batasan, kau sedang beruntung. Sedangkan untuk Lyly, itu adalah equipment 'gagal'."
"Begitukah. Baguslah, Yuncchi."
Menanggapi penjelasan Mikadzuchi, aku berpikir, 'hee, begitukah?' dan menyadari itu memiliki kecocokan yang berkebalikan dengan Gem Substitute Ring. Selama permata pada Gem Subtitute Ring diganti, benda ini dapat mengeluarkan efeknya berkali-kali dan cincinnya sendiri bukanlah benda unik. Akan tetapi, karena ini memiliki sifat yang tinggi, ada beberapa keuntungan dan kerugian saat menggunakan ini.
"Aku tidak memerlukannya, jadi kalau kau mau, Lyly kau mau mengambilnya?"
"Eh? Tidak apa-apa?"
"Aku tidak keberatan. Aku sudah punya Gem Substitute Ring. Sebagai gantinya, bagaimana kalau kau memberikanku bijih logam itu?"
"Ini tidak akan cukup sepadan. Kali berikutnya, aku akan melakukan perawatan equipment secara gratis."
"Baiklah kalau begitu."
Aku setuju untuk bertransaksi dengan Lyly dan menyerahkan Air Reduction Ring padanya.
Malahan, karena aku membutuhkan Silver Ore supaya aku bisa melawan Garm Phantom, aku merasa senang karena bisa mendapatkannya.
"Hei, Sei."
"Itu benar. Yun-chan selalu seperti itu."
"Ahh, mengerikan sekali. Dia tidak sadar."
Sei-nee dan Mikadzuchi sedang membicarakan sesuatu dan itu sepertinya tentang aku.
"Hei, ada apa denganku?"
"Tidak, bukan apa-apa. Ayo lanjutkan."
Saat kami didorong oleh Sei-nee, aku sekali lagi memiringkan kepalaku dengan bingung. Kupikir dia bertingkah cukup aneh
Kami turun ke lapisan kedua, melakukan pertarungan ringan untuk menyelaraskan diri kami dan menaikkan level, kami menuju ke lapisan bawah.
·
"Kurochi, ada satu di sini juga. Sebuah Black Lustrous Sphere."
"Aku tahu. Aku akan mengumpulkan yang di sini dulu."
Cloude dan Lyly memasuki sebuah ruang kecil di tengah lapisan ketiga dan memungut batu bulat kecil yang berserakan di sudut ruangan.
Batu itu sepertinya digunakan dalam acara Lyly. Sambil menatapi dua young beast yang bersemangat, aku beristirahat.
"Ini seperti akuarium dengan ikan yang terbang di dalamnya, ya."
Aku bergumam sambil mengingat pemandangan yang kulihat di lapisan kedua.
Monster tipe ikan berenang bebas di tempat yang luas. Air yang membentang tipis di permukaan tanah, sangat sesuai dengan sumber cahaya dan menciptakan pantulan air yang bergantung di dinding dan langit-langit.
Saat seseorang melihat ke langit-langit, mereka dapat melihat pergerakan ikan yang umumnya hanya bisa dilihat dari dalam air. Mengamati salah satu satu sudutnya adalah hal yang biasanya mustahil.
Kesan seperti itu muncul begitu saja di dalam diriku sebelumnya.
Akuarium ikan terbang. Tentu saja, jika diserang, mereka akan menyerang kami, tapi aku diam-diam merasa puas dapat menikmati akuarium yang menjadi bagian dari dungeon ini.
Dan, aku dapat beristirahat di lapisan ketiga ini karena Sei-nee dan Mikadzuchi mengambil inisiatif untuk memburu lawan.
Di dalam ruangan dengan dua pintu masuk, mereka berdua bertugas untuk menangani monster yang datang dari pintu tersebut.
"——Aqua Bullet."
Sei-nee mengangkat tongkatnya, menciptakan lusinan peluru air, dan dengan serangan beruntun peluru air itu, dia menghancurkan sekawanan monster yang bergerak ke arahnya. Selain daripada itu, ikan-ikan untuk sesaat membeku dalam suhu -30oC dari jarak jauh dan dibantai begitu saja.
"——Multistage Attack."
Mikadzuchi mengangkat tongkatnya dan melepaskan tusukan-tusukan cepat dan tajam yang hampir tidak terlihat. Dalam sekejap, sebuah suara dari banyak tubuh musuh yang diserang pun terdengar.
"Hmm. Penguatan dari Enchant itu bagus. Biasanya serangan ini menghabisi sekitar 80% HP mereka, tapi dengan bantuan Yun-chan, ini hanya sekali serang."
"Aku mengalahkan mereka dalam sekali serang sejak awal, tapi enchant SPEED itu lumayan."
"Tidak, kurasa kalian baik-baik saja meskipun tanpa enchant."
Aku memberikan enchant INT pada Sei-nee dan enchant SPD pada Mikadzuchi untuk mengamankan area safe zone, tapi pertarungan selama itu dapat disimpulkan dalam satu kata, 'luar biasa'.
Sejak awal, alasan mengapa monster-monster tersisa dengan 20% HP adalah karena monster di dungeon ini sepertinya memiliki sedikit kekebalan terhadap air. Bagi Sei-nee yang bisa menaklukkan monster-monster itu dengan sekali serang, kekuatan serangan sihirnya sangatlah tinggi.
"Seicchi, Mikadzucchi. Ayo lanjutkan setelah kami selesai mengumpulkan material!"
"Baiklah kalau begitu, kita ke lapisan keempat. Tidak ada monster cantik seperti ini selama di sana, tapi kalau kita beruntung, dia akan muncul."
"Kalau kita beruntung?"
"Itulah tujuan  Mikadzuchi. Di situlah pengumpulan Water of Life dan penambangan Silver Ore di lapisan keempat, tapi musuh-musuhnya jauh lebih kuat di situ."
