31 Desember 2016

Samayou Shinki no Duelist Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia


TUNAS PENGALAMAN DI LABIRIN

Tersesat ke dunia mimpi, napas tenang gadis muda itu .... tetap stabil.
Dia terlihat tidak jauh dari lima belas tahun ,dan ditambah kepala dengan rambut emas kemewahan. Dia cukup manis, sungguh. Wajahnya menyatakan sebuah ekspresi pemenuhan kepastian. Perjalanannya melewati kerajaan Morpheus telah membuat dia sungguh - sungguh bersorak kegirangan.
Di sisinya terdapat seorang pemuda dengan tangan menyilang, menatapnya tanpa berkata apa – apa. Dia terlihat berusia sekitar dua puluh , dan sedikit lebih tinggi dari rata – rata , dengan rambut hitam. Setelah beberapa saat, pemuda itu – Yuuki –  menghela napas.
Gadis itu tertidur dengan malasnya di atas meja kasir toko, dimana genangan air liurnya telah terkumpul. Dia mempercayakan toko kepadanya sebelum dia pergi keluar, hal itu segera jelas baginya bahwa dia sedikitpun tidak berguna saat dia  pergi.
“...Hey, Tina. ALBERTINA.”
“Hmm...?” gadis itu menguap dengan lesunya.

“Bagaimana tokonya? Tokonya!”
Menjangkanya, Yuuki menggoncangkan bandannya secara perlahan. Kali ini dia menguap dan mengucapkan sesuatu yang tidak dapat dipahami. Nampaknya dia tidak benar-benar terbangun.
“...”
Yuuki berpikir sejenak sebelum dia mendekankan bibirnya ke arah telinga Tina dan menarik napas dalam – dalam.
“BANGUN – –“
“Eh?... Apa? Oh, ini pagi hari!”
Kepala kecil itu mengangkat tajam, menerjang langsung ke dagu Yuuki.
“...Maaf soal itu, Master.” Tina duduk di meja makan malam, tubuhnya membungkuk sambil memohon maaf.
“Aku tidak bermaksud untuk menyakiti. Aku hanya kaget dan tersentak, kau tahu....”
“– – Kamu membantingkan kepalamu kepadaku, aku bisa memaafkannya,” kata Yuuki, sementara Yuuki menggosok kepalanya dengan tidak senang.” Namun, apa yang tidak bisa aku maafkan mengenai caramu dengan mudahnya mengabaikan tugas tokomu. Bukankah kamu orang yang memberitahuku bahwa kamu bisa menangani segala hal disini? Kenyataannya, bukankah kamu melihatku dengan ekspresi yang berkata untuk tidak memandang rendah padamu bahkan saat kamu bersumpah untuk mengurus berbagai hal?”
“Uh...”
“Jika semua itu terjadi, kemungkinan kita akan melewatkan beberapa pelanggan berpotensi, salah satunya seperti itu. masalah yang lebih besar ialah bahwa ada banyak pencuri dan petualang-petualang yang tidak tercermati lainnya yang barusan sedang mencari-cari. Apa yang akan kamu lakukan jika barang dagangan kita telah dicuri?”
“Umm...”
“Jika hal semacam itu sungguh terjadi, kita akan kehilangan beberapa ratus, bukan mungkin beberapa ribu denar. Meskipun jika kamu tidak makan ataupun minum untuk satu atau dua bulan, itu tidak akan cukup untuk melunasi semua biayanya.”
“Ohh...”
“Selain itu, apa yang kamu maksud dengan ‘Oh, ini pagi hari!’? Kebanyakan orang tidur di malam hari, bangun di pagi hari, dan bekerja seharian. Sekarang ini adalah tengah hari – kamu seharusnya bekerja keras.”
“Um, ya... itu, kamu tahu? – – ini karena kamu adalah matahariku”
“...Apa?”
“Oh, sayangku! Setiap kali kita bertemu, setiap saat aku melihat wajahmu, itu bagaikan malam telah berakhir dan fajar telah  datang!”
“...”  Yuuki mengerutkan dahi.
“Aku selalu menduga kamu memang cukup aneh, tapi kukira kamu akhirnya telah jatuh ke jurang yang dalam”
“Tidak bagus. Huh?” Tina terlihat sangat kecewa
“Tapi itu kalimat yang cukup menggugah.
Kalimat...?”
“Yah, aku meminjam sebuah buku dari Franka. Aku kira itu adalah apa yang kamu sebut novel romantis? Novel itu sangat menarik, kamu tahu; aku membaca semuanya hanya dalam satu malam tanpa tidur!”
“...Dan ini yang kita dapatkan. Ini membuat semuanya masuk akal” Yuuki diam-diam pingsan di atas meja.
“Oh lupakan itu. Buang-buang tenaga saja memarahimu. Ayo makan.”
“Ooh, kedengarannya bagus untukku. Tina lebih dari sekadar senang untuk ikut membantu. Makan adalah salah satu kebahagiaan besar dalam kehidupan – sebuah momen yang menggembirakan, cahaya yang berseri-seri.”
Dengan reaksi Tina yang terlalu gembira, Yuuki hanya bisa menghela nafas sekali lagi.
“– –Sejujurnya, dibandingkan dengan situasinya, hal-hal yang berkaitan dengan toko itu tidak berpengaruh terlalu banyak .
“Hmm? Aku tidak terlalu mengerti. Kenapa kamu tidak menjelaskannya secara jelas? ‘Shinki yang mendiami kota,’ Albertina, akan senang untuk membahas kehawatiranmu.”
Tina membusungkan dadanya dengan bangga.
“Tentu, mengapa tidak ?.”
Baik, baik.”
“Sekarang, aku menemukan diriku yang memerlukan bantuan keuangan. Terus terang, bisnis tidak baik.”
“Kamu seharusnya tidak bertujuan mengubah nasibmu dalam satu malam. Tidak peduli apakah itu menjadi sebuah ukuran bisnismu, kemampuanmu sebagai pedagang, atau yang lainnya, sungguh – itu berlaku untuk semuanya. Kamu terlalu khawatir, Master. Kamu perlu menghadapi masalah kehidupanmu secara bertahap.”
Masalahnya, jika kita terus menyusuri jalan ini, maka mulai dari esok, aku akan menjatahkan porsi makanan kita menjadi sepertiga dari ukuran yang sekarang.”
“HARI INI! KITA HARUS MEMPERBAIKINYA HARI INI!” Tina berseru dengan panik.
“Ini karena aku tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya masalahnya dari awal kita sudah terjebak dalam permasalahan ini”
“Ba-Bagaimana... tidak, tenang, TENANG, Master! Ba-Bagaimana bisa menjadi seperti ini?!”
“Kamulah yang seharusnya tenang. –– Bagaimanapun, untuk menjawab pertanyaanmu, itu mudah- kita sudah menghabiskan seluruh uang kita. Lebih lagi, hari ini, karena pajak, cukup membuat kita membayarnya tanpa menyisakan uang sepeserpun. Ini semua karena peristiwa itu. Hanya memikirkan seberapa banyak kita sudah menyia-nyiakan waktu rasanyamenyakitkan.”
Yuuki sangat berputus asa.
“Itulah mengapa jika kita makan sedikit makanan yang tersisa, kita akan kelaparan.   –– Atau tunggu dulu, sebenarnya, kamu seharusnya baik – baik saja; lagi pula kamu ini Shinki.”
“Ti-tidak ada satupun yang akan baik – baik saja! Bahkan jika aku tidak bisa benar – benar kelaparan, aku akan merasa lapar sama seperti yang lainnya. Ini terlalu sulit, Master! Terlalu sulit!”
“Yah ini memang sulit bagiku.”
“...”
“...”
“... Apakah tidak ada cara lain? Apa yang harus kita lakukan?”
“Bukankah kamu yang memberi nasehat disini? ––Baiklah, jika kita bisa entah bagaimana menjual semua yang dijual, maka kita akan baik-baik saja untuk beberapa saat, tapi hanya akan bertahan selama sebulan paling lama. Masalahnya adalah, dikemudian hari kita harus menutup toko, yang akan menghentikan semua pemasukan kita. Ini sungguh sebuah teka – teki.”
Yuuki mengelola sebuah toko kecil untuk para petualang, toko “ Shoppe Boris.” Karena dia mewarisi itu dari pemilik sebelumnya, seorang lelaki tua, namanya tidak berubah.
Toko itu menjual beberapa jenis barang dagang seperti Reliquia, yang adalah alat misterius yang menampung energi suci, senjata dan baju baja, dan macam-macam barang – barang pengobatan seperti ramuan dan perban. Singkatnya, alat – alat itu dijual untuk para petualang.
Bahkan jika ramuan pengobatan dan sejenisnya dapat dia kumpulkan sendiri, tetapi tanpa modal cadangan, tidak terdapat cukup banyak barang – barang bagus lainnya yang mampu diperoleh olehnya, terutama Reliquia. Jika hal ini berlanjut, keadaan mungkin memaksanya untuk menutup toko tidak lama dari sekarang.
“Aku mengerti, Master! Kenapa kamu tidak menjelajah ke labirin dan bawakan kita sebuah Reliquia bernilai tinggi? Dengan kemampuanmu dan senjata Taring Naga langit di tanganmu, bahkan  level yang lebih rendah pun seharusnya tidak menimbulkan ancaman – –”
“Tidak, terima kasih,” Yuuki menbalas dengan tegas.
“Ke-Kenapa tidak?”
“Pertama – tama, aku hanya petualang berlevel sembilan. Jika aku berjalan-jalan dengan sesuatu seperti senjata Reliquia bernilai tinggi, maka orang–orang akan sangat curiga bagaimana aku mendapatkannya. Bahkan jika aku mencoba dan menjualnya, salah satunya orang akan langsung menolakku atau, mencurigai aku mendapatkannya melalui perdagangan gelap, dengan sengaja merendahkanku.– –Apa kamu sungguh ingin mengajukan pertanyaan mengenai identitas kita sebenarnya?”
“Oh...”
“Kedua, dan yang paling penting – aku tidak ingin.”
Tina mengerutkan dahi, tentu dia bisa saja salah dengar
“...Katakan lagi?”
“Untuk membuatnya mudah, jika tokonya dapat lebih baik, aku menginginkannya karena kemampuan berdagangku. Jika aku harus mengandalkan kekuatan dari senjata Dragon Fanguntuk menjaga kita agar tetap aman, lalu itu semua seutuhnya tidak bermakna. Setelah apa yang telah terjadi terakhir kali, aku telah memutuskan aku perlu meningkatkan kemampuanku lebih jauh lagi.”
“Kamu ini keras kepala mengenai hal–hal aneh..” Tina berkata dengan cemas.”Seriuslah, bagaimana bisa ada Duelist yang membiarkan Shinki mereka lapar?!”
"Aku bukanlah Duelist yang normal, kamu tahu? ––Bagaimanapun jika berada di toko, akulah master di sini, dan kamu hanya seorang pelayan toko. Bukankah seharusnya kamu mengikuti perintah atasanmu?”
“Jika perintah pemilik toko ialah ‘kelaparan’, kemudia semua pegawai akan memberontak.”
“...”
“...”
Keduanya memulai kontes menatap sementara suasana berubah menjadi tegang.
“...Shinki Albertina memerintahkanmu – bawa makanan seterusnya!”
“Kenyataannya bahwa aku tidak bisa melakukannya ialah alasan yang kita khawatirkan sejak pertama kali.”
“Ini bukan berarti kamu tidak bisa melakukan sesuatu untuk itu! Ini bahwa kamu tidak akan –– “
“Um...”
Keduanya terdiam sementara sebuah suara memanggil dari pintu masuk toko. Gadis muda yang tidak asing berdiri di sana, melihat mereka.
“Meskipun tokonya dibuka, aku tidak melihat satupun pembeli dan kupikir aku mendengar kalian di dalam... apakah kalian sibuk?”
“Oh, tidak. Apakah kamu mau membeli sesuatu, Franka?”
“Oh, ini bukan seperti itu. Aku hanya mendapatkan beberapa buah dan sayuran dari tetanggaku. Aku tidak bisa menghabisinya sendiri, jadi aku pikir untuk meninggalkannya dan membagi beberapa dengan kalian.”
“Dewi!”
Mata Tina bersinar saat dia bersorak, mengejutkan Franka.
“Dewi telah turun, Master!”
Bukankah kamu dewi disini? Pikir Yuuki, dia menyimpan pikirannya sendiri, meninggalkan ekspresi sungguh berterima kasih atas kebaikan hati Franka.
***

Solitus.
Dunia kosong ini, yang dirambah oleh “Deveover,” berisi sebuah kota.
Kota ini telah dibangun dengan kehormatan dewa : sang Raja Surga, yang menyusun semuanya, maupun lima Shinki bawahannya – “Shinki Yang Meyangga Langit,” “Shinki Yang Menerbitkan Matahari,” “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan,” “Shinki Yang Menabur Bintang-Bintang,” Dan “Shinki Yang Melindungi Bumi.”
Di bagian bawah kota merupakan labirin yang tak diketahui kedalamannya, Magna Porta Great Gate.
Dengan tujuan untuk memperoleh mister dari misteri, alat yang menampung energi suci didalamnya – Reliquia – mereka yang percaya pada kemampuan mereka sendiri menantang labirin siang dan malam hari.
Ada dari mereka yang memimpikan kekayaan yang instan,
Yang lain ingin mempertunjukkan kepercayaan mereka kepada Shinki.
Yang lainnya tidak memiliki tujuan yang lebih tinggi daripada mengurangi rasa sakit pada perut mereka.
––Para petualang.
Suatu hari, Yuuki Takamagihara si petualang menemukannya dengan tidak sengaja, dan membawanya, seorang gadis muda yang pingsan jauh di dalam labirin.
Namanya adalah Albertina.       
––Sebuah kehadiran yang seharusnya tidak ada – Shinki keenam dari lima shinki yang ada.
***

“Wow, itu sungguh kasar.”
Sesudah mereka menghabiskan makan siang, Franka mendengarkan mereka saat sedang minum teh, dan mengekspresikan ketulusan simpatinya.
Dia cukup tinggi, secara keseluruhan tubuh. Ekspresi di wajahnya memperlihatkan sesuatu yang cukup manis, memiliki kesan pemalu.
Dia adalah pembeli yang sering datang ke toko Yuuki, juga seorang petualang dengan masa depan yang cerah. Pada ulang tahun keenam belasnya, beberapa hari sebelumnya, dia akhirnya memperoleh kualifikasi untuk kelas-ketiga. Itu pencapaian yang mengejutkan di usianya.
Dia adalah individu yang luar biasa bahkan jika itu datang dari aspek lain kehidupannya. Makan siang yang baru saja mereka habiskan itu telah disiapkan oleh Franka dengan menggunakan sayuran yang dia beli maupun daging babi yang diasinkan. Tidak hanya lezat, tapi dia sudah melakukan pekerjaan pembersihan yang mengagumkan setelahnya. Yuuki tidak bisa menandinginya.
“Jika ada yang bisa aku lakukan untuk membantu....”
“Kamu telah melakukan lebih dari cukup. Aku berterimakasih atas perhatianmu, sungguh, tapi ini adalah sesuatu yang  aku harus lakukan sendiri. Jika ada satu hal yang bisa kamu lakukan, itu sederhana untuk tetap membeli apa yang kamu butuhkan sebagai pelanggan. Apa kamu mau Mutiara Suci?”
“Yep. Lagi pula itu adalah sesuatu yang harus para cleric beri perhatian spesial,” Franka berkata dengan senyuman. Dengan terburu-buru, dia menambahkan “ Oh, jika aku butuh lagi, tentunya aku akan membelinya disini.”
Cleric adalah salah satu tipe petualang. Mereka memanfaatkan energi suci untuk menyerang, bertahan, dan mantra penyembuhan. Mereka menggunakan Reliquia yang dikenal sebagai Mutiara Suci – kristal yang terbentuk dari sumber yang didukung semua keajaiban – untuk daya kemampuan mereka.
“Itu mengingatkanku, Yuuki. Aku tidak melihatmu disekitar sekolah akhir-akhir ini... apa kamu masih beristirahat dari berbagai hal? Atau sebetulnya, ini karena masalah keuanganmu sehingga kamu terlalu sibuk untuk datang?”
Solitus adalah rumah untuk beberapa sekolah pelatihan petualang.
Yuuki dan Franka keduannya adalah murid kelas lanjutan, dan Yuuki juga dipekerjakan oleh sekolah sebagai asisten instruktur untuk kelas pemula dari waktu ke waktu.
Namun, sebagaimana yang Franka jabarkan, akhir-akhir ini, dia tidak menghadiri kelas ataupun mengembil pekerjaan paruh waktu dari sekolah.
“Yah... banyak hal yang telah muncul, jadi aku sibuk.”
Sejujurnya, Franka kira sudah seharusnya, tapi Yuuki merasa terlalu malu untuk mengakui, dan dia memilih untuk tetap diam.
Ngomong-ngomong, ada sebuah pos tentang lowongan pekerjaan. Tugasnya ialah membimbing murid kelas pemula mengelilingi beberapa lantai awal dari labirin. Mereka mencari kelompok yang berpengalaman,”
“Mereka sedang merekrut? Itu langka. Bukankah biasanya tugas itu diberikan langsung kepada kelompok yang berafiliasi dengan sekolah?”
“Ya, tapi ada kejadian besar baru-baru ini, kan? Banyak orang yang ditangkap dan belum semuanya dikembalikan, dan sehingga mereka tidak punya banyak orang.”
“Begitu...”
Monster  yang  tidak terhitung jenis dan bentuknya, dikenal sebagai Void Beast, tinggal dalam Magna porta Great Gate’. Setiap lantai merupakan sebuah ekosistem tersendiri, dan secara umumVoid Beast tidak pernah menjelajah melewati batas habitat alami mereka. Namun, satu bulan yang lalu, seekor Void Beast yang besar dan kejam tiba-tiba saja muncul di level yang lebih tinggi. Meskipun peristiwa itu telah diselesaikan, banyak orang yang terluka dalam prosesnya.
Yuuki dan rombongan berada disekitar tempat itu di waktu peristiwa yang sama, dan telah terseret ke dalamnya. Kenyataannya, penyebab keadaan sulitnya saat ini tidak lain karena peristiwa itu.
“Bayarannya terlihat cukup bagus, jadi bagaimana menurutmu? Ditambah, anak-anak itu masih muda, tapi mereka adalah petualang dimasa depan. Jika kamu mengembangkan hubungan baik dengan mereka sekarang, mereka bisa saja menjadi pelangganmu dimasa depan.– –Ju-Juga, jika aku mampu, aku akan senang untuk ikut ambil bagian; aku akan bertanya pada Master juga.”

