14 Mei 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 15 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 15)
(Translater : Setiawan Danu)

Berserker Hitam, Frankenstein, tidak begitu menunjukkan ekspresi di wajahnya, namun dia berada dalam masalah.
Sedang mematuhi perintah, pada awalnya dia hanya berkeliaran di medan perang mencari Servant musuh, dan ia melompat ke dalam hutan setelah melihat sesosok manusia di sana, tapi apa yang dia temukan bukan seorang Servant, tapi sebaliknya-
“Nampaknya kau adalah musuhku, Frankenstein. Monster paling menyedihkan yang di buat oleh manusia yang mengejar idealisme. Pada artian tertentu, kau berada di tengah titik balik menjadi sesuatu yang diinginkan.”
Seorang yang berbisik kata-kata aneh itu dia kira adalah manusia. Nampaknya dia bukan seorang Servant. Namun orang yang berdiri di depan matanya apakah benar-benar manusia?
Untuk suatu alasan, saat itu intuisi  Berserker Hitam sangat meragukan.
“Uu…..”
Tentara gigi naga menyerangnya, tapi dia membereskanya dengan mudah. Di sisi lain, karena para tentara itu tidak menyerang pria yang ada di depanya, dia memahami kalau pria itu berada di pihak musuh.
Tetapi, meskipun demikian. Mengapa dia menegetahui nama aslinya?
Sama seperti Masternya, Caules juga terkejut, Frankenstein secara umum dicatat sebagai laki-laki, dan seorang pria besar yang bisa menusuk lawan pada saat itu. Jadi, seharusnya tidak mungkin bagi siapa pun untuk menebak identitas aslinyanya berdasarkan penampilan saja.
…..pernahka dia bertemu semasa hidupnya?
Itu juga tidak mungkin. Dia adalah seorang Heroic Spirit muda yang terlahir tepat pada akhir masa ketika misteri masih bisa menjadi nyata. Ada beberapa orang yang tinggal di era yang sama seperti dia yang bisa menjadi Heroic Spirit, dan bahkan jika orang itu memang ada, dia tidak akan pernah secara kebetulan bertemu salah satu dari mereka.
Jadi, apakah seseorang membeberkan nama aslinya kepada musuhnya?
"Ya, kau benar-benar berbeda. Meskipun kau adalah seorang Berserkerkau masih bisa mempertahankan pemikiranmu. Benar-benar Heroic Spirit yang modern. "
“Aku tahu, dan mengerti tentang dirimu. Bagaimana dengan ini? Apakah kau tertarik bergabung dengan kami untuk menggantikan Berserker Merah?”
Pada kata-katanyaBerserker menjadi penuh dengan kewaspadaan dan menggeram mengancam. Pria itu menjatuhkan tangannya kemb dan tersenyum pahit.
“Tidak ada gunanya, Master.”
Kewaspadaan Berserker meningkat. Di belakang pria itu, kali ini seseorang yang jelas terlihat seperti Servant muncul. Ada sejumlah tipis Mana yang dipancarkan daridan pakaiannya hampir tidak cocok untuk sebuah pertempuran. Apakah dia seorang Caster musuh?
"Ya Ampuntidak sopanAku tidak berniat untuk bertarung. Orang yang akan bertarung adalah Master  ini.  Aku hanya akan mengawasi dan mendukungnya. "
Mengatakan hal seperti itu karena dia bukan seorang Servant dia melangkah mundur seolah-olah untuk menggunakan Master sebagai perisai. Tidak ada tanda-tanda dia akan menggunakan sihir apapun untuk menyerang. Tidak disangka, tampaknya Master  ini ... benar-benar bermaksud untuk bertarung dia satu lawan satu.
“Benar, yang akan melawanmu adalah Masterku ini, Kotomine Shirou.”
Sesaat dia sedang meletakkan tangan di sisi sampingnya, sebuah gagang muncul diantara sela jari-jarinya. Berserker tidak dapat menebak jenis senjata apa dengan pengetahuanya.