Dipandu oleh Sei-nee, kami menuju ke tangga yang mengarah ke lapisan lebih rendah.
Sementara itu, aku mencoba bertanya pada Lyly dan Cloude tentang item Blakc Lustrous Sphere yang mereka kumpulkan, tapi ditanggapi dengan "rahasia" dalam cara yang imut oleh Lyly membuatku menyerah untuk memaksa mendapatkan informasi darinya karena itu akan tidak sopan. Aku hanya harus menunggu hari event itu tiba.
Dan, monster pertama yang kami temui setelah turun ke lapisan keempat telah membuyarkan semua suasana hati dan kesan dari akuarium monster terbang.
"Manusia ikan, Sahagin. Itu sangatlah realistis sampai membuatnya menyulitkan."
"Yup, itu benar. Tetap saja, Sei-san begitu kejam, ya 'kan."
Magi-san setuju dengan yang kugumamkan.
Sahagin adalah ikan yang memiliki sirip dada dan sirip belakang yang berevolusi berubah menjadi tangan dan kaki. Di tangan mereka terdapat tombak bermata tiga dan belati sebagai senjata mereka. Mereka memiliki kain compang-camping yang membungkus bagian sekitar pinggang mereka.
Matanya yang mencuat menangkap sosok kami dan dia mendekat, tapi—
"——Steam Pillar."
Saat Sahagin itu muncul seakan dia keluar dari film monster, Sei-nee menciptakan sebuah tekanan air yang luar biasa tinggi dan temperaturnya dengan suhu uap lebih dari 100oC untuk merebusnya. Meskipun itu adalah uap masakan yang tidak menggunakan api apapun, jeritan kematian sama dari manusia ikan itu dapat terdengar.
Karena makhluk itu tidak bisa dikalahkan dalam sekejap dengan bantuan enchant seperti para monster selama ini, aku menciptakan sebuah Clay Shield untuk mencegahnya melarikan diri. Bagian luarnya terpanggang seluruhnya.
Semua monster yang dikalahkan dalam dungeon sejauh ini terlihat ikan besar dan kerang, jadi tanpa rasa enggan, aku merasa senang karena dapat menggunakannya sebagai bahan persediaan makanan.
Tapi, membayangkan bahan makanan yang dijatuhkan dari Sahagin, aku kehilangang nafsu makanku. Maksudku, penampilannya.
"Tidak apa-apa, Yun-chan. Drop dari Sahagin sebagian besar adalah senjata logam dan bagian-bagian armor."
"Aku mengerti. Baguslah kalau begitu. Hei, Sei-nee. Apakah aku tadi mengatakan sesuatu?"
"Memangnya sudah berapa tahun aku menjadi kakak Yun-chan? Aku bisa tahu hanya dengan melihat wajahmu."
Saat Sei-nee berkata begitu sambil tersenyum, aku penasaran apakah itu terlihat dalam ekspresiku dengan begitu mudah dan menghela napas. Akan tetapi, aku sangat terkejut setelah mendengar apa yang Mikadzuchi katakan setelahnya.
"Itu hanya untuk Sahagin. Akan tetapi, hal tersebut berbeda untuk monster Sahagin tipe langka tertentu."
"Ti-tidak mungkin, monster itu menjatuhkan bahan makanan?!"
"Oh, Mikadzuchi. Makhluk itu tidak muncul begitu sering."
Meskipun Sei-nee mencoba untuk memprotes perkataan Mikadzuchi, dimulai dengan Lyly, Magi, Cloude dan aku mendengarkan dengan seksama. Tidak ada satu pun dari kami yang memiliki Sense Cooking sebagai Sense utama kami, tapi kami menjadi penasaran mendengar apa yang dia katakan dengan begitu angkuh.
"Monster langka Sahagin——kekuatan Sabagin dua kali lipat daripada Sahagin normal——"
Mikadzuchi terdiam sejenak. Kalau itu dua kali lipat lebih kuat daripada Sahagin normal, kurasa makhluk itu pasti sangatlah kuat. Satu lawan satu melawan Sahagin. Aku bisa menggunakan banyak item dan menang dengan mudah, tapi melawan sesuatu yang dua kali lebih kuat daripada Sahagin, aku hampir tidak mungkin akan berhasil.
"——Dan, adalah bahan makanan yang tiga kali lebih enak! Item dropnya adalah Sahagin-Aprroved Mackerel Can."
"Makanan siap saji?!"
"Makarel kalengan itu enak. Rasanya luar biasa saat dimakan bersama nasi dan alkohol."
Tidak, aku sama sekali tidak peduli soal itu, pikirku.
"Ahh, berbicara soal yang pernah kudengar, kalau kau memakan sesuatu yang dikalengkan, maka batas tertinggi HP dan MP-mu akan meningkat untuk sementara, atau sesuatu semacam itu."
Magi-san menyebutkan sesuatu yang dia ingat dan Sei-nee mengiyakan.
"Selain rasa, memiliki makanan yang bisa meningkatkan stat adalah hal yang menarik."
Tidak ada bahan makanan temuan yang bisa meningkatkan batas HP dan MP jadi itu sangatlah langka.
"Tapi, meskipun misalnya kita menemukan Sabagin, hanya ada 50% kemungkinan untuk item drop itu. Dan item drop yang super langka dari makhluk itu adalah peralatan perak dan kalengnya.'
"Sudah kukatakan padamu, itu tidak begitu sering muncul."
Sei-nee mengingatkan Mikadzuchi lagi. Kami masih belum menyelesaikan tujuan kami di lapisan keempat jadi kami tidak bisa pergi mencari Sabagin.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berpencar menjadi dua? Kalau aku tidak salah, Magi-san sedang mencari Silver Ore dan aku harus menunjukkan pada Yun-chan tempat mendapatkan Water of Life, 'kan."
