21 Februari 2017

Only Sense Online Jilid 4 Bab 2 LN Bahasa Indonesia


AJAKAN GUILD DAN MENGHILANGKAN DIRI
(Translator : Hikari)

Setelah lima pertempuran dengan Darkman dan pencarian Treant di rawa-rawa, kami menjelajah area yang cukup luas dan bermaksud kembali ke Atelier.
"Seperti yang kupikirkan, pertarungan dengan Darkman memakan begitu banyak MP karena banyak art dan mantera yang digunakan."
"Kalau begitu, bagaimana kalau tambahan hadiah MP Potion? Juga, setelah melakukan ini dan itu, satiety-mu pasti menurun banyak sekali, 'kan?"
Karena aku yang menjadi orang yang diantarkan dan hanya memberikan tembakan untuk perlindungan, parameter satiety-ku yang mengindikasikan tingkat rasa lapar player, hanya berkurang hanya sampai kira-kira setengahnya. Akan tetapi, Myu dan Toutobi yang berlari mengelilingi kerumunan musuh, begitu pula dengan Lucato dan Hino yang menggunakan senjata besar pastinya satiety-nya telah merosot drastis.
"Aku akan menambahkan beberapa roti lapis tokoku."
"Memang benar, aku lapar sekali. Roti lapis tidak masalah, tapi buatkan beberapa makanan enak untuk kami makan."
"Dasar, mau bagaimana lagi. Tapi perlu sedikit waktu untuk membuatnya."
Menanggapi permintaan Myu, aku menjawab sambil menghela nafas. Sekalipun dia senang karena dimanjakan, kurasa memanjakan dia adalah kebiasaan buruk seorang kakak laki-laki.
Sebenarnya, akan bagus untuk membuat makanan dari item drop monster rawa, tapi sayangnya, tidak ada bahan yang bisa digunakan dari item drop itu.
"Coba lihat…dari bahan-bahan yang ada, aku bisa menggunakan daging Mill Bird."
Dalam Sense Cooking ada sebuah skill untuk menghilangkan racun dari bahan makanan, dan bahan makanan tersebut yang tadinya tidak dapat digunakan jadi bisa dimanfaatkan.
Akan tetapi, begitu mereka mendengar tentang daging beracun Mill Bird, ekspresi dua orang menjadi begitu tegang.
"Tidak apa-apa. Aku akan menghilangkan racunnya dengan benar. Juga, Purification Ryui akan menghilangkan status buruknya."
Aku baru saja memikirkannya, tapi skill Purification Ryui adalah skill yang menghilangkan status buruk dan memulihkan HP, ya 'kan? Akhir-akhir ini, aku mungkin telah memperlakukannya hanya sebagai bagian dari proses penanganan bahan makanan, tapi itu mungkin hanya imajinasiku.
"Karena itu adalah Mill Bird, maka aku bisa membuat chicken nanbankaraage, tumis sederhana ayam dengan sayuran atau ayam bakar. Dari apa yang bisa kalian bawa dengan kalian maka ayam panggang akan cocok, tapi koreksi status yang terbaik adalah nanban dan tumis ayam dengan sayuran…tidak, mengingat waktu dan usaha yang dibutuhkan maka tumis ayam dan sayuran akan menjadi pilihan yang terbaik. Semuanya bukanlah masakan rumahan yang rumit, jadi yang mana yang kalian mau?"
"Se-seperti yang diduga dari Nanny, bisa membuat begitu banyak hidangan hanya dengan satu bahan…"
"Hm? Hal ini seperti ini biasa saja. Oh iya, kami membeli begitu banyak daging jadi aku ingin menghabiskannya secepat mungkin."
Akhir-akhir ini kami mendapatkan sangat banyak stok daging dari beberapa pelanggan Atelier. Aku segera memasak daging dari Big Boar karena tidak perlu untuk menghilangkan racun dari daging itu, tapi aku harus menghabiskan banyak waktu untuk menyingkirkan racun dari daging Mill Bird.
"Yah, mau bagaimana lagi tidak peduli bagaimana aku memikirkannya. Apa tidak masalah dengan ayam panggang dan tumis sayur? Aku akan membuat ekstra jadi kalian bisa membawanya."
Karena mereka tidak bisa memutuskan apa yang mereka mau, aku memutuskannya sendiri.
Dan kemudian, Lucato bergumam tanpa sadar.
"——Apakah Atelier juga adalah sebuah bar?"
"Lucato. Tokoku bukanlah sebuah bar."
"Ma-maaf."
Kadang-kadang, Atelier dikira adalah sebuah restoran atau toko yang berkaitan dengan makanan, tapi ini adalah sebuah bengkel kerja yang dikhususkan untuk mendukung dan menyemangati para player.
Ini kebanyakan karena Sense crafting yang kuambil sebagai hobiku.
Kadang aku menggunakan Dosing sebagai pembuat obat dan menyediakan Cooking jika dibutuhkan. Meskipun aku tidak melakukannya terlalu terang-terangan, aku juga melakukan EngravingAlchemy dan Synthesis. Meski begitu, tidak peduli apa yang kulakukan, inti bisnisku masih tetap membuat obat.
Setelah kami selesai membicarakan tentang masakan, aku menuju ke toko.
Ada seorang player yang menunggu di dalam Atelier yang adalah toko yang sepi di sisi selatan Kota Pertama.
Dia tidak kelihatan datang untuk membeli sesuatu dan aku tidak mengenali player ini.
