16 Mei 2017

Only Sense Online Jilid 4 Bab 4 LN Bahasa Indonesia


PARA PEMULA DAN PEDAGANG MATERIAL

"Um…terima kasih banyak karena datang membantu kami. Seperti yang kuduga, ini adalah tantangan yang mustahil untuk para pemula. Ah, namaku Alphard. Silakan memanggilku Al."
"…Aku kakak perempuannya, Rainard. Raina tidak masalah."
Kedua orang yang diselamatkan itu sudah tenang. Mereka menoleh si Pedagang Material dan memperkenalkan diri mereka.
Raina, si kakak, rambutnya pendek berwarna pirang platina, hanya rambut di sisi samping bagian depannya yang panjang. Matanya yang sedikit sipit dan ekspresi pemarahnya memberi kesan orang yang berkemauan kuat.
Bahkan sekarang, entah apakah dia merasa berterima kasih karena diselamatkan atau hanya bersikap memberontka, dia memperkenalkan dirinya hanya  dengan beberapa kata saja.
Al, si adik laki-laki memiliki rambut pendek yang warnanya lebih mirip abu-abu daripada hitam dan mata yang sedikit sayu, dan dikelilingi oleh atmosfir yang tenang. Dia sedikit meminta maaf atas sikap dingin Raina. Dia mungkin telah diperintah kesana kemari oleh kakaknya. Aku entah kenapa merasa bersimpati dengannya yang harus mengikuti tingkah saudarinya.
"Aku Yun."
"Kalian silakan memanggilku Emilio."
Si Pedagang Material dan aku secara singkat memperkenalkan diri kami dan menyelidiki masalah utamanya.
"Jadi, kalian berdua, kenapa kalian ada di tempat seperti ini?"
"………"
"Ayolah, Raina-chan. Aku akan bicara."
Al mulai menjelaskan menggantikan Raina yang bersikap tidak patuh dengan tetap diam.
"Hanya dengan melihat kami kalian bisa mengetahuinya, tapi ini adalah hari pertama kami di dalam OSO."
Raina dan Al mengetahui tentang OSO sejak β dan kelihatannya mendaftar untuk menjadi tester.
Mereka tidak bisa mendapatkan VR Gear dari produksi keluaran pertama, tapi kali ini mereka bisa mendapatkannya dari keluaran kedua dan akhirnya dapat mulai memainkan game.
"Begitukah? Makanya kalian menjadi tester yang terakhir."
"Ya, aku sebenarnya berpikir bahwa kami sebaiknya menikmati ini secara bertahap, tapi…juga ada Rai-chan."
"Apa? Aku hanya memilih metode yang beresiko untuk menjadi lebih kuat. Aku bisa melakukannya."
Raina terhenyak dengan apa yang Al katakan dan dengan marah menaikkan bahunya.
Ada banyak pubertas, ya 'kan? Aku berpikir demikian dan menatap Al, kemudian berkata untuk menyemangati dia agar bicara.
"Rai-chan ingin mengejar ketertinggalannya di OSO dan mengecek berbagai panduan di internet, melihat-lihat banyak tempat dan menonton banyak video, memikirkan tentang itu…dan, um…"
"Menemukan sebuah metode menaikkan level yang dia pikir bisa dia gunakan?"
Saat Pedagang Material berbicara dengan suara mekanis, Al menganggukkan kepalanya.
"Itu adalah sebuah video yang bernama Leveling level rendah Moor Frog."
"…haa? Apa yang kalian bicarakan?"

Possessed SP25
Bow Lv33】【Longbow Lv4】【Hawk Eyes Lv43 Speed Increase Lv25 See-Through Lv6 Magic Talent Lv43】【Magic Power Lv46 Enchant Arts Lv19 Dosing Lv24 Earth Element Talent Lv16
Unequipped:
Alchemy Lv30 Synthesis Lv30 Engraving Lv1 Swimming Lv13 Crafting Knowledge Lv32 Taming Lv7 Linguistics Lv16】【Cooking Lv23


