14 Januari 2017

Date A Live Jilid 12 Bab 3 LN Bahasa Indonesia



WAKTU LIBURAN

Bagian 1
“……………….”
Ellen sedang berjalan di koridor bangunan sementara DEM Industries selagi menaikkan bahunya dengan kesal.
Mulutnya cemberut membentuk , alisnya mendekat mengerut dan jalannya terlihat cukup kasar. Untuk orang yang terkuat – Ellen, yang mendedikasikan untuk menjalani hidupnya dengan kebiasaan elegan; ini kasus yang langka.
Namun, itu normal saja. Itu karena, walaupun dia tidak memakai peralatan perangnya, dia benar-benar dipermainkan oleh Itsuka Shidou yang seharusnya hanyalah manusia biasa. Tidak ada penghinaan yang lebih tinggi dari ini, untuk kebanggaan Ellen.
“…………….kuh”
Wajah pemuda yang dibenci melayang dalam pikirannya setiap kali dia memikirkannya. Setelah Ellen menggertakkan giginya, dia mengepalkan tinjunya dengan *Don!* sebelum memukul dinding koridor.
“Auuuu……………..”
Ternyata lebih sakit dari yang diduga. Dia berjongkok dengan mata berair dan mengusap tangannya.
Namun, ini bukan waktunya dia bertindak seperti itu. Ya, tepat setelah dia kembali ke bangunan, Ellen diberitahu bahwa dia dipanggil oleh Westcott. Setelah Ellen mendapatkan kesadarannya kembali, dia menaiki elevator dan menunju pintu sebelum mengetuknya.
“-----Ike. Ini aku”
“Aah, masuk”
“Maaf mengganggu”
Setelah balasan pendek, dia membuka pintu. Seperti biasa, Westcott dengan santainya duduk di kursi seolah dia sedang menunggu Ellen.
“Maaf, memanggilmu tiba-tiba”
“Tidak--------Apa sesuatu terjadi pada [Material A]?”
Jika dia ada sesuatu dengan Ellen di saat seperti ini, hanya itu yang bisa dia pikirkan. Dia mengatakannya tanpa merusak posturnya. Westcott mengangkat bahunya berlebihan.
“Ya, itu salah satunya. Rupanya, <Nightmare> menyerang kita saat transporternya akan berangkat”
“Oleh <Nightmare>………..?”
Ellen mengerutkan alisnya saat dia mendengar nama itu. <Nightmare> Tokisaki Kurumi. Tidak seperti Roh yang lain, dia masih berkeliaran tanpa menerima perlindungan <Ratatoskr>; dia Roh yang misterius. Dia adalah seseorang yang mempunyai hubungan sangat dalam dengan DEM; dalam pertarungan terakhir di DEM Jepang, dia Roh yang menyebabkan banyak kerusakan.
“Bagaimana………..jadi apa ini artinya <Nightmare> mengetahui identitas [Material A]?”
“Siapa tahu. Tapi, jika memang begitu maka-------dia mungkin ingin tahu sesuatu”
Westcott cekikikan penasaran.
Jika sesuatu terjadi pada [Material A] maka ini tidak akan berakhir sebagai lelucon tapi, ekspresinya tidak terlihat dia sedang berakting kuat atau menggertak.
“Jadi, apa yang terjadi pada transpoter”
“Berkat Wizard yang menjaganya, kita dapat kabur dari masalah itu”
Ellen sedikit menajamkan matanya saat dia mendengar perkataan itu.
“-----Adeptus 2 huh”
“Ya. Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa begitu dia didaftarkan. [Material A] seharusnya sampai malam ini”
“Begitu. Itu berita bagus”
Walau dia mengatakannya, Ellen memiliki pertanyaan di dalam kepalanya. “[Material A] diambil oleh <Nightmare>, jadi ambil kembali”-----dia akan mengerti jika dia berkata begitu tapi, Ellen tidak memiliki peran untuk dimainkan jika itu dikirim dengan aman.
Tapi saat itu, dia mengingat kembali kata-kata yang Westcott ucapkan barusan.
“-----Kau bilang ini salah satunya kan?”
“Ya. Aku memanggilmu untuk yang satu ini”
Westcott setuju sebelum melanjutkan.
“Saat kau keluar, kita mendeteksi pembacaan Reiha yang aneh di kota. Aku pikir itu Roh baru tapi, terlihat aneh. Aku dengar, itu seolah beberapa Reiha tercampur ke dalam satu wadah”
“Saat aku keluar-----Hah”
Ellen sampai pada suatu kesimpulan membuka lebar matanya.
Ya. Ellen bertemu dengannya. Dia bertemu pemuda yang memiliki kekuatan yang aneh yang hanya bisa digunakan dengan Reiryoku………!
“Dan kau akan----“
“---------Serahkan padaku”
Sebelum Westcott menyelesaikan kalimatnya, Ellen mengatakan seolah dia menususk meja kantor.
“Sepertinya kau cukup bersemangat. Apa sesuatu terjadi?”
“Itu tidak benar. Aku seperti biasa. -----Aku pasti akan membawa kepala target ke sini”
“Tidak, jika mungkin, aku ingin kau menangkapnya sebagai contoh untuk kita”
Dalam kasus yang jarang, Westcott mengatakannya dengan matanya terbuka dengan terkejut.
Bagian 2
Setelah Shidou pergi, para gadis berkumpul ruang pertemuan di sudut bawah tanah <Ratatoskr>. Selagi mengelilingi meja bulat, eskpresinya semua menjadi kesulitan.
“Mu…….apa yang harus kita lakukan”
Tohka mengatakannya selagi meletakkan sikunya di meja, Yamai kemudian mengangguk tanda setuju.
“Memangnya apa itu benar Shidou? Suaranya terdengar sedikit aneh”
“Setuju. Dia berubah menjadi semacam gigolo”
Memang benar bahwa Shidou bertingkah berbeda dari biasanya. Dia dengan anehnya penuh percaya diri dan jika itu Shidou yang biasa, dia akan menjawab permintaan para gadis tanpa kondisi yang aneh. Dan lebih penting lagi, jika itu Shidou yang biasa, sulit dipikir bahwa dia akan menggunakan kekuatan Natsumi untuk sepenuhnya berubah menjadi perempuan.
Seolah menjawab pertanyaan itu, Reine, yang sedang duduk, menaikkan suaranya.
“……….Tentu saja, itu Shin. Tapi, karena pengaruh demam dan Reiryokunya, penahan dirinya agak lepas dan dia menjadi mabuk”
“Eh, mungkin darling punya keinginan untuk berubah menjadi perempuan?”
Miku memutar tubuhnya selagi matanya bersinar. Reine menggaruk pipinya.
“…………siapa tahu. Aku pikir itu cara agar bisa kabur dari kalian semua”
“Tidak peduli yang mana, itu tidak merubah fakta bahwa ini situasi yang menyebalkan. Kuh……….kakak bodoh itu; terbawa arus seperti itu. Apa dia bahkan tahu kalau dia dalam kondisi berbahaya………..!?”
Kotori meremukkan chupa chupsnya dengan kesal, dan mengambil 2 lagi dari tempat permen di sekitar pinggulnya sebelum memasukkannya ke dalam mulutnya.
“Tidak ada yang akan dimulai dengan komplen”
Origami mengatakannya dengan tenang. Dia kemudian melanjutkan perkataannya dengan tenang.
“Shidou bilang dia akan menerima ciuman kita jika kita membuatnya jatuh cinta pada kita sebelum tengah malam. Jika begitu, kita hanya harus menerimanya. ----bagaimana waktunya?”
“………..itu benar. Dinilai dari angkanya, kita punya banyak waktu jika kalian semua dapat menciumnya saat tengah malam. Masalahnya-----apa kalian semua dapat membuatnya jatuh cinta pada kalian semua”
Semuanya melihat kea rah jam dinding setelah mendengar perkataan Reine. Jam saat ini menunjukkan jam 6 sore. Pada dasarnya; mereka hanya punya waktu sisa 6 jam.
Jumlah Roh adalah 8. Dalam perhitungan sederhana, satu orang akan menghabiskan waktu 45 menit. Lebih lagi, termasuk waktu untuk persiapan dan waktu untuk menghubungi Shidou. Setiap orang mungkin hanya punya waktu kurang dari itu.
“……………….uh”
Tohka menelan ludahnya. Tohka berencana bersikap santai pada situasi ini tapi, sekarang sisa waktu sudah ditunjukkan padanya, dia merasa detak jantungnya menjadi lebih cepat.
“Bagaimanapun, kita tidak punya pilihan selain membuat Shidou-san jatuh pada kita……kan?”
Yoshino, yang duduk di sebelah Tohka, mengangguk dengan ekspresi gugup. Seolah meresponnya, Natsumi *muuu* melipat lengannya.
“…..Tapi, bagaimana kita akan melakukannya?”
“Itu……….”
“Yaaaannn, apa yang kau ingin Yoshino katakan? Natsumi-chan kau mesum~”
“A, a-aku tidak bermaksud……….”
Natsumi membalas dengan panik saat [Yoshinon] mengatakannya selagi dengan ahlinya menutupi wajahnya. Yoshino tersenyum kecut selagi melihat pertukaran itu.
“……..Aku punya saran untuk itu”
Setelah mengatakannya, Reine menaikkan jari telunjuknya dan *Ton**ton* menunjuk telinga kanannya sendiri. ----itu untuk menunjukkan incam yang dikenakan semuanya.
Mungkin mereka mengerti keinginan Reine dari tindakannya; Kaguya dan Yuzuru memukul tangannya masing-masing di saat yang sama.
