08 Januari 2017

1/2 Prince Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia


PEMENANG TERAKHIR

"Ayo mulai, Wicked. Jangan membuatku mengulanginya," suaraku, diselingi kemarahan, terdengar nyaring.
Wicked menatapku dengan sedih, sebuah jejak melankolis berada di matanya. Lama kemudian, dia menghunus pedangnya dan berkata, "Kalau begitu, sebelumnya — aku ingin berduel dengan Zui. Aku tidak bisa membiarkanmu terus menjadi pusat perhatian."
Aku menggaruk pipiku, bertanya-tanya. Apakah aku benar-benar menjadi pusat perhatian? Oke…mungkin hanya sedikit. "Sesuai keinginanmu."
Aku melirik Zui dan Fan, tepat waktu untuk melihat Fan yang terdesak ke sudut sebelum ditebas menjadi dua oleh Zui. Sepertinya Fan bukanlah tandingan Zui di pertarungan satu lawan satu, meskipun dia lebih hebat dalam strategi dan taktik… (Atau haruskah aku mengatakan Fan adalah si brengsek yang licik?) Mungkin aku yang lebih kejam dengan secara paksa menyeret Fan kembali dari ambang kematian, hanya untuk membiarkan Zui menghajarnya sampai mati? ……Biarkan saja! Setidaknya, lebih baik baginya seperti ini daripada dihajar sampai mati olehku sebagai gantinya.
Setelah menghabisi Fan, Nan Gong Zui berjalah perlahan ke arahku. Jangan-jangan dia ingin menantangku berduel, ya? Menarik! pikirku. Dengan senyum samar, aku mengangkat Black Dao, mempersiapkan diri. Aku mengawasi saat Nan Gong Zui semakin mendekatiku dengan setiap langkahnya. Dia akan menyerang! Aku menegang…
"Terima kasih, Prince," kata Zui tiba-tiba.
"…Huh?" Aku membeku. Berterima kasih padaku? Aku membantai semua rekannya dan pria ini masih ingin berterima kasih padaku?
"Kau memberi Fan dan aku kesempatan untuk berduel secara adil sampai mati," Nan Gong Zui cepat-cepat menjelaskan saat menyadari ekspresiku yang tidak yakin. "Lagipula, itulah alasan utama mengapa aku mengikuti turnamen ini sejak awal."
"Oh… Ah, benar, Wicked berkata kalau dia ingin bertarung denganmu terlebih dahulu." Aku menunjuk pada Wicked.
Nan Gong Zui hanya tersenyum saat mendengar itu. "Tidak perlu; aku adalah satu-satunya orang yang tersisa dari aliansiku, jadi tidak ada untungnya bertarung. Selain itu, aku punya hal penting yang harus diselesaikan, jadi sebaiknya kau membunuhku sekarang, Prince," katanya, sebuah ekpresi kesedihan mendalam terlihat di matanya.
Suasana hatinya yang murung menyentuhku, dan aku berkata lembut, "Baiklah kalau begitu…"
Sebelum aku sempat menyelesaikan apa yang kukatakan, sebuah bilah pedang tiba-tiba menembus dada Zui – dan pemilik pedang itu tidak lain adalah Wicked. Wicked memperlihatkan ekspresi berang saat melihat Zui.
Aku bisa membiarkan kenyataan bahwa orang ini berteman dengan Xiao Lan, pikirnya, dan bukan masalah besar kalau dia mendapatkan kesempatan untuk digendong Xiao Lan dengan lengannya. Tapi sekarang dia ternyata berani meminta Xiao Lan untuk membunuhnya? Kenapa dia tidak bisa pergi dan cari saja sendiri tempat untuk mati dengan tenang?
"Wicked, apa yang kau lakukan?" seruku, benar-benar tidak senang. "Zui sudah berkata kalau dia ingin aku yang membunuhnya!"