Namun orang yang pernah melihat sebelumnya mungkin dengan cepat akan menyadarinya. Benda itu adalah aksesoris konseptual yang memancarkan penyucian dan mengambil bentuk seperti belati yang di kombinasikan dengan Mana, di kenal juga sebagai [Black Keys].
“Ketika kau ingin bergabung dengan sisi kami, jangan sungkan-sungkan untuk menerimaku setiap saat.”
Mengatakan hal itu sambil tersenyum, Sihrou melemparkan [Black Keys] miliknya.
“…!?”
Ketika melompat kebelakang, Berserker menghalau [Black Keys] dengan senjatanya, yaitu [Bridal Chest].
“….Naaaaaaaaaoooooooooooooh!!”
Dengan itu, pikirannya menjadi tenang. Tidak peduli keadaan, Master itu menghadapinya sebagai seoran  musuh. Terlepas dari apakah itu jebakan atau tidak, dia tidak berpikir itu akan menjadi kerugiannya terlalu banyak dalam situasi ini. Tentu saja, ia memastikan untuk tidak pernah membiarkan dirinya menurunkan kewaspadaannya terhadap Caster didekatnya. Bahkan, dia tidak berpikir dia berada di posisi yang kurang menguntungkan.
Berserker melakukan putaran penuh dan kemudian melompat ke depan dengan kecepatan penuh. Empat [Black Keys] dilemparkan dari tangan pria itu. [Black Keys] melaju dengan kecepatan yang cepat untuk senjata yang telah dilemparkan oleh seorang manusia, dan jika saat dia diserang dan menurunkan kewaspadaanya, dia mungkin akan tertusuk.
Namun tidak ada gunanya melempar benda seperti itu ke arah dirinya dengan kemampuan seperti itu. Dia menghalaunya sekaligus dan maju semakin kedepan.
“sudah kuduga pahlawan sepertimu.”
Dia memuji dengan ekspresi santai. kejengkelan menyembur sedikit dari dalam pikiran Berserker. Mari kitauji apakah dia akan terus berakting  bahkan setelah ia menghancurkan wajahnya!
“bersiaplah!”
Seketika, serangan seperti petir melalui sekelilingnya. Dia segera berbalik dirinya bersama dengan  [Bridal Chest] miliknya sekitar 380 derajat, [Black Keys] milinya yang seharusnyaditepis kembali lagi, mengincarnya sekali lagi. Tampaknya sebuah mantra sihir seperti telah dimasukkan ke dalam gagang terlebih dahulu.
“Sangat mengecewakan.”
Apakah gumaman itu ditujukan kepada Shirou sendiri? Atau kata-kata itu ditujukan ke arahnya karena menghalau senjatanya dalam perilaku kecewanya?
Tidak ada bedanya, pikir Berserker, dia langsung membuang  pikiran itu. Sejak awal, dia tidak bisa  memikiran hal yang sulit dala  jangka waktu yang lama. Dia hanya sangatbertekad dan jujur ​untuk ​maju menyerang ke depan ...!
“Sekarang saatnya. Caster, aku akan menggunakanya sekarang.”
Shirou mengatakan itu dan mengulurkan tangannya di udara. Tiba-tiba, senjata miliknya dipanggil ke tangannya dengan ledakan ManaSaat Berserker akan maju menyerang, tatapannya terfokus pada pedang gaya Jepang disimpan dalam sarung besi. Pada saat yang sama, dia merasa terkejut. Dengan sejumlah besar Mana yang tersimpan di dalamnya, bahwa pedang itu jelas sebuah Noble Phantasm!
“Iya, iya. Silahkan! Pakailah sesukamu! Bagai badai yang disertai kobaran api! Bagai hujan deras yang disertai dengan petir! Cerita yang kekal akan dimulai dari sekarang!
Seiring dengan teriakan gembira Caster ini, Shirou berlari ke depan. Dia langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya di tangan kirinya, bersiap dalam kuda-kuda dan menghunuskan pedangnya ke depan.
