15 Februari 2017

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Interlude 8 LN Bahasa Indonesia


INTERLUDE 8
(Translater : Orion)
Bagian 1
---Di langit [Underwood], 3000 meter diatasnya.
Percikan di udara bersamaan dengan bentrokan keras logam sedangkan sepasang sayap terus mengepak dengan cepat menimbulkan pola di udara.
Pertarungan antara Leticia dan Gryphon masih berlanjut di udara. Gryphon yang menjadi Penguasa Langit tapi musuh memiliki Kekuatan Suci. Memiliki kelebihan dari sebuah keuntungan dalam kelincahan. Leticia juga mempunyai Gift untuk membuat senjata yang tak terhitung jumlahnya yang bisa ditembakkan berulang kali dari bayangan Naga. Izayoi telah menghancurkan tombak dengan trisulanya selama ini tapi ia bisa melihat bahwa itu akan menjadi tugas yang berat untuk mendarat di Kastil dilihat dari situasi saat ini.
Gry sementara mundur dan menjauh tapi tidak melepaskan pandangannya dari Leticia ketika ia menatap sosok tersebut dengan semakin meningkatnya frustasi dalam keadaan sulit saat ini.
“Sial! Ada apa dengan orang itu?! Tidak ada celah dalam pertahanannya yang memungkinkanku untuk mendarat!”
“Yeah. Meskipun hal itu tidak mengejar kita ketika kita menjauh dari Kastil dan menjaga jarak kita, benar – benar membuat situasinya menjadi rumit. Pengawal khusus lebih tangguh daripada perkiraanku.”
Mereka telah mencoba mendekatinya dan mundur sejenak, bergerak dari kiri ke kanan untuk mencoba memancing penjagaannya saat sedang lengah tapi sepertinya bayangan Leticia tidak terpancing. Izayoi berencana untuk melompat kedalam Kastil dan menyelesaikan segalanya dengan mudah, tapi ia mangabaikan rencana itu setelah mempertimbangkan resiko yang begitu tinggi.
“Aku benar – benar kehabisan akal. Apakah ini yang mereka sebut kehabisan semua pilihan?”
“Oi! Ini bukan waktunya untuk bercanda kawan, dasar kau bocah bodoh!”
Gry yang membalas omongannya dengan cacian sedangkan Izayoi mengangkat bahunya pada saat itu. Tapi itu benar bahwa pertempuran kali ini adalah salah satu yang membuatnya benar – benar sakit kepala.
Selain itu ini merupakan pertempuran udara pertama baginya berada di punggung orang lain, ia juga memegang senjata yang tidak biasa baginya. Oleh karena itu keadannya masih dalam batas yang dapat dimengerti.
Di dunianya, meskipun ia mempunyai pengalaman menggunakan pistol dengan tanpa ampun, pedang atau bahkan senjata dari bermacam-macam tombak merupakan hal baru baginya. Dan untuk Izayoi yang selalu menyambut tantangan dimana ia pergi bertarung dengan hanya menggunakan tinjunya, pertempuran di udara hari ini benar – benar memberikan kerugian yang buruk baginya sejak awal.
“.....Selama kita berhasil mendarat di Kastil, kita bisa menyelesaikan masalahnya tapi untuk saat ini, kita hanya bisa terus bertarung dengannya. Jadi aku minta maaf sebelumnya karena aku menyusahkanmu dalam membuat persiapan dalam pertempuran yang berlarut – larut ini.”
Izayoi mengangkat trisulanya dan memutar – mutarnya kembali sedangkan Gry berdengus untuk membalasnya.
Mereka berdua mempertimbangkan strategi mereka selanjutnya ketika cahaya yang begitu terang membuat mereka berdua terdiam.
Cahayanya begitu terang sampai - sampai itu menerangi langit bermil – mil jauhnya.
Wajah Gry menjadi pucat.
“Itu .....[Sinar dari Balor].....?”
“.....Apa kau yakin dengan itu?”
“Mhm... Yeah. Itu sinar yang sama yang aku saksikan sepuluh tahun yang lalu. Mungkinkah musuh sudah menggunakan [Mata Kematian Balor]...?”
Gry sangat terguncang dengan rasa terkejutnya yang membuat ia tidak repot – repot menyembunyikan perasaannya. Bagi ia yang telah menyaksikan peristiwa pada saat itu pasti akan mengerti betul makna di balik rasa takut [Sinar dari Balor] yang membawa kematian bagi semua yang tersentuh olehnya.
Semua rasa kesenangan telah hilang dari wajah Izayoi saat ia melonggarkan pegangannya pada tali pengikatnya sambil mengumumkan :
“.....Sepertinya kita akan meninggalkannya di sini.”
“Apa saranmu? Apakah kita akan mendukung yang lainnya di bawah?”
“Tidak, kau bebas untuk pergi kesana sendirian aku akan mencoba keberuntunganku melompat ke Kastil.”
Izayoi berdiri pada pelana dan mulai mengukur jarak antara dirinya dengan Kastil Vampir Kuno.
Dan itu menyebabkan Gry gelisah.
“Tidak, Tunggu! Bukankah kau bilang bahwa resikonya terlalu besar dan memutuskan mengabaikan ide tersebut sebelumnya?”
“Yep. Ini jauh lebih mudah menargetkan seseorang yang melompat di udara dan tidak ada kepastian bahwa tidak ada langkah – langkah pertahanan lainnya yang ditempatkan di sekitar Kastil Kuno .....tapi karena tidak ada meetode lainnya saat ini, Aku hanya harus menyerah dengan pikiran mendarat dengan tidak terluka.”
“Itu sebabnya aku berkata untuk menunggu waktu yang tepat---?”
“Itu justru karena kita tidak mempunyai waktu untuk bersantai – santai lagi karenanya aku membuat keputusan ini. Karena musuh telah menggunakan [Mata Kematian Balor], itu artinya bahwa mereka berencana menyelesaikan segala hal pada masa gencatan senjata ini. Dan itu berarti akan lebih banyak bahaya bagi Kasukabe dan yang lainnya yang berada di Kastil.”
Gry tidak bisa menyangkalnya tapi ia mengambil nafas panjang setelah mendengar hal itu karena kemungkinannya cukup tinggi.
“Itu sebabnya aku memutuskan untuk menyelinap kedalam Kastil musuh untuk bertemu dengan Kusakabe dan yang lainnya dan memastikan keselamatan mereka. Dan setelah memberitahu mereka kondisi untuk menyelesaikan Game-nya, Aku akan kembali lagi ke bawah dengan itu akan menjadi rencana yang bagus.”
