29 Mei 2017

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Bab 3 LN Bahasa Indonesia


CHAPTER 3
(Translater : Orion)

Part 1
---[Underwood], Di Kaki Pohon Besar
Karena kemunculan Naga Besar, sejumlah besar Binatang Buas mulai muncul ke daratan.
Hydra Berkepala Lima yang mempunyai racun yang menetes dari taringnya, Salamander api yang memancarkan panas dari punggungnya dan ratusan Binatang Buas lainnya merangkak keluar dari dalam Tanah dan membuka jalan ke permukaan untuk menutupi seluruh Dataran [Underwood].
Satu – satunya hal yang menguntungkan adalah kurangnya persatuan atau kerjasama di antara mereka yang membuat mereka hanyalah kumpulan yang tidak teratur.
Aliansi [No Name] dan [Draco Grief] telah mundur ke Kaki Pohon Besar [Underwood]  untuk membuat barisan pertahanan mereka di sana.
Berada di pundak Deen, Asuka dan Deen terus menerus memukul Binatang Buas tersebut sampai menjadi debu. Dan di antara mereka dan Sala, tangan kuat Deen terus memukul Binatang Buas tersebut sementara Sala mengeluarkan api yang dia kumpulkan di telapak tangannya untuk membakar Binatang Buas tersebut menjadi abu.
Kembali menghadap ke Kota sambil menggunakan tubuh mereka untuk menghadang serangan Binatang Buas. Karena tidak ada strategi lain yang lebih efektif. Sejak Naga Besar itu muncul, itu berarti pertempuran tidak akan berakhir sampai kelompok penyerang menyelesaikan Game-nya.
Berjuang dengan bahu – membahu, Asuka dan Sala bekerja sama dengan serangan kerja sama mereka tapi itu hanyalah masalah waktu sebelum stamina mereka habis.
Sala yang telah mendalahkan dua puluh Binatang Buas menggunakan bagian belakang tangannya untuk menyeka keringat yang ada di dahinya saat dia melihat ke arah langit.
Pada saat berikutnya, Naga Besar itu dengan cepat mulai turun dari awan petir dan bergegas menuju ke Dataran.
“---Naga-nya sedang turun! Semuanya, ambil sesuatu untuk menyemangati dirimu sekarang!”
Sala dengan putus asa meneriakkan peringatannya sementara alarm di pos pengawas juga mulai berbunyi dengan panik.
Naga Besar itu menukik dengan tubuh panjang dan besar miliknya yang dengan mudah mengelilingi pegunungan sambil mengeluarkan sebuah raungan keras saat ia meluncur di atas [Underwood].
GYEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaEEEEEEEEEEEEYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAaaaaaaaaa!
Dampak yang ditimbulkan olehnya hanya dengan melewatinya tidak hanya menerbangkan aliansi [Draco Grief]  ke udara, tapi juga menyebabkan banyak Binatang Buas terhempas ke langit seperti sampah yang tidak berguna di jalannya.
Tapi itu bukan alasan untuk bergembira karena Game-nya telah mulai kembali.
Dan mengikuti gerakan Naga Besar tersebut, semua bencana alam lainnya seperti angin puyuh, badai dan petir, gempa bumi mulai terjadi secara satu demi satu, menyebabkan [Underwood] dalam kehancuran.
Serangan yang terus menerus dari Binatang Buas dan Naga Besar yang dapat mengguncang langit hanya dengan melewatinya.
Menyadari bahwa ini jauh lebih buruk daaripada yang bisa mereka tangani, Sala berkata kepada Asuka yang berdiri di sampingnya dalam pertempuran dengan Kalajengking Besar.
“......Asuka! Kau juga harus meninggalkan [Underwood] bersama dengan yang lainnya---“
“Bagaimana aku bisa melarikan diri saat ini?”
Deen menangkap  ekor kalajengking itu dan memutarnya sambil menginjak -  injjak sisa tubuhnya. Asuka menatap sekilas ke Sala---
“Izayoi-san dan yang lainnya masih bertarung. Alasan karena Naga Besar tersebut mulai mengamuk lagi pasti karena itu. Jadi bagaimana bisa kau mengharapkanku untuk melarikan diri?! Kau bukan satu – satunya orang yang aku janjikan untuk melindungi [Underwood]”
Asuka berteriak dengan cara yang sepertinya merupakan dorongan moral bagi dirinya sendiri seperti tangisan tantangan melawan ancaman yang berada di langit.
Dan Sala tahu bahwa tidak ada gunanya terus membujuk Asuka untuk pergi sekarang.
“.......Maaf tentang itu, Asuka.......!”
Sala menundukan pandangannya sambil meminta maaf saat dia menyadari sekelompok Salamander menyerbu mereka pada saat yang sama.
Asuka langsung mengangkat sarung tangan yang ditanami permata di tangan kirinya untuk mengeluarkan semburan air dari bibit Pohon Air. Diikuti dengan serangan itu, Deen menginjak semua Salamander yang terlempar ke tanah oleh semburan air.
Lalu, terdengar suara retakan yang berasal dari permata di sarung tangan Asuka.
“......Apa?! Aku baru menggunakannya tiga kali!”
Asuka menatap permata di sarung tangannya saat dia menggertakan giginya karena frustasi. Meski begitu, dia memilih untuk tidak mundur saat dia dan Deen bekerja sama untuk melindungi barisan pertahanan terakhir di sekitar [Underwood].
Hanya Kuro Usagi yang berada di puncak Pohon Besar, memulihkan diri dari serangan sebelumnya, mengamati dan mendapat informasi tentang retakan pada permata yang ada di sarung tangan. Dan dia sekilas menyeringai sambil mengangguk tanda mengerti.
Peningkatan dari Kekuatan Spiritual pasti telah mengurangi daya tahan Gift-nya. Jika itu terbuat dari Besi Suci yang Langka dengan teknik para Dewa, senjatanya tidak akan memiliki efek samping seperti ini tapi beberapa potongan dari Tanduk Naga dan bibit dari Pohon air tidak akan dapat bertahan dari tekanan kekuatan besar yang tiba – tiba.
