16 Januari 2017

Mondaiji-tachi Ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Interlude 7 LN Bahasa Indonesia


INTERLUDE 7

Bagian 1
---3000 meter di atas [Underwood]
Semburan darah yang ada di sekitar dadanya membuat Sala kebingungan tak bisa berkata-kata.
Dia sudah siap mental jika dirinya meninggal terkena serangan yang tak dapat dihindari. Tombak yang dilemparkan kearahya dengan kecepatan melebihi batas normal---hampir menusuk  dada Sala.
“.....kenapa ?”
“...Urgh...”
Jika bukan karena orang itu---Sakamaki Izayoi yang melindungi dia dibelakangnya...
“Kau... Kau...”
“Kalian! Pergilah! Bukankah aku bilang kepada kalian untuk pergi! Oi! Yang di belakang! Apa kau tidak punya telinga yang tumbuh di kepalamu untuk mendengarku?!”
Izayoi, yang telah melompat dari punggung Gry dalam waktu yang singkat untuk menerima serangan yang tertuju ke Sala, menekan rasa sakit di tangan kirinya yang tertusuk ketika ia berteriak kepada yang lain.
Dan teriakan Izayoi telah mengembalikan aliran waktu yang terhenti menjadi normal kembali ketika mereka mulai membubarkan diri seperti kawanan burung  melihat predator yang lebih besar---Leticia yang tiba-tiba muncul. Tapi ini juga masuk dalam perhitungan yang ia buat.
Mata merah yang mengunci setiap sosok yang kabur dan melancarkan tombak yang begitu banyak dari bayangan naga, dia mengincar mereka. Serangan pertama yang telah ditahan oleh Izayoi tapi itu akan menjadi hal yang berbeda sama sekali jika ia mencoba melakukan hal yang sama pada ratusan tombak. Itu akan menjadi hal yang terlalu banyak untuk ditahan, bahkan bagi ia.
Ia membuka mulutnya untuk berteriak di udara ketiak ia bersandar pada Sala untuk menahan berat badannya---
“Sala! Apa kau punya senjata?! Sebaiknya yang mempunyai pegangan yang panjang? Aku butuh yang tahan lama dan juga kuat!”
“A...Aku mengerti”
Sala memunculkan Trisula dari Gift Card-nya  yang dia serahkan kepadanya.
Mengenggam trisula dengan tangan kanannya, ia kembali melompat ke punggung Gry ketika Gry datang untuk menjemputnya.
“Tangan kiriku tampaknya tidak dapat mengerahkan lebih banyak tenaga lagi. Yang paling bisa Aku lakukan hanya menggunakannya untuk memegang kendali jadi Aku akan menyerahkan manuver-nya kepadamu.”
“Okay, serahkan padaku---dan ini dia!”
Tombak bayangan yang diluncurkan secara bersamaan. Dan menurut perkiraan dari apa yang Izayoi bisa lihat, ada lebih dari seratus tombak.
Sambil terus mengayunkan trisulanya, Izayoi menghancurkan banyak tombak yang berkecepatan lima kali lebih cepat dibandingkan kecepatan tombak Leticia pada serangan yang pertama.
Sala yang tidak bisa menghindar dengan sempurna telah melepaskan dinding api sebelum dia  mengubah lintasan tombak. Tapi jika bukan karena bantuan Izayoi, situasi menjadi imbang tidak mungkin terjadi.
Memastikan bahwa ratusan tombak telah sepenuhnya dihancurkan, Izayoi melirik ke arah Kastil yang dilindungi oleh Leticia ketika ia berpikir tentang situasinya.
Kenapa ini terjadi ? Meskipun tampaknya itu bukan Leticia yang asli, tapi mengingat fakta bahwa ini masih dalam masa gencatan senjata, yang menjadi Host tidak mungkin bisa memancing perkelahian dengan kami, 'kan? Dengan kata lain, harusnya ada [sesuatu] yang tidak terkait dengan Game.....
Contohnya--- Gift yang aktif sendiri yang telah disiapkan oleh Host dari awal jika dihadapi  oleh situasi seperti  [Percobaan Yurisdiksi] yang tidak terkait dengan Game.
Dan itulah spekulasi Izayoi yang merupakan perangkap yang diletakkan untuk mereka selama pembuatan Game dan telah menunggu seseorang untuk mengaktifkannya.
Sebuah Gift pertahanan yang dimiliki oleh Kastil Vampir.....seharusnya itu dugaan yang paling mendekati, 'kan?
Izayoi yang telah mencapai kesimpulan sementara memutuskan untuk berhenti berpikir tentang itu dan ia kembali bertanya Sala.
“Tuan Perwakilan, apa kau tau hal itu yang mirip  dengan Leticia?”
“Tidak......tapi sensasi yang ditimbulkan dari tombak-tombak  yang ditembakkan ke kita tampak sangat mirip dengan Tanduk Naga Shodai-sama.”
“Shodai-sama?”
“Leluhur dari [Salamandra], naga terkuat dari kaum naga---Raja Naga Lautan dan Bintang. Sisa-sisa atau peninggalan dari Keturunan Murni Naga bisa digunakan sebagai Gift yang kuat. Tanduk Naga Sandora adalah salah satunya.”
“Sisa-sisa dari Naga.....sesuatu yang setara dengan Śarīra, peninggalan suci dari Agama Buddha?”
“Yes. Dan itu Relic yang cukup Kuat.”
“Aku mengerti...” Izayoi menganggukan kepalanya.
Coba pikirkan lagi, Ojou-sama pernah memberitahuku sebelumnya bahwa Leticia mampu untuk mengontrol bayangan naga. Lalu, mungkinkah bayangan itu mengambil bentuk Leticia ?
Tapi jika hanya itu, segalanya masih terasa meragukan.
Kekuatan yang berada di balik tombak yang di lemparkan kepadanya pada saat pertama kali jauh melebihi dari apa yang ia baru alami. Jika itu Leticia yang sebelumnnya yang ia tahu, bahkan jika ia memberikan kepadanya posisi yang menguntungkan, ia akan mampu menahannya tanpa masalah.
Meskipun itu juga bisa meningkatkan tingkat kekuatan karena kembalinya status Raja Iblis-nya.....kemungkinan terbesar mungkin saja [Kekuatan Suci] yang musuh ambil dari Leticia.
Dan jika begitu, segala sesuatunya akan masuk akal.
Alasan musuh menculik Leticia.
Alasan untuk melepaskan segelnya sebagai [Wewenang Game Master]
Jika segala hal berjalan seperti itu..... istilah sementara yang diciptakan oleh [Aliansi Raja Iblis] identitas sebenarnya mungkin saja.....
Raja Iblis misterius yang telah menghancurkan [No Names] tiga tahun yang lalu.
Setelah mencapai kesimpulan, Izayoi merasa bersemangat kembali dengan semangat bertarungnya seperti cahaya hangat memancar yang menyebar di dadanya.
Ha! Sungguh keberuntungan yang bagus! Bagi mereka mendatangi kami bahkan sebelum kami mencari mereka, ini sungguh menyelamatkan kami dari masalah!
Izayoi menunjukkan giginya ketika ia tertawa dengan ekspresi jahat sebelum ia melirik ke Sala---
“Tuan Perwakilan, kau seharusnya juga kembali ke bawah.”
“Eh?!”
“Kau hanya akan mengganggu disini.”
Kata-kata Izayoi ini tanpa ampun ketika ia tahu fakta bahwa pertempuran di udara adalah posisi yang tidak menguntungkan bagi dirinya dan bertempur dengan bayangan Leticia yang telah mendapatkan Kekuatan Suci ? Menurut pertimbangan Izayoi, melindungi Sala sambil bertarung hanya akan menyebabkan ia mencapai batasnya---
Tapi Sala menggelengkan kepalanya---
“Tidak, Aku tidak bisa. Aku telah dipercayakan untuk mencari temanmu oleh Asuka dan karena ada musuh yang kuat di depan kita, Aku tidak bisa kembali dengan mudahn.....”
---Ploom! Momen selanjutnya,  suara ledakan besar terdengar di udara.
Pikiran tentang Leticia yang berada di depan mereka langsung segera hilang dari pikiran mereka ketika suara tersebut terdengar keduanya melihat kebawah ke arah [Underwood]---
"---Gahouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhou----!"
Tentara besar para Titan terlihat ketika mereka melancarkan serangan ke [Underwood].
“Para Titan ? ..... Bagaimana bisa ?! Bagaimana bisa mereka melakukan perjalanan untuk sampai kesini dalam waktu yang singkat ?!”
“Aku juga tak mengerti. Tapi sejak mereka ada disini, Kupikir ada suatu cara untuk melakukannya. Dan dari apa yang Kulihat,  segala hal yang ada di bawah telah menjadi kacau. Tanpa seseorang yang memerintah, bukankah itu buruk?”
Jadi apa yang ingin kau lakukan? Izayoi bertanya dalam-dalam dengan matanya.
Sala berpaling untuk melihat ke Kastil Kuno dan kembali ke [Underwood] sebelum mengangguk dengan ekspresi pahit diwajahnya.
“.....Aku mengerti.  Jangan melakukan hal yang berlebihan bagi dirimu sendiri.”
“Akan kucoba sebaik mungkin.”
Izayoi menjawabnya sambil merobek lengan seragamnya untuk mengikat bahu kirinya guna menghentikan pendarahan. Memastikan untuk melihat Sala pergi dengan matanya sendiri ketika dia dengan cepat turun kebawah, ia kemudian tersenyum pahit ketika ia berkata kepada Gry :
“Maaf kawan, membuatmu bersama denganku disini.”
