03 Maret 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 10 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB II
(PART 10)
(Translater : Setiawan Danu; Editor : Gilang)

Seolah pikiranya sedang berderik, dia menyaksikan mimpi sebuah pertarungan
Dunia itu sedang berada di ujung kematian dari awal. Kejahatan dari penguasa menutupi semua negeri, dan mereka dengan rakusnya mengunyah daging yang lemah, yang bahkan sama sekali tidak bisa melawan.
Yang lemah hanya bisa berputus asa. Saat mereka terus-menerus di eksploitasi, akhirnya mereka menemukan sesuatu yang dapat mereka andalkan—kata ‘penyelamat’ yang dipenuhi oleh cinta.
Kata-kata indah yang tidak bisa dikalahkan oleh kelaparan, kemiskinan, bahkan keputus asaan…. Namun, sang pengusa mencoba mengambilnya dari mereka. Hal itu sudah bukan eksploitasi, melaikan sebuah pembantaian.
Maka, mereka bangkit. Ketakutan mereka akan hak untuk hidup akan dirampas melebihi ketakutan mereka akan kematian di medan perang.
Diantara mereka terdapat seorang lelaki muda. Tidak ada yang tahu tentang keberadaanya adalah sebagai ketidak sengajaan atau kehendak tuhan. Namun, sebelum ada yang menyadarinya, pemuda itu memimpin mereka.
Pertarungan mereka tidak pernah mengenal kekalahan., maupun kemenangan.
Karena telah bangkit, mereka adalah sang pemenang dan sang pecundang di saat yang bersamaan. Memang, mereka tidak mempunyai tinju untuk di ayunkan; yang mereka miliki hanyalah kekuatan untuk bangkit. Namun, tindakan mereka untuk bangkit itu sendiri sebuah aksi yang penting. Mereka bangkit demi apa yang mereka yakini—yang mana sangat penting dan yang paling mereka harapkan. Pengorbanan ditekan ke angka yang minimum, dan bahkan jika beberapa orang menjadikan dirinya sendiri sebagai korban, dunia sendiri tidak akan berakhir, namun akan terlahir kembali.
….. begitulah yang seharusnya terjadi.
Bahkan dengan kehendak tuhan kadang-kadang memberi cobaan berupa kejahatan untuk niat yang baik. Kekuatan ajaib telah diberikan kepada pemuda itu oleh tuhan. Kemungkinan untuk menang yang sebelumnya hampir mustahil di dapat.
Keajaiban tersebut adalah, sesuatu yang kejadianya sangat jarang. Sebuah keajaiban adalah kejadian yang terjadi ketika surga, bumi dan orang-orang bersatu padu. Dan bahkan setelahnya masih saja mempertaruhkan semuanya pada kemungkinan lemparan dadu.
(Tn: mungkin maksudnya mereka masih bertaruh dengan nasib yang tidak menentu)
Sayangnya, pemuda itu mendapatkan kemenanganya.
Semua orang menjadi liar dan bergembira atas kemenangan mereka. Mereka memeluk pemuda itu, yang telah memenangkan pertarungan yang bahkan mustahil untuk dimenangkan, sebagai seorang ‘anak ajaib’. Kepolosan mereka menyulitkan pemuda itu.
Mereka seharusnya tidak boleh menang. Kemenangan bukanlah pilihan mereka. Dia telah terlibat menyelamatkan nyawa dalam waktu dekat, dan mengalihkan pandanganya dari gambaran yang lebih besar.
Mereka mungkin telah menggigit kucing yang sedang terpojok—namun, setelah tergigit, kucing yang murka mungkin akan membantai mereka. Itulah kenyataan dunia ini.
Kau sangat naïf
Penggalan kepala para orang tua, laki-laki yang di cincang seperti hewan eksperimen, bayi-bayi yang tertusuk oleh tombak, para wanita yang menjadi target nafsu dan di buang setelahnya—hal itu sangat mendekati neraka. Dan nyawa yang tidak lagi terhitung jumlahnya tidak diambil oleh para musuh, namun oleh pemuda itu sendiri. Dia sangat yakin akan hal itu—namun, mustahil membuat pemuda itu menyerah. (TL :Pengagalan : bagian [ceria dsb])
Pemuda itu, tanpa sekalipun mengubah ekspresi wajahnya, menerima hasil itu dengan tekat baja. Dia hanya memandang pemandangan kehancuran itu. Dia mengungkapkan tidak akan menyerah atau sedih dan bahkan telah mengalahkan rasa sakit dari lenganya yang telah terpotong.
Dia menerima kekalahanya
Dia menerima ajalnya
Dia menerima semua tanggung jawab atas semua kematian mereka bersemayam bersamnya dirinya.
Namun satu hal yang tidak akan dia terima— adalah semuanya akan jatuh pada kehancuran setelah ini. Dia tidak menerimanya. Setelah menyia-nyiakan banyak nyawa, dia , dia benar-benar tidak dapat menerima apapun sebagai hasilnya.
Jadi, tuhan. Beri aku kesempatan lagi. Di waktu yang berikutnya aku tidak akan kalah kehilangan gambaran besar lagi. Aku akan menghancurkan semua yang menghalangi jalanku.lain kali, aku akan mendapatkan semua kebaikan dunia. Dunia dimana semua orang akan bahagia, semua orang sangat baik, dan semua orang sangat sempurna. Aku akan memusnahkan semua kejahatan dan membuat sebuah dunia yang baru, dunia yang bersih.
—Dia melihat mimpi yang indah dari para pemohon yang mempesona pikiranya.
….Shirou kotomine terbangun dari mimpinya. Daripada disebut mimpi, tepatnya dia ditarik oleh ingatan yang samar-samar namun sangat dirindukan. Dia berniat untuk melamun sebentar, tapi nampaknya dia telah tertidur lelap.
“Jadi, kau sudah bangun, MasterRider dan Lancer sudah kembali.”