Meskipun itu merupakan bakat yang hebat, kelemahannya sama jelasnya dengan bakatnya. Gift yang mungkin tahan dengan kekuatan Asuka mungkin hanyalah sebuah Tanduk Naga atau senjata sekelas itu.
Kalau saja ada beberapa senjata yang setidaknya bisa setara dengan [Vajra Replica]  bakat Asuka tidak akan tertekan sampai ke tingkat ini......
Pada saat ini, Kuro Usagi merasa gelisah tapi dia yang tahu tentang situasi pertempuran daripada siapapun masih berpegang dengan sebuah harapan.
Sambil menatap ke arah langit, dia mengirimkan doa untuk rekan – rekannya yang terus bertempur di langit.
Izayoi-san...... Yō-san...... Jika kau bisa mendengarku, tolong selesaikan Game-nya secepatnya!
Situasinya telah berkembang sampai ke saat di mana setiap menit dan detik yang terhitung untuk menyelamatkan nyawa seseorang dan dengan perbedaan beberapa saat saja dapat menyebabkan jatuhnya [Underwood].
Menanggung siksaan karena tidak berdaya, Kuro Usagi putus asa berdoa untuk kesuksesan rekan – rekannya.

Part 2
---Kastil Vampir Kuno, Ruang Singgasana Orbit berbentuk Elips.
Saat Yō bangun, dia mendapati dirinya terbaring di tempat yang dia kenal namun berantakan karena pertempuran baru – baru ini.
“......Izayoi?”
“Oh, kau sudah bangun. Sepertinya kau mengalami hal yang cukup sulit eh.”
Tawa hangat yang terasa menjengkelkan namun menenangkan sepertinya bergema di biara.
“Ingatlah untuk berterima kasih pada Kirino dan Garol Oji-san nanti. Jika bukan karena mereka yang mengobatimu, siapa tahu apa yang tersisa darimu.”
“.....begitukah?”
Yō yang sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat di biara yang gelap untuk melihat sosok Garol, Kirino dan Jack berada di depan Izayoi. Tampaknya  semua orang aman.
Sampai pada kesimpulan itu, Yō merasa staminanya terkuras habis saat dia bersandar di punggung Izayoi dengan pikiran yang tenang. Menikmati punggung yang luas yang tampak lebih nyaman daripada yang dia perkirakan--- Yō tiba – tiba menyadari sesuatu ada sesuatu yang hilang di sekitar lehernya.
“......Eh?”
......Headphone Nekomimi-nya hilang.
Yō langsung pucat saat dia berbalik untuk melihat sekelilingnya dengan tiba – tiba.
“Oi Oi, jangan terlalu banyak bergerak ketika kau sedang berada di punggung seseorang.”
“Eh? Ah, iia..um maaf...”
Sepertinya Izayoi belum tahu tentang Headphone Nekomimi. Lalu di mana jatuhnya...... atau mungkinkah itu sudah hancur dalam pertempuran dengan Graiya?
Oh...Oh tidak....!
Tapi dengan hal – hal yang sedang terjadi saat ini, mencarinya akan memakan banyak waktu. Yō yang merasa panik dalam hatinya tapi dia hanya bisa bersandar di punggung Izayoi untuk saat ini.
Sampai di Aula dari Ruang Tahta, Izayoi membungkuk unutk melepaskan Yō dari punggungnya untuk bersandar di dinding.
Dan yang dipegang di tangannya adalah rasi bintang terakhir---Kepingan Ophiuchus.
Yō memiringkan kepalanya sambil bertanya dengan heran :
“Izayoi, kau sudah memecahkan teka – teki dari kondisi penyelesaian ketiga dan keempat ?”
“Yep. Aku mendengar sejarah tentang Vampir dari Leticia.”
“......Sejarah Vampir? Sebelum mereka datang ke Little Garden?”
“Nn. Naga itu tampaknya adalah [Naga yang membawa dunia Vampir]. Untuk menyebutnya besar, memang cukup besar...... tapi masih belum besar sampai ke tingkat membawa sebuah planet. Jadi kupikir bahwa kosmonologi yang dipelajari para Vampir adalah analogi atau metafora yang di dasarkan pada beberapa agama.”
Itu benar---dugaan Izayoi adalah “Jangan menggangu Pohon Filogenetik, mereka melakukan pengamatan mereka dari punggung Naga yang besar.”
“Selama isi-nya sudah diketahui, menghubungkan Kastil langit ke satelit merupakan hal yang mudah. Dan justru karena itu, aku sudah memfokuskan pikiranku ke judul Game-nya <SUN SYNCHRONOUS ORBIT>. Dan akhirnya tapi bukan yang terakhir datanglah kondisi penyelesaian keempat: ‘Mengikuti prosedur yang tepat dan gunakan Lingkaran Binatang yang telah dikembalikan ke takhta sebagai panduan, serang jantung dari revolusioner yang terikat di rantai.’.”
“Kondisi tersebut juga memiliki makna yang membingungkan untuk dilihat?”
“Tentu saja. ‘Mengikuti prosedur yang tepat dan gunakan Lingkaran Binatang yang telah dikembalikan ke takhta’ bukankah itu hanya mengulangi kondisi penyelesaian ketiga saja? Masalahnya terletak pada ‘serang jantung dari revolusioner yang terikat di rantai’ itu adalah faktor yang membingunkan yang perlu diterjemahkan......oh benar juga, Kasukabe sudahkah kau menerjemahkannya?”
“Tidak, Belum.”
Yō memberikan jawaban yang jujur dengan menggelengkan kepalanya sementara Izayoi yang sedang mencari petunjuk di sekitar dinding batu dari ruang takhta untuk celah terakhir menempatkan Kepingannya, tersenyum dengan bangga.
“Nah, ini hanya permainan sederhana dengan kata – kata. Kata ‘革命’ biasa diartikan sebagai [Revolusioner] kan? Bentuk ini berarti sebagai membuat [Revolusi] juga. Dengan kata lain, struktur Game tidak di dasarkan pada Dalang dari [Revolusi] tapi seseorang dibalik [Revolusi] dan untuk [Benar atau tidaknya] itu adalah sesuatu yang harus dihubungkan untuk mencari makna penting dibalik itu semua.”
Saat Yō tersadar, dia mengacungkan jempol sambil menganggukan kepalanya karena kagum.