“Jangan pikirkan itu. Lagi pula, itu hanyalah musuh lain yang akan kita lawan cepat atau lambat.”
Gry mendengus sambil ia tertawa.
Namun, masalah terbesar yang membuat ia gelisah mungkin perbedaan kelincahan diantara mereka. Meskipun Leticia tidak bergerak dari tempat semula, tapi kecepatannya pada saat terbang juga telah meningkat karena memiliki Kekuatan Suci.
Izayoi memutar trisula-nya ketika ia memegang kendali Gry dengan tangan yang satunya.
“Okay, Jadi pertama-tama mari kita bandingkan kecepatan kita. Aku akan menangani semua tombak yang ditembakkan oleh musuh sedangkan aku akan menyerahkan kepadamu untuk maju dengan tujuan mendarat di Kastil!”
“Mengerti!”
Gry mengepakkan sayap besarnya dan mengatur angin puyuh ketika ia mendekatkan jaraknya. Leticia yang didukung oleh Kekuatan Suci juga telah bersiap menyambut untuk bertarung melawan Izayoi dan Gry yang bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
Bentrokan antara kedua belah pihak menyebabkan langit di [Underwood] bergema dengan suara bentrokan dari logam karena masing-masing dari Tombak Hitam Bayangan, yang ditembakkan ke arah mereka, dihancurkan.
Membumbung tinggi menuju langit yang tak terbatas sambil mengayunkan trisula dengan kekuatan yang akan menggetarkan gunung dan sungai.
Menggetarkan udara seperti ombak  yang mengamuk, pertempuran di mana para pejuang mempertaruhkan hidupnya, menampilkan jumlah yang menakjubkan dari kekuatan dan keinginan ketika pertempuran sengit berlanjut di langit yang luas.

Bagian 2
---[Underwood], Dataran Tenggara.
Serangan yang ketiga membuat mereka benar-benar terkejut.
Selain itu, jauh berbeda dari serangan mendadak sebelumnya yang diluncurkan dari balik kabut bagi para Titan yang tiba-tiba muncul di dataran sebelum bukit, tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya dan meluncurkan serangan secara bersama-sama.
"Gahouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhou----!"
Melambaikan pedang besar mereka dengan begitu mudah yang mencapai ukuran dari dua orang dewasa, Para Titan mengarungi sungai dan menghancurkan tanggul.
Para penjaga yang bertugas bergegas kembali ke kota secepat yangmereka bisa sementara meniup peluit mereka untuk memberikan peringatan kepada yang lain.
“Kabar buruk! Segalanya benar-benar buruk! Para Titan akan menerobos masuk ke kota kita dengan segera!”
“Hmph! Bukankah Perwakilan bilang kepada kita bahwa para Titan telah mundur ke dataran tinggi?!”
Sebuah Hippogriff yang berpenampilan lusuh yang merupakan pemimpin dari [Two Wings] berteriak dengan kencang dari plaza yang terletak di kaki Pohon Besar.
“Seperti yang diharapkan dari mereka, mereka memilih waktu seperti ini untuk menyerang.”
“Tentu saja mereka lakukan. Sekarang kekuatan kita terbagi - bagi, ini salah satu kesempatan terbaik bagi musuh untuk mengambil keuntungan.”
“Baiklah, Kupikir itu adalah isyarat bagi kita untuk muncul---PERCHER!”
Muncul dari cincin Pied Piper dengan pusaran angin hitam, Percher melangkah keluar dengan tidak menggunakan pakaian Maid lagi tapi berpakaian polka dot yang dia pakai pada saat pertemuan mereka yang pertama.
Meskipun biasanya Percher terlihat bersikap acuh di wajahnya, sepertinya dia masih mengingat trauma dari pengalaman sebelumnya ketika ia bersikap panik berpaling dari Asuka.
“Jin-chan, apa kau sudah punya rencana ?”
“Yes. Dimulai dengan ancaman Para Titan, seharusnya bukan masalah besar semenjak Percher ada bersama kita. Masalah yang utama adalah bagaimana cara mengambil kembali [The  Death Eye of Balor] yang telah dicuri oleh musuh.....”
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Jin, alis Percher tiba-tiba menyatu.
“.....apa ? Musuh memiliki [The Death Eye of Balor] di tangan mereka?”
“Nn. Tapi Sala-sama bilang bahwa itu bukan Mata Balor Raja Iblis yang asli tapi mata ajaib yang mempunyai kegunaan yang mirip.”
“Apa yang kau maksud dengan kegunaan yang mirip..... Sinar yang dikeluarkan oleh [Mata Kematian Balor] sama dengan [Sinar Medusa]. Sekali itu terbangun dan mengeluarkan kekuatannya, tidak ada cara untuk mempertahankan dari sesuatu seperti itu dan tanpa Kelas yang sama dari Dewa atau bahkan Roh Kelas Bintang, tidak mungkin bagi kita untuk melawan sesuatu seperti itu!”
Menghadapi tudingan Percher, Jin menganggukan kepalanya dengan setengah hati menyetujui itu.
“Nn. Aku juga merasa seperti itu dan itu sebabnya Aku berpikir untuk membuat legenda untuk [Mengalahkan Balor].”
Jin berbalik melihat ke Kuro Usagi.
Dan Kuro Usagi tampaknya juga mengerti dengan rencana tersebut ketika dia mengangkat telinga kelincinya tinggi-tinggi sambil menganggukan kepalanya.
“Mungkinkah ini.....giliran Kuro Usagi untuk muncul?”
“Nn. Kuro Usagi mempunyai [Kertas Mahabharata]---memungkinkan dia untuk menggunakan Tombak Indra. Secara teori, seharusnya bisa menembus [Mata Kematian Balor] jika legendanya benar, tombak suci yang mengalahkan Balor adalah salah satu yang digunakan oleh pelindung utama Dewa Celtic yang disertai dengan kekuatan ketepatan yang mutlak.”
Percher menunjukkan ekspresi ketidaksenangan setelah mendengar itu.
Mendengar arah percakapan ini setelah dikalahkan oleh tombak yang sama sebelumnya, sungguh perasaan yang rumit untuknya.
---Seperti yang Jin namakan : [Mengalahkan Balor]. Legenda bagaimana Balor dikalahkan. Di antara suku-suku Titan, ada satu Raja Iblis yang mempunyai kekuatan yang besar dan tubuhnya yang kuat sekuat baja. Daya tahan tubuhnya yang begitu kuat bahkan menggunakan [Claíomh Solais. The Demonslayer] tidak akan berefek apapun pada prajurit yang kuat itu.
“Metode yang mengalahkan Raja Iblis Balor adalah penggunaan dari [Tombak Suci Brionac] yang menembus Mata Kematiannya ketika ia mulai menggunakan Gift-nya. Aku berharap untuk mengganti penggunaan dari [Brionac] dengan [Tombak Indra]..... Kuro Usagi, kau siap dengan tugas itu ?”
“YES! Serahkan padaku!”
Kuro Usagi bersikap ceria seperti telinga kelincinya ketika dia menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.
“Bagus. Awal pertempuran akan ditangani oleh Asuka-san dan Percher untuk menciptakan kebingungan diantara barisan mereka. Setelah memaksa musuh dalam situasi terpojok, musuh pasti akan mengeluarkan [Mata Kematian Balor]. Dan itulah saat dimana Kuro Usagi bergerak ketika dia ditempatkan di puncak dari Pohon Besar [Underwood]. Setelah memastikan bahwa musuh akan menggunakan [Mata Kematian Balor], kemudian kau akan menggunakan Tombak Suci Indra untuk meluncurkan serangan akhir.....Apa yang kau pikirkan tentang itu?”
“.....Hmph, Kupikir itu adalah taktik yang tidak akan ditentang dengan mudah.”
Percher menunjukkan wajah terkejut yang dengan cepat dia tutupi dengan senyum tak peduli yang biasanya ketika ia meliat ke arah Asuka dan Kuro Usagi.
“Oh benar juga.  Aku hampir lupa bahwa kalian juga memiliki kelinci yang aneh.
“Aneh.....”
“Nah baiklah, Gadis Merah Kecil, mari kita bergerak.”
“Aku dipanggil Asuka. Tolong panggil aku dengan namaku wahai, [Raja Iblis Kematian Hitam].”
“Oh benarkah? Aku akan mempertimbangkannya ketika aku berada dalam mood yang bagus.”
Percher menyiapkan angin hitamnya ketika dia mengakhiri pembicaraan saat itu, terbang ke langit dimana asap kabut terkena angin, sebelum Kuro Usagi menemukan kesempatan untuk membantahnya, ketika dia langsung menuju para Titan yang sedang meluncurkan serangan mereka pada [Underwood].
Asuka juga berpisah dengan yang lain ketika dia pergi untuk melawan serbuan Para Titan.
Tapi kemana dia menuju bukanlah di garis depan pertempuran, tapi di barisan pertahanan akhir yang melindungi [Underwood].
“Lagi pula, Aku berjanji untuk melindungi [Underwood]---Jadi Deen, mari kita pergi!”
Mengangkat Gift card-nya, Asuka keluar untuk memperkuat barisan para Eudemon dan Beastmen.
Dan sebagai kelompok dari [No Name] mulai bergabung dalam pertarungan, pertempuran berlanjut semakin hebat.

Bagian 3
---Kastil Kuno Vampir, Dinding Luar
Pada titik ini, Yō dan yang lainnya telah menyelesaikan misi pencarian mereka di Dinding Luar yang dibagi menjadi dua belas sektor dan telah membawa item yang mewakili ke [Dua belas Zodiak] secara bersamaan.