“Tapi jika kau terluka, bukankah semua usaha kami sampai saat ini percuma?!”
“Tidak, itu akan baik – baik saja. Selama anggota tubuhku masih menyatu, itu tidak akan menjadi masalah. Dengan tidur dan makanan yang cukup, aku akan baik – baik saja seperti baru.
Izayoi tertawa keras saat ia melemaskan kuda – kudanya dengan bersiap – siap untuk melompat.
“.....bagi orang – orang yang di bawah sana, aku akan menyerahkannya kepadamu. Meskipun Ochibi-sama mungkin berkata ‘Serahkan padaku’, tapi ia masih seorang bocah kecil yang belum dewasa sepenuhnya. Jadi sebelum aku kembali, tolong bantu aku untuk menjaga mereka.” Tambah Izayoi dalam nada yang serius saat otot – ototnya sudah terluka untuk melompat.
“...Uu...”
Mendengar kata – kata tersebut, Gry akhirnya mengerti bahwa Izayoi telah memikirkannya selama ini di dalam kepalanya.
Pria ini berniat sejak awal .....untuk menyelesaikan segalanya sendiri.
Menyelamatkan temannya yang sedang dikurung di dalam Kastil, menyelesaikan teka – teki misterius yang sulit dari Game ini, mengalahkan pelaku sebenarnya dari musuh dan yang terakhir tapi bukan akhir, mengalahkan Raja Iblis.
Untuk menyelesaikan semua ini sendirian. Jika kata – kata itu berasal dari mulut orang lain, itu mungkin dianggapnya sebuah lelucon yang mengundang ejekan.....tapi bagi pria ini, itu mungkin saja.
Dan justru karena cahaya harapan yang bisa dilihat dari pria ini---Gry menguatkan tekadnya.
“.....Aku tidak akan mengizinkan permintaan tersebut.”
“Apa? Kenapa?”
“Bukankah bocah itu berkata kepadamu untuk menyerahkan kepadanya? Dan jika kau setuju menyerahkan kepadanya hanya untuk mengirimkan bantuan nanti, itu bisa dikatakan sebagai pengkhianatan terhadap tekad temanmu.”
“Ah, tidak, bukan itu maksudku---“
“Berlaku untukku juga. Aku telah mengatakannya pada bahwa aku akan menjadi kaki dan sayapmu dalam pertempuran ini bukan? Jadi, jika kita berbicara mengambil resiko untuk mempertaruhkan segala sesuatunya---maka mulai dengan milikku!”
Sebuah teriakan yang menakutkan menandai akhir dari kata – kata Gry saat ia dengan bangganya mengankat kepala elang-nya dan bergidik saat ia membuat angin puyuh dari udara sambil menerjang menuju Kastil.
Izayoi yang berdiri di atas pelana panik meraih kendali dan mengencangkan genggamannya pada trisula saat ia berteriak di udara :
“Oi.....Apa yang kau.....!
“Ini dia, Izayoi! Siap – Siap!”
Tubuh yang kuat dari Gryphon melompat di udara saat melaju dengan segala kekuatannya.
Bayangan Leticia tetap tanpa ekspresi seperti biasanya bersiap – siap menyambut mereka dengan rambut emas yang mencolok dan jaket yang seperti menari dalam angin.
[Sisa – sisa Bayangan Naga] tampaknya menyerang dengan serangan tanpa henti seperti hujan yang lebat saat mereka ditembakkan menuju Gryphon dari segala arah. Kali ini, jumlah dan kekuatan serangan tersebut jauh berbeda dari yang sebelumnya. Dalam situasi semacam ini, bahkan Izayoi mulai meragukan kemampuannya dalam menahan semua serangan yang berarti perbedaan antara hidup dan mati bagi mereka berdua. Dan itu adalah situasi dimana sang Gryphon terus menerjang ke arah Kastil dengan hanya mencapai tujuan dalam pikirannya.
“WUUUUUAAAAAAAAAAAAGGGGGHHH!”
Sekarang tinggal beberapa ratus meter dari Kastil. Dan dalam hal kecepatan Gryphon, itu merupakan jarak yang singkat yang bisa dicapai dalam sekejap mata. Meski begitu, Masing – masing dan setiap serangan dan ditahan oleh Trisula berasa lebih lama dan Izayoi tidak punya waktu untk berbicara saat ia hanya terfokus pada tugasnya---Memukul mundur serangan yang tampaknya menjadi semburan hujan hitam yang panjang dan tajam.
Rentetan serangan yang sengit terus ditembakkan dari depan tapi Gry tidak menghentikan langkahnya.
Keduanya berlari ketitik dimana mereka hampi bisa menyentuh tepi tebing yang menjadi penanda tepi Kastil---Tiba – tiba, sayap Gry digigit oleh bayangan.
“Gaargh.....!”
“GRY!”
Tombak bayangan gelap berubah menjadi taring tajam dan mengunyah sayap Gry.
Seketika, semburan darah menodai punggung singa-nya warna merah cerah dan rasa nyeri yang terbakar seperti menembus ke akar sayapnya. Meskipun menderita luka yang memalukan---kehilangan sayap Elang yang merupakan simbol kebanggaan Gryphon, Gry terus melompat di udara.
Mencengkram angin dengan cakar depannya, ia mendorong Izayoi dan dirinya sendiri maju dengan tendangan dari kaki belakangnya.
Jatuh tersandung, mereka terjatuh mendarat di Dinding Luar dari Kastil diaman Izayoi segera mengangkat Gry di punggungnya sambil menghancurkan pintu yang tertutup rapat dengan kakinya untuk berlindung di dalam dinding.
“Dasar bodoh.....Bukankah aku bilang dari awal? Apa yang terpenting adalah agar tubuh kita tetap utuh!”
“...Jangan... Jangan pikirkan tentang itu... Harapan yang dilakukan oleh sa...sayapku tidak sebanding dengan tangan dan kakimu.  Kupikir sudah jelas siapa di sini yang lebih mungkin menyelamatkan [Underwood].”
Bagi [Underwood], hanya sepasang sayap adalah pengorbanan yang bagus---Gry yang berkeringat dingin menutupi tubuhnya terus tersenyum sambil berkata hal tersebut.
Izayoi  mendecakkan lidahnya karena kesal sambil ia melepas jaket sekolahnya untuk membalut sayap Gry. Setelah merobek lengannya dan sekarang dirobek lagi untuk membuat perban darurat, sepertinya tidak ada kemungkinan bahwa ia akan memakainya lagi.