“Begitu! Itu rencana yang kita gunakan di pulau Arubi!”
“Setuju. Itu langkah yang terbaik”
“Mu, apa maksudmu?”
Setelah Tohka memiringkan kepalanya, Reine melanjutkan dengan penjelasan singkat.
“………pada dasarnya, aku akan memberikan bantuan dari sisi ini menggunakan Incam. <Fraxinus> sedang dalam perbaikan tapi AI selamat dan memungkinkan untuk memberikan intruksi dari sini. Walaupun ini untuk membuatnya jatuh cinta pada kalian semua, Shin sudah memiliki level kasih sayang yang tinggi pada kalian semua. Pada dasarnya, kita hanya harus membuat hati Shidou berdebar dalam batas waktu dan mendapatkan kualfikasinya”
“Fumu……….Jadi itu artinya Reine dan yang lain juga akan membantu”
“…………Ya. Aku akan memonitor angka detakan jantung Shin dan juga keadaan mentalnya di saat yang sama. Kita pasang [Berdebar] saat level gembiranya sampai 90% sebagai dasarnya. Saat itu terjadi, suara yang jelas akan berbunyi di Incam”
“Heeeeh, jadi itu punya fungsi seperti itu juga huh? Itu sangat mendorong”
Setelah suara Miku keluar, Reine sedikit mengangguk sebelum mengatakan [Juga].
“………..Aku punya satu peringatan untuk kalian semua. Ini soal batas pelepasan Reiryoku”
Natsumi memiringkan kepalanya saat dia mendengar perkataan Reine.
“……………..? Dengan celahnya mengecil, artinya Reiryoku tidak akan mengalir antara kita dan Shidou, kan?”
“……..normalnya begitu. Tapi, hanya sedikit Reiryoku yang tersisa di tubuh kalian. Sepertinya, jika kalian semua memasukkannya ke dalam pikiran kalian, tidak mungkin bagi kalian semua untuk mempraktikannya walau hanya untuk waktu yang sedikit”
“Eh? Kalau begitu-----“
Tepat saat Miku sampai di situ, Reine mengayunkan kepalanya.
“…………..tapi, tolong jangan gunakan Reiryoku kalian sebanyak mungkin. Jika kalian semua memaksa menggunakan Reiryoku saat kalian tidak bisa mendapatkan pemasukan Reiryoku, aku tidak tahu dampak apa yang akan terjadi pada tubuh kalian”
““””””””--------!””””””””
Semua Roh terlihat gugup. Namun, Tohka menggelengkan kepalanya.
“Tidak, tapi ini untuk menyelamatkan Shidou”
“…….Jika kalian ada yang pingsan, akan mustahil untuk menyelamatkan Shin, kan?”
“M-muu……………”
Setelah diberitahu begitu, mulut Tohka menjagi gagap. Memang benar bahwa, cara ini tidak akan memperbaiki masalah.
“Aku mengerti. Aku akan mencoba sebisaku untuk tidak menggunakan Reiryoku”
“Itu benar. Yah, dengan sisi imut semuanya, darling pasti akan jatuh walau kita tidak menggunakan Reiryoku”
Miku tertawa tanpa pikir panjang. Itu benar-benar optimis tapi………yah, menjadi terlalu khawatir juga tidak bagus.
“……….masalah berikutnya adalah waktu. Jika memungkinkan aku ingin penaklukan dibatasi di satu tempat”
Setelah Reine berkata demikian, Origami melihat ke bawah dan meletakkan tangannya pada dagunya selagi tenggelam dalam pikirannya------setelah beberapa detik, dia mengangkat wajahnya.
“Aku punya ide”
“……mari kita dengar”
Reine membalas dengan tenang.
Bagian 3
“……Hn?”
Saat Shidou sedang berjalan di jalan, ponsel di dalam kantung bajunya tiba-tiba bordering. -------Dia pikir itu sudah diambil oleh petugas saat dia diperiksa tapi, sepertinya dipindah ke bajunya.
Dilihat dari irama getaran dan nada dering, itu bukan panggilan. Itu adalah pesan. Saat dia melihat ke layar, dia mengetahui bahwa itu dikirim dari ponsel Kotori.
“Fuuun………..?”
Setelah melihatnya, Shidou mengangkat ujung bibirnya seolah dia berpikir ini menarik.
Peta suatu tempat terpampang di pesan; dan alamat untuk menunjukkan tempat yang tertulis di pesan.
Itu adalah teks yang simple tapi, itu cukup untuknya mengetahui apa maksudnya.
Pada dasarnya, mereka selesai mempersiapkan jawaban untu permintaan Shidou.
“Baiklah, apa yang akan kalian semua berikan untukku………..dan”
Setelah Shidou mengatakannya, dia menaruh kembali ponselnya sebelum *ton* menendang tanah.
Dengan tindakan tersebut, Shidou terbang ke langit seolah dia bebas dari tekanan gravitasi. Orang-orang yang berjalan di sekitarnya membuka mata mereka dengan terkejut saat mereka melihat Shidou melakukannya.
Tidak diperbolehkan untuk menampilkan kekuatan Roh pada public tapi; Shidou saat ini tidak memedulikannya. Setiap kali dia dengan bebas menggunakan kekuatannya, kepalanya yang demam penuh dengan peningkatan. Mungkin ini rasanya bagaimana menggunakan narkoba dan Shidou tidak memikirkan apapun tentang itu.
“Baiklah------kalau begitu, sepertinya aku akan menerima undangan ini”
Setelah Shidou mengangkat wajahnya, peta yang dia lihat tadi muncul di dalam kepalanya. Tempatnya tidak jauh dari sini. Shidou sekarang bisa langsung sampai disana.
Dia sedikit mengerutkan kakinya sebelum menendang langit. Di saat dia melakukannya, angin di sekitarnya mulai berhembus dan membuat Shidou terbang ke langit dengan kecepatan sangat tinggi.
Dia terasa seperti peluru. Pemandangan yang dia lihat semua terlewati dengan pening dan angin mengenainya dengan keras. Shidou yang normal pasti akan kehilangan kesadarannya saat terbang dan membantingkan kepalanya ke tanah.
Tapi, Shidou saat ini tidak akan melakukan sesuatu yang menyedihkan seperti itu. Setelah beberapa saat terbang, Shidou berputar dan mendarat dengan indah.
Dia kemudian sedikit memperbaiki rambut dan pakaiannya yang berantakan oleh tekanan angin yang kuat sebelum dia melihat sekitar.
“Ini tempatnya……..”
Setelah mengatakannya, Shidou mengangkat wajahnya. Bangunan raksasa dibangun di dalam hutan yang sepi terpisah dari kota. Tingginya tidak terlalu besar tapi, lebarnya sangatlah besar. Jika dome baseball ditutupi dengan box persegi, mungkin akan terlihat seperti ini.
Bahkan dengan melihat bangunannya, dia tidak dapat menemukan petunjuk apapun tentang fasilitas apa ini. Ini memberikan perasaan cemburu yang sangat besar karena terlihat seperti pabrik rahasia yang memproduksi semacam obat-obatan berbahaya.
Namun, tidak ada tanda takut apapun yang ada di dalam Shidou saat ini. Selagi merasa cahaya terangkat dan dugaan, dia melangkah ke bangunan-----dan membuka pintu.
Dan saat itu.
“Shidou!”
“Shidou………san!”
“Darling!”
“………..!?”
Shidou membuka matanya tidak sengaja.
Setelah cahaya yang besar mencolok pandangannya, pemandangan yang terlihat seperti pantai dari negeri selatan terpampang----dan para Roh mengenakan pakaian renang warna-warni berada di sana menyambut kedatangan Shidou.

Di saat yang sama. Di fasilitas <Ratatoskr> yang berada di bawah kota Tenguu. Di dalam suatu ruangan, anggota kru kapal udara <Fraxinus> berkumpul.
“----Target, sudah memasuki dome!”
Setelah mengatakannya, <Deep Love> Minowa menjalankan peralatannya. Setelah dia melakukannya, monitor raksasa yang terpasang di dinding menampilkan penampilan Shidou; di samping, angka menunjukkan keadaan mentalnya dan nilai kasih sayangnya.
Ya. Ruangan yang dibangun di dalam fasilitas bawah tanah ada ruangan komandan sementara. Fasilitasnya bukanlah level yang sama dibandingkan dengan yang di <Fraxinus> tapi, dengan ini; ini seharusnya cukup untuk berperan membantu Shidou.
Selagi melihat gambar yang ada di monitor, pria tinggi yang berdiri di samping kursi komandan-------wakil kapten <Fraxinus>- Kannazuki Kyouhei mengangkat suaranya keras.
“Baiklah. Mulai penaklukannya. Ini mungkin tidak biasa tapi; ini misi yang sangat penting. Semua anggota, bersiap”
“”””Ya!””””
Dan untuk meresponnya, suara dengan nada rendah dapat terdengar dari speaker.
“………..Kannazuki. Aku pikir kau mengetahui ini tapi, jangan mengacaukan pilihan oke? Terakhir kali aku tidak disana, aku mendengar kamu melakukan banyak hal kau tahu?”
Di sudut monitor, komandan-Itsuka Kotori ditampilkan mengenakan pakaian renang putih terpisah. Dia menatap ke arah kamera otomatis dengan pandangan tajam. Namun, seolah Kannazuki tidak merasakan atmosfir yang berduri ini, dia dengan santai menghormat ke arah pemiliknya seperti anjing peliharaan.