Aku mengecek Sense-ku barusan, tapi rata-rata level Sense-ku adalah sekitar 26. Bagaimana kau bisa melakukannya bahkan pada saat levelmu lebih rendah?
"Ooh, video itu. Itu menggunakan pendekatan, taktik tertentu dan menggunakan equipment yang sudah dipersiapkan. Juga, dibutuhkan level skill player yang sangat tinggi."
"Tapi di video itu, ini berhasil!"
"Sudah kubilang, ini terlalu sembrono. Dalam pembuatan video itu ada kolaborator yang mencegah monster yang tidak diinginkan untuk bergabung. Apa kalian bahkan punya seseorang yang bisa melakukan itu?'
Raina menutup mulutnya menanggapi nada bicara dingin dan argumen tempat dari Emilio si Pedagang Material.
"Seperti yang kuduga. Kita seharusnya mendengarkan apa yang dikatakan orang yang  berpengalaman, Rai-chan."
"Tetap saja! Aku  ingin menjadi kuat!"
"Daripada mendapatkan penalti kematian karena bersikap gegabah, lebih baik melakukan apa yang bisa dilakukan dalam jangkauan kemampuanmu, 'kan? Apa kau benar-benar tidak masalah melibatkan adikmu dalam hal itu?"
Dia berkata bahwa dia ingin kuat, tapi denganku yang mempertanyakan hal itu, Raina terdiam dan merasa menyesal. Al si adik berkata "Aku tidak keberatan", tapi Raina yang menyadari bahwa dia terlalu tergesa-gesa dan dibutakan oleh hal tersebut, merasa syok.
"Kalau begitu, sudah ya. Aku sendiri diselamatkan oleh Emilio si Pedagang Material, jadi ini mungkin kedengarannya aku bersikap arogan, tapi hari ini hanyalah sebuah kebetulan. Karena itulah kami akan segera pergi."
"——Tunggu!"
Mengakhiri percakapan, aku mencoba untuk pergi bersama Ryui dan Zakuro, tapi Al menaikkan suaranya untuk mencegahku pergi.
"Tolong buat aku, tidak, tolong buat aku dan Rai-chan menjadi kuat! Kumohon!"
"Tunggu, Al! apa yang kau katakan?!"
"Maksudku, lihat! Ini adalah orang yang menyelamatkan kita! Kita tidak punya orang lain untuk diandalkan di sini! Itu semua karena sikap Rai-chan yang begitu buruk!"
"Al! Kau berani juga ya, mengolok-olok kakakmu di depan umum!  Hanya seorang adik saja, hanya seorang saudara kembar, seharusnya tidak mencoba untuk bersikap seakan kau lebih baik daripada saudarinya!"
Tepat di hadapanku, kedua berdua bersaudara itu bersuara "gyaa gyaa!" dan "wah-wah!", bertengkar dengan berisiknya. Mereka berdua, mereka tidak benar-benar bertengkar 'kan ya?  Aku entah bagaimana bisa mengetahuinya. Secara khusus, beberapa gestur tubuh Raina dan caranya berkata-kata mengingatkanku dengan Myu.
Akan tetapi, aku tidak cukup kuat untuk berpikir membantu mereka, dan tidak bisa menunjukkan pada mereka bagaimana caranya.
"Kalau begitu, karena sepertinya akan makan waktu, aku akan per——"
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Perekrutan guild itu menakutkan saat ini, jadi tidak ada yang bisa diandalkan! Aku  tidak bisa membiarkan orang sebaik dan seperhatian ini pergi begitu saja!"
"…Kurasa tidak ada hubungannya dengan ini."
Al yang menyambar tanganku dan Pedagang Material, tidak keberatan menahan kami meskipun dia terseret-seret dan aku tidak bisa menepisnya lepas.
Juga, ada hal yang membuatku khawatir, yaitu hal yang disebut 'perekrutan guild'. Entah kenapa, beberapa pola muncul di kepalaku dan kakiku terhenti.
"Haa, ya ampun…"
"Apakah kau akan membantu?"
"Yah, kurasa mau bagaimana lagi untuk  kali ini, ya 'kan?"
Mungkin saja, aku ada kaitannya dengan alasan untuk itu.
Banjir guild yang baru muncul berasal dari kompetisi antara Guild Pengrajin dan Grup Pengecer.
Saat memulai Guild Pengrajin, kami berencana untuk membeli Guild Emblem dari pasar untuk mendirikannya, tapi Guild Pengecer membelinya untuk menaikkan harga.
Karena itulah kami mendapatkan Guild Emblem secara langsung dengan melakukan quest pendirian guild dan mendirikan Guild Pengrajin.
Karena itu, Guild Emblem menjadi stok buntu dan sejumlah besar dari barang itu dijual dengan harga rendah. Para player membelinya dan sebuah banjir pendirian guild pun terjadi.
Pada akhirnya, ini mungkin hanya aku yang menyalahkan diri sendiri, tapi rasanya seperti aku ada hubungannya dengan kejadian ini.
"Kau benar, ini adalah sesuatu yang disebabkan oleh Taku, kenalan Yun bagaimanapun juga."
"Ya…hei, haa?! Apa urusannya Taku dengan ini?!"
"Yang mengalahkan seekor Moor Frog pada level 8 di video yang disebutkan sebelumnya, adalah Taku, kenalanmu. Aku melihat video tersebut dan memastikannya."
Mendengar hal tersebut dan menyadari bahwa Taku dan aku adalah teman, Al dan Raina menatapku dengan penuh hormat dan binar-binar di mata mereka. Akan tetapi, Taku dan aku adalah dua orang yang berbeda dan bahkan meskipun kami saling mengenal, itu bukanlah sesuatu yang menjadi pujian untukku, dan aku juga bukan seorang maniak game! Jangan melihatku dengan begitu penuh harap!
"…Taku, aku pasti akan meninjumu!"
Aku diam-diam bersumpah dalam hati. Masih mengenakan topengnya, Emilio melihatku dengan kasihan.
"Mau bagaiman lagi. Aku juga akan bergabung. Yah, kalian mungkin tidak ingin berada bersama dengan orang mencurigakan yang memakai topeng di kepalanya, sih."
"Terima kasih banyak!"
"…hmph."
Al dengan senang menurunkan kepalanya, tapi Raina terlihat tidak mengakui Emilio dan memperlihatkan sikap dingin. Itu membuat Al panik, tapi Emilio tidak tersinggung, malah dia hanya tersenyum miris.
"Yah, aku tidak akan terus-terusan melakukan ini untuk selamanya, mungkin sampai aku mencapai Kota Kedua atau Ketiga. Sampai saat itu, aku akan mengajari kalian beberapa hal."
"Kalau begitu, aku akan membuat beberapa item dari material yang kupunya. Juga, aku ingin sedikit bantuan dalam mengumpulkan material, kurasa?"
Kami berdua memberikan mereka sedikit persyaratan, tapi baik persyaratanku dan Pedagang Material tidaklah berat. Kami membantu mereka untuk menaikkan level dengan cara yang lembut.
Untuk beberapa alasan, aku merasa sama sekali tidak ingin menghilang, tapi membentuk sebuah party dengan empat orang yang tidak berhubungan dengan guild manapun bukanlah hal yang buruk.
Konsultasinya selesai dan kami akan meninggalkan lokasi tersebut, tapi——
"A-apa?! Tenaga tubuhku…"
"Aku juga tidak bisa berdiri. Aku tidak bertenaga. Musuh?"
Raina dan Al menaikkan suara mereka. Kelihatannya mereka mendapat penalti karena pengurangan satiety. Melihat hal itu, si Pedagang Material memutuskan untuk mengajari mereka terlebih dahulu.
"Kalau begitu, hal pertama yang akan kami ajarkan pada kalian adalah manajemen status kalian."
Menanggapi pernyataan Emilio, aku memberikan beberapa roti lapis Atelier pada kedua orang itu dan menenangkan mereka.
"Nyamnyamnyam…Aku sama sekali tidak akan melupakan penghinaan ini! Tolong tambah lagi!"
"Rai-chan, kau mengatakan hal semacam itu lagi. Ah, aku juga!"
"Kalian berdua…apa kalian tidak punya pengendalian diri? Ya ampun."
Setiap roti lapis memulihkan 20% satiety, dan saat tangan-tangan mereka dijulurkan untuk keenam kalinya, Emilio dengan tegas menghentikan mereka.
"Hanya karena ada item, bukan berarti kalian harus menggunakan seluruhnya. Sisihkan setidaknya satu dan simpan di dalam inventory kalian."
"Apa, ini adalah milikku! Aku tidak akan menerima perintah apapun darimu."
"Tidak, ini semua adalah roti lapisku sejak awal."
Emilio menghela nafas lelah menanggapi sikap agresif Raina.
"Yah, baiklah. Kurasa si adik akan mendengarkan nasihatku dengan baik, ya 'kan?"
Dia memiringkan kepalanya sedikit, dan dengan wajah yang sedikit tertutup di balik topeng, dia menyunggingkan seulas senyuman yang hanya memanjang di mulutnya. Ketakutan dengan ekspresi itu, Al mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Aku mengerti. Nah, karena sekarang kalian sudah mengenyangkan perut kalian, ayo mengumpulkan item."
"Haa?! Kenapa? Seharusnya menaikkan level dulu, 'kan?"
"Aku tidak masalah dengan itu, tapi…apa kalian punya item sekali pakai untuk digunakan selama bertarung?"
"Aku tidak perlu itu."
"Mungkin saja. Raina yang menggunakan tombak mungkin tidak ada masalah, tapi bagaimana dengan Al yang adalah seorang mage? Begitu dia kehabisan MP, dia akan dihajar habis-habisan, kau tahu? Kau perlu memikirkan tentang menghabiskan waktu untuk memulihkan diri, jadi bertempur dengan monster sambil mencari item adalah cara yang paling efisien. Ini adalah hal yang kritis bagi sebuah party untuk menyamakan langkah mereka."
Mendengar penjelasan logis Emilio, Raina terdiam. Melihat hal tersebut, kupikir ini sudah diputuskan dan dilanjutkan dengan mendirikan markas persiapan di tempat terbuka ini.
Tempat kami berada saat ini adalah salah satu safety area di sebelah barat Kota Pertama. Meskipun tingkat pertempuran dengan monster termasuk rendah di sini, aku punya sesuatu untuk dilakukan di sini dan karena itulah aku mengkhususkan tempat ini.
