18 April 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 13 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 13)
(Translater : Setiawan Danu)
Lancer Hitam tidak bersenjata. Dia tidak memegang tombaknya, dan hanya menunggangi kudanya saja.
Tentara gigi naga menjadi liar karena merasakan kehadiran seorang Servant. Bukan hanya satu atau dua ratus dari mereka. Pasukan gigi naga yang berjumlah lebih dari lima ratus mencoba untuk mengerubunginya.
Tentu saja, tumpukan keripik para tentara bukan masalah bagi Servant seperti dirinya. Namun tetap saja tidakan yang konyol jika langsung terjun kedalam gerombolan tulang tersebut.
Lancer membuat kuda golemnya menghentakan tanah dan melompat tinggi ke udara. Merentangkan kedua tanganya dan berteriak dengan suara lantang.
“Kemarilah, para bajingan yang menerobos wilayahku! Saatnya member hukuman! Aku akan mengubah kasih dan kemarahanku menjadi pancang-merah-panas dan menusuk kalian semua! Dan pancang-pancang ini tidak terbatas, namun benar-benar tak terhitung jumlahnya, jadi berputusasalah dalam jurang darahmu sendiri! Kaziklu Bey: Lord of Execution!”
Daratan sedikit bergetar. Para tentara gigi naga secara reflek melihat ke bawah. Sekejap, pancang-pancang yang panjang dan tajam dipanggil dan menyembul keluar  dari dalam tanah seperti sedang meraih surga di atas sana, menusuk dan menembus para tentara satu-persatu. Pepohonan telah terbentuk didalam padang rerumputan. Pancang-pancang tersebut seperti cabang pohon, dan daun serta rantingnya terbuat dari tulang.
Dalam tiga detik sejak saat Noble Phantasm di aktifkan, seluruh limaratus tentara belulang itu dimusnahkan.
Lancer mengabaikanya, dan hanya berniat menuju ke arah Taman yang Menggantung.
Tentu saja, mereka yang merasakan niatanya datang dan mencegatnya.
“Jadi kau sudah datang.”
Lancer mendapati dua orang  Servant yang datang kearahnya dengan cepat. Satu orang membawa busur, dan satu lagi memegang tombak.  Dengan kata lain mereka adalah Archer dan Lancer  dari fraksi merah.
Sementara di gengam oleh sebuah perasaan gembira karena bisa bertarung dengan seorang Servant yang sama seperti Class –nya, Lancer Hitam menargetkan mereka dan memeanggil semua pancangnya secara bersamaan. Pancang-pancang itu menyumbul keluar satu-persatu dari dalam tanah padang rerumputan dan membentang kea rah mereka yang sedang berlari. Meskipun dia berlari sangat sepat melebihi seekor kuda, kecepatan Archer Merah mulai melambat.
Sebuah pancang muncul didepan matanya. Memegan pancang itu, dia mengaitkan dirinya pada pancang itu seperti seekor monyet, dan menembakkan sebuah panah ke arah kuda yang ditunggangi Lancer.
Namun sebuah pancang muncul dari dalam tanah, dan menghentikan panah Archer. Ketika masih diatas kudanya, Lancer dengan tenang masih berada di tempat. Archer merahmenembakkan lagi panah berikutnya, namun lagi-lagi de hentikan pancang yang keluar dari dalam  tanah.
Lancer ini dapat mempertahankan dirinya sendiri menggunakan pancang—Archer Merah menyadari hal itu. Pancang-pancang tersebut nampaknya merupakan Noble Phantasm miliknya. Lkalu begitu, Bapa Shirou benar, orang ini adalah Lancer Hitam, dan nama aslinya adalah—
“Kurasa kau adalah Lancer Hitam, Vlad III, bukan?”
Seperti yang Lancer katakan—Karna, dia adalah seorang pahlawan besar Rumania, Vlad III.
“Hooh, apakah kau memanggil nama asliku, Lancer Merah?”
“Benar. Karena suatu alasan, aku akan membunuhmu. Jangan berpikiran buruk tentangku.”
“Tidak, tidak, tidak harus ada pikiran buruk tentng kita. Kalian harus membunuhku, dan aku juga harus membunuh kalian semua. Sangat mengenaskan, namun begitulah kenyataanya. Dan lagi, ini adalah tugasku sebagai seorang Raja untuk membunuh semua penyusup yang memasuki negaraku. Jadi tidak ada yang perlu disesali.”
Sebuah pancang menyembul keluar dari dalam   tanah tepat di depan mata Lancer Merah.
“—Hmmm.”
Namun tombak dewa milik Lancer Merah dengan mudahnya menghancurkan pancang yang di keluarkan LancerHitam.
“Begitu yah. Pancang-pancang ini benar-benar adalah Noble Phantasm milikmu—namun jumlah yang ini tidak normal.”
