26 Desember 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXV


SELAMAT TINGGAL DAN TERIMA KASIH

Bagian Pertama: 
“Ke-kenapa Anggela? Padahal aku melakukan ini untukmu –“ Halsy sungguh terkejut akan tindakan kekasihnya. 
“Uhuk ….!” dirinya terlihat kesakitan karena tikaman kekasihnya. Pandangannya mulai kabur menatap kekasihnya. 
“BAJINGAN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA KEKASIHM –“ Elenka berteriak murka pada Anggela. 
“DIAMLAH!!” teriak kesal Anggela melirik Elenka. 
“KAU TIDAK TAU AKAN PENDERITA –“ Elenka terlihat amat murka. 
“Sudah tak apa, Elenka …..,” senyum Halsy melihat Elenka. 
“……..” Elenka hanya menangis kesal memejamkan mata. Dirinya terlihat amat tidak terima dengan pemandangan menyedihkan didekatnya. 
“Begitu ….., ya? Sejak awal kamu memang berniat membunuhku,” senyum sedih Halsy memejamkan mata. 
“Kita akan mati disini bersama Halsy, aku masih menyayangimu. Aku akan menemanimu dan menanggung sebagian dosamu,” senyum Anggela pada kekasihnya. 
“Hei Anggela …..,” Halsy tersenyum mulai menitiskan air matanya. 
“…….!?” Anggela terkejut melihat ekspresi Halsy. 
“Cium aku ….,” senyum Halsy menangis sambil terus memejamkan mata. 
“……” Secara perlahan Anggela mulai mencium bibir Halsy, sentuhan bibirnya yang dirasakan Anggela sangat berbeda karena Halsy yang saat ini hanyalah berupa arwah. Dia hanya merasa sedang mencium sebuah asap. 
“Bagus haha ….,  se-sekarang aku sudah mengambil ciumanku waktu itu …,” kedua tangan Halsy yang mengangkat ke atas mulai ia gerakkan ke bawah. Sinar putih yang sebelumnya ia konversi dia berikan pada Anggela. 
“Aku yang saat ini tidak cukup kuat untuk menyelamatkan adikmu, ja-jadi ...,” lanjutnya. 
“Tu-tunggu Halsy! Apa yang ingin kamu lakukan padaku?!” Anggela terlihat sangat kesal melihat tindakan kekasihnya. 
“Bo-boodoooh, aku tak akan membiarkan kemauanmu terpenuhi. Kamu banyak ditunggu oleh semua orang, Anggela. Tidak sepertiku,” senyum sedih Halsy. Wajahnya mulai terlihat pucat. Memang tak terlihat luka yang jelas di tubuhnya. Tapi ekspresi wajahnya benar-benar-benar menggambarkan kalau dirinya sedang kesakitan. 
“Tu-tunggu?! Kamu berniat mengembalikanku ke masa depan?! Aku sudah menikammu! Aku sudah mengkhianatimu!” 
“Ya apa boleh buat, aku sudah membunuh adikmu, aku sudah membuat kekacauan yang amat mengerikan. Aku pantas mendapatkan semua ini,” Halsy hanya tersenyum melihat kekasihnya. 
“Kumohon Halsy hentikan!! Aku sudah bersumpah untuk tinggal disini bersamamu!! Aku tak ingin kehilanganmu lagi, aku ingin –“ 
“Hei Anggela ….” 
“Bukankah sudah waktunya melupakanku? Aku ini pembuat kekacauan yang membunuh ribuan hingga jutaan orang tak bersalah. Aku tak pantas untuk disampingmu, jalan kita sudah berbeda. Dan lihat, bahkan kita juga sudah berbeda dunia,” senyum Halsy. 
“Tidak tidak tidak! Hentikan Halsy! Aku tak menginginkan ini!! Jangan biarkan aku pergi dari sini!!” kesal Anggela berniat menghentikan Halsy. Tapi sentuhannya hanya terus melewati dirinya. 
“5 langkah ke utara dari kuburanku. Galilah tempat itu, di sana aku menyuruh Putri Salbina untuk menguburkan cincin pertunangan kita. 
“Tidak, aku hanya ingin denganmu!! Aku mohon hentikan Halsy –“ Anggela mulai menangis frustasi melihat kekasihnya. Tubuh Anggela mulai terurai dikembalikan ke masa depan. 
Shina, kah?” senyum Halsy memejamkan mata. 