"Pertama-tama, sebuah markas crafting di luar ruangan dan sebuah tungku portabel. Aku akan membutuhkan peralatan Mixing juga. Ah, dan sebuah meja. Aku sudah mendapatkan meja yang dibuatkan oleh Lyly, jadi aku akan mengeluarkannya…ini dia."
Berbicara lantang pada diriku sendiri, aku menarik keluar dua meja kayu panjang di safety area dan membariskannya secara bersebelahan. Di atasnya, aku mempersiapkan peralatan crafting yang diperlukan, perlahan mengaturnya seperti yang seharusnya.
Melihat hal tersebut, kedua bersaudara itu kebingungan. Emilio menasihati mereka yang sedang terheran-heran.
"Yah, itu karena dia adalah seorang player tangguh saat berurusan dengan aksi menyintas. Player yang sedang kau lihat ini."
"A-apa? Bukannya ini aneh?"
"Tunggu, tunggu! Ini tidak cuma aneh! Kenapa kau mempersiapkan hal-hal semacam ini?! Memangnya benar-benar ada player yang tiba-tiba membangun sebuah markas di dunia RPG Fantasi?!"
"Begitukah? Awalnya aku memungut item dan terus melakukan crafting di safety area. Kangennya."
Dengan tatapan menerawang jauh, aku melihat diriku sendiri memetiki herba-herba di hutan untuk membuat potion, mengumpulkan material untuk membuat anak panah, saat-saat di mana aku harus berjuang keras karena rasio performa Sense dengan biaya rendah.
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyuruh kalian untuk meniruku."
"Tidak mungkin aku bisa melakukan hal itu!"
Entah kenapa, sepertinya ada sebuah koneksi yang muncul antara Raina dan Emilio. Mungkin mereka menjadi teman meskipun sedikit.
Mereka menatap satu sama lain dengan ekspresi aneh dan sedang membicarakan sesuatu dengan suara rendah. Kupikir itu adalah hal yang bagus bahwa mereka tidak bertengkar, sementara Zakuro meninggalkan tudung dan berada di atas Ryui yang sedang berbaring di dasar pohon terdekat.
"Yang benar saja. Saat kau datang menolong kami, kau memegang sebilah belati, tapi sekarang kau menggunakan sebatang busur dan juga sihir! Selain itu, kau memiliki seekor kuda dan seekor rubah yang menemanimu, juga beberapa peralatan yang aneh! Siapa kau ini sebenarnya?"
"Ahh, aku tidak bisa menjelaskannya. Meskipun demikian, yang kau katakan itu benar. Juga, ini bukanlah sebilah belati tapi sebuah pisau dapur. Aku menggunakannya untuk memasak."
"Aku tidak bertanya soal itu!"
Grahhhh! Raina begitu frustrasi dan mulai meraung sementara Al menenangkannya.
"Yah, aku sedikit bisa ini dan itu. Juga, aku lemah dalam pertarungan. Kau bisa menyebutku sebagai si segala bisa, kurasa?"
"Mm, kalian juga bisa mengklasifikasikan aku sebagai seorang pengrajin juga untuk sementara ini, bisa dibilang begitu."
"Hee, jadi kau seorang pengrahin juga."
"Bidangku adalah Alchemy dan Synthesis, jadi itu sangat berbeda dengan crafting yang biasanya."
"Jadi sebutan Pedagang Material muncul karena menggabungkan material-material menjadi yang lebih baik?"
"Tepat. Tergantung dari kombinasinya, beragam jenis item bisa dibuat."
"Benarkah?! Aku juga punya Alchemy dan Synthesis, tapi aku hanya menggunakannya untuk hal-hal tertentu. Apakah itu berarti golem yang sebelumnya juga adalah seekor monster sintetis?"
"Itu——"Hei, jangan abaikan kami!"——Maaf soal itu."
Saat Emilio dan aku mulai beralih topik ke Sense crafting, Raina merasa bahwa ini akan memakan waktu dan memutuskan untuk menginterupsi.
Karena aku lupa dengan hal di sekitarku, kupikir itu adalah hal yang bagus dia menghentikan kami. Saat aku mengalihkan pandangan ke arah Ryui, aku melihatnya bangkit berdiri dan menatapku lekat-lekat.
"Ahahaha, maaf Ryui."
Hmph, Ryui mendengus dan berbaring lagi. Kalau aku terus melanjutkan bercakap-cakap seperti itu, aku mungkin akan disundul olehnya. Aku membayangkannya dengan santai.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dengan anak-anak ini."
"Aku akan menunggu dengan santai di sini. Kuserahkan urusan mengumpulkan bahan pada kalian."
Aku mengantar mereka pergi dengan kalimat tersebut.
Nah sekarang, ayo mencoba beberapa hal sambil menunggu. Bahkan tanpa mengumpulkan material apapun, aku bisa membuat beberapa kue sambil menunggu.
·
"Aku membuat yang mudah, tapi apa ini akan berhasil?"
Aku mengintip ke dalam lewat jendela kecil Oven Stove yang kudapatkan saat event perkemahan untuk melihat bagaimana perkembangan pound cakenya.
Saat aku membuat kue dengan menggunakan cetakan kue Sweets Factory yang juga dijatuhkan oleh monster di event perkemahan, semerba aroma manis perlahan-lahan menyebar ke seluruh hutan.
"Lihat! Dia berhenti dengan Parry. Al, serang sekarang!"
"Nh! Ha!"
"Hanya karena MP-mu habis, menyerang secara langsung dengan tongkat itu…"
Raina memegang sebuah perisai kayu yang diperkuat dengan kulit dan paku keling logam serta memegang sebatang tombak di tangan lain. Dia menusukkan tombak tersebut pada monster-monster itu dan menghantam mereka dengan perisai.
Saat gerakan musuh berhenti, Al menggunakan staffnya seperti tongkat biasa dan memukul musuh terus menerus dengan benda tersebut.
Emilio berdiri selangkah di belakang mereka dengan lengan terlipat dan mengevaluasi mereka.
Bicara secara blak-blakan, kerjasama mereka tidak ada apa-apanya selain kekacauan.
Mulanya, sebagai β tester, Myu, Sei-nee, dan Taku juga bersama kawan-kawan mereka terbiasa dengan game ini sejak awal.
Jadi seperti itulah kelihatannya waktu permulaan, renungku, berpikir mendalam.
"Padahal aku menonton begitu banyak video dan melakukan banyak latihan imajinasi! Kenapa tidak berhasil?!"
"Rai-chan, jurus-jurusmu tetaplah hebat."
Menanggapi seruan letih Raina, Al membalas sambil duduk di atas tanah dan terengah-engah.
"Tidak masalah kalau kalian belajar bekerja sama secara perlahan. Semua orang seperti itu pada awalnya."
"Khhh, benar-benar membuat frustrasi!"
Raina dan Al menjelajah selama sekitar 30 menit. Emilio menemani mereka dan dengan aman mengumpulkan item.
"Yun, pilihlah beberapa item yang kau butuhkan dan buatkan mereka berdua sesuatu."
"Roger. Aku akan membuatkan potion untuk mereka dari herba-herba ini."
Sementara pound cakenya sedang dipanggang di dalam oven, aku mulai membuat potion secara instan.
Aku terus memproses herba-herba itu dengan gerakan tangan yang terbiasa dan mengekstrak potionnya.
Saat aku bersenandung sambil membuat potion, selain itu aku meminta Ryui untuk menciptakan air dan merebusnya untuk menyiapkan teh.
"Uuu, di sini aku benar-benar kelelahan dan terlihat tidak keren, kenapa ada seseorang yang melakukan hal feminin seperti itu di sini… aku juga ingin terlihat keren dan imut."
"Sebelum kau mulai berbicara tentang itu, simpanlah potion-potion ini dalam inventorymu."
Dengan kalimat balasan seperti itu, aku menyerahkan pada mereka berdua Beginner's Potion.
Ini hanyalah Beginner's Potion, tapi kurasa mereka akan mengubahnya menjadi Potion normal tidak lama lagi.
Mereka berdua menerimanya dengan enggan, tapi Emilio yang melihat efek potion itu dari samping, mendekatiku dan bertanya dengan suara rendah.
"Apa tidak masalah memberikan itu pada mereka berdua? Itu adalah Beginner's Potion, tapi jumlah pemulihannya sebanding dengan Potion yang normal."
"Tida apa-apa. Kalau mereka menaikkan level mereka, jumlah pemulihannya akan berkurang juga. Lagipula, mereka tidak bisa menggunakan potion untuk menyerang."
Potion tersebut memiliki batasan jumlah pemulihan. Beginner Potion yang kuberikan pada Raina dan Al memiliki jumlah pemulihan yang berkurang banyak setelah total SP penggunanya melewati 10. Sama halnya dengan Potion yang setingkat lebih tinggi yang jumlah pemulihannya berkurang setelah SP-nya melewati 30.
Sedangkan untuk High Potion, batas pemulihannya belum diketahui. Akan tetapi, Blue Potion tidak seperti Potion yang biasa, tidak terikat oleh batas. Sebagai gantinya, efeknya sangatlah lemah dan membutuhkan banyak material, jadi semua itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Saat aku terdiam memikirkan tentang potion, aku tiba-tiba merasakan sebuah tatapan.
Raina yang tertekan, mengangkat wajahnya dan tatapannya terfokus pada satu tempat.
"…hei, bisakah aku menyentuh kedua hewan itu? Kurasa aku akan jadi lebih baik setelahnya."
Raina yang mengangkat wajahnya setelah tertunduk lesu, mengarahkan tatapannya ke bawah pohon  tempat Ryui dan Zakuro sedang beristirahat.
"Mereka hampir tidak pernah membiarkan orang lain menyentuh mereka. Tapi silakan saja kau mencoba—"
Aku mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak terbiasa dengan orang-orang, terdiam dan menuangkan potion yang kubuat ke dalam sebuah panci.
"Eh, jadi tidak apa-apa! Kalau begitu, aku tidak akan menahan diri…"
Tanpa menungguku selesai menjelaskan Raina mendekati mereka, tapi keberadaannya saja membuat Zakuro memanjati punggungku dan bersembunyi dalam tudung. Kedua ekornya bergoyang-goyang di sekitar leherku, membuatku merasa sangat kepanasan.