“Tentu saja! Serahkan padaku! Kannazuki Kyouhei yang memalukan ini akan menjatuhkan Shidou-kun!”
“Perkataan itu menarik keberanian…….yah lupakan. Omong-omong, kita menghentikan Shidou disini”
Para kru membalas dengan [Baik!] lagi setelah mendengar perkataan Kotori.
Dan setelah itu, <Dimension Breaker> Nakatsugawa mengerang keras.
“Namun, itu yang kita harapkan dari komandan. Dengan strategi [Doki! Turnamen Berenang dengan para Roh] ini, tidak hanya kalian bisa langsung mendekati Shidou-kun, poin Dokinya akan terjaga dengan pakaian renang semuanya”
Seperti yang Nakatsugawa katakan, semua Roh di area kolam renang mengenakan pakaian renang yang imut atau seksi. Setiap pemuda mungkin akan pergi ke surge hanya dengan melihat mereka; itu pemandangan bagaikan dalam mimpi.
“Itu benar. Berpasangan dengan ketidakcocokan “pakaian renang saat musim dingin”, dampaknya lebih dari cukup. Dengan ini, Shidou-kun akan bertekuk lutut”
Seolah menyetujuinya, <Bad Marriage> Kawagoe menyetujuinya. Namun, Kotori mengangkat bahunya selagi keringat bercucuran dari jidatnya.
“Tidak, yang merencanakan strategi ini bukan aku----“
“----Aku tidak senang”
Dan untuk menyela Kotori, suara tenang bergema lewat speaker. Di saat yang sama, jendela baru terbuka di monitor menunjukkan Origami mengenakan pakaian renang hitam.
“Strategi yang aku ajukan bukan sesuatu seperti ini. Ini masih belum terlambat. Ayo ubah kebijakannya”
“Oh ayolah………….pantai telanjang itu mustaahil oke!?”
Para anggota kru terbatuk secara refleks saat mereka mendengar perkataan Kotori.
“………….re-rencana yang pertama itu sesuatu seperti itu huh………..”
“Bagaimana mengatakannya ya……….seperti yang diharapkan dari Tobiichi Origami”
<Nail knocker> Shiizaki dan <President> Mikimoto mengatakannya selagi keringat bercucuran dari jidatnya. Tapi, Origami melanjutkannya seolah itu tidak mempengaruhinya.
“Kenapa”
“A-apa maksudmu kenapa……”
“Cara itu pastinya akan memukul Shidou dengan kejutan. Prioritas utama kita adalah untuk mencium Shidou dan melebarkan celahnya”
“Itu…………mungkin benar tapi……………”
Kotori bergumam di dalam mulutnya.
“……..tenang, Origami. Shin masih yang berperan sebagai penilai. Memperlihatkan kulit melebihi batas normal mungkin hanya akan mengejutkan Shin”
“Begitu. Pada dasarnya, lebih baik untuk perlahan melepas baju”
“………..tidak, bukan itu maksudku”
Setelah Reine menggaruk pipinya, dia batuk sekali untuk mendapatkan kembali kesadarannya sebelum melihat monitor.
Di dalam monitor, Shidou sudah berganti ke pakaian renang berkat kemampuan Natsumi, dan sedang berjalan ke arah yang lain. Awalnya dia terkejut tapi, angka kegembiraan tidak dapat terlihat lagi. Agar bisa menciumnya, penaklukan yang aktif memang dibutuhkan.
“………Omong-omong, mari mulai penaklukannya. Siapa yang pertama”
Dan saat Reine mengatakannya, sebuah suara baru dapat terdengar dari speaker.
“Kuku, prajurit yang kuat adalah yang selalu pertama berperang. Ayo kita tangani ini”
“Menyombongkan. Serahkan ini pada Yuzuru dan Kaguya”
Jendala baru terbuka di monitor; dan itu menampilkan Yamai yang mengenakan pakaian renang dengan desain yang sama (Namun, polanya berlawanan).
“…………fumu, Yamai huh. Semuanya, tidak keberatan?”
“Ya, tentu saja. Kita lihat apa yang bisa mereka lakukan”
“Aku tidak keberatan. Serahkan pengawalan padaku”
“……..Aku tidak peduli, lakukan apa yang kalian mau”
Para Roh membalas di posisi yang jauh dari Shidou.
Setelah kalimat Yuzuru dan Kaguya terdengar dari Incam, mereka berdua mengangguk di saat yang sama sebelum berjalan ke arah Shidou dengan gaya berjalan ala model; darimana mereka mempelajari itu.
“Kaka, oh Shidou, aku kagum kau mendatangi kita tanpa rasa takut!”
“Setuju. Sepertinya, dia hanya terlalu terpukau pada pesona kita”
Setelah mereka melakukannya, Shidou melihat ke arah mereka untuk membalas suara mereka.
“Ouu, Kaguya dan Yuzuru huh. Haha, terakhir kali aku melihat kalian memakai pakaian renang saat festival Tonnou kan? Seperti yang kuduga, pakaian renang terlihat menarik jika gaya orang itu bagus. Kalian berdua terlihat bagus. Kalian berdua-----benar-benar indah”
Setelah mengatakannya, dia tersenyum berani.
Mereka mungkin tidak menduga pujian secara langsung karena; wajah Kaguya dan Yuzuru menjadi merah walau mereka berjalan ke arahnya dengan penuh percaya diri.
“Kaguya-chan, Yuzuru-chan, level kasih sayang keduanya meningkat!”
“Tidak, bukan tim kita yang seharusnya jatuh padanya kan!?”
Teriakan Shiizaki bergema di dalam ruangan komandan sementara.
Seolah menyamainya, jendela baru muncul di monitor.
3 pilihan tertulis di sana, dan itu adalah.
(1)   Tekan Shidou dari kiri dan kanan, dan serang dia dengan mendorong dada kalian padanya
(2)   Tunjukkan ciuman rasa vanila lewat es krim
(3)   Membuat Shidou menjadi pisang manusia, menaikinya dan menjalankan perjalan wisata di kolam
“Houu, keluar! Semuanya, pilihlah!”
Kannazuki berteriak keras. Para anggota kru mengendalikan peralatan mereka dan mereka semua melemparkan pilihan mereka ke pilihan yang sudah dipilih.
Dan, hasilnya langsung muncul. (1) dan (2) bersaing ketat sementara hanya ada 1 suara untuk (3).
“Harus (1)”
“Ya, itu pilihan yang tepat untuk mereka berdua. Melemparkan (2) itu sulit…….aku tidak berpikir dia akan senang dengan (3) kecuali dia punya suatu fetish tertentu”
Setelah anggota kru mengatakannya, mata Kannazuki keluar secara refleks.
“Ehhhh!? Kenapa (3) jadi masalah! Dia pasti akan berdebar! Dengan tali di lehernya malah lebih baik! Shidou-kun pasti akan mengerti. Kalian berdua bisa mendengarku. (3)------“
“----Kawagoe-san!”
“Serahkan padaku!”
Saat Kannazuki akan memberitahu Yamai, Kawagoe melompat ke arah Kannazuki. Mengambil kesempatan itu; Mikimoto menahan kedua tangannya selagi Nakatsugawa mengikat Kannazuki ke kursi dengan tali.
“A-Apa yang kalian lakukan! Apa ini kudeta!?”
“Aku minta maaf, wakil komandan”
“Tapi, kami disuruh komandan melakukan ini jika wakil komandan akan kehilangan kendali…….”
“Begitu! Seperti yang diharapkan dari komandan, dia mengerti karakterku! Kalau begitu lakukan lebih kuat! Tali di tangan kiri longgar, apa yang kalian lakukan!”
Selagi diikat ke kursi, Kannazuki bernafas dengan liar selagi pipinya memerah. Para anggota kru berkeringat.
“………kalau begitu, kita serahkan sisanya pada Analisis Murasame, kita akan mengandalkanmu!”
Setelah diberitahu, Reine [……aahh] mengangguk sebelum mendekatkan mulutnya ke mic yang tersambung pada Incam.

“………..Kalian berdua bisa mendengarku? Pilih (1)”
Intruksi Reine sampai pada mereka melalui Incam.
“Fuun. Begitu. Kuku, Shidou yang murni tidak akan bisa menanganinya jika itu kita, Yamai akan melakukannya”
“Peringatan. Kaguya, kerahkan semuanya itu penting untuk tindakan ini. Tolong hati-hati agar tidak mudah menjadi malu”
“Ti-tidak akan! Aku akan baik-baik saja! Aku tidak perlu di khawatirkan!”
“Setuju. Kalau begitu------ayo pergi”
Kaguya dan Yuzuru mengangguk satu sama lain sebelum kembali melihat Shidou.
Mereka kemudian duduk di samping Shidou sebelum memeluk tangannya.
“Hnn? Ada apa, kalian berdua?”
Shidou berkedip karena terkejut selagi melihat wajah mereka berdua. Kaguya dan Yuzuru melihat satu sama lain tuk sekejap, mereka kemudian [1, 2] hanya menggerakkan bibir mereka tanpa mengeluarkan suara sebelum mendorong dadanya pada tangan Shidou di saat yang sama.
“Oooh?”
Alis Shidou terloncat saat dia merasakannya. Kaguya dan Yuzuru kemudian mengangkat ujung bibirnya selagi pipi mereka memerah.
“Ku-kuku……..bagaimana Shidou. Kau bersemangat karena pesona kita, kan?”
“Setuju. Kau tidak harus memaksakan dirimu sendiri. Ayolah, ayo”
Selagi mengatakannya, mereka mendekati Shidou.