Saat aku mendekati toko dengan ekspresi kebingungan, dia menyadari kedatanganku.
"Permisi. Apakah kau adalah player pemilik toko ini, Yun-san?"
Meskipun dia menggunakan kata-kata yang sopan, dinilai dari sikapnya yang tegas, dia sudah tahu kalau yang dia cari adalah aku.
"Itu benar…apa ada sesuatu? Kalau kau perlu item, kau bisa memintanya pada penjaga toko, Kyouko-san."
Karena dia sepertinya akan menjadi orang yang sulit dihadapi, aku ingin segera melarikan diri sebelum dia membahas masalah utamanya. Itulah rencananya, tapi dia secara paksa mengatakan permintaannya tepat di depan toko.
"Yun-san, tolong bergabunglah dengan guild kami, Green Fall!"
"Aku menolak. Pulanglah."
Mendengarku menolaknya mentah-mentah, player laki-laki itu tidak dapat memahami apa yang kukatakan untuk beberapa detik dan perlahan memahaminya. Kumohon, setidaknya dengarkan aku, itulah yang dia sampaikan dengan tatapannya tapi aku tidak akan menyambutnya. Aku secara tidak langsung menyatakan penolakan. Pulanglah, jangan bicara padaku, kau menghalangi. Dan semacamnya.
"Aku tidak berminat dengan guild orang lain. Kalau kau bukan pembeli, maka keluarlah."
"Tolonglah, kumohon! Saat ini kami adalah guild berukuran sedang, tapi jika player terkenal seperti Yun-san bergabung maka kami akan semakin dikenal! Juga, semua anggota petarung kami akan termotivasi! Saat ini Eight Million Gods berada di posisi puncak! Tapi di masa yang akan datang kita akan menjadi guild terbesar!"
Aku menatap dingin player yang terus berbicara sepihak itu. Aku memastikan keadaan Myu dan yang lainnya saat mereka datang dari dalam toko. Saat aku mengalihkan tatapanku, aku melihat ekpresi wajah mereka yang mengeras.
Uuh, aku membuat mereka merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Rasa frustrasi ekstra meluap dalam diriku.
"——Karena itulah, tolong bergabunglah dengan guild kami."
"Aku sudah menolaknya sejak awal bukan?"
Setelah akhirnya dia melihat wajahku dengan baik, dia menyadari bahwa tidak ada harapan. Yang ada, dia menyadari bahwa aku bersikap negatif terhadap hal tersebut. Menanggapi tatapanku, dia menjadi goyah. Tetap saja, permohonan tersebut berlanjut.
"…um, itu sayang sekali. Benar-benar disayangkan."
"Memang kenapa? Tidak ada untungnya bagiku untuk memasuki sebuah guild, ya 'kan?"
"Kami selalu bertarung! Kalau kau membuat item penyembuh untuk kami, maka akan mudah bagimu untuk menaikkan Sense Mixingmu."
"Aku tidak merasa itu sebagai keuntungan…cukup. Kyouko-san, mulai sekarang jangan jual apapun pada player ini. Juga, kalau player yang berhubungan dengan Green Fall datang, peringatkan mereka tanpa terkecuali 'Kali berikutnya, kami akan melarang kalian untuk masuk'."
"Ya, aku mengerti."
Mempercayakannya pada Kyouko-san si NPC yang muncul sebelum semuanya menyadarinya, aku memasuki toko Atelier.
Dengan seulas senyum yang menawan, Kyouko-san meminta player tersebut untuk pergi. Tidak dapat berkata apa-apa pada seorang NPC, dia pergi dengan depresi.
"Maaf membuat kalian melihat sesuatu yang aneh."
"Ti-tidak, tidak masalah, tapi…"
Saat aku akan memasuki konter toko, Lucato menjawab dengan ragu-ragu. Apa ada sesuatu yang terjadi?
"Apa kau selalu menolak ajakan bergabung dengan guild?"
Myu mendatangi kursi konter dan bertanya. Sambil memikirkan apa yang harus dikatakan, aku menyiapkan peralatan masak.
"Yah, kadang-kadang, kurasa? Kupikir itu akan diketahui cepat atau lambat, tapi setelah aku bergabung dengan perkemahan musim panas dan diberikan nama julukan yang aneh, mereka mulai bermunculan di sini."
Aku memiliki monster muda langka, Ryui si unicorn dan Zakuro si rubah langit, juga fasilitas crafting yang stabil di Atelier.
Yah, selain dari itu ada berbagai alasan lainnya, tapi hanya dengan membuatku bergabung dengan guild mereka akan membuka banyak kesempatan bagi mereka. Pasti itulah yang mereka rasakan.
"Akhir-akhir ini, interval antara ajakan bergabung itu menjadi semakin dekat dan jadi menyebalkan."
Aku menyalakan api di bawah kompor sihir sambil menghela nafas dan memanaskan wajan.
Aku mengeluarkan daging Mill Bird yang racunnya telah dihilangkan untuk memasak dan beberapa jenis sayuran dari kotak item di belakang.
Akhir-akhir ini, aku mendapatkan stok sayuran untuk menaikkan Sense Cookingku. Aku memotong beberapa sayuran menjadi potongan seukuran satu suapan dan memasukkannya ke dalam wajan bersama daging dan minyak. Aku memasukkan garam dan menumisnya bersama-sama.
Di sisi lain, aku memotong daging unggas itu menjadi seukuran satu suap dan menusuknya menjadi sate untuk dipanggang.