“Jadi jika kita simpulkan semuanya, akan lebih aman untuk mengatakan bahwa kondisi penyelesaian keempat adalah ‘serang jantung si revolusioner’ adalah dengan menyerang jantung dari --- Naga Besar?”
“Meskipun terdengar agak aneh, tapi itu seharusnya adalah ide dibalik itu....Hanya saja masih ada satu hal lagi yang harus dipastikan.”
Saat ia mengakhiri kata – katanya di sana, Izayoi tetap diam saat ia dengan hati – hati menyelaraskan Kepingan terakhir untuk ditempatkan ke dalam mekanisme dinding.
Tapi Izayoi tidak langsung memasukannya tapi berbalik meilhat ke arah Leticia yang duduk di takhta.
“......Leticia. Naga Besar yang ada di luar......Mungkinakh itu kau?”
“Eh?” Mata semua orang di dalam ruangan itu tiba – tiba terfokus ke Leticia.
Leticia membungkukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya di bayang – bayang saat dia tersenyum sedikit untuk merendahkan diri.
“......yea. Kau benar.”
“Apa...Apa yang terjadi, Izayoi?”
“Bukankah di judulnya sudah tertulis? Ini adalah Game yang di buat oleh Raja Vampir dan Naga Besar yang telah berubah dari Orbit Sinkronisasi Matahari di Raja Vampir. Dan nama Leticia telah muncul dua kali dalam kondisi penyelesaiannya. Meski belum dipastikan sebelumnya, menghubungkan petunjuk – petunjuk itu bukanlah tugas yang susah.
Izayoi mmenjelaskannya dengan nada tidak senang.
Leticia menganggukan kepalanya saat dia menatapnya dengan ekspresi yang kebingungan.
“......Saat memanggil ras terkuat ke Little Garden, seseorang pasti membutuhkan Wewenang Bintang dan tingkat kompensasi tertentu. Dan kebetulan aku memenuhi kedua persyaratan itu. Sebuah tubuh yang terlahir dari Keturunan Murni Naga........ dan ada juga tanda pencapaian kami sebagai  [Kesatria Little Garden]...... dan karenanya Wewenang dari Zodiak ke Tiga Belas.
Maka Naga Besar itu lahir untuk menjadi pembunuh mantan rekan – rekannya yang telah menjadi pengkhianat.
Menggunakan kekuatan dan ukuran dari Naga untuk menghakimi para pengkhianat.
Terlepas dari berlalunya waktu atau pergerakan di awalnya, mayat – mayat tersebut terus disiksa olehnya.
“Tapi hari ini, semuanya akan berakhir. Selama kondisi kemenangannya terpenuhi, Naga Besar tersebut akan segera menghilang. Selama aku menjadikannya tidak berdaya, Game-nnya akan selesai.”
“......Dapatkah aku percaya dengan kata – kata yang kau ucapkan?”
Izayoi menatap Leticia dengan ekspresi yang serius.
Dan kata – katanya membangkitkan rasa gelisah yang mencengkram hati Yō.
Tapi tidak ada cara lain. Jika Naga Besar tersebut adalah tubuh asli Leticia, semua kondisi kemenangan lainnya berarti akan membunuhnya. Selama kita menyebabkan dia kehilangan kekuatannya dan terpenuhi kondisi kemenangannya, Leticia akan......
Lalu Yō sadar atas rasa gelisahnya.
......Bagaimana itu akan menyelesaikan kondisinya?
Bagaimana mereka akan menyebebkan Naga Besar Kuat yang ada di luar menjadi tidak berdaya?
Bagaimana mereka akan membebaskan Leticai yang terikat di rantai?
Yō tidak sampai pada rencana apapun tapi Izayoi telah memasukan Kepingan terakhir ke tempatnya---
Seketika, semua Geass Rolls muncul dengan berisi Deklarasi Kemenangan.


<<Judul Gift Game: <SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING>>
Pemenang : Komunitas yang Berpartisipasi [No Name]:
Yang Kalah : Tuan Rumah [ ]:
**Menghormati hasil tersebut, Game-nya akan segera berakhir.
*Selain itu, sejak kondisi penyelesaian ketiga terpenuhi, Pelindung akan terbuka dalam dua belas menit.
*Dan tolong mengerti bahwa semua waktu sebelum saat itu masih dapat membuatmu terluka.
*Karena bahaya yang akan berdampak pada ras nokturnal, tolong ingat untuk mundur ke Gerbang Luar diluar Gerbang Luar nomor 7759175.
*Kepada para Peserta, terima kasih atas kerja kerasnya.

Part 3
---Gerbang Luar nomor 775175, Bukit Fir Bolg
Yang Mulia melihat keluar dari tempat melihat yang ada di Gerbang Luar untuk mengamati situasi [Underwood] saat sedang mengobrol dengan Rin dan yang lainnya yang sedang menunggu perintah lebih lanjut.
“......Rin. Sepertinya kondisi kemenangannya sudah terpenuhi.”
“Nn. Tapi saat mereka telah menemukan Kepingan dari Globe Angkasa, aiku sudah menduga bahwa itu hanyalah masalah waktu sebelum mereka memecahkan teka – tekinya.”
Sambil mengeluh, Yang Mulia duduk di kursi Observatorium.
“...Ini benar – benar kondisi yang terburuk. Graiya Oji-chan terluka dan Mata Kematian terbelah menjadi dua dan kehilangan Pion Raja Iblis yang bagus dalam prosesnya.”
“Nn. Kau benar. Apalagi dengan Naga yang telah kehilangan Wewenang dan Bakat oleh seseorang dan menyebabkannya mengamuk. Jika bukan karena fakta bahwa hal itu menyerang siapapun, hal itu akan membuatnya menjadi Pion yang bagus. Sayang sekali~”
Rin membalasnya.
Yang Mulia menggelengkan kepalanya karena rasa kasihan telah mensia – siakan sebuah bakat tapi ia segera menenangkan perasaannya untuk berdiri sambil menatap ke arah Naga Besar dan Kastil Kuno.
“......Tapi bagimanapun juga, karena Shiroyasha akan datang, aku masih akan dikalahkan. Kita hanya bisa mengatakan bahwa kita belum cukup memepersiapkan diri untuk misi ini.”