Sebuah kerlipan kesadaran berkelebat di wajah Nan Gong Zui saat dia melihat tatapan kebencian Wicked. "Jangan pikirkan, tidak masalah, Prince," kata Zui. "Setelah aku menyelesaikan urusanku, aku akan mencarimu untuk minum bersama…"
Percakapan itu sekali lagi disela saat sebatang anak panah tembus pandang ditembakkan dari belakangku, dari sebelah kananku, mendarat tepat di dahi Nan Gong Zui. Pelakunya, Gui, melemparkan lirikan dingin pada Nan Gong Zui. Aku berpikir, kurasa kau bisa berkata kalau Gui lebih ksatria daripada Wicked; setidaknya dia menunggu Nan Gong Zui untuk mengatakan kalau dia akan kembali untuk mencariku sebelum dia menghabisinya!
Menyaksikan saat pilar cahaya putih Nan Gong Zui melesat ke langit, Gui dan Wicked sama-sama memperlihatkan senyum puas yang kejam sambil berpikir, Siapa suruh si brengsek yang sedikit tampan itu mendekati Prince!?
"Sejak kapan kalian berdua menjadi akrab?" Bahkan senyum mereka identik, pikirku saat melihat dengan curiga kedua penjagal tersebut. Akan tetapi, begitu aku mengatakan itu, mereka segera berhenti tersenyum, dan semakin saling menatap dengan penuh kebencian.
"Dasar dua orang aneh…" gumamku pada diriku sendiri.
Aku mengangkat Black Dao-ku dan memposisikannya pada Wicked. "Apapun yang terjadi, sekarang waktunya kita untuk bertarung sampai mati sekali lagi, Wicked. Aku benar-benar merindukan pedangmu – dan jurus-jurusmu yang sepertinya muncul entah dari mana!"
"Prince…" Xiao Lan…pikir Wicked, merasa perih. Bagaimana mungkin dia bisa mengarahkan pedangnya pada Xiao Lan-nya yang tersayang? Awalnya, Wicked berencana untuk lenyap bersama dengan Nan Gong Zui, sehingga Xiao Lan tidak perlu membunuh temannya sendiri, dan juga dia tidak akan harus mengayunkan pedang pada gadis yang dicintainya — meskipun itu berarti membiarkan teman-temannya di Dark Emperor!
Wicked melihat ke arah teman-teman satu timnya dan mereka balas menatapnya dengan penuh harapan, menunggunya untuk menghunus pedang. Sedangkang Feng Wu Qing, sudah sejak lama dia menghunus rapier-nya sendiri…. Feng Wu Qing, seandainya kau tahu bahwa ini adalah kakakmu sendiri, apakah kau masih bisa menyerang dia?
(Feng Lan : Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, dia akan lebih dari senang untuk menghajar kakak perempuannya habis-habisan – yang telah mencuri wanita-wanitanya – sampai kiamat tiba…)
Aku menunggu Wicked untuk menghunus pedangnya, tapi untuk waktu yang lama, dia tidak bergerak sedikit pun… Mungkinkah Zhuo-gēge mau membiarkan aku menyerang lebih dulu? Aku mengerutkan dahi, merasa sangat jengkel. Aku ingin menang, tapi tidak dengan cara ini! Aku meraung, "Hunus pedangmu!"
Kemarahanku hanya menjadi semakin terbakar saat Wicked terus melihatku dengan ragu-ragu. Apa maksudnya ini? Apakah aku hanya bisa menang kalau orang-orang mengalah padaku? Aku—
Tiba-tiba, Gui meletakkan sebelah tangannya di bahuku dan tatapan di matanya mengatakan padaku supaya tenang. Dia berjalan ke sebelah Gui dan membisikkan sesuatu di telinganya. "Kalau kau tidak ingin kehilangan Prince selamanya, maka sebaiknya kau menghunus pedangmu. Tindakan mengalah apapun darimu hanya akan membuatnya semakin gelisah. Apakah kau masih tidak mengerti seperti apa dirinya, meskipun kau sudah mengenalnya selama delapan tahun?"
Masalahnya, pikir Wicked, Xiao Lan dulunya tidak seperti ini. Di dalam game The World, dia selalu bersembunyi di belakang Wicked, dan selalu membujuknya untuk membelikan sesuatu. Wicked merasa rindu dengan kenakalan Xiao Lan yang lucu, tapi … Sekarang dia benar-benar sudah dewasa. Sekarang dia selalu berada di depan timnya, selalu tertawa dengan senang bahkan saat dia bertarung, senjata di tangannya, sekarang dia tahu bagaimana caranya bekerja keras demi hal yang dia inginkan. Prince bukan lagi Xiao Lan yang dulu.