“……!!” Anggela memasang wajah amat terkejut melihat Halsy. 
“Dia memang pernah menyakitimu. Tapi tahukah Anggela? Shina adalah gadis yang baik, gadis berhati lembut …. Aku tak keberatan, Anggela.” 
“Apa maksudmu! Kenapa kamu bisa tau tentang diri –“ 
“Aku sangat mengenalnya dengan baik, ”  senyum manis Halsy. 
“Eh …..?” Anggela terlihat terkejut bukan main. 
“La-lalu bagaimana kamu tau tentang hubunganku –“ 
“Boodoh …., aku ini selalu berada disampingmu. Tidak mengherankan jika mengetahui gadis yang kamu suka,” senyum sedih Halsy memejamkan mata. 
“Halsy …..!! Tidak tidak tidak!! Aku mohon! Aku mohon hentikan!!!” teriak Anggela menangis hebat. 
“Be-berikan itu padanya ..., ya?” 
“TIDAK!! HANYA KAMU!!! AKU HANYA INGIN DENGAN –“ teriak Angela ketakutan. 
“He-hey Anggela, ingat pertemuan pertama kita? It-itu benar-benar mirip seperti pertemuanmu dengan Shina.” 
“HALSY KUMOHON HENTIKAN ….!!” Angela mulai menangis menundukkan kepala. 
“Bahkan saat salah satu dari kita mengungkapkan perasaan juga benar-benar mirip ketika kamu bertemu dengan Shina. Ya meski, kondisinya yang terbalik.” 
“Sungguh aku minta maaf akan tindakanku yang membuatmu terluka, MAKA DARI ITULAH HENTIKA –“ 
“Ya Tuhan …., sudah berapa kali kamu meminta maaf soal masalah itu? Aku tidak keberatan, aku tak pernah menyalahkanmu,” senyum Halsy. 
“Halsy ……!” Anggela hanya menangis, sebagian tubuhnya sudah menghilang. Kini yang tersisa hanya pundak dan kepalanya. 
“Shi-Shina yang kamu temui amat sangat persis dengan saat aku menemukanmu dulu. Dia bersikap jahat dan arogan hanya untuk melindungi dirinya, itu semua karena masa lalunya. Tap-tapi dia tak apa sekarang …., aku yakin itu –“ 
“HENTIKAN!!!” Anggela berteriak menangis amat kesal. 
“Kamu telah menyelamatkannya ….. Bukan hanya Shina, tapi Sylvia juga. Ka-kamu hebat, kamu menganggumkan Angg –“ 
“Uhuk uhuk ....., hah hah,” Halsy terlihat batuk kesakitan, pandangannya terlihat berat, dirinya terlihat kelelahan amat tersiksa. 
“Hehe,” dirinya malah tersenyum manis melihat Anggela. Dan itu malah membuat hati Anggela semakin sakit. 
“Halsy, aku mohon! Hentikan! Hentikan! HENTIKAAAANN!!” Anggela yang menangis terlihat sangat memohon. 
“Ta-tapi Anggela. Sebenarnya aku tak keberatan kamu dengan siapapun …, asal itu membuatmu bahagia, aku juga akan ikut bahagia.” 
“……..” Anggela hanya menangis frustasi melihat kekasihnya. 
“Mungkin ini hanya permintaan egoisku …... Ja-jangan tidur terlalu malam yah, Anggela? Kamu amat sangat lemah dalam hal itu …. Ja-jangan lupa makan, Anggela. Bisa-bisa kamu kena magh pas waktu yang tidak tepat. Bantu-bantu Kakakmu Keisha, dia memang terlihat kuat dan bisa diandalkan. Tapi bukan berarti dia tidak memerlukan bantuanmu. Dia pasti akan sangat senang jika kamu membantunya. 
Ja-jangan terus bertengkar dengan Kak Heliasha ….., dia memang gadis yang suka usil tapi pada dasarnya dia gadis yang baik kok. Jaga Alysha untukku, meski dirinya terlihat amat sangat kuat ….., dia tetap seorang gadis yang masih cengeng. 
Titip salam sama Hizkil dan Herliana, ucapkan terima kasih pada mereka yang sudah memperhatikanku, yang sudah mau menjadi sahabatku. Ka-katakan pada Shina jika ayahnya tak pernah mengkhianatinya. Katakan pada Sylvia jika dirinya bukan sebatang kara, dia masih mempunyai seorang kakak yang sangat menyayanginya. Katakan juga pada Herliana, Hanafi masih hidup dan senantiasa memperhatikannya –“ 
“Uhuk ….!” 