Assassin of Red, Semiramis, nampaknya menempatkan kepala Shirou di atas pangkuanya dan memandanginya saat dia tertidur pulas. Itu adalah tindakan yang bukan mencerminkan seorang ratu.

“Guh, kenapa aku ada di pangkuanmu?”
Dia sama sekali tidak ingat melakukan hal itu. Dia teringat dia merebahkan badan di atas kursi panjang, dan seharusnya tidak ada seorangpun disana.
“Aku adalah seorang Assassin, kau lupa?”
Dia meringis geli. Shirou menerima tawanya dengan wajah yang bermasalah dimana tawa itu telah menyihir banyak lelaki dan membuatnya menjadi gila semasa dia hidup.
“Apa yang akan kita lakukan jika ada seseorang yang melihat kita seperti ini….?”
“Jangan khawatir, tidak ada yang melihat. Hmmph, padahal aku sudah bertindak layaknya seorang servant yang lembut, jadi mengapa kau terlihat tidak puas?”
(TN : dalam pikiran assasin mungkin servant itu seperti pelayan atau semacamnya)
Ekspresinya berubah menjadi merajuk.
“Karena itu sangat memalukan. Tapi, terima kasih.”
Sambil tersenyum kecut, Shirou bangkit dari posisinya tengkurapnya. Assassin mengangguk dengan puas.
“Ya sudah… kita lupakan dulu, sekarang sudah waktunya. Semuanya sudah berkumpul. Sayangnya kita kehilangan Berserker.”
“…. Kita tidak perlu memikirkanya jika kita kehilanganya. Tapi dia mungkin akan sedikit merepotkan jika dia berbalik melawan kita sebagai musuh.”
“Benar, masalahnya adalah Noble Phantasm miliknya—Crying Warmonger: Howl of the Wounded Beast.”
Mereka berdua mendesah. Mereka sangat menghargai kekuatan Noble Phantasm milik Berserker dalam pertarungan. Namun sangat jauh untuk bisa di kontrol. Satu-satunya cara untuk meggunakanya adalah dengan mengirimnya ke garis depan dan membuatnya bertarung sampai mati.
Crying Warmonger milik Berserker adalah Noble Phantasm yang mengubah semua dampak serangan yang dia terima menjadi Mana dan melepaskanya. Sejak kemampuanya hanya bisa di gunakan oleh dirinya sendiri, Noble Phantasm itu dasarnya dikategorikan sebagai tipe Anti-Unit, namun mempunyai potensi daya penghancur massal yang sebanding dengan Noble Phantasm bertipe Anti-Army.
Masalahnya adalah jaraknya sangat luas. Jika itu di salah gunakan, mungkin saja akan mengundang kesengsaraan dan membuat banyak korban di kubu mereka.
“Untungnya, kita telah mengetahui Noble Phantasm miliknya…. masih belum jelas sejauh mana dia bisa menggunakanya, namun masing-masing servant dapat merasakanya.”
Pada titik itu, mereka tidak punya pilihan lain selain melarikan diri. Tidak perduli posisi mereka di mana, tidak ada Servant yang menikmati pertarungan mereka di atas bom.
“Bagaimanapun juga, kita beruntung karena fraksi mereka sudah kehilangan Saber. Boleh saja kita berpikir bahwa jalanya perang Holy Grail sudah hampir bisa di pastikan dalam pertarungan berikutnya…. Itu sangat bagus, karena tidak ada satupun Servant  yang bisa menahan serangan dari Lancer pihak kita.”
Ketika Assassin sedang  bergumam pada kondisi yang menguntungkan itu, Shirou terlihat muram dan ekspresinya berubah menjadi gelap.
“Apa ada yang salah?”
“Ya ada benar juga, seperti yang kau katakan, tapi…”
Shirou Kotomine adalah seorang pendeta yang dikirim oleh gereja, dan dia juga mempunyai tugas untuk mengamati jalanya perang ini. Oleh karena itu, dia memilliki [Spirit Board] yang telah di berikan kepada seorang pengamat untuk bisa memahami ke-empat belas Servant secara sempurna.
Kebetulan juga, kubu  Yggdmillenia juga memiliki [Spirit Board] melalui koneksi mereka. Terima kasih pada banyaknya jenis dari perang Holy Grail, banyak cara agar dapat membelinya.
“Aku telah memastikan Saber telah mati dengan menggunakan [Spirit Board], namun garis miliknya belum benar-benar terputus.”
—Jadi Shirou mengumumkanya. Assassin mengerutkan dahinya dan menerima kata-katanya.
“Hoh, jadi dia masih hidup?”
“Tidak, itu menunjukan dia sedang sekarat. Mungkin sekarang dia sedang berada di ambang antara hidup dan mati; setidaknya dia tidak bisa bertarung….namun faktanya, dia terus di dalam kondisi ini sejak malam itu belum dapat di pastikan hingga saat ini.”
Dan sebagai tambahanya, dia menggunakan Familiar yang di sembunyikan di dalam tubuh Homonculi  dalam benteng Yggdmillenia  untuk menguping para MasterYggdmillenia yang sedang di  selubungi kepanikan karena telah kehilangan Saber.
“Jadi singkatnya dia sedang terluka?”
“Itu akan bagus sekali jika memang seperti itu, tapi… pokoknya, kita akan mengirim Lancer sekali lagi dengan asumsi Saber telah pulih.”
Setelah kembali dari pertarunganya dengan Saber hitam, tidak biasanya Lancer berbisik dengan sedikit menunjukkan emosinya, “Aku ingin melawanya sekali lagi.” Shirou telah memutuskan untuk menghormati  keinginanya. Pada awalnya, memang hanya seorang yanag dapat mengimbangi lawan yang kuat seperti Saber  adalah Lancer atau Rider.
Namun, Rider  sepertinya terobsesi dengan menghadapi Archer HItam.