"Kalau begitu aku akan membawa nona Magi untuk menjelajahi lapisan ini. Aku akan membawa satu orang lagi denganku."
"Aku akan pergi kalau begitu, aku adalah seorang mage bagaimanapun juga. Akan lebih seimbang dengan dua penyerang depan dan seorang penyerang belakang, ya 'kan."
Cloude mengajukan diri untuk itu, dan yang tersisa akan pergi untuk mendapatkan Water of Life adalah aku, Lyly, dan Sei-nee yang menerima peran sebagai pemimpin. Akan tetapi, mempertimbangkan bahwa Lyly dan aku lebih sesuai sebagai pengintai daripada penyerang jarak dekat, kurasa ini tidak bisa dibilang terlalu seimbang, tapi dengan Sei-nee seharusnya ini cukup bagus.
"Sei! Kalau kau bertemu dengan Sabagin, pastikan untuk mengalahkannya!"
Mikadzuchi mengingatkan kami pada akhirnya sebelum kami berpencar menjadi dua.
Karena kami bertarung di lokasi yang terpisah, player yang tidak berada dekat tidak akan mendapatkan item drop apapun. Yah, kami harus menemukannya terlebih dulu.
"Kita akan pergi juga kalau begitu."
Setelah melihat kepergian Mikadzuchi, dipandu oleh Sei-nee, kami maju lebih dalam.
Kami bertemu dengan beberapa Sahagin, tapi Sei-nee mengalahkan mereka dengan serangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Saat jumlah mereka berkurang menjadi hanya sedikit, Lyly dan aku memanfaatkan mereka sebagai latihan bertarung. Sampai mereka mendekati, aku secara perlahan menyerang mereka dengan busur, dan saat mereka mendekat aku berganti senjata dengan pisau dapur dan bersama-sama dengan Lyly kami bermain-main dengan mereka.
Aku menggunakan Ingredients Knowledge dan mengincar titik-titik vital mereka dengan serangan biasa. Lyly menangani tingkat kebencian, menarik perhatian dan menghindari serangan musuh sebelum melancarkan serangan dengan art.
Karena pisau dan belati adalah senjata dengan tipe yang sama, kami berdua menggunakan taktik serang-dan-lari. Akan tetapi, kami masih terkena beberapa serangan dari waktu ke waktu. Pada saat itulah Sei-nee dengan segera menggunakan sihir penyembuhan untuk memulihkan HP kami sampai penuh.
Dan saat kami terus maju ke ujung dungeon sambil bertarung seperti itu, ada sebuah celah kecil di dinding tempat air mengalir.
"Ini bukan? Sei-nee."
"Yup. Tempat mengumpulkanWater of Life."
"Yuncchi, ayo tamping secepatnya. Kita harus mengumpulkan cukup banyak untuk Magicchi dan Kurocchi juga."
"Kau benar."
Setuju dengan Lyly katakan, aku mengeluarkan sebuah wadah besar dan menuangkan Water of Life ke dalamnya.

Water of Life Material
Mengandung kekuatan garis ley, air yang memberikan vitalitas

Aku memeriksa deskripsi sederhana Water of Life dan memenuhi wadah itu dengan air tersebut. Bahkan setelah Water of Life habis dari kolam kecilnya, aku mengumpulkannya secara langsung dari celah tersebut.
"Sei-nee, aku akan bisa membuat obat pembangkit dengan ini. Terima kasih."
"Tidak masalah untuk merasa berterima kasih, tapi aku mengharapkan Yun-chan untuk pertarungan dengan boss di sini."
"Aku tidak tahu apa yang kau harapkan, tapi aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan."
Sementara aku menjawab Sei-nee, Lyly bergerak sedikit maju dan mengintip dari tikungan.
Karena dia memberi tanda berhenti dengan tangannya, sepertinya monster musuh berada di situ.
"Yuncchi, tolong periksa musuh."
"Baik."
Lyly memeriksa lorong, tapi karena dia tidak mempunyai Sense See-Through ataupun Hawk Eyes, akulah menyelidiki lawan sebagai gantinya.
Di lorong yang kami gunakan sebelumnya, terdapat tiga Sahagin yang sedang berpatroli. Di antara mereka, terdapat satu sosok individu cerdas yang tergabung.
Bagian punggungnya berwarna biru gelap, perutnya bersinar dengan indahnya saat diterangi oleh sumber cahaya keperakan gua, memancarkan pendaran cahaya biru laut yang indah. Sebagai tambahan, berbagai tempat pada tubuhnya ditutupi warna perak. Sahagin ini berpakaian armor.
Untuk seekor ikan biasa, Sahagin model ini jauh lebih halus daripada yang kami temui sebelumnya. Dia tidak terlihat sama seperti monster tipe Sahagin sama sekali.
"Ada satu Sahagin keren tergabung di situ."
"Tidak mungkin…ternyata kita benar-benar bertemu dengannya."
"Kita berhasil. Ayo, jangan biarkan dia lari dan kalahkan dia."
Menanggapi suara Lyly, Sei-nee mundur selangkah karena terkejut, menyeringai dan menatap tajam para Sahagin.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengalahkan Sahagin normal terlebih dulu. Setelah itu, Yun-chan dan Lyly-kun akan menyerang Sabagin dan menahannya. Begitu persiapan sihirku selesai, kalian mundur dan aku akan memusnahkannya. Bagaimana?"
Kami mengangguk pada Sei-nee yang berekspresi serius, kemudian menunggu waktu saat patrol Sahagin berbalik.
Dan——
"—— Steam Pillar!"
Saat mereka mulai menyadari kami, Sei-nee yang diperkuat dengan enchant-ku melancarkan Steam Pillar yang merangkak di tanah mendekati para Sahagin, kemudian memanggang mereka. Semua Sahagin terperangkap selama beberapa puluh detik dan jatuh satu demi satu di dalam pilar uap.
