29 Mei 2017

Mahouka Koukou no Rettousei Jilid 8 Bab 8 LN Bahasa Indonesia

5 AGUSTUS 2092 / OKINAWA – VILLA
(Translater : Michael Alexander)

Kapal selam itu sudah menghilang, saat Pasukan Pengaman Penjaga Pantai tiba.
Sakurai-san benar-benar marah melihat betapa mudahnya kapal asing itu masuk ke teritori laut Jepang tanpa diketahui, tapi sejujurnya saja, aku tidak tertarik dengan hal seperti itu.
Daripada memikirkannya, aku hanya merasa ingin istirahat.
Fisikku tidak lelah, tapi mentalku lelah.
Kami ditanya-tanyai oleh petugas Penjaga Pantai tetang insiden ini, tapi aku tidak merasa ingin menjawabnya sama sekali saat itu. Tidak hanya aku, tapi Okaa-sama dan Sakurai-san juga merasakan hal yang sama. Kami memberitahunya kalau ada yang ingin mereka tanyakan, mereka dapat berkunjung, dan kami kembali ke villa.
Saat ini, aku sedang berbaring di ruanganku.
Aku sudah mandi, tapi pikiranku masih belum tenang.
Yang mengganggu pikiranku, adalah sihir yang baru saja digunakan oleh Ani. Kalau aku tidak salah, dia secara langsung memodifikasi struktur informasi dari torpedo itu dan mendekomposisinya.
Tapi seingatku, kemampuan untuk secara langsung merubah struktur informasi suatu benda dianggap tingkatan tertinggi dari sihir. Jangan perhitungkan aku, bahkan Okaa-sama ataupun Oba-sama pun tidak akan bisa melakukannya.
Tapi orang itu, bahkan tanpa menggunakan CAD….
Orang itu, bukankah dia kehilangan kesempatannya sebagai kandidat kepala keluarga karena cacat kemampuan sihirnya?
Bukankah itu karena dia tidak bisa menggunakan sihir makanya dia dijadikan sebagai pengawalku?
Sejauh yang kuingat, setahuku, selain anti-sihir non-sistematik ‘Gram Dispersion’, aku tidak pernah melihatnya menggunakan sihir tingkat tinggi lainnya.
Karena dia tidak mampu menggunakan sihir sistematik dari sihir modern utama, dia mengambil keuntungan dari kemampuan fisiknya yang tinggi dan kemampuan anti-sihir unik miliknya untuk mendapat tempat di Yotsuba, itulah alasan mengaa Ani menjadi pengawalku.
Aku tidak mengerti.
Aku benar-benar tidak mengerti.
Kami keluarga, saudara, tapi aku tidak tahu sama sekali tentangnya.
Walaupun aku tidak tahu apa-apa, aku tidak menyadarinya hingga sekarang.
Aku terkejut.
Ngomong-ngomong, ini liburan pertamaku di SMP.
Aku bertanya-tanya, apa kemarin pertama kalinya dia mengawalku sendirian?
Saat aku masih enam tahun dan dia tujuh tahun.
Itu adalah saat dimana Ani mulai menjadi pengawalku, dan aku dikawal olehnya.
Sejak enam tahun lalu, Ani selalu menjadi pengawalku.
Tapi tidak mungkin kau memercayakan keamanan dari orang kemungkinan akan diculik kepada seorang anak SD.
Aku mengerti, itulah mengapa aku tidak tahu nilai sesungguhnya dari orang itu, kemampuan aslinya adalah……
Kalau begitu, siapa yang bisa kutanyai tentang orang itu? Siapa yang benar-benar mengenalnya? Okaa-sama? Sakurai-san? atau bahkan Oba-sama?
Baru saja setelah aku menemukan petunjuk untuk keluar dari labirin pikiranku, atau begitulah pikirku, sebuah ketukan terdengar dari pintu ruanganku.
Tertangkap basah, aku segera berdiri dari tempat tidurku, dan segera menyisir rambutku, aku bertanya-tanya apa itu.
“Maaf mengganggu istirahat Anda. Militer telah sampai disini, dan ingin mendengarkan tentang kejadian tersebut…..”
Suara ragu-ragu Sakurai-san terdengar dari balik pintu.
“Dariku?”
Saat aku membuka pintu, aku bertanya balik. Aku sadar saat mengatakannya, kalau aku tidak sopan, tapi aku benar-benar terkejut mendengarnya.