“Sialan. Itu satu – satunya set pakaian yang aku punya kau tahu? Bagaimana kau akan membayarnya untuk itu eh?” Izayoi terus mendecakkan lidahnya dengan rasa tidak senang.
“Nah, itu sangat disayangkan.....”
Gry bernapas dalam – dalam saat ia memaksakan tersenyum kecut.
Izayoi yang telah selesai dengan membalutkan perban mengawasi dari celah di reruntuhan untuk melihat situasi di luar dan berhasil melihat bayangan Leticia terpampang di langit.
“.....dia mencari kita.”
“Begitukah? .....Nah, Aku akan bersembunyi sementara kau pergi mencari Yo dan yang lain---“
“Tidak. Ada perubahan rencana..... Ini semua salah orang idiot yang memberiku alasan untuk mengalahkannya.”
“Apa” Gry bertanya dengan nada tidak percaya.
Izayoi mengabaikan pertanyaannya saat ia meninggalkan reruntuhan dengan mata yang dipenuhi dengan amarah.
Dengan melompat, Izayoi berdiri di Dinding Luar dari Kastil dan melihat kebawah ke arah Kastil.
.....inikah yang mereka sebut [Kejayaan dari pertempuran kuno tidak lain hanyalah angan – angan]? Tapi berbicara tentang Kastil di langit, bukankah seharusnya itu menjadi bagian yang menakjubkan dari arsitektur kuno? Ada apa dengan Kastil suram ini yang tampaknya tidak pantas sepeserpun untuk dilihat?
Izayoi berdengus. Meskipun ia jarang mengeluarkan peniliaan yang kasar dengan pendapatnya, itu sesuatu yang tidak dapat ditolong karna ia sedang tidak mood dan tidak pernah merasa buruk dalam hidupnya.
Selam tujuh belas tahun kehidupannya, Izayoi yakin bahwa tidak ada siapapu di dalam ingatannya yang membuat ia berutang budi dan ia juga yakin tidak berutang budi kepada Canaria juga.
Tidak pernah ia harapkan menjadi berhutang budi kepada seseorang begitu cepat setelah datang ke Little Garden dan ini merupakan hutang yang besar. Dalam artian, seperti merasa sia-sia.
Dan Izayoi mengangkat Trisulanya, berulang – ulang dan sangat kesal dengan banyaknya blok yang ia bisa hancurkan---
“Aku bersumpah bahwa aku akan membayar hutang beserta dengan bunganya..... DASAR KAU LETICIA PALSU---!”
Tantangannya dinyatakan dengan lemparan yang berkecepatan lebih cepat dari Kecepatan Kosmik Ketiga terhadap Bayangan Leticia.
Dan bayangan yang tiba – tiba mendeteksi serangan berputar di menit – menit terakhir dan nyaris menjadi spesimen yang tertusuk oleh Trisula.
Namun, potongan dari Dinding Luar terlempar setelah serangan pertama oleh tendangan Izayoi.
Dan itu adalah potongan yang lebih keras daripada peluru, masing – masing dan setiap puing batu bata mendekat dengan kecepatan yang tinggi dan setiap potongan kekuatan penghancur dengan dampak yang besar. Menyebabkan Leticia dengan cepat melebarkan jubah di sekelilingnya untuk membentuk pelindung bayangan yang dia pakai untuk melindunginya setelah membuat keputusan bahwa serangan tersebut tidak dapat dihindari. Suara ledakan saat mereka menyentuh target mereka bergema keras tapi Leticia sendiri tampak tak terluka.
Itu tidak berarti apa – apa bagi Izayoi yang gembira menutupi pandangannya walau Cuma sejenak. Mengepalkan tangan kanannya, ia menerjang ke arah Leticia.
Leticia terus menggunakan jubah Bayangan untuk melindungi dirinya sendiri sambil mengeluarkan ratusan tombak bayangan di sekitarnya, beberapa di antaranya menunjuk ke arah Izayoi. Sudah jelas bahwa dia percaya pada dirinya akan aman selama dia menyerang segalanya yang ada di sekelilingnya.
Meski begitu, Izayoi melompat langsung ke dalam pertahanan yang mirip dengan landak itu berpikir bahwa akan menjadi serangan yang sempurna jika diserang secara bersamaan.
Tidak ada rasa takut di matanya bagi kata ‘menyerah’ tidak pernah ada dalam pikirannya dari awal. Tidak peduli tentang tombak hitam yang terbang ke arah ia seperti  hujan lebat, Izayoi terus menuju dengan gaya tidak pedulinya, yang tidak seperti dirinya sendiri saat darah mulai mengalir dari lukanya, mendaratkan pukulan yang menhancurkan jubah Bayangan.
Gry yang kebetulan melihatnya dari celah tersebut sangat terkejut sampai – sampai ia menggeram rendah :
“Itu.....Bagaimana bisa.....?!”
Menyaksikan rentetan serangan Izayoi, Gry akhirnya mengerti bahwa kata – kata yang diucapkan oleh bocah tersebut bukanlah perkataan keras kepala yang tidak mau mengakui kekalahan. Kata – kata yang keluar dari mulutnya ‘Selama kita bisa mendarat di Kastil, kita bisa menyelesaikan masalahnya’ apa yang barusan ia tunjukkan. Bagi Leticia yang telah sukses dipojokkan olehnya.
Mengenggam Leticia di bagian depan pakaiannya untuk mengeluarkan dirinya ayangan yang rusak, Izayoi melemparnya ke dalam sektor yang berada di Dinding Luar. Leticia yang babak belur sedikit mengejang setelah dilempar ke dalam bangunan sebelum gerak – geriknya berhenti.
 Izayoi menangkapnya dan mengangkanginya untuk manahannya di bawah sambil melihatnya dengan tatapan yang tajam di matanya yang membuat Leticia tidak bisa menahannya tapi melebarkan matanya ketika sedang bingung tak bisa berkata – kata---
“Ketangkap kau.....! Waktunya habis, selamat tinggal dasar Leticia palsu!”
Diikuti dengan rentetan tinju.
Seperti seseorang yang membalas dendam atas serangan yang sebelumnya ia terima, Izayoi mengayunkan tinjunya ke bawah berulang – ulang, bahkan tidak mengizinkan ujung rambutnya lolos dari tinjunya. Konsentrasi yang hebat diikuti dengan pukulan yang terfokus membuat seseorang khawatir tentang kestabilan dari Kastil dengan rasa takut akan runtuh dengan tekanan yang ia berikan.