"…he-hebat…menyiapkan dua jenis makanan pada saat yang sama…"
"Hm? Aku terbiasa dengan hal semacam ini."
Tidak ada cukup tumis sayur untuk enam orang, tapi aku menyelesaikan cukup untuk satu orang dan menaruhnya pada sebuah piring saji, membuat beberapa porsi makanan untuk semua orang satu demi satu. Sebagai tambahan, aku menambahkan ayam panggang ke atas hiasan sayuran.
"Fufufu, kerenyahan sayuran dan rasa asin dari dagingnya benar-benar enak…"
"…tidak, sebelum itu, masakan ini menambahkan koreksi positif pada status. +3 ATK untuk 15 menit. Ayam panggangnya sepertinya menambahkan efeknya, tapi +2."
"Yah, itu karena daging monsternya. Itu tidak meningkatkan sebanyak Big Boar, tapi lumayan."
Melihat Toutobi berhenti menggerakkan sumpitnya dengan terkejut, aku menoleh ke arahnya dan berkata demikian. Myu dan Hino makan tanpa terganggu, Lucato dan Rirei sadar dengan penambahan statusnya tapi tetap makan dengan berselera. Hanya Toutobi yang terkejut dan Kohaku yang memeriksa makanan tersebut dengan serius. Selama makan, keunikan mereka terlihat. Sambil berpikir demikian, aku meminta Kyouko-san untuk membuatkan teh bagi semuanya dan mulai menghilangkan racun dari daging untuk roti lapis.
"Yun-san, gerakan tanganmu terlihat seperti kau benar-benar terbiasa dengan itu."
"Begitukah? Yah, aku melakukan hal ini berkali-kali sebelumnya, karena itulah."
Aku sepertinya mengerti bagaimana dan di mana mengirisnya untuk menghilangkan racun. Mungkin itu karena semacam efek bantuan dari Sense, tapi tidak terlalu memikirkannya, aku mempersiapkan ayam panggang.
Setelah beberapa saat, merasa puas, semua orang akan kembali  dengan kelebihan daging ayam panggang.
"Terima kasih untuk makanannya. Aku akan datang untuk makan lagi!"
Sambil berkata demikian, Myu dan yang lainnya dengan senang bercakap-cakap sementara meninggalkan Atelier.
"Ya ampun, bukan berarti aku memasak sepanjang waktu. Yah, kalau aku merasa menginginkannya…mungkin ada waktu lain——"
Kali ini, jumlah daging Mill Bird yang siap sudah menurun dan aku akan harus menghilangkan racunnya saat aku punya waktu senggang.
"——permisi."
Saat aku sedang mengeluarkan daging Mill Bird yang tak terproses dari kotak, seseorang memasuki toko dari depan. Aku berbalik dan melihat dua player pria yang memakai armor ringan berwarna gelap.
Satu pria hanya berdiri di tempat memancarkan perasaan mengintimidasi, dan pria yang memanggilku, mendekati dengan gaya berjalan yang liar.
"Selamat datang. Aku sedikit sibuk saat ini, jadi katakanlah permintaanmu pada penjaga toko di sebelah sana."
"Permintaanku adalah dirimu. Kau yang dipanggil Yun, 'kan? Pemimpin guild kami menginginkanmu. Maukah kau memasuki guild kami?"
"Aku menolak."
Tanpa menghadap pria tersebut, aku menolaknya.
"Kurang ajar…dengan siapa kau berurusan saat ini? Kami adalah para PK."
PK —— Player Kill. Itu berhubungan dengan aksi menyerang player lain dalam game, dan orang yang melakukannya disebut sebagai Player Killer. Ada banyak bentuk turunannya, tapi itu adalah sesuatu yang sangat langka dalam OSO. Alasan untuk itu adalah ada sangat sedikit keuntungan dalam melakukan itu…
"Berhenti diam seperti itu! Sialan, perlihatkan wajahmu!"
Pria yang mengaku sebagai PK itu menggila. Dia menusuk konter dengan rapiernya. Juga, dia menusuk daging Mill Bird yang menumpuk di atas konter. Pria yang berdiri dalam diam di pintu masuk juga mengeluarkan senjatanya dan bergerak ke arahku.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Ha! Hanya ajakan bergabung dengan guild! Tidak mungkin kau akan menolak."
"Kuulangi, aku menolak."
Sebuah urat biru muncul di dahi pria itu saat aku berkata demikian. Tapi aku tidak peduli.
"Itu terdengar merepotkan jadi aku akan menolaknya. Cepatlah pergi."
Menanggapi perkataanku, pria itu menjangkau ke arahku melewati konter.
Kerah bajuku dicengkeram dan aku ditarik paksa. Aku mengerutkan dahi dengan marah saat cengkeraman di kerahku terasa menyakitkan.
"Jangan besar kepala di sini. Jangan berpikir kami hanya sekedar PK. Kami akan menggerakkan Fosch Hound dan mati-matian menargetkan para wanita yang baru saja di sini."
Aku tidak begitu mempedulikan apa yang diperbuat padaku, tapi orang ini berkata bahwa dia akan mengincar Myu dan yang lainnya.
"…Aku tidak akan memaafkannya. Mengincar kenalan-kenalanku…bagaimana bisa kau mengatakan hal semacam itu."
Aku sudah menghadapi kekasaran mereka sampai sekarang, tapi orang ini adalah seorang musuh. Sementara kerahku masih dicengkeram, aku menatap tajam mata pria ini.
