18 Juni 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 19 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 19)
(Translater : Setiawan Danu)

Rider Hitam bukan berarti memiliki tubuh yang kekar ataupun kokoh. Stamina yang dimiliknyajuga hanya seperti yang di bayangkan dari penampilan yang mencoloknya saja.
“Owwowowowow…”
Meskipun begitu, dia tidak terluka berat karena terjatuh dan ledakan  dari mana. Mungkin itu terjadi karena efek dari Noble Phantasm miliknya: Luna Break Manual: Universal Magic Guide.
“… astaga, aku menyerah. Apa yang harus aku lakukan sekaramg?”
Hippogriff miliknya tidak mati. Hippogriff miliknya hanya terluka saja, namun karena Hippogriff miliknya telah dipanggil kembali, seharusnya masih bisa untuk  dipulihkan kembali. Naum dia tidak bisa menggunakanya lagi pada pertempuran kali ini.
Ketika dia memikirkan kembali hal itu, dia tidak menolak dirinya sendiri telah bertindak gegabah. Jika dia mengeluarkan seluruh kekuatan Hippogriff miliknya, bisa dipastikan dia bisa menghindari serangan sihir barusan.
Alasan kenapa dia tidak melakukanya adalah karena dari awal dia memang tidak mau menggunakanya.
“Ah, sial!”
Dia menggaruk kepalanya. Apakah dia sangat ragu dan goyah sebanyak ini selama masa hidupnya? Dia menyadarinya, meskipun hanya teorinya. Dia sangat paham kalau mereka harus memenangkan perang kali ini. Namun tubuhnya sama sekali tidak mau menuruti apa yang dia perintahkan.
“ Ah sial,. Aku benar- benar menyerah!”
Gambaran samar- samar yang muncul dalam benak pikiranya yang sedang mencari pertolongan. Suara orang itu terdengar lembut dan sekilas  seperti serangga yang gemetaran, dan terasa begitu rapuh.
“Karena kita adalah para pendosa yang banyak memakan orang-orang yang lemah seperti mereka.”
Kata- kata “itu sudah terlambat” muncul di dalam kepalanya. Benar, kata- kata itu sudah sangat terlambat dalam masalah ini. Dia adalah seorang monster yang memakan Mana hanya dengan membentuk wujud manusianya. Itulah wujud aslinya. Dia yang mengetahui berapa bayak Homonculi yang mati hanya demi dirinya?
Benar-benar sangat terlambat untuk berpikir demikian. Meskipun begitu, dia tidak benar–benar akan melakukannya. Dia sudah menentukan dan menguatkan hati untuk tidak melakukanya.
“… untuk sekarang, aku akan mencari yang lainya.”
Dia menginginkan Holy Grail, dan dia ingin mengerahkan dirinya demi rekan-rekannya. Pertanyaannya, sanggupkah dirinya mengerahkan seluruh kekuatannya ketika dia mengikuti kata hatinya yang menjadi masalah utama dirinya, yang kini telah menghalangi jalanya.
“Hmmm?”
Claaaaaaang!
Rider panik berbalik pada suara logam bernada tinggi. Dengan noda darah dan penyok di sana-sini, sebuah mobil sport berbingkai merah buatan Amerika, Chevrolet Corvette, terjun kearah Rider sembari menghindari golem dan mengirim tentara gigi naga dan homunculi berterbangan.
"Tidak mungkin!?"
Meskipun dia terkejut melihat penampilan penyusup yang terlalu tidak serasi masuk ke dalam medan perang tradisional ini, Rider masih seorang Servant. Jadi, dia segera mengambil manuver mengelak. Melewati sisi Rider, setir kemudi dari Corvette itu nampaknya berputar dengan kekuatan yang tidak masuk akal, terlihat seperti berhenti sambil berputar di sekitar seolah-olah sedang  terlempar oleh raksasa.
Seolah Rider sedang menyaksikan mobil dengan takjub, suara gemerincing datang dari kursi pengemudi.  Nampaknya si pengemudi ingin mencoba untuk membuka pintu, tapi mungkin karena terbentur sesuatu, pintu itu tampaknya tertutup sepenuhnya.
“Sial, sangat menjengkelkan!”
Bersamaat dengan umpatan itu, pintunya melayang ke udara.
Sepasang kaki yang ramping melangkah keluar dari kursi pengemudi. Seorang gadis, dengan wajah yang kotor di sana-sini, keluar dan menghantam atap mobil dengan wajah yang jelas menenunjukkan kekecewaan. Dia mengenakan jaket kulit berwarna merah dan tube-top di bagian atas tubuhnya, dan celana jeans yang dipotong yang memperlihatkan pahanya pada bagian bawah tubuhnya. Pintu kursi penumpang depan juga melayang sesaat kemudian, dan seorang pria perlahan merangkak keluar dari mobil. Dia adalah seorang pria besar yang mengenakan sepatu hitam dengan celana panjang hitam, dan penampilan secara keseluruhan benar-benar membuatnya tampak seperti ia hidup mencolok dan berantakan, sama sekali jauh dari kata rapi dan orang yang berwibawa.
"Hei, Master!, mobil-mobil buatan  Amerika nampaknya kurang awet ,yah?"
"... Satu-satunya kendaraan yang mungkin bisa menahan kemampuan mengemudimu adalah sebuah Tank! Apa benar kau memiliki kemampuan B rank dalam mengemudikan semacam[Riding]? Apakah kau benar-benar tahu cara mengemudi? Ah, tidak, lupakan saja. Tidak perlu untuk menjawab. Aku lupa ini memang kebiasaanmu.”