"Aku mengagumi Prince yang saat ini…" Tapi aku merindukan Xiao Lan yang dulu, Wicked menambahkan diam-diam dalam hati.
Wicked menatap Gui dengan mantap. "Berhati-hatilah dengan punggungmu; meskipun kau baru saja membantuku, kita tetap saingan dalam percintaan. Tunggu saja, aku akan mengeluarkan isi perutmu seperti binatang nanti."
Bibir Gui melengkung ke atas sedikit. "Harusnya aku yang berkata begitu."
Wicked akhirnya menghunus pedangnya, dan aku memberikan ayunan Black Dao-ku tanda puas. Kedua tim mulai bersiap untuk pertarungan yang akan dimulai. Wolf-dàgē segera mengatakan pada Doll untuk memanggil skeleton bawahannya dan kemudian mengarahkan kami untuk mengambil posisi masing-masing. Saat anggota dari kedua tim mengambil posisinya, skeleton-skeleton dan aku berdiri dalam formasi kipas di bagian depan untuk melindungi anggota tim yang lain, sementara Dark Emperor menempatkan Wicked dan Feng Wu Qing di garis depan.
Wolf-dàgē mengingatkan kami, "Semuanya, hasil akhir dari pertempuran ini akan ditentukan begitu para mage melancarkan mantera skala besarnya. Karena itu, kita harus melancarkan mantera kita terlebih dahulu atau merubuhkan Ming Huang. Lolidragon, kau pergi dan alihkan Playboy Lord, dan tidak peduli apa pun terjadi, kau tidak bisa membiarkan mereka membunuh Yu Lian. Kalau bisa, habisi Ming Huang. Gui, perhatikan baik-baik archer musuh. Doll, bersembunyilah di bagian belakang sebisa mungkin dan pertahankan jumlah skeletonnya. Tugasmu adalah untuk tetap hidup. Yang terakhir, Prince, tugasmu adalah melindungi semua anggota tim."
Kami semua memberi tanda "OK" pada Wolf-dàgē.
Wolf-dàgē mengamati Dark Emperor untuk sesaat, dan setelah memastikan bahwa mereka sudah siap, dia menyobek bagian ujung keliman kemejanya dan melemparkannya ke udara. Semua orang menyaksikan saat carikan kain itu melayang ke permukaan tanah – dan mendarat!
Kedua sisi beraksi secara bersamaan.
Setelah menghembuskan nafasnya dengan meledak-ledak, Xiao Li si komentator berseru, "Pertandingan terakhir telah dimulai pada akhirnya! Ini adalah unjuk kekuatan antara Odd Squad dengan Dark Emperor – tim manakah yang akan menjadi pemenang dari Adventurers' Tournament? Saat ini, kita dapat melihat Blood Elf Prince terlibat dalam pertarungan dengan dark elf Wicked, begitu pula dengan human swordsman Feng Wu Qing. Gerakan dari senjata mereka begitu cepat sampai aku, Xiao Li, bahkan tidak bisa menggambarkan gerakan-gerakan itu.
"Prince sekarang melakukan rentetan serangan, diikuti dengan tendangan terbang, lalu tendangan rendah… Wicked tidak mundur sama sekali, dia membungkuk dan berputar cepat untuk menghindari serangan Prince. Sekarang giliran Wicked untuk menyerang dengan sabetan berbentuk Z, hampir mengenai Prince… Apakah itu sudah muncul, serangan pamungkas Prince? Ya ampun, rangkaian serangan, semuanya diselimuti dengan lidah-lidah api, benar-benar jurus yang mengagumkan! Tapi apakah itu semua mengenai Wicked? Sayang sekali… Hanya satu serangan yang mendarat dan sekali lagi pedang-pedang berbenturan. Bagaimanakah kontes antara longsword dengan dao ini akan berakhir?
