04 Maret 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 11 LN Bahasa Indonesia



FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB II
(PART 11)
(Translater : Setiawan Danu)


Para Yggdmillennia sudah memprediksi para Master dari asosiasi penyihir…dengan kata lain, Fraksi Merah akan menyerang mereka, dan sudah mempersiapkan rencana serangan balasan dari segala arah.
Mereka mungkin tiba-tiba melancarkan serangan dari kota Triffas, atau mereka mungkin akan menyerang dari timur dengan tentara berjumlah banyak. Kemungkinan mereka akan melancarkan serangan tiba-tida dari udara juga tidak begitu rendah. Tapi—
“…. Untuk mereka akan menyerang menggunakan benteng mereka sendiri memang di luar perkiraan.”
Archer Hitam— desah Chiron. Pandanganya telah terkunci pada Noble Phantasm kebanggaan Assassin, The Hanging Gardens of Babylonyang sedang melayang di udara jauh di atas sana.
Archer, bagaimana status benda itu sekarang.”
Fiore menanyakanya dengan nada yang lembut dari samping. Archer dapat merasakan sedikit gemetar dari dalam suaranya, memang karena dia seorang Servant. Seorang manusia normal tidak akan bisa merasakan meskipun sekecil mungkin getaran pada suaranya. Archer tersenyum kepada Masternya sambil menahan sebisa mungkin ketenangannya.
“Benda itu masih berhenti dan melayang di udara….. mungkin ini hanya tebakanku, tapi nampaknya mereka berniat untuk menggunakan padang rerumputan itu sebagai medan peperangan.”
“Jadi ini akan menjadi pertempuran habis-habisan.”
“Benar. Anda dan para master lainya sebaiknya menuju ke suatu tempat yang aman. Nampaknya kubu mereka berniat untuk berlindung dengan menggunakan para Servant dan Familiar-nya.”
“—Jadi begitu. Mereka kelihatanya memanggil para kesatria taring naga. Mungkin untuk menghadapi para Homonculi dan prajurit kita.”
Darnic mendarat di depan kastil dengan langkah yang lembut. Nampaknya dia terang-terangan mengitari dan melihat benteng terbang itu.
“Kakek..”
“Mari kita masuk kedalam, Fiore. Kita tidak punya pilihan lain selain menyerahkan pertarungan ini kepada mereka sekarang.”
“Tepat sekali, Darnic. Dari sini adalah wilayah kita para Servant.”
Partikel-partikel sinar tekad dan dikumpulkan bersama, mendapatkan wujud manusianya. Lancer Hitam — Vlad III tersenyum liar sambil melirik ke arah benteng melayang itu.
Tidak, bukan hanya Lancer saja. Berserker Hitam, Frankenstein, dan Caster HItam, Avicebron, juga berdiri di haluan, melirik ke arah benteng melayang juga.
“Di atas menyusup ke dalam wilayahku menggunakan benda jelek itu, mereka juga menyebar prajurit tengkorak dimana-mana.”
Lancer terang-terangan menunjukkan ketidakpuasannya. Saat mereka memasuki wilayah mereka, mereka adalah musuh, penakluk, Ottoman Turki. Sebuah perasaan kuat tugas yang mengharuskan dirinya membantai mereka.
“Tuanku. Kami akan mengungsi ke dalam kastil. Namun, jika lapangan rumput itu menjadi medan perang, kami akan membantu dari kota. Jadi anda bisa bertarung dengan sepenuh hati.”
Darnic membungkuk dengan hormat, dan Lancer mengangguk pelan.
“Baiklah. Dan juga, lepaskan Rider dan Berserker Merah. Kita akan menambahkan mereka  dalam kekuatan pasukan kita juga.”
“Apakah anda yakin? Kesampingkan Berserker Merah, sedangkan Rider adalah—“
“Aku tidak perduli. Mereka bersusah payah datang kesini mencari peperangan habis-habisan. Adalah perbuatan yang sangat sopan jika kita mengeluarkan seluruh kekuatan pasukan kita jiga.”
“…..Dimengerti. Aku akan melepaskan mereka segera.”
Darnic menghilang dari pandangan. Fiore juga mengikuti setelahnya dan mundur kedalam kastil.
Archer. Ambil komando dan atur formasi Homonculi bersamaan dengan Rider.”