Mengikuti prosedur, Yō yang sedang duduk di tepi air mancur yang sudah tua dan rusak mulai bertanya :
“Kita sekarang akan mulai untuk mengumpulkan laporan. Jack, apa kau menemukan sesuatu ketika sedang terbang di langit selama operasi sedang berlangsung?”
“Yahoho..... Sayangnya, tidak. Aku tidak menemukan apa-apa selain bagian yang berbeda dari Kastil menjadi dua belas sektor dan adanya simbol yang mewakili ke dua belas zodiak di dinding luar dari setiap sektor.”
“Simbol ? apakah seperti itu untuk setiap sektor ?”
“Yes. Sektor pertama yang kita temui adalah simbol dari Libra. Dan dari sana, yang berdekatan adalah Scorpio dan Sagitarius dan seterusya. Mereka semua diatur sesuai dengan urutan ke dua belas zodiak, tapi selain itu.....”
“Begitukah ? Terima kasih. Nah, Ayesha dan Kirino, bagaimana dengan kalian ?”
Mendengar saatnya giliran mereka,  keduanya saling tersenyum ketika mereka menunjukkan karung besar kepada Yō.
“Hoho. Ini temuan kami!”
“Kami menemukan pecahan bagian dari ke dua belas zodiak yang terukir di atas  mereka dan empat belas bagian yang mungkin dari rasi bintang lain!”
·         Klunk!* Ayesha dan Kirino menumpahkan isi di dalam karung dengan membalikkan karung pada saat yang bersamaan.
Kagum dengan temuan mereka, Yō dan Garol mulai mengambil potongan – potongan yang telah dikumpulkan untuk melihatnya lebih dekat.
“Sebuah rasi bintang yang bukan dari [Dua belas Zodiak]?”
“OiOi..... apa ini? Mungkinkah kita telah di tipu?”
Keduanya saling memandang dengan perasaan gelisah yang terbentuk di hati mereka karena mereka tidak mengira akan menemukan item yang menggambarkan rasi bintang yang bukan dari [Dua belas Zodiak].
Ayesha dan Kirino yang berpikir bahwa mereka akan dipuji karena tugas mereka yang telah dilakukan dengan baik tiba – tiba tertangkap kedalam suasana yang sebelumnya dan mereka tampak kecewa.
“Eh..... ? Mungkinkah kita telah melakukan sesuatu yang tidak perlu?”
“Tidak, bukan itu! Hanya saja pecahan bagian ini mungkin sesuatu yang ditinggalkan oleh musuh untuk menipu ---“
“.....jadi kita melakukan sesuatu yang lebih?”
“Ah...Tidak... Aku sudah bilang bahwa bukan itu masalahnya......”
Garol berusaha keras menemukan cara untuk menjelaskan situasi dengan bijaksana.
Sementara itu, Yō yang sedang memegang bagian dari rasi bintang sedang berpikir untuk menyelesaikan semua potongan saat dia mencocokkan mereka didalam pikirannya.
Potongan – potongan yang hancur ini tampaknya melengkung seperti permukaan bola. Jika para zodiak harus dicocokkan secaara bersama – sama, mungkin akan membentuk sebuah bola. Jika bagian – bagian harus benar – benar terkumpul, mungkin akan membentuk sesuatu seperti sebuah teka teki yang dapat dicocokkan bersama – sama......
Tapi, bagaimana itu menjadi sesuatu yang penting ?
Bagaimana jika mereka membuang waktu mereka pada hal ini sebelum dimulainya hukuman ? Bukankah itu sama saja dengan jatuh ke perangkap musuh ? Jika dia percaya pada dugaannya sendiri, mungkin ini langkah yang tidak perlu.
“.....Kirino, apa jenis bangunannya ketika pecahan itu ditemukan?”
“Eh.....Kedua belas Zodiak ditemukan di reruntuhan besar yang tampak mirip kuil sedangkan yang lain ditemukan ketika kami melewati reruntuhan yang lain.”
“Begitukah.” Yō membalas. Seperti yang dia pikirkan, kedua belas zodiak itu diperlakukan secara berbeda.
Tapi, jika dia salah akan kesimpulannya karena terlalu percaya diri dengan teorinya, itu akan jadi usaha yang sia – sia.
Yō berpikir dengan otaknya ketika dia membuat daftar dari semua kata kunci yang mereka telah identifikasi sebelumnya.
[---[Zodiak], [Dua belas Zodiak], Satelit yang dibuat oleh dewa, dalam lintasan yang sama seperti Matahari, pembagian bujur langit, [kepingan yang rusak dari rasi bintang].....kepingan rusak?
Yō tiba – tiba mengangkat kepalanya ketika dia meraih dua kepingan di tangannya. Dua kepingan yang dia pegang adalah Libra dan Scorpio.
Dan kedua kepingan itu mempunyai retakan yang mungkin sangat cocok satu sama lain---
“.....Ah, terpecahkan.”
“Huh ?”
“Terpecahkan.....Aku.....memecahkannya! Aku menemukan solusianya!”
Yō tiba – tiba berdiri dari tepi air mancur---
“[kepingan yang rusak dari rasi bintang] dan satelitnya! Jalur elips dari Matahari! Dan cara lain untuk menjelaskannya....Sesuatu yang bisa di [rusak, disampaikan]! Dengan ini, semuanya akhirnya terhubung! Kepingan yang rusak itu memegang kunci untuk dibawa ke takhta!”
Bahkan dia tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Dia hanya berpikir untuk  menemukan petunjuk sebanyak mungkin sambil menunggu kedatangan Izayoi, Asuka dan yang lain.
Yō berteriak dengan gembira, yang mana itu pertama kalinya keluar dari mulutnya, ketika dia memeluk Ayesha dengan erat.
“Eh? Tu...Tunggu sebentar!”
“Ayesha! Kirino! Kalian melakukannya dengan sangat baik! Dengan ini, Leticia bisa diselamatkan! [Underwood] juga akan terselamatkan!”
Yō terus bersikap seperti perasaannya sedang diperintah ketika dia menggengam tangan Kirino menggoyangnya ke atas dan bawah dengan penuh semangat.
Kirino mengangkat wajahnya ketika dia menjawab :
“Lalu...Game ini...”
“Nn. Setelah kita membawa kepingan rusak ini untuk dibawa ke takhta nanti.....game-nya akan selesai!”

Bagian 4
---Puncak dari Pohon Besar, [Underwood].
Kuro Usagi telah memposisikan dirinya pada tempat dimana daun – daun lebat dari Pohon Air berada.
Dari sudut pandang seperti itu, dia bisa mengawasi seluruh medan perang dan pada saat yang sama, posisi itu menawarkan semacam perlindungan padanya ketika ada musuh yang mungkin menyadari dia akan memiliki waktu yang sulit untuk memanjat ketempat dia berada.
Menyaksikan angin puyuh hitam yang dibuat oleh Percher, Asuka dan Deen dengan capat menjauh dari musuh, mata Kuro Usagi penuh dengan kekhawatiran.
“.....Asuka-san dan Yō-san tidaklah lemah. Secara Logika, bakat yang tumbuh di dalam tubuh mereka seharusnya lebih kuat dari Kuro Usagi. Hanya saja jika dibandingkan dengan Izayoi-san, mereka seperti bunga sakura yang terlambat mekar..... berikan waktu sepuluh tahun, mereka pasti akan tumbuh menjadi salah satu orang yang kekuatan tempurnya harus diperhitungkan.”
Tapi dalam istilah manusia, terutama bagi gadis – gadis itu, sepuluh tahun terlalu lama. Izayoi sedikit lebih dewasa dalam arti itu, tapi jika itu gadis atau pria remaja yang normal ingin menetapkan sesuatu dalam kurun waktu sepuluh tahun, yang pasti akan cukup menyakitkan dan membosankan bagi mereka.
Dan saat dia memikirikan tentang itu, Kuro Usagi lupa metode untuk membimbing mereka dalam perkembangan mereka.
Gift-nya Yō tidak bisa diaktifkan bagi siapa yang tidak meliputi pohon Filogenetiknya. Oleh karna itu bahkan jika dia dekat dengan Kuro Usagi yang merupakan Peri Bulan, tidak ada yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut.
Di sisi lain, Gift-nya Asuka tampaknya memiliki secercah harapan tapi ini masih dalam tahap percobaan dan masih belum bisa dikonfirmasi sebagi salah satunya. Tidak, untuk lebih tepatnya, bahkan jika tebakannya benar, Gift itu kemungkinan akan menjadi sesuatu yang Kuro Usagi tidak ada cara untuk membantunya.
“Sekarang hal yang bisa kita lakukan hanya menunggu mereka untuk berkembang lebih cepat.....Kuro Usagi juga harus melakukan usaha yang maksimal dalam menyelesaikan misinya.....”
“Yahoo~~~!”
---*Bam!* Pada saaat itu, Kuro Usagi mendengar suara anak – anak dan apa yang nampaknya seperti kepala dari seorang anak kecil menghantamnya dari belakang.
Dan dengan seperti itu, mereka terjatuh.
“.....Eh ? Eya... ahhhh!”
“Waaaaahhhhhhhhh! ♪”
Dahan pohon dan daunnya rusak dan hancur ketika mereka berdua jatuh kebawah. Untungnya bagi hambatan seperti itu, mereka jatuh tidak terlalu jauh kebawah sebelum berhenti. Tapi saat seperti ini tidak memungkinkan ruang untuk bertindak omong kosong dan sebagainya, hanya ada satu orang bodoh yang akan melakukan hal bodoh pada saat seperti ini. Kuro Usagi sangat marah sampai – sampai telinga kelincinya tidak bisa berhenti gemetar ketika dia berbalik untuk berteriak kepada orang dibelakangnya :
“SHI...SHIROYASHA-SAMA! Karena anda sudah tiba, anda harus segera membereskan para penjahat ini---“
“Wow~! Wow~! Wow~! Ini...ini kelinci bulan yang asli-desu! Dan telinga kelinci itu juga! Penampilan yang mungil, lugu, tangguh dan karakter yang pantang menyerah dan juga simbol dari mementingkan diri sendiri  dalam mengerjakan tugas – tugas mereka! Ini pertama kali aku melihatnya! ♪”
“---...Eh....”