“Tentu”
Sekolah pelatihan cukup murah hati – mereka tidak hanya akan mencakup apapun dan semua biaya yang terjadi, tapi mereka membayar dengan segera setelah tugas telah selesai.
Dia ragu-ragu untuk meninggalkan tokonya tanpa adanya penjagaan, tapi ini adalah kesempatan sesungguhnya.
"Aku pasti akan mempertimbangkannya, dia berkata di akhir.
“Bagus!” Franka berbisik, mengepalkan tinju kemenangannya.

“Buah-buahan, sayur-sayuran, dan oooh, keju! Ini pasti akan cukup untuk sekarang. Ini hebat, cukup hebat. Dia itu, penyelamat yang sesungguhnya!”
Setelah Franka pergi, Tina mengambil semua makanan yang Franka  tinggalkan dengan senyum berseri-seri.
“Betapa tidak samanya dengan Shinki lainnnya yang dipikirkan.”
“....Bahkan Shinki mempunyai beberapa hal yang tidak bisa mereka lakukan”
Di kota Solitus ini, kelima Shinki dijadikan objek penyembahan yang dihormati.
Pelindung yang mereka jaga untuk menghentikan kenaikan Devourer, dan kekuatan keajaiban yang mereka manfaatkan keduanya menjauhkan bencana alam maupun untuk memastikan iklim yang menguntungkan bagi pertanian. Sederhananya, mereka bertanggung jawab untuk menyediakan suatu tempat bagi umat manusia untuk hidup.
Energi suci adalah sumber kekuatan mereka, yang mereka kumpulkan dengan menghancurkan Reliquia dan menyerap energi yang tersimpan secara langsung.
Hasil dari beberapa kejadian, Yuuki menemukan dirinya tanpa diduga-duga sedang merawat gadis muda yang memiliki kekuatan Shinki-keenam dari kelima shinki yang ada. Bagaimanapun simpanan energi miliknya sudah hampir hilang sepenuhnya, dan dia tidak memiliki bawahan, dan karena itu, pada dasarnya dia tidak mampu menggunakan kekuatannya.
Dalam keadaan apapun, Yuuki tidak berkeinginan untuk mencampurkan kehidupan Shinki ke dalam bisnisnya yang sulit. Ini adalah beban yang harus dia bawa sendiri.
“Jadi Master, apa yang kamu rencanakan mengenai pekerjaan yang disebutkan Franka?”
“Aku akan pergi mengambilnya. Lagi pula, aku membutuhkan uang.”
“Itu hebat. Aku kira aku bisa melihat berbagai hal yang akan meningkat kedepannya”
Tina mengangguk bersemangat.
“Semoga beruntung, Master.”
“Caramu berbicara... itu hampir seperti kamu tidak melakukan apapun terhadap hal ini. Kamu ikut juga, kamu tahu?”
“––Apa?”
Tina mengedipkan mata terkejut.
“Sementara kamu adalah pegawai toko ini, ini penting bagimu untuk memahami kehidupan petualang setidaknya sedikit. Ini kesempatan yang bagus untuk melatih kalian berdua, kamu dan para anak nakal kelas pemula itu sekaligus. Lagi pula, melatih seorang pegawai adalah atasan..”
Ta-tapi T-Tina bukan petualang,. Yang ada, aku seharusnya yang menjadi penerima akhir dari usaha para petualang.”
Memperoleh Reliquia bukanlah tugas mudah. Mudahnya, mereka hanya bisa ditemukan di salah satu lantai terbawah atau dilindungi oleh Void Beast. Membawa Reliquia kembali ke permukaan adalah tugas para petualang, para elit yang kemudian menawarkan Reliquia itu kepada Shinki.
Identitas Tina, bagaimanapun, dirahasiakan dari masyarakat luas, dan sehingga tak ada yang memberikan persembahan kepadanya.
“Tunggu sampai seseorang benar-benar berkeinginan untuk melakukan itu, lalu kita bisa bicara.”
“Ju-Juga, kamu tahu sekalipun aku melakukan itu aku tidak akan cocok untuk meyerang, Master! Aku tidak bisa bertarung! Aku lemah! Tidak akan membutuhkan waktu lama sebelum aku tidak bisa berjalan lagi dan aku akan memerlukanmu untuk membawaku!”
“Jangan khawatirkan itu. Aku akan lebih senang untuk menendang kemalasanmu sebanyak yang diperlukan untuk menjagamu tetap bergerak. ––Berbicara mengenai itu, selama insiden bulan lalu itu, kamu yakin proaktif tentang menjelajah sendiri? Apa yang terjadi dengan semua motivasi itu?”
“Oh, tentu uh, itu semua karena Franka...”
“Tepat dan itulah mengapa ini sangat bagus untuk melatihmu sehingga kamu akan siap jika terjadi sesuatu, bukan?”
“Ugh...”
“Itulah mengapa aku menggunakan kekuasaanku sebagai seseorang yang membeli dirimu. Kamu ikut!”
“...aku mengerti. Aku akan pergi...”
Tina menundukkan kepaklanya dengan gundah, terlihat menyerah pada takdirnya.
(––Kesampingkan semua hal lain, kenyataannya dia perlu untuk melatih dirinya memang benar.)
Fisiknya lemah sekalipun dengan standar gadis seusianya, dan sama sekali tidak sesuai dengan fisik pekerja keras. Perjalanan mudah menuju gunung untuk mengumpulkan tumbuhan obat telah membuatnya kepayahan sehingga dia menjadi tidak berguna di sisa hari itu. Akan buruk jika dia dibiarkan seperti ini.
Meskipun jika Yuuki harus jujur, keinginannya untuk Tina agar membantunya  memiliki alasan lain di belakangnya.
Lebih spesifik lagi, dia tidak ingin Tina lepas dari pandangannya sehingga dia bisa membantunya. Jika Tina tidak berada disisinya, maka dia tidak akan mampu untuk melindunginya.
Gereja Kelima Yang Suci telah mengajarkan bahwa Shinki telah bergabung bersama dalam upaya menyelamatkan umat manusia.
Sayangnya, ini adalah kebohongan.
Justru mereka ikut serta dalam pertarungan biadab menang-atau-kalah tanpa aturan. Karena mereka tidak bisa menyerang langsung satu sama lain, ini justru menjadi pertarungan perwakilan dimana bawahan dikirim untuk mengumpulkan Reliquia sebanyak mungkin, itu untuk menjadi keuntungan perorang dan kerugian bagi yang lainnya.
Hanya satu yang akan diijinkan untuk naik menuju singgasana Raja Surga dan membawa kemanusiaan menuju keselamatan; hanya dia yang secara paksa menindas Shinki bawahannya yang pantas..
Sekali Shinki binasa, setelah beberapa bulan atau bahkan tahun, akan lahir yang lainnya menggantikan kedudukannya di kuil. Sejauh yang masyarakat tahu, Shinki itu abadi. Kenyataannya sesekali ada pergantian penjaga merupakan rahasia terbesar gereja.
Kenyataan pahitnya adalah bahwa perjuangan sengit itu untuk kematian sebenarnya tidak semuanya luar biasa.
Dengan begitu, perlu dicatat bahwa Shinki telah ditanamkan dengan kekuatan pembatasan mental yang luar biasa melawan keinginan untuk saling menyakiti. Hal ini menyegel kekuatan mereka untuk menyerang langsung satu sama lain.
Karena alasan itu, kehadiran yang dikenal sebagai Duelist melayani baik sebagai pedang dan sebagai perisai. Duelist-duelist itu terus dipanggil dari dunia lain, dan memiliki kemampuan bertarung. Kehadirannya semata-mata untuk bertarung demi kepentingan masing-masing Shinki mereka.
Tiap-tiap Shinki diperbolehkan hanya memiliki satu Duelist; kehadiran mereka tunggal bagi Shinki – pelayan dan rekan seumur hidup.
Memanggil Duelist dilain sisi merupakan hak bagi setiap Shkinki maupun langkah pertama untuk Shinki yang baru lahir.
Yuuki Takamigahara adalah mantan Duelist, sekarang tidak lebih dari sekedar penjaga toko. Masternya terdahulu, seseorang yang memanggil dia ke dunia ini, sudah tidak ada.
Albertina adalah Shinki keenam yang baru lahir dari tempat yang misterius; alasan kelahirannya masih diselimuti misteri.
Tertinggal tanpa apapun, Tina menjual dirinya kepada Yuuki, memohon pertolongan Yuuki dalam perjalanan kembali.
Yuuki menerima penawara Tina , dan dibawah persetujuannya, Yuuki melayani sebagai duelist sementara.
Dengan tujuan memanfaatkan sepenuhnya separuh dari kesepakatan, Yuuki mendapat bantuan Tina pada tokonya. Sekalipun demikian, senantiasa lebih dulu terlintas di pikirannya  bahwa Yuuki perlu menjaganya agar tetap aman – Yuuki diharuskan memenuhi kewajibannya untuk memenuhi harapannya.
Bagaimanapun, Tina telah membatalkan kesempatan untuk memanggil Duelistnya sendiridan justru memilih Yuuki.
“...Pemenuhan kontrak adalah tugas pedagang.”
Diatas segala sesuatu yang lain, keperluan untuk menjaga rahasia identitas Tina  sedang ditutup-tutupi. Untuk itu, dia perlu memastikan bahwa Tina akan belajar hidup sebagai gadis normal. Membantu di toko adalah langkah pertama dari prosesnya.
“Hmm? Apa ada yang salah?” Shinki itu bertanya, menatap Yuuki dengan anehnya.
“Bukan apa-apa. Ada alasannya aku ingin kamu ikut denganku.” Menangkap tatapan Tina yang berjuang ke mana-mana, dia melanjutkan “Bagaimanapun, tujuan kita kali ini hanya pekerjaan yang kita punya. Aku tidak mengharapkan pertarungan apapun. Kita hanya akan sedikit berkeliling di lantai yang lebih atas; tak akan ada yang terjadi. Kamu bisa berpikir sebagai sebuah latihan, jika kamu mau. Lakukan yang terbaik untuk tetap berdiri – kamu tidak ingin jatuh dibelakang anak-anak, bukan?”
“Benar...” Tina bertemu tatapan Yuuki dengan mata yang berkaca-kaca.

Beberapa hari setelahnya, Yuuki dan Tina pergi ke sekolah pelatihan.
Masih ada waktu sebelum mereka mengunjungi labirin, tapi pertama-tama mereka perlu melihat anak-anak itu.
Sekolah pelatihan dioperasikan oleh Gereja Kelima Yang Suci, yang adalah organisasi keagamaan yang bertugas menyembah Shinki dan mengelola kota.
Berdasarkan keadaannya, tugas para petualang – yang memberikan arti dimana Shinki memegang dunia mereka bersama – diadakan dengan sangat hormat.
Sayangnya, sebagai satu-satunya persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petualang bahwa mereka harus memiliki skill yang mencukupi, dan terlebih lagi, karena di dalam dunia mereka kekuatan diartikan langsung sebagai kekayaan, dan lagi ada lebih dari beberapa tipe pembunuh di antara mereka. –– Disamping semua itu, cukup untuk dikatakan tidak ada biaya yang terlalu besar ketika hal itu datang untuk membesarkan para petualang dimasa depan - sebuah sistem sempurna yang memastikan bahwa siapapun yang ingin menjadi seorang petualang, kenyataanya, hanya melakukannya saja.
Setelah kelulusan, jalan umum yang paling sering dilibatkan ialah membangun pengalaman di dalam labirin ketika mencoba memperoleh klasifikasi yang diperlukan untuk masuk ke salah satu organisasi yang melayani Shinki secara langsung – Oath Legions.
“Terima kasih sudah datang, kalian berdua,” sebuah suara memanggil sementara mereka melewati gerbang sekolah.
Pembicara itu ialah lelaki yang tinggi di usia tiga puluhan dengan pedang di pinggangnya.
Dia adalah seorang petualang paruh waktu yang bernama Alfred. Dia dulunya merupakan pembeli langganan dari “Shoppe Boris” saat nama toko itu masih dikenal dimana-mana. Dia juga dulunya adalah mentor Franka.
Dia terus-menerus memperlihatkan senyum lesu dan orang yang santai, tapi dia adalah veteran yang berpengalaman dan dulunya pernah bertugas melayani di Sky's Oath Legion.
Yuuki dan Tina menyapanya secara serempak.
“Harus kukatakan,untukmu yang proaktif menerima pekerjaan untuk para petualang itu cukup langka, Yuuki.”
“Yah, aku cukup khawatir kamu tidak akan menerimanya, sejujurnya...”
Suara itu kali ini datang dari orang di sisi Alfred, Franka. Tersenyum indah, dia melanjutkan “aku ingin berterima kasih lagi karena menerima pekerjaannya, Yuuki-san. Senang bisa bekerja denganmu.”
“Aku melakukannya untuk diriku sendiri; ini tidak seperti keadaan membiarkanku dengan pilihan lain, sungguh.”
Yuuki mengangkat bahu. Bahkan jika dia benar-benar menganggap dirinya pedagang, dia mengakui lebih sulit menjalankan bisnis ketika seseorang kelaparan.
“Beruntungnya akan mendapatkannya, aku juga menerima permintaan ini dari sekolah.”
Setelah Alfred memutuskan untuk berhenti dari Sky's Oath Legion, pekerjaan utamanya ialah menasehati para petualang yang belum berpengalaman. Dengan tambahan untuk membunuh Void Beast dan mengumpulkan Reliquia, aktifitas ini membentuk pilar akhir dari seorang aktivis petualang di dalam labirin.
“Sekarang kamu telah bergabung, Yuuki, kita akhirnya bisa membentuk kelompok yang seimbang. Ini fantastis,” Aflred menambahkan, dengan senyum ringan.
Petualang kebanyakan bisa dibagi menjadi tiga kategori.
Pertama, bagi yang membawa pedang, kapak, tombak, busur, dsb. – penyerang fisik.
Kedua, bagi yang bertugas berdoa dalam pertarungan – cleric.
Terakhir, bagi yang bertarung dalam peran non-petarung seperti menilai Reliquia dan mengumpulkan dan menjual informasi labirin – spesialis pendukung.
Tiap-tiap tipe petualang mempunyai keahlian tersendiri. Dengan cara ini, mereka akan diberi tugas tidak peduli apa yang dibutuhkan, dimana bisa menjadi pertempuran, penjelajahan, atau yang lainnya.
Kelompok mereka ditugaskan untuk mengawasi tiga murid. Tiap murid kelas pemula berusia sekitar sepuluh tahun, dan sering dijadikan sebagai asisten instruktur, Yuuki kenal mereka semua.
“Oh, Yuuki-sensei! Bagaimana kabarmu?”
Salamt.”
Suara bersemangat itu berasal dari Edgar, sedangkan suara tenang itu berasal dari Selim.
“Se-Senang bisa berada dalam pengawasanmu...”
Sapaan yang terakhir, hanya sedikit lebih keras dari bisikan, datang dari gadis muda yang bernama Kaya
Meskipun Kaya seharusnya yang paling tua satu atau dua tahun dari mereka bertiga, dia orangnya pemalu, selalu kekurangan kepercayaan diri. Seorang murid yang payah, sungguh.
Tina menatapnya penasaran sebelum akhirnya bertepuk tangan.
“Aku ingat sekarang! Aku pernah melihatmu di dalam kota sebelumnya!”
Sorakan keras Tina membuat Kaya terkejut gemetaran.
“I-Itu benar; aku mengingatmu juga. Kakak dari pertunjukkan boneka...”
“Yah! Terima kasih telah membatuku waktu itu. Baiklah! Sepertinya aku akan berada pada pengawasanmu kali ini”
“...Dengar, kamu itu salah satu orang yang diharapkan untuk mengawasi yang lainnya disini,” Yuuki berbisik.
Biasa dikatakan juga, semakin jauh seseorang turun ke labirin, semakin banyak Void Beast ganas yang akan ditemui. Pada kesempatan lain, Void Beast manapun yang ditemui di awal level tidak terlalu membahayakan. Dapat dikatakan, pencegahan adalah obat terbaik.
Karena Kaya dan yang lainnya disini hanya untuk mengamati, Yuuki tidak diizinkan untuk membiarakan mereka bertarung. Bahkan kemudian, bagaimanapun, Yuuki  ingin memastikan mereka tahu cara melindungi diri mereka.
Kelompok itu bergerak melewati beberapa latihan dimana mereka bisa membayangkan musuh bisa menyerang dari depan, samping, dan belakang
Sesuai dugaan, yang pertama kali kelelahan, ialah Tina.
“La-Latihan...yang begitu...kejam...” Tina terengah-engah, satu kata menyakitkan di satu waktu, sambil menghirup oksigen dengan rakus. "Melelahkan...menjadi...petualang...”
Wah, mungkin kamu benar-benar yang terlemah, Kak,”Edgar, masih penuh energi, menggoda Tina. “Kamu hanya makanan bagi Void Beast jika seperti ini, kamu tahu?
“Kamu  tidak sopan, Edgar!”
Selim memegang kerah kawannya dengan penuh perhatian. Selim, juga berada di kondisi yang jauh lebih baik dari pada Tina.
Tina meminjam botol air milik Franka. Setelah membasahi tenggorokannya, napas dan denyutnya akhirnya kembali normal.
“Kamu harus memahami sesuatu, bocah. Kemampuan (faculties) sejati Tina tidak terletak dalam penyerbuan.”
Faculties?”
“Artinya sebuah ‘kemampuan’ atau ‘bakat,’ Edgar,” Selim menjelaskan.
“Lalu kamu bagus dalam hal apa, Kak Tina?”
“Aku senang kamu bertanya.”
Tina membusungkan dadanya dengan bangga.
“Ketahuilah ini – Tugas sesungguhnya Tina ialah untuk mengawasi dan melindungi kota i– –Ow!”
“...Kamu. Kemarilah sebentar.”
Setelah memukul keras kepalanya, Yuuki menyeret Tina ke pojokan.
“Kamu Shinki bodoh! Lagi! Kamu melakukannya lagi!”
“Ta-Tapi...dia membuatku harus melakukannya!” Tina cemberut. “Jika aku memiliki energi suci yang cukup, kemudian aku bisa menunjukkan kepadanya apa yang benar-benar mampu untuk aku perbuat!”
“Aku tak akan mengizinkan hal-hal seperti itu. Apa kamu mencoba memberitahukan identitasmu yang sebenarnya?– –Bagaimanapun, apakah pantas salah satu Shinki berdebat dengan anak kecil seperti itu?”
“Hmph.”
“...Apa kamu sungguh mengerti? Tujuan akhir kita disini untuk mengajarkan anak-anak itu. Jika kamu akan menurunkan dirimu ke level mereka, bagaimana kamu mengharuskan dirimu melakukan itu?”
“...”
“Kamu harus lebih bertoleransi; jangan marah hanya karena hal kecil seperti itu. Tidak perlu untuk membalas. Dengar dengan tenang dan lemah-lembut kemudian mereka akan mengikuti. Lagi pula, kamu seperti kakak tertua bagi mereka.”
“Seorang kakak...” Tina mengulanginya dengan lembut. “Seorang kakak, ya...?” Hmm, aku suka kedengarannya itu.– –Baiklah, aku paham. Ini adalah tugas kakak untuk mempunyai hati yang besar dan memaafkan, aku kira? Oke”
Dengan cepat , moodnya telah meningkat.  Yuuki menghela napas.
Meskipun Edgar bisa sedikit tidak peduli dengan perkataannya, dia bukanlah anak nakal. Dia pasti dapat bersama mereka. Sementara dia memikirkan ini dan melangkah kembali kepada murid-murid, dia menyadari Kaya menatapnya. Mata mereka bertemu untuk beberapa saat sebelum Kaya berpaling dengan cepat.
(...Gadis itu memang terlihat sedikit sedih hari ini.)
Meskipun dapat dikatakan bahkan di hari normal, dia pada dasarnya sudah pemalu, tapi hari ini, dia lebih aneh dari biasanya. Dia tidak berbicara sepatah katapun kepada semuanya sepanjang hari.
“Mungkin sesuatu mengganggunya?” Yuuki berbicara kepada dirinya sendiri.
Baiklah, belum perlu terlalu meributkan hal itu. Aku akan terus mengawasinya.