“…….” Anggela hanya terus menangis menundukkan kepala. 
“Aku banyak bicara yah,” senyum manis Halsy memejamkan mata. 
“Halsy ……,” Anggela terus menundukkan kepala menangis, dirinya terlihat bergemetar ketakutan. 
“Dan juga, jika suatu saat nanti kamu bertemu dengan Salbina …., katakan ini padanya ‘Terima kasih untuk segalanya.’ …..,” senyum Halsy terus memejamkan mata. 
“Halsy ……!” Anggela hanya terus menangis memejamkan mata. 
“Anggela ….., selamat tinggal dan terima kasih untuk segalanya. Terima kasih karena sudah mencintai gadis tak berguna sepertiku ….,” senyum Halsy menangis, terlihat memejamkan matanya dengan pisau arwah masih menusuk jantungnya. Tetesan kecil air mata mulai mengalir pelan melewati pipinya yang lembut. 
“HAALSY!!!” teriak Anggela menangis hebat, dirinya sungguh terlihat ketakutan. 
“……..” 
WUASHHHH! 
Pada akhirnya Anggela menghilang dan kembali ke masa depan dengan waktu yang sedikit berbeda dengan yang lainnya. 
Setelah Anggela menghilang. Halsy hanya menundukkan kepalanya, menangis karena rasa sakit dalam hatinya. Hatinya sunguh terasa sakit, benar-benar amat sangat sakit. 
“Apa ini tak apa-apa untukmu?” tanya Elenka sangat sedih. 
“…….” 
“Apa maksudmu?” senyum Halsy pada Elenka, air mata di sekitar wajahnya masih terlihat. 
“Dia bahkan tidak tau pengorbananmu, apa ini yang benar-benar kamu inginkan?” 
“Ya ….,” senyum Halsy memejamkan mata, dirinya terlihat mencoba untuk tegar. 
“Kamu menganggumkan Empress, jika aku memiliki kesempatan untuk hidup lagi. Aku ingin menjadi bagian keluargamu,” senyum Elenka kagum. 
“Bo-bodoh kah kamu ini? Aku yang saat ini hanya akan mati …..,” senyum Halsy membuka matanya. 
“Terima kasih karena telah menyelamatkanku dari mereka. Tapi dosaku takan pernah terhapus.” 
“Hei Elenka, menurutmu apa neraka masih memiliki ruang untuk kita?” 
“Kita? Maksudmu untukku?” 
“Elenka, aku juga tidak beda jauh denganmu. Ak-aku orang yang bertanggung jawab atas jutaan orang yang meninggal ….” 
“Jangan bercanda, adikku lah yang bertanggung jawab atas semua itu.” 
“Bukankah kamu juga sama saja? Anak buah Gehena lah yang bertanggung jawab atas kekacauan yang kamu buat,” senyum Halsy. 
“Kamu memang pintar membalikkan kata-kata orang lain,” 
“Tapi yang aku tau, pintu neraka sangat terbuka lebar untuk mahluk seperti kita. Orang-orang yang tak mengetahui tentang kita masih tetap akan mengutuk kita, ” senyum sedih Elenka. 
“Ya,” senyum sedih Halsy. 
“Aku tak punya penyesalan, aku sudah menyelesaikan tugasku,” Halsy tersenyum memejamkan matanya.  
"Tubuhku sungguh sangat lelah, aku sekarang bisa beristirahat dengan tenang .....," lanjutnya dengan tubuh mulai terurai ditiadakan. 
“Aku juga, semoga Emily dapat menghentikan tindakkan adikku yang bodoh,” senyum Elenka yang pada akhirnya seperti Halsy. 
Dua gadis yang pernah merasakan penderitaan mengerikan mulai meninggalkan ruang perbatasan. Masing-masing mereka hanya sendirian pergi ke tempat yang tidak diketahui semua orang, tanpa seorangpun tau akan perasaan terluka yang mereka dapatkan. 
Halsy mengorbankan jiwa dan raganya, hanya demi masa depan dunia, hanya demi melindungi orang-orang dimasanya, orang-orang yang pernah mengkhianatinya. 
***

Bagian Kedua: 
Kembali ke masa depan dengan dua tahun telah berlalu, tahun 2024. Hizkil dan Eliza terlihat berjalan didekat jalur f-car. Wajah Eliza terlihat kesal sambil memejamkan mata. Keduanya terlhat menawan, keduanya terlihat lebih dewasa. 