“Baiklah, Lancer. Namun, jika Rider Merah turun ke medan pertempuran, aku akan menghadapinya untuk menghentikannya….”
“Aku tidak keberatan. Boleh saja selama kau mengambil komando dari awal. Bagaimanapun juga, peperangan ini akan menjadi akan menjadi kacau, dan para Homonculi hanya akan dikeluarkan bersamaan dengan para Golem.”
Archer mengangguk. Lancer memang tepat. Setelah serangan pembukaan berakhir, situasinya akan berubah menjadi pertarungan antar Servant dengan cepat.
“Untukmu, Caster, bersiagalah di sini. Aku akan menyerahkan waktu yang tepat untuk melepaskan  Berserker Merah berdasarkan keputusanmu.”
“Baiklah. Ah, benar juga. Lancer tidak mungkin kau turun ke dalam medan perang dengan berjalan kaki. Aku telah menyiapkan seekor kuda untukmu.”
Pada kata-kata itu, Lancer terlihat penasaran pada pandangan matanya.
“Tentu saja, ini adalah imitasi, namun—“
“Itu sangat menarik. Seekor kuda biasa tidak akan pernah bisa menemaniku di perang ini.”
Apa yang Caster keluarkan, alaminya, seekor  Golem kuda besi besar. Kuda itu terbuat dari perpaduan besi dan perak dengan desain yang aneh. Matanya terbuat dari batu Ruby merah dan batu  Safir biru, yang masing-masin memancarkan kilau yang indah.
“Cukup memuaskan.”
Tersenyum dengan puas, Lancer memanjat keatas kuda itu. Kuda itu bahkan tidak meronta dan hanya berdiri tegak dengan patuh.
“Apa, Lancer menaiki seekor kuda? Posisiku telah di rebut!”
Terdengar suara keras dan membuat tekanan atmosfir menjadi menegang. Pemilik suara itu adalah Rider Hitam yang baru saja dilepaskan—Astolfo. Dia memakai senyum tidak pekanya dan menyapa Lancer, yang telah memerintahkanya untuk dikurung dalam penjara, dengan sikap tidak perdulinya.
Rider, aku tidak akan menayakan bahwa kamu telah menyesali perbuatanmu pada saat ini. Sekarang, waktunya bagimu untuk menunjukkan kekuatanmu padaku. Kekuatanmu sebagai anggota Dua Belas Paladin Charlemagne.”
Rider meyakinkan dengan memukul dadanya.
“Baiklah, serahkan padaku! Itu adalah itu. Ini adalah ini. Bertarung dalam peperangan adalah tugasku!”
“Jika kau menyadarinya, sudah tidak ada masalah lagi. Rider! Bergabunglah dengan Archer memimpin para Homonculi.
“Dimengerti!”
Terakhir, Lancer melirik kearah Berserker yang masih saja melihat kearah benteng yang melayang itu.
Berserker! Kau bebas melakukan apapun sesukamu. Bertarunglah dan buat kekacauan  hingga kau kelelahan.”
“Uu….uuuuiiii…”
Berserker memberikan sekali anggukan pelan. Dia sudah memegang pagar kastil dengan kedua tangannya, nampaknya dia sudah siap melompat ke arah mereka kapan saja.
“—Sekarang, semua. Saber telah menghilang, dan Assassin tidak lagi berada di sisi kita. Sebagai gantinya, kita telah mendapatkan Berserker Merah. Tapi, dia hanyalah sebuah Senjatasekali pakai. Dengan kata lain, kekuatan tempur  kita hanya kita berlima saja.”
“Di sisi lain, Kubu seberang sepertinya mempunyai enam Servant mereka, tidak termasuk Berserker. Lancer Merah bertarung seimbang dengan Saber kita, dan Rider Merah bahkan tidak terluka sama sekali dari serangan Saber kita. Caster dan Assassin belum juga menampakan diri, kemungkinan adalah musuh yang menakutkan juga.”
Kata-kata itu dapat juga diartikan sebagai kelemahan di kubu mereka. Mereka kalah dalam hal jumlah, sementara kualitas keseluruhan milik musuh tidak diketahui, dan buruknya, mereka tidak lagi mempunyai Saber di kubu mereka. Jadi, ini akan menjadi pertarungan yang sulit.