Pria itu menjawab dengan ekspresi lelah ... Dengan kata lain, dia adalah seorang Servant, lalu? Rider Hitam tertegun. Bukan, itu ia terkejut bukan oleh mobil merah itu. Itu karena ia tahu bahwa Servant yang berada di depannya itu sangat kuat.
Saber merah
Menanggapi gigauan RiderSaber menyeringai seakan tidak kenal takut.
“Yo! Kau seorang Servant Hitam bukan?”
"Berdasarkan profil yang diberikan kepada kita, dia mungkin seorang Rider. Nah, Saber. Aku akan meninggalkan sisanya untukmu. Aku akan keluar dari sini."
"Ada apa dengan sikapmu ini, Master? Tidakkah kau tinggal dan menonton sosok gagahku dengan mata kepalamu  sendiri? "
"Saya akan menonton dengan senang hati jika kita tidak berada di tengah-tengah medan perang ..."
Pria besar itu mengamati lingkungan sekitar mereka sambil mendesah. Tidak hanya berada di sana tentara gigi naga, para homunculi dan golem berada dimana-mana, tapi dia juga melihat sekilas bentrokan memancarkan sejumlah besar Mana antar Servant di sana-sini.
"Cih!. Mau bagaimana lagi. cepatlah mundur! "
"OkayDan juga, pastikan kau juga kembali hidup-hidup. "
Master dari Saber menuju ke kursi pengemudi, dan membiarkan pintunya tidak terpasangdia memaksa laju Chevrolet Corvette itu.
"Ya ampun. Pergi bertarung tanpa aku, di sini juga ada batasan bahkan untuk bercanda ... Yah, apa pun ituPemeran utama tiba terlambat di atas panggung dan raja bergabung dalam nikmatnya pertempuran adalah bagian dari bagaimana dunia bekerja."
"-Huh, Kau seorang raja?"
"Benar. Jika kau menyerah, aku akan menyelesaikan ini dan memenggalmu dengan cepat dan mudah. ​​"
"... Tidak, itu sedikit ..."
Rider sudah kembali pada pijakannya setelah menghindari mobil itu. Saat dia memegang tombaknya dan mempersiapkan diri untuk melawan, Saber merah menatapnya dengan ekspresi ragu.
"Hey, hey, Rider. Bagaimana tungganganmu yang seharusnya kau naiki? "
"Ah, kubiarkan dia  untuk beristirahat."
Ekspresi Saber merah tiba-tiba menjadi penuh dengan niat membunuh. Ternyata dia tidak bisa menahan dirinya kembali pada cara sikap Rider yang tampaknya menganggap enteng dia.
"Aaah? Apa yang bisa seorang  Rider tanpa mengendarai tungganganya itu? Yang hanya membuatmu menjadi seorang prajurit yang lemah. "
"Nah, aku tidak dapat menyangkal itu, tapi ..."
"Tidak, kau harusnya menyangkalnya."
"Tidak, tidak, aku seorang pria yang benar-benar jujur, kau lihat. Dipaksa untuk membunuh musuh adalah peran seorang Servantbenar bukan. "
"Cih ... itu memang benar.ngomong-ngomongRider. Apakah benar bahwa Saber Hitam telah kalah? "
"Itu benar, itu benar, itu serius, benar."
"Apa penyebabnya?"
"Hmm ...... Dari pandangan orang luar, mungkin akan terlihat seperti perbedaan pendapat internal. Dari sudut pandangnya, dia hanya memegang keyakinannya, kukira begitu? "
"Uwah, itu sangat kuno sekali. Apakah Saber Black semacam ksatria yang rapuh? Dia menentang peraturan karena dia masih memegang keyakinannya? Sangat konyol dan bodoh! "
Pada kata-kata itu, suasana di wilayah tersebut benar-benar berubah. Orang yang berubah adalah Rider Hitam, dan ekspresi Saber Merah juga berubah setelahnya.
"Aku tidak akan menyangkalnya, kau tahu itu? Aku benar-benar tidak akan menyangkalnya, tetapi kau tidak boleh berbicara tentang dia seperti itu. Seorang kesatria berpedang yang terlihat seperti berandalan sepertimu tidak memiliki hak untuk berbicara tentang dia!
“Hoh. Ternyata kau banyak bicara juga. Kalau begitu…”
Penampilan Saber Merah berubah. Sejumlah besar Mana yang tersembunyi di dalam tubuhnya dilepaskan, dan pakaiannya ditukar oleh baju zirah dan juga helmnya. Di tangannya adalah pedang seorang kesatria. Benar-benar pakaian yang indah dan peralatan itu memang layak disebut seorang Saber.
"Sudah cukup sampai di sini mengobrolnya. Aku akan mengubahmu menjadi karat di pedangku ini, kau Rider tanpa tungganganya! "
"Wah, wah sangat menakutkan ~ ..."
Situasi ini tidak menguntungkan baginya, dan dia juga sangat rendah dalam hal kekuatan sebagai seorang  Heroic spirit. Tapi meskipun demikian, pertarungan antara mereka tidak terhindarkan lagi.
Ah, ini buruk. Aku mungkin akan mati di sini.
Itu intuisi sebagai kesatria bukan sebagai Heroic SpiritGambaran dirinya mati dengan mudah dan dalam ketidakjelasan jika dia berjuang muncul dalam pikirannya.
Bahkan dalam menghadapi realitas putus asa seperti iniekspresi dan wajah Rider Hitam tidak berubah sama sekali. Dia menyiapkan kuda- kudanya dengan tombak yang dia curi dari ksatria Argalia di masa lalu, dan mempersiapkan diri sendiri untuk mengatasi pertempuran semua atau tidak sama sekali ini.

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 19 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.