Ryui dengan tenang berdiri dan menjaga jarak darinya.
"Sayang sekali. Sepertinya mereka melarikan diri darimu."
"Kenapa…"
Saat Raina berdiri dengan tangan terulur dan terhenyak, aku bisa mendengar Al bergumam, "Lagi-lagi kebiasaan buruknya keluar."
"Zakuro…si rubah hitam itu pemalu dan merasa takut dengan orang asing. Sedangkan si kuda putih, dia tidak akan membiarkan siapapun selain yang dekat dengannya untuk menyentuhnya."
"Padahal begitu lembut dan terlihat sangat menyenangkan untuk disentuh, tapi dia tidak membiarkanku untuk menyentuhnya…sekali lagi!"
Raina menyerbu ke arah Ryui yang menjaga jarak darinya, tapi itu adalah hal yang naif. Bahkan Myu tidak dapat menangkapnya jadi seorang pemula sama sekali tidak punya kesempatan. Begitu dia mendekati tubuhnya, dia dihindari dengan mudah.
Merasa ingin menentang, Raina tidak mau kalah dan berpikir untuk membuat sebuah tipuan janggal dengan kakinya, tapi itu semua terlihat jelas dan terus-menerus dihindari. Jelas-jelas bersikap lunak terhadapnya, Ryui menciptakan situasi di mana dia hanya selangkah lagi untuk menyentuhnya.
Dan seperti itulah, mereka menyelinap keluar dari safety area. Seorang manusia dan satu hewan berlarian di sekitar hutan.
"Yun-san, Emilio-san, apa tidak masalah membiarkan mereka seperti itu?"
"Bukannya tidak masalah? Mereka akan kembali setelah mereka lelah."
"Tidak pelu mengkhawatirkan Ryui kita. Kue lebih penting daripada itu."
Saat Al mengkhawatirkan hal lain, aku menuangkan teh untuk Emilio.
Sambil menikmati aroma teh yang muncul dari teko, aku menunggu pound cake mengembang di dalam oven.
"Ohh, sedikit lagi dan kue ini akan matang."
"Tidak mungkin, ternyata dia bisa memenuhi janjinya begitu cepat…"
"Emilio? Apa kau mengatakan sesuatu?"
Dia sepertinya menggumamkan sesuatu, tapi aq tidak bisa mendengarnya. Setelah dia membalas dengan "bukan apa-apa", membuatku memiringkan kepala.
Sementara itu, Al gelisah dan cemas, menunggu Raina kembali, tapi itu tidak terjadi setelah beberapa lama.
Ryui kembali setelah sekitar sepuluh menit, bergegas melewati  hutan.
"Ryui?! Apa yang terjadi? Kenapa Raina tidak bersamamu?!"
Melompat, Ryui segera ke arahku dan menggigit pakaianku, menarikku bersamanya.
"Apakah sesuatu terjadi pada Raina?!"
"Sepertinya begitu. Aku akan pergi juga."
Bersama dengan Al dan Emilio yang berdiri lalu dipimpin Ryui, kami menuju ke tempat Raina berada.
Di sebelah barat, kalau seseorang tidak bertindak berlebihan, mereka tidak akan menemui monster kuat apapun, tapi aku bergegas melintasi hutan bersama dengan Ryui.
"Waktunya berharga. Aku akan memasangkan bantuan speedEnchant ——Speed!"
Kami berlari menyamai kecepatan Al, tapi karena terlalu lambat, aku memberikan speed enchant padanya dan kami secara bersama-sama meningkatkan kecepatan.
Setelah melaju ke arah barat-daya dan terus semakin dalam, kami sampai di sebuah area yang belum pernah kudatangi sebelumnya.
"Itu dia! Itu Raina!"
Akulah orang yang berseru pertama kali. Setelah memastikan kemunculan Raina dari antara pepohonan dengan Sense Hawk Eyes, aku memasang busurku.
Dia dikepung oleh sekawanan anjing liar. Aku membidik seekor yang kelihatannya akan melompat menyerang kapan saja dan mengarah langsung ke mereka.
Anak panah itu melesat untuk mencegah hewan tersebut dan meleset untuk menembus kepala anjing tersebut. Tubuhnya terhempas menjauh, berubah menjadi partikel-partikel dan menghilang.
"Al! Yun-san?! Dan wanita bertopeng?!"
Raine menoleh ke arah anak panah itu muncul, tapi karena seekor kelelawar menyerangnya dari atas kepala, aku menembak lagi secara berturut-turut.
"Rai-chan! Kau tidak apa-apa?!"
"Aku tidak apa-apa! Daripada itu, ayo kalahkan mereka!"
Dia secara nekat mengacungkan tombaknya, Al dengan baik menyerang dengan sihir. Biasanya, mereka akan memprioritaskan target, tapi kerena mereka belum dapat melakukannya, aku membantu mereka dari kejauhan dan Emilio mengikuti dari jarak dekat.
Saat jumlah musuh perlahan berkurang, aku melihat sesosok makhluk muncul dari antara pohon dan membeku.
Sosok yang begitu besar mengendap ke belakang Raina yang mengacungkan tombak.
"Raina! Di belakangmu!"
"Eh? Kyaa‼"
"GWAAAAAAAA——"
Mengayunkan tombaknya dengan momentum yang kuat, Raina berbalik dan melihat makhluk yang berada di belakangnya itu.
Lebih dari tiga meter besarnya, monster hitam dengan cakar-cakar yang tajam, seekor Forest Bear mengayunkan kedua lengannya dan meraung seakan mengumumkan kehadirannya.
"Khh, Enchant ——Defence!"
Aku memperkirakan kalau aku tidak bisa menumbangkannya dengan busur dan melancarkan enchant defense pada Raina. Meksipun beruang itu mengayunkan cakarnya pada Raina, serangan itu ditangkis dengan perisainya. Setelah itu, saat dia mendongak pada Forest Bear tersebut, Raina diserang dengan lengan kirinya, tapi sebuah bayangan menerabas masuk ke antara mereka.
Meskipun Emilio mencoba untuk memblokirnya dengan pedangnya yang tegak, bilahnya jatuh terpisah-pisah dan menerima sebuah serangan di kepalanya.
Akan tetapi, seorang player yang levelnya lebih tinggi daripada Rainda dan Al, tidak, bahkan lebih tinggi daripada aku, tidak akan mungkin ambruk hanya dengan satu serangan. Topeng Emilio hancur berkeping-keping dan dia berhenti setelah bergoyang sebentar.
"Sudah cukup, kau pengganggu! Baiklah, akan kuhadapi kau! Summon ——Bronze Golem, Flame Beast, Ice Beast!"
Dia melemparkan tiga batu tinggi ke langit. Meskipun batu-batu itu seperti summoning stone Zakuro dan Ryui, mereka sedikit berbeda.
"Hadapi dia!"
Dari bebatuan itu, datang kekuatan yang secara sepihak menghancurkan si beruang.
Bronze Golem dengan mudah mengalahkana Forest Bear yang jauh lebih lemah daripada Treant dan dua monster lainnya yang terbuat dari api dan es menarik mundur sejumlah besar anjing-anjing liar. Sebagai tambahan, potongan-potongan dari pedang rusak Emilio menari di udara, menyayat kelelawar.
"He-hebat."
Jumlah kekuatan yang dia miliki meskipun beraksi solo tidak pernah terlihat sebelumnya. Dia sendiri memiliki kekuatan yang sebanding dengan sebuah party dan menggunakan itu, dia memusnahkan musuh.
Aku mengenal seorang player yang mirip dengannya, tapi kesan yang muncul dari para monster yang digunakan di sini sangatlah mekanis jika dibandingkan.
"Sudah selesai, ya. Kau tidak apa-apa? …ah…ehh?"
Monster-monster yang mengamuk telah kehabisan musuh untuk dikalahkan dan kami berdiri beberapa lama setelah mereka dibubarkan oleh Emilio. Aku menyaksikannya saat aku berdiri di situ dan melihat sesuatu yang tidak dapat kupercaya, yang membuatku meragukan mataku.
Wajah asli Emilio yang berada di balik pecahan topeng. Warna rambut dan pakaiannya, serta suaranya berbeda, tapi wajahnya begitu mirip dengan Endo-san dari kelasku.
"Ada apa? Yun."
"Ah, umm…"
Saat aku mengenali dia sebagai Emilio, aku tidak merasakan perasaan tidak nyaman sedikit pun saat dia memanggilku tanpa honorifik, tapi setelah mengenali dia sebagai Endo-san, aku merasa sangat tak nyaman saat memanggilku tanpa hal tersebut.
Aku kehilangan kata-kata menghadapi Endo-san yang memiringkan kepala kebingungan.
Aku menghubungi Emilio secara langsung melewati percakapan privasi friend chat.
"Umm…mungkinkah kau Endo…-san?"
Mendengarku berkata demikian tanpa suara, dia menyentuh wajahnya, menghela nafas dan meringkuk di tempat.
Raina dan Al melihatnya dengan cemas, tapi segera Endo-san mengangkat wajahnya dan kembali menyapa dengan ekspresi tersenyum.
"Ya, Shun-kun. Halo."
Dengan cara yang sama, dia membalasku lewat friend chat tanpa mengeluarkan suara di luar itu.
"Ayo bicarakan hal ini nanti."
"Aku mengerti. Um…ada banyak hal yang ingin kutanyakan."
Friend call itu terputus, dan Endo-san telah pulih setelah topengnya rusak.
"Um…kau tidak apa-apa?"
."Ya, aku tidak apa-apa. Terima kasih telah mencemaskanku, Rainda."
Setelah dia berkata begitu, Raina bersemu merah.
Karena Endo-san menyembunyikan wajahnya di balik topeng selama ini, melihat wajahnya dari depan dengan benar membuat Raina terkejut dan mengingatkannya bahwa dia telah diselamatkan. Dia merasa malu dengan sikapnya yang tidak sopan sebelumnya dan terdiam, seperti itulah kelihatannya.
"Karena wajahku sudah terlihat, aku tidak memerlukan ini lagi."
Setelah berkata begitu, Endo-san mengoperasikan menu untuk berganti equipment. Dia mencopot anting-anting dan gelangnya.
Segera setelah itu, efek equipmentnya menghilang dan suara berisik melewati nama Emilio saat itu berubah menjadi Emily. Suaranya juga berubah dari yang terdengar mekanis menjadi normal.
—Endo Emily. Kalau aku tidak salah, itu adalah nama Endo-san di dunia nyata.