Benar, mereka sangat tidak sepadan—jika itu pertarungan yang normal, perbedaan diantara pasukan mereka sangat mencukupi untuk menjamin Fraksi Merah akan kalah pertama kali.
“Dan sekarang. Aku punya sebuah pertanyaan untuk kalian semua. Apakah di antara kalian berpikir untuk menerima kekalahan?”
Semua yang hadir menolak perkataan itu dengan kata-kata dan aksi mereka.
Perbedaan jumlah kekuatan yang luar biasa, dan kesempatan untuk kekalahan mereka sangat tinggi—dalam menghadapi kenyataan tersebut, Lancer dan Servant yang lainnya tidak bergeming sama sekali. Seperti itulah Heroic Spirit. Melawan kerugian  yang luar biasa serta perasaan putus asa, mereka akan tertawa membalikkan keadaan seperti itu. Itulah yang membuat mereka pantas di sebut dengan Pahlawan.
“Benar, tepat sekali. Kita akan menang! Siapapun yang gugur dalam situasi kalah dalam hal kekuatan tempur seperti ini, dalam situasi keputus asaan seperti ini dia dapat memanggil dirinya sendiri seorang Pahlawan!
Kata-katanya memang benar. Dan lagi, nama sebenarnya dari Lancer adalah Vlad III, pahlawan hebat yang melindungi negerinya lagi dan lagi dari para tentara Ottoman Turki yang mendekat.
Yang menjelaskan adalah, bahwa faktanya, pada tahun 1462,Ottoman Turki menyerang. Melawan para orang-orang Turki  yang berjumlah seratus lima puluh ribu prajurit, tentara Wallachian yang di pimpin oleh Vlad III hanya berjumlah sepuluh ribu tentara saja. Namun, dia telah membuat para tentara Ottoman kelelahan menggunakan taktik perang gerilya dan bumi-hanguskan, dan mengungsikan para penduduk untuk mengosongkan ibu kota dan menjebak para musuh.
Orang yang memimpin Turki adalah Mehmed II, seorang sultan Ottoman yang juga dikenal sebagai ‘Sang Penakluk’ yang menjatuhkan Konstantinopel dengan pertahanan tembok tiga lapisnya. Bahkan, dia juga terkenal akan keberaniannya, memucat ketika dia tiba di ibukota Bucharest.
Tongkat yang memancang di sekitar benteng tidak terhitung jumlahnya. Menusuk para rekannya, kawan, dan para jendral— dua puluh ribu anggota para tentara Turki. Dengan cepat ketika dia melihat mereka, sesuatu seperti kebencian karena rekan-rekanya telah di bantai meledak-ledak. Dia sangat ketakutan. Dia tidak habis pikir seseorang yang bisa melakukanya seperti itu, tapi memakai mereka sebagai bahan latihan sangat menakutkan. Penjarahan, pelanggaran, dan kekejaman terhadap para tentaranya yang telah dilakukan hanyalah sebuah hasil dari nafsu dan keinginan mereka, sehingga mempercepat emosinya saat itu. Hal ini sangat berbeda, melakukannya adalah sebuah pemikiran yang salah.
Hal ini jelas-jelas sebuah metode peperangan yang tidak menganggap manusia sebagai mahluk hidup. Karena, orang-orangnya telah dikoyak-koyak hanya karena Alasan sebagai pajangan…!
Moral para tentaranya sudah menurun mendekati nol. Mehmed II tidak punya pilihan lain selain mundur dan kembali ke tempat asal mereka. Pada waktu itu, Mehmed II mengatakan hal ini.
—Aku tidak takut kepada mahluk hidup. Namun Iblis1 adalah hal yang lain lagi.
“Mereka adalah orang asing. Orang bodoh yang telah mengotori wilayahku dan tertawa dengan arogan hanya akan mati. Bunuh mereka sambil tertawa. Kita harus mengajari mereka kembali yang kurang pengetahuanya tentang ketakutan dengan sebuah Cambuk
Kata-kata Lancer sangat kejam, namun sangat mudah di pahami.
Jangan biarkan musuh pulang dengan keadaan hidup. Apa yang dia katakan sangat sederhana. Dan apa yang paling Servant lainya inginkan juga.
“Jadi, aku akan memimpin di baris depan.”