"Berikutnya, mari lihat bagaimana Feng Wu Qing mengurangi sejumlah skeleton dengan rapier-nya — dia kelihatannya bertahan sendirian melawan delapan skeleton! Caranya memegang rapier benar-benar luar biasa; semua serangannya mematikan. Kecepatannya menurunkan HP para skeleton itu membuat sang necromancer kebingungan… Tunggu sebentar! Semuanya cepat, lihat pertarungan antara thief itu; seperti sebuah pertarungan antara angin dan angin. Apa kalian melihat itu? Dua bayangan itu melesat mengitari stadion tanpa henti, mendekati Odd Squad pada satu waktu, terdorong mundur ke arah Dark Emperor pada saat lainnya, begitu cepat sampai aku, Xiao Li, tidak bisa membedakan antara satu dengan yang lainnya!
"Sedangkan untuk mage dari kedua pihak… Apakah mereka bersiap-siap untuk melancarkan sihir skala besar? Tidak, mereka sekarang sama-sama mempertahankan mantera pelindung untuk tim mereka. Sepertinya tidak ada satupun mage yang dapat melakukan serangan karena takut dengan penyerang jarak jauh dari tim lawan. Para mage dan penyerang jarak jauh berada dalam situasi terkunci; sepertinya mereka hanya bisa diam menunggu dan berharap warrior mereka di garis depan akan menang, atau thief mereka akan dapat dengan sukses membunuh anggota dari tim lain."
Aku mengerti, jadi semuanya tergantung pada warrior dan thief, ya? Aku tersenyum. Aku sama sekali tidak boleh kalah menghadapi Lolidragon; kalau tidak dia akan menggunakan tawanya yang melengking menyakitkan untuk menyerangku, aku memutuskan untuk mempercepat langkahku, meningkatkan kecepatan seranganku.
Aku penasaran apakah kau masih akan bisa bertahan lama tanpa kesulitan, Wicked? Aku tersenyum sedikit.
"Ugh…!" Sebuah rasa sakit yang membakar — Mustahil! Aku jelas-jelas menghindari semua serangan Wicked! Aku melihat ke bawah dan melihatnya, itu ternyata adalah sebatang anak panah, bagian kepalanya terbenam di lututku. Aku mengangkat kepalaku untuk melihat Ambusher dan cukup jelas, dia sedang tersenyum menyeringai padaku. Buruknya, serentetan anak panah terbang ke arahku. Dengan berusaha keras, aku berhasil untuk berguling menjauh, tapi sebuah anak panah tetap saja mengenai tepat di pundak kiriku. Keringat dingin membasahi punggung saat rasa sakit meliputiku. Untungnya, Wolf-dàgē segera memulihkan sejumlah besar HP-ku yang hilang, sehingga aku dapat kembali berdiri, tapi hanya dengan sejumlah besar usaha dariku.
Aku berbalik cepat-cepat untuk menghadapi Wicked kalau-kalau dia akan menggunakan kesempatan ini untuk menyerangku…tapi dia hanya berdiri di sana dengan ekspresi enggan di wajahnya. Aku memelototinya dengan kesal dan bahkan mengayunkan Black Dao-ku di depan wajahnya beberapa kali. Kurasa akulah orang pertama di Bumi ini yang harus mengingatkan musuhku agar di tengah pertarungan untuk tidak ragu-ragu menyerang, dan bahkan untuk mengambil kesempatan menyarangkan serangan diam-diam!
Wicked sepertinya pada akhirnya memutuskan untuk berhenti membuang-buang waktu. "Flawless Circle of Profundity – True Blade of Solitary Man."
Nama jurus yang aneh… Tentu saja, aku tidak akan kalah denganmu. "Lihat ini! Ringing Blade, Frenzied Strike!"
Black Dao-ku kelihatan seperti berubah bentuk menjadi ratusan tiruan, setiap bilahnya menyerang Wicked dari berbagai arah. Darah menyembur saat luka-luka muncul di sekujur tubuh Wicked, tapi…
True Blade of Solitary Man, ya, pikirku. Aku mengerti. Itu sama sekali berbeda dari Ringing Blade-ku, Frenzied Strike-ku. Jurus Wicked ini dirancang untuk menusuk hanya satu kali, tapi mengenai titik vital pada saat melakukannya.