Menunjukkan aura dendam dengan mengembalikkan pukulan yang berkali – kali lipat kepada orang tersebut, ia menghancurkan tubuh Leticia dengan serangan yang kasar dan kejam yang membuat ia seperti roh jahat Rakshasa.
---Dan baru semenit setelah memulai pertarungan, bayang yang menyerupai Leticia tidak terlihat lagi.
Berdiri di kawah besar yang ia buat, Izayoi membersihkan debu dari pakaiannya---
“.....Meskipun dia memiliki Kekuatan Suci, hanya akan selevel itu saja jika bukan tubuh yang asli.”
“---!”
Gry sangat terkejut sampai ia tidak bisa menutup paruhnya. Jika bukan karena punggungnya yang kesakitan, ia akan benar - benar kagum dengan pemandangan itu.
Dan ketika Izayoi kembali ke reruntuhan, Gry bertanya dengan canggung :”.....Apakah aku melakukan sesuatu yang tidak perlu?”
“Hm?”
“Tidak, sebenarnya ...Aku barusan melihat apa yang kau lakukan barusan dan Aku tidak menyangka bahwa kau bisa dengan mudahnya mangalahkan lawan.....”
Oh, kau bertanya mengenai itu... Izayoi mengertukan keningnya sedikiti saat ia menempatkan tangannya di pinggul.
“Tidak. Kata – kata yang kuucapkan bukanlah sebuah kebohongan. Jika aku mencoba mendarat sendirian, aku berkesempatan besar akan dipukul jauh ke bawah sana. Bahkan, mungkin juga bagiku kehilangan anggota tubuku dalam prosesnya. Jadi... Um gimana...bagaimana aku mengatakannya...Yeah sejujurnya, kau sangat membantu. Terima kasih Gry.”
Izayoi mengusap setitik darah kering di dahinya saat ia berterima kasih dengan sopan kepada Gry.
“Ini adalah hutang yang kujanjikan untuk membalasmu. Tapi ini, mari kita kencangkan ikatan itu dan hentikan pendarahannya untukmu bukankah begitu, sebelum kita pergi untuk mencari Kasukabe dan yang lainnya.”
“Aku mengerti.....Ouch---“
*Lan~tern ♪* terdengar suara dari pintu masuk reruntuhan yang membuat Izayoi dan Gry menoleh terkejut.
Apa yang berdiri di sana di udara adalah boneka yang memegang lentera bersembunyi dibalik pilar mengintip mereka.

Bagian 2
---Kastil Vampir Kuno, ruang Takhta dari jalur yang Elips.
“---Ah....Ugh....Aaaahh.....!”
Dengan sentakkan yang tiba – tiba dari tubuhnya, Leticia mulai sadar. Panas uap keringat yang menutupi tubuh dan kelitnya tampak panas dan memerah seperti perasaan berat kelelahan yang menyelimuti tubuhnya.
Mengibaskan rambut emasnya yang bersinar terang dengan cahayanya sendiri, Leticia mengamati sekelilingnya meskipun kesadarannya masih samar – samar.
“Haah... Haah...Dimana aku?”
Ruangan yang tidak mempunyai jendela untuk meneranginya dikelilingi bayangan dan hanya ada bau yang unik dari struktur yang dibangun dari pasangan batu yang merangsang indra penciumannya.
Dan sepertinya ini adalah tempat yang dia kenal dengan cukup baik karena bau dari ruangan itu membuatnya sangat rindu.
Memutar kepalanya untuk melihat seluruh ruangan dengan matanya, Leticia baru menyadari dimana dia setelah melihat kristal yang bercahaya di atas kepalanya.
“Elip...Ruang Tahkta Elips? Bagaimana aku bisa ada di.....”
“Ah, Leticia. Kau sudah sadar?”
Leticia buru – buru melihat sekelilingnya sekali lagi sebelum menyadari kehadiran dari Yō, Jack dan Garol-dono berdiri disampingnya.
“Yō... Jack......! Eh? ...... Bhakan Garol di sini---“
“Oh, Leticia, mengingatkanku pada masa lalu saat aku melihatmu. Sudah dua puluh tahun sejak kita  pertama kali bertemu kan?”
Garol tersenyum lebar yang menunjukkan gigi putih sehatnya yang seperti mutiara. Meskipun pada awalnya Leticia sepertinya tidak paham alasan kehadiran Garol di tempat ini, melihat rantai yang mengekangnya sampai ke takhta tampaknya dia menduga semua yang ingin dia ketahui tentang situasi yang membuat dia terlibat.
“Aku mengerti.....Aku menjadi Raja Iblis sekali lagi, bukan begitu...”
Leticia bergumam dengan ekspresi murung di wajahnya yang sekarang bisa dia hubungkan dengan alasan dari perasaan di buat babak belur dan rasa nyeri yang dia rasakan sekarang di tubuhnya.
Rasa pukulan semacam itu.....artinya seseorang telah mengalahkan bayanganku?
Tapi siapa yang bisa me---Meskipun pertanyaannya baru saja terbentuk di pikirannya, Leticia segera menemukan jawabannya. Atau lebih tepatnya, siapa lagi yang bisa selain orang itu? Setelah mencapai kesimpulan, Leticia tidak bisa menahan tawaan kecilnya meskipun dia berada di semacam keadaan yang membuatnya kesulitan.
“Coba pikir – pikir lagi, sungguh sangat mengejutkan pada waktu itu ketika Canaria-san mengatakan sesuatu seperti ‘Aku telah mengalahkan [Raja Iblis Draculea]!’. Aku benar – benar berpikir bahwa dia sudah mengalahkanmu.....”
Kata – kata Garol sempat ragu – ragu sebelum ia mengatakannya, meninggalkan kalimatnya tergantung dan tak terselesaikan. Leticia juga menundukkan kepalanya saat ekspresinya menjadi lebih muram.
Alasan kenapa Garol mempunyai pengetahuan yang luas tentang yang terjadi mengenai Vampir semua berkat penjelasan Canaria setelah menyelamatkan Leticia dari Kastil.
Leticia berpindah dari atas takhta saat dia menatap kearah langit – langit---
“Dikarenakan berbagai hal pada waktu itu, Canaria memilih dengan membiarkanku melarikan diri dari Game ini dengan cara menemukan kondisi yang akan menyebabkan Game memasuki [penundaan waktu yang tak terbatas dari Game tersebut ] daripada menyelesaikannya.
“Oh jadi begitu... Lalu, bagaimana dengan keberadaan Canaria-san? Apakah dia juga menghilang tanpa jejak tiga tahun yang lalu?”