.....siapa dia ? Kuro Usagi berpikir secara diam – diam pada dirinya sendiri.
Seorang gadis berambut hitam yang tidak pernah dia lihat sebelumnya telah menyerangnya. Kuro Usagi sebelumnya terdiam pada tempat yang sama karna persitiwa yang tak terduaga ini tapi telinga kelincinya segera berubah menjadi merah ketika dia merasakan sepasang tangan kecil menggosok payudaranya dan dia cepat – cepat melempar gadis itu dengan panik.
“Hm....Swish!~”
“Aya~!”
Gadis yang misterius itu berputar ketika terlempar sampai ke puncak dari Pohon Besar.
Mengeluarkan [Vajra Replica]-nya, Kuro Usagi menegur gadis tersebut :
“Kau... siapa kau ?! Kau dapat mendekat ke belakang Kuro Usagi..... trik apa yang kau gunakan ?”
“Bahkan jika kau bertanya seperti itu, Aku tidak tahu bagimana cara menjawabnya karna Aku hanya mendekatimu saja.”
Gadis berambut hitam itu memiringkan kepalanya dengan cara yang imut dan tampaknya tidak berbohong tentang hal itu.
Dan itu membuat Kuro Usagi meningkatkan kewaspadaannya  melawan gadis tersebut.
“.....Apa kau musuh kami ?”
“Nn, itu betul.” Gadis berambut hitam itu menjawab dengan senyum yang berseri – seri.
Dalam sekejap, petir mengelilingi puncak dari pohon.
[Vajra Replica] bersinar sangat terang  ketika Kuro Usagi memegang tombak yang berbentuk petir suci untuk menyerang langsung ke gadis tersebut. Gelombang panas dan percikan api yang keluar di sekitar tombak petir telah membuat daun dari pohon air yang sebagian besar airnya terbakar dan sekitarnya berubah menjadi lautan api dalam sekejap.
Serangan tersebut tidak ada rasa keraguan tentang hasilnya.
Meskipun itu bukan sifatnya untuk bertindak dulu tanpa berbicara lebih lanjut, tapi Kuro Usagi merasa bahwa ini bukan waktunya untuk resah tentang hal kecil seperti itu. Bagi gadis tersebut untuk muncul dihadapannya dalam waktu yang singkat, dia pasti bukan seseorang yang bisa dihitung sebagai ikan teri.
Sementara menyesuaikan kekuatan dari petir untuk mencegah api menyebar lebih jauh ke daun pohon lainnya, Kuro Usagi terlihat kelelahan ketika dia berbalik sambil mengeluh :
“.....Meskipun ini bukan waktunya untuk bermain dengan anak kecil, Aku masih menahannya.....”
“---Begitukah ? Baiklah, Aku juga akan memainkan kartuku dengan serius mulai sekarang .”
Kuro Usagi hanya mampu memutar kepalanya sedikit saat dia melihat ke delapan belati yang dengan cepat mendekati dirinya setelah dilemparkan.
Kau pasti bohong-kan ?
Tidak mungkin untuk menghindari mereka semua dan Kuro Usagi harus melepaskan beberapa petir suci dari [Vajra Replica]nya untuk menghindari dari belati tersebut.
Bahkan, itu tidak cukup untuk kedua belati yang masing - masing tampak mengincar dada dan perutnya harus dihindari olehnya dengan berputar ke samping. Dan meskipun menghindari mereka semua, kecepatan belati tersebut cukup mengesankan.
Tidak hanya berhasil menyelinap dari belakang dan menahan serangan petir dari [Vajra Replica].....dan diikuti dengan serangan ke Kuro Usagi.....!
Menghadapi musuh yang kekuatannya tidak diketahui bahkan jika seseorang menilai dari penampilannya, Kuro Usagi tidak bisa menahannya tapi merasa keringat dingin menetes di punggungnya.
Sebaliknya, gadis itu---mata Rin bersinar saat dia memuji Kuro Usagi dengan tatapan kekaguman.
Mengaggumkan! Aku tidak menduga dia menghindari itu dengan refleks seperti itu dan dalam waktu yang singkat!
Belati yang telah dilemparkan olehnya dengan pasti bahwa mereka akan mengenai targetnya yang tidak bisa menghindar tepat waktu, tapi Kuro Usagi melampaui harapannya dengan melarikan diri tanpa tergores satupun.
Rin berpikir bahwa Kuro Usagi lawan yang mudah bagi dia membuat kesalahan saat sedang melawan musuh, tapi  selanjutnya, perasaan meremehkannya berubah menjadi rasa iri.
“Seperti yang diharapkan dari [Bangsawan Little Garden]. Tadi cukup mengagumkan.”
“.....kau meremehkan kata – kata Kuro Usagi. Trik apa yang kau gunakan barusan?”
“Rahasia♪. Tapi karena Usagi-san sangat lucu, Aku akan bersedia menjawab pertanyaannya jika kau hampir menebaknya!”
Rin mengangkat tangan kananya untuk bersumpah karena hal itu.
Apakah itu menunjukan kepercayaan dirinya ? Atau itu hanya tindakan main – main yang dimaksudkan untuk memprovokasi ?
Kuro Usagi mengukur jarak antara mereka dengan serius tapi Rin hanya tersenyum kecut sambil berkata “
“Hanya mengakatakan sebelumnya, misiku hanya menghentikan Usagi-san”
“.....?”
“Karena... bukankah tugas Usagi-san untuk menembak jatuh [Mata Kematian Balor] ? Jika kau berhasil, akan cukup merepotkan bagi kami. Jadi, Aku datang untuk menghentikanmu.” Rin mengatakan niatnya dengan jelas, suara rendah gemuruh yang bergulir datang dari daerah di dataran tenggara yang sepertinya bukan dari Tentara Titan dan bukan juga teriakan Deen ketika menampakkan kekuatannya yang luar biasa.
Tapi suaranya tampak lebih berat danr rendah dalam intonasi. Seperti suara dari cacing tanah berukuran besar menggeliat di tanah.
“Perasaan ini.....Mungkinkah ...Mungkinkah itu Raja Iblis Balor?”
“Mhm. Kau menebaknya dengan benar. Aku berpikir bahwa kami hanya menggunakan Demonic Eye..... tapi aku juga tidak mengira menemukan kegunaan dari [Book of Invasions].”
Wajah Kuro Usagi berubah pucat seketika.
[The Book of Invasions] adalah salah satu [Wewenang dari Host Master] yang telah diperjuangkan oleh Suku Titan, sepuluh tahun sebelumnya dan sekarang ada di tangan musuh. Kuro Usagi segera menggunakan telinga kelincinya untuk mendengarkan dan mengawasi situasi di bawah.
Seharusnya ada seseorang di dekat [Underwood] yang sedang melaksanakan ritual pemanggilan ini!
Ketika dia mengumpulkan informasi dengan telinganya, ketakutan teburuk yang dirasakan Kuro Usagi sudah dapat dipastikan.
Di dataran Tenggara dimana Aliansi [Draco Greif] dan suku titan sedang dalam pertempuran yang sengit --- seorang wanita dengan jubah panjang sedang memulai ritual pemanggilan sebelum Grimoirenya terbuka di posisi belakang pasukan.
Tanpa ragu, itu adalah penyihir yang sama yang telah menculik Leticia.
“---Uu..... Kuro Usagi tidak akan membiarkanmu berhasil dalam hal itu.....!”
Jika Raja Iblis Balor dipanggil ditambah dengan naga besar yang sudah ada di langit, itu merupakan akhir dari para peserta. Oleh karena itu, Kuro Usagi mulai berlari dengan terburu – buru dengan kelincahan dan kecepatan seperti kelinci yang sedang melarikan diri.
Namun, dia segera menarik nafas ketika dia menyadari bayangan seseorang mengikutinya, berlari bersebelahan dengannya.
“Usagi-san, Aku tidak akan membiarkanmu sampai ke sana, kau tahu?”
Rin mengeluarkan belati dari sarungnya untuk melemparnya ke Kuro Usagi. Kuro Usagi yang tiba – tiba berhenti dari lompatannya berhasil menjaga keseimbangannya ketika dia melompat kesamping untuk menghindari serangan dari belati.
Setelah itu, dia menendang dengan keras untuk melompat dengan sekuat tenaga.
Meski begitu, Rin masih bisa menghalangi jalannya dengan muncul sebelum Kuro Usagi.
Tidak mungkin... Ini pasti bohong-kan?!
Kuro Usagi melompat kesamping sekali lagi untuk mencoba memutar kesekitar yang menjadi penghambat yaitu Rin. Tapi Rin terus membayangi pergerakannya dengan sempurna dan sambil mempertahankan jarak yang bisa dibilang tidak terlalu jauh atau terlalu dekat ketika dia melemparkan belatinya untuk yang ketiga kalinya.
Belati yang datang dari arah depan kali ini juga berhasil dihindari oleh Kuro Usagi sekali lagi. Meskipun belatinya dilemparkan dalam kecepatan yang cepat, itu masih belum terlalu cepat untuk dihindari. Belatinya melewati tubuh Kuro Usagi dan terjatuh ke tanah di belakangnya.