Namun setelahnya, Saber Hitam mungkin tidak lagi hidup, dan bahkan jika dia masih hidup, dia mungkin tidak dapat bertarung dengan keadaan diambang hidup dan mati seperti itu, namun—
“Tolong jangan beritahu Lancer tentang keadaan Saber Hitam. Akan sangat merepotkan jika dia pergi mencari Saber Hitam di tengah medan pertempuran.”
Ketika mereka sampai di dalam ruangan tahta, Rider dan Archer bersantai. Rider sedang berbaring dan melihat kearah langit-langit, dan Archer sedang duduk di lantai dan memanggang binatang yang kelihatanya dia buru sendiri, memakan dagingnya pada sebuah tusukan. (TN: ditusuk seperti barbeqiu munkin)
“Oh, aku minta maaf telah membuat kalian berdua menunggu.”
Assassin mengangkat pundak dan menghela nafasnya dengan kesal pada permintaan maaf Shirou.
“Apa yang telah kamu katakana Master? Dengan melihat ini saja, mereka hanya sedang mebuang waktu saja.”
Rider dan Arccer memalingkan wajah mereka dengan “Humph” hampir bersamaan. Kelihatanya mereka berdua tidak tertarik untuk menghormati Assassin, Ratu Semiramis.
“Ah, tidak masalah.”
Mengangguk dengan lembut,dia duduk diatas singgasana. Shirou berdiri disampingnya, seolah-olah Shirou adalah asistenya.
“Dimana Lancer dan Caster?”
Rider menjawab pertanyaanya sambil tetap berbaring.
“Ah.. Lancer sedang melamun di luar barusan. Caster mengunci dirinya di dalam ruang kerjanya.”
“Apa aku harus memanggil mereka?”
“Hahaha, Master. Jjika kau memanggil mereka, bukankah kau akan berlarian kesana kemari? Aku akan memanggil mereka dengan menggunakan telepati.”
Dengan lembut Semiramis mengayunkan dua jemarinya, dan setelahnya pintu ruang tahta terbuka.
Lancer, maafkan aku telah memanggilmu kesini.”
Menjawab perkataan itu, lancer dengan pelan menggelengkan kepalanya. Wajahnya pucat datar seperti biasa. Ekspresinya tidak tergoyahkan sedikitpun, seperti sedang membeku.
“…. Tidak masalah. Apakah kau butuh sesuatu?”
“Maafkan aku, aku akan menjelaskanya setelah menunggu seorang lagi.”
————— Lima menit kemudian, orang terakhir datang, ketika sedang menerima tatapan jengkel dari semua orang di dalam ruangan. Membanting pintu untuk membukanya, dia masuk ke ruangan dengan membentangkan tanganya dan berteriak keras.
“Oh, aku telah bersumpah kepadamu, dan memikirkanmu dengan terang ! yang mana engkau hitam sehitam neraka, dan gelap segelap malam!
(TN: ini pake English Archaic saya ga paham maksudnya jadi saya translate semampu saya)
Assassin menghela nafasnya dan menanyakan suatu pertanyaan.
“Apakah itu yang sedang kau pikirkan tentangku?”
Orang yang sedang dia tanyai adalah—Caster Merah, seorang monster di bidang sastra Shakespeare mengangguk.
“Siapa lagi gerangan yang bisa menjelaskan diri ini sendirian, Oh Ratu Assiria! … bukan, bukan maaf tentang itu. Aku sedang bersemangat dan itu tiba-tiba terjadi. Aku sedang menikmati manulis pertamakalinya setelah sekian lama, kau lihat. Ah, ngomong-ngomong, Bapak Shirou. Mungkin ini terlalu mendadak, ada sesuatu yang sedang aku inginkan.”
“Eh?”
“Menurut pengetahuan yang di berikan kepadaku, ada suatu alat yang bisa menuliskan huruf hanya dengan menekan tombol saja, bukankah begitu?”
Shirou merenung selama beberapa waktu, dan memukulkan genggaman dengan telapak tanganya seakan mengerti sesuatu.
“…Ah, yang kau maksud adalah sebuah komputer.”
“Benar. Bisakah kau meminjamiku uang untuk membelinya?”
“Hmmm, aku tidak keberatan. Aku akan meminjamkanya lusa.”
Shakespeare mengangguk puas. Assassin dan yang lainya hanya bisa menonton dengan terkejut.
Caster… kau tidak lupa dengan perang suci bukan?”
“tentu saja tidak, Ratuku tercinta. Hanya ada satu alasan untuk kita di panggil dan berkumpul seperti ini. Untuk perang, apa aku benar? Para pahlawan akan bersaing untuk supremasi dan membunuh satu-sama lain dangan kebiadapanya, benar? Aku, Caster akan mengerahkan seluruh tenagaku—untuk menontonya dengan  seksama!”
“Kau tidak akan bertarung?”
“Benar. Sebenarnya aku sama sekali tidak mahir dalam bertarung ataupun sihir. Namun kamu, Tuhan, akan member kita sebuah kesalahan untuk membuat kita menjadi lebih manusiawi.”
Rider dan Archer keduanya ingin mengatakan, “Kau adalah seorang Caster bukan?”, tapi mereka bisa mengontrol diri mereka sendiri. Sebenarnya, dia memang benar; Shakespeare memang seorang Heroic Spirit yang tidak pernah melakukan ‘pertarungan’. Peranya adalah merekam perang suci ini dan membuat ceritanya menjadi lebih berat, sengsara, harapan, dan kekerasan dari para Master (protagonist) untuk menemani kisahnya. Seorang narrator tidak harus berada di garis depan, namun hanya mendukung mereka yang berada di garis depan.
….. jika dia di panggil di dalam keadaan perang yang normal, selama Masternya secara alami tidak di berkahi dengan kemampuan pertarungan jarak dekat, dia mungkin sudah di takdirkan untuk menjadi yang pertama kali di habisi dalam perang.