“Apa kamu masih kesal dengan orang-orang dari Decap 1 itu?”  senyum Hizkil melirik Eliza. 
“Tidak! Bukan mereka, tapi orang itu. Orang itu benar-benar menyebalkan,” kesal Eliza sangat marah. 
“Dimas? Padahal dia orangnya baik, dia pernah satu sekolah denganku dan Anggela,” senyum Hizkil memejamkan mata. 
“Anggela, kah?” senyum sedih Eliza. 
“Sepertinya banyak yang merasa kehilangannya. Dan sungguh, aku tak menyangka jika kedua orang tua Anggela dan Halsy masih hidup,” senyum Hizkil. 
“Sungguh ironis, yah?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba datang dari belakang mereka. 
“Shina!?” senyum Eliza masih terlihat sedih. 
“Kenapa kamu memasang wajah sedih seperti itu,” senyum Shina. Dirinya terlihat menawan, rambut hitam yang bergelombang seolah menjadi mahkota bagi wajah manisnya. Dia terlihat memakai pakaian sederhana yang amat cocok untuknya. 
“Maaf …..,” sedih Eliza merasa tidak enak. 
“Anggela masih hidup! Aku yakin, “senyum Shina melirik Sylvia disebelahnya. 
“Tentu, itu sudah pasti! Lagipula, kalian mau ke kelas juga?” lanjut Sylvia disamping mereka. Dirinya juga terlihat cantik dan menawan dengan pakaian yang cukup sederhana. 
“Ya iyalah, sekarang kan ada kelas. Aku bukan orang pemalas kayak mereka,” senyum Eliza. 
“Itu tidak mengherankan Eliza, pada dasarnya Universitas kalian lebih fokus pada pengembangan kemampuan kinesis dan kemampuan bertarungnya. Kalian dituntut untuk bisa bertarung dan memasuki Adjoin nantinya. Maka dari itu, karena pelajarannya yang melelahkan, banyak dari teman kalian yang sering membolos,” senyum Salsa yang muncul dibelakang Sylvia. 
“Salsa, sejak kapan kamu ada disana?” cemberut Sylvia melihat sahabatnya. 
“Sejak tadi,” senyum Salsa. 
“Kenapa tidak bilang dari tadi!!” 
“Maaf maaf, hahaha.” 
“Salsa kenapa kamu tidak memasuki universitas yang sama seperti kita?” tanya Shina. 
“Iya, kenapa?” tanya Eliza. 
“Aku tidak terlalu suka dengan pertempuran, aku hanya ingin hidup seperti gadis biasa.” 
“Maksudmu kalau kami gadis tidak biasa, hah!?” kesal Sylvia. 
“Aku enggak bilang gitu hahaha,” Salsa tertawa pelan melihat Sylvia. 
“Jadi kamu ngapain aja sekarang? Aku jarang liat kamu,” tanya Shina. 
“Aku sekarang bekerja di café yang baru buka disekitar sini. Kalian mampir deh …., khususnya kamu Kak Hizkil,” senyum Salsa melirik Hizkil. 
“Aku?” 
“Ya, nantikan kejutan di café tempatku bekerja,”senyum manis Salsa. 
“Ya udah nanti kita ramai-ramai ke sana,” senyum Shina. 
“Ayo ayo,” Eliza dan Salsa terlihat senang. 
“Ya udah aku duluan yah, ada keperluan sangat penting, “ senyum Salsa berjalan menjauhi mereka. 
“Hati-hati Salsa!” teriak Sylvia tersenyum bahagia. 
“Ya!” 
Disaat mereka sedang dalam kondisi baik itu, tiba-tiba muncul perkataan tidak enak yang menyinggung mereka. Perkataan itu datang dari sekelompok yang mirip dengan mereka. 
“Hooo coba lihat, disana ada anak-anak dari Decap 2, aku tak menyangka bisa bertemu gadis bodoh itu,” senyum Dimas melihat Eliza. 
“Grrrr …..!” Eliza hanya menggeram, memasang wajah kesal. 
“Itu tidak sopan, tidak malukah kamu sebagai seorang berpendidikan mengucapkan kata itu!?” kesal Sylvia. Sesekali dia juga melirik seorang gadis yang berada disamping Dimas, Sakura. 
“Dia tidak melanggar tata krama, dia hanya menyebutkan fakta sebenarnya,” senyum kesal Sakura. 