Tapi, setelah Shidou menghela nafas, dia sedikit mengayunkan kepalanya.
“Oi oi kalian berdua. Aku sangat senang dengan ini tapi, perempuan yang belum menikah tidak seharusnya melakukan ini tanpa alasan yang benar”
“A……..!?”
“Terkejut. Shidou yang tenang tidak seperti ini”
Kaguya dan Yuzuru mulai berkeringat saat mereka menndengar respon Shidou.
Wajah Shidou yang biasa akan langsung berubah menjadi tomat saat dada mereka berdua didorong kepadanya dan pasti akan berteriak dengan panik. Namun, Shidou saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.
Saat dia bilang begitu dengan tenang, Kaguya dan Yuzuru langsung menjadi malu. Mereka berdua mengerang sebelum berpaling tidak nyaman.
Shidou kemudian *pon**pon* mengelus kepala mereka.
“Tapi, terima kasih. Untuk menyelamatkanku, Kaguya dan Yuzuru mencoba membuat hatiku berdebar kan? Aku sangat senang karena perasaan ini”
“Ugu………”
“Wajah merah. Ini curang”
Kaguya dan Yuzuru merasa mereka gelisah dan *Guu* menggetarkan tenggorokannya.
“…………kau tidak harus merasa negatif. Kaguya, Yuzuru”
Dan, suara Reine dapat terdengar di telinga mereka.
“…………Shin mungkin terlihat tenang tapi, saat kalian berdua mendorong dada kalian padanya, jelas nilai kesenangannya bertambah, satu dorongan lagi”
Setelah mendengarnya, Kaguya dan Yuzuru melihat satu sama lain.
“Ku………kuku, apa yang kau tahu, ternyata kau merespon”
“Setuju. Dia lebih mesum dari sebelumnya”
“………..berikutnya coba (2). Tampilkan ciuman rasa vanila lewat es krim. Disana ada toko eskrim di ujung kolam kan?”
Saat mereka melihat ke arah yang diberitahu Reine, memang benar bahwa mereka dapat menemukan kios berdesain tropikal disana. Seorang perempuan, mungkin anggota <Ratatoskr>, berdiri disana sembari tersenyum.
Setelah Kaguya dan Yuzuru mengangguk satu sama lain, mereka berdiri.
“Kuku, oh Shidou, tunggu disana! Aku akan memberiknamu ciuman dari dewi es krim!”
“Terjemah. Kita akan membeli es krim jadi tolong tunggu”
Setelah mengatakannya, mereka berdua lari di pantai berpasir, mereka berlari memesan 2 es krim dari kios sebelum kembali ke Shidou.
“Hn?”
Shidou melihat jumlah es krim yang ada di tangan mereka dan memiringkan kepalanya.
“Apa, hanya untuk berdua? Kalian kasar juga ya”
Shidou mengangkat bahunya selagi tersenyum kecut. Tapi, Kaguya dan Yuzuru mengayunkan kepalanya.
“Fuu, jangan gegabah Shidou”
“Transfer. 1 untuk Shidou. Ini”
Setelah Yuzuru memberikan es krim, Shidou membuka lebar matanya kebingungan.
“Hnn, terima kasih. Tapi dengan ini, Yuzuru tidak memiliki apapun kan? Mungkin, kamu tidak punya cukup uang?”
“Bantah. Itu tidak benar. Tapi, 1 cukup untuk Yuzuru dan Kaguya………Kaguya”
“……..Hn”
Setelah Yuzuru memintanya, Kaguya sekilas ragu-ragu karena sedikit rasa malu sebelum memberikan es krim yang ada di tangannya. Yuzuru kemudian dengan lembut meletakkan tangannya di atas tangannya.
Kaguya dan Yuzuru kemudian mengangguk satu sama lain sebelum menjulurkan lidah mereka dari bibir yang terbuka dan mulai menjilati es krim yang ada di depan Shidou. -----mereka berdua melakukannya di saat yang sama.
“Hnn…………….Afuu”
“Maa…nis. Ini…….”
Mereka berdua merasa nafas lembut mereka menggelitik pipi mereka. Di samping rasa manis krim yang putih, mereka berdua bisa merasakan lidah mereka bergeliat. Kaguya dan Yuzuru meraasa adegan mesum ini terlintas di pikiran mereka. Itu adalah perasaan nyaman yang terdiri dari ketidakspoanan, keseksian, dan tipu daya. Mereka mengerti ini, Ini lebih merangsang dari yang diduga. Dengan ini, bahkan Shidou akan………
“………..Kalian berdua. Maaf memberitahukan kalian ini selagi kalian bekerja keras tapi, bukankah ini harusnya dilakukan pada Shin bukan Kaguya dan Yuzuru yang melakukannya berdua?”
Tapi. Mereka berdua berhenti saat perkataan Reine sampai di mata mereka.
“…………..ah”
“Lupa. Sekarang kau mengatakannya”
Memang benar dia itu benar. Mereka menilainya dari berdasarkan susunan katanya tapi, ini hanya terlihat mereka berdua merayu satu sama lain di depan Shidou. Karena dua pukulan rasa malu karena tindakan mereka dan malu karena berbuat salah, wajah mereka menjadi merah padam.
Tapi saat itu, mereka berdua menyadari pipi Shidou juga sedikit memerah.
“………………? Err?”
“Ragu. Bukannya kita salah?”
“Tunggu sebentar Analisis Murasame! Nilai kesenangan Shidou-kun meningkat!”
Suara <President> Mikimoto bergema di Incam.
“Sepertinya, rayuan Yamai menyebabkan kesenangan visual!”
“Ini tidak mustahil……! Sedikit seperti itu. Ini pada level dimana aku bisa menikmati satu malam sendirian dengan video ini”
Setelah mendengar perkataan <Dimension Breaker> Nakatsugawa, anggukan dapat terdengar dari beberapa orang. Berikutnya, suara lelah <Nail Breaker> Shiizaki bergema.
“…………Minowa-san, aku sarankan kita memeriksa semua anggota kru pria di sini saat kita pergi”
“Benar. Mari kita lakukan”
“Tidak mungkin! Ini hanya untuk penelitian!”
“Itu benar! Ini murni rasa penasaran untuk intelektual!”
“Ahhh ya ya.-----Lebih penting lagi, Analisis Murasame”
“……..Aah, ini keberuntungan yang bagus. Tapi, level kesenangan saat ini 80%. Hanya satu dorongan lagi, jika ada sesuatu”
Setelah mendengar perkataan Reine, alis Kaguya dan Yuzuru mendekat.
“Sesuatu……..bahkan jika kau bilang kita harus melakukan sesuatu……..”

“Peringatan. Kaguya, es krimnya”
Di saat Yuzuru mengatakannya, es krim yang menjadi hangat karena suhu tubuh mereka berdua, mulai menetes ke dada Yuzuru dari conenya.
“Dingin. Hyann”
Yuzuru mengangkat bahunya. Setelah dia melakukannya, es krim yang meleleh menembus melewati celah antara dada Kaguya sebelum selanjutnya menetes ke paha Kaguya.
“Ukyaaaa! Di-dingin…….”
Setelah Kaguya menutup matanya, dia berekspresi tidak nyaman.
“Uwaa, aku lengket semua. Apa ada sesuatu yang bisa aku pakai untuk menyeka?”
“Saran. Kau bisa langsung menghapusnya jika kau masuk ke kolam---“
Dan. Tepat saat Yuzuru sampai pada kalimat itu, ujung alisnya terangkat. Kaguya memutar kepalanya keheranan.
“Hnn, ada apa, Yuzuru”
“Berkat dari Surga. Kita bisa melakukannya dengan ini”
Setelah Yuzuru mengatakannya, dia tiba-tiba mengitari Kaguya ke punggungnya dan memegang kedua pundaknya sebelum mempersembahkannya pada Shidou.
Dan,
“Memohon. Shidou, Yuzuru dan Kaguya jadi lengket karena es krim.------tolong buat kami indah dengan lidahmu”
“Unn?”
Shidou membalas selagi mata mereka terbuka lebar karena terkejut. Setelah sesaat kemudian, Kaguya berteriak karena dia mengerti apa yang Yuzuru maksud dengan perkataannya.
“Tunggu……….!? A-Apa katamu Yuzuru!”
“Berhenti. Tolong tenang Kaguya. Mari kita ubah ketidakuntungan menjadi keberuntungan. Ini cara untuk membalikkan keadaan. Dada Kaguya normal tapi kulitmu yang kencang itu nomor satu”
“Maaf saja kalau normal ya!? Lupakan itu, jika begitu, kenapa tidak membuatnya membuatmu lebih indah dengan dadamu!”
“Tolak. Jika Yuzuru mulai pertama, tidak akan cukup untuk merangsangnya saat giliran Kaguya”
“Apa kau memujiku!? Atau kau mengejekku!?”
Setelah Kaguya berteriak keras, Shidou, yang melihatnya tepat di depannya, *Nii* tersenyum.
“Heh……..? Kau ingin jadi indah huh, Kaguya”
“…….! I-Itu…….”
“Saran. Kaguya”
Yuzuru berbisik ke telinga Kaguya. Kaguya mengangguk selagi wajahnya memerah.
“….Too-long….lakukan”
Setelah Kaguya mengatakannya, Shidou [Fuuuun?] tersenyum senang dan menjilat bibirnya.
Dia kemudian berjongkok dan perlahan mendekatkan wajahnya dengan paha Kaguya.
“……………..!”
Lidah Shidou menyentuh kulit Kaguya----(Walau hampir menyentuh).