“Nn. Kalau saja Percher menang bulan lalu, tidak akan ada masalah seperti itu sekarang.”
Rin cemberut.
Yang Mulia hanya menyipitkan matanya saat ia melihat ke Rin dengan iris matanya yang keemasan.
“Rin, masih ada alasan lain untuk ini.”
“Eh?”
“Faktor yang paling penting adalah......itu adalah Komunitas yang sama yang mengalahkan dua Raja Iblis.
[No Name] yang telah membatasi aktivitasnya telah mengalahkan Raja Iblis dua kali berturut – turut.
Bahkan jika keberadaan dari [Bangsawan Little Garden] itu diperhitungkan, ini tetap menjadi pencapaian yang mengesankan.
Rin mengangguk setuju saat dia berdiri di samping Yang Mulia.
“Aku juga berpikir bahwa [No Name] cukup menarik sebagai peti harta karun bakat.”
“Yep. Jika ada kesempatan untuk bertemu lagi......aku akan bermain dengan mereka saat itu.”
Dengan itu, keduanya hilang bersamaan.
Tidak ada tanda – tanda dari mereka yang berada di posisi semula selain dari ratusan mayat Binatang Buas yang bertebaran di daerah tersebut di sekitar Gerbang Luar.
Part 4
---Kastil Vampir Kuno, Ruang Singgasana Orbit berbentuk Elips.
Kasukabe Yō tidak mengerti apa artinya.
Dia telah membaca Geass Roll dari atas ke bawah berulang kali sebelum menatap ke arah Leticia.
“.......ada apa dengan ini?”
“Sama seperti yang tertulis di situ. Dua Belas menit dari sekarang, Pelindung Little Garden akan terbukn dan Sinar Matahari akan menyinarinya. Dengan itu, Naga Besar tersebut akan menghilang karena Sinar Matahari dan kembali ke jalur elips matahari.”
Sama seperti malam yang muncul dari langit berbintang, Naga Besar tersebut juga akan kembali ke Lautan Bintang.
Namun, jika pelindung tersebut terbuka, itu berarti Sinar Matahari akan bersinar langsung ke Little Garden---
“......apa yang akan terjadi pada Leticia?”
Terjadi keheningan saat Leticia memejamkan matanya sebelum sebelum dia memecahkan keheningan tersebut dengan nada yang menyesal untuk berbicara yang sebenarnya :
“---Kemungkinan akan mati. Aku adalah wadah bagi Naga tersebut. Seperti yang kalian semua bisa lihat, langit – langit takhta tersebut terbuat dari kristal dan aku pasti akan terkena sinar Matahari secara langsung.”
“.......tapi bukankah kau bilang bahwa itu hanya untuk membuatmu tidak berdaya......”
“Itu bohong.”
Leticia memberinya jawaban yang jujur dengan tatapan tanpa emosi.
Yō tidak bisa menahan dirinya lagi dan dia mengulurkan tangannya, ingin memeluk Leticia tapi tangannya dengan mudah melewatinya.
“Ini...Ini......”
“Bukankah aku sudah bilang? Tubuh asliku adalah Naga tersebut. ‘Aku’ yang duduk di atas takhta saat ini hanyalah umpan untuk memancing para penyerang. Dengan kata lain, aku hanyalah hantu atau semacamnya. Awalnya, jika seseorang menyentuh‘ku’, bayanganku akan memunculkan dirinya untuk mengalahkan lawan tersebut......tapi tampaknya itu sudah dikalahkan oleh Izayoi.”
Leticia tertawa pahit saat dia melihat ke arah Izayoi.
Izayoi hanya menyipitkan matanya sambil mengalihkan kepalanya ke samping. Tidak membalas kata – katanya.
Yō menundukan kepalanya di depan takhta sementara tangannya tidak bisa berhenti gemetar. Menggunakan kekuatannya untuk mengeluarkan kata – kata yang terisi emosi yang tertekan :
“......Jadi Game ini sudah ditentukan sejak awal......agar Leticia mati tak peduli dengan kondisi penyelesaian yang terpilih?”
“Yes. Tanpa resiko yang setara, bagaimana bisa ada kekerasan dan hukuman jahat seperti itu yang tercantum dalam Game. Mengabaikan kemenangan dari Host, mengabaikan untuk diselamatkan dan dilepaskan...terakhir untuk mengabaikan hidup itu sendiri dan menghilang tanpa jejak.”
“Uu.....!”
“Kawan – kawan, aku minta maaf karena menggunakan metode ini untuk memaksa kalian melakukan tugas yang menyakitkan. Tapi tolong mengerti bahwa aku tidak ingin pengalaman....membunuh rekan – rekanku lagi.”
Leticia mengibaskan rambut emasnya sambil tersenyum dengan cara yang tampaknya beban yang ditanggunya telah hilang dari dirinya. Semua yang ada di ruangan itu sepertinya tidak dapat berkata apa – apa lagi. Petir yang ada di luar Kastil terlihat berputar – putar seperti pusaran air yang menambah tekanan dari kehadiran Naga Besar tersebut. Jika Leticia jujur dari awal, waktu dari Game tersebut diselesaikan akan ditunda. Dan itu berarti lebih membebani Asuka dan Sala yang harus terus berjuang dalam pertempuran di bawah.
Setiap detik dan menit dengan sikap yang ragu – ragu akan menyebabkan jatuhnya [Underwood] dan Aliansi [Draco Grief] dan kemungkinan mengarah untuk memusnahkan mereka.
“.....!”
Kalau dipikir – pikir, Leticia sangat berdedikasi pada Komunitas sampai – sampai itu terasa aneh.
Dengan Kekuatan Sucinya diambil, Wewenangnya diambil dan bahkan diperjualkan seperti barang pada lelang.
Untuk segera membantu Komunitasnya, dia bahkan akan membayarnya dengan harga yang luar biasa. Mungkin di suatu tempat di dalam hati Leticia, dia sudah mengembangkan kebiasaan wajib untuk menebus dosanya karena membunuh rekan – rekannya.
“......!”
Mengambil gelar sebagai Raja Iblis, seseorang akan ditakdirkan untuk berjalan di jalan kehancuran.