Namun dia sangat beruntung, di situasi seperti perang suci, ada banyak kesempatan baginya untuk memainkan peran yang aktif. Terima kasih kepada [Skill] unik yang dimilikinya.
“—Pokoknya, semuanya sudah berkumpul. Saat ini Saber Hitam sudah tumbang dan persiapan kita sudah selesai, waktunya kita menyerang telah tiba. Sebuah perang hanya dengan mengulang serangan kecil-kecilan sangat membosankan bukan?”
Rider dan Archer mengangguk pada kata-kata Assassin. Memang benar, mereka sudah bosan hanya dengan serangan kecil-kecilan.
(editor : saya sendiri kurang paham apa yang di maksud kecil-kecilan)
“perang kali ini sangat jarang terjadi. Dan seharusnya dilakukan dengan mencolok, bukan begitu?”
Assassin tersenyum manis saat dia mengatakan hal itu.
“—bukan, jadi, itu memang benar. Tapi, bukankah kau yang akan melakukan persiapan untuk membuat kastil ini sebagai pertahanan kita?”
Rider berkata dengan nada takjub, tapi Assassin membantahnya dan menjawab.
“Mempertahankan diri? Rider, inti dari asumsimu salah. Noble Phantasm milikku Hanging Gardens of Babylon: Aerial Gardens of Vanity tidak di buat untuk pertahanan, namun di buat untuk menyerang.”
Rider dan Archer memiringkan kepala mereka. Caster yang mengetahui detail dari Noble Phantasm ini  hanya menyeringai pada reaksi mereka berdua, dan Lancer masih saja datar seperti biasanya. Shirou yang satu-satunya Master di sini tersenyum kecut dan menegur Assassin.
Assassin, tolong tunjukkan langsung kepada kami kemampuan Noble phantasm milikm itu.”
(TN: percakapan shirou di atas ane ubah dikit karena saya ga paham maksud shirou apaan di translate inggrisnya tapi intinya dia mungkin sedikit meragukan perkataan asasin tentang noble phantasm miliknya)
“Baiklah…. Master, anda juga terlihat penasaran.”
“Aku adalah laki-laki juga.”
“Begitu yah.” Semiramis mengatakanya seakan mengerti, dan kemudian dia meletakkan tanganya di atas permata besar yang menempel di sandaran tangan. Dan sekejap tanah mulai bergetar.
Servant lainya hanya saling bertukar pandangan, bertanya-tanya apakah ini gempa bumi. Getaranya secara bertahap meningkat….. dan tiba-tiba berhenti.
“Fufufu, coba lihatlah keluar.”
Mengikuti kata-katanya, semua orang, kecuali dirinya yang masih berada di ruang tahta pergi keluar. Gempa bumi yang terjadi baru saja ini jelas di sebabkan oleh Assassin. Namun untuk alasan apa—
“Ap—!?
Rider dan Archer, mereka berdua tidak bisa berkata-kata. Caster membuat gerakan kegembiraan yang dilebih-lebihkan dan Shirou, yang biasanya menahan ekspresinya sekuat mungkin, matanya juga ikut berbinar gembira. Bahkan mata Lancer  terbelalak ketika dia melihat kearah bawah.
Mereka berdiri pada lantai batu yang berfungsi sebagai balkon—dan di bawahnya hanya terdapat hamparan luas udara kosong.
Dengan kata lain, mereka melayang. Sama seperti namanya, taman ini melayang di atas udara……!
“Kalian semua terkejut bukan?.... Yah, tapi kecepatanya tidak bisa di banggakan.”
Didalam kata-katanya terselip sedikit kebangaan.
Ratu Assyria, Semirams. Wujud  Noble phantasm miliknya Hanging Gardens of Babylon adalah sebuah benteng terbang. Namun, sangat mustahil mewujudkanya hanya dengan Mana saja. Pertama, bahan-bahan yang  terdiri dari batu dan kayu dari beberapa tempat khusus harus di kumpulkan.
Setelah bahan-bahan yang dia inginkan terkumpul, ritual panjang masih harus dilakukan oleh Assassin sendirian, dan pada akhirnya selesai terbentuklah Noble Phantasmmiliknya… Proses ini terbentuk dari  fakta sejarah, Ratu Semiramis tidak membuat Taman yang menggantung oleh dirinya sendiri.
Sebenarnya, dia sendiri tidak pernah melihat Taman yang menggantung sepanjang hidupnya. Namun, dia tahu dan secara naluriah dia merasakan hal itu telah tertulis di dalam legendanya. Misteri ini ditambahkan kedalam legenda setelah kematianya. Namun gambaran imajinasi dari orang-orang dari Taman yang menggantung terbuat dari dunia paling kuno milik Assassin, ratu legendaries, yang sangat kuat.
Persyaratan pertama dari Taman yang menggatung. Bahan-bahan yang terdapat dari dunia masa kini; kayu, batu, mineral, tumbuhan, dan air—yang semuanya didapat dari tanah tempat dia hidup dulu.
Setelah dikumpulkan dan disatukan secara bersamaan, ritual yang dia lakukan adalah hanyalah merubah ‘ilusi’ menjadi sebuah kenyataan. Taman palsu itu benar-benar menjadi nyata, sebuah Noble Phantasm seharusnya benar-benar tidak nyata.
Oleh karena itu, taman itu menyandang gelar [vanity] pada namanya. Orang orang hanya akan merasa tercemooh karenanya. Semiramis tidak membuat taman yang melayang oleh dirinya sendiri, yang mungkin mereka akan mengatakanya. Namun, kesombongan bukanlah hal yang rapuh. Tidak, sejak bahan-bahanya dikumpulkan dan Noble Phantasm miliknya berhasil diwujudkan, setidaknya, kesombongan ini berubah menjadi kenyataan di hari dan di masa ini.
(TN: vanity: kesombongan yg berlebihan/sombong)
Dan dengan ini bekas taman ilusi—jauh lebih aneh dan konyol daripada aslinya.