Hanya Sabagin yang bertahan terhadap kekuatan serangan luar biasa Sei-nee dan menyelinap keluar dari pilar uap dan kemudian datang untuk menyerang kami.
"Ayo Yuncchi!"
"Aku tahu! Cursed —— Defence, Speed!"
Terkena kutukan, pertahanan Sabagin menurun, tapi dia tahan terhadap kutukan kecepatan.
Tapi, tidak mempedulikan itu, aku melepaskan anak panan satu demi satu, melancarkan serangan padanya.
Di antara jemarinya, Lyly memegang sebuah senjata selain belatinya, pisau terbang yang dia lemparkan pada Sabagin. Karena kami berdua adalah pengrajin dengan DEX tinggi, kami tidak banyak meleset saat kami melepaskan rentetan serangan fisik padanya, tapi Sabagin dengan sigap memblokirnya dengan menggunakan trisulanya.
Bahkan dengan banyak anak panah dan pisau terbang yang melesat sekaligus dengan rapat karena Lyly dan aku menyamakan waktu kami, hanya paling bagus satu atau dua serangan yang mengenai lawan.
Tetap saja, target berubah dari Sei-nee kepada kami. Agar dia tidak semakin mendekat, aku mengubah senjata menjadi pisau dapur dan bersama dengan Lyly, kami berlari ke depan.
"Kshaaaaa——"
"Lyly, jangan sampai kena serangan!"
"Kau juga, Yuncchi!"
Karena Sei-nee saat ini sedang menyiapkan sihir, dia tidak dapat menyediakan bantuan sihir penyembuhan. Karena itulah kami harus menghindari luka-luka fatal dan menarik perhatian musuh pada kami.
Bergantian dengan Lyly, aku bergerak ke depan musuh dan menyerangnya. Meksipun pergerakan kami jauh lebih baik daripada saat kami pertama kali memasuki dungeon, Sabagin memiliki kekuatan dua kali lebih besar daripada Sahagin dan mendekati kami, melepaskan tusukan tajamnya dengan tombak.
"?‼"
"Yuncchi!"
"Aku tidak apa-apa."
Sebuah serangan dengan tombak yang datang dari bawah saat dia mengayunkannya ke atas telah mengenai bagian ketiak dan bahu. Serangan itu mengurangi HP-ku sebanyak 30%. Kemudian tombak itu ditarik mundur dan Sabagin itu memposisikannya untuk menusuk. Aku menghindar dengan melompat kuat-kuat ke belakang, mengeluarkan sebuah High Potion dan menyembuhkan diri.
Kalau aku mendapat serangan lain saat ini, ada kemungkinan aku akan menerima status buruk Stunned dan kehilangan lebih dari setengah HP-ku dalam waktu singkat. Itu hampir saja, menyebabkan keringat dingin menuruni punggungku.
"Persiapan selesai. —— Diamond Dust!"
Diberi tanda oleh Sei-nee, Lyly dan aku menyingkir. Kemudian, partikel-partikel kecil es melayang di udara, membekukan Sabagin mulai dari bagian ujung kakinya. Sabagin mencoba untuk menghancurkan es itu dengan tombaknya, tapi erosi es itu tidak berhenti. Pada akhirnya, Sabagin berubah menjadi sebuah patung es, retak, dan pecah berkeping-keping.
"Kerja bagus. Bagaimana?"
"Sulit. Sabagin benar-benar kuat. Juga, itu bukanlah gaya bertarungku yang biasa."
Aku menggumamkan keluhan dan menghela napas.
"Ayo periksa item drop Sabagin. Kalau itu  adalah equipment perak, kita akan bisa membuatnya menjadi batangan logam dan kita akan mempunyai bahan untuk menciptakan senjata melawan mayat hidup."
"Yuncchi, Yuncchi. Kalau kita akan mencari tahu tentang itu, ayo lakukan setelah bertemu dengan Kurocchi dan yang lainnya. Ayo umumkan di depan mereka."
Usulan Lyly tidaklah buruk saat aku memikirkannya. Sei-nee memanggil Mikadzuchi lewat friend chat untuk memutuskan tempat pertemuan dan kami mulai bergerak.
Di perjalanan menuju tempat pengumpulan, kami bergerak perlahan untuk menaikkan level sedikit dengan bertarung, tapi di perjalanan kembali untuk bertemu kembali di tangga yang mengarah ke bawah, kami bergerak cepat. Alasan kenapa kami bergerak lebih cepat, adalah karena Sei-nee membinasakan Sahagin dengan serangan pertama.
"Sei-nee. Pertarungan dengan Sabagin, apakah kau menahan diri?"
"Daripada disebut menahan diri, agar Yun-chan dan Lyly-kun mendapatkan EXP, aku hanya menahan aktivasi mantera."
Saat Sei-nee berkata demikian dengan seulas senyum salah tingkah, baik Lyly dan aku tertawa, memaafkan dia.
Itu adalah sesuatu yang dia lakukan dengan memikirkan kami. Bahkan kalau dia tetap diam tentang itu, tidak perlu merasa marah karena itu.
"Ah! Yun-kun, Lyly! Juga, Sei-san. Selamat datang kembali."
"Magicchi, Magicchi! Di perjalanan kembali, kami menemukan Sabagin dan mengalahkannya!"
"Benarkah?! Dan, hasilnya?!"
Melihat Mikadzuchi yang sangat penasaran dengan item drop, Sei-nee mengulas senyum getir. Kemudian, dengan sinyal dari Lyly, kami memeriksa item drop yang belum kami lihat.
"Satu, dua——"
Lyly membuka inventorynya dengan mata berbinar, tapi setelah memeriksanya, dia merosot.
"Maaf, Mikadzuchi. Ini Silver Shoulderpards."
Ehehe, Lyly tertawa tanpa energi di dalamnya.