Meskipun itu normal dengan akhir yang seperti itu. Dan itu adalah sala satu alasan untuk diperdebatkan atau didiskusikan.
Meski begitu---Kasukabe Yō mengangkat wajahnya, tidak ingin menyerah.
“.......Aku mengerti sekarang.” Menggerakan tubuhnya yang sudah babak belur, Yō mulai menjauh sambil melihat ke arah takhta.
Merasa sedikit bersalah, Leticia menundukan pandangannya tapi saat berikutnya, sebuah keinginan kuat terlihat di mata Yō.
“Sederhananya, Aku hanya harus menembus jantung dari Naga Besar tersebut sebelum Pelindungnya terbuka kan?”
“......Apa?”
Leticia mengangkat kepalanya tiba – tiba, meragukan pendengarannya sendiri.
Namun, Yō terus menatap Leticia dengan mata yang berapi – api---
“Leticia tidak salah. Kita harus segera menyelesaikan kondisi penyelesaian secepatnya sebelumnya karena itu akan menjadi hal yang terbaik bagi Asuka dan semua yang terlibat dengan pertempuran di bawah......Dan sekarang tujuanmu sudah tercapai, apa yang akan datang selanjutnya akan menjadi tanggung jawabku sendiri.”
Sambil menggerakan kakinya yang terbakar parah, Yō mulai menjauh dari arah takhta.
Wajah Leticia segera memucat saat dia dengan panik memohon kepada yang lain di ruang takhta :
“Seseo...SESEORANG HENTIKAN DIA! ANAK ITU SERIUS! Dia serius...Dia berencana untuk melawan Naga Besar tersebut!”
Wujud transparan dari Leticia yang meskipun terikat di rantai terlihat begitu panik yang membuat dia seperti sedang berjuang untuk terlepas dari tempat duduknya. Tapi tak perlu dikatakan, Izayoi tidak bergerak untuk menghentikan Yō dan juga Jack atau Garol.
Izayoi mengangkat bahunya sebelum berpindah ke Yō untuk membantunya sambil tersenyum dengan senyum yang menakutkan di wajahnya.
“Yah, karena Leticia juga mengatakannya, aku hanya akan bertanya sekali lagi untuk memastikan---Apa kau benar – benar serius tentang ini?”
“Nn.”
“Begitukah? Lalu biarkan aku bergabung denganmu.”
“Izayoi! Bahkan...Bahkan kau juga mengatakan hal yang omong kosong?!”
“Yah, semua itu salahnya karena mengatakan bahwa dia ingin mengalahkan Naga Besar tersebut......Haiz, melihat bagaimana tidak berdayanya dia sebelumnya, aku tidak mungkin berdia diri dan melihat Kasukabe mati sendirian hanya untuk pelayan yang depresi dan mengejek dirinya sendiri kan?”
Izayoi menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tidak berdaya dan matanya yang murung.
Lelaki ini serius. Menyadari hal itu, Leticia menarik nafas panjang dan berteriak :
“ITU SANGAT BODOH.....AKU SALAH TENTANGMU, IZAYOI. KUPIKIR KAU ADALAH LELAKI YANG PINTAR YANG DAPAT AKU PERCAYAKAN KOMUNITAS KEPADAMU! TAPI KAU BARU MENGUCAPKAN KATA – KATA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB!”
“Nn, yeah. Aku tidak hanya membiarkan rekanku melanjutkan kematiannya tapi aku juga akan mengikuti jejaknya. Ini jelas sebuah sikap yang tidak bertanggung jawab.....tetapi mereka yang bahkan tidak berniat untuk mengambil tanggung jawab pada awalnya, hanya bisa disecut pengecut dan orang yang tercela.”
Tatapan marah Izayoi tampak menusuk Leticia.
Sebenarnya, kata – kata tersebut hanyalah untuk memicu Laticia yang ‘Kau adalah orang yang pengecut dan tercela’ . Dan Leticia yang mengerti arti kata – kata tersebut terlihat kebingungan.
“Kasukabe benar. Kau tidak salah. Dan Kasukabe juga tidak melakukan kesalahan...... Tapi,  aku akan memilih untuk membantu yang terakhir. Dibandingkan dengan orang suci yang mengorbankan dirinya sendiri, aku merasa seratus kali lebih senang jika harus menolong jiwa pemberani yang ceroboh dan tidak mampu memahami hal – hal sebaik dirimu.”
Izayoi mempererat genggamannya di bahu Yō yang penuh dengan luka dan memar. Ini adalah luka yang menceritakan tekad Yō dalam sebuah pertaruhan dari pertarungannya.
Tapi seseorang yang seharusnya paling perhatian, untuk siapa itu.....Putri yang terpenjara tidak menyadari ketulusan itu, perasaan yang lainnya dan telah menginjak – injaknya dengan penolakan.
Izayoi tidak bisa memaafkannya karena lambat dalam menyadari perasaan seseorang.
“Selama ini sepenuhnya belum menjadi tragedi, aku akan menggunakan kedua tanganku untuk mengubahnya menjadi komedi---Jadi, persiapkan dirimu untuk segera sadar pada kebenaran bahwa kami akan mengalahkan Naga Besar tersebut---dan tugas untuk menyelamatkanmu akan dilaksanakan dengan sempurna sampai akhir!”
“Aku benar kan?” Izayoi bertanya kepada Yō dengan senyuman.
Dan Yō tersenyum dengan lebar sebagai balasannya.

Part 5
---[Underwood], Kaki Pohon Besar.
Proklamasi kemenangan yang muncul di Geass Roll meningkatkan moral semua Peserta.
Memperbaiki rambut merahnya yang berantakan karena angin, Sala menunjuk ke Bendera [Draco Grief] sambil berteriak :
“Kita telah menang! Yang tersisa hanyalah mengejar para kumpulan yang tidak teratur ini! Kawan – Kawan! Kita sampai di bagian terakhir dari pertarungan kita! Angkat Senjata kalian dan mari kita hajar mereka semua!”
Suara perayaan dan seruan perang terdengar di seluruh penjuru Pohon Besar. Dan rekan – rekan yang sudah kelelahan dari pertempuran yang panjang kembali maju dengan semangat baru untuk menyerang para Binatang Buas.
Asuka adalah salah satu dari mereka tapi semangat bertempurnya meningkat karena alasan yang lain.