Tiba-tiba, [Pan paka pan!] keriuhan yang ceria sangat keras bergema dan menyebabkan Kaguya serta Yuzuru tersentak di saat yang sama.
“Uhyaaa!?”
“Terkejut. Suara apa itu”
Saat mereka berdua terkejut, suara Reine dapar terdengar dari Incam seolah dia disana untuk menjawabnya.
“……………Selamat, kalian berdua. Level kesenangan Shin baru saja melewati 90%. Lebih lagi, ini untuk individual”
“Eh? Artinya…….”
“Sukses. Itu artinya hati Shidou berdebar karena kita huh”
Setelah Kaguya dan Yuzuru mengatakannya, Shidou mengangkat bahunya karena dia mungkin mengerti situasinya berdasarkan obrolan mereka.
“Rupanya, aku kalah huh. Seperti yang diharapkan dari Yamai”
“Eh? Ah------Ku-kukuku! Yah tentu saja! Sekarang kau tahu pesonak anak badai, Yamai!”
Untuk menutupi kesalahannya, Kaguya tertawa keras. Shidou kemudian menunjuk pahanya yang basah karena krim selagi menajamkan matanya seolah ini menarik.
“…………..jadi, ingin lanjut?”
“…….! A-auuuu…………”
Wajah Kaguya memerah lagi dan melihat ke bawah.
Bagian 4
Natsumi, yang mengenakan satu setel pakaian renang yang kurang daya tarik seksual (Yah, alasan kenapa tidak terlalu seksi bukan hanya karena pakaian renangnya), sedang bersembunyi di belakang batu yang ada di kolam renang indoor selagi memeriksa situasi antara Shidou dan Yamai.
Walau dia berada sedikit jauh agar dia tidak ketahuan, dia dapat mengatahui apa tindakan yang diambil dan apa dampaknya karena dia dapat mendengar obrolan mereka seolah menyamai channel Incam.
Rupanya, mereka berdua berhasil membuat jantung Shidou berdebar. Seperti yang diharapkan dari Kaguya yang selalu penuh dengan percaya diri dan Yuzuru, yang menyembunyikan kualitas tinggi. Mereka dengan indahnya menyelesaikan tugas yang pertama.
Namun, bukan berarti Natsumi terkejut. Tidak mungkin ada lelaki yang dapat mengabaikan saudara yang cantik itu saat mereka mendekati seseorang.
Juga, Natsumi tidak mengkhawatirkan tentang Roh yang lain. Natural untuk pesona dewinya- Yoshino, Tohka yang polos, imut dan bergaya luar biasa, Kotori memiliki rasa yang tidak bermoral karena dia adik tirinya dan aktingnya seolah dia itu kuat dapat menggelitik hati lelaki. Walaupun masalahnya adalah skandal, dada Miku itu adalah bom nuklir, bahkan Origami………….ahli dalam menangkap orang. Semuanya, mungkin memiliki kemampuan untuk mencium Shidou.
Namun masalahnya disini tidak lain adalah diri Natsumi sendiri.
“Membuatnya berdebar………situasi macam apa itu sheesh”
Setelah Natsumi mengatakannya dengan penuh kebencian, dia mengepalkan tinjunya keras-keras.
Maksud buruknya itu jelas. Di antara para Roh yang cantik, kondisi ini secara khusus mengarah pada anak bermasalah-Natsumi karena dia satu-satunya yang menjatuhkan kurva indikator.
Dia menjadi kesal bahwa dia satu-satunya yang tidak bisa melewati kondisi itu selagi semuanya dapat melewatinya dengan mudah.
Jika dia harus memberi contoh, “di dalam kompetisi lompat tali antar kelas [Baiklah, rekor kelas lain tidaklah menganggumkan!] [Ya, kita akan menang jika kita bisa lompat 10 kali!] [Ini sama saja dengan kemenangan!] [OiBaiklah, ayo! Satu, dua, ti……Ahh] [Oi oi, siapa itu….] [Uwahh, tidak mungkin-………]” seperti itu. “Itu kenapa aku memberitahukanmu kalau aku tidak bisa lompa tali dari awal!” “Kenapa yang tidak bisa melompat, adalah yang memutar tali!?” “Apakah masyarakat memperbolehkan gelandangan untuk menuntuk orang-orang yang telah melakukan pekerjaannya!?”
Natsumi tiba-tiba menggaruk tenggorokannya.
“………o-omong-omong, kondisi ini mustahil untukku……”
Natsumi menggaruk kepalanya selagi mengeluarkan suara suram sebelum dia mulai berpikir.
Bahkan jika Natsumi gagal membuat Shidou berdebar, Shidou akan melemah dari sekarang selama yang lain berhasil melebarkan celah dengan menciumnya sebelum tengah malam. Setelah itu terjadi, dia akan membuat semua orang menahan Shidou, dan dia akan mencium paksa Shidou lalu………….itu mungkin tidak terdengar membanggakan tapi, ini darurat. Semuanya akan mengerti.
“Baiklah…….begitu saja”
“Dengan bagaimana?”
“Seperti yang kubilang, pertama semuanya------tunggu, Hyaaaaa!?”
Natsumi berteriak keras karena tiba-tiba ada yang memanggil dan melompat.
“Shi-Shidou!?”
Dan, dia memanggil orang yang muncul di belakangnya entah darimana.
Ya. Orang itu adalah Shidou yang tadi masih mengobrol dengan Yamai di ujung pandangan Natsumi.
“Ou. Apa yang kau lakukan disini, Natsumi”
“…………Ti-tidak ada……….aku tidak melakukan apapun……..lebih penting lagi, pergilah ke gadis yang lain. Ayolah, aku pikir Tohka sedang mencarimu…….”
Setelah Natsumi mengatakannya, Shidou [uuuun] menunjukkan gestur berpikir sebelum tersenyum seperti iblis.
“Apa yang akan kau lakukan jika aku bilang tidak       ?”
“Huh…………? A-apa yang kau katakan. Aku tidak……….”
“Seperti yang kubilang, sampai Natsumi membuatku berdebar, aku tidak akan pindah ke Roh yang lain”
“…Heeeah!?”
Setelah mendengar perkataan Shidou, Natsumi terkejut.
“Tu………….tunggu tunggu tunggu, apa itu bohong!? Bukannya perjanjiannya kami bebas memilih!? Lagipula kenapa harus aku!”
“Terasa seperti itu”
“Jangan main-main dengankuuuuuuuu!?”
“………..Tenang, Natsumi”
Di saat Natsumi berteriak keras, suara mengantuk dapat terdengar dari Incam.

Pilihan muncul di atas gambar Natsumi dan Shidou yang ada di ruang komandan sementara.
(1)  Ambil keuntungan dari tubuh tidak berkembangnya dan membuatnya berdebar dengan mendekatinya dengan polos
(2)  Lakukan kontes perbedaan dengan menanganinya dengan ketenangan Onee-san dewasa.
(3)  Ajak dia dengan pesona nenek loli yang licik.
“………….semua anggota, pilihan kalian”
Menyamai perkataan Reine dengan nada linglung, para anggota kru mengendalikan peralatan mereka masing-masing. Hasilnya langsung muncul di layar.
Hasilnya-----(2).
“……Begitu, (2) huh”
“Ya, ada perasaan bahwa Shidou-kun menyukai gadis kecil jadi (1) mungkin pilihan yang bagus tapi, aku pikir itu terlalu kasar untuk Natsumi-chan untuk melakukannya……..”
“Uun, yah jika kita membicarakan tentang (2) yang kasar, itu sebenarnya cukup kasar tapi, aku pikir kita bisa mengatasinya jika dia bisa mengingat kembali dirinya sendiri saat dia berada dalam mode Onee-san nya………..”
“Eeh, kenapa tidak (3)? Aku pikir itu akan berhasil karena itu sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya………..”
“Uuun………Nakatsugawa-san tidak separah wakil komandan tapi, fetishmu itu sampai batas tertentu………”
Semua mulut para kru sedang membicarakannya. Reine mendekatkan mulutnya ke mic yang tersambung ke Incam.
“……….Apa kau mendengarnya, Natsumi. (2)”

Setelah menerima intruksi Reine dari Incam, Natsumi menelan ludah.
---Melakukan kontes perbedaan dengannya dengan mempertahankan susunan Onee-san dewasa. Apa mereka memberitahunya untuk menggunakan cara ini untuk menghadapi Shidou.
“……………”
*Badum**badum* jantungnya mulai berdetak kencang dan tubuhnya mulai berkeringat karena rasa gugupnya.
Tapi, itu biasa saja. Karena celah di antara Natsumi dan Shidou dalam situasi tajam, kebanyakan Reiryokunya tidak mengalir kembali walaupun kondisi mentalnya tidak stabil. Pada dasarnya, Natsumi tidak bisa dengan baik menggunakan kemampuan berubahnya yang merupakan perlindungannya.
Memang benar saat Natsumi bertemu Shidou, dia benar-benar berbelas kasihan pada pesona dewasanya. Namun, situasi itu pertama tercipta berkat keberadaan sebuah topeng yang disebut Onee-san mode, yang tercipta oleh <Haniel>. Untuk Natsumi yang ingin bereingkarnasi ke spesies yang bisa menampilkan patogenesis karena dia sebenarnya pemalu dan takut untuk berhadapan dengan orang lain, ini terlalu tidak beralasan untuknya.
