14 Mei 2017

Fate/Apocrypha Jilidf 2 Bab 2 Part 17 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 17)
(Translater : Setiawan Danu)

Berserker Merah mengabaikan semua tentara Gigi Naga yang  menggigit dirinya, dengan kejam menyerang Lancer dan Archer Merah. Alasan dia menyerang sepenuh hati seperti ini mungkin karena Lancer Hitam.
Meskipun dia telah berganti Master dan juga Fraksi nya, Berserker tidak salah lagi akan menyerang Lancer jika dia tidak di kekang oleh Caster menggunakan Command Spell. Keinginan alam bawah sadar degan alaminya menyebabkan dia memporak-porandakan medan perang.
Berserker Merah benar-benar seperti bom waktu, tapi kekuatannya cukup besar untuk memicu ketakutan bahkan pada Servant lainya.
“Cih, aku seharusnya menembak tendonnya waktu itu….!!!”
Saat mengatakan hal itu, Archer Merah berkali-kali menembakkan panah secara terus menerus. Panah miliknya, ditembakkan dengan kecepatan yang menyamai dengan senapan mesin, dan semuanya tepat mengenai sasaran. Kaki Berserker sekarang sudah seperti landak.
Dengan suara yang aneh, kaki Berserker Merah berubah ke warna menakutkan seperti buah kesemek yang terlalu matang, tapi Berserker  sama sekali tidak jatuh.
“—Archer. Tolong kau urus Berserker. Aku akan mengurus Raja Pemancang, Kazkiklu Bey, di sini.”
“Baiklah. Hmmmph….. Sekarang aku berpikir kau adalah mahluk yang menyedihkan, Berserker!”
Sejak dia berpartisipasi dalam perang Great Holy Grail ini, Berserker harus menjadi bawahan di bawah seseorang. Mungkin ada kasus di mana dia harus berjuang sebagai anjing dari beberapa tiran ... Jika dia dipanggil dalam kelas Saber sebagai ahli pedang yang tepat, akankah dia mampu menanggung penghinaan itu?
Itu sebabnya, jika dia bertarung dengan Holy Grail sebagai hadiahnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menjadi Berserker yang berisiko tinggi. Dan Mad Enhancement nya memburuk ke titik yang luar pertolongan. Kemungkinan besar, tidak peduli dia dipanggil dalam Perang Holy Grail manapun, keinginanya tidak akan pernah bisa terkabul.
Meskipun begitu, dia menyeringai kejam bila tertawa. Dia mencari jalan untuk memberontak, meskipun dia sedang di siksa. Seorang penghancur yang tidak mempunyai harapan, dikejar oleh penderitaan—itulah jati diri seorang Spartacus.
Karena itulah, Archer Merah merasa kasihan terhadap Berserker saat dia menembakkan panah kearahnya. Baginya, Berserker adalah seorang yang hanya bertubuh besar. Pedang Gladius yang di ayunkan oleh tangan-tangan kuat, dan kecepatan serangannya setara dengan gerakan lambat di mata Archer. Namun otot  Berserker yang seperti besi tidak goyah sama sekali, meskipun tertembus beberapa anak panah.
“Keras kepala sekali…… lalu, bagaimana dengan ini!”
Archer berhenti berusaha untuk menjaga jarak antara mereka, dan dengan penuh semangat berlari ke depan. Dia mengelak ayunan pedang yang datang untuk mencegat nya dengancara meluncur di atas tanah. Seolah akan terkejar, Kaziklu Bey: Lord of Execution yang akan menyumbulkan pancang dari dalam tanah untuk menusuknya dengan cepat, tetapi pancang-pancang itu sama sekali tidak dapat mencapai Archer saat dia berlari maju dengan kekuatan penuh.
Saat dia melewati ruang antara kaki Berserker, Archer menembakkan panah di bawah rahang, tenggorokan, ulu hati dan perut dengan  sekejap.