***
Pintu sekolah pelatihan petualang dibuka untuk umum.
Kaya memasuki sekolah ini dengan alasan ia anak yatim.
Karena petualang dibutuhkan untuk kelangsungan ketahanan kota, siswa-siswa – para petualang dimasa depan – dirawat dengan baik. Ruangan dan makanan keduanya disediakan; tidak ada yang benar-benar harus dikeluhkan.
Setelah selesai makan malam di kafetaria, Kaya kembali menuju ruangannya.
Biasanya, dua orang untuk satu kamar, tapi karena dia tidak bisa menemukan teman sekamar, dia tinggal sendiri sekarang. Untuk gadis introvet ini, tidak mampu dalam berkomunikasi dengan manusia, itu adalah sebuah berkah kecil.
(Hari ini sangat melelahkan...)
Baik tubuh dan jiwanya lelah. Aku pikir aku akan kembali lebih awal. Kaya membuka pintu menuju kamarnya. Dia terkejut, seseorang sedang duduk di kasurnya.
“Kamu kembali”
Dia tersentak karena terkejut
“...Tidak perlu takut, Shinki-sama. Aku jelas terluka.”
Pemuda berkulit hitam berpura-pura tersinggung sementara dia mengangkat bahu.
“J-Jahar... kamu membuatku terkena serangan jantung.” Kaya menghela napas dan masuk ke kamar, menutup pintu dibelakangnya.---
Meskipun dia berpura-pura menjadi tidak lebih seperti siswa biasa, identitas sebenarnya ialah tidak lain dari salah satu dari lima Shinki yang mellindungi kota, “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan.”
Pemuda ini – Jahar – adalah duelistnya.
“Um, asramanya melarang orang asing untuk masuk, kamu tahu... bagaimana kamu bisa masuk?”
“Jendela.”
“Ini lantai ketiga...”
“Dan maksudmu itu...?” Jahar merespon dengan tenang.”Jangan terlalu memikirkan situasi sepele. Namun demikian, kenapa terkejut? Aku memberitahumu sebelumnya kalau ada yang perlu kita bicarakan. Ditambah, ketika aku dekat, kamu bisa merasakan keberadaanku, bukan?”
Ikatan spesial hadir diantara Duelist dan Shinki.
Jika mereka fokus, mereka bisa merasakan kehadiran satu sama lain. Lebih jauh lagi, dalam jarak tertentu, mereka mampu melakukan komunikasi telepati juga.
“M-Maaf. Aku sedikit lupa itu.”
“Jika kamu sedang tidak termotivasi, maka ini akan menjadi sulit untukku. Kamu perlu mencoba lebih keras lagi.”
Jahar menghela napas dengan perasaan kecewa.
“Kamu itu Shinki bahkan sekalipun berada ditengah pertarungan sampai mati. Jika kamu tidak hati-hati bahkan momen sekecil apapun, seseorang akan mengambil kesempatan itu, dan itu akan menjadi akhir bagimu. Karena aku akan mati bersamamu, tolong coba cegah segala kemungkinan yang berdampak pada kematian bagaimanapun juga,  apa kamu bisa?
“A-Aku mengerti.”
“Apa kamu bersungguh-sungghuh?”
Jahar menyilangkan tangannya, melihat Kaya dengan curiga.
“Kaya-chan, kamu sungguh terlalu pemalu. Kamu akan melakukannya dengan baik dengan mengambil beberapa dari keberanian gadis Tina itu.
“M-Maaf.”
Kaya bersembunyi dari  Jahar sementara dia menjawab. Aku harap aku bisa menghilang.
Ketika Shinki berinisiatif untuk memanggil seorang Duelist, Raja Surga akan memilih orang yang paling tepat untuk melayani mereka dan seterusnya memanggil mereka dari dunia lain – atau begitulah katanya.
Bagaimanapun, Kaya selalu merasa bahwa dia tidak bisa bersama Jahar.
Sejujurnya, takut akan kebrutalan dan tingkah barbariannya Jahar. Benar-benar menakutkan. Kepribadian mereka tidak bisa menjadi kurang serupa.
Dia datang ke dunia ini tiga tahun sebelumnya; setelah Tina, dia adalah Shinki termuda.
Momen ketika Shinki terlahir, mereka akan memiliki pengetahuan pada beberapa topik:
Dunia, terlihat mendekati kematian di tangan Deveourer. Kehadiran pelindung mencegah kemunculannya. Kota Solitus dan labirin, Magna Porta Great Gate. Reliquia dan energi suci. Dan terakhir, misi mereka dan musuh alami mereka– –
Ya, begitu dia memasuki dunia ini, dia akan didorong ke dalam pusat pertarungan kejam inisampai mati.
Alasan kaya, “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan,” adalah akibat kematian Shinki sebelumnya dengan gelar itu. Dengan tujuan untuk menghindari takdir pendahulunya, dibutuhkan kemenangan.
Pengetahuan itu, bagaimanapun, tidak membuat hal-hal menjadi lebih mudah.
Biasanya dikatakan, tidak hanya Shinki yang memiliki Duelist dalam perintah mereka, tetapi juga rombongan petualang elit yang dikenal sebagai Oath Legion, yang diandalkan kemampuannya untuk mendapatkan kembali Reliquia dari labirin dengan keefektifan yang besar. Sayangnya, “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan” pendahulunya, sebelum kematiannya, membubarkan Moon's Oath Legion untuk alasan yang tidak diketahui.
Jadi Kaya dan Jahar terpaksa memulai segalanya dari awal.
Langkah pertama akan menjadi pembangunan kembali Moon's Oath Legion, tapi masalahnya Kaya tidak memiliki energi suci maupun uang, apalagi jaringan informasi. Untuk alasan itu, dia terpaksa untuk menyembunyikan identitasnya dan hidup diantara masyarakat, mengumpulkan informasi dengan usahanya sendiri.
Saat mengumpulkan informasi, sudah jelas semakin dekat dia dengan labirin itu sendiri, semakin baik. Namun, mengingat usia fisiknya, jika dia pergi ke labirin, tidakannya akan menarik perhatian. Akibatnya, dia didaftarkan di sekolah pelatihan sebagai siswa dan Jahar berpura-pura menjadi petualang.
Shinki tidaklah menua, sehingga jika dia tinggal di sekolah pelatihan terlalu lama , kemungkinan dia akan menimbulkan kecurigaan. Dia sudah menjadi siswa disini selama dua tahun; dia tidak punya banyak waktu lagi. Saat dia khawatir tentang keperluan mendesak produksi setidaknya beberapa hasil, dia mendengar kabar Shinki keenam – Albertina.
Sejak beberapa bulan, tugas utama dia adalah mengamati Tina.
Kemurnian kegembiraan Tina bersinar seperti matahari; secara praktis dia adalah perwujudan pribadi ideal Kaya. Dia telah lama berpikir bahwa dia bisa menjadi seperti Tina, maka semuanya akan menjadi baik-baik saja. Kaya merenung kepada dirinya sendiri bahwa jika dia tidak berpikir lebih kanjut, maka dia akan menemukan dirinya semakin menyukai rekan Shinkinya.
Kaya dengan tegas telah memutuskan perasaannya dan melakukan yang terbaik  untuk mencegah berpikir tentang hubungan apa yang mungkin mereka miliki di masa depan.
“Jadi? Bagaimana situasinya?”
“Oh, um, seperti yang kamu tanyakan, aku mendaftarkan diri pada acara itu dan telah ditempatkan di kelompok mereka. Kami bertemu dan berlatih barusan.”
“Kamu sudah melakukannya dengan baik. Dan Raja Pedang Salju?”
“Yuuki-sensei? Dia juga akan datang...”
“Tentu saja. Ya ampun, betapa hebatnya pertarungan dengan dia nanti... pokoknya, demi kemenangan, kita perlu mengejar mereka satu per satu.”
Menatapnya, Kaya punya firasat tidak bagus.
“Tentang itu... apa sebenarnya rencanamu?”
“Oh, si Shinki Bintang memintaku untuk mengakhiri hidup Tina dan Yuuki.”
“Apa– –“
Kaya  membeku.
Kaya dan “Shinki Yang Menaburkan Bintang,” Elfride, bersekutu. Di permulaannya, kelompok lain telah datang kepadanya dengan sebuah tawaran.
Jahar tahu bahwa Elfride seperti merasa hanya sedikit nilai dalam membunuh Kaya, karena Shinki baru yang akan lahir lagi suatu saat nanti. Ketika datang ke sana, dia lebih suka memiliki Shinki lain dibawahnya.
Waktu itu, Kaya baru saja lahir, dan bahkan tanpa Moon's Oath Legion untuk melayaninya, dia tidak punya ruang untuk menolak tawaran itu. Bahkan sekarang hubungan mereka sama sekali tidak ada; jikapun ada; Kaya sekarang hanyalah bawahan miliknya.
“Kamu tidak bisa membunuh siapaun, Kaya-chan, jadi aku akan menangani yang satu ini. Ketika waktunya untuk memisahkan mereka berdua, sekalipun, tolong lakukan yang terbaik,” Jahar berkata dengan riang.
Shinki dan Duelist mereka dilindungi oleh aura dari energi suci yang dikenal sebagai perisai Scutum Suci, dan tidak mempan disakiti hampir dalam segala situasi. Menembus  perisai itu hanya mungkin dengan sejumlah kecil metode, salah satunya dimilliki Jahar – senjata Dragon Fang Sword.
“Mem-Membunuh...?”
“Huh?”
“Ketika kamu berkata me-membunuh, maksudmu sekarang? Kenapa?” Kaya akhirnya menemukan suaranya, berbicara.
Sepertinya ini ‘untuk dunia.’ Yang rubah betina itu tidak akan jelaskan lebih rinci, sekalipun. ––Dalam cara apapun, Shinki-sama, gadis itu berbeda dari Shinki lainnya – musuh kita, dengan kata lain, tidak peduli bagaimana aku melihatnya, ini bagus untuk kita.”
“T-Tapi, aku tidak bisa melakukan sesuatu seperti itu.”
“Jangan cemas; akulah yang melakukan pembunuhan disini, bukan kamu.”
“Aku juga tidak ingin membantu...” Kaya kesulitan untuk bicara.
Jahar menyipitkan matanya dan tertawa dingin.
“Dengan kata lain, Kaya-chan, kamu menyerah pada kemenangan  pada hidup?”
“U-um...”
‘Jika kamu menolak untuk mengiziknanku melakukan ini, maka semua yang menanti hanyalah kematian. Bencilah konflik jika kamu mau, tapi apakah kamu memiliki tekad untuk menanggung konsekuensinya? Apa kamu siap, kamu dan Duelistmu mati sebagai anjing?”
“...”
Kaya tidak mampu berbicara.
“Jika kamu mengerti, maka itu bagus.”
Jahar tersenyum. Ekspresi berbahayanya telah lenyap tanpa jejak.
“Musuh kita masih belum mengetahui siapa kita sebenarnya. Selain itu, Yuuki ‘melihatku mati’ dalam sebuah kejadian sebulan lalu, jadi aku seharusnya sedikit bebas untuk bergerak. Jika kita bertarung di tempat terbuka di kota, maka membersihkan segala hal setelahnya akan menjadi masalah, jadi kita perlu mengakhiri ini di dalam labirin itu sendiri. Kita akan memutuskan siapa yang akan dibunuh terlebih dahulu sesuai dengan keadaan.––Kapan kamu berangkat?”
“Huh?”
 Kaya hanyut dalam pikirannya sesaat sebelum menyadari bahwa Jahar mengacu pada perjalanan siswa menuju labirin.
“Ah, um, waktu tepatnya belum diputuskan, tapi aku sudah dengar hanya empat atau lima hari dari sekarang.”
“Bagus, itu memberikan kita waktu untuk merencanakannya. Kita akan melanjutkan pembicaraan ini lagi nanti, okay, Kaya-chan?”
Jahar berkata dengan gembira.
***
“Yuuki-kun, apa pendapatmu tentang sedikit mengubah beberapa hal ini?” dia bertanya, tangannya disilangkan di belakang punggungnya.
Dia kelihatan sedikit kurang senang, tapi tentang apa, Yuuki sama sekali tidak tahu.
Jadi dia bertanya.
“Dimana tepatnya?”
“Namaku!”
“Namamu...?”
“...Itu yang sebenarnya aku bicarakan.”
Dia mengerutkan dahi. Itu pertanda buruk.
“Nama itu sangatlah penting, kamu tahu? Sebuah nama berarti kamu bukan sekadar seseorang, kamu adalah kamu. Itu soal hal yang sangat penting.”
Dia sedikit lebih tinggi dibanding Yuuki, yang telah membeku pada usia ketigabelasnya, sehingga ketika mereka berbicara, dia harus sedikit membungkuk untuk berbicara dengannya. Yuuki tidak terusik, sekalipun.
“Aku tidak terlalu paham. Bisakah kamu jelaskan?”
“––Oh, kamu!”
Dia menggelengkan kepalanya heran.
“Anak kecil ini terlalu lamban.––Yuuki-kun, kamu selalu memanggilku ‘kamu.’ Kamu punya nama, Yuuki Takamigahara, dan kakakmu juga memilikinya! Aku telah memberitahumu sebelumnya, kamu tahu! Sederhananya, ketika kamu tidak menyebutkan namaku, aku merasa kesepian. Itu membuatku sedih.”
Saat dia berbicara, dia memegang pipinya dengan telapak tangannya dan tertawa.
“Jadi, panggil aku dengan namaku, oke?”
“Jika itu yang kamu mau, maka oke.”
“Oh, dan ini akan menjadi hebat jika kamu menaruh sebuah perasaan kedalamnya. Merasa bebas untuk menambahkan ‘tercinta’ atau ‘cantik’ sebelum namaku juga.”
Yuuki menghela napas. Dia selalu seperti ini, tidak pernah mendengar perkataan orang lain.
“Atau kamu bisa menambahkan ‘onee-chan’ di akhir jika kamu mau. Sekarang, kenapa kamu tidak mencobanya?”
“Muriel-onee-chan.”
“...”
Mulutnya sontak tertutup dan dia tersipu sampai ke ujung telinganya.
“Apa yang kamu katakan tiba-tiba begini?! Anak ini!”
“Kamu kan yang menginginkanku untuk memanggilmu seperti itu.”
“Be-Benar. Aku sungguh tidak seharusnya yang mengatakan ini, tapi itu sungguh membuatku malu. Jauh dari apa yang aku harapkan. Ini hampir seperti aku sudah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan.– –Pokoknya, mulai dari sekarang, namaku bukan lagi ‘kamu,’ namaku Muriel, oke? Kamu tidak perlu menambahkan apapun setelahnya. Oke, coba lagi.”
“...Muriel.”
“Lagi.”
“Muriel.”
“Mm. Terasa baik, sederhana itu yang terbaik, kukira. Baiklah, pastikan kamu memanggilku dengan namaku mulai dari sekarang, oke?”
Setelah selesai mengatakan apa yang dia ingin katakan, dia tertawa keras. Yuuki tidak tahu apa perbedaannya. Tapi melihat betapa itu membuatnya senang, dia terus menyimpannya untuk dirinya sendiri.
***
Suara riang proses memotong mengisi dapur yang sempit.
Yuuki sedang membuat sup dengan sayuran yang Franka beli beberapa hari yang lalu. Jika mereka berhati-hati dalam menggunakan bahan-bahannya, mereka akan baik-baik saja untuk beberapa waktu kedepan. Mereka beruntung.
Yuuki memotong sayuran dengan cekatan, tangan yang terlatih – – Tiba-tiba dia berhenti.
(...Kenangan itu lagi.)
Mimpi dari malam sebelumnya sekali lagi datang ke dalam pikirannya. Itu adalah pertama kali Yuuki memanggil nama “dia” – ingatan murni dan bahagia yang tidak ternodai oleh presangka buruk. Sayangnya, itu tidak lama sampai segalanya diakhiri hingaa dia sampai pada realisasi itu .
Dia menghela napas dengan pelan dan dalam. Dia tahu apa yang dibawa oleh ingatan itu.
Lebih baik mungkin dibandingkan tidak sama sekali, itu adalah kata-kata yang telah dia bagi dengan Tina -  apa artinya menjadi seorang “kakak”.
Sejauh yang dia pikirkan, hanya ada satau “Onee-san” – “dia.” Ketika dia berbicara kepada Tina, dia juga membuat tempat suci di hatinya menuju kekacauan.
Hanya dengan memikirkan Muriel membawanya kepada rasa sakit yang mendalam.
– –Meskipun, itu bukan lagi gelar yang mampu dia bawa. Sebaliknya, sebagian rasa sakit kini telah digantikan dengan lembutnya kehangatan.
Mungkin ini adalah pengaruh “dia”.
Tapi apa itu hal yang membahagiakan...?
“– –Ow!”
Tiba-tiba, rasa sakit yang tajam merambati jarinya.
“Apa kamu baik-baik saja, Master?” Tina, yang keluar untuk mengambil air dari sumur, sudah kembali.
“...Aku melukai diriku sendiri.”
“Oh, kamu tidak terlalu memperhatikannya ya, huh? Kamu harus lebih hati-hati lagi.”
“...Itu pasti sulit untuk diterima, apa lagi darimu. Aku perlu menutupnya; maukah kamu mengambilkan beberapa perban untukku?”
“Mm...coba aku lihat dulu, sebaiknya.”
Tanpa menunggu jawaban, Tina memegang tangannya dan mengobati lukanya.
––Dalam sekejap mata, luka potong itu menghilang dan semua darah yang menetes juga sudah hilang.
“Hmm, tidak buruk jika aku mengatakannya pada diriku sendiri, mengingat aku belum pernah melakukan ini sebelumnya. ––Ada apa? Cepat dan puji aku, Master!”
Yuuki mengabaikan kemarahan Tina, justru terus menatap ke tangannya.
“...Ini bukan seni menyembuhkan. Kamu hanya membalikkan waktu, kan?”