Namun, Natsumi sepenuhnya mengerti bahwa situasi ini tidak satupun membiarkannya untuk berkata demikian. Jika Natsumi menyerah disini, Shidou akan kehilangan kendali kekuatannya dan mungkin mati dalam skenario terburuk. Jika itu terjadi, Yoshino dan yang lain akan sedih----lebih penting lagi, bahkan Natsumi tidak akan membiarkannya.
Berkat Shidoulah Natsumi ada disini. Memang benar bahwa suaranya menjadi menjerit dan dia pusih karena gugup. Namun, dia harus melakukannya. Natsumi entah bagaimana berhasil mengumpulkan tinju yang penuh keberanian dari seluruh tubuhnya dan mengarahkannya langsung ke dadanya sebelum dia mengangkat wajahnya untuk menunjukkan determinasinya.
Dia kemudian dengan canggung bertindak genit selagi berbicara pada Shidou.
“Uu……….Ufuuun, oh Shidou-kun……….apa kau benar-benar menginginkanku? Dasar anak…….yang tak ada harapan………”
Setelah mengatakannya, Natsumi melakukan sebisanya dan menulusuri jarinya ke dada Shidou dengan erotis.
Tapi.
“……………puu”
Saat Shidou menutupi wajahnya dengan tangannya, dia tertawa terbahak-bahak.
Langsung saja, rasa malu Natsumi yang tersudut yang tertekan seperti air mulai bocor karena tekanan air, meledak.
“Ga…….Gaaaaaaaaaaahh! A-Apa yang kau tertawakann! Kau mengolok-olokku, kau baru saja mengolok-olokkuuu! Aku tahu itu aneh; jelas akan lucu jika cebol sepertiku bertingkah seperti One-san yang mesuum! Memangnya aku punya pilihan laiiiin!”
“Maaf maaf. Aku tidak mengolok-olokmu. Aku hanya berpikir itu sedikit mempesona”
“Diam! Apa-apaan perkataan penuh tepung seperti itu! Sangat tebal sampai aku tidak bisa menelannya!”
Setelah Natsumi berteriak, dia mengacaukan rambutnya.
-----Ya, itu tidak bagus. Aku tahu ini sia-sia. Aku tidak bisa betarung jika aku [Tetap seperti ini]. Aku tidak akan bisa menyelamatkan Shidou jika aku [Tetap seperti ini].
Setelah Natsumi menilainya, dia mencolek Shidou.
“……..Tunggu disini!”
“Eh?”
Shidou membuka lebar matanya dengan terkejut tapi, Natsumi mengabaikannya dan berbalik sebelum berlari ke ruang ganti yang dipakai perempuan untuk berganti.
Di dalam ruang ganti yang ada di kolam indoor, bermacam-macam pakaian renang sudah disiapkan disana dan dalam berbagai ukuran dan desain. Sebelum Shidou datang ke sini, semuanya sedang mencoba pakaian renang dan memilih yang cocok untuk mereka. Yah, Natsumi memilih yang pada dasarnya polos.
Setelah Natsumi menjatuh segunung pakain renang, dia cepat-cepat memilih pakaian renang baru. Dia memilih sesuatu yang berbeda dari tipe satu set yang dia pakai; itu adalah bold bikini, dan lebih lagi itu adalah ukuran yang mungkin disiapkan untuk Kaguya atau Yuzuru.
“Baiklah……….”
Setelah Natsumi mengepalkan tinjunya seolah menunjukkan determinasinya, dia melepas pakaian renangnya dan benar-benar telanjang.
Dia sepenuhnya tahu bahwa berbahaya untuk mengeluarkan Reiryokunya di keadaan saat ini. Tapi, untuk menyelamatkan Shidou, Natsumi tidak punya pilihan lain.
Setelah Natsumi mengambil nafas dalam-dalam, dia mengkonsentrasikan kesadarannya.
---“Oii, semuanya ayo kita berlomba nirkabel.” “Oke……….tunggu, ah, Natsumi-chan tidak punya game ini jika aku ingat, kan?” “Ah, maaf” “Benarkah?” “Bisakah kau pergi dan bermain sendiri untuk sesaat?”
“………..tunggu, kalian semua sejak awal sudah tahu aku tidak punya gamenyaaaaaaaa!”
Dia berimajinasi hal negatif di dalam kepalanya dan berteriak. Saat dia melakukannya, tubuh Natsumi bersinar dan siluetnya berubah dari siluet cebol, menjadi siluet perempuan cantik.
Ya. Mental Natsumi itu yang paling lemah dibanding Roh yang lain dan kapanpun dia berpikir adegan negatif, dia dapat melepaskan Reiryou terbatasnya.
Dan----------tidak satupun Natsumi, yang dalam mode Onee-san dewasanya, takutkan.
“Ufufu………….kalau begitu, sepertinya aku akan menemani Shidou sekarang”
Natsumi benar-benar berubah dibanding tadi dan setelah dia berpose di depan kaca dengan percaya diri, dia mengenakan bikini yang dia siapkan dan keluar dari ruang ganti.

Dan saat itu, suara Reine bergema dari Incam.
“………….Natsumi, penampilan itu----apa kau menggunakan Reiryokumu? Itu berbahaya. Kembali sekarang”
“Fufu, tak apa, kau tidak perlu khawatir. Untuk menyimpan Rieryoku lagi, aku tidak merubah pakaian renangku dan memakai yang asli”
“……………Tidak, itu terlalu berbahaya. Langsung-----“
“Baik baik, aku mengerti”
Setelah Natsumi menghela nafas selagi menyentakkan bahunya dengan lelah.
“…….tidak akan jadi masalah jika aku cepat-cepat dan membuat Shidou-kun jatuh padaku kan?”
*Fufuuun* dia mendengus sebelum berjalan ke Shidou.
“Shidou-kun, maaf. Menunggu”
“Aah, Natsumi………tunggu, penampilan itu”
Shidou membuka lebar matanya karena terkejut. Natsumi tersenyum santai selagi memberikan tubuhnya pada Shidou sebelum menggunakan jarinya……….untuk *tsu**tsu* menulusur dadanya.
“Penampilan? Fuun……….oh Shidou-kun, jadi kau tertarik pada tubuhku”
Selagi mengatakannya dengan penuh canda, Natsumi terus bermain dengan Shidou.
“Bagian tubuh wanita mana yang kau suka Shidou-kun? Bisa beritahu pada Onee-san ini? Jika kau melakukannya, aku akan memberikanmu izin spesial untuk menyentuhku, oke?”
Shidou mengangkat ujung bibirnya setelah mendengar pernyataan profokatif Natsumi. Shidou yang biasanya pasti akan panik dengan pipinya yang memerah jadi nampak bahwa dia bertingkah sedikit aneh karena demam dan Reiryoku.
“Haha, haruskah kau mengatakannya, Natsumi. Bukankah kau memandang rendah imaginasi laki-laki kelas 2 SMA?”
“Ya, kau jangan diam. Ke sini………bermanja-manjalah pada Onee-san ini”
Selagi mengatakannya, dia mengangkat dagu Shidou.
Tapi, saat itu.
“---Auuu!?”
Tepat saat rasa sakit yang tajam tiba-tiba menyerang dadanya, tubuh Natsumi mulai bergetar dengan interval yang pendek tepat setelahnya.
“K-kuue……..Ini………..”
“Oi, Natsumi? Ada apa?”
Shidou memanggil Natsumi dengan khawatir saat dia melihat Natsumi membengkokkan tubuhnya selagi keringat mengucur deras. Namun, sakitnya tidak berkurang sama sekali. Tubuhnya mulai memanas dan membuat nafasnya bermasalah juga.
Dan----------saat itu, kesadaran Natsumi akan memudar.
Tepat setelah tubuh Natsumi bersinar, tubuhnya kembali mengecil dari mode Onee-san dewasanya. Rupanya, dia mencapat batas Reiryokunya.
Lebih lagi, akan bermasalah karena dia mengganti pakaian renang setelah berubah menjadi mode Onee-san dewasa.
Bikini atas yang menutupi dadanya 20 centimeter lebih besar dari yang aslinya, tidak terus berada di dada Natsumi dan bergantungan dengan hanya satu tali terpasang padanya.
“Gyaaaa!?”
Natsumi berteriak keras di tempat sebelum berjongkok untuk menutupi dadanya dan merendahkan tubuhnya dengan tangannya.
Dalam interval yang sedikit, Shidou dengan kosong menatap Natsumi tapi,
“------Pu, fufu, hahaha, ahahahahaha!”
Dia kemudian mulai tertawa selagi memegangi perutnya menunjukkan kalau dia tidak bisa menahannya.
“Uu……………di-diaaaaaaaamm! Jangan tertawaaaaaa! Ini semua awalnya karena kau tidak mau berdebar dengan penampilan ini dan itu salahmuuuuu!”
“Haha……….tidak, maaf. Aku hanya sedikit terkejut….”
“Aku tahu! Aku tahu! Bahkan kau berpikir lebih baik tidak mencium seseorang sejelek aku, kan!? Kau pergi sejauh mungkin untuk menempatkan suatu kondisi yang masuk akal dari “Jika kau membuatku berdebar huh”! Kenapa tidak langsung beritahukan saja langsung di depan wajahku!”
Selagi Natsumi terus menderak, Shidou mengentakkan bahunya.
“Oi oi, tidak ada yang mengatakannya. Sebenarnya-----“
“Aku tahu, kau tidak harus memberitahukuuuuu! Pada akhirnya, kau berencana untuk melakukan eksekusi terbuka dengan mengeluarkan kalimat ini [Baiklaaaahh, hanya ada 1 orang diantara kalian yang tidak membuat hatiku berdebar] di depan semuanya kaaaaaaaaaannn!? Sialan sialaaaaann! Memangnya bagaimana caranya aku membuatmu berdebar-----“
Dan. Natsumi menyadari sesuatu saat dia sampai di situ.