Tidak terhitung jumlahnya para tentara gigi naga telah tertusuk dan terangkat tinggi di sekeliling pancang-pancang itu. Seperti manusia yang ditinggal sekian lama dan berubah menjati tulang belulang.
Benar, jika masalah pancang-pancang itu sendiri adalah Noble Phantasm miliknya, itu tidak masalah. Sejara individu, pancang-pancang itu tidak begitu mempunyai daya penghancur yang tinggi dan kecepatanya pun sangat lambat…. Namun, jumlah mereka sangatlah banyak, dan sudah melebihi angka ribuan. Dan lagi, mereka menyebul keluar dari dalam tanah secara tiba-tiba, membuatnya sulit untuk di hindari.
Jumlah—itulah karakteristik utama dari Noble Phantasm ini. Jumlah pancang yang dapat dia keluarkan kira-kira jumlahnya  berpotensi mencapai dua puluh ribuan. Kalau menurut ini, Noble Phantasm ini sangat hebat. Tepatnya, ada Noble Phantasm Anti-Army dan Anti-Fortress yang dapat membunuh ratusan hingga ribuan orang.
Namun sangat jaran yang dapat membunuh hingga sepuluh ribuan orang.
Ini bukan karena Noble Phantasm miliknya berupa pedang suci atau tombak dewa, namun lebih ke reproduksi sebuah [kejadian] yang secara sejarah benar-benar terjadi, legenda dimana dia menusuk-nusuk duapuluh ribu tentara Ottoman Turki.
Tentu saja, sebuah pancang akan kurang dan tidak berharga sama sekali bagi Noble Pantasm miliknya.
Namun— jumlah yang besar sebanyak duapuluh ribu sangatlah kuat bahkan untuk seorang Heroic Spirit yang berani. Sementara itu tidak lebih dari kegilaan, hal itu juga adalah sebuah penampang kekuatan militer yang tidak ada satupun yang bisa menyamainya. Hal itu adalah sebuah tindakan yang tidak bisa dilakukan lagi oleh mahluk hidup lainya.
Karenanya, Noble Phantasm ini di sebut Kazkiklu Bey: Lord of ExecutionNoble Phantasm yang paling mnakutkan, sama dengan gelar pemiliknya.
Lancer!”
Archer Merah memanggil Lancer Merah. Tentu saja, Lancer mengerti apa maksudnya. Mana telah menyelubungi dan berkumpul pada Lancer Hitam yang berada di depan mereka….!
“Sekarang, para penjahat yang telah menerobos wilayahku tanpa izin. Waktunya untuk hukuman bagi kalian. Matilah bersamaan dengan para tentara tulang sampah itu.”
Lancer menjentikkan jarinya—dan dengan cepat setelahnya.
Pancang-pancang menyumbul keluar dari dalam tanah, mengincar dua Servant MerahArcher dengan sigap menghindarinya dengan melompat ke udara, tapi, karena sebelumnya sudah di prediksi, pancang-pancang menyumbul satu-persatu ke arahnya.
Secara spontan, Lancer merah juga ikut melompat. Dia sudah menduganya, jika dia menapak diatas tanah, pancang-pancang itu akan mengincar kakkinya. Namun semua pancang keluar bersamaan dari dalam tanah untuk menembus tubuhnya yang sedang menadarat.
Dia mengayunkan tombak dewanya sekali lagi—namun pancang-pancang yang dia hancurkan, digantikan lagi oleh pancang-pancang yang baru yang keluar di tempat yang sama.
“­—menghancurkan mereka tidak ada gunanya kah?”
Saat Lnacer Merah menggenggam tombaknya dengan satu tangan, sebuah pancang menyumbul keluar untuk menyerangnya sekali lagi. Hal itu terlihat seperti aliran berlumpur pancang-pancang. Meskipun begitu, Lnacer Merah menghadapi situasi tersebut tanpa terlihat panic sama sekali.
Dari awal, Armor yang dia pakai, Kavacha and Kundala: O Surya, Become Armor, adalah sebuah  Noble Phantasm pertahanan mutlak  yang memiliki cahaya radiasi sang Surya, yang diberi oleh dewa kepadanya. Sangat mudah mencegat pancang sang Raja.
Namun—
“Armor yang sangat bagus.”
Suara Lancer Hitam sangat dekat daripada yang dia kira. Membekali dirinya dengan sebuah tombak di satu tangan tanda ada sautup yang menyadarinya, Lancer Hitam akhirnya mendekati para Servant Merah.
Benar, dia telah berlarian di atas pancang dengan menggunakan kuda besinya. Ketika Lancer Merah terperangkap diantara pancang-pancang dan tidak bisa bergerak, Lancer Hitambermakusud untuk menusuk punggung lehernya dengan tombaknya.
“namun itu tidak berguna jika aku mendekatimu seperti ini.”