Bukannya merangsang proses penyembuhan alami, dia justru mengembalikan jarinya ke masa sebelum terpotong.
“Oh, kamu tahu? Yah, cara ini tidak menimbulkan bekas luka. Ini sepenuhnya– –Ow!”
Yuuki menjentikan jarinya ke kening Tina.
“A-Apa yang  kamu coba lakukan?!” tanya Tina dengan mata berkaca-kaca, menggosok kepalanya.
“Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tidak menggunakan kekuatanmu tanpa izin?” dia membalas.
Keajaiban dari Shinki – efek yang jauh dari kemampuan manusia untuk mereplikasi.
Energi suci, sumber yang berisikan keajaiban tersebut, telah perlahan-lahan terakumulasi melalui koleksi Reliiquia yang ditemukan dalam labirin.
Ketika Yuuki pertama kali menemukannya, dia cukup banyak kehabisan pasokan dalamnya. Sejak saat itu, bagaimanapun, dia memberikannya dengan Reliquia untuk mengisi lubuk penyimpanan itu. Tina baru saja menghabiskan beberapa dari penyimpanan itu.
“Tak apa. Tidak ada orang lain disini selain kamu dan aku, Master,” Tina membalas.
“Lagi pula ini membuang-buang energi suci. Kamu anak nakal – kamu adalah orang yang menghabiskan uang saku begitu mereka mendapatkannya, kan?”
“Aku tidak pernah mendapatkan uang saku, jadi aku tidak bisa memberitahumu. ––Oh! Maukah kamu memeberiku bebepa terlebih dulu?”
“Aku menolak. Aku tidak punya uang untuk itu.”
“Hmph. Master benar-benar orang kikir.”
Tina menghela napas.
“––Tapi apa yang kamu harapkan? Menolong orang dengan kekuatan keajaiban adalah tanggung jawab dan hak istimewa Shinki. Jika seseorang membutuhkan bantuan, maka Tina akan membantu mereka. Jika seseorang terluka, maka Tina akan menyembuhkan mereka. Bahkan jika orang itu Master yang kikir!”
“Kalimat terakhir itu tidak diperlukan. ––Aku paham maksudmu. Tapi yang terutama, kesampingkan sepenuhnya tentang mengatur energi suci, aku tidak ingin kamu melakukan sesuatu yang terlalu mencolok ketika kita tidak tahu siapa yang mungkin sedang mengawasi. Aku sangat berterimakasih kamu sudah menyembuhkan lukaku. Terima kasih.”
Yuuki berhenti disana dan menepuk kepala Tina.
“Ah...”
Tina memerah. Mencoba menyembunyikan rasa malunya, dia membusungkan dadanya dengan bangga dan berkata.
“Ji-Jika kamu mengerti, maka itu bagus. Aku memberimu izin untuk mengekspresikan rasa terima kasihmu.”
Yuuki merenung kepada dirinya bahwa kepribadian Tina yang memang sederhana. Dalam kesempatan apapun, dia tidak pernah berbohong ketika ia mengatakan bahwa dia berterima kasih atas bantuan dari Tina . Reaksi Tina pun juga cukup menggemaskan – seperti anak anjing kecil.
“Apa yang mengusikmu, Master?”
“...Mengusik?”
“Yah. Tidak perduli bagaimana aku melihatnya, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa pikiranmu berada di tempat lain. Jika bukan itu, kamu tidak pernah melakukan sesuatu yang konyol seperti memotong jarimu seperti itu. Ada apa? Sesuatu mengganggumu? Apa kamu mencemaskan sesuatu? Ayo, bagi kepada Albertina.”
“Tidak, ini bukan seperti itu.” Dia menuangkan air ke panci dan menyesuaikan kompornya saat ia sedang bicara.
“Aku hanya teringat beberapa hal jauh dari masa lalu.”
“Masa lalu?”
 “Aku mengingat Shinki yang aku layani sebagai Duelist.”
“Oh...”
“Ada apa?” Yuuki bertanya, menyadari ekpresi Tina tiba-tiba berubah. Ini hampir seperti dia sedih...atau terluka.
“Bukan apa-apa; jangan pikirkan. ––itu sungguh kenangan yang indah, kan?”
Kata Tina dengan bingung, dan dia melanjutkan.
“Jadi, um... bagaimana itu?”
“Bagaimana apanya?”
“Shinkimu. Orang seperti apa dia itu?”
“Oh. Sangat berbeda denganmu. Dia tinggi, dan dirinya terasa sangat dewasa.”
Bukan berarti usia Shinki itu berarti sesuatu.
“Dia senang tertawa...dalam hal itu, kalian berdua sangat mirip, sebenarnya.”
“Mirip...d-dan dibidang lain?”
“Hmm? Kamu cukup perhatian terhadap hal ini.– –Oh, apinya terlalu lemah. Kenapa kamu tidak membersihkan toko dan aku akan memanggilmu ketika aku selesai memasak.”
Seperti yang dikatakannya, Yuuki pergi mengumpulkan kayu bakar.
(...aku bisa membicarakan hal itu dengan tenang.)
Kenyataan bahwa dia mampu tetap tenang saat membicarakan “dia” merupakan kejutan baginnya. Mimpi semalam juga sama. Saat ia memikirkan masa lalu, dia menemukan bahwa perasaan kenangannya tidak lagi berasal dari rasa sakit. Dia, juga, perlahan berubah.
“– –Kenangan memang paling baik berada dalam kenangan.”
Yuuki sengaja berbicara keras untuk mengacaukan rantai pikiran itu. Perasaan suram itu sedikit menghilang.
Apa yang dia butuhkan hanyalah fokus pada saat ini adalah bagaimana cara terbaik untuk membantu Tina.
Yuuki berjalan menuju tumpukan kayu bakar yang menumpuk di belakang toko.
Yuuki memeriksa sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang  melihatnya, dia menendang batang kayu tinggi ke udara.
“Yah!”
Dengan teriakan, kayu batang berubah menjadi sepuluh bagian yang jatuh ke tanah.
Pada titik tertentu dalam penjelasan singkat mengenai itu, dia mengeluarkan senjatanya.
Sebuah Reliquia dengan kualitas tinggi, senjata Dragon Fang Sword yang bahkan bisa memotong dewa – Pedang NixSnow.
Orang normal bukan hanya tdak mampu melacak senjatanya melalui udara saat ini, tapi tidak akan juga menyadari pergerakannya.
“...Aku semakin lambat,” gumam Yuuki, mengambil kayu bakar ke genggamannya. Pedangnya menghilang secara tiba-tiba sebagaimana itu datang.
– –Yuuki adalah mantan Duelist yang dikenal sebagai Raja Pedang Salju.
Duelist adalah pengawal Shinki yang kuat dan menakutkan. Mereka tak tersentuh oleh tangan waktu dan tidak bisa dilukai oleh kebanyakan senjata; dalam hal ini, mereka seperti Master mereka. Namun,  master Yuuki telah meninggal, dan dia kehilangan ciri khusus sebagai Duelist. Dia kini rentan terhadap waktu dan bahaya seperti yang lainnya.
Semua pengalaman dan kemampuan telah dia kumpulkan selama dia menjadi Duelist, namun, itu sebelumnya. Dia telah sepenuhnya mengalami kemunduran, tapi dia merasa percaya diri bahwa kalau dia bisa kembali pada kondisi dia yang sebelumnya, dia akan bisa bertanding dengan Duelist lainnya.
Dengan perkataan itu, apa dia memilikinya dalam dirinya untuk menjaga Tina tetap aman?
Tina adalah Shinki keenam, sebuah kemunculan yang tidak wajar.
Bahkan jika tindakan cerobohnya yang jelas luar biasa, sifat sejatinya masih tetap rahasia. Sementara Shinki lainnya yang tidak menyadari dirinya, mereka tidak perlu mencemaskan penyegapan.
––Atau jadi dia sangat berharap, mengakui bahwa pemikiran seperti itu tidak lebih dari pemikiran yang sia-sia, sesuai dengan keinginan pribadinya.
Jika informasi tentang keberadaan Tina sudah menyebar ke Shinki lain, dan mereka bahkan berada di bawah pengawasan, apa yang sebaiknya dia lakukan? Hal itu perlu dipertimbangkan.
“Pada akhirnya, apakah mereka teman atau musuh, kontak dengan Shinki lain tidak bisa dihindari...”
Yuuki memikirkan kembali saat-saat dia menjadi seorang Duelist.
Saat berkaitan dengan pertarungan antar Shinki dan, kepanjangannya, Duelist mereka, sebuah pertarungan langsung jauh dari hanya sekedar strategi.
Kalau seseorang secara membuat menerjang ke dalam perang, mungkin saja pihak yang tidak bermusuhan akan mempertimbangkan yang satu terlalu mengancam untuk dibiarkan begitu saja. Dalam kejadian seperti itu, kalau kau menang atas lawan di depanmu, bukan berarti itu akhir dari masalahmu.
Itu tidak perlu dikatakan lagi, tentu saja, bahwa Shinki yang lain ada di posisi yang sama.
Karena alasan itu, adalah hal yang biasa untuk Shinki bekerja sama – membuat sebuah aliansi, dengan kata lain.
Kalau Tina bisa membuat sebuah aliansi dengan Shinki lain, maka mereka setidaknya, berkurang satu musuh yang harus mereka hadapi.
"Masalahnya, kami tidak punya apapun untuk ditawarkan."
Yuuki kembali ke dapur.
Tina sudah pergi, dia pergi membersihkan toko, sesuai perintah Yuuki.
Bahkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Shinki lainnya, apalagi membentuk aliansi, pertama-tama diperlukan alasan untuk melakukan sebuah pertemuan. Tentu itu saja , berlaku bagi kedua pihak. Jika hanya satu pihak yang memiliki sesuatu untuk ditawarkan, maka hal seperti itu tidak akan pernah terjadi; dalam hal ini, ini sama persis seperti melakukan bisnis.
Jika mereka dan partai lainnya bekerja sama, itu akan berarti banyak untuk dia dan Tina, tapi pada sisi lainnya akankah bisa diterima?
Hadiah Reliquia umumnya cukup untuk membuka pembicaraan, tapi dia tidak punya apa-apa untuk ditawarkan. Senjata Dragon Fang Sword, tentu saja itu, diluar dari pertanyaan.
‘’Itulah yang terjadi, maka semua yang bisa aku tawarkan adalah informasi– –saat ini, satu-satunya yang tahu makna dibalik `keenam` adalah aku “gumam dia.
Bahwa ada lima shinki adalah aspek fundamental dari sistem, namun yang keenam muncul saat ini.
Setelah orang lain tahu apa yang dia tahu, orang lain akan memahami perlunya untuk membentuk aliansi. Masalahnya, dia tidak tahu bagaimana harus memulai kontak dengan Shinki lain. Selain itu, yang lain tidak punya cara untuk memverifikasi apa yang di ketahuinya itu sebuah kenyataan.
––Apapun kasus yang mungkin terjadi, dia tidak memiliki keinginan untuk sekedar mengeluh atau memainkan peran sebagai penonton pasif.
Dia tidak akan kalah kepada Shinki lain, tidak peduli apa yang diperlukan.
***
“Selamat pagi.– –Ooh, ada sesuatu yang tercium enak.”
Franka tersenyum sembil melangkah ke dalam toko.
“Itu sarapan, kan, Tina-chan?...Er, Tina-chan?”
Gadis yang dimaksud sedang memegang sambil sepenuhnya bengong di tengah toko.
“Oh, Franka.”
Tina berkedip, baru saja menyadari kehadiran Franka.
“Sudah berapa lama kamu disini? Oh, benar! Selamat datang! Selama datang.”
“Aku sudah kau sambut.– –Apakah ada yang salah? Kamu tidak seperti biasanya.”
“Bu-Bukan apa-apa, ini bukan apa-apa.”
“Kamu tidak terlihat sepertinya ini bukan apa-apa.”
 Tina normalnya penuh energi, sampai-sampai dasarnya dia tidak bisa diam. Baginya menjadi seperti ini sungguhlah langka. Namun, jika orang tersebut berkata dia baik-baik saja, Franka tidak akan mempermasalahkan hal itu.
“Apakah Yuuki tidak disini hari ini?”
“Dia disini; dia sedang di dapur, sedang membuat sup. Hanya ada sedikit daging tersisa, jika bukan karena sayuran yang kamu bawakan Franka, kami sudah kelaparan.”
“A-Apakah begitu? Aku senang aku bisa membantu.”
Dia memiliki pikiran bahwa mereka berada dalam keadaan yang mengerikan; itulah alasan dia mengirimkan sayuran pertama-tama. Sesuai katanya, rupanya hal-hal ini menjadi lebih buruk dari  yang dia takutkan.
“Jadi, apa yang membawamu kesini, Franka? Apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan?”
“Oh, aku disini bukan untuk membeli apapun. Sebenarnya, aku sedang mencari Yuuki.”
“Jika itu masalahnya, kenapa kamu tidak makan bersama kami? Makanan seharusnya siap sebentar lagi.”
“Apakah tidak masalah?”
“Dari awal itu adalah makananmu. Tidak perlu bersikap terlalu sopan; Master akan senang juga. Lagi pula, dia mengerjakannya sampai titik dia memotong dirinya sendiri– –”
Tina tiba-tiba berhenti, dan alisnya yang indah menyipit. Dia terlihat hampir kurang riang...atau mungkin pusing.
“...Apa kalian berdua bertengkar?”
“Ti-Tidak. Kami baik-baik saja...atau setidaknya, kami seharusnya...”
“Dalam hal ini, apa yang Yuuki-san katakan?”
“Tidak, ini bukan apa-apa katanya– –“
Kata-katanya agak samar. Tina menghela napas dan melanjutkan.
“Tidak ada gunanya berbohong pada diriku sendiri. Benar bahwa ini karena sesuatu yang Master katakan, tapi kesalahannya adalah karenaku...atau begitu kupikir. Akhir-akhir ini, ketika aku berbicara dengan Master, sesuatu terasa aneh. Sebenarnya, mungkin ‘aneh’ bukanlah kata  yang tepatnya – kesal, mungkin.”
“Dan kenapa begitu?” Frnka bertanya, mengerutkan keningnya.
Sejauh yang bisa dia tahu, kepercayaan antara  Tina dan Yuuki semakin dalam. Cukup dalam bahkan untuk membuat dia iri.
Apa yang mungkin telah terjadi?
“Percakapan kedua berubah menjadi topik tertentu – atau itu bahkan membesar, sungguh – aku mulai merasa sangat kehilangan dan kebingunngan. Khususnya– –“
Kata dia berikutnya  dipilih dengan hati-hati.
“Master, sebelum...ada seseorang yang sangat dekat dengannya – seorang wanita.”
“...”
“Baru-baru ini ,dia adalah segalanya bagi di– –Franka?” kali ini Tina lah yang cemas.
“Kamu begitu pucat...apa ada yang salah?”
“Ti-Tidak!Y-Y-Yah. Yuuki-san sangat lembut, jadi tentu saja ada satu atau dua orang yang seperti itu.”
Ini bukanlah sesuatu yang besar. Hanya hal semacam itu, kamu tahu. Ini bukanlah semacam hal yang membuata kamu merasa begitu mengejutkan lututmu hingga bergeser atau sangat kecewa bahwa kamu ingin menghilang. Ini bukan apa-apa! Aku...baik..baik...saja.
––Tina khawatir tatapannya tidak pernah meninggalkan Franka, sekalipun.
“Um...apa itu artinya kamu merasa kalau itu aneh juga, Franka?”
  “Uh, yeah. Kamu bisa bilang begitu. Setidaknya, aku mengerti bagaimana perasaanmu, Tina-chan...”
Ya, dia sangat, sangat mengerti.
“D-Dan?Perempuan itu – dimana dia sekarang?”
“Sepertinya dia meninggal beberapa waktu yang lalu.”
“Begitu...”
Dia merasa dirinya sedikit tenang.
Dia tahu kalau ini bukanlah sesuatu yang bisa lewati dengan mudah. Rasa penasaran atau bahkan simpati tidaklah cukup. Terutama saat ini Yuuki yang mereka sedang mereka bicarakan.
Seperti apa dia? bagaimana mereka melewati hari-hari mereka bersama? Franka penasaran, menahan rasa sakit yang mengacaukan hatinya. Dia sudah jelas seseorang yang sangat mempengaruhi kepribadian Yuuki dan sudut pandang hidupnya.
“Ini...kegelapan yang terasa mencekik hatiku...apa ini?”
Tina mengeluh.