Dia menyadari suara kegembiraan bergema jelas, datang dari Incam di telinga kanannya.
“----Eh?”
Natsumi membuka lebar matanya. Dia tidak mengerti apa yang baru saja terjadi dan bengong.
“……………selamat, Natsumi. Kau menyelesaikannya. Hati Shin benar-benar tergerak olek sosok memikatmu”
“Eh……..tidak mungkin. Benarkah………..?”
Dia tidak dapat percaya perkataan Reine yang dia dengar dari Incam, dan terus bengong.
Shidou kemudian mengambil jaket tipis dari kursi pantai terdekat yang di pasang sebelum perlahan meletakkannya pada bahu Natsumi.
Dia kemudian menatap Natsumi untuk beberapa detik sebelum merilekskan bibirnya.
“……A-Apa ini”
“Fufu………..yah, maaf. Natsumi, kau benar-benar……..imut”
“A…..!?”
Natsumi terkejut mendengar perkataan tidak terduga itu.
“Apa yang tiba-tiba kau katakan…..! Apa matamu membusuk…..!?”
“Tidak, bukan itu. Natsumi imut. Aku menjaminnya”
“Uu……Uguh…………..”
“Imut. Natsumi imut. Sangat imut”
“Tunggu………”
“Kau benar-benar imut. Seriusan imut”
“……..Muu……………….”
“Kau imut, Natsumi”
“…………….., ga-gaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh!”
Wajah Natsumi semerah tomat selagi mendorong Shidou ke kolam renang.
Bagian 5
“Ohoooo, tidak buruk Natsumi-chan. Ups, aku pikir kita perlu memanggilnya si imut Natsumi-chan muali dari sekarang huh?”
“Un, Natsumi-san…..kamu luar biasa”
Melihat perjuangan berat Natsumi, Yoshino mengangguk mendengar perkataan tangan kirinya [Yoshinon] katakan.
Dengan ini, total 3 orang termasuk Yamai yang sebelumnya sudah berhasil membuat hati Shidou berdebar. Tentu saja, situasinya tidak semudah untuk diprediksi tapi, ini secara relatif lancar sekarang.
“……..Jadi, siapa selanjutnya”
Suara Reine dapat terdengar dari Incam”
Dan di saat yang sama, [Yoshinon] mengayunkan tangannya.
“Baiklah baiklah selanjutnya Yoshino”
“…………! Yo-Yoshinon………….!?”
Yoshino membuka lebar matanya setelah mendengar perkataan yang mendadak tersebut.
“………….hn, Yoshino apa kau akan melakukannya?”
“Ti-tidak, aku masih belum…….”
“Yoshino, ini waktunya kau bekerja keras kau tahu? Kita harus menyelamatkan Shidou-kun setara dengan berapa kali dia menyelamatkan kita! Bukankah itu alasan kenapa kita melakukan pertemuan strategi barusan hanya untuk ini!”
“…………………”
Yoshino menyentakkan bahunya setelah diberitahu seperti itu. Seperti yang [Yoshinon] katakan. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan Shidou sekarang hanyalah para Roh. Tidak waktu untuk ragu-ragu.
Dia membulatkan tekadnya sebelum kembali membalas Reine.
“To-tolong, biarkan aku melakukannya……….!”
“……….hnn, aku mengerti. Semoga beruntung”
Reine mengatakannya dengan nada tenang. Yoshino meletakkan tangannya di dadanya untuk menenangkan hatinya dan mengambil nafas dalam-dalam sebelum perlahan mengangkat wajahnya.
“Ayo kita lakukan, Yoshinon……….!”
“Roger! Baiklah Yoshino, ayo kita mulai rencana kita!”
“U-un…………”
Setelah Yoshino mengangguk yakin, dia berlari ke arah Shidou. Menyadarinya, Shidou melihat ke arahnya.
“Oh, Yoshino dan Yoshinon. Haha, itu pakaian renang yang imut”
“Te-terima kasih………..banyak”
“Yah, walau Yoshino lebih imut”
“…………!”
Saat wajah mereka bertemu, Yoshino langsung diberitahu seperti itu dan membuatnya memerah secara refleks.
Dan setelah hening beberapa detik, [Yoshinon] mencolek sebelahnya untuk memintanya maju ke depan.
“Ah……..Shidou-san, err……………”
Selagi mengatakannya, dia mengeluarkan botol kecil yang dia sembunyikan di dalam [Yoshinon]. [Yoshinon] berteriak aneh [Tidaaaaaaaaaak!] saat dia menariknya keluar.
“Hn, apa itu?”
“Err………….ini krim sunblock…….aku berpikir untuk memakaikannya pada Shidou-san………”
“Sunblock?”
Selagi mengatakannya, Shidou mengangkat wjahanya. Langit biru dan matahari buatan bersinar di atap yang dipasang untuk dekorasi agar terlihat seperti di negeri selatan tapi…………….apa ini cukup menyebabkan kulitnya terbakar itu tidak diketahui olehnya.
Tapi Shidou tersenyum nyaman.
“Begitu, aku mengandalkanmu kalau begitu. Aku melakukannya untuk Kaguya dan Yuzuru sebelumnya tapi, ini pertama kalinya seseorang memakaikannya padaku”
Setelah mengatakannya, dia meletakkan selembar kain di atas pantai berpasir buatan dan berbaring di atasnya.
“Ba-baiklah………….”
Setelah Yoshino mengangguk, dia meletakkan penutup vinil di atas [Yoshinon] sebelum mengoleskan krim sunblock ke tangannya. Dia kemudian,
“Ma-maafkan…..aku”
Yoshino membulatkan tekadnya dan mengulurkan tangannya ke punggung Shidou seolah dia menaiki kuda.
“Woah, kau cukup berani”
“………….! E-err………….aku minta maaf……….”
“Kau tidak harus meminta maaf. Lanjutkan”
“Y-ya………………..”
Yoshino mendengarkan perkataannya dan lanjut mengoleskan krimnya pada punggung Shidou dengan memijatnya dibantu oleh [Yoshinon].
“………………………”
Sekarang dia mencoba menyentuhnya, dia dapat dengan jelas mengerti perbadaan pada bangun tubuhnya. Walaupun wajah Shidou terlihat netral, punggungnya besar dan ada perasaan otot-otot yang muncul di lengannya. Wajahnya entah bagaimana terasa panas hanya dengan menyentuhnya.
“Ahh………….ini cukup nyaman. Aku pikir aku mengerti kenapa Kaguya dan Yuzuru cukup heboh soal ini. Kau ahli, Yoshino”
“Te-terima kasih banyak…………..”
Dia mengatakannya dengan tersipu malu sebelum dengan pintarnya mengolesi krimnya.
Dan setelah dia selesai mengolesi seluruh bagian punggungnya, Yoshino *suuu* menarik nafas untuk memperbaiki nafasnya sebelum menggerakkan bibirnya.
“Err……..Shidou-san. Aku selesai, mengolesi punggungmu”
“Hn? Aah, trims”
“Jadi, err……..aku- akan mengoleskannya……di depan sekarang……….!”
Yoshino mengatakannya selagi menutup matanya, dan setelah Shidou membuka lebar matanya dengan terkejut, dia [Fuuun] bergumam.
“Begitu. Maka………….sepertinya akan aku terima tawarannya”
Setelah mengatakannya, dia menunjukkan gestur untuk memberitahukan Yoshino untuk turun tuk sesaat. Yoshino cepat-cepat turun dari punggung Shidou.
Shidou kemudian mengangkat tubuhnya selagi dengan anehnya berpose seksi sebelum membaringkan wajahnya ke atas.
“Baiklah……….Yoshino. Kemarilah”
Shidou memberi isyarat pada Yoshino seolah dia mengundangnya datang.
“Y-ya……….”
Setelah Yoshino membalas dengan suara lembut, dia dengan takut mengulurkan tangannya ke perut Shidou-----sebelum perlahan mendudukinya.
“Y-yah………aku mulai sekarang”
Seperti tadi, dia menuangkan minyak di tangannya dan mulai mengoleskan dada dan perut Shidou. Setiap kali jari Yoshino menyentuhnya, otot Shidou akan sedikit bergerak setiap kalinya.
Saat itu, suara Reine dapat terdengar dari Incam yang dipakai di telinga kanannya.
“……..Nilai kesenangan Shin meningkat. Yoshino, sedikit lagi”
“Sedikit……..lagi…………”
“Hn? Apa?”
“E…………err………….”
Yoshino berpaling selagi menggumamkan sesuatu. Tangan kirinya- [Yoshinon] kemudian menggerakkan mulutnya seolah menggantikan Yoshino.
“Hei Hei Shidou-kun? Ini pilihan Yoshino jadi; aku pikir itu pilihan bagus untuk mengoleskannya sedikit lebih ke bawah”
“Un? Lebih ke bawah…….maksudmu”
Pandangan Shidou perlahan merendah setelah mendengar perkataan [Yoshino].
Tapi, Yoshino naik ke atas perut Shidou sekarang. Tubuh bagian bawah Yoshino secara alami menghalangi pandangan Shidou. Setelah kakinya, dia dapat melihat tulang keringnya, lutut dan---------pinggulnya membentang dari pakaian renangnya.
“…………..”
Merasakan halusinasi seolah dia dijilati sekitar oleh pandangannya; Yoshino tak sengaja tersentak.