"Sekali lagi, aku adalah seorang player OSO dan pengrajin Material Merchant Emily. Mohon bantuannya."
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada Emilio, ralat, Emily-san, tapi aku diminta untuk melakukannya nanti lewat friend chat.
"Tapi, tetap saja. Raina, kenapa kau dikepung oleh monster-monster?"
"Y-yaa?!"
Raina menaikkan suara paniknya sedikit tinggi. Dia mungkin merasa tegang karena Emily-san memanggilnya. Melihat perubahan pada Raina, Emily-san tertawa kecil.
"Jelaskan saja perlahan sambil kita berjalan."
"Itu…aku mengejar si kuda putih. Sebelum aku menyadarinya, aku melompat ke dalam sekumpulan monster. Mereka ada begitu banyak, aku tidak dapat menghadapi mereka atau melarikan diri, dan jumlah mereka meningkat dengan begitu cepat."
Karena Raina menunduk merasa bersalah karena hal iru, aku menegurnya dengan nada suara lembut.
"Kali ini, karena Emily-san dan aku ada di sini maka tidak ada masalah, tapi kalau kau berhadapan dengan player lain, itu akan menjadi MPK, kau tahu?"
"Ya."
"Berhati-hatilah supaya hal itu tidak terjadi lagi. Tapi, kau sudah berjuang dengan baik bertahan melawan monster sebanyak itu. Itu hebat, Raina."
Saat aku dengan jujur memuji dia, Raina memperlihatkan ekspresi ragu-ragu dan tatapan hampa yang kemudian berubah menjadi ekspresi berlebihan tidak lama kemudian.
"Be-begitukah? Ehehe…benar. Memang benar, aku mungkin hebat karena tidak menyerah di sana."
"Oh, Rai-chan. Kau bertingkah besar kepala lagi."
Al terang-terangan memperingatkan dia, tapi teguran tersebut tidak didengarnya saat ini. Aku menyadari bahwa dia mungkin akan membuat kesalahan lagi. Dan saat aku berpikir demikian, Emily-san mencolek ringan bahuku.
"Ya, Emily-san?"
"Bukankah alasan dia bisa bertahan adalah karena potion Yun-kun? Mereka mungkin memiliki jumlah pemulihan berlebih untuk pemula, ya 'kan?"
"Mungkin. Tapi mengatakan hal tersebut saat ini akan kurang menyenangkan, 'kan?"
"Metode Yun-kun tidak akan benar-benar membuahkan hasil. Tapi tetap saja, aku tidak benci hal semacam itu."
Ya ampun, mungkin saja begitu. Aku menertawakan diriku sendiri saat kami kembali ke perkemahan yang dibuat olehku.
Saat aku menyadarinya, terdapat bau yang tidak enak.
Menyadarinya, saat semua orang mengerutkan alis, aku berteriak sendirian.
"AAAaAaaa——!"
Dengan terburu-buru, aku membuka oven yang kubiarkan begitu saja dan apa yang kulihat dalam cetakkannya saat kutarik adalah kumpulan massa berwarna hitam gosong.
Setelah begitu banyak kesulitan yang kulakukan untuk mempersiapkan pound cake dengan cara yang memuaskan, dan sekarang semuanya telah terbakar hangus.
Memendam sedikit harapan, aku mengikis bagian permukaannya, tapi ini benar-benar terbakar sepenuhnya dan tidak dapat dimakan.
Saat aku jatuh berlutut dan menumpukan tanganku ke permukaan tanah merasa begitu sedih, Ryui dan Zakuro merapatkan diri padaku untuk menghiburku. Emily-san dan yang lainnya merasa canggung, tidak tahu apakah mereka sebaiknya memanggilku.
"Ahahaha, a-aku hanya harus membuatnya lagi, ya. Yup."
Aku mengangkat kepalaku dan kata-kata yang kugumamkan bergema di antara celah pepohonan.
·
"Jadi, kenapa Endo-san…tidak, Emily-san melakukan hal semacam ini? Apa maksudnya dari semua equipment itu?"
"Apakah aku harus menjawabnya? Aku punya beberapa rahasia…"
"Kau tidak perlu melakukannya kalau kau tidak mau."
Saat ini, aku sedang berbicara dengan Emily-san lewat friend chat.
Kenapa dia memakai topeng.
Kenapa dia memalsukan namanya.
Kenapa dia mengubah suaranya.
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan, tapi aku tidak berniat untuk menyelidiki secara mendalam.
"Ohh, ada. Aku menemukan beberapa material crafting di perjalanan pulang."
"Wah, untuk Yun-kun, apapun yang bukan material crafting itu tidak penting, ya."
"Ahahaha, maaf. Tapi ini sangat penting bagiku."
Di perjalanan pulang setelah menolong Raina, aku sebenarnya menemukan satu dari material yang kucari, tapi karena kami fokus untuk melarikan diri ke tempat yang aman, aku tidak dapat mengumpulkannya dan harus mendapatkannya sekarang.
Itu adalah material untuk Insect Repelling Incense yang diminta Cloude, material bernama Bark of the Fragrant Moss Wood. Lumut tersebar di pepohonan yang rubuh, tapi materialnya adalah kulit pohon dengan lumutnya.
Aku mengumpulkan beberapa lusin bahan tersebut dengan mengupasnya.
Kulit pohon yang kering adalah material dasar untuk dupa, itu dicampur dengan bungaPyrethrum yang juga kering. Setelah membuat konsistensi mirip tanah liat, benda tersebut diolah menjadi bentuk batangan dan dikeringkan dengan cara yang sama dan dengan demikian menyelesaikan Insect Repelling Incense.
Aku tidak tahu kenapa Cloude, tidak, Lyly membutuhkan Insect Repelling Incense untuk acara event yang dia rencanakan, tapi aku telah mengumpulkan material yang dibutuhkan untuk Firework dan Insect Repelling Incense.
Aku memperlihatkan ekspresi bahagia saat aku menjelajah hutan di sebelah barat. Aku meninggalkan Raina dan Al dengan Emily, dan bersama Ryui dan Zakuro, aku pergi untuk mengumpulkan material untuk potion mereka.
"Kau sama sekali berbeda daripada saat kau di sekolah dan melakukan banyak hal dengan caramu sendiri, ya."
"Mm? benarkah?"
"Yah, itu karena kau menjalani kehidupan yang mengikuti aturan…jadi itu tidak menarik perhatian, tapi kau sangat bebas di sini, bukan begitu?"
Barusan saja, Emily-san menyela di tengah percakapan untuk menjaga Raina dan Al. Jeda di tengah percakapan mungkin berarti dia harus menghadapi sesuatu. Tidak begitu memikirkannya, aku mendengarkan apa yang akan dia katakan.
"Baiklah kalau begitu. Alasan kenapa aku menyamar, coba kita lihat. Aku melakukannya supaya aku tidak ditemukan oleh kenalanku."
"Haa? Kenapa begitu?"
"Karena itu aneh! Orang dengan tipe ketua kelas yang tak menarik sepertiku bermain game! Terlebih lagi, memainkan game VR modern, itu sama sekali tidak sesuai denganku, 'kan?"
"Masa? Awalnya aku terkejut, tapi Sei-nee juga orang yang sangat serius tapi dia tetap saja bermain game."
Tidak perlu sampai terlalu memikirkan hal tersebut. Berbicara soal itu, aku juga sama, tanggapku.
"Awalnya, aku menyamar untuk menghindari Yun-kun dan yang lainnya, tapi dengan perekrutan guild akhir-akhir ini, aku semakin berusaha dengan penyamaranku. Topeng itu adalan item biasa, tapi yang dua lagi adalah item unik, mungkin joke item."
Untuk topengnya, benda itu dijual sepuluh buah per satu set di beberapa lapak dan memiliki efek tambahan Receive Pain yang mengambil alih dampak serangan pada armor. Karena itulah benda itu rapuh, yang menjadikannya alasan sebagai metode untuk mengukur daya tahan armor.
Item perubah nama dan suara adalah joke item yang dijatuhkan selama event perkemahan musim panas. Aku ingat dengan baik bagaimana anggota guild Eight Million GodsSei-nee dan Mikadzuchi memamerkan joke item dan trik saat party saat itu.
"Seperti yang kuduga, perekrutan guild berlangsung di mana-mana. Aku melarikan diri dari perekrutan kasar juga."
"Kalau begitu, setidaknya di permukaan bisa dibilang kalau kita berdua sama-sama korban dari perekrutan guild. Meskipun itu tidak begitu parah untuk kasusku. Juga, maaf memanggilmu tanpa honorifik."
"Tidak perlu mengkhawatirkan itu. Aku juga memanggilmu tanpa honorifik, yah setidaknya dengan nama samaranmu."
"Juga…kau ternyata memiliki hasrat untuk mentransformasi dirimu."
"Tidak! Ini bug! Kesalahan identifikasi koreksi pengeditan tubuh karakter! Apa-apaan dengan 'ternyata'! Ayolah! Yang benar saja?!"
Saat aku mati-matian menyangkal tanpa suara di tengah hutan yang kosong, dari sisi lain friend chat aku mendengar suara tawa aneh kecil.
"Aku tidak mengira kau akan menyangkalnya sehebat itu. Tapi tetap saja, itu cocok untukmu."
"Itu sama sekali tidak membuatku senang."
Setelah berkata demikian, aku terdiam supaya tidak memperlihatkan suasana hatiku yang buruk.
Percakapan dengan Emily-san tidak terputus, kami hanya terdiam sejenak. Dan kemudian, aku menanyai Emily-san tentang sesuatu yang tiba-tiba teringat olehku.
"Ada yang ingin kutanyakan…apakah alasan kau menatapi Taku, mencari cara untuk berbicara dengannya dan tahu tentang video tentang dia adalah karena—kau suka Taku?"
"Haa?! Bukan begitu! Sama sekali bukan!"
"E-eh?"
Meskipun dia menyelidik penuh arti sebelumnya…jadi itu kesalahpahamanku.
"Alasan aku mempedulikan dia adalah karena aku tidak ingin bertemu dia. Akan merepotkan kalau aku diketahui sebagai seorang player, 'kan? Itu tidak ada urusannya dengan cinta!"
Setelah mendengar Emily-san sungguh-sungguh menyangkalnya, aku menghela nafas lega.
"Begitu, ya."
Gumamku dan suasananya berubah menjadi sunyi. Setelah itu, aku berbicara dari sisiku lagi.
"Um, ayo akhiri topik pembicaraan ini. Untuk beberapa alasan, rasanya aku seperti mendatangkang masalah untuk diriku sendiri."
"Kau benar. Aku tidak akan menyentuh subjek tentang Yun-kun yang menjadi jenis kelamin berbeda di OSO berkaitan dengan Taku-kun."
Kami berdua sepakat, "ayo ganti topik pembicaraan" kata Emily-san.
"Kalau begitu, biar aku yang bertanya kali ini. Kenapa kau ada di selatan rawa-rawa, Yun-kun?"
"Ah, pengrajin kenalanku memintaku untuk membuatkan sebuah item dan aku sedang mengumpulkan materialnya."
"Kalau begitu, apa kau punya item yang disebut Magical Organism's Catalyst Metal? Kalau bisa, aku ingin kau memberikannya padaku."
"Ah, kalau yang itu aku punya beberapa. Aku mendapatkannya saat berburu dengan adikku dan yang lainnya."
Itu bagus, aku tidak bisa mengalahkannya. Suara senangnya terdengar.
"Jadi alasan Emily-san berada di sini adalah karena…"
"Itu benar. Tapi sendirian saja, aku tidak punya cukup pasukan untuk mengalahkan Darkman."
Mendengar dia berkata 'pasukan' bukannya 'kekuatan', aku merasa kekuatannya datang dari monster yang dipanggil daripada dari dirinya sendiri.
Yah, menghadapi Darkman akan mudah, tapi Emily mungkin tidak cocok untuk mengalahkannya.
Sambil berbicara dengannya seperti itu sambil berjalan, aku kembali ke safety area dan mencoba mengatur material yang sudah kumiliki dan material yang kudapatkan untuk mencoba membuat Fireworks.
Kalau aku ingin melakukannya dengan benar, aku akan dengan tenang melakukannya di bengkel kerja, tapi jika kekuatan efeknya tidak jadi masalah, tidak apa-apa kalau melakukannya di luar dengan peralatan crafting portabel.
"Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu nanti, Emily-san."
"Tentu, aku akan mengumpulkan material sambil menaikkan level dengan kedua orang itu untuk sementara waktu."
Cobalah untuk tidak berlebihan melakukannya, pikirku saat percakapan kami terputus dan memastikan material di depanku. Untuk membuat Fireworks, aku harus membuat material tingkat menengah terlebih dulu.
Yang pertama dalah Damage Potion. Untuk membuatnya, aku harus menggunakan Frog's Stomach yang dijatuhkan Moor Frog dan Strongly Acidic Jelly yang dijatuhkan Mold Slime.
Aku mencincang perut katak tersebut, menambahkan sedikit air suling dan menghaluskannya dengan baik. Kemudian aku menambahkan Strongly Acidic Jelly dan menyaringnya.
Aku menghilangkan kotorannya dan memanaskan cairan kekuningan itu. Benda tersebut memekat dan mengental.
Kalau aku menggunakan alat kondenser Atelier, ini akan menjadi lebih cepat. Namun, dengan secara hati-hati mengurangi kelembapannya dan membotolkannya, Damage Potion selesai.

