14 Mei 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 16 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
PART 16
(Translater : Setiawan Danu)

Memilih momen untuk memulai pertarungan melawan dua Servant dari Fraksi Merah, Caster Hitam melepaskan  Berserker MerahLancer Hitam adalah landasan kubu mereka. Caster Hitam menilai dia tidak seharusnya mati.
Berserker, aku adalah Master mu. Kau mengerti?”
“Iya, Aku mengerti. Nampaknya aku tidak bisa bisa bertahan tanpa kekuatanmu. Perbudakan yang tidak bisa di maafkan.”
“….Jadi akankah kau membunuhku?”
“Tapi aku tidak bisa membunuhmu. Lagipula, aku mempunyai misi, dimana aku harus tetap berada di era ini walaupun hanya sebentar. Aku harus menjatuhkan para penindas dan merebut harapan yang bersemayam di akhir dari keputus asaan. Dan akhirnya, aku harus membantai semua orang-orang kuat yang rakus, dimana mereka berkumpul untuk mencari Holy Gail.”
“Begitu. Tapi untuk melakukan itu, kau harus membunuh semua orang di kubu musuh. Pergilah Berserker. Musuhmu adalah para penindas dan para pemburu kekuatan itu. Hal itu akan menjadi alasan yang cukup untukmu.”
Caster melepas segel dari Berserker. Tanpa bisa bertahan sedikit lama lagi, Berserker berjuang keluar dari ikatanya dan akhirnya mengambil langkah maju.
Begitu ia kembali kebebasannya, dia berpaling terhadap Caster dengan senyum lembut seperti laut yang tenang. Tapi Caster tidak bereaksi sama sekali. Karena topeng yang dikenakannya, tidak mungkin untuk menebak apakah dia resah atau bahkan tidak mempunyai emosi sama sekali.
“….Hmph.”
Seakan sudah tidak memiliki minat pada Caster, Berserker Merah berbalikdan menujui medan perang. Dengan gembira mengambil napas dalam-dalam, ia mulai berjalan menuju medan perang dengan pedangnya yang jauh lebih besar dari gladius normal di tangannya.
Memperhatikan dia pergi, Caster mendesah lega. Jika dia bertingkah terlalu kasar, Berserker mungkin akan mengabaikan kata-katanya (karena tidak ada Servant lain yang berubah-ubah selain Berserker) dan membunuhnya.
"Karena aku lemah... Aku akan dibunuh olehnya hanya dengan satu pukulan.”
 Meskipun kulitnya sepucat mayat, Manusia itu terbuat dari otot. Dia mungkin akan menginjak-injak  medan perang dan menjadikan pertempuran ke dalam kekacauan seperti iblismengembalikan segala sesuatu menjadi kosong.
“Sekarang, selanjutnya adalah—”
Caster punya satu tugas yang tersisa. Itu adalah untuk memilih waktu yang tepat untuk mengorbankan para penyihir yang mereka pilih dan mengaktifkan Noble Phantasmnya. Dia sudah memiliki izin dari Darnic, jadi tidak ada masalah dalam hal itu ... dia merasa yakin tentang kemampuannya sendiri, namun dia masih merasakan beberapa kegelisahan atas seberapa jauh dia benar-benar akan mampu untuk melawan Heroic Spirits terbaik. Tapi jika dia tidak bisa mengatasinya, dia tidak akan mampu mencapai keinginannya.
Keinginan Caster Hitam, Avicebron, dia ingin mempercayakannya kepada Holy Grail sangatlah rumit. Biasanya, Heroic Spirits bertempur dan membunuh satu-sama lain karena mereka maju melalui Perang Holy Grail  bertujuan untuk memberikan keinginan mereka. Tapi kali ini keadaan sedikit berbeda.
Keinginannya adalah untuk menyelesaikan Noble Phantasm nya, Golem Keter Malkuth: Royal Crown, The light of Wisdom. Maka, apakah akan keinginannya akan tetap dikabulkan setelah dia mengaktifkan Noble Phantasm nya?
Tidak, tidak akan. Pada awalnyaGolem adalah bagian dari gaya sihir Kabbalah, dengan kata yang berarti 'embrio' atau 'makhluk yang di dibentuk'. Oleh karena itu, golem itu bukan apapun selain upaya untuk mereproduksi misteri rahasia bagaimana Tuhan menciptakan manusia bernama Adam.