“Sialan!” kesal Sylvia. 
“Tenanglah Sylvia, jangan terpancing sama mereka,” senyum khawatir Shina menenangkan sahabatnya.
“Huuuh so naif seperti biasanya,” sinis Ilya yang baru menghampiri teman-temannya. Lelaki berambut biru muda terlihat berjalan disampingnya. 
“……” Shina hanya memandang sinis Ilya. 
JELEGAR!! 
Seolah datang petir permusuhan ketika kedua kubu itu saling bertatapan. Ya, kedua kubu itu sudah terkenal karena ketidakakurannya. Hizkil hanya tersenyum melihat pemandangan itu. 
“Hei Hizkil pengkhinat! Kemari kamu, kenapa kamu malah –“ kesal Dimas, tapi langsung terdiam ketika Sakura memukul kepalanya. 
“Diamlah kepala kosong, jangan memarahi Hizkil!” kesal Sakura. 
Lelaki yang berjalan disampng Ilya terlihat menghampiri Hizkil, dia tersenyum dan berkata. 
“Maaf ya Hizkil, kamu juga kenal kan dengan sifat orang-orang bodoh ini seperti apa,” senyum lelaki itu memejamkan mata. 
“Ya aku bisa mengerti kok, Gill. Mereka butuh waktu untuk bekerja sama, “ senyum Hizkil. 
Sedangkan di depan pintu rumah Anggela dan saudaranya. Terlihat Keisha dan yang lainnya dengan baju berantakan karena pertarungan. Wajah mereka terlihat khawatir.

“Hei cepat masuk! Sejak sepanjang jalan aku malu menjadi pusat perhatian orang-orang!” kesal Fie. 
“Iya ada apa, Kak Keisha?” tanya khawatir Alysha. 
“Aku masih penasaran, kenapa Anggela tidak kembali bersama kita?” 
“Kita bisa membahas itu di dalam kan?! Apa kamu tidak malu dengan baju compang-camping itu?” kesal Heliasha. 
“Kamu juga memakai baju seperti itu! Apa kamu ingin memulai perkelahian denganku?!” 
“Bagus, kemarilah sini! Kita –“ 
“Hei! Kenapa kalian malah bertengkar di sini!! Jika kalian tidak ingin masuk, biar aku sa –“ Alysha ingin membuka pintu masuk rumah Anggela. Tapi tangannya terhenti, dirinya terkejut ketika pintu itu dibuka dari dalam rumah. 
Seorang wanita cukup tua terlihat membuka pintu, wajahnya terlihat sedikit kesal menatap mereka. 
“Siapa sih yang berisik di depan pin ….. “ wanita itu terkejut bukan main melihat mereka, mulai menangis bahagia melihat Keisha yang juga memasang wajah terkejut padanya. 
“Keisha …?” gadis itu adalah Keina. 
“Ib-ibu ……?” tanya Keisha dengan tatapan kosong, tubuhnya bergemetar, air mata mulai keluar dari kedua matanya yang indah. 
“KEISHA!!! UAHHAAA …..!!”  Keina menangis memeluk putrinya, memeluk sangat erat dirinya. 
“Ib-ibu, ini Ibu, kan? Ini bukan di masa lalu kan?!” 
“Tidak, bukan!! Maafkan Ibu! Maafkan Ibu yang selalu bersembunyi dari kalian!!” Keina hanya menangis sambil terus memeluk putrinya. 
“Keina!! Kenapa kamu ribut sekali, aku sedang menulis sebuah novel di sin –“ 
“Serraph! Lupakan novel bodohmu itu!! Cepat ke sini, mereka sudah kembali!!” teriak Keina bahagia. 
“Eh…….!!” Serraph terlihat berjalan cepat, wajahnya sungguh terlihat terkejut bahagia. 
“Wah kalian benar-benar pulang?!” Serraph tersenyum bahagia. 
“Apa maksudnya perkataan itu!! Apa kamu tidak senang dengan kedatangan mereka?!” kesal Keina. 
“Tidak bodoh, aku sungguh senang!” senyum Serraph berjalan menghampiri Keisha dan Keina. Dia mulai memeluk mereka yang sedang berpelukan. 
“Kalian masih hidup?! Mu-mungkinkah?” Heliasha terkejut penasaran. 
“Ya, sebelum aku datang kesini. Aku lekas menelepon mereka berdua, mungkin sebentar lag –“ 
WUUINGGG WUSSSH!! 