Damage Potion Consumable
HP Damage -30(±5)

Hasilnya kurang bagus, tapi pada akhirnya ini hanyalah material tingkat menengah dan sebuah protipe. Aku sama sekali tidak keberatan dengan jumlah serangannya. Akan tetapi, mempertimbangkan tingkat kegagalan, aku membuat sejumlah besar damage potion sebelum mematikan api di sekeliling.
Berikutnya, aku membuat material tingkat menengah lainnya, sebuah bom——atau lebih tepatnya, aku ingin menciptakan langkah pertama untuk itu, sebuah bola ledakan.
Apa yang kupersiapkan adalah Phosphorus Soul Crystal yang kudapat dari Wisp dan Black Exploding Stone yang kugali dari tanah. Kedua benda ini tidak memiliki efek secara sendiri-sendiri, tapi setelah mencampurnya ini akan menjadi berbahaya.
"Pemeriksaan pembakaran. Ayo lakukan."
Biasanya, aku akan menggiling mereka di dalam mesin penggiling bijih logam di bengkel kerja, tapi kali ini aku melakukannya secara bertahap.
Saat Phosphorus Soul Crystal diremukkan dengan lancar dan menghancurkannya menjadi bubuk halus yang membaurkan cahaya seperti kaca.
Di sisi lain, Black Exploding Stone berubah menjadi bubuk selembap tanah liat yang mirip dengan tanah.
Untuk benda aslinya, aku akan mencampurkannya untuk memaksimalkan daya ledak bom tersebut, tapi karena aku membuat bola ledakan untuk kembang api, aku menggunakan sedikit lebih banyak Phosporus Soul Crystal. Aku melakukan penyesuaian dengan menimbang kedua material sebelum mencampurnya, dan kemudian membentuk gumpalan mirip tanah liat itu menjadi sebuah bola.