“Mari kita bersiap untuk pertarungan. Dengan kecepatan seperti ini, kita akan tiba sekitar satu jam sampai kita cukup dekat dengan baris depan yang berada di benteng Yggdmillenia yang akan melihat kita datang.”
Semuanya terdiam. Tentu saja, itu bukan karena mereka sedang gugup. Karena sudah diberitahu waktu konkrit akan sampai dalam waktu satu jam, mereka sedang dimabuk oleh pertarungan yang menyembur didalam diri mereka.
Caster. Apakah kau  sudah menyelesaikan pedang yang kuberikan sebelumnya?”
“Benar, aku membawanya.”
Caster mewujudkan benda dari kondisi astral dan dengan hormat mempersembahkanya.
“…..Hey, Shirpou?”
“Apa yang akan kau lakukan dengan pedang itu? Aku tidak ingin memikirkanya, tapi—“
Rider dan Arccher keduanya memasang muka curiga. Sambil tersenyum, Shirou mengambil  pedangnya dan mengeluarkan dari sarungnya. Memang bentuk dasarnya sama dengan pedang gaya jepang (katana), yang melahirkan berbagai aspek karena jiwa sang penempa. Jika ada pedang yang cantik dan manis yang mempunyai kilau dan sepadan jika dikatakan sebagai hasil dari karya seni, dan juga sangat tajam, serta mematikan seperti pedang yang sedang Shirou pegang, yang di khususkan untuk memotong sesuatu.
Bahkan dari sudut pandang para Servant yang banyak mengetahui setiap senjata dari berbagai penjuru dunia dan rentang waktu, pedang itu sangat istimewa dan sangat layak jika di sebut dengan pedang ‘kelas atas’
“Aku akan bertarung menggantikan Caster. Jangan khawatri,  aku cukup berpengalaman kalau soal pertarungan.”
Tapi itu sungguh sangat mengentengkan untung berbicara dia dapat bertarung secara seimbang dengan para Servant hanya karena memiliki senjata itu.
(editor : saya engga ngerti maksud dari translator mungkin berbaksud menguntungkan diri mereka bahwa shiro bisa diandalkan dalam pertarungan)
“Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mengatakan apapun yang buruk, tapi tidak kah lebih baik tetap bersembunyi di sini seperti yang seharusnya para Master lakukan?”
Rider benar, kau tahu. Kelihatanya anda telah berlatih sedikit, namun anda masih saja hanya sebatas ‘manusia’. Jika anda bertemu dengan seorang Servant, itu akan menjadi akhir bagi anda. Rider dan Archer bersikeras untuk menghentikannya. Hal itu memang sudah sewajarnya: seorang Master yang normal seharusnya tidak ikut keluar dalam pertarungan di garis depan. Para Servant tidak hanya mengincar sesamanya. Jika para Master musuh cukup rasional, mereka akan memerintahkan para Servantnya yang dengan cerobohnya bergabung dalam medan pertempuran. Jika seorang master telah mati, hitungan mundur kematian Servantnya akan dimulai. Setidaknya, akan sangat mustahil bagi seorang Servant untuk bertarung dengan seluruh kemampuan tanpa kehadiran Masternya.
Selain itu, pertarungan ini akan menjadi pertarungan penentuan dalam perang suci kali ini. Ini akan menjadi pertarungan terbesar, dimana tidak hanya para servant yang bertarung satu-sama lain, namun para prajurit, Dragon Tooth Warrior, akan berpartisipasi juga.
Bagi seorang manusia sepertinya bertahan dari situasi seperti itu—. Pada saat itu, Caster datang diantara Rider dan Archer sambil menahan kata-kata mereka dan berbicara dengan mereka.
“Kalian beruda. Aku sekali pernah menulis di masa lalu. [The better part of valor is discretion]1. Dan aku tidak penah melihat seseorang dengan banyak sekali kebijaksanaan yang dimilikinya selain Bapak Shirou ini. Dan lagi!”
Berakting seperti drama, dia mengumpulkan semua perhatiannya kearah pedang yang Shirou pegang.
“Aku telah memberkati dan menguatkan pedang ini. Lebih jelasnya, pedang ini setara dengan Rank C Noble Phantasm.
Termasuk Assassin, semuanya terkecuali Shirou terkejut atas pernyataan itu. Dia dengan jelas mengatakan ‘Noble Phantasm’. Sebuah pusaka suci yang mematikan yang telah dijelaskan dalam legenda, yang dimiliki setiap Servant—begitulah seharusnya.
“—Huh?”
“….dengan kata lain, APA? Kau telah menciptakan sebuah Noble Phantasm?”
“Kemampuan spesialmu ….. adalah [Enchant], benar? Apakah karena kemampuanmu itu?
Caster menjawab “Tepat sekali!” untuk menjawab pertanyaan Assassin dan membusungkan dadanya dengan bangga.
Sebenarnya, apa yang Caster Merah—Shakespeare—memakai sihir tidak formal. Tidak perduli jenis sihir peningkatan kekuatan apapun yang digunakan, sangat mustahil untuk memperkuat sesuatu sepadan dengan sebuah Noble Phantasm.
Memang awalnya, dia memang tidak benar-benar memperkuat pedang itu dengan sihir. Sembari melihat kearah pedang yang telah di berikan, dia hanya ‘menulis’  bagaimana tajamnya dan seberapa banyaknya darah yang melumuri pedang itu.
Tapi jika tulisan itu di tulis oleh ahli pengarang sastra terkenal di dunia, itu lain lagi ceritanya.
Di dunia ini, terdapat sebuah peralatan konseptual—senjata yang tidak memiliki sebuah kekuatan fisik, tapi lebih ke mewujudkan efek melalui sebuah konsep yang dimiliki oleh sebuah benda tersebut. Tulisan dari Shakespeare, yang mana dia mencurahkan jiwanya, sangat mencukupi untuk menambahkan konsep ‘mematikan’ bahkan untuk sebuah kerikil di pinggiran jalan.