"Yah, kemungkinannya 50%. Tidak ada yang perlu dipikirkan tentang itu, ya'kan? Ah, Mackerel Can."
Sejujurnya, karena aku bisa membuat rebusan makarel sendiri, aku tidak membutuhkannya. Begitu aku memikirkan hal tersebut, Sei-nee yang berjalan di sebelahku meringkuk, bahunya bergetar hebat.
"Yun-chan, tidak adil~. Kenapa kau terus mendapatkan barang langka seperti itu…"

"Umm…Sei-nee?"
Aku melihat sesuatu yang semakin kurang sering kulihat sejak dia pindah ke universitas yang jauh, sosok Sei-nee yang murung. Mikadzuchi untuk beberapa alasan, menaruh sebelah tangannya di kening dan bergumam.
"Kenapa Mikadzuchi harus memanggil Yun-can…? Padahal tidak masalah kalau kita beritahukan saja Yun-chan di mana Water of Life bisa didapatkan."
"Tapi, seperti yang kuduga, Nona memiliki itu."
Seperti yang diduga, melihat Sei-nee seperti ini, Mikadzuchi bimbang. Sei-nee adalah seorang kakak perempuan cantik yang bisa diandalkan, tapi saat dia bersikap manja atau merasa muram seperti ini. Itu juga sangat imut, tapi kesampingkan itu untuk saat ini——
"Mikadzuchi——apa ada tujuan lain selain boss dungeon?"
Saat aku melotot tajam pada Mikadzuchi, setelah merosot, dia terlihat semakin panik.
Dia mencoba untuk membuat beberapa alasan, tapi saat aku mengabaikannya dan terus menatapnya, dia menyerah dan merosot lagi.
"Aku mengerti, jangan memelototiku seperti itu. Sei mengatakannya sebelumnya, bahwa Nona itu orang yang beruntung."
Dengan senyum lebar dan senang, dia memoles tongkat barunya yang dijatuhkan dari boss monster. Sei-nee dengan bangga membesar-besarkan cerita tentangku pada Mikadzuchi. Sei-nee berniat untuk memberitahuku tentang lokasinya secara biasa saja, tapi Mikadzuchi bertindak tegas dan memasukkanku ke dalam party untuk masuk ke dalam dungeon dengan mengandalkan keberuntunganku.
"Mengincar item drop berkali-kali dan bertarung adalah hal yang berat, 'kan? Juga, Sei terkena itu cukup sering."
"Terkena apa?"
Saat aku berbicara dengan Mikadzuchi dengan nada suara kesal, aku merespon terhadap kata-kata yang tidak biasa.
"Dia terkena senso keserakahan."
Sensor keserakahan adalah fenomena gaib yang menurut dugaan mempersulit kemungkinan untuk mendapatkan item yang diinginkan seseorang. Memang benar kalau selisih dalam probabilitasnya, dan ada banyak orang yang terkena itu.
"Jadi, Sei-nee terkena itu cukup sering? Apakah dia orang yang tidak beruntung?"
"Keberuntungannya tidak jelek. Hanya saja, item yang Sei sendiri inginkan tidak muncul. Item drop kali ini, demi material penguat untuk Sei, sudah pasti kali ini…"
"Dan karena itu kau melibatkanku?"
"Lebih tepatnya aku melibatkan Cloude dan yang lainnya juga untuk meningkatkan kemungkinan mendapatkan benda itu."
Daripada mendapatkan dua item setelah mengalahkannya dengan dua orang, mengalahkannya dengan enam orang dan mendapatkan enam item itu lebih baik dan kemungkinan mendapatkan item drop tersebut dari salah satu anggota juga lebih tinggi.
"Sei sendiri memiliki benda langka yang tidak dibutuhkannya untuk ditukar, atau begitulah perhitungan kami."
Aku mendengarkan apa yang Mikadzuchi katakan sambil menghibur Sei-nee. Sei-nee yang murung sudah cukup tenang, tapi aku memutuskan bahwa pergi menghadapi boss seperti ini akan menjadi hal yang kejam untuknya dan karena itu kami beristirahat di ruang istirahat lapisan kelima.
"Jadi, Nona. Sahagin-Approve Mackerel Can, berikan itu padak—"
"Tidak mungkin aku akan memberikannya setelah mendengar hal tersebut. Dasar…"
Aku mengabaikan Mikadzuchi dan memikirkan cara untuk menghibur Sei-nee. Seharusnya tidak masalah untuk memanjakan dan mengalihkan perhatiannya. Aku sama sekali tidak peduli tentang Mikadzuchi yang bahunya merosot turun dengan sedih.
"Maaf Magi-san, Cloude, Lyly. Maukah kalian membantuku menghibur Sei-nee?"
"Tentu, tapi apa yang akan kau lakukan?"
Magi-san memiringkan kepala kebingungan. Dia tidak ada niat untuk menolaknya, jadi aku menjelaskan dan meyakinkan mereka. Pada akhirnya, aku memanggil Cloude dan berkonsultasi dengannya apakah hal tertentu bisa dilakukan.
·
"Haa, aku merasa disembuhkan~"
Kami masih berada di ruang istirahat lapisan kelima tepat sebelum ke ruang boss.
Di dalam situ, hewan-hewan kecil yang tidak sesuai dengan dungeon mengelilingi Sei-nee.
Partner Magi-san, seekor serigala muda, Rickle. Partner Cloude, Socks si anak kucing. Partner Lyly, si burung, Neshias. Dan, partnerku, Ryui dan Zakuro. Mengelus dan memeluk mereka dengan lembut di dadanya, Sei-nee memperlihatkan ekspresi santai.
Air mata kecil dapat terlihat di sudut-sudut mata Sei-nee. Dia pasti merasa ingin menangis karena sensor keserakahannya, pikirku.