Sayangnya, karena luka di lututku, aku hanya bisa mati-matian mencegah serangan itu menusuk jantungku dengan menggesernya sedikit. Dao-ku berada sekitar dua puluh sentimeter jauhnya dari leher Wicked, sedangkan longswordnya terbenam jauh di sisi kanan dadaku. Terlebih lagi, ujung pedangnya miring ke sisi kiri dadaku, ke jantungku. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, sepertinya aku akan mati sebelum dia…

Kembali ke pertarungan utama, baik Yu Lian, yang sedang mempertahankan tabir pelindungnya, ataupun Gui, yang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang, tidak memperkirakan archer lawan akan meninggalkan daerah aman dari perisai timnya untuk melancarkan serangan pada Prince. Itu jelas adalah sebuah serangan kamikaze (TL : serangan bunuh diri)… tapi tetap yang paling membuat frustrasi bagi mereka adalah meskipun Yu Lian segera menurunkan perisai pelindungnya, membiarkan Gui melancarkan hujan serangan anak panah pada Ambusher, archer itu terus menembakkan sejumlah panah pada Prince sebelum dia sendiri mati.
Gui dengan cepat memeriksa kondisi Prince. Saat melihat situasinya, jantungnya hampir berhenti, tapi untunglah tangannya terus secara refleks menembakkan panah. Wicked, yang tidak menyadari Gui, ditembak dengan tepat di tengah-tengah dahinya dengan sebatang anak panah. Dia menatap Gui dengan keheranan sebelum berubah menjadi sebuah pilar cahaya putih dan melesat ke langit.
Aku menghela nafas lega, tapi dalam sekejap rasa sakit di sisi kanan dadaku hampir membuatku keawalahan. Mencengkeram dadaku erat-erat, aku memaksa diriku menahan rasa nyeri sambil menunggu Wolf-dàgē menyelesaikan rapalan mantera penyembuhan. Aku harus menyingkirkan Ming Huang sementara dia masih merapalkan mantera sihir skala besar…
"Urgh!" Aku melihat ke bawah dengan tidak percaya pada bilah pedang yang mencuat begitu saja dari antara tulang rusukku, dan kemudian memutar kepalaku untuk melihat pemilik rapier itu… Ini benar-benar perasaan yang rumit, mati di tangan adikmu sendiri! pikirku. Feng Wu Qing, dasar brengsek, kau benar-benar memilih waktu yang tepat untuk membunuh kakakmu!
"Prince…!" Gui meraung memekakkan telinga, tapi hanya dapat menyaksikan dengan tanpa daya saat aku mengikuti jejak Wicked dan berubah menjadi pilar cahaya.
Ugly Wolf, yang tidak dapat melancarkan mantera penyembuhan tepat waktu, hanya dapat mengarahkan timnya untuk mengubah taktik. "Doll, tahan Feng Wu Qing. Gui, habisi si mage. Yu Lian…" Ugly Wolf menoleh ke arah Yu Lian, untuk memintanya memulai rapalan sihir skala besarnya, tapi Yu Lian telah melihat Ming Huang merapal mantera dan mulai merapal manteranya sendiri.
Feng Wu Qing dapat melihat situasi yang berubah tidak menguntungkan bagi Dark Emperor. Apakah dia sebaiknya bergegas melindungi Ming Huang, atau pergi ke Odd Squad dan membunuh mage-nya?
"Playboy, berhenti bermain-main di situ dan kemari untuk membantu!" serunya, bahkan saat dia bergerak mundur ke Ming Huang,  menggunakan tubuhnya untuk melindungi mage itu dan mati-matian menangkis Supersonic Soul-chasing Arrow Gui dengan rapiernya.
Playboy Lord hanya tersenyum getir sambil berpikir, Apakah Wu Qing berpikir bahwa aku benar-benar ingin bermain-main? Kalau dia tidak mengikuti si elf thief – yang bergerak secepat angin dan dapat bersembunyi di dalam tanah – dalam jarak dekat, wanita itu sudah akan membunuh entah berapa banyak anggota Dark Emperor. Tetap saja, situasi sepertinya membutuhkan strategi yang berbeda. Playboy Lord menyerah untuk mengejar Lolidragon dan mengalihkan perhatiannya pada anggota lain dari Odd Squad.