“…..bolehkah aku menanyakan satu hal? Mengapa kau tidak memakainya untuk bertarung ?’
Lancer, yang sebelumnya hanya diam sampai saat ini, bertanya kearah Caster. Pertanyaanya memang wajar. Jika dia dapat merubah pedang biasa menjadi sebuah Noble Phantasm, seharusnya dia dapat bertarung menggunakanya.
“—Aku tidak bisa menuliskan tentang diriku sendiri. Itu akan menjadi sebuah tulisan normal. Sekarang, aku hanya bisa memutar balik kan kisah seseorang dan tidak bisa lebih dari itu.”
Caster menjawabnya dengan nada yang rendah. Lancer mengerti akan jawabanya dan berbicara dengan mengerutkan keningnya.
“jadi, dengan kata lain, kau menyadari itu sangat merepotkan.”
Yah, begitu lah.”
Lancer  mengangguk mengerti.
“….jadi, tidak ada cara lain. Tujuanmu adalah menggambarkan sebuah cerita tentang semua orang yang  menggantikan dirimu. Terlepas ceritanya sebuah kehancuran atau menjadi sebuah tragedi. Bertarung di garis depan beda lain lagi ceritanya.”
Mendengar kata-kata dingin itu—Caster tersenyum senang karena telah di mengerti.
“Benar sekali! Aku ingin menyaksikan akhir dari perang suci kali ini sampai selesai! Aku harus menyaksikanya! Terlepas dari akhir yang bahagia atau suram, atau bahkan sebuah kebenaran keputus asaan, melihat cerita semua orang hingga akhir sebagai seorang pengamat adalah tugas yang telah diberikan kepadaku!”
Kata-kata tersebut sangat mustahil untuk seorang Servant yang dipanggil didalam perang Holy Grail . dia telah mendeklarasikan dia akan menyaksikan perang ini berlangsung sebagai pengamat hingga akhir.
Archer dan Rider bingung entah harus marah atau terpukau.
"Bagaimanapun, pada dasarnya aku tidak memiliki kekuatan untuk sebuah pertempuran. Jadi saya ingin mempercayakan peran pejuang untuk Bapak Shirou di sini, orang yang memiliki kekuatan tempur paling besar di antara para Master . "
“Aku tidak keberatan…. Dengan pedang ini, aku tidak akan tumbang didalam medan perang.”
Seperti yang Shirou kataka. Setidaknya, dengan pedang yang setara dengan Noble Phantasm rank C ini, dia tidak akan kerepotan jika bertempur dengan para Golem ataupun Homonculi.
“Tidak, tidak. Kekuatanku hanyalah sepele. Itu karena pedang anda adalah pedang yang sangat terkenal. Jika tidak, aku tidak bisa membuatnya sabagai Noble Phantasm setinggi Rank C.”
“…. Itu karena pedang ini pernah di miliki oleh seorang ahli berpedang terkenal.”
Gumam Shirou. Ekspresi wajahnya sedikit santai, dan menujukan sebuah senyum kecil.
“Mau bagaimana lagi. Master, aku harus mengontrol penerbangan Taman ini, jadi aku tidak bisa turun membantu langsung didalam pertempuran. Aku akan membantumu sebisa mungkin, tapi jangan terlalu terlibat lebih jauh, oke?”
“Aku mengerti. Aku juga memahami kemampuan diriku dengan baik.”
Meski telah mengatakan hal itu, Shirou tidak berniat untukk bersantai sama sekali pada perang kali ini. Dia akan bertarung menggunakan seluruh kekuatanya, dan merebut Greater Grail untuk dirinya sendiri. Untuk kepentingan itu, dia berniat untuk mempertaruhkan nyawanya, dan bahkan jika dia harus melakukan hal-hal licik, dia akan melakukanya tanpa ragu-ragu.”
“Sekarang. Meski para jendaral kita sudah berkumpul, itu sangat ceroboh karena kita tidak mempunyai tentara. Bahkan jika musuh telah mengumpulkan para sampah-sampah seperti golem dan Homonculi, mereka masih akan mengganggu bagi kita.”
Seperti yang dikatakan oleh Assassin, mereka tidak mempunyai tentara sama sekali. Bahkan jika para master mereka mengeluarkan Familiarnya jumlahnya tidak akan melebihi sepuluh buah. Namun, mereka memiliki Ratu Assiria Semiramis di pihak mereka. Dia bisa membuat tentara sekali pakai dalam jumlah yang banyak.
“Kau boleh menggunakan kesatria taring naga ku sebagai prajuritmu. Apakah tigaribu tentara cukup?”
Dibuat dari gigi taring naga, kesatria taring naga adalah tentara sekali pakai….. Namun, tidak perduli mereka adalah tentara sekali pakai, tigaribu tentara adalah jumlah yang tidak normal.
“Yah, tidak masalah kita memiliki jumlah begitu banyaknya, tapi… jika itu benar, Assassin  bukankah membuat begitu banyak tentara adalah hal yang mustahil?”
“Normalnya, hal itu sangat mustahil. Tapi, selama aku berada di dalam taman yang menggantung ini, tidak ada yang mustahil bagiku.”
Assassin tersenyum dan meyakinkan Rider dengan kata-katanya. Benar, meskipun Taman yang melayang ini berbergian ke negara lain, Taman itu masih terhitung sebagai property pribadi. Semua Status miliknya telah meningkat, dan tidak lagi mustahil baginya untuk menggunakan sihir  yang akan melangkahi dunia penyihir.
Tentu saja, hal itu harus dibayar.karena ini adalah sebuah Noble Phantasm yang hampir curang. Red assassin dibuat hampir tidak berdaya jika dia meninggalkan Taman ini. Namun, Taman ini adalah sebuah benteng berjalan. Tidak biasa jika dia lebih memilih meninggalkan Taman ini.