Lancer!”
Archer Merah menembakkan sebuah panah, namun beberapa pancang menahan panah tersebut seperti sebuah tembok pertahanan. Tanpa meminta bantuan, tanpa bisa bergerak, lancer merah akan terkena mata tombak —namun ekspresi wajahnya terlihat sangat tenang.
Sesaat setelah Lancer Hitam mengicar leher Karna menggunakan tombak yang di peganya, tubuh Lancer Merah mulai bercahaya menyilaukan dan menerangi gelapnya malam.
Kemampuan yang di miliki oleh Heroic Spirit, Karna [Mana Burst]. Kemampuan yang mempunyai nama yang sama seperti yang dimiliki oleh Saber Merah, namun miliknya terlihat seperti kobaran api.
Pancang-pancang yang menahan tubuhnya telah terbakar habis. Pemandangan itu terlihat seperti dewa Agni telah turun ke bumi. Aliran api terbentuk di sekitar Lancer Merah dan membakar tanah, namun api tersebut tidak membakar satu ujung rambut yang ada di tubuhnya.
Lancer Merah mendarat ke atas tanah gersang dan bergerak tampak elegan. Archer Merah terpukau melihatnya.
“seharusnya kau melakukan hal itu dari awal.”
“ini tidak bekerja sebaik apa yang kau pikirkan. Konsumsi Mana ku sebagai seorang Servat sangat buruk. Aku bahkan tidak dapat mepertahankanya selama lebih dari sepuluh detik.”
“nampaknya sangat merepotkan,” Lancer Merah menambahi dengan sebuah desahan. Seorang Heroic Spirit Karna tidak di ragukan lagi sebagai Servant kelas atas. Namun, armor emas miliknya selalu aktif, sebuah tongkat dewa yang menakjubkan, dan [Mana Burst] yang barusaja dia gunakan, memakan Mana dengan jumlah yang sangat luar biasa juga. Seorang penyihir normal mungkin tidak sanggup untuk menggerakkan satu ujun jari pun ketika mndukung dirinya. Bahkan seorang penyihir kelas atas pun akan kelelahan sampai di titik dimana mereka tidak lagi bisa menggunakan sihirnya.
Sepertinya, dia sangat bersyukur karena dia tidak menerima sedikitpun complain dari Masternya, namun dia juga tidak bisa mengambil keuntungan juga, dalam kondisi seperti itu, nampaknya Lancer Merah mendisiplinkan dirinya sendiri dengan baik.
“—nampaknya dirimu bukanlah heroic Spirit yang biasa.”
Lancer Hitam bergumam dengan suara yang dingin sambil membersihkan debu di pindaknya. Tidak ada tanda kenaikan mental, maupun kemarahan yang terlihat di wajahnya.
“Maukah kau menyerah?”
“Terlepas dari kau sedang bercanda atau sedang serius, jangan mengatakan hal bodoh, Lancer Merah. Selama aku mempunyai keinginan pada Holy Grail aku tidak akan menyerah. karena—“
Lancer Hitam melambaikan tangan kananya, dan bermaksud untuk meendapatkan kesempatan di sekitanya1. Masih cukup banyak pancang yang masih tersisa, yang menyaksikan kedua pahlawan tersebut. Selanjutnya, Para servant Merah dapat merasakan suatu firasat seakan ada yang mulai bergerak dari kejauhan di sisi para tentara  fraksi Hitam.
“Bukankah kalian yang seharusnya menyerah? Meskipun begitu aku tidak akan berbelas kasihan kepada kalian semua para penjajah kafir.”
Memang benar, Lancer Merah dapat membakar dan menghancurkan pancang-pancang itu menjadi abu dengan mennggunakan api dan tombaknya. Namun pertaruhan Fraksi Merahberhasil melawan sumber daya yang melimpah miik fraksi Hitam yang kemungkinanya hanya sebesar 50:50. Daya tempur yang berjumlah dua puluh ribu sangat di luar kemampuan bahkan untuk seorang Heroic Spirit yang perkasa. Namun setelahnya, tidak ada permasalahan jika mereka tetap hidup, namun untuk sekarang mereka hanyalah seorang Servant. Semakin banyak mereka mengkonsumsi Mana dalam jumlah yang banyak, semakin dekat mereka dengan kematian.
“—Memang benar. Lupakan lelucon kita tadi. Ayo, Archer!”
“Datanglah!”
Lancer Merah mengayunkan tongkatnya sebelumnya dengan menggunakan kedua tanganya, dan Archer Merah bersiap untuk membidik menggunakan busurnya. Berdiri di depan mereka adalah seorang penguasa negeri ini, seorang raja ‘Iblis’.
Disaat yang bersamaan saat kuda golem meringik, pertarungan antara tiga Servant dimulai.

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 13 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.