15 Februari 2017

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 7 LN Bahasa Indonesia


FATE/APOCRYPHA JILID 2 BAB 2
(PART 7)
(Translater : Setiawan Danu; Editor Gilang)
Fiore setuju pada saran Archer. Nampaknya pertarungan lainya juga menemui jalan buntu.
Jadi, mari kita bergabung pada tempat yang telah di tentukan. Tujuan kita dari awal adalah untuk mengintai. Tidak perlu terobsesi dengan menyelesaikan masalah disni dan sekarang.”
“Dimengerti. Terima kasih Master.”
Saat Saber berhasil untuk berdiri, Archer melebarkan jarak di antara mereka hingga cukup untuk dirinya melarikan diri.
“Apa kau mau kabur, Archer!?
Melihat dia bergerak menjauh, Saber berteriak tanpa menyembunyikan kemarahanya.
“Benar, pada tingkatan seperti ini, aku yang akan dikalahkan pertama kali. Mari kita anggap pertarungan kita ini sebagai seimbang karena kita sama-sama terluka.”
Setelah mengatakan kata-kata terakhir, Archer perlahan-lahan menghilang di dalam kegelapan gang. Meski belum menyamai tingkatan skill [Presence Concealment] milik Assassin, nampaknya dia juga mempunyai pengetahuan tentang membuat dirinya menghilang.
Untuk sesaat, Saber ragu untuk mengejarnya, sekarang, dia tidak bisa menggunakan busurnya. Saber sudah yakin dia dapat memotongnya jika Saber dapat mengejarnya. Namun, masalahnya adalah dapatkah dia mengejar Archer sekarang. Ditambah, dia tidak yakin Archer sedang menyembunyikan sesuatu sama seperti teknik lemparan yang sudah dia gunakan tadi.
Sudah tentu Archer sudah mempermalukannya. Jadi menyiksanya bahkan merobek-robek Archer pun tidak akan memuaskan dirinya (Saber). Tapi dia menahanya untuk sekarang.
“…. Untuk sekarang, aku penasaran apa yang di lakukan Master sekarang?”
Dia tidak begitu khawatir. Jika masternya dalam bahaya, Saber akan mendapatkan informasi secepatnya melalui Command Spellnya. Jika dia berada dalam situasi seperti itu dia akan memanggil Saber kembali menggunakan Command Spellnya.
Setelah berdiri dan berjalan selama sepuluh menit, dia menemukan Shishigou yang terlihat lesu dan bersandar di bangunan bersejarah yang sudah hancur.
“Jadi, archer sudah mundur, huh.”
Shishigou tidak terlihat terluka parah. Darah terlihat mengalir dari wajah dan perutnya, tapi luka-luka itu mungkin hanya luka goresan.
“Begitu lah.”
“untuk pertarungan pertama kita berakhir seimbang. Saber, bagaimana menurutmu rasanya pertarungan antar Servant?”
Tanpa menjawabnya, Saber hanya diam meliihat kearah langit. Dia menyadari kenapa sinar biru bulan begitu dingin dan menyilaukan—?
Shishigou hanya tersenyum dan mengangguk seakan dia sudah mengerti.
“nampaknya kita berdua sudah mencicipi sensasi pertarungan Holy Grail sampai merasuk kedalam hati kita.”
“Muh. Aku tidak mengatakan apapun.”
“Aku dapat menebaknya dari wajahmu. Untuk saat ini, dengan asumsi Assassin telah mundur, mengejarnya pun akan sangat merepotkan. Dia juga tidak akan berdiam di Sighisoara selamanya….dan Archer juga menembak dirinya juga, sepertinya Assassin tidak bekerjasama dengan Fraksi hitam. Jadi, akan ada kesempatan lainya untuk membunuh dia”
Atau dia mungkin di bunuh Servant lainya juga. Kemungkinan, sebuah kelompok ketiga membunuh Master aslinya dan membawanya untuk mereka sendiri. Apakah mereka berniat untuk mencampuri tanganya ke perang Holy Grail ini?. Atau — menurut kasus pembunuhan berantai, kemungkinan juga mereka tidak memikirkan apapun.
Shishigou berharap itu kasus lama. Itu baik-baik saja, semenjak mereka bertarung dengan alasan di belakangnya. Tapi, jika mereka tidak memperdulikan segalanya dan membunuh karena mereka menginginkanya—Assassin fraksi hitam dan Masternya mungkin saja menjadi musuh yang paling berat di perang Holy Grail kali ini.
Namun, sama seperti yang dikatakan  Fiore tidak hanya Triffas, tapi seluruh wilayah Rumania kemungkinan sudah di bawah kontrol Yggdmillenia. Jika tidak, gelar pemilik kedua akan menangis.
“jadi, kita akan kembali menuju ke Triffas, Saber
“Siap… tapi, bagaimana cara kita kembali? Bus yang kita naiki tadi tidak akan lewat sini lagi pada jam-jam saat ini.”
Shishigou berjalan menuju jalan utama, menghancurkan kaca jendela mobil yang di parkir dan membuka kuncinya. Ngomong-ngomong, dia tidak berniat mengembalikan mobil itu, jadi pada dasarnya dia mencuri mobil itu.
“kesini, naiklah.”
“…. Tolonglah hindari hal yang akan membuat kita di keluarkan dari perang suci ini karena kita tertangkap oleh polisi, Master.
Saber  mendesah akan kelakuan Masternya.

Fate/Apocrypha Jilid 2 Bab 2 Part 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.