18 Juni 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 20 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 20)
(Translater : Setiawan Danu)

Sebuah kabut tebal tiba-tiba muncul di tengah-tengah medan perang. Para Homunculi di dalamnya yang bingung dengan hal itu berhenti bergerak, lalu kemudian merasakan dampak seperti terbakar percikan api dari dalam hidung mereka.
Ketika mereka tumbang dan terjatuh berlutut mereka satu demi satu, seberkas suara  tanpa dosa dan tawa seperti dari peri terdengar di atas kepala mereka.
"Ada banyak, banyak dan banyak dan banyak, dan semua orang tampak begitu lezat!"
Para Homunculi menyimpulkan bahwa itu adalah musuh dan mencoba untuk menyiapkan senjata mereka, tetapi mereka tidak memiliki kekuatan yang tersisa. Bahkan jika mereka berhenti bernapas, mereka telah menghirup udara dan paru-paru mereka terasa sakit seolah-olah mereka sedang ditarik dengan sesuatu seperti jarum.
Itu tidak baik; mereka harus melarikan diri. Membuang senjata mereka, mereka mengambil dua atau tiga langkah kaki, namun goyah dan terjatuh. Mereka tidak bisa menempatkan kekuatan apapun ke kaki mereka. kepala mereka berdenyut-denyut seakan dipenuhi dengan serangga, dan pikiran mereka jatuh ke dalam kebingungan.
“To..long…”
Satu di antara mereka menggumam dan tidak lama bersin. Lalu terdengar….
“Ufufufu, sangat banyak sekali di sini. Aku bingung memilihnya. Apa yang harus kulakukan ~♪”
Teriakan minta tolong ditolak oleh kata-kata yang tidak bersalah dari seorang gadis muda.
Itu begitu sakit, mata mereka sampai melelehUdara yang mereka hirup menghanguskan paru-paru mereka. Perasaan ketika hati mereka sedang mulai rusak sangat mengerikan.
Ah, itu menyakitkan, sakit, sakit, seseorang, tolong, bantu ------!
Ittadakimasu~♪”
Kata-kata yang menggemaskan, namun sangat mengerikan, manis seperti gula. Dalam sekejap, organ-organ internal yang penting untuk hidup telah dicongkel dari dalam tubuh mereka. Para Homunculi, yang  seharusnya hanya memiliki kapasitas yang terbatas untuk mengekspresikan emosi, menjerit ketakutan.
Tetapi teriakan mereka tertutup oleh kabut tebal dan memudar tanpa terdengar oleh siapa pun.
Kabut ini benar-benar seperti perut raksasa, ruang pembunuhan mutlak. Kau akan mati hanya dengan berada di dalamnya, dan bahkan jika kau mencoba melarikan diri atau merontakau tetap akan mati. Orang yang berkuasa atas ruang ini adalah pembunuh berantai ---'Jack the Ripper '
“Terimakasih atas makananya.”
Medan pertempuran sudah menjadi kondisi dimana mereka dicintai oleh dewa kekacauan
Panah cahaya telah jatuh seperti hujan sebagai penanda serangan pembuka, dan kereta kuda yang  ditarik oleh tiga kuda menembus langit.
Tiang-tiang pancang kematian menyembur keluar satu demi satu dalam kawanan sementara seorang ahli tombak yang dibalut api menyerang mereka.
Seorang pemanah yang tampaknya telah menjadi satu dengan hutan menantang kesatria yang telah turun dari kereta kudanya, sementara itu pemanah wanita yang terlihat seperti binatang, berlarian di sekitar medan perang dan menantang seorang prajurit gila, yang terus tersenyum bahkan saat sedang menjadi seonggok daging menjijikkan, dan juga menjadi landak yang tubuhnya penuh dengan anak panah.
Prajurit gila lain terus mengamuk tanpa pernah kehabisan napas seolah-olah dia di gerakkan oleh mesin, sementara mediator yang tampak seperti seorang monster mempertahankan ketenanganya sambil menghadapinya.
GolemHomunculi yang ekspresi tidak pernah berubah seolah mereka telah rusak oleh kehancuran, tentara gigi naga yang yang selalu mendorong ke arah musuh seberapapun mereka hancur berkeping- keping.
Seorang ahli berpedang yang seperti tumpukan baja sedang menghadapi seorang penunggang dengan penampilan yang cantik yang memegang tombak sebagai senjatanya.
Seorang Ratu kuno telah meluncurkan serangan kejutan dengan benteng mengambang untuk menentang para Magus yang telah mengurung diri mereka di dalam sebuah kastil kokoh, sementara seorang pembunuh berantai menyembunyikan dirinya didalam kabut beracun-
Darah para Homonculi mewarnai padang rumput dengan warna merah membara, dan tumpukan bagian tubuh dari Golem dan tentara gigi naga bertumpuk dimana- mana seperti salju.
Kata [kedamaian] sudah tidak lagi berada di tempat ini, di mana semuanya bertarung dan mencoba untuk membunuh satu sama lain.
Perang Holy Grail telah meluas terus – menerus, menabrak semua yang di lewatinya, dan menenggelamkan semuanya jika sedikit saja untuk mendekat.
Dan dia yang muncul pada medan perang yang menyerupai neraka ini adalah seorang pengawas mutlak pada perang suci kali ini —Ruler, juga bisa disebut dengan Jeanne d’Arc, dan seorang yang mendampingi dirinya.
Dia yang mendampinginya adalah seorang Homonculus yang bernama Sieg.

CHAPTER 2 END

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 20 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.