“Jadi siapa yang akan menembus pertahanan musuh?”
Pada pertanyaan Shirou, Archer, Rider,dan Lancer saling bertukar pandangan. Caster yang tidak mempunyai niatan untuk bertarung, bertingkah seolah tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.
Lancer diamdiam menggelengkan kepalanya. Sepertinya yang akan dia katakana adalah: ‘kau yang pergi pertama’. Selanjutnya, Archer dan Rider saling memandangi satu-sama lain. Nampaknya tidak ada pilihan lagi bahwa salahsatu dari mereka berdua yang akan menembus pertahanan musuh. Assassin mengangkat bahunya seolah kagum akan tingkah laku mereka, dan Caster berkata, “Aku akan mebuat sebuah puisi untuk orang yang akan menembus pertahanan musuh”. Menyiram bensin pada kobaran api.
“….bisakah kalian berdua membicarakanya dengan tenang?”
Meski bukan karena menuruti kata-kata tersebut, pada akhirnya, mereka berdua setuju untuk berunding.
“aku akan menembus pertahanan mereka.”
Nampaknya telah di putuskan Rider sebagai pertahanan mereka. Namun, Archer memanggil senjatanya. Sebuah panah, dan mengangkatnya di udara.
“Aku akan menembakkan sebuah panah pencegahan2 . aku memang bermaksud untuk menggunakan Noble Phantasm milikku dari awal.”
“Dimengerti, ayo kita lakukan.”
“Jadi ini pertama kalinya kalian saling bekerja sama sebagai tim. Apakah perlu aku buatkan sebuah puisi cinta?”
Mata Rider berbinar dengan senang akan saran dari Caster dan dia menjawabnya dengan setuju.
“Boleh, tolong lakukan itu.”
Dan  Archer  menolaknya tidak senang.
“Tidak, aku lebih memilih kau tidak melakukanya.”
Caster memutuskan untuk menyatukan permintaan mereka menjadi satu puisi yang  menggetarkan hati tentang cinta seorang laki-laki yang tidak terbalaskan.
Melihat pertikaran dengan senyum kecut, Shirou mengalihkan pandanganya kearah benteng Millenia, yang mulai kelihatan jauh di kegelapan malam.
—Tidak disangka jantungnya berdegup dengan cepat,
Yeah, dia dapat menebaknya. Dia dapat menebaknya. Barang itu pasti berada di sana. Benda yang dia damba-dambakan sejak lama berada di dalam benteng itu.
Dia tidak bisa berhenti gemetar pada ketinggian, dan dia sekuat tenaga menahan sudut-sudut mulutnya saat mereka mencoba untuk tenang berubah menjadi senyuman liar.
” —bahkan seorang sepertimu tidak bisa menyembunyikan kegiranganmu ketika sesuatu yang kau inginkan berada di depan matamu. Anda masih seperti anak kecil dalamhal  itu.
Gemetar dan senyumnya berhenti disaat yang bersamaan. Shirou diam-diam mengalihkan pandanganya kearah Assassin yang berada tepat di sampingnya dengan muka yang agak cemberut.
“Tidak, tidak masalah selama anda bisa menahan lompatan kegiranganmu. Lebih penting lagi, Master, jika anda mati, aku juga kan ikut mati, dan jika aku mati rencana kita akan menjadi isa-sia. Anda mengerti bukan?”
“Iya, tentu saja aku tahu.”
Masternya dengan tenang menjawab, itu membuatnya terang-terangan menghela nafas panjangya.
“—meskipun begitu, anda berniat untuk masuk kedalam medan pertempuran. Aku tidak dapat mengerti hal itu. Sekarang, anda adalah seorang Master  yang sedang mendukung soerang Servant. Normalnya, anda berada di posisi dimana anda seharusnya tidak boleh muncul didalam medan pertempuran. Jadi, mengapa anda membahayakan nyawa anda sendiri?”
Kerana Assassin adalah Servantnya, dia paham akan kekuatan sebenarnya Kotomine Shirou. Dia tidak akan mudah tumbang seperti Homonculi atau Golem—namun belum diketahui bagaimana dia akan menghadapi seorang Servant.
Pokoknya, tidak ada masalah selama mereka berhati-hati. Sudah tidak masalah, namun….tetap masih ada satu di antara jutaan kesempatan sesuatu akan terjadi. Assassinsangat menentang Shirou untuk ikut bertarung. Namun, seberapa banyak dia menjelaskan alasanya, dengan keras kepala  dia menolaknya.
Assassin tidak tertarik dengan motif di belakangnya dan berpikir dia akan menarik lagi kata-katanya jika dia didesak. Namun, melihat tekadnya yang tidak tergoyahkan bahkan di saat-saat terakhir, dia tidak dapat menahanya lagi dan ingin menanyakan pertanyaan mengapa dia bertindak sangat ceroboh.
Shirou sedikit ragu, tapi ketika dia menghela nafasnya, dia menjawabnya dengan nada yang pelan.
“jika saja rencanaku adalah sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan, maka aku akan terjebak didalam peperangan ini. Aku mungkin saja sial melawan seorang Servantdan sekarat, atau mungkin aku sedang lengah  dan terbunuh oleh Golem atupun homunculi. Bahkan mungkin saja terkena ledakan Noble Phantasm teman sendiri.”
Orang-orang mati. Dan bahkan para Servant pun akan mati. Sesuatu seperti orang yang baik terlibat sesuatu yang tidak masuk akal dan menemui akhir yang tragis adalah kejadian sehari-hari.
Jika dia tidak (di jalan) yang benar, maka dia akan menemui akhir seperti itu.
“Jika hal itu terjadi, aku akan pasrah menerima kematianku. Bahkan tuhan tidak akan mengampuniku. Itu adalah hal yang tidak bisa aku apa-apakan. Tapi jika—jika semuanya berjalan baik.”