"Ah? Apa-apaan dengan tatapan matamu itu?"
"Karena kau tahu Myu dan yang lainnya tadi berada di dalam toko, kalian pasti telah mengawasi dari suatu tempat, ya 'kan? Karena itulah kau masuk saat tidak ada siapapun di dalam, kupikir."
Sepertinya aku sangatlah marah. Karena aku mengatakan apa yang kupikirkan untuk memanas-manasi dia, cengkeraman di kerahku menjadi semakin kuat dan kakiku meninggalkan tanah saat dia mengangkatku.
Saat seperti yang diperkirakan aku tidak lagi bisa menahan rasa sakitnya, sebuah hembusan angin yang kencang bertiup ke dalam toko.
"Tepat saat aku datang untuk mendengar cerita-cerita yang menarik, aku melihat sekumpulan orang kasar di sini."
Sebuah pukulan telak menghantam lengan yang memegangku dan aku dilepaskan bersama dengan benturan itu. Aku terjatuh pada bokongku di bagian dalam konter.
"Khh…hei, kita pergi."
Setelah memanggil pria lain yang hanya berdiri saja di tempat dengan ekspresi kaku, para pria itu pergi dengan langkah yang tidak mantap. Aku tidak akan menyerah, ingat ini, mereka mengatakan sesuatu seperti itu saat mereka pergi. Memalukan, pikirku, merasa begitu tenang.
Dan setelah si PK perekrut guild berisik itu sudah pergi, aku mengucapkan nama-nama kedua orang yang masuk itu.
"——Mikadzuchi, juga, Sei-nee."
"Ohh, sebuah kehormatan karena diingat."
·
"Kahaa! Seperti yang kupikirkan, minuman keras adalah yang terbaik saat ada makanan pendampingnya!"
"Jangan bicara tentang minuman keras dengan anak di bawah umur. Ya ampun."
Yang menolongku adalah Sei-nee dan Mikadzuchi. Aku merasa bersyukur karena mereka datang ke Atelier pada saat yang tepat dan mengusir perekrut anggota guild yang jahat itu, tapi alasan kedatangan mereka adalah…
"Si adik memasak ayam panggang, jadi kami datang untuk makan datang juga!"
Mikadzuchi berkata tanpa malu-malu dan memakan ayam panggang dengan satu tangan sementara memegang alkohol di tangan yang satunya lagi.
"Meski begitu, apa kau baik-baik saja, Yun-chan?"
"…Aku sama sekali tidak baik-baik saja."
Karena ancaman terang-terangan itu dimulai, akan menjadi gangguan bagi para kenalan dan temanku.
"Haa, benar-benar, deh. Apa yang harus kulakukan?"
Aku tidak berpikir bahwa Myu dan yang lainnya akan kalah dengan para PK hanya karena ada provokasi semacam itu, tapi karena ini mungkin akan menjadi gangguan, mungkin berhenti bermain OSO akan menjadi ide yang bagus.
"Apa yang begitu kau khawatirkan? Pada saat seperti ini, kau seharusnya berkonsultasi dengan para seniormu."
"Memangnya aku bisa berkonsultasi dengan orang mabuk?"
Aku berkata demikian sambil memanggang ayam satu demi satu, tapi karena aku tidak bisa mendapatkan jalan keluarnya, aku memutuskan untuk berkonsultasi dengan mereka.
"Akhir-akhir ini, ada banyak guild yang mencoba untuk merekrutku dan ini menjadi semakin menyebalkan. Juga, sepertinya aku menarik perhatian sekumpulan orang seperti yang barusan."
"Perlu waktu cukup lama sampai situasinya menjadi tenang."
Aku mengangguk setuju dengan Sei-nee. Sejak awal, alasan aku menolak ajakan dari guild adalah karena tidak ada untungnya bagiku.
"Aku mendapatkan apa yang kuperlukan dari Guild Pengrajin. Baik material maupun tempat penjualan."
"Itu karena tempat tersebut menangani anggota dan non-anggotanya secara sama. Para pengrajin di guild kami juga dapat menikmati aktifitas crafting tanpa berpindah guild dan merasa senang dengan itu."
Memegang ayam panggang di satu tangan, Mikadzuhi menjawab saat mendengar pembicaraan tersebut.
"Kalau begitu, kau harus melakukannya. Pergi ke suatu tempat yang orangnya sedikit untuk sementara atau jangan memperlihatkan dirimu di luar toko."
"Maksudmu—aku sebaiknya menghilang?"
Saat aku balik bertanya, Mikadzuchi mengangguk sambil mengunyah ayam panggang itu.
"Itu benar. Yah, begitu keadaan menjadi tenang, kau bisa mampir dan memperlihatkan diri dari balik konter dari waktu ke waktu, 'kan?"
Setelah selesai makan ayam panggangnya, Mikadzuchi melambaikan tusuk satenya dan meminum seteguk penuh alkohol. Karena kata-katanya, sebuah jalan keluar muncul di hadapanku.
Aku tidak begitu perlu untuk bekerja di toko. Sebelum mempunyai sebuah toko, aku selalu bepergian. Aku tidak masalah kembali ke masa-masa itu.
"Kedengarannya bagus. Kalau begitu, apa yang perlu kulakukan?"
"Kalau kau ingin menghilang, kau perlu dua benda. Nona, berapa banyak uang yang kau tabung sejauh ini?"
