18 April 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 14 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 14)
(Translater : Setiawan Danu)

Meskipun merasa ragu-ragu, Rider Hitam mengendarai Hippogriff menuju Taman yang menggantung. Dialah sautu-satunya yang bisa terbang diantara para Servant Hitam lainya, jadi dia harus membereskan benda itu dulu. Itulah kesimpulan yang didapatkanya setelah berpikir keras.
Namun, dia hanya memikirkan satu hal. Dia memanggil Hippogrif miliknya dan menaikinya sebagai kendaraan. Pada tahap ini, konsumsi Mana miliknya tidak begitu besar. Seorang Homonculus lebih dari cukup untuk membayar konsumsi Mananya. Masalah sebenarnya adalah ketika dia mengungkap nama aslinya dan memperlihatkan kekuatan sebenarnya.
Konsumsi Mananya akan sebanding dengan mengeluarkan kekuatan penuh sebuah Noble Phantasm Rank A. selain itu, konsumsi Mananya  tidak akan berkurang setelah menembakanya sekali. Itu adalah sebuah Noble Phantasm yang konsumsi Mana yang buruk, Noble Phantasm miliknya akan menyerap mana terus menerus selama Hippogriff miliknya terus digunakan.
… Di dalam pikiranya, dia kembali teringat kepada Homonculi yang Mananya tersedot habis tanpa dia ketahui. Dia teringat akan keadaan Sieg yang mengenasan.
Setelah melamun beberapa saat, Rider Hitam, memutuskan untuk menyegel nama sebenarnya Noble Phantasm miliknya. Memang, saat ini, dia tidak mau menggunakanya. Jadi dia tidak punya pilihan lain untuk memilih cara lain dimana dia tidak perlu menggunakan Noble Phantasm miliknya.
Benar, dia menag benar-benar bodoh. Pikiran yang sangat bodoh sekali. Dan juga lemah. Dia seharusnya mengeluarkan nama sebenarnya Noble Phantasm miliknya tanpa harus memikirkan keadaan para Homonculi yang berperan sebagai Baterai. Bahkan Sieg tidak akan membenci Rider untuk hal itu. Dia tidak akan bertanya berapa banyak Servant yang di panggil ke dunia ini, yang bertujuan untuk bertarung dan menang.
Namun Astolfo memang jenis heroic Spirit  yang seperti itu. Dia tidak ingin melakukan hal itu, dia tidak akan melakukanya tidak perduli orang berkata apa.
“….Baiklah, kita berangkat!”
Di depan benteng yang melayang, Rider dengan lembut menepuk leher Hippogriffnya dengan perlakuan yang baik. Hippogriff itu meresponya dengan lengkingan khas burung dan dengan kuat mengepakkan sayap-sayapnya. Dan dengan begitu dia terbang luruskedepan—dengan partikel-partikel cahaya yang keluar dari sayap bersamaan dengan amukan angin yang menerangi langit malam, seperti jutaan kunang-kunang, sebelum tiba-tiba menghilang setelahnya.
Rider terbang menuju Taman yang menggantung…. Normalnya, pemilik dari benteng yang melayag  itu tentu saja tidak akan membiarkan tidakan tanpa pikir panjangnya.
“—Hoh, nampaknya Raider fraksi seberang juga mempunyai seekor tunggangan yang dapat terbang melewati surge. Kalau begitu, sesuatu yang telah aku siapkan sebelumnya tidak akan sia-sia.”
Satu-satunya seorang yang tetap tinggal di dalam benteng yang melayang—The Hanging Gardens of BabylonAssassin Merah, tersenyum, dan melepaskan ‘mereka’ ke atas langit.
“Pergilah. Buruk rupa bersayap. Terbang dan lahap musuh sepenuh hati kalian!”
bersamaan dengan kata-kata yang di ucapkan Assassin, ‘sesuatu’ yang besar dan tidak terhitung jumlahnya berterbangan keluar dari Taman secara bersamaan.
Riderterbang melewati langit di atas medan pertempuran. Dia melihat kedua tentara yang sedang bertempur sudah di mulai. Tentara gigi naga, Homonculi, Golem. Dan di tambah para Servant yang sedang bertarung satu0-sama lain, dan berjuang hingga hidup dan mati.