“Ah.....Mhm Yeah. Tapi kau tahu bahwa orang semacam itu pastinya sedang bersenang – senang sendirian di suatu tempat tidak peduli kemana dia pergi kan?”
“Nah, Kupikir itu cukup benar juga.” Garol tertawa lebar pada saat itu.
Melihat keceriaan di wajahnya, ekspresi Leticia menjadi lebih murung dari sebelumnya.
“Oh.....iya juga, Garol, apa yang kau lakukan di sini?”
“Tentu saja untuk menyelesaikan Game ini karenanya aku datang ke tempat ini kan, Yō-ojou chan?”
Mendengar Garol memanggil namanya, Yō yang merasa terpanggil dan melihat di sekeliling takhta menatap ke arah mereka.
“Nn. Tapi kami hanya berhasil memecahkan kondisi ketiga dalam penyelesaiannya.”
Yō kembali memeriksa takhta setelah mengatakan hal tersebut. Lantainya sudah diperiksa dan yang tersisa adalah dengan hati – hati memeriksa dinding dari ruangan batu. Tidak lama setelah itu terdengar suara suatu benda ditempatkan ke tempatnya.
“Ketemu! Jack! Darimana asalnya itu?”
“Hm, Kupikir seharusnya itu berasal dari arah Virgo.”
“Terima kasih, tolong bawa kepingan dari Virgo kesini dan selama kita menggunakan titik ini menjadi acuan bagi ke dua belas sektor yang lain.....”
*Kazhak* terdengar suara saat kepingannya ditempatkan ke tempatnya. Leticia yang tidak tahu ada semacam mekanisme di Kastilnya membelalakan matanya terkejut.
“Yō.....bukankah itu barang yang kita tempatkan di dalam kuil? Apa yang kau lakukan.....?”
“Hm? Leticia tidak tahu tentang isi dari Game-nya?” Yō menatap Leticia kembali dengan rasa terkejut.
Leticia benar – benar terkejut tapi dengan sesuatu seperti itu adanya...dia enggan mengakui sampai titik di mana tidak ada artinya menyembunyikannya lagi.
“Sebenarnya tentang Game ini.....ini adalah sesuatu yang aku minta pada orang lain membuatnya untukku dan isi dari Game ini sama sekali berbeda dari Game aslinya yang mempunyai [Wewenang dari Host Master].”
“Begitukah? Kemudian mekanisme di ruangan ini benar – benar tidak berhubungan dengan Game sama sekali.” Yō berkata sambil mendorong bagian lain dari kepingan zodiak sebelum berhenti sejenak menatap kembali ke Leticia.
“Leticia, Kastil Melayang ini aslinya satelit---Tidak. Hm... ini adalah Kastil yang terus berputar mengelilingi Dunia kan?”
Pertanyaan yang tiba – tiba membuat Leticia lengah dan hatinya berdetak kencang karena terkejut.
“Nn, yes. Itu karena ras-ku tidak mau menyebabkan masalah bagi Pohon Filogenetik dunia dan memutuskan untuk mengamati dari jauh. Karena tindakan dari Vampir juga menyebabkan mutasi bagi ras yang lainnya.”
“Begitukah? Maka itu menjadi satelit obeservatorium.....Hm dan itu adalah hal yang tidak bisa kupecahkan.”
*Kazhak* Suara dari kepingan ketiga masuk tepat ketempatnya bergema di dalam ruangan.
“Apa yang aku tempatkan ke dalam tempatnya saat ini seharusnya benda yang memungkinkan Kastil Vampir melayang di orbit sebenarnya, yang juga merupakan jawaban yang didapatkan melalui pemecahan kondisi kedua dari penyelesaian.....kepingan dari [Globe Angkasa].”
Pada saat yang sama Leticia menarik napas dalam – dalam dengan rasa terkejut, suara dari kepingan keempat ditempatkan ke tempatnya bergema di ruangan.
---Mari kita lihat kondisi penyelesaian yang ketiga dari [SUN SYNCHROUNOUS ORBIT in VAMPIRE KING].
Pertama mengambil kata – kata dari [SUN SYNCHROUNOUS ORBIT in VAMPIRE KING] untuk menerapkan gagasan itu menjadi selaras dengan Orbit Matahari, kita bisa melanjutkan pemikiran itu dengan menghubungkan ‘Lingkaran hewan’ ke ‘Zodiak’.
Dan dari sana, kita bisa terus memahami makna dari ‘Rasi bintang yang rusak’, dan pembagian dari Benda langit oleh [Kedua Belas Zodiak].
Tapi jika garis pemikirannya hanya berakhir sampai di sana, sesuatunya akan berakhir dengan ungkapan aneh dari ‘Mempersembahkan Kedua Belas Zodiak’ yang membuat sedikit masuk akal jika kita lihat secara logis.
Karena kondisi penyelesaiannya adalah ‘Persembahkan (kepingan yang rusak dari rasi bintang)’, maka kalimat dari ‘kepingan yang rusak dari rasi bintang’ merupakan cara yang halus dalam mengisyaratkan bahwa itu adalah benda nyata yang bisa dipersembahkan ke takhta.
Saat Yō memasukkan kepingan yang kesepuluh, dia tersenyum bangga saat ia menggembungkan dadanya yang mungil.
“Kemudian aku menerapkan metode penyelesaian yang sama dari teka – teki [The PIED PIPER of HAMELIN] untuk Game ini. Sama seperti ‘kisah palsu’ dan ‘kisah asli’, sesuatu yang dapat ‘hancur’ dan ‘dibangkitkan’. Dan ketika berbicara tentang objek dari ‘kepingan yang rusak dari rasi bintang’ yang dapat ‘rusak, dipersembahkan’ dan berkaitan dengan rasi bintang---seseorang bisa mendapatkan jawabannya bahwa ini Globe Angkasa.”
“Oh...ya ampun, apakah itu benar...?!” Leticia dengan jujur memberikan seruan setelah mendengar hal tersebut. Karena dia tidak berharap bahwa Yō yang sedang berduka cita sebelum Game dimulai berhasil menyelesaikan Gift Game yang diselenggarakan olehnya.”
“Benar – benar mengagumkan.....! Kau membuatku melihatmu dengan cara yang berbeda dari biasanya. Yō! Tidak, tuanku!”
“Pang...panggilan seperti itu tidak membuatku nyaman, jadi tolong jangan panggil aku seperti itu.....dan alasanku dapat memecahkan teka – teki ini semua berkat Garol-san, Jack dan yang lainnya yang telah menolongku. Dan yang paling penting, aku mengikuti jejak Izayoi setelah melihat ia memecahkan teka – teki dari [The PIED PIPER of HAMELIN].”