"Kalau itu adalah uang yang bisa kugunakan dengan segera…sekitar 800kG? Aku punya sedikit lebih banyak daripada itu, tapi aku menyimpannya untuk mengupgrade peralatan craftingku dan untuk biaya perawatan toko…"
"Sempurna. Barang pertama yang kau perlukan adalah sebuah Mini Portal. Apa kau pernah mendengarnya sebelumnya?"
Mini Portal pada dasarnya memiliki efek yang sama sebagai area peralihan objek. Itu adalah sebuah benda untuk organisasi seperti guild dan bebas dipasang di lokasi tertentu.
"Kalau kau punya Mini Portal, kau dapat berpindah ke berbagai tempat dari dalam toko. Kau tidak akan perlu khawatir ditemukan di luar toko, dan untuk jaga-jaga kalau kau ketahuan saat di portal lain, kau akan bisa kembali ke toko tanpa ada seorang pun yang menyadari, menyingkirkan pengawasan. Juga, oh iya…efek sampignya, kalau mereka menyadari kau berpindah ke sebuah Mini Portal, merereka akan berpikir kalau kau sudah berada dalam sebuah guild. Tidak mungkin mereka berpikir kalau kau punya sendiri."
Fufufu, Mikadzuchi memperlihatkan senyum jahat. Tentu saja, dapat kembali dengan bebas ke Atelier sangatlah menarik.
"Tapi kalau tidak salah, itu biayanya 1mG. Aku tidak punya cukup uang."
"Begitulah. Untuk menghilang, kau perlu 200k lagi. Juga, Sei. Apa kau bawa itu denganmu?"
"Maksudmu Dark One's Mud? Ada?"
Sei-nee mengoperasikan menu, dan mengeluarkan sebuah tabung kaca kecil di tangannya. Sepertinya ada semacam cairan lumpur hitam di dalamnya, tapi bergetar pelan dan benar-benar terlihat menyeramkan.
"…apakah aku harus minum ini?"
"Bukan! Dark One's Mud adalah item bahan penguatan. Kalau kau menggunakannya pada armor, ini mempunyai efek mengurangi jangkauan monster dalam merasakan keberadaanmu dan mengurangi kebencian yang kau dapatkan dari mereka. Selain itu, ini mempersulit Sense See-ThroughSixth Sense dan Abandonment untuk merasakan tindakan awal dari art dan skillmu  —— dengan kata lain, ini menyebabkan Recognition Inhibition."
Menekan peningkatan kebencian dan mengurangi jangkauan keberadaan diri yang bisa dirasakan monster adalah efek yang bagus untuk solo player dan player garis belakang.
Kalau jumlah kebencian tidak meningkat, seranganku akan mendapat prioritas rendah.
Dan jika jangkauan keberadaanku yang dirasakan monster menurun, akan mudah bagiku dalam situasi pertarungan satu lawan satu dan akan berguna saat aku menyusuri sebuah area sambil menghindari pertempuran.
Terlebih lagi, aku bisa mengaktifkan skill dalam pertarungan dengan player lain tanpa disadari, yang membuatku dapat melancarkan serangan kejutan dan meningkatkan kesempatan melarikan diri jika lawan kebingungan.
"Terima kasih, Sei-nee…"
"Woah, Nona. Kau tidak berpikir kau akan mendapatkannya secara gratis, 'kan?"
"Yah, aku tidak masalah memberikannya begitu saja padahal."
Saat aku mengulurkan tangan pada tabung kaca yang Sei-nee pegang, Mikadzuchi menghentikanku. Aku melihat ke arah Sei-nee dan tersenyum miris.
"Nona, tidak perlu bersikap waspada seperti itu. Aku tidak akan memakanmu."
"Tidak, sudah kubilang jangan memanggilku 'nona'. Aku ini laki-laki."
Aku menegaskan kalau aku adalah laki-laki seperti yang biasanya kulakukan, tapi saat dia menjulurkan sebuah piring kosong, aku dengan enggan menaruh ayam panggang di atasnya.
"Ah, bungkus untuk dibawa pulang."
"Ini adalah ucapan terima kasih karena telah ditolong. Terima kasih sudah membantu..."
Aku mengulanginya beberapa kali, merasa tidak puas dengan keterusterangan Mikadzuchi.
"…jadi, apa yang kau inginkan, Mikadzuchi?"
"Jangan terlalu buru-buru. Ayo atur terlebih dulu. Apa yang Nona Yun perlukan, adalah sisa biaya 200kG dan Dark One's Mud. Kalau kau punya itu, kau siap untuk menghilang."
Menghilangkan diri yang dipikirkan oleh Mikadzuchi. Ada beberapa yang kurang dari itu, dan Mikadzuchi serta yang lainnya memilikinya.
"Nah, sekarang giliranku. Guild Eight Million Gods ingin menaklukan dungeon normal Kota Labirin. Meskipun spesifikasi monsternya rendah, mereka secara meluas menggunakan efek status buruk. Aku ingin mengatasi itu."
Dengan tatapan serius di matanya, Mikadzuchi melihatku setelah memberiku masalah untuk ditangani.
"Menaklukan sebuah dungeon katamu? Kau hanya perlu melakukannya saja 'kan?"
"Hanya ada obat penyembuh status buruk Confused dan Charmedsaat ini 'kan? Itu cukup sulit bagi kami."
"Tapi itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali, 'kan?"
"Yah, itu bisa digantikan dengan sihir pemulihan, tapi kau bisa membuat potion dengan efektivitas yang tinggi, ya 'kan?"
Selama percakapan denganku, Mikadzuchi minum dengan senang. Kurasa percakapan semacam ini tidaklah buruk.