“Jika bisa kukatakan, ini rasanya seperti campuran dari kesedihan dan kemarahan. Tapi jika  aku memikirkannya, Master tidak melakukan apapun untuk membenarkan salah satu perasaan itu, kamu tahu? Mungkin... aku sakit?”
 “Yep, kamu bisa mengatakannya begitu.”
 “Oh tidak?!”
“Selain itu, rasa sakit ini tidak seorangpun mempunyai obatnya.”
“Bagaimana bisa begitu?! A-Apa yang harus aku lakukan?!”
Tidak mampu menahan lagi tawanya, Franka terkikih-kikih. Tina, diambang meluapkan air mata, berkedip terkejut.
“...Tunggu – kamu sedang menipuku?” Tina cemberut. “Itu keterlaluan! Aku serius disini.”
Aku minta maaf. Aku tidak  bisa menahannya – hanya saja kamu terlalu manis.”
Franka menahan senyumnya dan meminta maaf.
“– –Tapi harus kukatakan, aku tidak membodohimu; apa yang kukatakan semuanya benar. Apa deritamu sangatlah kupahami, dan aku harus akui aku juga tidak tahu obatnya. Kamu hanya harus menerimanya saja. ––Oh, sebaiknya aku tambahkan, bukan berarti perlu diobati. Tak ada yang perlu dicemaskan.”
Sepertinya Tina telah diinfeksi oleh penderitaan dari kesenangan dan rasa sakit.
“Oh...Jadi tak ada yang perlu aku lakukan?”
“Benar.”
“Oh...”
Tina terlihat sungguh kebingungan.
Tina benar-benar manis, pikir Franka pada dirinya sendiri. Satu-satunya saudara kandungnya adalah kakak laki-laki tiri dari pihak ibunya. Tidak punya saudara perempuan, dia bergumam bahwa seperti ini rasanya memiliki adik perempuan.
“Hey, Tina. Makanan sudah siap– –“ Yuuki memanggil, menjulurkan kepalanya keluar dari dapur.”Eh? Oh, Franka.”
“Maaf mengganggu.”
“Sama sekali tidak. Apa kamu sudah makan? Aku telah membuat sup dari bahan-bahan yang kamu bawakan. Jika kamu tidak keberatan, kenapa tidak bergabung dengan kami? Aku ingin mendengar pendapat dari koki sejati.”
“Kamu terlalu melebihkannya, tapi aku akan lebih senang jika makan bersama kalian teman-teman,” Franka berkata dengan tawa. “Oh, ngomong-ngomong – sekolah membuat kontak, tanggal perjalanan telah diputuskan.”
***
“Kita memiliki tiga petualang, dan empat dengan izin sementara. Silahkan lihat.”
Yuuki menyerahkan dokumen kepada ksatria Gereja yang bertugas di gerbang.
Beberapa pintu masuk labirin berada dibawah pengawasan langsung gereja. Pintu masuk itu tertutup di semua sisi oleh dinding dan ditutup dengan gerbang besi yang sangat besar; hanya personil yang memiliki izin yang diperbolehkan masuk
Yuuki, Franka, dan Alfred memiliki kualifikasi yang dibutuhkan. Murid-murid – Kaya, Edgar, dan Selim – memiliki izin sementara untuk mengikuti mereka untuk memasuki labirin jika dia dikawal petualang yang berkualitas. Tina, yang bertanggung jawab untuk memimpin kelompok mereka meskipun bukan petualang yang disahkan, juga sama diperbolehkan dengan izin sementara.
Tanah berpagar yang ditutup dengan gerbang besi adalah plaza kecil yang dikelilingi dinding batu beberapa puluh meter tingginya. Ditengah plaza dipasang tangga menurun menuju kedalaman bawah tanah ini.
“Oke semuanya, bentuk formasi.” Yuuki menepuk tangannya memberi sinyal kepada anak-anak untuk mengambil posisi.
“Sebelum kita masuk ke dalam, ada sesuatu yang perlu kalian dengar: labirin itu adalah tempat yang berbahaya dimana hidupmu berada dalam ancaman; jangan pernah lupakan itu. Selanjtunya, bahaya itu bukan hanya untuk  kalian saja, tapi untuk kelompok kalian secara keseluruhan. Singkatnya, kecerobohan tidak hanya membahayakan diri kalian sendiri, tapi semua di sekitar kalian.”
Cepat atau lambat, mungkin ada saat ketika mereka akan merasakan kebenaran ini secara langsung. Pada saat itu, akan sangat terlambat untuk melakukan kebaikan pada mereka. Bahkan jika mereka merasa kerepotan saat ini, itu adalah hal yang perlu dikatakan.
“Meskipun saat ini kalian adalah orang dibawah perwalian yang sedang dikawal, pastikan kalian mengikuti apa yang kita lakukan saat latihan di hari sebelumnya. Jika seseorang berlagak, sangsi akan bertindak dengan tegas.”
Hanya karena kunjungan sebelumnya aman tidak menjamin perjalanan kali ini akan sama baiknya.
Kecelakaan dapat terjadi bahkan dilantai atas labirin, ketika datang ke labirin, Magna Porta Great Gate, tidak ada akhirnya yang dapat dihitung. Ketiga murid menunjukan ekspresi menurut.
“Satu hal lagi. Aku pikir kalian sudah menyadari , tapi ada tiga tipe petualang. Para prajurit yang menghadapi Void Beast langsung, para cleric yang membacakan doa untuk mereka dari belakang, dan spesialis pendukung yang tugasnya untuk menjaga ketenangan mereka dan memberikan analisa dan informasi terhadap situasi. Pada saat itu, kalian bertiga jangan tumbang pada apapun yang tersebutkan sebelumnya – kalian disini hanya untuk mengamati. Latihan kalian tidak akan berganti kategori dalam beberapa waktu. Dapat dikatakan, ini bukan saat yang buruk untuk menentukan akan untuk jadi apa kalian nanti. Meskipun kalian pada saat ini sebagai tamu, aku ingin kalian melakukan yang terbaik untuk mengamati kami dan bayangkan apa yang akan kalian lakukan saat kalian berada di posisi kami. – –Oke, ayo berangkat.”
Seperti yang diminta, mereka masuk sekaligus.
“Untuk seseorang yang sangat membenci labirin sepertimu, kamu sungguh bagus pada tahap ini,” Alfred berkomentar ringan.
Karena Yuuki sangat dekat dengan anak-anak, dia bertugas untuk menentukan arah. Meskipun ia memprotes bahwa dia tidak memenuhi syarat untuk melakukannya, karena dia tidak sepenuhnya mampu menyangkal penalaran mereka. Hal-hal telah berubah dengan cara ini.
“Caraku hidup mengharuskanku menempatkan upaya yang sepadan dengan imbalannya, dan sekolah pelatihan adalah yang paling baik hati dalam memberi kami imbalan. Dapat dikatakan, izinkan aku untuk mengingatkan kalian sekali lagi, aku seorang pedagang. Baik bekerja sebagai petualang atau mementori anak-anak adalah panggilan sejatiku.”
“Yep, yep, aku mengerti.”
“Kenapa aku meragukannya...?”
Alfred terlihat menemukan sesuatu yang sangat memuaskan dirinya saat ia melihat Yuuki, yang yang dipenuhi rasa ketidaksukaan yang mendalam pada saat itu.
“Aku minta maaf... kukira, aku tidak seharusnya menyarankan pekerjaan ini?” Franka bertanya.
Dia menyesal dan itu membuat Yuuki kebingungan.
“Ti-Tidak, tolong jangan minta maaf. Aku sangat berterima kasih kepadamu, sungguh. Aku benar-benar butuh uang.”
“Yah, itu sungguh bantuan besar. ––Kesampingkan dulu itu sebentar, ketika aku melihat Master mengawasi anak-anak, aku merasakan dia sebenarnya cukup gembira.”
“Aku pikir juga begitu,” Franka setuju.
“Sungguh?”
Ini salah satu hal yang membuatku sungguh aku s-s-sukai dari kalian.”
“Makasih. Harus aku akui, aku lebih suka menikmatinya. Meskipun itu, diriku yang utama ialah pedagang – bukan seorang petualang.”
“Pedagang...”
“Ada masalah?”
“Ti-Tidak sama sekali!” Franka membantah dengan panik.”Jika kamu ingat, Yuuki-san, ini adalah naluri bisnismu yang menyelamatkanku.”
Franka pernah berada di satu titik ditipu oleh rentenir dan hampir menjual dirinya. Yuuki menyelamatkannya.
“Hanya saja...”
“Ya?”
“Alasan kamu menjauhkan diri dari petualang dan alasan kamu bersikeras menjadi seorang pedagang.... apakah karena– –“
Franka tidak mampu menyelesaikannya.
“Karena?”
“J-Jangan pikirkan. Aku akan pergi untuk melihat bagaimana anak-anak itu melakukannya!”
Dia kabur.
Belakangan ini dia suka bersiap aneh, Yuuki memikirkannya sendiri.
* * *
Energi suci memberi daya lampu sepanjang dinding. Jalan itu dilapisi bebatuan
Peta murah dan kesatria gereja sedang berpatroli. Labirin itu telah dijinakkan sampai lantai ketiga, membuat perjalanan lebih mudah  bagi petualang. Ketiga siswa juga sudah disini sebelumnya sebagai bagian dari latihan mereka.
––Namun, angggota perempuan dari mereka bertiga melihat semuanya tapi pada kententraman.
“Aku harus fokus, aku harus ingat...” dia mengingatkan dirinya sendiri.
Karena para anggota kelompok mengenal Jahar, jika dia sampai terlihat, itu akan menimbulkan kecurigaan. Akibatnya, tugas ini telah dilimpahkan ke tangan Kaya. Dia, tentu saja, perlu berhati-hati agar tidak mebeberkan bahwa dia adalah “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan.”
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu ia catat.
Pertama, dia tidak diperbolehkan membiarkan orang lain menyadari bahwa dia tidak bisa dilukai.
Jika dia benar-benar muncul seumpamanya tanpa cidera sedangkan dia seharusnya terluka, anomali itu akan menimbulkan kecurigaan seseorang. Selain itu, Yuuki dan Tina akan cepat memahami implikasi semacam itu –perisai Scutum Holy itu yang mestinya hanya untuk Shinki dan Duelistnya. Meskipun mereka tidak berharap bertarung hari ini juga, itu tetap lebih baik jika menghindari segala keadaan bahaya.
Kedua, dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan keajaiban.
Doa dari para cleric dan kekuatan keajaiban yang dimiliki Shinki cukup mirip di alam, tapi sangat berbeda dalam jangkauannya. Meskipun sekarang dia mendekati level dari Shinki yang lain, dia harus mengatur untuk mengakumulasi beberapa kadar energi suci, dimana dapat melatih kekuatan ini. Namun, saat dia akan melakukannya, Tina seperti akan menyadarinya. Lagi pula Shinki itu mampu mendeteksi ketika Shinki lannya sedang menggunakan keajaibannya.
Jika identitas dia yang sebenarnya entah bagaimana bocor, dia masih bisa kabur dengan teleportasi. Sayangnya, itu akan sama saja dengan menerima kematian. Baik Jahar atau “Shinki Yang Menabur Bintang-Bintang” akan melihat dengan jelas tindakan seperti itu.
“––A-Aku tidak bisa membantu.”
Suara Selim terdegar dibelakangnya.
“Apa kamu ketakutan? Edgar menggoda, mendesak respon.
Y-yah, bukankah sesuatu yang buruk baru saja terjadi disini belum lama ini? Bagaimana jika sesuatu seperti itu akan terjadi lagi?”
Seperti yang Selim katakan, belum lama berlalu sebuah insiden besar sungguh terjadi disini di lantai ketiga. Void Beast yang tidak terhitung, normalnya hanya ditemui di kedalaman yang rendah dari labirin. Tiba-tiba saja muncul dan menyerang, menghasilkan banyak korban. Meskipun ancaman itu sudah diurus, perbaikan masih berjalan, dan jejak pertarungan masih membekas di dinding.
Edgar juga sedikit ketakutan, tapi dia menunjukkan wajah berani dan membual,”Hmph. A-Aku melihat salah satu yang besar dengan mataku sendiri, kamu tahu? Tapi aku tiba tanpa terluka, jadi a-a-aku tidak khawatir!”
Kaya dan siswa lainnya tidak sepenuhnya paham dengan insiden khusus itu; penjelasan paling rasional mereka mendengar keterlibatan kegagalan dari alat teleportasi. Meskipun, sejujurnya, Kaya tahu bahwa tragedi tersebut telah dibuat-buat.
Si pemicunya tidak lain dan tidak bukan ajudannya sendiri, sang ahli pedang ‘Jahar’. Tujuan akhirnya ialah untuk mengurangi kekuatan dari partai musuh.
Meskipun dalam hal ini dia mengambil langkah sepihak, Kaya tidak dapat berkata bahwa dia tidak bersalah. Setiap saat dia memikirkan korban dari tragedi itu dia dipenuhi rasa duka cita dan penyesalan yang dalam.
“Hmm? Kaya, kamu gemetaran. Apa kamu ketakutan juga?”
“...Mm, ya, aku ketakutan.” Dia menjawab dengan jujur.
Ketakutan dengan apa yang terjadi sebelumnya dan ketakutan pada apa yang akan terjadi hari ini.
Karena dia orang-orang terluka, karena dia orang-orang telah terbunuh. Dan terparah dari semua, takut akan takdirnya.
Semua hal itu mengerikan baginya, sampai di titik dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.
“Oh ayolah. Kamu jadi tidak pantas dlilhat.”
“Jika kamu terlalu acuh, maka kamu akan menjadi salah satu orang yang menyesal,” Selim mengingatkan.
Edgar mendengus.
“Idiot, seperti aku akan melakukan sesuatu bodoh saja. Kalian semua hanya terlalu pengecut untuk kebaikan kalian sendiri.”
Selim mengehela napas, menyerah untuk meyakinkan Edgar.
“...”
Kaya hanya melihat keduanya dalam diam.
Jauh didalam hatinya, dia tidak ingin melihat mereka terluka. Jika dalam hal ini dia punya pilihan, dia berharap mereka tidak akan terjebak dengan apa yang akan terjadi. Namun, kedua kalinya dia ditugaskan dengan kelompok yang sama seperti Tina dan Yuuki, neraca takdir akan dicelupkan ke dalam dunia yang tidak bisa dihindarkan.
(Ahh...) Kaya mengeluh dalam hati.
Jika saja aku bukan “Shinki Yang Dimahkotai Dengan Bulan...” jika aku hanya orang normal, hanya petualang lainnya umumnya, hidup akan jauh lebih mudah...
Meskipun takut dengan labirin dan monster didalamnya, dia tetap akan maju, menjelajahi yang tidak diketahui dengan kepolosan anak-anak, menjalani dengan gelisah jalan dari seorang pedualang. Itu, mungkin akan menjadi hidupnya.
Sayangnya, sifat alami ialah seperti kenyataan yang tidak mengindahkan keinginannya.
Kali ini, dia berbalik melihat Tina, berjalan di depan.
Dilihat dari penampilannya, dia terlihat sedikit lebih tua dari pada Kaya sendiri, tapi dia sebenarnya adalah “Shinki keenam” yang periang.
Aku penasaran apa yang dia pikirkan pada posisinya? Apa arti keberadaannya?
Apakah dia cemas dengan fakta bahwa dia seharusnya tidak ada?
Apakah dia sepertiku, berjuang dibawah beratnya tekanan yang menghancurkan? Apa dia mencoba untuk melarikan diri?
––Bagaimana dia berharap untuk dapat bertanya. Bagaimana dia berharap agar mereka dapat berbicara.
Sayangnya, ini tidak lebih dari keinginan yang tidak berjalan; dia seharusnya tidak beraksi.
Setelah pertempuran ini selesai, baik Tina atau dirinya – mungkin keduanya – akan menghilang dari dunia ini. Mengungkapkan dirinya sendiri sama saja dengan kematian.
Tina adalah musuh yang harus dia kalahkan, dan bukan rekan yang akan membagi masalahnya. Jelas bukan.
“...Semuanya baik-baik saja, Kaya?”
Mungkin Tina merasa tatapan Kaya pada dirinya, karena dia berbalik dan mendekat.
“Kamu terlihat sedikit pucat. Apa kamu lelah?”
“A-Aku baik-baik saja. Aku minta maaf telah membuatmu cemas.”