"Hahahaha! Belum cukup! Belum cukup! Belum cukuuuup!!!”
Tapi Berserker dengan mudahnya berbalik dan menendang Archer di perutnya dengan sekuat tenaga. Menendangnya dengan dampak serangan setara dengan terkena tembakan langsung peluru meriam, Archer terlempar sekitar dua puluh meter melalui para tentara gigi naga dan homunculi.
“Guuuh…!”
Untungnya, dia telah berhasil melompat kebelakang dan nyaris melarikan diri hanya dengan jarak setipis rambut tepat sebelum tendangan Berserker mengenainya. Jika dia tidak melompat, tidak akan aneh jika dampaknya sudah cukup kuat untuk merobek dadanya.
Sementara dia penderitaan atas kecerobohannya, Archer melihat Berserker mendekatinya. Meskipun semua panah telah ditembakkan ke arahnya, serangan penuh kegilaanya tidak berubah sama sekali.
Tapi panahku seharusmengenainya ...
Sangat memungkin bagi Heroic Spirits tingkat  tinggi seperti Rider Merah, yang di sayang oleh para dewa, untuk meniadakan segala serangan dengan kemampuan atau Noble Phantasm milik Servant lain. Dia sendiri juga secara pribadi tahu pahlawan mana yang memiliki kemampuan yang curang dalam bentuk sebuah Noble Phantasm yang benar-benar dapat mengabaikan semua serangan bawah Rank tertentu.
Tapi tidak ada kemampuan seperti itu di antara Noble Phantasm milik Berserker Merah yang sudah di informasikan oleh Shirou sebelumnya. Tentu saja, mungkin bahwa Pendeta itu belummenginformasikan tentang hal ini. Tapi dalam situasi ini di mana mereka menghadapi Berserker Merah sebagai musuh, Shirou tidak punya alasan untuk menyembunyikan informasi tersebut.
Selain itu, yang paling penting, panahnya jelas-jelas sudah menembus kulit BerserkerArcher telah menerima dampak serangan balik. Mungkin karena merasa gatal, Berserker kadang-kadang mencabut anak panah yang menusuk dirinya, sudah jelas di sekujur tubuhnya di penuhi luka.
Benar, bahkan ada darah yang mengalir dari bekas lukanyaArcher sudah pasti melukai dirinya. Laludia pasti menahan rasa sakitnya. Mungkin Archer sudah meremehkan staminaBerserker yang luar biasa.
Tidak ... sesuatu yang aneh terjadi di sini.
Dia dulu adalah seorang gadis yang telah menghabiskan seumur hidupnya melakukan pertempuran dan berburu. Bahkan saat dia menempatkan  panah lain di tali busurnyadia mengamati tubuh Berserker dari kejauha dan akhirnya menyadari sesuatu.
luka-lukanya sembuh dengan sendirinya. Daripada disebut penyembuhan, meskipun, itu lebih seperti regenerasi yang berlebihanBagian yang tubuhnya yang tertusuk panahmembengkak dan menonjol seperti tumor. panah Archer seharusnya telah menembus lubang di seluruh tubuhnya. Maka ini berarti….
“Mustahil, apakah dia……bertambah besar!?”
Bukan hanya itu. Dia bisa merasakan semburan Mana dari dalam diri Berserker lebih besar daripada sebelumnya. Sementara diselubungi konsentrasi padat Mana di seluruh tubuhnya, Berserker mengayunkan pedangnya dengan kekuatan dan kecepatan yang lebih besar daripada sebelumnya-!
“Cih….!”
Archer melompat sambil menghindari tebasan dengan jarak setipis kertas. Dia melompat pada lengan Berserker dan berlari lurus ke arah wajahnya.
“—Kalau begitu aku akan mengambil kepalamu!”
Berdiri di atas bahu Berserker, Archer menembakkan panah setelah panah yang menancap di tengkuknya. Berkat keseimbangannya, dia tidak terjatuh, tidak peduli berapa banyak Berserker berbalik, dan dia merangkak di sekitar punggung dan, meraih salah satu anak panah yang menusuknya, dan menggunakannya untuk menggores lehernya.