"Kalau begitu, aku akan mengeluarkan beberapa barang yang tidak kujual di toko. Tidak ada banyak, tapi aku punya beberapa macam."
Dimulai dengan racun, aku mengeluarkan delapan macam obat penyembuh BS (TL : Bad Status), hanya ada sedikit.
Penawar racun lemah yang awalnya dibuat dengan biaya sebesar 70G, tapi jumlah pemulihannya rendah. Untuk setiap tahap jumlah pemulihan, harganya meningkat.
Setiap peningkatan menaikkan harganya beberapa kali. Obat Antidote 4 harganya berkisar 7kG sampai 10kG. Akan tetapi, untuk membuatnya harus menggunakan Higher Conversion Alchemy pada 10 penawar racun yang tingkatnya lebih rendah sehingga kerugiannya cukup besar.
Karena itulah, selain obat yang harganya terjangkau, toko ini tidak menjual barang semacam itu.
"Kalau seperti itu, kau akan bisa mendapatkan sekitar 100kG dari barang itu. Nah, berikutnya. Apa kau punya racun?"
"…kau, siapa yang akan kau racuni? Tidak, bunuh?"
"Jangan bersikap tidak sopan begitu. Yang ini untuk tindakan balasan."
Saat aku melihat Mikadzuchi dengan curiga, Sei-nee membantunya.
"Kali ini, kami ingin menggunakan racun yang menyebabkan status buruk untuk meningkatkan level Sense tipe kekebalan. Ini metode yang lebih bisa diandalkan daripada menunggu monster lemah menggunakan serangan BS."
Membiasakan tubuh seseorang dengan racun dan meningkatkan kekebalannya——pelatihan ninja macam apa itu? sengitku dalam hati.
"Yah, begitulah. Sama seperti obat penyembuh BS, aku punya beberapa macam."
"Kalau begitu berikan tiga macam yang berjenis angerconfusion, dan charm. Menggabungkan ini dengan stat MIND dan kekebalan yang tinggi, kita akan dapat menghindari kemungkinan yang terburuk."
Aku mengerti, aku memikirkannya setelah mendengar kata-kata Mikadzuchi. Mengaguminya.
Tipe status tubuh abnormal : poison, paralysis, sleep dan stun dapat dicegah sampai tingkat tertentu dengan stat DEF.
Tipe status mental abnormal : confusion, charm dan curse adalah – seperti yang Mikadzuchi katakan, status yang berhubungan dengan pertahanan sihir MIND.
"Nah, kalau begitu seluruh obat pemuih status buruk harganya 100kG dan obat penyebab status buruk juga harganya 100kG. Masing-masing obat level tinggi yang berhubungan dengan status buruk harganya sangat mahal."
Untuk mendapatkannya, aku membudidayakan beragam herba beracun yang kukumpulkan dari perkemahan musim panas di lahan belakang Atelier,tapi obat status buruk sangatlah langka.
Karena obat-obat ini lebih mahal daripada obat penyembuh biasa, aku menguras apa yang kupunya.
Akan tetapi, ada sesuatua yang tidak bisa kumengerti——
"Kau bilang efisiensi untuk mendapatkan BS dari monster itu rendah, tapi tanpa mengandalkan obat pun kau bisa menggantikannya dengan daging monster, ya 'kan?"
Aku mengeluarkan obat berharga tersebut dari dalam kotak di belakang konter.
Saat aku mengembalikan tatapanku pada mereka setelah mengambil barang itu dari kotak, aku melihat Sei-nee dan Mikadzuchi memperlihatkan ekspresi getir.
"Ada kejadian yang mengerikan."
"Ya, aku tidak berpikir akan berakhir seperti itu."
"Eh, apa?! Apa yang terjadi?!"
Bahkan saat aku panik dan menanyai mereka berdua, mereka tidak mengatakan apapun dan hanya menatapku dengan ekspresi hangat dan penuh kebaikan.
"I-itu menakutkan! Apa yang terjadi?! Sei-nee!"
Setelah itu, Sei-nee dan Mikadzuchi tidak mengatakan apapun sampai akhirnya, semakin menambahkan rasa takutku.
·
Dua hari setelah Sei-nee dan Mikadzuchi mengunjungi Atelier, aku tidak menemukan saat yang tepat untuk berbicara dengan Cloude, tapi telah membeli Mini Portal dan memasangnya di bengkel kerja Atelier.
Selain dari saat aku pergi ke kota untuk membeli Mini Portal  di mana Sei-nee menemaniku karena khawatir, aku tidak pergi keluar bengkel. Setelah log in, aku membaca buku, bermain-main dengan monster mudaku, Ryui dan Zakuro atau membuat obat dan menghabiskan waktu untuk memasak.
Dan saat ini, aku memiliki janji temu dengan Cloude. Kami meminjam satu ruangan Guild Pengrajin dan saling berhadapan.
"Maaf karena tidak bisa segera membantumu. Sepertinya kau menjadi target perekrutan guild bermasalah dan PK."
"Yah, itu benar. Itu tidak terasa nyata walau begitu."
Karena itu adalah sesuatu tentangku, aku merasa santai tentang hal tersebut. Bahkan sekalipun aku memikirkannya, aku entah kenapa tidak bisa mengikuti realitanya.
"Untuk sementara, kudengar kau bersiap-siap untuk menghilang. Tentang perekrutan guild, kami bertanggung jawab sebagian untuk itu juga. Kami akan membantumu sebisa mungkin."