“Ya… saya sudah memberitahu mereka jika saya dan Tatsuya-kun dapat menjawab semua pertanyaan mereka, tapi….”
Ekspresi Sakurai-san tampak merasa bersalah, meskipun itu bukan salahnya…..
Kalau dia sudah seperti itu, aku yang akan merasa tidak enak.
“Baiklah. Apa mereka sedang di ruang tamu?”
Melihat anggukan Sakurai-san, aku memberitahunya kalau aku akan ganti baju lalu turun setelahnya.
Tentara yang datang untuk berbicara dengan kami memperkenalkan dirinya sebagai Kapten Kazama Harunobu.
Setelah selesai dengan perkenalannya, dia segera menuju ke titik permasalahan.
“…..Jadi, apa Anda sekalian menemukan kapal selam itu secara kebetulan?”
“Orang yang menemukan kapal selam itu adalah kapten kapal. Kalau Anda ingin tahu tentang itu, Anda seharusnya berbicara dengannya.”
“Apa Anda menyadari adanya ciri-ciri yang dapat menunjukkan asal usulnya?”
“Saat itu keadaannya sedang didalam air. Untuk mengetahui hal semacam itu adalah mustahil. Walaupun kapal selam itu naik ke permukaan, saya tidak tahu banyak tentang kapal selam.”
Tanya jawab itu dilakukan antara Kapten dan Sakurai-san.
Okaa-sama sepertinya bermaksud menyerahkan semuanya pada Sakurai-san, dan karena aku sendiri tidak tahu banyak, walaupun aku memaksa untuk ikut berbicara, tidak banyak yang bisa kukatakan.
“Tampaknya, mereka menembakkan torpedo? Apa Anda punya petunjuk mengapa mereka menyerang Anda?”
“Tidak sama sekali!”
Sakurai-san tampaknya agak jengkel. Dari awal dia memang sudah tidak senang dengan respon dari militer, dan aku juga merasa sedikit kesal mendengar pertanyaan ‘Kalian mungkin melakukan sesuatu yang memprovokasi mereka bukan?’, tidak heran dia marah.
“Aku rasa Anda melupakan sesuatu.”
Masih dipelototi Sakurai-san, Kapten segera memalingkan wajahnya pada Ani. Hal itu terjadi tiba-tiba, tanpa ada maksud di baliknya. Sebuah usaha baru untuk mendinginkan situasi antara mereka berdua.
“Agar tidak ada saksi mata sama sekali, mungkin kita bisa menyimpulkan kalau mereka ingin menculik kami.”
Tapi jawaban Ani, jauh dari yang namanya penenang situasi.
“Menculik?”
Kapten itu terlihat terkejut; tapi juga tertarik disaat yang sama, dia meminta Ani untuk menjelaskan lebih lanjut.
“Torpedo yang ditembakkan pada kami adalah torpedo busa.”
“Oh….?”
Torpedo busa?.... torpedo penghasil busa, aku rasa? Berarti mereka menghasilkan gelembung busa….?
“Torpedo Busa? Apa itu?”
Saat aku menoleh, Sakurai-san meminta Ani untuk menggantikannya.
Alasan mengapa dia tidak bertanya kepada Kapten mungkin karena dia masih merasa kesal.
“Ujung torpedo itu diisi dengan bahan kimia yang didesain untuk menghasilkan busa yang berskala besar saat ditembakkan. Dalam keadaan tersebut, bahkan baling-baling kapal pun tidak akan bisa bergerak. Kapal dengan pusat gravitasi yang tinggi seperti milik kami pasti akan terkena juga. Dengan demikian, target terjebak, dan anggota kapal bisa ditangkap dengan disamarkan sebagai kecelakaan.”
“Mengapa kau berpikir seperti itu?”
Kapten sedang melihat Ani dengan ketertarikan yang tinggi.
Aku kaget dia bisa tahu hal seperti itu.
“Komunikasi kami telah diputus. Hal seperti itu selalu terjadi jika seseorang ingin menyembunyikan suatu hal sebagai sebuah kecelakaan.”
Aku lebih terkejut lagi, dia menyadari kalau komunikasi kami telah terputus.
“…..Maaf, tapi menebak tujuan mereka hanya berdasarkan hal seperti itu, menurut saya dugaan itu masih lemah.”
“Sebenarnya, aku tidak hanya menyimpulkannya hanya dengan itu saja.”