"Sei-nee. Sudah tenang?"
"Yup. Yun-chan, maaf."
"Baiklaha kalau begitu, ayo pergi ke ruang boss."
Sei-nee menurunkan Rickle dan Socks yang dia peluk di dadanya ke tanah dan mengelus kepala mereka.
Rickle yang dielus menyipit nyaman dan Socks mengeong manis sambil menatap Sei-nee, enggan untuk berpisah dengannya. Akan tetapi, dia melepaskannya, mengabaikan Mikadzuchi yang masih muram dan berbalik ke arah kami.
"Baiklah kalau begitu. Penyerang barisan depan adalah Magi-san dan Mikadzuchi. Yun-chan dan Lyly di bagian tengah. Di barisan belakang adalah aku dan Cloude-kun. Tidak masalah, 'kan?"
"Tidak masalah. Sebelum kita pergi menghadapi boss, pasangkanlah enchant pada kami."
Aku menerapkan sebuah enchant  dari tipe yang dipilih tiap-tiap orang. Saat giliran Sei-nee dan aku memberikan enchant peningkat kekuatan serangan sihir dan MIND padanya, Socks membuat sebuah jeritan yang sangat nyaring.
"Meooong——"
"Mm? Apa itu?"
"Socks sedang terlalu akrab. Sekarang waktunya kita mengembalikan mereka."
Cloude mengangkat Socks yang melingkarkan dirinya di sekitar kakinya dan mengembalikannya menjadi batu pemanggil. Melakukan hal yang sama, adalah aku, Magi-san, dan Lyly. Setiap dari kami mengembalikan partner kami menjadi batu pemanggil dan melangkah lebih dalam.
Terdapat sebuah lorong panjang dan sempit menuju boss yang berada jauh di belakang.
Untuk berjaga-jaga kalau ada orang lain yang berada di sana lebih dulu, kami harus menunggu di tempat peristirahatan tempat kami berada sebelumnya, tapi kali ini ada lebih dari satu party mendahului kami.
"Itu…satu party yang menghadapi boss dan satu party yang mengawasi mereka, 'kan?"
Party yang sedang melawan boss monster itu, Twin-Headed Shark, membuat monster tersebut terpojok, tapi mereka sepertinya mengkhawatirkan party yang sedang mengawasi mereka. Juga, party yang sedang mengawasi itu telah menghunus senjata mereka dan sesuatu seperti niat membunuh juga terasa dari mereka.
"——Mikadzuchi, di antara mereka ada orang yang datang ke tokoku."
"Aku tahu. Mereka adalah PK Fosch Hound."
Ada salah satu anggota PK waktu itu saat Mikadzuchi menyelamatkanku dari mereka di Atelier. Dia menyadari dan berjalan ke arah kami.
"Kalian semua?‼:
Tubuhku gemetar saat aku mengingat bagaimana aku dicengkeram di bagian kerah, tapi Sei-nee memegang tanganku dan aku dapat menenangkan diri. Terlebih lagi, Magi-san dan Mikadzuchi memposisikan diri mereka untuk menyembunyikanku.
"Cih, player wanita yang menghalangi saat itu dan guild master Crafting Guild, hah."
Dia bergumam seakan meludahkan kata-kata, yang dibalas Magi-san dengan riangnya.
"Halo di sana~. Bagaimana kabar kalian?"
"Ha! Sudah jelas yang terburuk! Kalian terlalu ketat dan kami tidak bisa membeli senjata, armor, atau barang sekali pakai apapun! Jangan main-main denganku!"
"Siapa yang main-main di sini. Tidak hanya kau terus-menerus melakukan perekrutan paksa guildmu, kau juga bersikap mengancam pada sejumlah pengrajin. Sebagai tanggapan terhadap kehilangan dan kerugian yang diakibatkan para guild PK dan guild baru, para pengrajin bersatu dan hanya berhenti menyuplai barang padamu."
Magi-san melakukan sesuatu seperti itu saat aku sedang bersembunyi?! Terkejut, aku menatap punggung Magi-san yang bisa diandalkan.
"Cih, kita keluar dari sini."
Menyerapah, pemimpin memanggil rekan-rekannya, para PK yang mencoba memaksaku dan melarikan diri ke pintu masuk yang terbuka.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya orang-orang di situ sudah selesai menghadapi boss, ayo sapa mereka."
Party yang bertarung melawan boss barusan, menunduk ringan pada kami dan kami bercakap-cakap tentang satu dua hal. Mereka merasa berterima kasih karena kami telah menghalau pergi para PK. Karena aku tidak melakukan apapun, itu membuatku merasa tidak nyaman.
"Baiklah, ayo hadapi boss lagi."
Menanggapi suara Mikadzuchi, kami berbalik ke arah boss yang muncul kembali dan menyiapkan senjata kami.
Boss itu adalah monster tipe hiu dengan dua kepala. Serangan pendahuluan kami adalah sapuan lusinan beruntun Aqua Bullets.
Magi-san dan Mikadzuchi bergerak ke depan boss dan menyerang.
Twin-Headed Shark yang terbang itu menyerang dengan hempasan ekor dan menggigit dengan taringnya yang tajam. Setelah menghindari serangan-serangan tersebut, Mikadzuchi menusuk hidung hiu yang merupakan titik kelemahannya, yang berakibat pada Twin-Headed Shark yang mendarat di tanah karena indera yang menggila. Pada saat itulah Lyly mengiris dengan belati-belati yang dipegang di kedua tangannya, dan Cloude melepaskan serangan sihir elemen kegelapan.
"Aku sebaiknya tidak kalah dari mereka."
Sementara semua orang menyerang terus-menerus untuk mendapatkan bonus rangkaian serangan setiap kali serangan tersebut kena, aku mencoba mengulur waktu dengan membuat boss tidak dapat bergerak, meski hanya sedikit.