“Baiklah, aku juga mempunyai tugas berat yang harus aku kerjakan…..!”
Sambil mengumpulkan semangat bertarungnya, para monster muncul dan menyerang dia dengan timing yang tepat. Bagian atas mereka terlihat seperti para tentara gigi naga, namun mahkluk ini mempunyai sayap yang tumbuh di punggung mereka dan bagian bawahnya jelas-jelas terlihat seperti burung.
“Harpy…? Tidak, versi modifikasi dari para tentara gigi naga?”
Harpy, binatang terbang penuh ketamakan, mereka adalah makhluk yang mudah sekali disesatkan oleh nafsu makan mereka. Memiliki kebiasaan kejam dan sifat pengecut, membuat mereka tidak cocok sebagai tentara. Tapi Assasin Merah telah menyatukan mereka dengan tentara gigi naga. Daripada disebut dengan tentara gigi naga, mungkin akan lebih tepat untuk menyebut mereka sebagai tentara sayap nagaMeskipun begitu, mengingat mereka diberi nama 'naga', mereka tentara yang sangat rapuh dan tampak jelek.
Tetapi mereka berada dalam jumlah besarLebih dari seratus prajurit sayap naga menyerang ke bawah hanya seperti adegan dari pemakaman langit yang di penuhi dengan burung yangbergegas untuk memakan mayat yang telah disajikan. Dengan cakar mereka lebih tajam dari logam, mereka menukik ke bawah secara bersamaan untuk membasmi penyusup yang berusaha menyusup kedalam Kebun.
Tapi mereka tengah menghadapi lawan terburuknya.
musuh mereka adalah Hippogriff, makhluk yang dihitung di antara para Spesies khayalan. Tidak akan mudah dikalahkan oleh para keripik seperti mereka. Dan orang yang menungganginya juga musuh terburuk bagi mereka juga.
Rider Black, Astolfo dari duabela Paladin Charlemagne. Dia, telah banyak melalui petualangan, memiliki berbagai Noble Phantasm yang menampilkan efek dalam kondisi tertentu. tombaknya yang khusus untuk dilemparkan ke arah musuh, bukunya yang menghancurkan semua segala jenis sihir, dan tunggangan khayalan yang memiliki kekuatan yang layak disebut secara khusus dalam keadaan tertentu.
Dan terompet tanduk yang kini di pegangnya adalah Noble Phantasm yang paling mengerikkan.
“Tolong berbaris dalam satu barisan, maukah kau? Baiklah kita mulai—La Black Luna: Magic Flute That Calls Panic!”
Seiring dengan teriakan yang tidak berisi adanya ketegangan sama sekali, terompet tanduk yang menggantung di pinggangnya menjadi besar.
“Enyahlah!”
Dia menarik napas dalam-dalam, dan kemudian menghembuskan semuanya dalam satu tiupan kedalam terompet. Panggilan bernada tinggi dari tanduk bergema melalui medan perang. Semua homunculi dan para tentara gigi naga langsung menatap ke atas langit.
Deru naga, jeritan burung raksasa, ringkihan kuda dewa —suara yang sebanding dengan semua hal-hal buatan seperti tentara sayap naga, yang seharusnya berjumlah lebih dari seratus, dalam sekejap lenyap seperti kabut. Dalam arti yang lain, mereka semua telah dipukul mundur. Itu bukan sesuatu yang sederhana seperti “Para Harpy lari ketakutan setelah mendengar suara itu" seperti yang diceritakan dari dalam mitos. Terompet adalah senjata pemusnah dengan skala yang luas.
"Baiklah, lurus ke depan, lurus ke depan. Ayo maju!"
Menggantungkan kembali miniatur terompet ke sisi pinggangnya, Rider hitam sekalilagi meraih tali kekang dengan menggunakan kedua tanganya—
—Sesuatu tidak akan  berjalan mulus untukmu, wahai gadis peperangan yang manis.
Dia menemukan seorang wanita memakai jubah hitam yang berdiri di depan Taman. Tidak salah lagi dia seorang Servant. Rider menebak Class nya dari penampilannya.
“….Kau terlihat seprti Caster Merah! Bersiaplah!”
Servant berjubah hitam itu tersenyum ke arah teriakan Rider.