“Itu bukan sesuatu yang harus kau rendahkan! Belajar dari kesuksesan rekanmu menjadi cara bagimu untuk berhasil, itu adalah cara yang paling baik agar Komunitas bisa berkembang!” Leticia terlihat bersemangat yang merupakan hal yang langka saat dia terus memuji Yō.
Yō yang selalu mempunyai bayangan kesendirian tentang dirinya dapat bekerja sama dengan yang lain untuk menyelesaikan Game dan mengakui setelah belajar dari kesuksesan rekan sebelumnya...
Sebagai anggota yang paling tua dari Komunitas, tidak ada perasaan yang lebih mengharukan daripada itu.
(Aku berpikir bahwa mereka hanyalah sekelompok anak bermasalah selama ini.....tapi tampaknya mereka masih tumbuh dan berkembang dengan cara mereka sendiri.....)
Dan ketika Leticia terus menatap Yō, dia bersandar di singgasananya seakan beban yang berat telah hilang dari bahunya saat dia merasa nyaman dengan pikiran bahwa kesan yang dia dapatkan saat bertemu pertama kali dengan mereka tidaklah salah. Selama mereka bertiga ada, dia bisa dengan aman meninggalkan Komunitas ke mereka. Leticia memiringkan kepalanya saat dia menghela napas panjang.
Seakan malu dengan pujian yang dilontarkan, Yō menggaruk – garukkan kepalanya sebelum mengambil kepingan kedua belas.
“Dan ini potongan yang terakhir”
“Yahoho! Dengan itu, Game nya akan berakhir!”
Yō mengangguk saat dia menempatkan kepingan kedalam mekanisme di dinding. Dengan suara *Kazhak* yang menggema di dalam ruangan, itu bersuara klik saat ditempatkan di tempatnya sebelum kesunyian menghampiri mereka---
“.....”
“.....”
“.....”
Tapi, tidak ada yang terjadi.
“...................................................................eh?”
Wajah Yō pucat seperti darahnya tampak dikeluarkan darinya. Mungkinkah bahwa pemikiran yang membuatnya percaya diri ternyata.....salah? Itu adalah kemungkinan yang tidak mau dia harapkan. Dan saat semuanya memiringkan kepala mereka dan melihat satu sama lain dengan kebingungan, Leticia tiba – tiba berbicara---
“...sudah mulai.”
“Eh?”
“Game-nya berlanjut! Ambil kesempatan selama aku masih mampu menahan sang naga besar, agar bisa menyelesaikan kondisi kemenangannya! Kalau tidak aku .....mungkin menyebabkan [Underwood].....!
“---
GYEEEEEEEEEEEEEEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaEEE
EEEEEEEEEEEYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAaaaaaaaaaaaaa!”
Suara naga yang meraung bergema di seluruh Kastil Kuno dankilat berecabang di langit diikuti dengan awan mendung, menerangi bagian dalam ruangan.
Naga besar yang hampir menghancurkan [Underwood] beberapa hari yang lalu muncul kembali.
Kirino yang sedang menunggu di beranda kehabisan napas saat dia berlari ke dalam ruangan dengan wajah yang sangat ketakutan.
“Semu...Semuanya! Raungan barusan...mungkinkah....”
“Ga ...Game-nya benar – benar berlanjut?”
“Tapi kenapa berlanjut? Bukankah ini masih di tengah – tengah gencatan senjata? Mungkinkah Host telah melanggar.....”
Yō terdiam karena kata – kata itu dan yang lainnya juga terdiam ketika mereka tampaknya terlam mencapai kesimpulan yang sama.
“.....Mungkinkah.....karena tindakanku mencoba untuk menyelesaikan Game-nya.....bahwa periode gencatan senjatanya telah dihentikkan secara paksa.....? Semuanya karena kesalahanku dalam memikirkan bahwa naga memiliki.....”
“Tidak! Yō tidak salah! Justru karena itu jawaban yang benar bahwa Game-nya berlanjut!”
“Eh?” Yō melihat Leticia dengan ekspresi yang panik. Leticia juga sama – sama panik tapi matanya menunjukkan ketenangan saat dia berbicara dengan suara yang tegas untuk manyarankan Yō agar tetap tenang dan rasional :
“Yō, lihat aku. Dugaanmu itu benar dan itulah kenapa Game-nya berlanjut..... Kau mengerti? Itu karena Game ini hampir selesai jadinya gencatan senjatanya berakhir.”
“Uu... ? Eh? Tapi apa artinya?”
“Dengan kata lain, kau masih kekurangan sesuatu yang akan membawamu benar – benar menyelesaikan Game ini.”
Leticia dengan tenang memberitahu Yō bahwa dia hanya kurang satu langkah untuk menyelesaikan Game ini  dan Yō juga menyadari bahwa ini bukan waktunya untuk murung saat dia menampar pipinya untuk memfokuskan kembali pikirannya.
“.....Garol-san, bolehkah aku lihat Geass Roll-nya lagi? Aku mungkin melupakan sesuatu tadi.”
“Okay, ini.”
Menjawab dengan singkat dan sikap yang tegas, Garol segera mengeluarkan perkamen kulit kambing.
<< GIFT GAME NAME : “SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING”>>
Kondisi kemenangan bagi Peserta:
*Kumpulkan kepingan yang rusak dari rasi bintang, dan bawa Lingkaran Hewan untuk dipersembahkan di takhta.
*Mengikuti prosedur yang tepat dan gunakan Lingkaran Hewan yang telah di kembalikan ke takhta sebagai panduannya, serangan jantung dari sang revolusioner yang diikat di rantai.
“Apa kau mengerti?”
“.....”
Tidak aku tidak mengerti. Diam – diam Yō menjawab dalam hatinya tapi dia tidak berani mengatakan kata – kata tersebut.
Raungan Naga dari luar Kastil bercampur dengan gemuruh guntur dan gabungan suara tersebut mengguncang di seluruh Kastil Kuno. Meskipun dikatakan bahwa itu ditahan oleh Leticia, Naga-nya masih akan mendarat ke bawah dengan segera. Dan penting untuk menemukan jawabannya dengan cepat, bahkan jika itu satu menit atau satu detik sebelumnya. Lengan kokoh Garol menggengam bahu Yō untuk menyemangatinya.
“Jangan khawatir, tenang dan kau akan memecahkan teka – tekinya. Ojou-chan memiliki bakat untuk memahami cara kerja Game ini. Aku yakin bahwa itu benar. Jadi jangan menyerah sekarang!”