“Jika kamu merasa lelah, jangan ragu untuk memberitahu kami. Aku akan memberitahu Master, dan kita akan memperbolehkanmu beristirahat. Perjalanan masih panjang. Ini bisa menjadi lebih buruk lagi.”
“B-Benar, aku mengerti, “ jawab Kaya. Tanpa menyadari bahwa dia masih berbicara, dia melanjutkan,”meskipun kamu berkata ‘ini yang terburuk.’ Kamu terlihat cukup senang bagiku?”
“Oh?”
Tina menatap.
“Aku terlihat senang?”
“Ya, meskipun aku bisa katakan kalau kamu tidak familiar dengan jalan, tapi sementara kamu berjalan, ada semacam ekspresi yang cerah di wajahmu...Onee-san, kamu bukanlah petualang yang normal, bukan?”
“Mm. Tina adalah pegawai toko.”
Tina mengangguk kuat dan lalu melanjutkan.
“Tapi iya, ketika semua orang bersama-sama seperti ini, ini membuatku senang. Bahkan jika kita berada di dalam labirin. Tina senang berada bersama orang lain. Sejujurnya, sejak saat aku terlahir, melihat seluruh kota dan orang-orangnya telah menjadi– –Oh, tunggu. Master bilang aku tidak boleh mengatakan bagian ini.”
Tina menoleh dengan cepat ke arah Yuuki untuk meyakinkan dirinya bahwa Yuuki tidak mendengar.
Kedua kali yang Kaya mendengar Tina menyebut tanggung jawabnya sebagai Shinki, dia mengira Tina sedang menyapanya sebagai sesama Shinki. Dia meningkatkan perlindungannya. Melihat ekspresi kepolosan Tina, akan tetapi, dia menyadari tidak ada motif tersembunyi di balik pernyataan itu.
(Tetap saja...”Master,” ya?)
Anehnya.
Dari apa yang Jahar telah sampaikan padanya, Yuuki bukan lagi Duelist yang aktif, meskipun dia terlihat demikian, dia kurang lebih hanya itu. Apa yang membuatnya ragu, adalah bagaimana  Tina menunjuk dia sebagai “Master.” Hubungan apa yang mereka miliki sebenarnya?
Baiklah, tak peduli hubungan apa yang mereka miliki, satu hal yang pasti – hubungan itu tidak mungkin berbeda dengan hubungannya dengan Jahar. Setelah semuanya, setiap kali Tina baik menyebutkan Yuuki atau berbicara dengannya, kebahagiaannya jelas terlihat.
“Aku, mungkin, iri dengannya?” Kaya penasaran.
“– –Baiklah, tunggu sebentar.”
Sementara Yuuki sedang mengarahkan, kelompok itu sampai di pemberhentian.
Di hadapan mereka ada tangga turun ke bawah menuju lantai keempat.
Ini merupakan perjalanan santai yang cukup jauh, namun– –“
Ini akan menjadi berbahaya, kan?”
“Tepat, Edgar”
Edgar tersenyum bangga mendengar pujian itu.
Lantai keempat dari Magna Porta Great Gate merupakan suatu garis batas. Dari lantai ini, labirin akan menunjukkan wajah yang sebenarnya. Ini merupakan sesuatu yang sudah ditegaskan kepada semua siswa sekolah pelatihan dari sangat awal.
Disini, labirin itu akan jadi berliku-liku, labirin yang berkelak-kelok – sebuah dunia kegelapan dan teror.
Void Beast melewati titik ini, mereka lebih besar dan ganas, selalu menunggu kesempatan untuk menangkap manusia yang tidak sadar dan melahap mangsanya.”Bertarung” adalah satu-satunya kata yang ada di dalam kamus Void Beast pada level itu.
“Kamu harus meningkatkan kewaspadaanmu. Tujuan akhir adalah melewati lantai keenam sampai kedelapan. Siapapun yang gagal menjaga senjatanya mulai dari sekarang akan membahayakan hidup mereka.”
Edgar dan Selim menelan ludah dengan suara keras.
“Jika seseorang terluka, atau aku nyatakan kita sedang tidak baik untuk melanjutkan penjelajahan, maka kita akan segera kembali. Jika kalian melihat sesuatu, beritahu aku. ––Baiklah, ini giliran kalian sekarang, paman.”
“Benar. Bentuk formasi, sama seperti peringatan kita ketika kita melakukan latihan sebelumnya, jangan memecah formasi dan perhatikan terus-menerus sekitar kalian. Ini, yang haruskalian ingat.”
Selesai dengan kata-katanya, Alfred memimpin jalan menuruni tangga.
“...Wuu, ini sangat gelap,” Selim berseru dengan panik.
Dari lantai keempat dan seterusnya, lampu yang menempel di dinding sudah tidak ada lagi. Satu-satunya sumber cahaya yang bisa ditemukan adalah batu bercahaya yang dibawa maupun cahaya lembut dari lumut yang menempel di dinding.
“Silahkan ambil ini, jangan dihilangkan.”
Kaya menerima lentera kecil dengan batu bercahaya yang terkandung di dalamnya.
Tiga dari kalian harus berbagi satu lampu. Pegang itu bergiliran, oke?”
Edgar berteriak bahwa dia ingin yang pertama membawanya, jadi Kaya menyerahkannya kepadanya. Sejujurnya, dia tidak ingin terus memegang itu juga, meskipun dia melihat Edgar dengan penuh semangat memegang lentera ke sana dan sini, dia agak iri.
Kelompok itu perlahan terus maju.
Mereka disusun dalam formasi yang mereka latih di sekolah peltihan.
Alfred selalu bersiap dengan pedangnya, sebagai barisan depan kelompok. Yuuki mengambil bagian belakang, mengawasi setiap orang. Tina dan Franka terus mengawasi tamu mereka ketika mengarahkan cahaya dari lentera mereka ke depan, menerangi jalan ke depan. Ini adalah pengaturan dasar sebuah kelompok.
“Bahkan jika itu sangat tegang, sempit dan sedikit gelap, tidak ada apapun disana,” Teriak Edgar meyakinkan dirinya sendiri.
“Itu karena kita baru pergi beberapa langkah,” Selim membalas.
“Ayolah, ini tidaklah berbeda dari yang kita lakukan beberapa saat lalu di lantai sebelumnya. Semua yang kita lakukan hanyalah mengikuti jalan sampai mencapai tangga dan kemudian menuruninya lagi. Bahkan aku bisa– –“
“Tahan!” sebuah suara datang dari arah depan.
Kemudian, mereka mendengar gemerisik kecil seperti sesuatu lima belas meter di depan Edgar tiba-tiba menyerang ke arahnya. Pedang Alfred berkelebat dan, dengan semburan darah menyembur ke arah lain.
“––Edgar, kamu tidak melihat yang tadi?” Yuuki akhirnya bertanya. “Ada dua bahaya dengan bercakap santai di level ini. Pertama adalah kamu mengalihkan dirimu sendiri, kamu kehilangan fokus. Yang kedua adalah kamu tidak bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarmu karena suaramu. Untuk alasan ini, apapun itu dan semua percakapan dalam labirin haruslah pelan dan langsung ke intinya, ingat itu.”
Franka tersenyum kecut, dan menjelaskan lebih lanjut.
Void Beast disekitar sini masih cukup kecil, jadi mereka tidak benar-benar berbahaya. Bayangkan saja itu adalah tikus karnivora, untuk contohnya. Bahkan jika kamu digigit, kamu tidak akan menderita luka serius, meskipun mungkin saja kamu kehilangan satu atau dua jari.”
“Ke-Kehilangan...”
Edgar terlalu takut untuk menyelesaikan.
“Oh, jika itu tikus, maka rumah kita juga memilikinya juga. Master terlalu cuek dengan kebersihan. Kamu sangat ketat terhadap orang lain, tapi lalai dengan diri sendiri.”
“Aku pasti mendapat kesan itu juga.”
Alfred menyatakan peresetujuannya.
“A-Apakah begitu, Yuuki-san?” Franka bertanya.
“...Bisakah kalian tidak mencoba menghacurkan citra seriusku disini? Ini adalah kesempatan langka dimana aku mengajar dengan serius dan semuanya.”
Yuuki  menghela napas. Melihat dia, Kaya tidak bisa menahan senyumannya.
Sebuah citra serius – setidaknya jenis dari Gereja Kelima Yang Suci pamerkan – bukanlah sesuatu yang dimiliki Yuuki. Sebaliknya, gaya familiarnya membuatnya populer di kalangan anak-anak.
Meskipun ekspresinya membuat itu terlihat seperti dia benci diganggu, kennyataannya dia selalu sangat hangat kepada murid-muridnya. Dia adalah guru yang fantastis.
Senyum Kaya memudar.
Suasana bahagia ini tidak akan bertahan. Dia tidak mengizinkan dirinya lupa kenapa dia datang.
Sungguh, anak-anak yang mengagumi Yuuki banyak jumlahnya. Namun, jika rencana mereka hari ini berhasil, maka dia tidak akan berada di sekitar anak-anak untuk mengajarkan beberapa hal.
(...Aku tidak ingin melakukan ini. Tolong.) 
Dia tidak bisa menghitung sudah berapa kali dia memikirkan ini sendirian.
Ketika hal ini berkaitan dengan Tina, tidak banyak yang bisa dia lakukan. Meskipun dia sama sekali tidak ingin melihat itu terjadi, setidaknya dia bisa memahami pentingnya hal itu. Dia telah memutuskannya.
Jika Tina terus hidup, itu akan menjadi kerugiannya sendiri. Tidak peduli seberapa baik hubungan mereka, tidak peduli seberapa dalam perasaan diantara mereka, fakta ini tidak akan berubah.
Kaya tidak ingin mati. Tidak peduli seberapa besar itu akan menyebabkan dia membenci dirinya sendiri, dia akan mengalahkan “musuh”nya dan tetap hidup. Tapi Edgar, Selim, Alfred, dan Franka – Kaya tidak punya keinginan untuk melukai mereka.
Bahkan jika kelompok lain meminta kematian Yuuki, dia bukanlah Duelist sebenarnya. Bahkan jika ia menjadi salah satunya di masa lalu, ia sekarang tidak lebih dari seorang manusia yang berperan menjadi penjaga Shinki meski kebetulan. Tidak ada keperluan untuk berurusan dengan dia dengan cara yang sama seperti Tina. 
Sayangnya, Kaya yakin Jahar tidak melihat hal-hal seperti itu. 
Kepribadiannya adalah sedemikian rupa sehingga ia merasa sebuah akhir adalah penentuan segalanya. Jika kematian sasarannya memerlukan pengorbanan ratusan korban yang tidak ada hubungannya, dia tidak akan ragu-ragu untuk melakukannya. 
(Tetap saja .. Aku penasaran apa yang Jahar rencanakan?) 
Kaya bertanggung jawab untuk mengawasi Tina dan yang lainnya. Ketika kesempatan yang tepat muncul, dia akan menteleport Jahar, dimana ia akan memencarkan keduanya, baik Tina dan Yuuki. 
—— Ini adalah apa yang telah mereka putuskan sebelum berangkat. 
Rencana mereka, bagaimanapun, sudah sangat jelas. Dia khawatir bahwa Jahar sudah memutuskan semuanya secara khusus. Jika dia mau, meskipun, dia sengaja meninggalkannya tanpa mengetahui apapun, dan hanya berkata bahwa mereka akan bicara lagi nanti. 
Jika Shinki dan Duelistnya keduanya membuka "sirkuit," mereka akan mampu berkomunikasi secara telepati terlepas dari jarak. Hanya pengalaman Kaya dengan kemampuan ini sampai sekarang telah melaporkan kepada intel Jahar yang telah menuntut kepadanya. 
Jahar tidak memiliki sedikitpun rasa hormat kepadanya, apakah itu tentang kemampuannya, kepercayaannya, atau apapun lainnya.
"Shinki yang tidak dipercaya oleh Duelistnya sendiri, huh?" Kaya memikirkannya sendiri. Dia merasa ingin menangis. 
Tidak peduli bagaimana dia memandang hal itu, dia yakin bahwa Jahar tidak berniat menantang secara langsung dan terhormat. Tidak, ia akan membuat berbagai macam gangguan, dan kemudian menangkap ketika kesempatan telah tiba. Hanya sejauh ini yang Kaya mampu prediksi, meskipun itu sebatas apa yang dia dapat tentukan. 
Setidaknya, ia berharap untuk menghindari menarik setiap petualang yang berdekatan. 
Jahar belum menghubunginya sejak mereka memasuki labirin. Meskipun itu tidak seperti dia telah bersemangat mengantisipasi pemerikasaan darinya, keheningannya yang terus-menerus berlanjut membuatnya semakin gelisah. 
"Haruskah aku mencoba dan menghubunginya?" ia bertanya-tanya sebelum dengan cepat memutuskan rangkaian pikirannya itu
Dia tidak hanya takut bahwa  Jahar  akan memarahinya karena dia bertindak sendiri, tapi lebih buruk, bahwa ia mungkin mengumumkan bahwa persiapan sudah siap, dan pertempuran mereka sudah dekat. 
Mungkin jika ia menghindari provokasi yang tidak diperlukan, mungkin ada cara untuk menghindari pertempuran yang akan datang ... 
Tiba-tiba ––
[Yo, Kaya-chan, bagaimana kabarmu di sana?]
“––!”
Terkejut oleh suara yang ia dengar dengan pikirannya, bukan telinganya, dia lupa untuk berjalan.
Edgar berjalan di belakangnya, menabrak punggungnya. Tidak puas, dia mengeluh. 
"Ma-Maaf sekali!" Kaya meminta maaf. 
Menggeser fokus, dia melanjutkannya, [J-Jahar-san? Jangan panggil aku begitu secara tiba-tiba.] 
[Ini adalah satu-satunya cara bagi kita untuk berbicara. Seperti apa persisnya yang kamu harapkan padaku untuk memperingatkanmu kalau aku akan menghubungimu? –– Sebenarnya, lupakan hal itu untuk saat ini; di mana kamu? Lantai keempat?]
 [Ya. Kami kira-kira berada disekitar pusat lantai, menurutku.]
Sambil berbicara, dia melakukan yang terbaik untuk memastikan baik tatapannya atau juga ekspresinya tidak berubah. Komunikasi telepati antara Shinki dan Duelistnya tidak bisa dirasakan oleh yang Shinki lainnya. Meskipun begitu, saat dia bertindak aneh, dia bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan. 
[Dimengerti. Kalau begitu, kita mulai sekarang.] 
Dengan nada ringan, Jahar mengindikasikan bahwa rencana pembunuhan mereka sekarang ini sedang berjalan. 
[Um, Jahar-san––]
Kaya bergegas untuk berbicara, meskipun dia tidak yakin pada dirinya apa yang dia rencanakan untuk dikatakan.
 Apakah karena aku telah goyah sepanjang waktu bahwa aku tanpa sengaja membocorkan rahasia... atau aku benar-benar ingin mengakhiri ini?
[Biar aku jelaskan sesuatu dengan cepat. Aku akan membagi labirin menjadi beberapa bagian berbeda. Pastikan untuk tidak meninggalkan sisi Tina-chan, Kaya-chan, itu saja.]
Tanpa sedikitpun menaruh rasa hormat pada Shinkinya, Jahar secara sepihak mengakhiri pembicaraan.
(M-Membagi...?)
Apa yang dia maksud dengan itu...?
Tiba-tiba, dia merasakan getaran secara keseluruhan.
Yang mengikuti perasaan aneh itu adalah bunyi yang melengking.
“Master! T-Terjadi sesuatu!”
“...Bisakah kamu sedikit lebih jelas, Tina?”
 Meskipun nadanya mengindikasi kejutan, ekspresi Yuuki serius. Itu terlihat dia sedikit mempercayai Tina.
“Aku tidak tahu secara spesifik, tapi ada aliran besar energi– –“
Sebelum Tina selesai dengan kalimatnya, sekitar mereka berputar. Dunia di sekitar mereka berputar, seolah-olah rasa keseimbangan telah dilemparkan secara mengerikan. Rasa sakit mengguncang kepalanya, seolah-olah dia telah dipukul. 
Kaya menjerit dan jatuh ke lantai.
***
"––Apakah semuanya baik-baik saja?" Yuuki mengangkat lentera dan bertanya, fenomena yang terjadi sudah berakhir. 
Goncangan itu; tidak, mungkin lebih tepat mengatakannya getaran batu di seluruh labirin, membuat mereka gelisah. Biarpun apa pun itu, itu telah datang dan pergi dalam hitungan yang instan, itu jelas bahwa sesuatu yang besar telah terjadi. 
Ketiga anak itu tampaknya tidak terluka. Kedua anak laki-laki itu sedang kebingungan, tapi lebih baik dari pada Kaya yang berlutut di tanah, tangannya menempel ke lantai untuk menahan tubuhnya
"U-Um, Kaya– –" Edgar memanggil ragu. 
"Aku baik-baik," jawabnya. "Aku hanya merasa sedikit pusing, tapi aku baik-baik saja ..." 
"Kaya, datanglah ke tembok ini dan beristirahat sebentar, oke? Edgar dan Selim, bisakah kalian berdua memberi bantuan kalian?" 
Setelah memberikan pengarahan kepada anak-anak, Yuuki berbalik menghadap ke depan.
"Uwaaa ... T-tadi itu benar-benar buruk ..." gumam Tina, tergeletak di lantai. Alfred dan Franka sedang mengawasi sekitar mereka dengan waspada. Franka mengerutkan kening. 
"Franka ..." 
"Aku baik-baik," jawabnya, dengan senyum yang jelas dipaksakan. "Sekarang ini, kupikir ada sesuatu yang menyebabkan terjadinya fluktuasi besar dari energi suci. Kepalaku sakit dan telingaku berdenging." 
"... Sepertinya efek bervariasi tergantung pada kepekaan seseorang terhadap energi suci." 
Alfred sepenuhnya baik-baik saja. 
Baik dia dan Alfred, serta Edgar dan Selim, yang sama sekali tidak terpengaruh. Hal ini tampaknya yang menjadi alasan.
Yuuki memberikan tiga orang lainnya kesempatan untuk beristirahat dan pergi untuk memeriksa situasi. 
Mungkin seluruh kelompok baru saja menyimpang ke lantai berbeda ... Atau tidak.
Jalan di depan mereka, lantai batu di bawah mereka, lantai di sekitar mereka - semuanya milik lantai empat. Meskipun begitu, situasi itu pasti abnormal. 
Tanpa harus berpikir, Yuuki menyadari apa keanehan itu. Sama seperti realisasi memukulnya, Alfred berbisik.
"... Lingkungan kita telah berubah." 
"Yeah."
Tidak diragukan lagi ini lantai keempat. —— Sekitar lima meter lebih, sepertinya
Melihat jauh ke bawah, ia bisa melihat dinding batu dari jenis yang berbeda maupun jenis tanaman lain. 
Yuuki berjalan ke depan untuk memeriksa situasi, mencari garis batas.
Perubahannya tak terlihat. Dinding dan lantai tidak terlihat tersambung, meskipun jenis batu berubah pada separuh bagian. Berjalan lagi lima meter ke depan, ia menemukan keanehanyang sama.
Selain itu, di depannya terdapat tikungan yang tidak ada di sana sebelumnya.
"Dari bagaimana ini terlihat, ini hampir seperti seseorang memecah labirin menjadi beberapa bagian dan kemudian mereka menyusunnya kembali dalam urutan yang berbeda ––Apakah kalian pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya?" 
Alfred dan Franka menggelengkan kepala mereka. 
Jika mereka hanya diam di sini, kebingungan, tidak ada yang akan berubah. Mereka perlu mengkonfirmasi situasinya sebelum terus memikirkan berbagai hal ini. 
Apa yang sebenarnya terjadi ...? 
"Franka, apakah mungkin bahwa ini semua ilusi disebabkan oleh Orison?" 
"Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti. Ada elemen khusus untuk ini yang memberi kesan sebuah ilusi Orison, tapi ..." 
Sakit kepalanya tampak mereda, ia perlahan-lahan bangkit. 
Dia mengulurkan tangan dan meraih vegetasi yang berada di dinding. Yuuki mendengar gemerisik daun ketika dia melakukan pemeriksaannya. 
"Hmm, ketika kamu menyentuh mereka, mereka pasti terasa cukup nyata. Meskipun mata kita bisa tertipu dengan caramu menjelaskannya, tetapi untuk menciptakan ilusi pada ruang lingkup ini–– . Terutama yang bisa menipu semua panca indera –benar-benar mustahil "
 "Seperti yang kuduga. Ini bukan pekerjaan manusia manapun." 
Pada kasus ini, kemungkinan apa yang tersisa––?
 "S-Sensei, apakah kita akan baik-baik saja?" 
"K-Kita tidak tersesat, kan?" Selim dan Edgar mengangkat kepala mereka cemas, dan beralih ke Yuuki. 
"Ini adalah sesuatu yang kalian semua telah pelajari di sekolah pelatihan sebelumnya. "Apa pun bisa terjadi di labirin. " Yah, bahkan jika aku mengatakan itu, ini tidaklah normal bahkan dengan standar-standar itu. Sejauh yang kalian perhatikan anak-anak, ini adalah kesempatan belajar yang berharga." 
Yuuki tertawa, tertawa kasar. Dengan sengaja. 
Itu merupakan bagian yang paling penting dimana mereka mengkonfirmasi segala hal dari situasi mereka dan menilai tingkat bahaya yang mereka hadapi. Itu hanya akan lebih meningkatkan kegelisahan anak didiknya. Namun dia, di atas segalanya, telah disewa untuk menjaga mereka agar tetap aman. 
Berkah di balik masalah ini adalah bahwa anak-anak tampaknya tidak terlalu takut dengan peristiwa tersebut. Sejauh yang mereka perhatikan, kebingungan adalah perasaan yang dominan. Hal ini tampaknya akan baik-baik saja untuk saat ini. Yuuki menarik Tina ke pojokan, dan berbicara kepadanya dengan berbisik-bisik. 
"... Jadi apa perkiraanmu? Apa yang menurutmu terjadi?" 
"Labirin menjadi sangat kacau. Rasanya benar-benar aneh." 
Wajah Tina kaku. Dia tidak tampak pulih sepenuhnya. 
"Aku bisa mengatakan sebanyak itu dengan sekali lihat. Aku merasa mungkin kamu tahu apa yang sedang terjadi." 
"Oh ..." 
Tina mengerutkan kening, diam. 
"Yah, aku bisa merasakan dengan pasti energi suci bekerja di sini ... tapi itu bukan sebuah keajaiban yang dibuat oleh Shinki." 
"Mengapa kamu berkata begitu?" 
"Sesuatu seperti ini akan mengkonsumsi sejumlah besar energi. Kamu harus mengerahkan kehendakmu ke seluruh labirin, membaginya menjadi beberapa bagian, mengatur ulang mereka, dan kemudian mengunci mereka di tempat. Jumlah energi yang dibutuhkan sungguh tidak tertandingi bila dikatakan, teleportasi. Jika aku harus menjabarkan dengan cara yang dapat kamu mengerti, mari kita lihat ... Jika kamu membuat dirimu bekerja sampai mati selama seratus kali kehidupan, masih tidak akan cukup. " 