Aku khawatir kau keliru. Aku adalah seorang Assassin Merah. Namun, sepertti yang kau kira, aku punya sedikit bakat dalam sihir. Mari kita lihat, apakah kau punya criteria untuk memasuki wilayah Taman ku.”
Dia menjentikkan jarinya sekali. Dengan sekejap, gelombang mana menyelubungi dirinya. Mungkin karena sihir yang telah di siapkan sebelumya, lingkaran cahaya keunguan yang terlihat seperti meriam yang di isi peluru tiba-tiba muncul di udara, di sekitar dirinya.
“Ah, ngomong-ngomong hal seperti ini banyak terdapat di atas dan bawah. Tolong berhati-hatilah.”
Rider Hitam secara refleks menatap langit di atas, di bawah dan membuatnya tercengang. Lingkaran sihir yang tidak terbatas hanya empat yang muncul di sekelilingnya. Ada empat lagi di atas dan empat lagi di bawahnya. Mereka semua mengandung jumlah besar Mana dan tidak sabar menunggu perintah dari Assassin!
“Jatuhlah!”
Dengan perintah untuk ditembakkan yang diberikan, meriam api ditembakkan sekaligus. Dengan suara yang mirip dengan auman ganas, pilar cahaya dengan mudah menerobos penghalang udara dan menembak Rider Black.
“Coba Saja!”
Rider Hitam mempunyai Noble Pahntasm yang selalu aktif, Luna Break Manual: Universal Magic Guide. meski namanya masih sementara. Memberikan efek Rank Magic Resistance.Pada  teorinya, Noble Phantasm ini hanya efektif dengan asumsi dia tidak akan terluka oleh sihir yang berasal dari masa kini.
Itulah alasanya diaterus menyerang seperti itu. Jika dia tidak mempunyai buku itu, bahkan dirinya pun akan terkena serangan langsung oleh sihir.
Namun Rider Hitam tidak tahu. Assassin yang berada di depanya sebenarnya memiliki kelas ganda yang curang, memungkinkan dia bisa bertindak sebagai seorang Caster di saat yang bersamaan. Dan dia masih berdiri di atas Hanging Gardens of Babylon, sebuah Noble Phantasm yang hebat yang bahkan mengalahkan kuil tingkat tertinggi yang bisa di buat menggunakan Class Skill [Territory Creation] milik Class Caster.
Dengan kata lain, ia pada dasarnya dia melindungi dirinya di di sebuah benteng kokoh yang dapat  mengeluarkan senjata jahat pemusnah massal. Mendekatinya sama saja dengan memintanya untuk di dibunuh
Tidak dapat menghindar, seluruh tubuhnya disambar ledakan dari Mana peringkat EX, dan seolah-olah tidak puas dengan hanya itu, ledakan mengobrak-abrik bagian dalam tubuhnya dan tanpa henti menganiyayanya .
"Kuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah !!"
Hippogriff menghilang bersamaan dengan teriakan itu, dan Rider Hitam  jatuh ke tanah di bawah. Melihat dia terjatuh, Assassin Merah ber gumam dengan mata kecewa.
"Apa ini? Aku bilang jatuh, tetapi, meskipun demikian, ada batas waktu seberapa cepat kau bisa dikalahkan. Betapa membosankannya. Kupikir kau punya sedikit menjanjikan ketika kau membasmi para tentara sayap naga milikku, tapi—“
Dia mengalihkan pandanganya ke arah pertarungan di bawah sana. Terlihat dari atas, aliran pertarungan nampaknya terlihat tidak ada kemajuan bagi kedua pihak. Rider mereka sedang menghadapi Archer Hitam, sedangkan Lancer dan Archer sedang berhadapan dengan Lancer Hitam. Dan Masternya, Shirou sedang—
“….Hooh”
Sebuah senyuman terlihat pada ekspresi wajahnya ketika dia menyaksikkan pemandangan di bawah. Meskipun sangat di sesalkan lawanya adalah seorang Berserker, ekspresi wajahnya Nampak tidak terganggu sama sekali.
“Baiklah kalau begitu. Tunjukkan padaku, Shirou, pertempuran gemilangmu wahai Masterku!”

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 14 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.