Kuro Usagi juga mengeluarkan beberapa petir dari [Vajra Replica]nya untuk balik menyerang ke lawannya tapi dengan gelombang dari tangan Rin, petirnya menghilang sebelum mencapai sasarannya. Jadi Kuro Usagi memutuskan untuk tidak dekat – dekat dengan musuhnya dan menyimpulkan bahwa itu zona berbahaya ketika dia menembakkan serangan petirnya dari jauh, tanpa tahu apapun Gift yang lainnya.
Serangan seperti ini dan pertemuran saling melindungi berlangsung lebih dari lima kali dan Kuro Usagi masih tidak mengetahui apa – apa tentang Gift Rin.
---Tapi, sesuatu tidak akan berjalan dengan baik jika hal ini terus berlanjut.
Kuro Usagi menhentikan larinya dan tampak berdoa diam – diam,dia menguatkan tekadnya---dan mengangkat [Vajra Replica]nya.
“Meskipun sangat disayangkan untuk menghancurkan talenta yang bagus sepertimu..... tapi kita akhiri sampai sini!”
Rambut Kuro Usagi tampak terbakar ketika berubah dengan dramatis sementara dia mengangkat [Vajra Replica] tinggi – tinggi di atas kepalanya.
---Warisan dari [Kelinci Bulan] yang melompat kedalam api dalam pengorbanan diri sendiri. Karena kuasa suci yang diberikan kepada keturunan mereka atas  jasa mereka sebelumnya, rambut hitam Kuro Usagi berubah warna seperti cahaya merah teratai yang tampaknya memberikan ilusi seperti tampak terbakar.
Petir biru yang ada di sekitar senjata secara bertahap berubah petir kemerahan yang diliputi oleh api.
[Vajra Replica] yang sekarang telah diisi dengan kekuatan yang dapat menghancurkan seluruh dataran  dan Kuro Usagi mengangkatnya dengan genggaman yang erat.
“Melepaskan Kekuatan Suci.....Tembus itu! [Vajra Replica]---!”
Dan petir suci yang dilingkari oleh api merah lotus ditembakkan menuju Rin.
Ujung dari petir merah telah berubah menjadi ujung yang tajam, menyebabkan seluruh Vajra menjadi tombak merah yang terbakar.
Ini adalah Gift Suci yang hanya bisa dipakai sekali sebagai gantinya membakar seluruh keberadaannya. Dan itulah kekuatan sejati yang tersembunyi dibalik Gift ketiga yang telah diberikan ke Kuro Usagi---[Vajra Replica].
Awan debu telah menghilang dalam gelombang besar yang serta menghilangkan gelombang yang ada di permukaan ketika energi dari [Vajra Replica] berkumpul setelah  ditembakkan.
---Dengan itu, Kuro Usagi sangat yakin  bahwa itu akan menghabisi lawannya.
Meskipun dia tidak mengerti Gift apa yang digunakan oleh gadis berambut hitam untuk menyingkirkan petir sebelumnya, tapi dengan serangan seperti ini, dia tidak dapat membuatnya menghilang.
Melemaskan bahunya, Kuro Usagi mencoba untuk menarik nafas tapi segera bersiaga kembali saat dia melihat ke arah awan debu dengan ekspresi berkerut.
“---Untuk benar – benar mencoba menghancurkan seluruh dataran dengan ledakan seperti itu? Usagi-san melakukan sesuatu dengan cara yang dramatis dan luar biasa ya?”
“.....”
Ini adalah skenario terburuk ketika siluet seorang gadis bisa dilihat secara sama – samar dalam awan debu dan asap.
“Dan untuk memastikan bahwa aku tidak menghindari serangannya, kau akhirnya memilih untuk menyerang sambil menempatkanku di tengah – tengah ritual dan dirimu sendiri.....Hm. Itu cukup  keren dan cukup pintar. Sepertinya untukku bahwa Usagi-san jauh lebih baik daripada rumor yang beredar.”
Ketika hanya debu dan asap yang tertinggal, Kuro Usagi terkejut sekali lagi.
Bagi Rin berdiri dengan santai di tempatnya semula tanpa terluka sedikitpun.
Di sisi lain, tempat yang memiliki dampak yang seharusnya meledak hanya menyebabkan efek debu dan asap awan.
Ini.... Ini bukan penghalang, bukan juga kekuatan unuk menghilangkan energi.....
Panas dan energi yang baru saja dilepaskan bukan sesuatu yang dapat diabaikan. Jika itu menghilangnya energi, seharusnya tidak hanya menyebabkan awan debu dan asap berputar – putar.
Jika tidak menggunakan jumlah energi yang sama untuk melawan hal itu atau dengan cepat membangun dinding besar untuk menahannya, seharusnya bukan itu situasi yang dia lihat sebelumnya.
“Oh baiklah, mari kita lanjutkan. Aku juga cukup bersemangat hingga saat ini. Jika kau tidak cepat, ritualnya akan segera selesai kau tau?”
“...Uu...”
Gadis itu tersenyum gembira.
Dan saat itulah Kuro Usagi melihat kecacatan dalam pemikirannya---
Gadis ini adalah lawan yang kuat. Jika dia tidak bisa menemukan cara untuk mengatasinya, tidak akan ada yang mengehentikan ritual yang sedang berlangsung.

Bagian 5
---Dataran di sebelah Tenggara, [Underwood]
Pertarungan dengan Suku Titan digambarkan sebagai pembantaian satu sisi.
Angin hitam yang dikeluarkan oleh Percher ternyata sangat efektif dalam situasi dimana musuh berjumlah banyak karena dia menggulingkan para Titan satu demi satu seperti sabit yang memotong rerumputan. Bahkan jika ada beberapa dari para Titan yang berhasil menerobos garis pertahanan mereka sampai ke belakang barisan, Asuka dan Deen akan menyamakan serangan mereka untuk memukul mundur para Titan kembali.
Kombinasi tim dari Asuka dan Deen akan berada dalam situasi yang sulit jika mereka dikepung. Tapi selama musuh terus menerjang dari depan, tidak masalah seberapa banyak musuh yang datang tidak akan menimbulkan masalah bagi mereka.
Dan itu hanyalah momen sebelum Deen memukul mundur Titan yang lainnya ke belakang sambil berteriak dengan keras :
DEEEEEEEEeeeEEEEEEEEEEEEEN!”
“Terima kasih untuk kerja yang bagus di sini. Dengan ini, garis pertahanan terakhir sudah hampir dibershikan untuk sekarang ini kan ?
“---Asuka! Masih ada satu lagi yang menuju ke arahmu.....” Sala yang datang dari langit berteriak kearah Asuka.
Seperti yang Sala peringatkan, seorang Titan memegang tombak dan rantai bergegas ke arah mereka. Deen cepat – cepat mengangkat tangan kanannya tetapi terlambat karena rantai telah melilitnya, menguncinya dan menyebabkan pergerakannya terhenti.
Selanjutnya, sang Titan melanjutkannya dengan mengarahkan tombak ke Asuka dengan tangan yang lain.
“Men...Menjengkelkan!”
Asuka mengangkat tangannya yang menggunakan [Hand of Ruby] yang telah Sala berikan kepadanya.
Tapi sebelum dia bertindak, sebuah kilatan cahaya memotong tombaknya tiba – tiba.
“Eh.....?”
DEEEEEEEEeeeEEEEEEEEEEEEEN!”
Asuka yang masih kebingungan sedangkan Deen menggenggam dan menghancurkan kepala Titan sampai ke tanah. Setelah memberikan dua atau tiga pukulan  yang keras, sang Titan kehilangan semua tanda – tanda perlawanannya seperti terbaring dengan tenang di tanah. Meskipun Asuka masih terkejut dengan gertakan aneh dari ujung tombak barusan, dia memutuskan untuk memfokuskan prioritasnya ke Sala yang turun dari langit.
“Sala, kau kembali begitu cepat?”
“Maaf. Party kami yang ditujukan untuk menyerang benteng dihadang oleh Raja Iblis dan kami tidak punya pilihan selain mundur. Saat ini, hanya tinggal.....Izayoi dan Gry melawan musuh.”
“Begitukah ? Tapi jika Izayoi-san disana, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Nah baiklah, Sala, mau bergabung denganku dalam pertempuran melawan para Titan?” Asuka tidak keberatan dengan keputusan Sala untuk mundur dalam situasi tersebut tapi dengan bersikap keren mengundang kembali Sala untuk bertarung bersamanya sebagai rekan.
Merasa terkejut walaupun masih merasa sedikit bersalah, Sala bertanya :
“.....Kau tidak marah terhadapku ? Aku berjanji untuk menyelamatkan temanmu tapi pada akhirnya, aku menyerahkan tugasnya kepada temamu yang lain yang sekarang sedang bertarung di langit.”
“Nah, kau bisa menganggapnya seperti itu, tapi orang yang kita bicarakan ini adalah Izayoi-san kan ? Lalu tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Faktanya, ia akan mengatakan sesuatu yang angkuh seperti ‘Aku akan mengatasi ini, kalian semua menyingkir dari sini dengan kembali ke bawah’ atau sesuatu seperti itu kan ?”
·         Hmph!* Asuka mengatakannya dengan nada yang senang. Meskipun itu benar – benar menyebalkan, Asuka sendiri adalah salah satu orang yang dilindungi oleh Izayoi dengan cara seperti itu juga dan tidak butuh waktu yang lama untuk menebak tindakan Izayoi dalam situasi darurat seperti itu.
Melihat reaksi Asuka, Sala tersenyum kecut ketika dia membalas dengan menggodanya :
“Sepertinya kau sangat mempercayainya.”