Lancer memegang tali kekang kudanya dan melompat keluar dari dalam atas haluan kastil bersamaan dengan kudanya. Ketinggian tebing yang meninggi ke atas kastil tingginya lebih dari seratus meter, namun kuda buatan Caster Hitam tidak tergores sedikitpun oleh keadaan seperti itu.
Seperti seorang jendral penyendiri tanpa seorang pun tentara—Lancer menunggangi kudanya menuju ke arah formasi musuh. Padang rumput yang tenang, sebentar lagi akan menjadi tanah yang tandus setelah perang ini berakhir.
Dibangkitkan pada zaman ini dengan rekan-rekan yang baru, seorang raja sekali lagi menantang para musuhnya dalam keadaan perang yang tidak menguntungkan. Namun, hal itu sudah biasa baginya, jadi sudah tidak ada yang dia takutkan lagi.
Akhirnya, para Homonculi dipimpin oleh dua Servant dan para Golem dicampur bersamaan dengan para tentara. Arahan  Archer dan Rider  sangat bagus, dan dengan sekejap mereka telah berbaris dengan rapi.
Di sisi para tentara terdapat Caster, membawa serta Berserker Merah yang masih di segel. Rencana untuknya adalah melepas Berserker Merah menentukan momen yang pas untuk melepas Berserker Merah pada keputusanya. Pikiran Berserker Merah sudah benar-benar kacau, namun dia cukup kacau sehingga dengan mudah ditipu menganggap teman sebagai musuh.
Sekarang dia sudah berganti Master, musuhnya sekarang adalah Fraksi Merah. Dan berdiri sendirian di kejauhan adalah Berserker Hitam.
Seorang yang benar-benar dapat dihitung sebagai kekuatan tempur adalah spuluh Golem  yang telah dipilih karena sangat istimewa daripada ciptaan Caster  yang lainya.
Caster berpikir di balik topengnya—situasi ini sudah tidak dapat di sebut lagi sebagai situasi yang tidak menguntungan bagi mereka. Kekuatan dan kebijaksanaan Archer keduanya sangat bagus. Dan sekarang, Caster telah mendapatkan sebuah [Corre], Noble Phantasm miliknya yang sudah bisa di aktifkan.
Namun, ada satu lagi alasan penentu untuk merasa tenang akan kesempatan kemenangan mereka.
Karena Lancer Hitam adalah Vlad III. Di sini, di Romania, dan terlebih lagi di Transylvania, ketenaranya sudah hampir memuncak. Tambahan kekuatan karena terkenal tidak begitu besar, namun tingkat ketenaran Vlad III berada dalam tingkatan yang berbeda.
Benar, dia adalah pahlawan besar, seorang yang menyelamatkan tanah airnya. Dan dia mahluk yang sangat menakutkan. Sorang yang tragis, yang mana menjadi batu landasan bangsanya, telah dikhianati, dan kehilangan semuanya—Raja dari negeri ini yang banyak di ketahui dari anak-anak hingga orang tua.
Penampakannya sekarang hampir mendekati masa jayanya. Selanjutnya, karena Skill dari [Demonic Defender of the State], semua yang disekitarnya, termasuk padang rumput menjadi ‘wilayah pribadinya’.
Namun meskipun begitu. Meskipun begitu dia masih mempunyai keadaan yang menguntungkan dalam dirinya.
Kedua prajurit melangkah maju menghadapi satu-sama lainya sedikit demi sedikit. Ketika Lancer penasaran seperti apa servant yang akan menentangnya, dia hanya melihat para tentara gigi naga didepan para tentaranya.
Bertanya-tanya dan penasaran, Lancer menghentikan para tentaranya. Dan disaat yang bersamaan, tentara gigi naga juga ikut berhenti bergerak.
Mengetahui bahwa berbicara pada para tentara gigi naga tidak ada gunanya, Lancer mengalihkan pandanganya kearah benteng yang melayang diatasnya.
“—Hmmm, apa yang mereka rencanakan.”
Archer Merah tidak dapat mendengar gumamanya, namun sebagai balasan kata-katanya—Busur panah milik Archer Merah menembakkan tembakan pertamanya.


TN:      di TL inggrisnya di sebut Dracul doang, tapi saya lebih memilih menggunakan kata ‘Iblis’ agar lebih pas di TL indonya

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 11 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.