Lolidragon dan Playboy Lord terkunci dalam keadaan tanpa jalan keluar saat mereka memutari Yu Lian bersamaan. Playboy Lord tahu bahwa dia tidak akan bisa menyerang Yu Lian tepat di depan mata Lolidragon. Dia tersenyum dingin, dan dengan langkah ringan, mundur beberapa meter. Dia berbalik pada saat yang sama dan belati di tangannya tepat sasaran membuat sebuah sayatan di tenggorokan Doll. Dengan demikian, Doll yang imut terbunuh dan skeleton yang tadinya akan mengejar dan menyerang Feng Wu Qing juga hancur menjadi debu.
"Sial!" Dengan sebuah lompatan, Lolidragon melompat dan mendarat tepat di depan Playboy :Lord. Tidak peduli kalau dirinya lebih lemah daripada Playboy dalam hal kekuatan fisik, dia menyerangnya dengan hujan serangan belati. Tarian ringan dan kilauan belati mereka, dan ada suara logam berbenturan dengan logam saat belati mereka bertemu lagi dan lagi tanpa henti.
"…Wrath of the Nine Heavens!" Ming Huang menyerukan kalimat terakhir dari rapalan manteranya dengan geram.
"…Meteor Shower!" Yu Lian-dàsăo hanya terlambat sedetakan jantung.
Dalam sekejap, bumi dan langit mulai bergelombang hebat…
:Sial," kedua tim berpikir pada saat yang sama.

Sebagai efek setelah mati, aku merasa sedikit pusing saat melangkah kembali ke stadium dan berdiri tepat di sebelah Ambusher yang telah tiba sejak tadi. Aku kembali tepat waktu untuk menyaksikan pemandangan menakjubkan – halilintar Ming Huang telah bergabung menjadi pilar-pilar listrik, dan ada begitu banyak meteor turun dalam hujan meteor Yu Lian-dàsăo sampai-sampai kau bisa kehilangan jejak sejumlah harapan yang kau buat pada meteor-meteor itu. Aku mencari-cari di arena tanda-tanda orang yang selamat…tapi sayangnya, aku tidak bisa melihat siapapun.
"Jangan bilang ini seri lagi! Wicked dan aku selamat saat yang terakhir kali, tapi semua orang binasa untuk kali ini?" ujarku.
Aku dalam diam menunggu manteranya menghilang dan saat hasilnya diputuskan. Tak lama kemudian, Wicked juga datang dan berdiri di sebelahku dengan tenang…dan kemudian datang Doll, dengan dua bekas aliran air mata di pipinya, dan sedang menggerutu tentang rasa sakitnya sambil mendekatiku. Detik-detik terasa seperti berjalan perlahan, dan kami menjadi semakin tegang seiring berlalunya waktu.
Xiao Li si komentator sama tidak sabarannya dengan para penonton untuk mengetahui hasilnya. "Para hadirin sekalian, inilah saat-saat turnamen yang paling kita nanti-nantikan. Tim manakah yang akan menjadi juara uama dari Adventurers' Tournament, Dark Emperor atau Odd Squad? Ataukah kedua tim telah binasa? Ah…Manteranya telah menghilang. Kelihatannya ada sosok seseorang di tengah semua asap ini, mari kita lihat dari pihak manakah dia berasal? Itu, itu adalah… Orang yang terbaring di lantai adalah Feng Wu Qing, si swordsman human dari Dark Emperor! Meskipun dia hampir tewas, dia masih hidup. Pemenangnya telah muncul!"
"Ah! Itu Wu Qing!" Aku mau tidak mau merasa sedikit kecewa, tapi masuk akal bahwa satu-satunya orang yang selamat dari badai sihir mematikan itu adalah warrior, dengan HP tertinggi dan pertahanan terkuat. Aku menoleh pada Wicked. "Selamat atas kemenangannya."
Para penonton gegap gempita dan bersorak. Suara Xiao Li terdengar seperti suara babi yang dijagal saat dia memekik, "Dark Emperor! Dark Emperor telah muncul sebagai pemenangnya!"
Sebuah tangan muncul! Dari lantai tanah arena, sebuah tangan tiba-tiba menjulur keluar. Awalnya hanya beberapa penonton yang menatapinya dalam diam dengan mulut yang menganga terbuka, tapi seperti penyakit menular, keheningan itu dengan segera menyebar ke penonton lainnya saat setiap orang menatapi tangan yang muncul keluar dari dalam tanah… Seluruh stadium diliputi kesunyian!