“Ini hanya terbatas pada Gift Games.....Dibandingkan dengan itu, bukankah itu kau yang menyelamatkanku tadi?”
“Tidak, itu bukan aku. Panah itu pasti ditembakkan oleh Faceless yang sedang bertarung di sana.”
Asuka berbalik melihat kearah dimana di tunjuk oleh Sala.
Sebelumnya, Asuka bisa melihat segelintir mayat para Titan tergeletak di tanah disekitar Faceless yang sedang bertarung dari kejauhan. Dan sepertinya dia menggambil semua yang ada dari para Titan yang mencoba menyerang dari sisi yang  berada diluar jangkauan serangan angin hitam kematian Percher.
Dia yang berada di garis depan bisa membidik sampai ke titik garis pertahanan di belakang dan memotong ujung tombak dengan cepatnya memakai panahnya sungguh teknik yang luar biasa.
“Kau barusan bilang ‘Panah itu’ .....dia menggunakan busur?”
“Yes. Ini pasti sesuatu darinya untuk menembak targetnya dari jarak jauh seperti itu.”
Asuka yang bertanya dengan ekpresi terkejut, berbalik melihat ke Faceless sekali lagi.
Untuk menghadapi para Titan yang kabur dari angin hitam kematian, Faceless akan menyerang mereka dengan busur yang dikeluarkan dari Gift Card-nya.
Dan ketika musuh berhasil bertahan dari hujan panah, dia akan berganti ke pedang dan mengeluarkan mengeluarkan cambukan tajam, mekanisme yang tersembunyi di perut pedang Serpent untuk mengiris mereka.
Dan ketika ada yang cukup beruntung melarikan diri dari tarian pedang, kemudian dua tombak akan langsung menembus tubuh mereka.
---terus mengganti senjata dari Gift Card-nya.
Tergantung pada jarak dan situasi, apakah itu jarak jauh, menengah atau jarak dekat, memilih Gift yang paling cocok  untuk mengalahkan musuh dan mendorong pertempuran ke situasi yang menguntungkan. Itu adalah strategi pertempuran Faceless.
“Busur dan panah, pedang Serpent dan dua tombak yang panjang. Memanfaatkan senjata yang sesuai dengan kebutuhan dari situasi dengan mengganti antara senjata adalah salah satu teknik yang paling umum, tapi ini pertama kalinya aku menyaksikan prajurit dengan kontrol yang sempurna dalam pergantiannya. Dan dia masih menahan kekuatan sesungguhnya dalam pertempuran dimana itu adalah hal yang paling menakutkan untuk dicatat.”
Sala menontonnya dengan penuh kekaguman.
Mengenai Faceless dan seluruh perhitungannya dalam tarian perangnya---
Jujur saja, Asuka juga terpesona oleh itu.
Gerakan fleksibelnya.....sesuai dengan situasi.....
Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, taktik pertempuran semacam itu menarik minat Asuka.
“Tapi, kita juga tidak boleh kalah dengannya. Bagian belakang telah bersih dari musuh dan kita juga harus peindah ke garis depan.”
“Ah. Mhm. Mengerti. Jika sesuatu terus seperti ini, kita seharusnya mampu mengusir mereka---“
---Saat itu, suara dari senar harpa mulai terdengar di udara. Keduanya yang cukup bersemangat dengan semangat bertarung mereka menghentikkan percakapan mereka ketika mereka melihat ke arah barisan musuh dimana suara itu berasal. Suara itu berasal dari [Harpa Emas] yang menyebabkan banyak kebingungan dalam pertempuran sebelumnya.
Keduanya saling bertukar pandang.
Pasukan utama musuh mulai bergerak.
“Kita akhirnya memasuki klimaks dalam pertempuran ini. Apa kau tau Gift apa yang musuh bisa lakukan?”
“Nn. Aku ingat bahwa harpa tersebut bisa menyebabkan kebingungan dalam pikiran orang lain dan memanggil kabut.....apa aku benar?”
“Tidak. Apa yang bisa dikontrol tidak terbatas hanya pada kabut. Aku sedikit menyelidikinya setelah itu dicuri dari mereka dan menemukan fakta bahwa itu dulunya milik salah satu dewa – dewa tua dari kelompok dewa celtic. Sebuah Harpa yang mempunyai kekayaan dan sejarah panjang dengan tambahan kekuatan suci yang berada di dalamnya. Kekuatan termasuk pengendalian emosi, membuat seseorang tertidur dan mengendalikan cuaca. Langit yang sudah ditutupi oleh awan petir gelap, akan merepotkan jika petir akan dipanggil. Jadi tetap waspada terhadap tanda – tanda bahaya.”
“Begitukah? Kedengarannya banyak sekali kegunaannya... Tapi jika kau mengetahuinya sampai sejauh itu, kenapa kau membiarkan itu diambil kembali oleh musuh? Bukankah itu tidak dapat dijelaskan dengan alasan kelupaan?”
·         Uu* Sala cemberut ketika dia berbalik dengan wajah malunya.
“Yes...ini memang salahku karena membiarkan musuh mendapatkan harpanya kembali. Jadi aku berniat mengembalikan rasa maluku kepada mereka sepuluh kali lipat dari sekarang.”
“Begitukah? Nah, kau harus memastikan bahwa aku tidak akan merebut semua kemenangan untuk diriku sendiri.” Asuka membalas dengan nada menggodanya, menyebabkan sala merajuk dengan diam.
Dan sedangkan mereka berdua bercakap – cakap, pertempuran di garis depan mulai berkembang ke arah yang dramatis.

Bagian 6
---[Underwood] Dataran Tenggara, Di garis depan.
Percher terus mengeluarkan angin hitam yang menghancurkan musuh sampai ke tanah tapi segera dia merasa bahwa tugasnya menjadi membosankan. Meskipun dia secara fisik baik – baik saja karena keuntungan elemen yang dia gunakan melawan musuh, tapi tindakan yang terus berulang – ulang ini kekurangan faktor yang membuatnya menjadi menarik.
Jika terus berlanjut seperti ini, ini akan membuat pertarungan dengan Asuka akan semakin menyenangkan! Ketika Percher memikirkannya dengan kecut, dia melanjutkan untuk maju lebih jauh ke tengah – tengah tentara musuh. Dan ketika dia lewat, Titan yang bersentuhan dengan angin hitamnya terus berjatuhan ke tanah sambil terkena wabah, tanpa terkecuali.
Medan perang dengan cepat menjadi panggung dimana dia tampil sendirian. Dan seakan mengejek kesombongannya, melodi emas mulai terdengar di udara.
Mengerutkan alisnya dengan rasa tidak senang, tatapan Percher berbalik ke tengah – tengah tentara musuh.
Ini melodi yang sebelumnya?
Dia telah mendengar informasi ini sebelumnya tapi sekarang dia mengerti ketika dia merasakannya sendiri. Semangat bertarung yang dia miliki telah hampir hilang.....tapi faktanya,tanpa mendengarkan melodi ini, semangat bertarungnya juga telah berkurang.
Tapi tidak masalah apa kondisinya bagi dia, sangat jelas bahwa musuh mencoba mengendalikan suasana di medan perang.
Para Titan yang telah sekarat oleh wabah dan hampir mencapai tahap menjadi mayat mulai bangkit kembali dibawah kendali melodi tersebut.
(Hm.....Mengendalikan suasana medan perang dan memaksa suatu ras untuk berperang. Itu sungguh tidak menyenangkan. Seolah - olah suku Titan hanyalah bidak catur tambahan di tangan mereka.)
Percher telah kehilangan semangat bertarunganya sekarang, tapi metode keji musuh menggangunya.
Melirik ke cincin Pied Piper di jarinya---
“---Oke mari kita lakukan. Meskipun menyebalkan dipanggil oleh [No Name] untuk bekerja sama dengan mereka, tapi kalian benar – benar lebih menyebalkan.”
Tidak membiarkan para Titan sekarat yang mulai bangkit lagi keseempatan kedua, Percher dengan cepat terbang ke langit untuk menjauh dari jangkauan serangan para Titan dan mengeluarkan serangan kuat yang bertubi – tubi ke arah sumber melodi, menyerang kerumunan Titan yang ada di wilayah tersebut.
Mengumpulkan gumpalan kebencian dan racun yang terbentuk dari delapan puluh satu juta roh jahat di tangannya, dia mempertahankan kestabilan mereka ketika mendarat di daerah musuh.
Wanita berjubah hitam yang sedang melakukan ritual dengan menggunakan [The book of Invasions] secara terbuka sebelumnya---Aura merasakan kehadirannya.
“Hehe. Apa yang membuatmu begitu lama? Aku telah menunggumu, [Black Percher]. Apakah menyenangkan bekerja sama dengan [No Name]?”
“Yep. Setidaknya itu tidak menjijikan ketika membantu kalian.”
Dan tanpa basa – basi, Percher mengarahkan telapak tangannya kedepan untuk melepaskan racun yang dengan cepat menuju Aura dengan jeritan dan rintihan dari jutaan jiwa yang disiksa.
Namun, serangannya meledak sesaat sebelum mencapai Aura.
Situasi yang tiba – tiba berubah menyebabkan Percher membuka matanya lebar – lebar karena terkejut sementara Aura menutupi mulutnya sambil tertawa.
“Setelah meninggalkan [The Pied Piper of Hamelin], level spiritualmu tampaknya menurun bukan begitu? Meskipun menjadi wadah yang memegang delapan puluh satu juta roh jahat, dirimu saat ini masih jauh menjadi seperti roh kelas Dewa.....Begini saja. Kenapa tidak kembali memihak ke sisi kami? Kali ini, kami akan mempersiapkan Gift yang istimewa untuk menyesuaikan Gift yang telah kau dapat. Bagaimana dengan itu?”