“Uuuuuuuuuuu!!”
Tidak sempat bertahan saat dia sedang menyerang maju, baju milik Berserker  tercabik dari tubuhnya. Itu membuatnya sadar, bahwa pedang yang sedang di peganya bukanlah sebuah pedang biasa. Tidak banyak senjata yang dapat melukai tubuh seorang Servant.
Berserker mengayunkan gadahnya. Ayunan itu menjadi sebuah tarian elegan disaat dia mengayun danmenyerang. Sebuah pedang yang biasa mungkin akan pecah atau bengkok jika menerima serangan langsung dari gadahnya, namun pedang itu tidak mendapatkan sedikitpun goresan, seberapa banyak pedang itu menerima serangan.
Dia tidak bertarung dengan keterampilan artistik dan bakat. Teknik pedang Shirou ini hampir rata-rata. Dia berada di atas level tentara ber-armor ringan, namun dia jauh dari kata seorangMaster. Tapi dalam hal ini, mengapa dia dan Berserker seimbang satu sama lain saat mereka bertukar serangan?
... Memang benar bahwa Berserker bukanlah Heroic Spirit yang memenangkan ketenaran sebagai perwujudan dari kehebatan bela diri. Dia adalah makhluk yang bertarung dengan galak dan brutal sebagai seorang Heroic Spirit karena asal-usulnya. Meskipun demikian, spesifikasi dasar nya sangat luar biasa. Mampu menciptakan siklus yang tak terbatas dengan mereproduksi Gerakan Mesin pseudo-Type II Perpetual, dia bisa terus bergerak dengan kekuatan penuh dalam berbagai jenis situasi. Dia tidak akan pernah kehabisan napas dan kelelahan, tidak seperti manusia. Dia akan terus menerus menyerang tanpa bernapas sampai musuh terjatuh, karena itulah mengapa dia diberi gelar sebagai prajurit gila Berserker.
benar, setiap makhluk yang bertukaran serangan setara dengan Gerak Mesin Perpetual tidak bisa disebut 'manusia'. Tentu saja, karena orang ini adalah mediator yang dikirim dari Gereja, dia seharusnya seorang manusia, orang akan mengatakan bahwa dia hanya telah banyak berlatih.
Meski demikian, kekuatan yang di tunjukkanya sangat tidak normal. Berserker merasakan kekhawatiran yang menyerang perutnya.
Dia mengacungkan gada dan langsung mengayunkannya ke bawah-tapi ia berhasil mengelak. Jika hanya begitu saja, itu akan baik-baik saja. Itu bukan serangan yang tidak dapat dihindari bagi orang yang telah mencapai puncak dalam domain sihir. Masalahnya adalah bagaimana dia berhasil mengelak. Seseorang yang masih bisa memberikan senyuman dalam situasi ini, tanpa peduli tentang fakta bahwa gada-nya, yang bisa menghancurkan dan menghancurkan kepalanya seperti tomat, serangan itu dapat dia hindari tepat didepan hidungnya yang hanya berjarak sejauh sebuah kertas tipis dan hanya beberapa milimeter saja, dia bukan manusia.
Aku tidak suka dengan senyumnya, pikir Berserker. Aku tidak suka mata itu, pikir Berserker. Tapi, dalam segala hal, aku tidak suka keberadaanya!
Shirou melebarkan jarak antara mereka dengan melompatan mundur. Dia menggenggam pedang di satu tangan dan memegang [Black Keys] di tangan yang lain.
Manusia buatan yang gila maju menekan melalui hujaman [Black Keys] yang dilemparkan tanpa sedikitpun keraguan.


TN: saya sebenarnya ga ngerti jenis senjata apa [black keys] itu, mungkin bentuknya sama . seperti belati kepunyaan Kotomine Kirei yang kaya cakarnya wolferin itu loh . yang dipake buat ngelawan kiritsugu di fate/zero.

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 15 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.