Alasannya ? Sudah jelas kan. Tidak butuh waktu lama bagi Asuka seseorang yang tidak ada di tempat kejadian untuk mencari tahu sendiri. Menyadari efek dari terbukanya Pelindung terhadap Leticia.
Meski begitu, Asuka tak meragukan kemenangan tersebut. Sebenarnya, dia percaya pada kemenangan dimana tidak ada seorangpun yang kalah.
Izayoi-san.......Kasukabe-san pasti tidak akan membiarkan Leticia mati...
Bahkan jika dilihat dari hasilnya, seseorang akan tahu bahwa kehidupan Leticia akan hilang.
Itu masih akan menjadi hasil usaha mereka sepenuhnya.
Sampai saat di mana mereka bisa berjalan dengan bangga dan melihat satu sama lain tanpa penyesalan---Asuka akan terus berpegang pada keyakinannya.
“---Cepat! Lihat! Naga Besar itu turun sekali lagi!”
“Itu turun lebih rendah kali ini!”
“Mungk...Mungkinkah iru berencana untuk menyerang [Underwood]---!”
Ketakutan dan Kebingungan menghantui para tentara.
Di antara para pejuang, Asuka diam – diam menguatkan tekadnya.
Dan itu adalah.....untuk berjuang dan menahan Naga Besar itu sendiri.

Part 6
---Kastil Vampir Kuno, Di tepi Tebing dari Langit.
Izayoi dan Yō bertindak cepat. Karena mereka memiliki tujuan dan musuh yang sama, tidak perlu lagi membuang – buang waktu untuk membahasnya. Izayoi menatap mata Yō sambil mengatakan permintaannya secara langsung :
“Aku akan menyerang ke jantung Naga Besar tersebut. Bisakah kau menerbangakan ku kesana?”
“Nn.....Ah, tapi tolong tunggu sebentar.”
Sekejap mendapat inspirasi, Yō mengeluarkan [Genome Tree]nya untuk dipegang di tangannya. Dalam pertempuran melawan Graiya, dia melakukannya tanpa sadar tapi sekarang berbeda. Yō menelusuri kembali cara nya saat itu, menggunakan jutaan DNA dari Pohon Filogenetik untuk memilih keajaiban yang berisi bentuk kehidupan.
Sebelumnya aku melakukannya tanpa sadar.....tapi kali ini aku harus memilih dengan lebih teliti untuk strukturnya.
Yō merasa ragu – ragu dan punya harapan yang tinggi akan kekuatan barunya. Tongkat yang berhasil dia keluarkan dalam percobaan pertamanya telah menunjukan kekuatan yang tidak pernah dia lihat dari Eudemons sebelumnya.
Dengan kata lain,  selama kombinasinya benar, itu dapat mengeluarkan kekuatan dari Eudemons yang tidak diketahui.
Misteri yang mengelilingi penggabungan binatang masih membuatnya ketakutan den menjadi beban baginya.....tapi tidak ada waktu baginya sekarang untuk memikirkan itu. Saat ini,  tugas yang paling penting adalah membawa Izayoi.....Jadi, persamaan rumit yang tidak masuk akal dan itu memerlukan model dari Eudemon yang bisa terbang di langit dengan cepat!
[Geome Tree] mulai berubah dan mengelilingi kaki Yō dengan cahaya yang terang.
Dan saat cahayanya perlahan meredup, itu menunjukkan sepatu bot kulitnya yang tinggi yang diselimuti oleh sisik yang keperakan dan sayap putih itu berkilau saat  mereka tumbuh di dekat bagian depan sepatu bot.
“Selesai!”
Yō menggunakan [Genome Tree] nya untuk meniru penampilan binatang agung yang belum pernah dia lihat sebelumnya--- Sepatu Bot Pegasus, dan dia berbalik menghadap Izayoi.
“Maaf telah menunggu. Selanjutnya, aku hanya harus.....Izayoi?”
Izayoi menatapnya tanpa berkata – kata sementara matanya berkedip beberapa kali terpana terhadap sepatu bot-nya dengan ketertarikan yang tidak ia sembunyikan yang tampak tidak sopan. Mengambil nafas lalu ia menatap Yō dengan mata yang berkilau – kilau :
“........itu sangat mengesankan, apa itu? Itu terlihat sangat keren!”
“Beg...Begitukah? Benar - benar keren?”
“Yeah, sangat keren!”
Mereka saling mengacungkan jempolnya. Dan tampaknya ini adalah pertama kalinya mereka serasi satu sama lain/
Tapi wajah Yō menjadi murung karena khawatir saat dia bertanya dengan nada yang agak resah :
“Tapi yang dapat aku lakukan hanyalah membawamu kesana. Izayoi, apakah akan.....baik – baik saja menyerahkan sisanya padamu...?”
“Serahkan padaku. Karena Kasukabe sudah menunjukkan pemandangan yang menakjubkan padaku, aku juga harus menunjukkan kemampuanku yang sebenarnya.”
“......begitukah? Lalu ayo pergi.”
“Tidak masalah” Izayoi mengangguk setuju.
Pada saat berikutnya, Naga Besar tersebut mulai turun dengan cepat.

Part 7
---Kastil Vampir Kuno, Ruang Singgasana Orbit berbentuk Elips.
Leticia menatap langit – langit yang dibangun dengan kristal dalam keadaan yang kebingungan setelah melihat kepergian dua sosok dengan matanya.
Awalanya berharap bahwa itu akan datang lebih cepat, bahkan jika sebentar, jika Matahari akan cepat muncul, itu akan membakar tubuh ini.
Jika teman –temannya kehilangan nyawa mereka dalam penyerangan ini......dia tidak akan bisa beristirahat dengan tenang.
Izayoi....Yō...Kenapa kau harus melakukan sesuatu yang bodoh seperti ini.....!
Dia teringat kembali kata – kata dari pria yang pernah muncul di hadapannya sebelum dia menerima gelar Raja Iblis di pikirannya.
Setiap kali dia mendengar kata – kata itu, Leticia akan merasakan tusukan di hatinya.
“---Beteriak untuk melindungi hal – hal yang tak dapat kau lindungi, membuat keributan ingin menyelamatkan mereka yang tak dapat diselamatkan?! Itu hanyalah bertingkah seperti badut! Bagaimana kau tidak mengerti tentang hal itu.....”