“......”
Percher mempertahankan ekspresi acuh tak acuh-nya sambil terus menyerang dengan serangan yang bertubi – tubi.
Tapi semua serangan tersebut meledak sebelum mencapai Aura---Tidak, lebih tepat dikatakan bahwa mereka semua meledak ketika bersentuhan dengan area yang dibatasi oleh lingkaran ritual. Jelas sekali itu sejenis mekanisme yang telah ditempatkan bersamaan dengan lingkaran.
Aura tersenyum percaya diri ketika dia meneruskan untuk memikat Percher dengan kata – kata manisnya.
“Percher. Hanya berdasarkan penilaian saja, kau mempunyai level spiritual yang cocok untuk menjadi kelas Dewa. Jumlah roh yang ada pada dirimu bisa dikatakan sangat luar biasa sampai di titik dimana melanggar batas aturan yang telah di atur oleh logika.  Membentuk kelompok baru para Dewa bukanlah mimpi bagimu. Jika kau mau, kita bisa mengatur lebiih banyak bawahan untukmu. Ini tidak seperti iblis tidak berguna dari [The Pied Piper of Hamelin] sebelumnya---“
“---hentikan ocehanmu.”
Sebuah garis merah terukir disepanjang pipi Aura, bagi lingkaran sihir yang seharusnya mencegah gelombang hitam racun tiba – tiba menerobos. Dan Aura yang wajahnya terus ditutupi oleh jubah panjang kaget, rupanya terkejut.
Rasa terkejutnya tidaklah sebanyak luka yang ada di wajahnya itu seperti rasa kemarahan yang dimiliki oleh Percher.
“.....Aura. Jika ada sesuatu yang membuatku berterima kasih kepada kalian, itu karena grimoire dari <The Pied Piper of Hamelin>. Hanya karena hal tersebut, Aku benar – benar berhutang kepada kalian di masa lalu.....dan karenanya negosiasi yang sekarang ini hanyalah semacam pertimbangan.”
“.....”
“Tapi karena kau telah menginjak – injak perasaan itu saat ini, bahkan jika [Grimm Grimoire Hamelin] adalah salah satu bidak catur yang mudah kau manfaatkan dan kau buang.....itu tetap sebuah bendera yang aku pertaruhkan semuanya dan sebuah komunitas yang anggotanya mengorbankan diri mereka untuknya.”
Percher dengan tenang menegur Aura sambil mengepalkan tangan kanannya, merasakan cincin Pied Piper tertanam kedalamnya.
---Dia awalnya sekelompok roh jahatt yang tidak punya keterkaitan dengan [The Pied Piper of Hamelin]. Tapi memungkinkan dia untuk muncul kembali setelah dipisahkan dari [The Pied Piper of Hamelin], cincin ini adalah media lemah yang memungkinkan dia untuk melakukannya.
Tapi ini juga keinginan Percher sendiri.
Ketika dia dipanggil sekali lagi ke Little Garden, dia memberikan sebuah persyaratan untuk bekerja sama dengannya---
“Untuk mengingat kedua rekannya yang telah meninggal karena ambisi dari [Black Death Demon Lord], Aku tidak peduli bagaimana atau apapun caranya tapi aku ingin mempertahankan bendera dari [Grimm Grimoire Hamelin].”
---Tentu saja, dia tidak layak untuk mendapatkan hak istimewa semacam itu.
Menggangu kedamaian sebagai Raja Iblis dan kehilangan yang lainnya, kenapa dia mendapatkan kebebasan semacam itu untuk memilih?
Tapi Shiroyasha mendengarkan permintaan keras kepalanya ketika dia dipanggil ke Little Garden untuk kedua kalinya dan memberikannya harapan dalam kebangkitannya kembali. Cincin dengan simbol Pied Piper adalah bukti dari kontrak kerja samanya.
“Menghina rekanku, setara dengan menghina benderaku---Oleh karena itu mulai saat ini, Aku akan memutuskan hubungan dengan kalian dan apa yang tersisa bagi kita hanyalah rasa haus darah bagi diri kita satu sama lain, dasar kau penyihir tua.”
“...begitukah? Nah, sangat disayangkan.”
Aura menghela nafas ketika dia menjatuhkan bahunya, tampak sedih tentang kekalahannya.
Dan pada waktu itu juga, Asuka, Deen and Sala dan banyak dari Eudemon dan Beastmmen dari Aliansi [Draco Grief] yang tiba...menerobos ke tengah – tengah pasukan musuh dan tiba di tempat Aura.
“Kerja bagus, Percher.” Asuka berkata sambil meliriknya.
“Tidak masalah. Tapi kita belum selesai dari situasi saat ini.”
Pandangan semua orang yang hadir terpaku ke Aura.
Menjadi seorang perwakilan, Sala maju untuk menyarankan Aura untuk menyerah.
“Para Titan telah dimusnahkan oleh kami. Bahkan jika kau terus mengendalikan semangat bertarung mereka untuk memkasa mereka untuk bertempur, apapun yang sekarat akan mati juga dan tidak perlu bersusah payah bertarung. Akan lebih baik untuk menyerah dengan tenang dan menjadi tahanan kami.”
Dengan itu, Sala mengeluarkan pedangnya untuk menandakan akhir dari negoisasi.
Aura telah kehilangan tentara Titannya dan dikelilingi tapi senyum kekecewaan terpampang di wajahnya.
Percher meningkatkan kewaspadaan saat dia memperingatkan Asuka dan Sala :
“Guys, kau harus berhati – hati saat ini. Wanita ini mirip seperti Eudemon seperti Titan, semacam humanoid---umumnya disebut sebagai [Penyihir].”
“.....Penyihir? Apakah sejenis penyihir yang diceritakan dalam cerita – cerita?”
“Yes. Ada cukup banyak contoh klasik bagi mereka dan orang semacam ini disebut sebagai [Fay], setara seperti istilah [Fearie] (Fairy) yang merupakan spesies hampir punah. Contoh yang lebih menonjol seperti [Lady of the Lake] dalam cerita [King Arthur], Morgan le Fay; dan Ibu Peri dari [Cinderella] dan lainnya. Urutan tertinggi di alam spesies manusia.”
“Oh my, kau mengatakan segalanya tentangku. Tapi bukankah ini sesuatu yang harusnya dikatakan kepada mereka sebelum pertempuran?”
“Apakah aku harus mengulanginya? Sampai beberapa saat yang lalu,  Aku masih merasa berhutang kepada kalian sedikit...Dan apalagi, Jin, gadis merah kecil, anak aneh dan Kelinci Aneh tampaknya telah sampai pada semacam kesepakatan untuk tidak bertanya atau mendengarkanku. Bukankah lebih aneh untuk bicara tentang moralitas dan keadilan dalam situasi seperti itu?”
Percher mengatakannya dengan blak – blakan saat dia menatap para tentara [Underwood] di sekelilingnya.
Jin yang juga mengamati medan perang melalui indera Percher memberikan perasaan tidak suka.
.....Pengintip.
Tidak...Bukan begi---
Percher berpikir dalam pikirannya, dan seperti yang terjadi, Jin juga memberikan balasan yang cepat untuk itu.
Jadi begitu ya. Setelah disamakn indera mereka, mereka juga bisa berkomunikasi lewat telepati? Percher tersenyum nakal saat dia sadar bahwa dia menemukan sesuatu yang menarik. Percher yang sedang dalam mood yang baik setelah menemukan konten yang berguna untuk leluconnya di masa depan, tatapannya berbalik ke Aura sekali lagi---
“Nah baiklah, mari kita akhiri sampai sini, Aura. Untukmu, Aku bisa memberikanmu diskon spesial sekarang. Selama kau memohon kepadaku untuk mengampuni nyawamu, Aku bisa membantumu bernegosiasi untuk mengurangi hukumanmu, diberi tiga kali makan dan mengizinkanmu menjadi Maid.”
“.....”
Mendengar kata – kata Percher, Aura menghilangkan semua emosi dari wajahnya dan memutar pandangannya kesekitar tentara yang mengelilinginya sambil bergumam dengan suara rendah :
“.....Percher, apa kau tau kenapa para Titan rentan terhadap  wabah Kematian Hitam?”
“Hah?”
“Itu karena ada Titan yang punya kekuatan yang luar biasa yang menguasai Titan yang lainnya. [Sistem kontrol yang didasarkan pada manipulasi wabah Kematian Hitam] adalah kutukan bagi para Titan yang memberikanmu keuntungan---tapi jika kau lihat dari perspektif yang berbeda, seharusnya ada juga [Titan yang mengontrol Kematian Hitam untuk memperbudak suku Titan yang lainnya]-kan?”
“.....apa?” Balasan yang serentak datang dari tentara [Underwood]
“Menutup [The book of invasions], Aura menggapai tangannya menuju [Mata Kematian Balor] yang telah diposisikan di tanah yang dipakai untuk ritual.
Tidak tahu apa yang dia lakukan, Percher mengangkat alisnya pada saat itu.
Dan dalam pikirannya, tangisan Jin yang tiba – tiba mengagetkan dirinya.
Percher! Kalahkan dia sekarang! Cepat!
Huh?
Kita telah masuk ke dalam perangkapnya! Itu Balor! Orang yang dia katakan yhang membuat [Sistem perbudakan melalui Kematian Hitam], itu suku yang dipimpin oleh Balor sendiri! Tujuan musuh yang sesungguhnya mungkin saja.....