“Apa yang akan kau lakukan Yoshino, Yoshinon sudah mengatakannya”
“Ah…………aku………….”
Yoshino menutupi wajahnya dengan tangan kanannya selagi mengeluarkan suara yang tipis.
“………..bi-biarkan……..aku…….melakukannya”
Shidou perlahan mengangguk. Nafas Yoshino *haa**Haa* menjadi liar selagi berbalik di atas tubuh Shidou sebelum menghadap ke kakinya.
Tapi, saat tangan Yoshino akan menyentuh pinggul Shidou.
Getaran yang kuat menyerang tempat mereka.
“---------K-kyaaaa!?”
Dia berteriak secara refleks saat dampaknya terasa seperti ledakan nuklir atau gempa raksasa terjadi. Ledakan bergema di langit-langit; retakan bermunculan di dinding dan perlengkapan seni bertema selatan bersuara keras selagi berubuhan. Wajah para Roh dan anggota <Ratatoskr> penuh dengan kejutan.
“Yoshino!”
Tepat setelah suara Shidou bergema, dia memeluk Yoshino dan menyelam ke kolam bersamanya.
Dia langsung mengerti tindakan Shidou. Petir raksasa jatuh dari langit-langit ke tempat Yoshino tadi.
“Te-terima kasih banyak………….”
“Tidak, lebih penting lagi, apa itu”
“Ini………….”
Dia langsung mengerti ini bukan bencana biasa.----ini adalah perasaan yang dia rasakan berkali-kali saat Shidou mencoba menyegel kekuatannya. Ini bau dari senjata yang diciptakan oleh kebencian manusia.

“Apa!? Apa yang terjadi!?”
Melihat perjuangan Yoshino dari bayangan perlengkapan, Kotori melihat langit-langit yang hancur berantakan selagi mengerutkan alisnya.
“-------Reine!? Apa yang terjadi!?”
“………..Ini darurat. Ada beberapa pembacaan <Bandersnatch> di langit di atas kalian semua. Juga--------pembacaan yang sebelumnya dimiliki Ellen Mathers, sedikit jauh dari sana”
“Apa katamu!?”
<Bandersnatch>. Senjata yang dikendalikan manusia ciptaan DEM industri. Seperti yang Reine katakan, dia memastikan beberapa mata kamera merah menyala dari celah di langit-langit yang berasap.
Dan Ellen Mathers. Dia adalah manusia Wizard terkuat dan kekuatan terkuat yang dimiliki DEM.
“Kuh………Kita tercium oleh DEM!?”
“……….Aah. Target mereka sepertinya Shin……….Maaf, itu salah kami. Aku tidak pernah membayangkan mereka akan mendekat semudah ini”
“Tidak, ini memang sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Aku sepenuhnya sadar ini tidak akan bekerja semestinya seperti yang kita lakukan di <Fraxinus>.------dan lebih penting lagi, bagaimana kita akan melarikan diri dari situasi ini. Kuh, waktu yang tidak tepat……….!”
Kotori mengatakannya dengan marah. Namun, normal saja baginya untuk seperti itu. Saat ini, mereka tidak memiliki <Fraxinus> dan para Roh tidak bisa menggunakan Reiryoku mereka. Tambah dengan Ellen Mathers, ini bisa digambarkan sebagai kombinasi terburuk.
“……..Kita tidak punya waktu. Kalian, tolong lanjutkan menaklukan Shin. Kita akan entah bagaimana menangani Ellen Mathers”
“Kau bilang mengatasi, tapi sekarang--------“
“…………Aku tidak ingin menggunakan ini sebisa mungkin tapi, aku menyiapkan tindakan ini untuk jaga-jaga. Serahkan padaku”
Reine mengatakannya dengan nada tenang. Kotori ragu tuk sesaat sebelum “Aku mengerti” mengangguk.
“Mungkin akan tidak apa-apa karena Reine mengatakannya. ----Aku akan serahkan ini padamu. Kita tidak akan bisa lagi menggunakan kolam karena situasi ini. Memulai rangkaian kedua, tolong siapkan tempat terpisah”
“………..Aah, aku berdoak untuk----“
Dan. Tepat di tengah perkataan Reine, sebuah bayangan berjalan perlahan dari ujung pandangan Kotori. ----itu adalah Shidou.
“Oi oi, sekarang itu berantakan. -----kalianlah yang memulai semua ini. Tentu saja, kalian semua sudah bersiap kan?”
Setelah mengatakannya, dia menatap <Bandersnatch> yang tak terhitung jumlahnya melayang di langit selagi membuka kakinya seolah menyeimbangkan dirinya sendiri dan mendekatkan kedua tangannya ke dekat bibirnya.
“Shidou……? Apa yang kau lakukan?”
Setelah Kotori menanyainya dengan wajah ragu, Shidou menatap Kotori dan *fufuun* mendengus.
“Lihat saja”
Dia kemudian mengkonsentrasikan cahaya Reiryoku di dalam tangannya.
Dan kemudian-----berteriak.
Nama jurus tersebut.

(Ougi!- Roaring Flash Blast Waveeeeeeeeeeee!)
Shidou mendorong kedua tangannya bersamaan dengan teriakan keras.
Sebuah gelombang Reiryoku yang kuat menyembut dari telapak tangan Shidou.
Bahkan saat dibandingkan dengan <Sandalphon> Tohka dan <Metatron> Origami, semburan kekuatan yang mengembun juga tidak kalah; itu benar-benar menusuk melewati langit-langit yang roboh dan menerangi langit malam seperti tengah hari untuk sesaat. 10 unit <Bandersnatch> yang terkonsentrasikan di atas, tidak bisa lari dari serangan yang mendadak dan berserakan seperti kembang api.
“Tidak mungkiiiiiinn!?”
Suara Kotori berubah dari dalam ke luar. Tidak, dipikir hati-hati, sejak Shidou saat ini menguasai Reiryoku 8 Roh, hal kecil ini tidak misterius sama sekali tapi…………bagaimana dia mengatakannya. Terasa seperti dia sedang menyaksikan adegan yang aneh disini.
“Re-reine, ini bukan yang kau maksud dengan tindakan itu kan……….”
“………..Jelas bukan”
Saat Kotori bertanya dengan nada kebingungan, Reine dengan tenang membalasnya.
Shidou kemudian menyeka jidatnya dengan perilaku seolah dia menyelesaikan tugasnya.
“Bagaimana rasanya hasil yang aku dapatkan setelah latihan yang cukup lama. ----hanya bercanda”
“……………….”
Itu benar-benar lucu tapi, kekuatannya sangat menakutkan. Seperti yang diduga, mereka tidak bisa membiarkan Shidou seperti ini. Bukan berarti dia melengahkan kewaspadaannya, Kotori memperbarui determinasinya.
“Shidou-san…………!”
Saat Kotori sedang berpikir, Yoshino berlari ke arah Shidou. Sekarang dia memikirkannya, saat ini tepat berada di tengah giliran Yoshino untuk menaklukan Shidou.
“Aah, Yoshino. Tenang. Aku sudah membasmi serangga mengganggu tersebut”
“Ha-haaaa………………”
Yoshino membalas dengan samar-samar selagi berkeringat. Walaupun, bukan berarti dia tidak bisa mengerti perasaannya. Wajar saja untuk bereaksi seperti itu setelah menyaksikan serangan itu.
Saat itu, Kotori mengedipkan matanya beberapa kali. Bagian perut satu set pakaian renang Yoshino robek dan pusarnya yang lucu muncul keluar.
“Yoshino, itu”
“Ya, apa----Ah”
Rupanya, dia menyadarinya karena Kotori memberitahukannya. Yoshino melihat ke perutnya sebelum mengangkat suaranya dengan terkejut.
“Oh…………….sepertinya tersangkut di sesuatu. Bukankah lebih baik diganti?”
“Ah…….tak apa. Jika begitu…….”
Setelah mendengar perkataan Kotori, Yoshino membalas sebelum tiba-tiba meletakkan tangannya di tali bahu pakaian renangnya. Dia kemudian, menariknya ke bawah.
“Tu-tunggu Yoshino!?”
Walau Kotori cepat-cepat mencoba menghentikannya, sudah terlambat. Dengan bantuan [Yoshinon], Yoshino melucuti pakaian renangnya sampai pinggulnya. Kulit putih Yoshino yang tertutupi oleh satu set pakaian renang sekarang terekspos di udara.
“………heh?”
Tapi----Kotori berkedip dengan terkejut.
Di bawah pakaian renang Yoshino bikin lain tipe tube-top yang dikenakan.
“Yoshino, apa itu”
“Ya………….Yoshino memberitahuku lebih baik mengenakannya untuk jaga-jaga……..”
“Jaga-jaga……….itu bukan untuk saat pakaian renangmu robek kan?”
“Err………yah………iya”
Yoshino dengan malu menyempitkan bahunya selagi wajahnya memerah.
Saat itu. Kemeriahan yang menandakan level kesenangan mencapai 90% bergema dari Incam.

“……………!?”
Saat dia melihat ke arah Shidou, dia menemukannya menatap Yoshino yang menelanjangi dirinya sendiri dengan tatapan tertarik. Dia meletakkan tangannya di dagunya dan terkadang akan mengangguk seolah menilai sebuah karya seni.
“Er-errr………….”
Menyadari tatapan itu, wajah Yoshino semakin merah.
“…..Yoshino………anak yang menakutkan………..”
Kotori bergumam dengan suara terkejut.

Date A Live Jilid 12 Bab 3 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.