Panah yang kupilih adalah panah yang sudah disintesis dengan status buruk SleepParalysisi, dan Stun.
Setelah panah-panah itu menusuk tubuh hiu tersebut, makhluk itu mendapatkan status buruk.
Pergerakan hiu yang perlahan memulihkan inderanya dari dampak serangan telah melambat lagi.
Saat HP yang tersisa terpangkas sampai 40%, Mikadzuchi mulai bergerak menjauh dari barisan depan.
"Kuserahkan sisanya pada kalian!"
"Hei! Mikadzuchi!"
"Yun-chan, sekarang tergantung kita!"
Sei-nee menegurku, dan saat aku berbalik, aku melihat PK yang melarikan diri sebelummya ditambah satu orang baru yang akan menyerbu ke arah kami.
"Uh, merek menunggu sampai kita mulai bertarung dengan boss untuk menyerang kita dari belakang. Itu licik."
Aku menghela napas dan berpaling dari Mikadzuchi yang menghadapi lima PK dan satu orang lagi yang sedang mengamati kami, kembali menatap boss lagi.
"Ayo selesaikan ini! Sesuaikan denganku!"
Bersama dengan seruan Cloude, kami melakukan serangan terakhir pada Twin-Headed Shark yang hampir pulih dari status buruk.
"Haa—— Sword Dance!"
"——Make Weak!"

Menggunakan serangan art beruntun, Lyly meningkatkan jumlah rangkaian serangan dan Cloude menggunakan sihir elemen kegelapan yang tidak kuketahui. Sebagai hasilnya, sebuah aura merap gelap mengelilingi Twin-Headed Shark itu.
"Dia menjadi lemah terhadap elemen api!"
"Giliranku kalau begitu! —— Flame Turn!"
Magi-san menggunakan senjata yang diperkuat dengan sihir dan lidah-lidah api muncul dari retakan yang berpendar merah gelap di kapaknya.
Aku menyesuaikan diri dan menggunakan enchant baru.
"Element Enchant ——Senjata!"
Yang kupilih adalah enchant api untuk senjata yang menggunakan sebuah batu elemental. Lebih banyak lagi lidah-lidah api luar biasa yang bermunculan dari senjata Magi-san. Dia terkejut untuk sekejap sebelum menyunggingkan seulas senyuman puas saat dia mengayunkan kapak besarnya.
"Tamat sudah!"
Kepala bagian kanan hiu itu ditelan oleh semburan api, berjuang dan dia jatuh tanpa daya. Kepala yang kiri mencoba untuk melawan balik, dia membuka mulut dan menyerang Magi-san yang dekat dengannya, tapi kepala itu dihujam oleh tombak es dari sebelah kiri.
Mulut yang terbuka lebar ditindih oleh banyak potongan es yang membentuk satu bungkahan besar dan diikat bersama oleh sejumlah besar tombak-tombak es. Itu berubah menjadi sebuah faktor penentu. Tubuh Twin-Headed Shark berubah menjadi partikel-partikel cahaya dan menghilang.
Biasanya, aku akan merasa sangat senang dengan akhir seperti ini, tapi aku merasa khawatir tentang Mikadzuchi yang pergi untuk menghadapi para PK. Akan tetapi, itu juga berakhir dengan rasa takut yang tidak beralasan.
"Apa? Kau kembali dengan semangat tinggi dan keadaan malah jadi berbalik?"
Sialan! Flein! Kalahkan dia!"
PK yang mencoba untuk merekrutku paksa ke dalam guildnya, memanggil orang yang baru muncul itu. Pria itu yang tidak berpatisipasi dalam pertarugnan, sekarang menarik keluar sebilah pedang dari pinggangnya dan mulai berjalan dengan langkah cepat.
Melihat pria yang dipanggil Flein berpartisipasi, PK yang tersisa memperlihatkan senyum gelap, tapi itu segera berubah menjadi keheranan.
"Bahkan sekalipun kalian, orang-orang brengsek dari Fosch Hound juga adalah sebuah guild PK dan kita bekerja sama satu sama lain, bukan berarti aku harus menyelesaikannya setelah kalian membuat masalah, 'kan. Itu memuakkan, jadi kenapa kau tidak menjadi EXP-ku saja?"
"Apa?‼"
Tanpa ragu-ragu, dia menebas seorang PK Fosch Hound dari belakang. Lima PK lainnya diserang dengan serangan kritikal dari belakang dan ditumbangkan dalam sekejap mata.
"Oh, maaf. Sepertinya orang-orang dari Fosch Hound merepotkan kalian. Aku Flein."
Flein memanggil kami seakan dia barusan tidak melakukan sebuah pembantaian, tapi Magi-san tanpa sadar bergumam, mengatakan posisi pria itu.
"——Guild master dari guild PK Flame Prison Corps, Flein."
"Ohh? Jadi kau tahu tentang aku! Di sini ada ketua dan wakil ketua Eight Million Gods. Ada si trio Crafting Guild. Dan…yah, aku tidak tahu tentang kau, tapi karena orang-orang itu terobsesi denganmu, pasti ada sesuatu."
Melihat pria itu tidak menyangkal tentang dirinya yang adalah guild master dari sebuah guild PK, ekspresiku menjadi sangat kaku.
Mempertimbangkan kemampuan yang memungkinkan dirinya untuk menumbangkan lima orang barusan dalam sekejap mata, aku tidak ingin bertarung melawannya.
"Kalau bisa, aku ingin kau melepaskan kami."
"Itu tidak mungkin."
Tidak bisakah kita bernegoisasi? Apakah itu tentang item? Perekrutan paksa? Atau mungkin balas dendam?
"Hanya ada satu hal yang kudambakan—cukup intens untuk membuatku begitu senang, sensasi saat saling membantai! Karena itulah aku menginginkan PVP (Ed: Player Versus Player) yang biasa saja. Aku ingin bertarung player secara hidup-dan-mati! Karena itulah aku tidak bisa membiarkan kalian begitu saja!"