Leticia menggertakan giginya dan mencondongkan dirinya kedepan seakan berusaha meringkuk seperti bola. Mungkin itu adalah tindakan yang membuat Garol tidak tahan untuk melihatnya lagi yang menyebabkan ia mendekatinya dari samping dan perlahan memberi isyarat untuk dirinya.
“Yes. Beteriak untuk melindungi hal – hal yang tak dapat kau lindungi, membuat keributan ingin menyelamatkan mereka yang tak dapat diselamatkan?! Itu hanyalah bertingkah seperti badut!---tapi Leticia. Mereka yang bisa melakukan itu.....tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah Pahlawan.”
“Tapi....Tapi...”
“Dan bukankah kita juga berjalan di samping orang – orang itu sampai sekarang? Tentang kedua anak – anak itu, tidakkah kau percaya pada mereka?”
Garol bertanya dengan baik – baik, sama seperti orang tua yang mengajari anaknya.
Leticia tidak dapat menegurnya dan hanya bisa mengalihkan wajahnya dengan ekspresia yang sepertinya hampir menangis.
“Kau tidak ingin membunuh teman – temanmu. Aku yakin anak – anak itu mengerti perasaanmu dan karenanya membahayakan nyawa mereka untuk menyelamatkanmu.”
“.....Garol.”
“Leticia, mari percaya kepada mereka. Anak – anak itu.......pasti akan menyelamatkanmu dari karma gelar Raja Iblis.”

Part 8
---[Underwood], Kaki Pohon Besar.
Naga Besar tersebut membuka rahangnya selebar mungkin saat ia terburu – buru turun menuju Dataran Tenggara. Dan sebelum menabrak tanah, tiba – tiba berbelok keatas dan mengubah arahnya menuju ke Pohon Besar dengan raungan yang keras.
Asuka dan Deen telah menempatkan diri mereka di barisan depan dengan Asuka yang mengeluarkan semua Kekuatannya ke dalam kata – katanya untuk meneriakan perintah :
“DEEN! BUAT DIRIMU MEMBESAR SAMPAI BATASNYA! CEPAT!”
“DEEEEEEEEEEEEEEeeeEEEEEEEEEEEEEEEN!”
Tubuh yang tingginya lebih dari tiga puluh kaki terus membesar di bawah perintah Asuka. Lubang di tubuhnya terus diisi dengan dengan Kekuatan Spiritual, menyebabkannya tumbuh setinggi hampir seperti Pohon Besar.
Asuka tahu di dalam hatinya bahwa Deen yang telah membesarkan ukurannya sampai sebesar Tengkorak Naga Besar itu masih tidak dapat melawannnya dalam kontes kekuatan.
Hanya dengan perintahku sendiri, berat tubuh Deen tidak akan bisa meningkat lebih dari sepuluh kali lipat......
Benar. Ini adalah sesuatu yang telah diuji. Faktanya, Besi Suci Langka yang normal tidak akan meningkat beratnya bahkan jika ukuran mereka meningkat tapi dengan perintah Asuka, Besi Suci Langka  hanya bisa meningkat sampai sepuluh kali berat tubuhnya.
Meski alasan utamanya adalah kekuatan spiritual yang menjadi inti dari Besi suci Langka untuk meningkatkan beratnya harus proposional untuk wadah spiritual yang dikeluarkan kedalamnya, kecocokan kekuatan Asuka dalam Gift untuk memanipulasi berat juga lebih rendah.
[Wewenang] Asuka dibatasi dan kekuatan spiritualnya sesaat membesar.
Sama seperti Gift Pohon Air yang bisa mengendalikan jumlah air yang dikeluarkan atau diserapnya, atau itu Besi Suci Langka, efeknya hanya sementara.
“Tapi......aku hanya harus melawannya langsung!”
“Stop! Asuka! Apa kamu sudah gila?!”
Sala melebarkan sayap berapinya saat dia muncul di samping Asuka.
Dia menarik tangan Asuka untuk menyadarkannya, tapi Asuka dengan jelas menolak peringatan Sala dengan menggelengkan kepalanya.
“Tidak! [Underwood] ada di belakang kita!”
“Aku tahu! Meski aku tahu itu, aku masih akan membawamu pergi!”
“Aku juga tahu hasilnya!”
“Hasil apa yang kau maksud?! Tindakan semacam itu hanya bisa dikatakan sebagai bunuh diri!”
“Aku tidak keberatan bahkan jika itu bunuh diri! Karena aku tahu bahwa aku akan menyesalinya seumur hidup jika aku lari dari sini!”
Asuka menjabat tangan Sala sambil bertatapan dengannya dengan menunjukkan tekad yang tercermin di matanya.
“Jika Naga Besar itu menghancurkan [Underwood] sekarang......Semua temanku akan sedih. Jadi aku tidak akan mundur!”
Asuka tahu bahwa Kuro Usagi, Izayoi, Yō, Sala......dan Leticia yang juga sebagai korban, semuanya akan tersakiti dengan kehancurannya.
Dan itu adalah sesuatu yang lebih penting daripada tanggung jawab yang diberikan padanya.  Jadi dia tidak akan mundur dan tidak akan ketakutan dengan kedatangan Naga Besar tersebut.
Mendengar kata – kata Asuka yang bertekad secara langsung, Sala hanya melebarkan matanya dan dia menghela nafas dengan lembut.
“......Kau tidak akan mundur?”
“Tidak akan.”
“.......bahkan jika kamu mati?”
“.......aku lebih baik mati.”
Asuka terus menegaskan keputusannya dan Boneka Besi Merah itu juga nampaknya telah dipengaruhi oleh tekad pemiliknya saat ia mengambil sikap siap dalam persiapan untuk bertempur. Pesan yang tersampaikan oleh suasana di sekitar mereka sangat jelas---bahkan jika itu pertempuran yang pasti membuat mereka kalah, mereka tidak akan mundur sedikitpun.
Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikkan pilihan mereka untuk tinggal.
Mereka sudah bertekad untuk mengeluarkan semua kemampuan mereka dalam pertaruhan untuk melindungi [Underwood].