Assassin terkagum. Bukan karena Shirou sedang melakukan sesuatu; dia hanya menghentikan senyuman biasanya dan berhadapan langsung dengan Assassin.
Tidak ada niat jahat, kegilaan, kemarahan atau kebencian dimatanya. Lebih tepatnya, mata itu sangat tenang seperti danau. Sangat meyakinkan, bahkan orang tidak akan mengira dia akan pergi berperang—dia sangat tenang.
“Jadi, itu artinya tuhan menyetujui perbuatanku. Permintaanku kepada Greater Grail adalah, untuk  cinta…dan menyembuhkan semua manusia, hanya itu saja. Jika aku yakin hal itu, aku tidak akan gentar. Aku tahu bahwa memang ada kesempatan untuk menghianati bahkan untuk yang seharusnya tidak boleh di hianati.”
Shirou berbicara dengan nada yang mantap. Dia akan menuju ke dalam medan perang untuk memastikan tujuanya benar atau salah. Bagi Assassin, hal itu tidak jauh berbeda dari perbuatan ceroboh dan bodoh.
Namun—sepertinya, ada sesuatu yang ingin dilakukan oleh Shirou. Sebuah obsesi yang tidak biasa yang orang lain tidak dapat memahaminya. Itu adalah ritual yang sangat penting bagi dirinya untuk dilakukan, tidak perduli bagaimana, bertujuan untuk mengukuhkan pilihanya tanpa ragu-ragu.
“­—Hmpf, jujur sekali, aku tidak dapat mengerti hal itu.”
“Aku sudah mengira itu akan mustahin untukmu mengerti.”
Shirou tersenyum kecut. Semiramis memang benar. Orang lain mungki tidak akan bisa mengerti alasan untuk menuju ke medan perang dimana kematian bertebaran dimana-mana hanya untuk memutuskan kamu benar atau salah.
Ketika dia mengira Semiramis akan menentangnya, namun, Assassin mendeklarasikan dengan gerakan seperti sedang memberi perintah.
“namun, jika anda tidak melakukanya, anda tidak akan bisa bergerak maju. Jadi, apa boleh buat. Aku menyetujuinya. Bertarunglah sesukamu, tapi pastikan dirimu bertahan hingga akhir.”
“Terima kasih,” Shirou mengatakanya penuh dengan rasa terima kasih. Segera setelahnya, Taman yang menggantung berhenti dengan perlahan-lahan. Benteng Millenia sudah di depan mata. Diantara Benteng dan Taman yang menggantung terdapat sebuah hutan yang membentang di kedua sisi, dan rerumputan menutupi padang di tengahnya.
Dengan kata lain, tempat itu akan menjadi medan perangnya. Para Servant Merah dan Master Kotomine Shirou berkumpul didepan haluan Taman.
“Mungkin kubu sebelah sana sedang panik sekarang.”
Archer mengangguk pada perkataan Caster barusan. Pengelihatanya, yang dia latih dengan baik sebagai seorang pemanah, dapat melihat dari kejauhan bentuk dari benteng itu, meski jaraknya masih beberapa kilometer lagi dan sedang diselimuti oleh kegelapan malam.
“Benar, belum ada seorang Servant pun yang dikirim untuk mencegat kita. Mereka sepertinya terlihat panik karena kemunculan tiba-tiba kita…. Mereka memberikan hawa keberadaan seperti itu.”
Mungkin berkat naluri hewannya, Archer nampaknya dapat mengetahui hawa keberadaan seseorang di dalam benteng.
“Dan, mari kita menyiapkan tentara kita.”
Assassin melambaikan tanganya, dan sebuah pot besar yang berdiameter sekitar tiga meter muncul melayang di udara. Pot besar itu mengambang di sisi Taman dimana Assassin dan yang lainya berdiri, dan kemudian berbalik arah.
Dengan sekaligus, serpihan tulang yang berwarna kekuningan, ditaburkan di atas tanah seperti hujan. Mereka terkubur didalam tanah dan tumbuh seperti tanaman, dan selanjutnya prajurit tulang belulang dengan rahang seperti kadal terbuat satu demi satu.
“….mereka nampaknya sangat rapuh.”
Archer bergumam sembari melihat kebawah kearah mereka.
“Benar sekali, mereka sangat rapuh, sangat-sangat rapuh. Namun mereka berada dalam jumlah yang sangat banyak. Meskipun mereka bukan tandingan untuk seorang Servant, mereka hanya cocok untuk melawan para Homonculi, dan jika Caster di kubu mereka hanya keripik goring seperti Caster kita, maka mereka bisa membunuhnya.”
“Hahahaha, kasar sekali. Tapi tidak semua Caster di dunia ini adalah seorang pengarang terkenal di dunia ini sepertiku!”
Caster mengatakanya membanggakan dirinya sendiri. Assassini memutuskan untuk tidak mengatakan apapun kepadanya.
“….Hmm, para anggota Fraksi hitam akhirnya berkumpul.”
Tidak ada yang bisa melihat para anggota Fraksi Hitam melalui tebalnya kegelapan malam kecuali Archer. Nampaknya klan Yggdmillennia mulai bertindak.
Ini sangat berbeda dari perang-perang kecil sebelum-sebelumnya. Sekarang daerah ini menjadi medan peperangan, para tentara, senjata, para komandan, sebuah daerah yang harus di taklukan, dan  yang lebih penting, seorang raja yang harus di bunuh.
Hanya ada sedikit waktu yang tersisa hingga pertarungan penentuan dengan tujuan pemusnahan total dari Fraksi Hitam akan dimulai. Para Servant Merah bersabar menunggu untuk dimulai—

TN:    1 [The better part of valor is discretion] (bagian yang bagus dari keberanian adalah kebijaksanaan)
          2maksudnya mungkin Archer merah menembakkan panahnya agar para servant hitam tidak jadi menyerang mereka duluan

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 10 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.