Dari semua kemungkinan, yang ada malah seorang maniak pertarungan. Tamat sudah, kita akan dihabisi di sini—itulah yang kupikirkan, tapi aku sama sekali tidak masalah dengan hanya kehilangan setengah dari uangku…
"Tapi, aku tidak sesombong itu untuk berpikir bisa mengalahkan sebuah party yang terdiri dari enam orang sendirian saja. Karena itulah, aku akan bertarung dengan orang yang terkuat di sini dan kemudian kembali. Bagaimana?"
"Kalau begitu, aku akan menghadapimu. Nona dan yang lainnya menonton saja."
"Mikadzuchi…"
"Jangan khawatir."
"Tanpamu, keseimbangan barisan depan party akan hancur, akan sulit untuk pulang. Jangan kalah."
Sei-nee…apakah dia merasa khawatir? Atau mungkin itu adalah perasaannya yang sesungguhnya? Entah yang mana, Mikadzuchi menerimanya dan hanya tersenyum simpul.
"Baiklah kalau begitu, ayo mulai."
"Aku siap."
Mikadzuchi menyiapkan tongkatnya yang tingginya sama dengan dirinya. Flein menghunuskan sebilang pedang yang begitu tipis sehingga terlihat seakan benda tersebut bisa hancur jika digunakan dalam pertarungan.
Mereka berdua mempersempit jarak antara satu sama lain dalam sekejap dan saling mengayunkan senjata mereka. Tusukan Mikadzuchi ditangkis oleh pedang tipis itu. Flein bergerak saat itu juga dan menebasnya. Mikadzuchi menghindarinya dengan nyaris kena dan melakukan ayunan horizontal yang dielakkan dengan sebuah lompatan.
Terdapat lusinan pertukaran serangan, tapi Mikadzuchi perlahan didesak.
"Hoho, apa ini?! Apakah orang terkuat guild hanya sekuat ini?!"
"Dari mana kau mendapatkan kekuatan ini? Kekuatan yang tidak masuk akal!"
Mereka berteriak satu sama lain dan mengerahkan segenap kekuatan mereka.
Flein dengan girang menaikkan suaranya dan Mikadzuchi dengan kesakitan menerima setiap serangan.
Mereka sama-sama player, jadi aku penasaran daripada asalnya perbedaan itu. Kekuatan dan kecepatan Flein melampaui Mikadzuchi. Wanita itu mengkompensasinya dengan kemampuan dan jangkauan panjang senjatanya. Kelihatannya senjata seseorang akan hancur kalau mereka meneruskan pertarungan seperti ini. Dan, saat itu pun tiba.
"Haa——apa?‼"
"Selesai, ya. Sayang sekali, setidaknya aku akan menggunakan ini untuk mengakhirinya. ——Killing Edge!"
Tongkat Mikadzuchi hancur dan dia kehilangan senjatanya. Kenyataan bahwa senjata Flein yang terlihat rapuh itu lebih tahan lama dibanding senjata Mikadzuchi adalah hal yang aneh, tapi aku merasakan firasat yang lebih buruk tentang art yang pria itu gunakan.
Sebuah efek berwarna hitam merambati pedang tipis itu, memanjang dan menghilang ke udara tipis. Dalam keadaan itu, tebasan pedang tersebut mengincar leher Mikadzuchi——
"Enchant ——Speed!"
"?‼"
Untuk sesaat, sebuah enchant kecepatan diberikan pada Mikadzuchi dan dia berhasil susah payah menghindari serangan itu di detik terakhir.
Art tersebut, dihindari dengan bersandar ke belakang seakan jatuh. Efek dari bilah itu berpencar di udara saat diayunkan.
"…dia menghindarinya, ya."
Flein yang terlihat bersenang-senang, mengerutkan alisnya dan menatap tajam padaku. Dia tahu aku melakukan sesuatu beberapa saat lalu. Dia paham bahwa aku ikut campur dalam pertaruangan mereka berdua. Aku hanya bertindak secara reflex.
"Khukhukhu…ahahahaha——dielakkan! Dia mengelak serangan pasti-mati!"
Dia menaruh sebelah tangan di keningnya. Tawa Flein bergema keras di lokasi itu. Merasakan kemungkinan bahwa targetnya akan beralih padaku karena menghalangi pertarungan mereka berdua, aku bersimbahkan keringat dingin. Flein terus tertawa senang dari dalam lubuk hatinya.
"Begitu ya, aku mengerti. Jadi karena itu Fosch Hound terobsesi dengannya. Orang ini menarik! Ada orang-orang yang kuat karena diri mereka sendiri, tapi memperkuat orang lain?! Seperti ini, orang-orang yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawanku mungkin saja sebenarnya melampauiku!"
Flein menatapku dengan senang, tapi Mikadzuchi berdiri di antara kami untuk mengalangi garis pandangannya.
"Pertarungan kita belum selesai."
"Ah? Itu benar. Ohh, yah, setelah itu dihindari, aku tidak bisa menggunakannya lagi. Ayo lakukan lagi di waktu berikutnya dalam kondisi yang sempurna. Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu."
Setelah berkata begitu, Flein berjalan ke arah satu-satunya pintu di ruang boss. Dan, saat dia pergi——
"Orang-yang-diobesikan di situ…saat berikutnya kita bertemu, aku ingin berhadapan denganmu."
Aku menarik perhatian orang yang sangat merepotkan, jeritku dalam hati dan tidak dapat memprotesnya. Aku hanya bisa melihatnya pergi.
Flein mengatakan banyak hal penting seperti bahwa serangan itu tidaklah sempurna, dan kemudian pertemuan kami berakhir.

Only Sense Online Jilid 4 Bab 6 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.