Explosive Clay Consumable

Sementara itu belum selesai, aku membelah bola ledakan itu dan menyimpan sisanya di dalam inventory.
"Oh? Yun-san, apa yang sedang kau lakukan?"
"Mm? Aku sedang membuat peledak."
Saat aku menanggapi pertanyaan Al, gerakannya dan Raina sama-sama terhenti di tengah jalan menuju ke arahku.
Meskipun mereka berdua kembali dari perburuan bersama dengan Emily-san, hanya Emily-san yang mendekat seakan tidak ada masalah apapun.
"Itu item yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Benda seperti apa itu?"
"Kau bisa menyebutnya sebagai joke item atau untuk role-playing. Tunggu sebentar."
Aku mengambil botol Damage Potion dan menuangkannya ke dalam wadah sekali lagi dan menaruh sepotong logam. Logam tersebut larut dalam potion itu.
Saat aku mencelupkan potongan Explosive Clay ke damage potion yang telah melelehkan sepotong logam, warna kekuningan cairan itu perlahan memudar.
Setelah beberapa saat, aku mengeluarkan Explosive Clay yang basah dari dalam Damage Potion yang berubah menjadi tak berwarna dan transparan, mengeringkanya dan membentuknya menjadi sebuah Explosive Ball.
Kalau aku menggunakan skill dari Rapid Drying dari skill Dosing sebagai sentuhan akhir, aku akan menyelesaikan bola ledakan itu Damage Potion dan Explosive Clay.
Setelah mengumpulkan barang-barang dan menempatkannya bersama-sama, itu menjadi sebuah Fireworks' Explosive Ball.]
"Aku akan melakukan sedikit percobaan jadi menjauhlah! Zakuro! Tolong bantu aku!"
Menanggapi perkataanku, Zakuro yang berdiam di tempat terpencil segera lari ke pundakku. Aku menunjukkan Explosive Ball yang kumiliki di antara jemariku pada Zakuro dan memerintahkannya.
"Aku akan melemparkannya ke langit, bakarlah itu saat berada di tempat yang tinggi. Oke?"
"Kyuu!"
Setelah mendengar balasan singkat dan jelas, aku mengelus Zakuro dengan tanganku yang bebas dan berkata, "ayo."
Aku melempar dengan kuat Explosive Ball ke langit seperti yang biasanya kulakukan dengan Potion dan Magic Gem lalu Zakuro menyalakannya dengan api rubah.
Sejumlah kecil kembang api naik ke langit dengan cahaya seterang siang hari di ruang terbuka antara pepohonan.
Itu tidak terlihat berwarna biru kehijauan yang jernih, tapi sudah jelas mekar berwarna di langit sebelum menghilang.
"Ohh, itu berwarna dengan baik. Tapi warnanya masih pucat. Apakah karena Potion Damagenya terlalu kuat dan warnanya melebur? Atau mungkin karena terlalu banyak logam yang dimasukkan? Juga, dengan mengubah jenis logamnya aku bisa mengubah warnanya juga. Yah, aku perlu berbicara tentang permintaan ini dengan kliennya. Dalam beberapa kasus, bahkan peledak yang dibuat dari Explosive Ball bisa saja cukup."
Saat aku bergumam sendiri, Rain dan Al di depanku membeku setelah melihat apa yang terjadi. Emily tersenyum simpul dan berkata, "Pemandangan ini mungkin terlalu berlebihan untuk para pemula."
"Apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"
"Kira-kira setengahnya, kurasa? Kupikir aku akan menyelesaikan sisanya nanti."
"Begitukah? Kalau begitu, bisakah aku mendapatkan apa yang kita bicarakan tadi? Bagaimana dengan melakukan barter untuk material yang kupunya? Sebagai Material Merchant yang berurusan dengan Alchemy dan Synthesisaku bisa menyediakan cukup material untu itu."
Melihat Emily-san mengedipkan mata, kulihat dia sedang berada dalam suasana hati yang bagus dan aku mengeluarkan Magical Organism's Catalyst Metal dari dalam inventory.
 "Kau ternyata berhasil mendapatkan banyak barang dari sekali perburuan. Aku mendapat sepotong di sini dan di sana luar pasar, tapi karena ini umumnya mengalir pada player dengan Smithingjadi tidak cukup. Dengan begini, ini akan selesai."
Tentu saja, jika seseorang mengumpulkan Magical Organism's Catalyst Metal dan membuatnya menjadi batangan logam, itu akan menjadi batangan logam yang berbeda secara acak. Karena itulah player dengan Smithing] dan Workmanship mengumpulkan benda ini.
Dari apa yang kudengar, sepertinya adalah hal yang  mungkin untuk mendapatkan batangan Mithril dan semacamnya.
"Apa kau puas dengan ini?"
"Hmmm, ya. Kalau begitu, pilihlah 30 material yang kukeluarkan sebagai gantinya. Apapun tidak masalah."
Tertarik, Raina dan Al juga melihat material yang dikeluarkan Emily-san, tapi karena tidak tahu tentang cara penggunaannya, mereka kehilangan minat tidak lama kemudian.
Aku memeriksanya satu persatu dan mempertimbangkan apakah aku bisa menggunakannya. Di antara barang-barang itu, terdapat beberapa yang seperti Fine Iron Ore dan Hobgoblin's Horn yang aku tahu cara membuatnya.
Karena hanya ada sedikit material berbahan dasar herba, aku menyerah tentang hal itu dan mengambil yang lain di tanganku. Dan saat aku mengambil sebuah item bernama Element Stone, info mengenai skill tambahannya muncul di hadapanku.
——Setelah memenubi persyaratan, sebuah skill Enchantakan terbuka. Setelah melewati level 30 Enchant dan melakukan kontak dengan item sekali pakai dengan skill, enchant tipe Element telah terbuka.
"…?‼"
Aku membeku, masih memegangi item itu.
Segera aku memilih menu dengan skill yang bisa terpakai dan memilih skill yang tersedia di bawah Sense Enchant Arts.
Terdapat Enchant dasar, Pelemah CursedSkill Enchant yang menaruh sebuah skill di dalam item dan Item Enchant yang menyediakan efek tambahan.
Dan skill enchant kelimat yang terbaru, Element Enchant.
Itu adalah jenis skill yang mengonsumsi sebuah item. Dengan kata lain, itu mirip dengan bagaimana Sense tipe Bow mengonsumsi anak panah.
"Ada apa, Yun-kun?"
"End…Emily-san. Apakah semua ini Element Stone yang kau punya?"
Aku begitu terguncang sampai aku hampir memanggilnya 'Endo-san' sebelum menahan diriku sendiri dan menanyainya seakan tidak ada yang terjadi. Emily-san memandangku dengan tatapan bertanya-tanya sebelum menjawab.
"Itu adalah resep eksklusif…mungkin tidak, tapi ini adalah salah satu resep yang kuselesaikan. Ini adalah item sekali pakai yagn meningkatkan kekuatan berdasarkan sihir elemental. Apakah kau menginginkan resep ini?"
"Sejujurnya, aku sangat menginginkannya."
"Sayangnya tidak bisa. Tapi aku bisa menyiapkannya supaya kau bisa membelinya di tempaku."
Mau bagaimana lagi. Aku menghela nafas dan berkata padanya bahwa aku menginginkan 10 buah dari tiap elemen yang dia punya.
Api, air, angin, dan cahaya, ada 4 elemen, tapi karena aku mengambil 30 buah material sebagai gantinya maka itu akan lebih dari 10 buah sebagai bahan pertukaran. Mau bagaimana lagi. Aku harus meningkatkan uangku terlebih dulu dan membelinya di hari lain karena aku telah menghabiskan uangku untuk Mini Portal.
Akan tetapi, melihatku bersikap enggan, Emily-san mengajukan usul.
"Kalau kau mau, aku tidak keberatan menukarnya untuk material selain Magical Organism's Catalyst Metal. Coba lihat…apa kau punya obat yang menimbulkan status buruk? Seperti poison atau paralysis?"
"Kalau begitu, aku punya. Bagaimana keseimbangan pertukarannya?"
"Nilainya…bagaimana kalau 1 banding 1?"
Baiklah kalau begitu. Aku menyerahkan masing-masing 5 buah obat poison dan paralysis serta 3 strength pada Emily-san. Sebagai gantinya, aku mendapat total empat puluh Element Stone.
Emily-san menyunggingkan senyum puas dan mengeluarkan peralatan sintesis dan membentangkannya.
"Sebenarnya aku memerlukan itu untuk menyelesaikan resep yang tidak selesai. Saat ini aku sedang mensintesis item drop dari monster tipe racun yang kuat tapi tingkat kesuksesannya di bawah 1%. Aku penasaran bagaimana hasil dari racun murni."
Emily-san memilih sintesis dua arah, kemudian menaruh item sekali pakai belati lempar dan racun yang kuberikan padanya tadi.
Itu adalah konsep yang sederhana. Lumuri racun pada senjata yang buruk sekalipun dan kau akan dapat mengalahkan musuh.
Sebuah cahaya muncul dari lingkaran sintesis dan kedua item itu menjadi satu, melebur dan membentuk satu item tunggal.