"... sungguh metode penjelasan yang jelas. Terima kasih banyak." 
Kesampingkan cara berbicaranya, penjelasannya benar-benar masuk akal. 
Namun, jika ini bukanlah pekerjaan manusia maupun Shinki ... apa ada kemungkinan lain di sana?
Semacam mekanisme labirin? 
Atau mungkin itu adalah perbuatan dari Reliquia? Saat ia mempertimbangkan kemungkinan, dia menyadari bahwa dia pasti akan mendengar beberapa Reliquia yang sangat langka yang memiliki kemampuan untuk mengubah ruang itu sendiri. Keberadaan mereka saat ini, bagaimanapun, ia tidak tahu sedikit pun. 
Kemungkinannya bahwa ini merupakan perbuatan seseorang, dan sengaja dilakukan pada saat itu, tidak bisa diabaikan.Sayangnya ...
(Aku tidak dapat menentukan penyebabnya tanpa informasi lebih lanjut.) 
Yuuki menghela napas. 
"Nah, mari kita tinggalkan diskusi lebih lanjut tentang topik itu untuk nanti. Yang penting sekarang adalah, kamu dapat memperbaikinya?" 
Shinki mungil itu cemberut kesal. 
"Tina tidak bisa. Atau lebih tepatnya, tidak mungkian Tina bisa melakukannya!" 
"... Ya, aku kira begitu. Maaf sudah bertanya." 
Pasokan energi suci Tina sedikit menyedihkan. Mustahil baginya untuk membuat keajaiban dalam skala besar. 
Yuuki berpikir sejenak, memutuskan bahwa lebih baik mengubah arah dari mana ia mendekati masalah. 
"Asumsikan ini memang lantai empat, Tina, dapat Kamu merasakan energi suci dari lampu pada lantai ini yang berada di atas kami?" 
"Mm, biarkan aku mencoba."
Tina menutup matanya. 
Terusan pertama lantai ketiga diterangi oleh serangkaian Reliquia yang dikenal sebagai batu cahaya. Meskipun mereka sangat umum, mereka tetap masih menyimpan  sejumlah energi suci di dalamnya. 
Energi suci yang dapat Shinki lacak. 
"Oh ... kamu benar. Aku bisa merasakan mereka dengan pasti. Ada sejumlah kecil energi suci yang ditempatkan terpisah secara merata. Aku mengerti itulah yang kamu maksud." 
"Aku paham. Itu berita bagus." 
"Mengapa kamu berkata begitu?" Tina bertanya,dengan penuh kebingungan. "Apa yang telah kamu sadari, Master?" 
"Oh, bukan sesuatu yang besar. Hanya saja kita telah berhasil menghilangkan hasil terburuk sebagai salah satu kemungkinan." 
Dia sekarang tahu bahwa pintu masuk labirin selalu berada di tempatnya. Dengan kata lain, di mana mereka sekarang adalah di mana mereka berada sebelum fenomena itu terjadi. Ini tidak berarti bahwa seluruh lantai atau bahkan labirin itu sendiri telah diteleport ke beberapa dimensi yang tak dikenal; susunan labirin itu hanya telah dilemparkan ke dalam kekacauan. 
Dengan kata lain, jika keadaan semakin memburuk, jika mereka bisa menyuplai Tina dengan energi suci yang cukup, dia bisa menteleport mereka ke tempat yang aman. 
Meskipun masalahnya apakah mereka benar-benar bisa menemukan cara untuk mengumpulkan energi sebanyak itu termasuk ke dalam masalah lain, hal itu tetap saja bagus bisa memiliki gagasan tentang ruang lingkup ruangan yang terpengaruh dari fenomena itu. 
Yuuki dan Tina kembali untuk bergabung dengan anggota kelompok lainnya. Anak-anak dengan mengejutkannya bisa tenang. Kaya tampaknya telah pulih. 
"Aku harus mengatakannya, sepertinya selama kita bersama-sama, aku pasti akan terjebak ke dalam hal-hal yang aneh," Franka berkomentar sambil tersenyum kecut. 
"Jangan bercanda. Terakhir kali juga sama, bukan?" 
Yuuki mengangkat bahu. 
Sebulan yang lalu, Void Beast yang seharusnya tidak ada disana  telah muncul di lantai ketiga labirin, bersama dengan Void Dragon. Saat ia sedang berpikir tentang masalah ini, ia menyadari bahwa ada seseorang yang hilang pada waktu itu. 
"... Itu mengingatkanku, Franka, sudahkah kamu melihat adikmu akhir-akhir ini? Dia seharusnya telah sepenuhnya pulih sekarang." 
"Oh yeah, Stefan. Bagaimana dia?" 
"Dia di bawah tahanan rumah -. Nah, jujur ​​saja, dia mengunci diri di kamarnya di lorong-lorong Oath Legion dan menolak untuk keluar. Dia menolak permintaanku untuk bertemu.." 
Jawaban Franka didampingi oleh ekspresi yang rumit. 
Dengan perkataan itu, kemurungan yang sebelumnya telah menancap kuat pada dirinya sekarang sudah lenyap. Dia sepertinya sudah menyiapkan dirinya pada beberapa rencana aksi atau yang lainnya yang berkaitan dengan adik tirinya. 
"Aku akan mengurusnya perlahan-lahan. Lagi pula, ada begitu banyak yang ingin aku katakan." 
Kali ini, kata-katanya datang dengan senyum tegas. 
Yuuki mengangguk, berpikir pada dirinya sendiri bahwa itu tidak tampak seperti ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan lagi. 
"Kalau begitu. Kita perlu mencari cara untuk kembali ke permukaan ... Apa langkah terbaik yang bisa kita ambil?" 
"Hmm ..." Alfred menggaruk-garuk kepalanya dengan canggung. 
"Baiklah, dahulukan yang utama, kita perlu untuk mengamankan markas operasi dan kemudian kita harus mencari sumber air. Sedangkan untuk makanan, Yah, selalu ada daging Void Beast dan tumbuh-tumbuhan di sekitar kita, sebaiknya itu digunakan hal-hal seperti itu." 
"Aku setuju. Jika ini benar-benar lantai empat, maka seharusnya ada pasokan air di sekitar kita. Sayangnya, dengan topografi yang terdistorsi seperti itu, pengetahuan menjadi kurang berarti sekarang."
Yuuki tidak bisa berbuat apapun selain menghela napas. 
"Sama seperti sebelumnya, tidak banyak yang bisa kita lakukan tanpa pergi menjelajah lebih jauh. Kita harus melanjutkannya, lindungi anak-anak selagi kita pergi." 
"... Benar." 
Yuuki menyatakan persetujuannya. Ini tidak seperti mereka punya pilihan lain.
Setelah beristirahat sedikit lebih lama, kelompok mereka kembali berangkat. 
Mereka melanjutkan melintasi lantai empat tersebut dengan perlahan-lahan. Tata letak labirin itu telah berubah drastis, sebagian di sini dan sebagian di sana, sehingga peta mereka dan pengetahuan tentang ruang dan posisi jalan yang diberikan, sama sekali tidak berguna. 
Saat mereka berjalan bersama-sama, mereka berpapasan dengan beberapa kelompok karena putus asa akibat tersesat  dan bingung karena diri mereka sendiri. 
Dari sedikit informasi yang mereka berhasil kumpulkan, mereka sampai pada kesimpulan bahwa fenomena itu telah menyebabkan efek yang sama di mana-mana yang berada dalam jangkauannya. Meskipun semua orang panik mencari jalan keluar, tidak satu kelompok pun yang mereka temui sejauh ini yang melihat tangga naik
Itu bukan berarti upaya mereka sama sekali tidak membuahkan hasil. Dari kelompok yang telah menemukan lapisan air tanah, mereka mengetahui sumber air yang mereka bisa gunakan. 
"Hmm ... Meskipun seluruh labirin sedang kacau, air masih mengalir dengan normal. Hanya saja bagaimana cara kerjanya?"
Tina bersandar di dekat sungai, menatap dengan curiga. 
Lokasi mereka saat ini adalah, seperti yang diperkirakan, tidak terkecuali dengan perubahan pemandangan yang terjadi setiap lima meter. Yang aneh adalah, tidak hanya mengumpulkan di kolam  menjadi satu sepert iyang diperkirakan, malahan juga mengalir deras. Ini tiba-tiba muncul pada awal  garis batas, dan pada lima meter selanjutnya, menghilang begitu saja. 
"Hati-hati agar tidak jatuh, Tina." 
"Seperti aku akan melakukan semua hal yang bodoh saja - Waaaa?!"
Sementara dia berbicara, dia kehilangan pijakan dan diselamatkan oleh Franka. 
Setidaknya, mereka akan berhasil memecahkan masalah air mereka. 
"Mengapa kita tidak makan di sini?" 
Berdasarkan saran Alfred, semua orang mengisi persediaan air mereka dan duduk untuk makan.
Yuuki mengusulkan diri untuk berjaga-jaga dan berjalan-jalan cukup jauh dari kelompok.
Saat ia menggerogoti sepotong roti sekeras batu, ia terus menjaga mata terus-menerus pada lingkungannya, merenungkan kembali situasi mereka. 
Ia sampai pada kesimpulan bahwa rencana penyerangan yang paling efektif bisa jadi ialah meninggalkan partai di sini sementara ia pergi sendiri untuk mengintai. 
Sayangnya, rencana itu punya andil bagian dari masalah itu sendiri . 
Jika dia berpisah dari kelompok, tidak ada jaminan mereka akan bisa bertemu lagi. 
Apakah fenomena terulang, bahkan ia bisa saja kehilangan semua arah tujuannyya. Selain itu, ia khawatir tentang bahaya yang mungkin ditemui anggota kelompok lainnya pada saat mereka berpisah. 
Ini bukan berarti bahwa ia tidak percaya pada Alfred atau Franka - jauh dari hal itu. Meskipun begitu, mereka adalah "manusia"yang luar biasa. Di sini, di labirin, ada banyak ancaman yang diluar batas kemampuan mereka untuk menanganinya. 
Salah satu contoh khusus masuk ke pikirannya ialah –Void Dragon legendaris yang sebelumnya muncul hanya dalam waktu singkat. 
"Kalau saja aku masih seorang Duelist..." bisiknya pada diri sendiri. 
Jika dia seorang Duelist, jumlah pilihan mereka akan meningkat berlipat ganda. 
Pikiran dari Shinki dan Duelistnya yang terikat satu sama lain. Terlepas dari jarak antara mereka, mereka berdua bisa merasakan satu sama lain dan berkomunikasi secara telepati. Dengan cara ini, Yuuki telah menyelamatkan Master terdahulunya berkali-kali, dan Masternya, pada saat gilirannya, juga telah menyelamatkan dirinya pada berbagai kesempatan.
 Yuuki saat ini, bagaimanapun, hanyalah orang normal. Dia tidak punya Master, tidak ada Perisai ScutumHoly, dan tidak ada perlindungan dari efek waktu. Dia tak lebih dari seorang mantan Duelist, tanpa sedikitpun jejak dari kekuatan terdahulunya - tidak lebih dari manusia normal. 
"... Kamu tidak dapat dipilih sebagai Duelist lagi, Master?" 
Pada beberapa titik yang tidak diketahui, Tina telah berjalan mendekat dan berada disisinya. 
Tampaknya dia akan mendengar kata-kata Masternya. 
"Pemanggilan Shinki itu panggilan balik seorang Duelist untuk melayaninya sebagai rekannnya. Pada saat itu, orang yang menjadi Duelistnya dipilih oleh Raja Surgawi itu sendiri. Orang itu adalah yang paling dianggap cocok dengan Shinki yang bersangkutan, bukan? Dalam hal ini, jika Tina benar-benar, benar-benar membutuhkan Master, maka bisa tidak kamu dipilihnya sebagai Duelist? " 