Ketika suara darah mulai mengucur keluardia berhenti dan membuang panah yang di pegangnya, dan kemudian menginjak bahu Berserker dengan kedua kakinya dan menarik lehernya dengan sekuat tenaga. Pada suara daging merobek saat dia melakukannya, Berserker mulai mengamuk bahkan lebih menggila.
Terpeleset oleh darah menyembur keluar, Archer jatuh ke tanah. Dia berguling dan mengatur ulang posisinya, dan menoleh untuk memastikani keadaan tubuh Berserker dan tentunya dia dibuat tercengang.
“….Ini mimpi buruk.”
Gumaman Archer sangat wajar. Leher Berserker, yang seharusnya robek, memiliki daging yang menggembung seperti bergelembung. Itu adalah pemandangan yang sangat menjijikkan dan bahkan sedikit konyol. Dan Archer bisa mengatakan bahwa Mana yang meluap dari dalam dirinya telah meningkat lebih jauh.
Noble Phantasm milik Berserker Merah, Spartacus, Menangis Crying Warmonger: Howl of the Wounded Beast, adalah Anti-Unit Noble Phantasm yang mempengaruhi penggunanya, mengubah bagian dari kerusakan yang diterima ke dalam Mana dan menggunakan energi yang terakumulasi untuk meningkatkan kemampuan seseorang.
"Tapi aku tidak mendengar apa-apa tentang hal menjijikkan ini bahkan bentuk fisiknya ...guh!"
lehernya sekarang tampak seperti kura-kura, Berserker menyeringai dengan mata yang terbuka lebar. Sementara menghindari serangan ayunan pedangnya, Archer menembak tangan Berserker bertujuan untuk menjatuhkan pedang yang di ayunkanya. Setelah tiga anak panah telah tertanjap ke dalam pergelangan tangannya, Gladius akhirnya jatuh dari tangannya.
Archer berlari secepat mungkin ke depan dan mengambil pedang yang tejatuh, kemudian mengayunkannya dengan kedua tangannya untuk menusuk punggung tangan Berserker dan menahan dirinya agar tetap berbaring di atas tanah.
Dia tidak menjerit, tapi gerakannya berhenti karena sedang ditikam. Jika pergelangan tangannya bisa putus, mungkin saja dia bisa lolos, tapi sayangnya, karena regenerasi yang berlebihan, pergelangan tangannya sudah menempel kembali.
“Baiklah, Jangan bergerak untuk beberapa saat.”
Archer melihat sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada tentara gigi naga, homunculi atau Golem di wilayah sekitarnya, dan kemudian menarik dua panah dan menembak mereka ke atas langit.
Dia membatasi wilayah yang sempit menargetkan dan memfokus panah ke satu titik. Dia akan menggunakan Noble Phantasm kedua kalinya, tapi ini adalah saat pilihan serangan yang paling optimal.
.. Untungnya, Masternya tidak mengeluh sama sekali.
“Aku menawarkan engkau kekacauan ini—Phoebus Catastrophe: Complaint Message on the Arrow!”
Berserker Merah menatap langit dan tersenyum. Hujan sinar jatuh untuk memurnikan dirinya.
Seluruh tubuhnya secara menyeluruh terkoyak. jaringan otot, kulit, pembuluh darah, saraf-semua tercecer. Bahkan Servant yang kuat pun tidak akan bisa melarikan diri dari dalam keadaan mendekati kematian seperti itu. Penyembuhan seketika sangat mustahil bahkan dilakukan oleh Master  yang seorang penyihir tingkat atas.
Tapi-
"…Tidak mungkin."
Seolah-olah menanggapi gumaman Archergumpalan robekan daging di depannya mulai menggeliat.

Fate/Apocrypha Jilidf 2 Bab 2 Part 17 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.