Poisonous Throwing Knife Consumable
ATK+7 Additional Effect : Poison 1

"Seperti yang kuduga, tingkat kesuksesannya tinggi saat racun yang tepat digunakan…oh, tapi Poison 1 sangatlah lemah, ya 'kan?"
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita memeriksa kekuatan racunnya? Aku akan mengeluarkan racun dari tiap level."
"Benarkah? Terima kasih, Yun-kun."
Emily-san dan aku berbicara satu sama lain sambil tersenyum. Di depan kami, racun dan belati lempar berbaris rapi, dan bersama-sama kami kembali mensintesis belati-belati dan racun tersebut.

"I-itu menakutkan! Dua orang cantik tersenyum dengan racun di antara mereka itu adalah hal yang menakutkan!"
"Ayo menyerah saja. Kita hanya akan berakhir dengan diracuni."
Raina dan Al mengatakan sesuatu yang tidak sopan saat kami menghibur diri kami dengan diskusi mengenai crafting. Ini sangat penting.
Yah, kesampingkan mereka berdua, kami mencoba beberapa kali untuk membuat sampelnya, dan saat kami memeriksa aturan di balik sintesis belati dan racun ini, aku membuat catatan.
Sebilah belati yang disintesis status buruk Poison 3 menghasilkan Throwing Knife dengan Poison 1. Berdasarkan ini, aku membuat dua hipotesis.
Pertama, saat mensintesis, semua status buruk berakhir dengan kekuatan 1.
Kedua, tingkat racun berkurang beberapa tingkat setelah sintesis.
Untuk memastikan ini, kami mensintesiskan obat dengan beragam kekuatan dan memeriksa apakah sintesisnya sukses atau gagal.
Hasilnya adalah sintesis dengan racun sampai tingkat 2 gagal, dan sintesis dari Poison 4 membuktikan bahwa hipotesis kedua adalah benar dan racunnya semakin melemah.
Mensintesis Poison 4 menghasilkan Throwing Knife dengan Poison 2.
"Karena ini sekali pakai, itu berarti busurku bisa disintesis dengan status buruk juga."
"Itu akan membuat Yun-kun sangat licik. Kau akan bisa secara sepihak menaruh status buruk pada orang-orang dari jarak jauh."
Itulah yang dia katakan, tapi tidak semudah itu.
Kalau pihak lain memiliki stats DEF dan MIND tinggi atau Sense resistance, status buruk dapat ditahan atau ditiadakan. Karena itulah kekuatan dari level 2 sulit untuk dapat digunakan dalam pertempuran.
Juga, potion dan busur atau belati lempar yang melakukan kontak dengan area permukaan target secara berbeda juga merupakan sebuah masalah.
"Emily-san, kau tahu kalau status buruk tidak akan membuatku sehebat itu sejak awal, 'kan? Kalau itu Emily-san, kau akan dapat dengan mudah melindungi dirimu sendiri dengan menggunakan golem sebagai perisai."
"Fufu, kurasa begitu."
Monster non-biologis dan biologis-magis seperti golem sama sekali imun terhadap status buruk sejak semula.
Akan tetapi, ada beberapa pengguna Sense tipe Bow, dan itu adalah konsep yang sangat sederhana, hanya beberapa orang yang menggunakannya. Kesan pertama yang didapat seseorang adalah itu akan bisa digunakan untuk serangan kejutan melawan player lain.
Poison sangatlah efektif jika dilemparkan dari jarak dekat dan efek dari panah beracun yang ditembakkan dari jarak demikian termasuk rendah. Masing-masing dari mereka memiliki kelemahannya, pikirku.
"Baiklah kalau begitu, ayo istirahat lalu setelah itu kita berburu lagi. Kali ini aku juga akan ikut."
"Y-Yun-san? Mungkinkah kau akan menggunakan panah beracun itu?"
"Tentu saja? Ada banyak hal yang tidak akan kuketahui sampai aku mencobanya."
"Itu benar. Entah aku menjualnya atau memakainya sendiri, aku tidak ingin berkompromi."
Emily-san juga setuju dan setelah mensintesis sejumlah panah beracun, aku ikut serta dalam perburuan.
Satu-satunya yang kami pelajari adalah bahwa musuh di area ini terlalu lemah dan mereka mati sebelum status buruk bahkan bisa dilancarkan.

Only Sense Online Jilid 4 Bab 4 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

4 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.