"Sayangnya tidak."
"Dan mengapa tidak?" Tina cemberut. "Tina sedang serius di sini -" 
"Oh, maafkan aku. Ini bukan karena kamu." 
Yuuki tersenyum kecut dan menempatkan tangan dengan ringannya di kepala Tina. 
"Ini karena aku. ——Dengan aku yang sekarang, aku tidak memenuhi syarat yang diperlukan untuk dipilih sebagai Duelist. Itulah mengapa hal seperti itu tidaklah mungkin.." 
"Aku paham. Bisakah aku tanya mengapa? Apakah karena kamu sudah menjadi Duelist untuk Shinki lain?" 
Nada serius Tina sedikit menegang saat dia berbicara. 
"Tidak" 
Yuuki berhenti sejenak sebelum menjelaskan. 
"Sejujurnya, para Duelists —
Dia tiba-tiba membeku. 
"Master?" Tina bertanya, malu. 
Yuuki tidak menanggapi. Sebaliknya, ia menyipitkan matanya dan berlari sambil berteriak. 
"Paman, Franka, itu adaVoid BeastUkurannya besar !" 
Keduanya langsung bereaksi. Alfred melompat maju, Franka di belakangnya. 
"Kesini, anak-anak! Cepat!" 
Yuuki dan Tina bergegas kembali, dan menempatkan anak-anak di belakang mereka dengan perlindungan. 
Tak lama, muncul dari diluar kegelapan, sesuatu yang sangat menyerupai ulat. Yang panjangnya melebihi dua meter.
Merenggang keluar dari tubuh utamanya adalah sepuluh kaki serangganya yang ramping, menggeliat dengan sangat mengganggu. Penampilan aneh Itu yang menambah insting jijik sampai begitu dalamnya. 
Karena kakinya yang begitu besar, kecepatan gerakan itu berkali-kali lipat dari ulat normal. 
"Uck ——
Selim muntah. 
"Dari penampilannya, mahluk itu memang pantas dianggap menjijikkan. Aku mengira mahluk itu hnya biasa-biasa saja, jadi pastikan untuk tidak mendekat ke makhluk itu sementara kita membunuhnya." 
Yuuki  sengaja menjaga suaranya tetap tenang saat ia menjelaskan situasi, seolah-olah ini hanya satu hari lagi di dalam kelas. 
Mereka tidak boleh panik, dan memang tidak diperlukan. Hal inilah yang ia ingin pastikan bahwa mereka mengetahuinya. 
Dan memang, Void Beast pada tingkat ini adalah sesuatu yang bisa dengan mudah Franka bunuh hanya menggunakan mantranya. 
Tidak, masalah yang sebenarnya adalah – –
"Bajingan ini bahkan tidak seharusnya berada di sini,Void Beast ini hidup pada level yang lebih rendah dari pada ini. Ketika labirin menyusun ulang sendiri, aku menduga bahwa Void Beast juga ikut termasuk di dalamnya," Yuuki merenung kesal. 
Jika itu memang terjadi, maka segalanya dapat menjadi jauh, jauh lebih merepotkan.
––Lebih buruknya lagi, ia memiliki perasaan bahwa hal itu baru saja dimulai. 
***
Sebuah bukit kecil di luar Solitus.
Tiga figur berdiri di puncak bukit yang menghadap ke pintu masuk labirin. 
"– –Bagus, Ini mengakhiri tahap pertama." 
"Shinki Yang Menabur Bintang", Elfriede, perlahan-lahan menurunkan lengannya.
Dia memegang sebuah kubus kayu yang dicengkeram dengan tangannya. Ukurannya kira-kira sekitar hampir bisa tertutup sepenuhnya oleh kedua tangannya saat memegang itu. 
"Apakah itu sungguh bekerja? Itu,yang kamu sebut dengan 'Void Marquetry'?" 
Jahar menyipitkan mata tanda tak percaya. 
"Aku berbeda denganmu Shinki. Aku tidak benar-benar memahami energi suci dan yang lainnya, jadi aku tidak terlalu paham." 
"Jika kamu begitu peduli tentang hal itu, maka tanya Shinkimu tentang hal itu nanti. Benda ini hanya dapat bekerja pada lantai dua dan seterusnya. Dengan ini, lantai keempat sampai lantai ketujuh sekarang ruang tertutup," jawab Elfriede tanpa emosi. 
Reliquia ini, "Void Marquetry." Sebuah harta yang paling berharga dari "Shinki Yang Menabur Bintang". 
Kemampuannya memungkinkan dirinya untuk mengatur ulang ruang dalam wilayahnya tertentu. Ini bisa, misalnya, menyebabkan yang seharusnya jatuh di tanah justru menjadi  jatuh dari langit, atau membuat seseorang keluar dari sebuah ruangan yang mereka telah coba masuki. 
Reliquia ini biasanya ditenagai oleh Mutiara Suci, namun dalam hal ini, kapasitas besar dari Shinki telah meningkatkan jangkauan efeknya untuk mengatur ulang labirin itu sendiri. 
Perangkat ini bertindak berdasarkan kehendak sendiri ketika menghasilkan efek aktifnya. Untuk alasan ini, Elfriede mengira bahwa tujuan aslinya adalah itu yang merupakan mainan yang menciptakan versi skala kecil dari labirin. Hal ini sepenuhnya telah mengabaikan peraturan dimaksudkan pembawa yang memaksakan usahanya. 
Untuk alasan ini, memang perlu untuk memainkan kemampuannya lebih dari sekali, mulai dari lingkup terbesar dan secara bertahap mempersempit area efektifnya dengan setiap penggunaan berikutnya, yang nantinya menjebak Tina dan yang lainnya di dalam sebuah ruangan, kecil dan tertutup. 
"... Sungguh menakjubkan bagaimana hal ini bisa tidak menimbulkan beban bahkan dengan penggunaan berulang," gumam Shinki itu. 
Dibandingkan dengan langsung membuat sebuah keajaiban, hanya dengan meningkatkan kekuatan Reliquia di tangannya jauh lebih sedikit menguras tenaga. 
Jahar perlu melepaskan senjata Dragon Fang Sword-nya untuk bisa membunuh Tina dan Yuuki. Tindakan seperti itu sangatlah mencolok. Mereka tidak boleh sampai dilihat, dan tidak pula mereka boleh untuk memungkinkan mangsa mereka untuk bisa melarikan diri. 
Untuk alasan ini, mereka telah menetapkan strategi yang paling efektif mengenai upaya penyegelan mereka di dalam labirin, memisahkan mereka semua jika memang memungkinkan, dan kemudian menghadapi mereka satu per satu. 
Jika semua berjalan sesuai rencana, langkah berikutnya melibatkan teleportasi Jahar ke sana dan mengeksekusi pasangan itu. 
"Untuk saat ini, energi suci yang dimiliki oleh Shinki Keenam sedikit menyedihkan. Namun, jika diberi lebih banyak waktu, mungkin akan berubah. Hubungi Shinki Bulanmu dan ketika datang waktu yang tepat, cepat akhiri kedua orang itu dengan sangat cepat. Jika yang lain harus ditangani dengan cara yang sama dalam prosesnya, maka lakukan itu. —— Apa itu sudah jelas? "
"... Aku tidak menerima perintah darimu, Shinki Bintang. Aku Duelist Bulan." 
"Elfriede-sama tidak bisa membantu tetapi hanya bisa belagu," Kai, yang terus diam sampai sekarang, memprotes. "Kamu lebih baik pikirkan hal itu sebagai gonggongan anjing atau kicauan burung saja. Kamu akan menyadari hal yang seperti itu berhenti mengganggumu." 
Menanggapi kata-kata kasar Kai, yang tidak sedikitpun menaruh rasa hormat kepada Shinkinya, Elfriede memelototinya. Dengan senyum hangatnya tidak pernah hilang. 
"... Hubungan kalian cukup buruk, sebenarnya begitu kan?" Jahar bertanya dengan heran. . "Biarkan aku mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini, meskipun aku akan memenuhi permintaanmu. ——Tapi kesampingkan itu sejenak, aku harus mengakui ada sebuah pertanyaan yang sudah ada di dalam pikiran aku sepanjang waktu ini. Mungkin kamu bisa menjawab sesuatu untukku, El-chan. " 
"––El-chan?" 
Tidak mengindahkan ekpsresinya yang tersinggung, Jahar melanjutkan.
 "Obsesimu dengan 'membunuh' dalam insiden ini bagiku, sangat aneh. Aku lebih dari menyadari sifat menang-atau-kalah dari hubungan antara Shinki, dan dengan demikian, manipulasimu pada Kaya-chan dan aku sendiri tidak mengejutkanWalau begitu, El-chan, kata-kata dan tindakanmu ... mereka sangat jauh dari salah satu karakter Shinki. " 
"..." 
"Cara Shinki berpikir seharusnya lebih berterus-terang, lebih baik. Apakah aku salah? Apakah kamu tahu berapa banyak pekerjaan yang berkaitan dengan ku pada semua ini?! Gadis itu, meskipun hidupnya sendiri yang bergantung dalam keseimbangan itu, benar-benar membuatku muak dengan semua ini. "
 Itu pasti fakta bahwa Shinki terlibat dalam perjuangan pahit sampai mati. Namun, tanggung jawab utama mereka adalah mengamankan masyarakat. Oleh karena itu, hati yang baik dan penuh kasih adalah salah satu ciri-ciri yang mendefinisikan diri mereka. 
"Baru saja, kamu bilang bahwa, bahkan jika orang lain tewas dalam prosesnya, maka 'jadikan itu'. Pikiran itu adalah sangat tidak pantas untuk seorang Shinki. Itu jauh lebih seperti sesuatu yang kami para Duelists akan katakan —— Jadi apa yang aku ingin tanyakan mengenai ini : Mengapa bisa begitu penting bahwa keduanya 'harus mati' " 
"... Ketika salah satu dari Duelists berbicara tentang hidup dan mati, itu sedikit lebih meyakinkan, bukan?" 
Elfriede menghela napas sebelum melanjutkan. 
"Sederhananya, itu karena Shinki Keenam ini sangat berbahaya." 
"Hah?" 
Jahar mengerutkan kening. 
Jika dia katakan bahwa Duelist itu berbahaya, maka ia bisa mengerti, tapi itu tidak masuk akal untuk Shinki dianggap sebagai ancaman. Lagi pula,  Shinki tersebut tidak dapat melukai makhluk lain. 
"Aku berharap kamu bisa menjelaskannya lebih rinci" 
"Tentu saja." 
"Shinki Yang Menabur Bintang" mempertimbangkan permintaan dia sejenak, kemudian mengangguk. 
"Baiklah kalau begitu, mengingat bahwa Shinkimu sudah berada di tempat Shinki Keenam, aku kira tidak ada kesempatan bagi kalian untuk menyerah pada hal ini sekarang. ––Biarkan aku menjadikannya seperti ini, jika kita gagal di sini, maka kamu, Shinkimu, dan bahkan Duelistku dan aku - kita semua mati ". 
"..." 
Jahar tidak tahu harus berkata apa. 
Elfriede ingin tertawa, tapi tidak bisa. Jauh di dalam mata Shinki ini, yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan menakutkan, mengintai dengan ketakutan yang mengerikan. 
"– –Biarkan aku menjadi orang yang memberitahumu. Shinki Keenam? Dia memiliki nama lain 'Ular Kematian'."
 ***
Jilid 2 chapter 1
Ket : banyak sekali kata kata yang ambigu disini untuk sementara ini hanya begini saja yaa, kedepannya akan ada perubahan lagi untuk menyempurnakan hasil dari terjemahaan kali ini
Jangan lupa beri tanggapan yaa
Terima kasih telah membaca terjemalan novel yang terlah kami garap ^^
_________________________________________________________________________

Samayou Shinki no Duelist Jilid 2 Bab 1 LN Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.