Dengan kata lain, bahkan jika itu selesai sebagai Noble Phantasm, hal itu akan tetap tidak sempurna. Bahkan jika bisa menguasai kekuatan yang tak tertandingi, itu tidak akan menjadi keberadaan yang benar-benar sempurna.
Seorang raja besar yang akan memimpin kita manusia yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan ke Taman Eden sekali lagi—Itulah peran yang diharapkan dari Golem terkuat.
Dia telah mengumpulkan hampir semua bahan yang diperlukan. Semua, dan yang tersisa adalah final [inti]; dengan kata lain, seorang penyihir. Itu akan menjadi yang terkuat jika saja mereka bisa menangkap homunculus itu, tapi ia tidak akan berharap terlalu banyak.
Sensei!”
Caster mendengar suara dari kejauhan. Ketika dia berbalik dan melihat ke atasdia melihat Masternya Roche berdiri di atas benteng kastil dan melambaikan tangan dengan polos kepadanya. Meskipun Caster bisa melihatnya, Roche jelas terlalu jauh untuk mendengar suaranya, jadi ia menggunakan komunikasi telepati.
"Saya percaya bahwa keluar seperti itu berbahaya bagi mu ...
Iya! Umm, ketika Anda datang kembali ... tidak akan Anda silahkan lihat di golem saya !? Saya rasa saya berhasil membuat kloter terbaru lebih  baik kali ini!”
Caster mengangguk terkesan. gairah anak itu untuk membuat golem cukup mengesankan. Ketika dia diberi nasihat, dia akan segera mencoba dan memperbaikinya dan bertujuan untuk membuat mereka lebih baik. Kembali pada masa di saat Caster masih hidup, Roche mungkin telah mampu menjadi muridnya dengan bakat luar biasa.
Kebanyakan, Caster menyukai bahwa ada garis keturunan keluarga yang masih terus meneruskan misteri pembuatan Golem yang  telah dibuat oleh dia dan nenek moyangnya.
"Aku akan melihatnya lebih dekat jika ada waktu."
“Ba…Baiklah!
Roche sepertinya dia masih ingin mengatakan lebih banyak, tetapi akhirnya dia menunduk seakan malu dan kembali ke kastil.
"Meski begitu, aku buruk dengan anak-anak."
Pad awalnyaCaster telah menderita banyak penyakit selama hidupnya, dan telah menghabiskan hari-harinya dengan hampir tidak pernah bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dia bahkan sengaja membuat jenis Golem pembantu untuk mengurus pekerjaan rumah tangga di saat  masa isolasinya.
Akibatnya, dia tidak pernah berhubungan dengan anak-anak, dan dengan demikian, situasi ini di mana seorang anak memuja dan mengidolakan dirinya seperti ini hanya akan membingungkan dan tidak nyaman baginya.
Betapa ironisnya. Dia, yang sedang berusaha untuk menciptakan Adam, manusia asli agar mereproduksi keajaiban Tuhan lagi, tidak bisa untuk menyukai manusia.
"Ya Tuhan….."
Ini akan menjadi kebohongan jika mengatakan bahwa Caster tidak merasa ragu-ragu untuk menggunakan penyihir sebagai [inti]. Meski begitu, menyelesaikan Noble Phantasm nya adalah  keinginan Caster. Oleh karena itu, perlu untuk memiliki keteguhan hatiuntuk  mengorbankan segalanya demi kemenangan.
Dan selain itu, dia telah menerima izin dari Darnic. Bahwa manusia-Gordes Musik Yggdmillennia mungkin akan memadai sebagai [inti]. Secara pribadi Caster bertujuan untuk sesuatu yang lebih baik untuk digunakan sebagai Noble Phantasm miliknya, tapi ada tidak ada pilihan lain yang tersedia selain Gordes.
Caster hanya merasakan sedikit kecewaan akan hal itu.

TN:      *saya lebih menggunakan untuk “saya”/”Anda” Caster hitam kepada Roche karena dia adalah masternya
*Roche bersikap sopan kepada Caster karena dia mengaggap Caster adalah gurunya (Sensei) untuk membuat golem, meskipun dia adalah masternya

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 16 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.