Dengan hal – hal yang seperti saat ini, tidak ada gunanya untuk mengatakan hal apapun.
Akhirnya, Sala juga menetapkan tekadnya---
“---Aku mengerti. Lalu, biarkan aku memperlihatkan tekad yang sama.....!”
Mengeluarkan pedangnya, Sala memotong sala satu Tanduk Naga-nya yang merupakan simbol kebanggaan dari Naga.
Rambut merah tuanya tertutupi oleh darahnya dan berwarna merah terang.
Pada saat itu---Asuka sangat terkejut sehingga dia tidak bisa mengerti apa yang baru saja dia lihat dan hanya bisa terdiam di tempat dia berada.
“Apa......”
‘Apa yang kau lakukan...’ Tidak keluar kata – kata tersebut dari mulut Asuka setelah dia melihat tekad Sala, tidak bisa membuatnya mengucapkan kata – kata tersebut.
Sala jatuh ke depan ke lengan Asuka saat dia menyerahkan Tanduk Naga-nya sambil berjuang mengucapkan kata – kata sambil menahan rasa sakitnya :
“......Tanduk Naga...penuh dengan kekuatan spiritual yang murni...Seharusnya dapat di satukan dengan Besi Suci Langka......!”
“Tapi...Tapi...Meski begitu, tidak menjamin bahwa itu akan cukup untuk menahan Naga Besar tersebut.....!”
Asuka menggoyang bahu Sala dengan sedih. Tapi Sala yang sudah mulai kehilangan kesadarannya berhasil menggelengkan kepalanya dan berkata :
“Jika Asuka.....pasti akan menahannya.....! Aku serahkan [Underwood] kepadamu.....”
Setelah berkata begitu, Sala kehilangan kesadarannya dan tersandar ke Asuka.
Gemetar saat dia memeluk Sala dengan erat, Asuka memberikan Tanduk Naga kepada Deen.
Dan saat Tanduk Naga itu memancarkan Kekuatan Spiritual yang Suci di satukan ke dalam armor Deen, inti yang kosong mulai mengeluarkan angin kemerahan yang panas saat ini.
Itu adalah Gift yang Sala kembangkan selama dua ratus tahun ini.
Perasaan seperti itu tidak boleh disia – siakan,tidak peduli apa yang akan terjadi.
Terus memeluk Sala yang pingsan dengan erat, Asuka berteriak dengan semua perasaannya dalam kekacauan itu :

“---DEEN! ARAHKAN SERANGAN KE KEPALA NAGA TERSEBUT!”
“DEEEEEEEEEEEEEEeeeEEEEEEEEEN!”
Bagian yang berlubang di tengahnya sesaat mengeluarkan uap panas yang bersinar ang berwarna merah saat Deen menyerang ke arah Naga tersebut.
Menggunakan lengannya yang kuat untuk menangkap rahang bawah dari Naga yang Besar dan mengganjal rahang atasnya dengan lengan lainnya, Deen menahan serangan Naga Besar itu dengan kekuatan yang menyebabkan tanah di bawah kakinya hancur. Meskipun Naga Besar itu lebih panjang daripada diameter Gunung dan Sungai masih bisa sedikit mendorong Deen, jelas karena Boneka Besi tersebut masih terus melawan hal tersebut.
Saat armor yang ada di bahunya mulai retak, kaki yang penuh dengan tekanan dan pergeseran juga mulai melemah. Dan hanya masalah waktu sebelum lengan yang tebal itu digigit oleh Rahang Naga yang Besar. Meski begitu, Deen tidak mundur, tidak bisa mundur.
Asuka memeluk Sala yang penuh dengan darah saat dia berteriak sekeras mungkin :
“TAHAN DISAAAAAAAAAAAANAAAAA!”
“---GYEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaEEEEEEEEEEEEYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAaaaaaaaaa!”
Naga Besar tersebut juga mengaum keras sambil menutup rahangnya dengan erat di atas lengan kanan Boneka Besi tersebut.
Menggunakan kesempatan untuk melepaskan lengan kirinya, Deen mengambil kesempatan itu untuk melakukan uppercut ke  Naga Besar itu dari bawah dan mengirim Kepala Naga Besar itu melayang sampai tingginya melewati Pohon Besar.
Naga Besar tersebut tidak melepaskan gigitannya dari tangan Deen dan terbang ke atas dengan Deen yang menggantung di mulutnya.
---Saat itu, Asuka yang juga terbawa hingga ke langit melihat ke arah langit.
Diikuti dengan pembukaan Pelindung tersebut, lautan awan gelap tersebut menghilang seperti asap yang tertiup angin setelah terkena Cahaya Matahari.
Dan Naga yang menuju ke arah terbukanya Pelindung mulai menghilang karena Sinar Matahari yang menyilaukan.
---Perwujudan dari Zodiak, Naga Besar yang muncul dari Orbit Elips Matahari di Langit......kembali ke Lautan Bintang.
Saat tubuh besar tersebut mulai menjadi tembus pandang, simbol kerajaan yang terukir di hatinya mulai terlihat.

“ Izayoi : Dibandingkan dengan orang suci yang mengorbankan dirinya sendiri, aku merasa seratus kali lebih senang jika harus menolong jiwa pemberani yang ceroboh dan tidak mampu memahami hal – hal sebaik dirimu. Dan, tugas untuk menyelamatkanmu akan dilaksanakan dengan sempurna sampai akhir!”
Komet Putih Keperakan yang mempesona yang membawa Izayoi untuk mengejar Naga tersebut, tampaknya telah menunggu untuk saat – saat ini.
“Ketemu......MATAHARI KE TIGA BELAS!”
Izayoi menyatukan cahaya yang ditekan oleh kedua tangannya sampai membentuk sebuah pilar dan melemparnya sampai menembus jantung Naga Besar tersebut.
Naga Besar itu tidak memiliki kesempatan untuk meneriakkan jeritan sekaratnya saat ia menghilang dengan cepat dengan cahaya yang menyinarinya. Dalam upaya untuk melindungi Leticia dari Sinar Matahari membahayakan dirinya, Yō memeluk erat Matahari lainnya yang muncul dari jantung Naga Besar saat dia mengangkat tangannya tingi – tinggi di udara.

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.