Peringatan yang disampaikan ole Jin menyebabkan Percher menyadari ada sesuatu yag salah dan dia berbalik untuk melihat kembali Titan yang telah dikalahkan oleh wabah Kematian Hitam.
Namun, Aura telah mengangkat [Mata Kematian Balor] dan mengucapkan kaata – kata terakhirnya dengan nada yang  mengejek---
“Selamat tinggal~[Raja Iblis Kematian Hitam]! Orang – orang dari Aliansi [Draco Grief] dan yang lainnya! Kecerobohan kecilmu akan menjadi kehancuranmu!”
Dalam sekejap, [Mata Kematian Balor] memancarkan sinar Hitam yang menutupi seluruh medan perang.
Sala dan yang lain sudah mempersiapkan mental mereka sebelum sinar kematian mengenai mereka, terkejut karena mereka tidak terluka dan tidak ada yang berubah.
Tidak dapat memahami situasinya, orang – orang dari [Underwood] melihat satu sama lain dengan kebingungan. Tapi saat selanjutnya---
"---Gahouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhouhou----!"
Teriakan Titan mengelilingi mereka seperti mereka dibebaskan dari gengaman wabah Kematian Hitam.

Bagian 7
---[Underwood], Dataran Tenggara.
Butir – butir keringat tercermin di dahi Kuro Usagi saat dia berlarian di sekitar medan perang.
Setelah kehilangan [Vajra Replica]nya, dia hanya punya dua Gift tipe perangkat yang tersisa dari [Kertas Mahabharata].
Dan penggunaan Gift tersebut mempunyai resiko yang besar.
Sebelumnya karena ada Asuka untuk membantu ..... tapi akan terlalu berbahaya mengizinkan gadis ini untuk terlalu dekat dengan Asuka-san!
Bagi gadis berambut hitam yang masih mengejar Kuro Usagi dari belakang.
Gadis itu---kelincahan Rin bisa dikatakan menyamai kuro Usagi atau Izayoi. Tapi sejak Izayoi sedang ada di tengah – tengah pertempuran di udara, orang lain yang bisa memperlambat musuh ini hanyalah Kuro Usagi.
Dia yang terus – menerus melempar belati sambil menjaga cukup untuk mengenai Kuro Usagi tampaknya tidak pernah mengubah jarak di antara mereka saat dia melanjutkan mengikuti pada jarak ‘tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat’.
Dan cahaya yang barusan.....bisa dianggap bahwa [Mata Kematian Balor] telah dilepaskan! Meskipun tubuh utamanya belum dipanggil, tapi itu pasti merupakan kartu AS musuh! Tidak peduli apapun, Kuro Usagi harus memanggil tombak sucinya dan melarikan diri dari gadis ini...!
“Ketika para Titan yang telah dikalahkan oleh Kematian Hitam hidup kembali satu demi satu, Kuro Usagi ingin terburu – buru membantu yang lainnya di medan perang tapi gadis ini terus menggangunya.....
“Konsentrasimu tampaknya lengah, Usagi-san! ♪” Dan saat Rin berbicara, dia melempar sejumlah belati kepadanya.
Kuro Usagi sudah lupa berapa kali permainan ‘serang dan bertahan’ ini berlanjut---Tiba – tiba, semua belati berhenti oleh ayunan pedang dari pedang Serpent.
“Tu.....!”
“TIDAK MUNGKIN!”
·         Klunk Chink!* Suara besi yang bergeser kembali ke posisinya setelah menghentikan belati yang telah jatuh setelah melayang di udara. Dan Ksatria bertopeng---Faceless telah berada di antara mereka.
Menolehkan kepalanya, dia berkata ke Kuro Usagi :
“---Aku datang untuk mengambil alih pertempuran yang ada di sini. Silahkan pergi untuk menghentikan [Mata Kematian Balor].”
“.....Terima kasih untuk bantuannya! Kuro Usagi akan menyerahkannya padamu!”
Yeah benar juga, masih ada dia. Kuro Usagi mulai berlari menuju medan perang sambil berterima kasih ke arah langit atas bantuan yang tepat waktu.
Ingin mengejar Kuro Usagi yang telah melesat seperti kelinci yang kabur, Rin dihalangi oleh Faceless.
Rin menatap dengan ekspresi yang marah saat dia menatap Faceless.
“Kau sepertinya salah satu kesayangan dari [Queen Halloween]-kan? Mungkinkah kau diperintahkan untuk mengalahkan kami?”
“Tidak. Itu bukan tujuanku kali ini. Aku semata – mata datang karena rasa persahabatan.”
Rin mengedipkan matanya dengan rasa tak percaya, seakan meragukan hal – hal yang dia dengar.
“Per...Persahabatan? Kesayangan dari [Queen Halloween] membutuhkan rasa persahabatan?”
“Yes. Aku diundang ke sini sebagai tamu dari [Will-O’-Wisp] dan karena rasa persahabatan tersebut aku memasuki medan pertempuran ini.”
Dengan kata lain, murni sebuah kebetulan bahwa dia bertemu dengan Raja Iblis. Mendengar suara monotonnya yang memberikan jawaban yang jujur, membuat Rin merasa sedikit kasihan kepadanya dan tidak tahu bagaimana cara menanggapinya.
Faceless mempertahankan sikap seriusnya sambil menjaga pedang Serpent favoritnya.
“Dan jika aku ingin mengalahkanmu, tidaklah mungkin dengan peralatanku saat ini.Jadi aku berharap bahwa kau akan berhenti sebelum kita berdua terluka parah.”
“.....eh? Kau tahu apa yang kulakukan?”
Faceless dengan sekejap memikirkan sesuatu dalam kepalanya---
“Meskipun Aku tidak tahu tekniknya didasarkan oleh apa, tapi.....menurut dugaanku, apa yang kau manipulasi adalah [Jarak] antara objek-kan.” Faceless mengatakannya dengan jelas.
Dan kali ini, Rin akhirnya terkejut.
Matanya yang seperti anak kecil menjadi bulat seperti piring dan dia meraba – raba belati yang ada di tangannya yang  hampir jatuh ke tanah.
“Um...Itu...Bagaimana kau tau itu? Apakah itu sangat jelas ? Jenis kesalahan apa yang kuperbuat?”
“Tidak. Tidak sejelas itu. Hanya saja Aku menyadari lintasan dari belati tersebut, langsung jatuh ke tanah setelah hampir melewati Kuro Usagi dan itu tampaknya tidak benar untukku..... Karena kecepatan dan jarak lemparannya tampaknya tidak cocok, teknikmu harusnya salah satu dari memanipulasi waktu atau jarak.”
Faceless terus menyatakannya dengan suara yang monoton.
Tapi bahkan jika dia tahu tipe Gift-nya, tidak ada yang dapat melawannya balik. Serangan terhadap Rin tidak akan [Tidak dapat menerima serangan fatal] atau [Tidak dapat ditembus] tapi [Tidak dapat menjangkaunya].
Dari perspektif cara melihatnya, bisa dikatakan bahwa Gift-nya lebih merepotkan daripada tidak dapat mati. Ada pembunuh di Little Garden yang menjadi serangan balik alami bagi siapa yang tidak dapat mati dana ada juga senjata yang dapat membuat keajaiban. Tapi jika semua itu tidak dapat mencapai lawan, semua itu akan sia – sia.
“.....”
“Menurut pengetahuanku, ini menjadi salah satu Gift unik yang tidak ada yang dapat menyamainya. Tapi jika ini adalah hasil kombinasi ideologi dari [Iblis Maxwell] dan [Iblis Laplace], hal seperti ini tidak dapat dibayangkan.”
“.....Hm, dapat dikatakan itu adalah jawaban yang benar, Onee-san bertopeng yang banyak bicara.”
Rin mengankat bahunya sambil tersenyum sinis.
Faceless memiringkan kepalanya samabi mengangkat alisnya.
“Jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang? Masih ingin bertarung?”
“.....Tidak. Meskipun kau tampak menarik, tapi kupikir Aku akan mundur sekarang. Lagi pula, Aku sudah mengulur waktu dan terlalu cepat menjadi musuh dari [Queen Halloween].”
“Pilihan yang bijak. Tidak peduli apa yang akan kau lakukan, game ini akan segera berakhir.”
“Eh?” Rin memiringkan kepalanya kebingungan.
Melihat ke arah Matahari yang sedang dihalangi oleh awan petir yang tebal, Faceless berkata :
“Shiroyasha telah suci kembali menuju ke fraksi Buddha saat ini.”
“.....Kau bohong!”
“Itu benar. Kupikir dia hanya tidak mau mengulangi lagi kebodohannya seperti tiga tahun yang lalu. Dengan begitu, Raja Iblis yang kau kirim ke area tersebut akan segera mirip dengan sebatang lilin yang berdiri di angin dan keributan kecil disini juga akan segera berakhir dengan kedatangannya.”
Faceless mengumumkannya dengan suara yang tenang dan mantap.
Rin tersenyum pahit saat dia melihat ke langit sebelum menghilang dari medan pertempuran tanpa jejak.
Melihat kearah medan pertempuran yang dipenuhi oleh kebingungan oleh Titan yang bangkit kembali, Faceless menghela nafas panjang sebelum bergumam dengan suara yang pelan :
“Kupikir ini saatnya bagiku untuk pergi juga. Aku akan menyerahkan sisanya kepadamu, Jack.”
Setelah itu, Faceless meninggalkan medan pertempuran seperti kabut yang menghilang. Tempat dimana keduanya berdiri sekarang diinjak – injak oleh suku Titan dan semua jejak mereka juga menghilang seperti gumpalan asap di udara.

[Translater : Orion KN]

Previous                         Forward

Mondaiji-tachi Ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo Jilid 4 Interlude 7 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.