"Apa maksudmu?"
Saat aku memiringkan kepala karena kebingungan dengan perkataan Cloude, dia berkata "kami telah melibatkanmu secara tidak langsung" sebagai permulaan percakapan.
"Apa kau ingat bagaimana harga dari Guild Emblem melambung saat kita mendirikan Guild Pengrajin ini?"
"Yah, karena tidak ada cukup biaya, kita harus mendapatkannya sendiri."
Aku teringat peristiwa yang belum lama ini terjadi, tapi tidak tahu bagaimana itu terhubung dengan kejadian saat ini. Aku menelengkan kepalaku.
"Bahkan meskipun harganya melambung, itu akan segera normal cepat atau lambat. Saat Guild Pengecer menentukan mereka tidak bisa mendapat untung lagi, mereka menjual Guild Emblem yang terkumpul dengan sangat murah. Itu menyebabkan penurunan harga besar-besaran dan membanjirnya guild berukuran kecil dan sedang, yang menyebabkan situasi saat ini."
"Oh, jadi karena itulah guild-guild merekrut untuk meningkatkan ukuran mereka meski sedikit dan untuk mendapat untung. Kalau mengingat itu, mau bagaimana lagi kalau melibatkan orang lain secara tidak langsung. Kalian benar-benar baik."
Ya ampun, aku tidak pernah menyadarinya kalau dia tidak mengatakannya. Aku menghela nafas. Tapi, kalau dia menawarkan bantuan, maka aku akan menerimanya.
"Kalau begitu, bisakah kau memperkuat armorku dengan Dark One's Mud ini?"
"Baiklah. Kalau begitu pakailah ini sebagai gan——"Aku tidak apa-apa, aku membawa pakaian untuk pemula."——Cih, kau sukses membuat jalur untuk meloloskan diri, ya."
Memangnya aku akan membiarkan diriku untuk dimanipulasi Cloude agar mengenakan cosplay setiap kali.
"Mau bagaimana lagi. Sementara aku meningkatkan amor dengan material untuk memperkuatnya."
Aku berganti pakaian dan menyerahkan setelan Ochre Creator dan Dark One's Mud pada Cloude.
"Pekerjaannya akan makan waktu. Oh iya. Apakah siang tiga hari lagi tidak masalah? Juga, ada sesuatu yang ingin kuminta padamu yang berkaitan dengan event ini. Tentu saja, akan ada hadiah untuk itu."
"Aku tidak terburu-buru untuk menghilang jadi kau tidak perlu buru-buru mengerjakannya. Jadi, apa yang mau kau minta dariku?"
"Aku penasaran dengan apa yang ingin dia minta dariku. Mungkin saja, itu adalah sesuatu mengenai resep yang Lyly tanyakan sebelumya.
"Aku ingin kau membuat Insect Repelling Incense dan Firework. Kudengar dari Lyly kalau kau sudah tahu resep untuk membuat Insect Repelling Incense, jadi aku hanya akan memberikanmu resep Firework."
Aku menerima secarik kertas yang Cloude keluarkan dari inventorynya dan melihatnya.
Firework adalah barang mainan, tapi jumlah material yang diperlukan banyak dan tingkat kegunaannya sangatlah rendah.
"Ini menarik. Black Exploding StonePhosphorous Soul CrystalFrog's Stomach dan Strongly Acid Jelly…kenapa ini memerlukan barang sebanyak ini."
"Pertama-tama, kami berniat untuk menembakkannya di udara saat penutupan event Guild Pengrajin. Hanya menembakkan sihir ke udara itu terlalu fantasi, jadi kami berpikir untuk melakukannya dengan cara biasa. Dan Insect Repelling Incese diperlukan untuk event utama yang Lyly rencanakan."
"Sementara ada kegunaan dalam Insect Repelling Incense, resep Firework tidak ada kegunaan selain sebagai item mainan, namun itu sangat sulit ditemukan, ya 'kan? Kau benar-benar berusaha dengan baik menemukannya."
"Kau belum melihatnya? Ini ada di salah satu buku dari event perkemahan."
Dari antara item yang jatuh dari monster spesial di event perkemahan ada beberapa buku.
Aku belum membaca semuanya. Sense Linguisticku masih level 15 yang mana masih rendah dan ada buku-buku yang tidak bisa kubaca.
"Kau membuatku merasa yakin. Kalau begitu, aku akan menangani tugas membuat Firework dan Insect Repelling Incense. Apa kau punya item apa saja yang berkaitan dengan event yang kau butuhkan?"
"Coba kulihat. Tidak ada yang terpikir olehku saat ini, tapi untuk jaga-jaga mungkin saja sesuatu akan dibutuhkan, akan lebih baik kalau kau mengumpulkan material untuk dipakai."
Event yang diselenggarakan Guild Pengrajin rencananya akan dilaksanakan dalam dua hari lagi.
Para player yang akan menjual item di stan dan lapak——pasar bebas.
Pada panggung spesial, semua orang akan dapat melakukan pertunjukkan——panggung pertunjukkan.
Melelang barang-barang di dalam Guild Hall——pelelangan.
Sebuag event di mana player bertarung satu sama lain, entah mereka itu pengrajin atau petarung——turnamen PVP.
Selain itu, ada berbagai event kecil dan besar di mana bermacam larangan ditiadakan. Akan menyenangkan hanya dengan melihatnya.
"Nah sekarang, sudah waktunya aku pergi."