"Benda apa itu?" Aku merasa kebas sepenuhnya, berpikir, Jangan bilang kalau sekarang adalah hari keempat belas dari bulan ketujuh kalender bulan…mungkinkah itu hantu? Tidak mungkin! Apakah makhluk semacam itu juga bermain game online?1
Berikutnya, tangan lain melonjak keluar melewati tanah. Lebih banyak lagi penonton yang tidak dapat menahan rasa takutnya dan menjerit…
"Whew…Untunglah, aku bersusah payah mempelahari Burrowing." Lolidragon bergumam sendiri sambil memanjat keluar dari tanah dan mulai menyapu tanah dari pakaiannya.
Aku tidak mempedulikan rupaku saat ternganga karena pemandangan itu. Akan tetapi, mulutku tidak menganga selebar itu dibandingkan dengan anggota Dark Emperor, para penonton, dan Xiao Li.
Saat Lolidragon akhirnya selesai mengebaskan tanah dari pakaiannya, dia berjalan santai mendekati Feng Wu Qing dengan cibiran puas yang tidak ditahan-tahan di wajahnya. "Kaaaukelihatannya nyaris mati!" Senyuman jahat di wajahnya sudah jelas adalah Senyuman Setan; itu adalah senyuman yang mempesona,  tapi senyuman yang pastinya kau tidak ingin melihatnya untuk kedua kali!
Lolidragon mengangkat belatinya, tapi menurunkannya setelah beberapa saat sementara senyum di wajahnya menjadi semakin mencibir. Dia mengangkat kakinya dengan ringan dan menjejakkannya kuat-kuat di ulu hati Feng Wu Qing. Saat dia melindaskan kakinya di dada itu, wanita berkata dengan nada main-main, "Seperti yang pepatah katakan, 'mati di bawah bunga peony, seorang pahlawan gagah berani bahkan saat sebagai hantu'2. Bukankah begitu, pahlawan hebat Chu Liu Xiang?"
Akhirnya, Feng Wu Qing memuntahkan semulut penuh darah dan kemudian berubah menjadi sebuah pilar cahaya putih yang melesai ke langit… Aku tidak tahu, apakah dia diinjak sampai mati, atau marah sampai mati?
"Odd Squad, menang!" teriak si wasit.
[½ Prince Jilid 3 Bab 1 Selesai]
Footnote
1.  Hari keempat belas dari bulan ketujuh kalender bulan : Ini lebih umum dikenal sebagai "Festival Hantu", sebuah festival tradisional Cina yang diadakan pada tanggal empat belas bulan tujuh kalender penanggalan bulan setiap tahun dan biasanya dirayakan oleh penganut Taoist dan Buddha. Bulan ketujuh kalender bulan umumnya dikenal sebagai Bulan Hantu, di mana gerbang antara dunia orang hidup dan dunia orang mati dipercaya terbuka sehingga orang-orang yang sudah wafat dapat dengan bebas berjalan di bumi. Hari keempat belas dikenal sebagai Hari Hantu dan pada hari itu leluhur yang sudah meninggal akan mengunjungi keluarga mereka yang masih hidup.
2.  Mati di bawah bunga peony, seorang pahlawan yang gagah berani bahkan saat sebagai hantu: Ini sebenarnya adalah sebuah kalimat dari sebuah puisi, yang juga menjadi pepatah terkenal. Yang dimaksud dengan "mati di bawah bunga peony" sebenarnya berarti "dibunuh oleh seorang wanita cantik". Dengan demikian, pepatah itu sebenarnya bersama dengan sisa kalimat lainnya, "seorang pahlawan gagah berani seharusnya bersikap sebagai seorang pria dan tidak keberatan mati di tangan seorang wanita cantik". (Mungkin saja ada yang lupa, Chu Liu Xiang adalah karakter fiksi yang begitu dikagumi Wu Qing. Dia seharusnya adalah seorang pahlawan yang gagah berani tapi juga sekaligus orang yang sangat genit.)

[Translater : Hikari KN]

1/2 Prince Jilid 3 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.