“Uu.....”
Yō mengepalkan giginya begitu kuat sehingga laipsan enamel hampir memudar karenanya. Jika ini terus berlanjut, dia akan membahayakan teman – temannya yang ada di bawah.
Dan rasa takut itu, tekanan dan tanggung jawab dibebankan kepadanya.
Pada saat dia menyadarinya, Yō melihat bahwa tangannya berkeringat dan mulai gemetar.
---Aku tidak mengerti.....!
Di mana salahnya? Pemikiranku tentang ‘Lingkaran Hewan’, ‘kepingan yang rusak dari rasi bintang’ dan mengenai ‘mempresembahkannya ke takhta’.
“Mungkinkah sampai saat ini semuanya sudah benar? Atau ada bagian kecil yang salah? Tetapi jika sebagian kecil yang salah, itu berarti bahwa semua yang telah dipikirkan akan hancur dan dengan kata lain, jika semuanya benar masih ada sesuatu yang kurang dan apa sesuatu yang kurang itu? Jika aku tidak menemukannya dengan cepat, semuanya akan berada dalam bahaya dan.....!”
“Tenanglah, Kasukabe Yō! Kau menjadi seperti ini..... Apa kau masih bisa disebut sebagai putri Kasukabe Koumei?!”
“---.....eh?”
Pada saat itu.
Otak Yō sesaat dalam keadaan kosong.
Penafsiran dari Game, situasi saat ini, Naga dan segalanya menghilang dari pikirannya dan otaknya benar – benar kosong seperti kertas putih.
“.....Garol-san?”
“Yes, aku kenal dekat dengan ayahmu dan aku bukan satu – satunya di sini yang kenal dengan ia..... aku benar kan, Leticia?”
Garol menoleh menatap secara teliti ke Leticia.
Sebaliknya, ekpresinya menggambarkan seperti mendapatkan sebuah pukulan karena berita tersebut.
“Kou...Koumei....? Yang kau maksud Kasukabe [Shaomei] itu...Koumei yang itu?”
“.....begitukah? Leticia hanya tahu nama saat ia menjadi seorang pematung?”
Garol tampak agak sedih saat ia menatap mata Yō saat ia menyemangatinya sambil berkata :
“Yō Ojou-chan. Ayahmu adalah orang yang mengagumkan. Aku sudah lupa berapa kali ia telah menyelamatkanku. Dan bukan hanya aku saja seseorang yang menyelamatkan [Underwood] dari Raja Iblis sepuluh tahun yang lalu tidak lain adalah ayahmu.”
“.....Bohong. Kau pasti berbohong.....”
“Aku tidak bohong! Okay jika kau ragu dengan kata – kataku, kau bisa datang ke rumahku untuk melihat potret dirinya yang tergantung di ruanganku! Ayahmu adalah pematung pengembara yang suka memakai pakaian compang – camping, suka berbicara singkat dan orang yang ceroboh. Ketika berada di situasi yang canggung, ia akan berbicara dengan berbisik dan seorang yang memiliki perawakan yang bagus dan orang yang iri dan berpenampilan seorang pria yang benar – benar tampan....!
Garol menjelaskan teman tersayangnya dengan perasaan yang campur aduk.
“Dan yang paling penting..... ia adalah orang yang menggunakan kekuatannya untuk teman – temannya!”
---“Yō juga harus menjaga kawan - kawanmu”. Kata – kata ayahnya melintas di pikirannya.
“Sebagai putrinya, Ojou-chan harusnya bisa menyelesaikan Game standar semacam ini! Kau dapat menyelesaikan Game ini dan menyelamatkan semuanya! Kasukabe, temukan rasa percaya dirimu dan keluarkan!”
Garol mengguncang bahu Yō sambil berteriak untuk menyemangatinya. Dan ketika kata – katanya tersampaikan ke Yō, dia mengambil napas dalam – dalam.
---Ini yang pertama. Pertama kalinya ada seseorang yang menggambarkan ayahya dengan cara yang lembut sedemikian rupa  karena tidak ada siapapun di dunia yang sebelumnya pernah menggambarkan dirinya seperti itu. Dan karenanya dia memiliki banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya untuk Garol.
Tentang ayahnya,  dia ingin bertanya lebih lanjut tentangnya, ingin berbicara dan bangga padanya.
Tapi jika dia ingin membanggakan ayahnya----Jika dia ingin membantu teman – temannya, ini bukan waktunya untuk percakapan semacam itu.
Mengangkat kepalanya untuk melihat ke langit, dia melihat ke Geass Roll sekali lagi.
<<GIFT GAME NAME : “SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING”>>
Kondisi kemenangan bagi Peserta :
3.*Kumpulkan kepingan yang rusak dari rasi bintang, dan membawa Lingkaran Hewan untuk dipersembahkan ke takhta.
Mengikuti prosedur yang tepat dan gunakan Lingkaran Hewan yang telah di kembalikan ke takhta sebagai panduannya, serangan jantung dari sang revolusioner yang diikat di rantai.
“......bagaimana itu?”
Yō yang sedang fokus dalam memikirkan hal tersebut tidak mendengar pertanyaan Garol.
Karena dia sedang memikirkan dan mencerna setiap kata di dalam pikirannya dengan mengulang mereka seratus, tidak, seribu kali.
Mengacak urutan kata-nya, mengubah sudut pandang untuk melihat masalahnya dan menghubungkan semua kata – kata menjadi kalimat yang tepat---
“---Mengikuti prosedur yang tepat ..... Lingkaran Hewan?”
“......yes?”
“Tepat, Lingkaran Hewan......benar juga. Hal ini mengacu kepada ‘urutan yang benar dari zodiak’!”
Yō tiba – tiba berdiri.
“Dan karena ada ‘urutan yang benar dari zodiak’.....berarti juga ada’kesalahan dalam bahasa aslinya’..... dan dihubungkan dengan ketiga kondisi penyelesaian yang lain..... ‘Zodiak’ atau harus aku katakan ‘Dua Belas Zodiak’..... Tidak, mungkin divisi angkasanya sendiri yang salah!”
Yō mengambil kembali [Kepingan dari Globe Angkasa] dari dinding untuk memeriksa tepinya apakah mereka cocok saat dia menempatkan kepingan Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo,  Libra, Scorpia bersamaan---
“Yō Ojou-chan. Bagaimana...Bagaimana itu?”