"Kalau begitu, sebelum kau menghilang, pergi temuilah Magi dulu. Saat ini, dia ada di luar di gerbang barat."
"Gerbang barat? Kenapa di situ?"
Di situ tidak ada mineral yang berharga, dan material utama yang bisa dikumpulkan di dalam dungeon Cloude adalah bahan dasar kain dan kulit.
"Dia sedang mencari partisipan untuk event PvP. Mereka memanfaatkan malam hari yang tidak cocok untuk pencarian untuk meningkatkan level Sense pertarungan mereka, jadi kemungkinan besar mereka akan dengan senang hati bergabung dengan PvP."
"Baiklah, aku akan pergi ke sana."
Setelah diberitahu itu oleh Cloude, aku meninggalkan aula guild. Setelah melihat besarnya aula guild, aku meninggalkan bangunan tersebut.
Di luar terdapat cahaya buatan seperti lampu-lampu dan obor yang menyinari kota. Saat aku melihat ke atas, aku dapat melihat bintang-bintang di langit malam dengan baik.
Saat aku mengarah kira-kira dari pusat kota ke gerbang barat, di luar aku melihat dunia tanpa cahaya yang membentang. Akan tetapi, di sudut dataran yang seharusnya tidak ada cahaya, aku melihat beberapa bola cahaya. Di bawah mereka ada para player yang menghujamkan senjata dan saling menyerang satu sama lain.
"Eh? Yun-kun? Ada apa? Juga, ada apa dengan equipment itu?!"
Saat aku mencarinya, Magi-san yang pertama kali memanggilku.
"Selamat malam. Aku datang kemari setelah mendengar kau akan ada di sini. Sedangkan untuk equipmentnya, aku meninggalkannya pada Cloude untuk diperkuat."
"Begitukah? Apakah Cloude melakukan hal aneh apapun padamu?"
"Yah, kelihatannya dia akan memberikan equipment pengganti jadi aku membawa yang ini."
Saat aku menjawab dengan tatapan menerawang jauh, dia menanggapi dengan "ahahaha, itu benar", tertawa hambar.
"Magi-san, kudengar kau sedang mencari player PvP?"
Mengingat kembali apa yang Cloude katakan padaku, aku bertanya.
"Benar. Selama malam hari, tidak ada cahaya sedikit pun. Tidak semua orang menggunakan penglihatan malam seperti Hawk EyesYun-kun atau Light Element Talent untuk menyediakan cahaya. Karena itulah mengapa para player PvP bermain di sini pada malam hari."
"Hee, begitukah?"
Di depanku, ada beberapa player yang terus-menerus bertarung satu lawan satu, mengasah kemampuan bertarung mereka.
"Karena itulah aku datang kemari untuk mempromosikan turnamen PvP dan meminta mereka untuk ikut serta."
Mengesankan, aku mendengarkan cerita Magi-san.
Ada beberapa player di sini yang sepertinya akan berpatisipasi, tapi mengumpulkan player bersama-sama lebih dulu dan kemudian membuat mereka mempromosikannya di antara kenalan mereka sepertinya adalah ide yang bagus.
"Jadi karena itulah aku mengikuti aktivitas dasar seperti ini."
"Berjuanglah. Aku sudah diminta Cloude untuk melakukan sesuatu juga, jadi aku akan bekerja sama denganmu di sini juga."
"Ah, maksudmu hal yang Lyly rencanakan. Lyly benar-benar menantikannya jadi kau juga berjuanglah."
"Baiklah. Nah sekarang, aku pergi dulu, ya."
Aku merendahkan kepalaku dan baru saja akan meninggalkan tempat itu. Aku mendengar para player pria di sebelah kiriku membicarakan sesuatu yang mencurigakan dengan nada rendah.
"Hei, itu Nanny ya 'kan. Tapi kenapa dia memakai pakaian untuk pemula?" "Sepertinya dia menyerahkan equipmentnya untuk diperkuat. Aku benar-benar suka hot pantnya yang biasa. Aku bisa memuja kakinya yang indah." "Bodoh, abdomennya yang mengintip dari celah antara jaket equipment pemulanya juga bagus." "Equipment pemula lamanya itu malah membuatnya terlihat seperti permata mentah, jadi itu sangat bagus. Aku suka penampilan itu juga."
Untuk beberapa alasan, sepertinya hasrat rusak mereka terbongkar, tapi aku tidak mendengar apapun, aku sama sekali tidak mendengar apapun.
Magi-san di belakangku mengeluarkan battle axenya yang bersinar kemerahan dan menopangkannya di pundak.
"Kalian semua! Jangan lihat Yun-kun kita dengan tatapan mesum seperti ituuu‼"

Dia memutar battle axenya dengan tatapan mematikan dan mulai mengejar para player yang melarikan diri yang tenggelam dalam hasrat mereka.
Magi-san memperdengarkan suara marah tapi ekspresinya terlihat tersenyum. Setelah dia mulai mengejar mereka, dia membuat cengiran menggoda seperti seekor cheshire cat.
Dia terlihat seperti kucing yang mengejar tikus.
Mengetahui hal itu, para player membubarkan diri dari PvP dan bergabung dengan keramaian ini.
"Ya ampun…baiklah kalau begitu, waktunya untuk pulang ke Atelier."
Di belakangku, salah satu player tertangkap battle axe Magi-san, tapi aku tidak merasa terganggu dengan hal itu dan meninggalkan lokasi tersebut.

Only Sense Online Jilid 4 Bab 2 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.