“Apa kau memiliki bukti lain?”
“Ya.”
“Apa itu?”
“Aku menolak untuk mengatakannya.”
“….”
Mendengar perkataan seperti itu tanpa keraguan sedikit pun, Kapten tampaknya tidak bisa berkata apa-apa.
Yah, aku dan Sakurai-san juga tak bisa berkata-kata.
“Apa Anda membutuhkan bukti?”
“…..Tidak, hal seperti itu tidak dibutuhkan.”
Mendengar jawaban Ani yang bertubi-tubi, Kapten menjadi kebingungan.
Okaa-sama, yang sampai sekarang, tetap diam sejak awal, tiba-tiba berbicara dengan nada bosannya.
Kebosanannya, susah sekali untuk disembunyikan.
Kapten segera menyadari maksudnya.
“Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas kerjasamanya.”
Berkata seperti itu, Kapten berdiri dan memberi hormat.
Aku dan Ani melihat Kapten dan bawahannya keluar ruangan.
Sebuah mobil diparkir di depan rumah, disampingnya, dua tentara yang gagah sedang menjaganya.
Salah satu dari mereka, sempat tidak sengaja melihat Ani, seketika dia mebelalakkan matanya dengan terkejut.
Aku juga mengingatnya. Dia adalah tentara kasar yang kemarin, salah satu dari ‘Left Blood’.
“Baiklah.”
Melihat keterkejutan di wajah tentara itu, Kapten Kazama mengangguk mengerti dengan situasi yang terjadi.
“Jadi kaulah orang yang mengalahkan Joe?”
Mendengar perkataan Kapten, aku segera meningkatkan penjagaanku.
Tapi melihat Kapten yang hanya tertawa, sepertinya hal tersebut tidak membuatnya marah atau semacamnya. Ani masih belum bereaksi sedikit pun.
“Menguasai teknik Inner Strike di usia semuda ini, kau memang jenius.”
Dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, Ani tidak terlihat bereaksi sama sekali. Tapi apa itu ‘Inner Strike’?
Kedengaranya hal itu sangat hebat….
“Kopral Higaki!”
Mendengar namanya diteriakkan dengan keras, tentara kasar itu gemetaran.
Dibawah tatapan Kapten, dia segera berlari mendekat.
Kapten menatapnya saat dia memberi hormat dan berdiri tegak.
Lalu dia menghadap wajah Ani, dan membungkuk.
“Aku minta maaf. Bawahku telah melakukan hal kasar kepadamu kemarin.”
Melihat hal yang tak terduga ini, aku benar-benar tak bisa bekata-kata.
Dengan lengannya yang dibelakang punggungnya, kakinya terbuka lebar dan kepalanya sedikit miring, sebenarnya posisi seperti itu tidak terlalu sopan didepan publik, tapi tentara berpangkat tinggi seperti Kapten sampai meminta maaf seperti itu hanya kepada anak-anak seperti Ani sangatlah mengejutkan.
“Saya Kopral Higaki Joseph! Saya minta maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya kemarin!”
Seperti Kapten, benar-benar berbeda dari kemarin, Kopral Higaki dengan tenang meminta maaf dan membungkuk dalam-dalam.

Sepertinya dia memanglah bukan orang yang kasar.
Lebih jauh lagi, kelihatannya dia sangat takut dengan Kapten.
“Aku menerima permintaan maafmu.”
Dengan cepat, Ani menjawab permintaan maafnya.
“Terima kasih banyak!”
Aku tidak ada masalah dengan itu.
Aku memang tidak berkeinginan untuk berbicara sedikit pun.
Diikuti oleh Kopral Hogaki, Kapten Kazama berjalan menuju mobil itu, lalu mendadak berhenti dan menoleh kebelakang.
“Shiba Tatsuya-kun, bukan? Saat ini, aku bekerja sebagai instruktur dari pasukan penyihit angkatan udara di Pangkalan Onna. Kalau kau punya waktu, sekali-kali kunjungilah tempat kami. Aku yakin kau pasti akan menemukan sesuatu yang menarik.”
Kapten Kazama mengatakan hal seperti itu dan, tanpa menunggu jawaban, dia langsung naik ke mobil.

Mahouka Koukou no Rettousei Jilid 8 Bab 8 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.