“.....Seperti yang kukira. Kepingan Scorpio dan Sagitarius tidak bisa disatukan. Jumlah rasi bintang disepanjang jalur elips dari Matahari bukanlah dua belas melainkan tiga belas.....”
Dua Belas divisi langit dari Zodiak telah ada sejak zaman kuno. Dan karena Kastil Kuno ini menjadi satelit observatorium, para Vampir harusnya mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang astrologi.
Leticia melihat ke atas dengan segera setelah mendengar kata – kata tersebut.
Mungkinkah itu..... Hal yang disebut sebagai [Matahari Ketiga Belas]?
Yō segera mengambil kepingan sisa yang dibawa oleh Kirino untuk menyatukan mereka bersamaan tapi tidak ada satupun dari kepingan yang menutup jarak antara kedua rasi bintang. Itu adalah kepingan yang belum ditemukan.
Yō berdiri dan segera memberi perintah kepada yang lain.
“Semuanya, segera bergerak dan mencari rasi bintang antara Scorpio dan Sagitarius! Jika dinding luar benar – benar dibangun berdasarkan Globe Angkasa, maka seharusnya terletak di suatu tempat di tengah - tengah dua sektor tersebut. Rasi bintang terakhir pasti terletak di sana---!”
“---Tidak, ini akan berakhir di sini, gadis kecil!” suara tersebut memotong kata – kata Yō.
Jendelanya menjadi gelap oleh bayangan musuh sebelum mereka dihancurkan dengan kasar oleh musuh yang datang.
Jack yang berjaga di pojokkan segera mengambil kuda – kuda untuk menyerang dengan mengeluarkan lenteranya yang menyala dengan api Penyucian.
“Ini kesalahanku.....Kasukabe Ojou—chan! Tolong menjauh dari sini!”
Membiarkan musuh mendekati tanpa merasakan kehadirannya, Jack meratapi ketidakberdayaannya memanggil Api Penyucian dari ketiga lenteranya. Meskipun ini merupakan sisa kekuatannya, tapi Jack segera menyadari bahwa musuh adalah seorang yang tangguh dan memutuskan untuk menembakkan semua Api Penyucian ke arah musuh.
“Ini cukup untuk mengalahkanmu! Dasar kau iblis rendahan!”
Dengan sedikit terpaan dari siluet musuh api yang menuju ke arahnya menghilang oleh terpaan itu, semua api yang telah dipadamkan diikuti dengan teriakkan kemarahan.
“Ap...Apa?!” Jack mengatakannya dengan rasa terkejut.
Tapi cakar yang tebal dan kuat dari musuh berhasil menggengam kepala labu dan mengguncangkannya sebelum dilemperkan ke arah tangga menuju ke beranda.
“Ja... Jack-san!”
“Kirino! Jangan! Larilah!”
Yō merasa berkeringat dingin saat ia mengatakannya ke Kirino.
Kirino yang merasa kakinya menjadi seperti jelly, terduduk lemas di dekat pintu masuk musuh dan menjadi yang terdekat melihat penampilan dari musuh, dia berbicara dengan suara yang gemetaran :
“Gry...Gryphon Hitam?”
Wajah Kirino menjadi pucat dan keringat mulai terbentuk di permukaan dahinya. Dan yang melayang di atasnya adalah Gryphon yang benar – benar hitam dari bulu kepala Elang sampai ke bulu tubuh Singa-nya.
Tapi bagian dari dirinya yang begitu meninggalkan kesan ada pada [Genome Tree] yang terukir di dadanya dan tanduk besar naga yang tumbuh dari tengah – tengah dahinya.
Wajah Garol juga  memucat meskipun ia menatap marah ke arah musuh.
“Gra...Graiya..... Kau masih hidup?!”
“Yah, akhirnya, sudah cukup lama sejak terakhir kali kita ketemu bukan begitu, Garol-dono. Sejak keberangkatanku setelah upacara penobatan, kita tidak punya kesempatan untuk bertemu kan?..... tapi aku tidak punya waktu untuk berbicara dengan santainya sekarang!”
Graiya berbicara dengan lantang untuk mengintimidasi yang ada di sekitarnya sambil mengepakkan sayap hitamnya untuk membuat arus angin yang kuat. Garol yang terkena salah satu hembusannya terpental ke dinding di belakangnnya dan terjatuh dengan  malangnya.
“Wuoh!”
“Bilang saja bahwa aku akan mengampunimu untuk yang terakhir kalinya demi masa lalu kita. Tapi saat ini aku, ada orang penting yang harus di urus,”
Gryphon Hitam memandang sekali lagi ke arah Garol sebelum dengan cepat menatapk ke arah Kasukabe dengan penuh suka cita.
“Sungguh kesempatan yang beruntung dan bahagi, putri Koumei. Dapat menemukan jawaban dari teka – teki Game sampai sejauh ini, seperti yang diharapkan darimu..... Aku tidak bisa terima nasib dari bintang yang seperti ini!”
“.....Ap...Apa?”
“Namaku adalah Graiya Grief! Dan kau yang memegang garis keturunan dari salah satu yang telah berhasil mengalahkan kakakku Draco Grief! Mari pertaruhkan kebanggaan dari garis keturunan kita dan bertanding ulang lagi---!”
Gryphon Hitam berteriak dengan gagah sebelum menuju ke arah Yō. Yō yang sempat menghindar dari serangannya berkata kepada yang lainnnya :
“Pergi dan cari rasi bintang ketiga belas! Orang ini hanya mengincarku!”
“Ta...Tapi, Yō Ojou-chan!”
“Pergi sekarang!”
Yō meneriakkan permintaan terakhirnya kepada mereka sebelum memukul angin puyuh untuk melanjutkan pertarungan diluar karena dia menyadari akan buruk baginya jika bertarung di ruangan yang sempit dengan yang lainnya berada di sekitarnya. Dan Graiya juga mengikutinya tanpa henti.
Angin puyuh dari Gryphon ditambah dengan api dari Tanduk Naga. Kekuatan keduanya berputar menjadi pusaran yang memanggil badai api dan angin yang melemparkan Yō ke udara.
Yō yang berhasil mempertahankan pijakannya segera mengetahui perbedaan dari kekuatan keduanya.
Benar....Benar – benar kuat!
Dia takut bahwa ini merupakan lawan yang paling kuat yang pernah dia hadapi sampai saat ini.
Dalam hal seperti firasat dan ketakutan, Kasukabe Yō telah mempersiapkan dirinya dalam pertarungan terakhir seperti itu.
Dan [SUN SYNCHRONOUS ORBIT in VAMPIRE KING] memasuki tahap akhir.

Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Interlude 8 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.