“HELIASHA, ALYSHA!!” Asha terlihat langsung melompat dari f-car, dia terlihat menangis seperti anak kecil. 
“Tu-tunggu Asha!” khawatir Haikal yang ikut melompat dan menyelamatkan Asha. 
BUaak!! 
“Minggir!!” Asha yang masih menangis memukul suaminya, dia berlari menghampiri Heliasha dan Alysha. 
“Woi!” teriak kesal Haikal kesakitan. Tapi setelah itu dia hanya tersenyum melihat tindakan kekanak-kanakan istrinya. 
Alysha hanya menangis, air matanya sungguh keluar banyak, ingusnya juga bahkan terlihat keluar. Dirinya sungguh terlihat seperti anak kecil. Secara perlahan dia mulai berjalan dan berlari menghampiri ibunya itu, berteriak bahagia. 
“MAMAH! UHAAHAAA …..!” 
“…….” Heliasha juga hanya terdiam menangis sambil sesekali menghapus air matanya. 
“…….” Asha tersenyum melihat Heliasha, dia seolah memberikan isyarat, “Kemarilah putriku.” 
Heliasha mulai berjalan cepat menundukkan kepalanya. Mulai memeluk Alysha dan ibunya. Menangis bahagia dengan wajah memerah. Rasa gengsinya dikalahkan oleh perasaan amat bahagia yang dia dapatkan. 
Fie hanya bisa menangis bahagia melihat suka cita kedua keluarga tersebut. Untuk sesaat dia mulai mengingat keluarganya, khususnya kakak perempuannya, Silca. 
Perasaan suka cita benar-benar amat terasa di tempat tersebut. 
Lalu di dunia yang terlihat berbeda, padang rumput hijau yang amat indah terbentang luas. Ditengah-tengah padang itu terlihat pohon bunga sakura yang amat sangat besar, pohon bunga sakura yang tak pernah layu. 
Seorang gadis dengan fisik 6 tahun terlihat berdiri di salah satu dahan pohon besar itu. Rambutnya cukup panjang berwarna putih seperti Keina dan Anggelina. 
Meski fisiknya terlihat 6 tahun, tapi aura di sekitarnya mengatakan jika dia sudah hidup selama ratusan ribu tahun. Angin lembut berhembus pelan mengibaskan rambutnya yang indah, saat itulah dia mulai bergumam menatap langit. 
Sungguh Halsy Aeldra, aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Seharusnya aku tak pernah memberitahumu akan takdir dunia yang amat mengerikan itu. Kamu hanyalah gadis biasa, gadis pekerja keras yang tak pernah dihargai, gadis yang berusaha keras melindungi orang-orang yang kamu cintai. 
Tapi itu hanyalah masa lalu …... Sekarang di sini aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan dunia ini dari salah satu ancaman keturunan Gehena. Aku ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan salah satu keponakanku, Elenka.” 
Ditempat lainnya, di sebuah rumah tua yang berada di dunia yang sama seperti Keisha dan yang lainnya. Kembali terlihat gadis yang masih muda, umurnya sekitar 12 tahun tapi memancarkan aura yang amat dewasa. 
Rambutnya amat sangat panjang berwarna kuning keemasan, rambutnya sungguh panjang hingga sebagian rambutnya itu tergeletak di atas lantai. Kedua telinganya juga terlihat panjang ke samping. 
“Seandainya aku tak mengalami Overload, kamu tak perlu melakukan semua ini gadis muda. Tapi mau bagaimanapun, ini sudah terjadi. Sekarang aku hanya ingin berterima kasih padamu, gadis yang menjadi keturunan Erlic. Sifatmu ini benar-benar mengingatkanku pada seseorang,” senyum gadis itu terlihat menyesal. 
“Ah dan juga semoga gadis itu bisa menahan amarahnya. Aku sungguh tidak tau apa yang terjadi pada dunia ini jika dia benar-benar mengamuk,” lanjutnya tersenyum sedih memejamkan mata. 
Lalu ditempat berbeda, di sebuah lapangan yang dipenuhi batu bertuliskan nama orang-orang, sebuah pemakaman yang cukup indah dan berkelas. 
Berbanding terbalik dengan perasaan suka cita yang terasa dirumah Anggela. Perasaan duka cita yang amat dalam sangat terasa di pemakaman itu. 
Terlihat Anggela yang berjalan pelan menundukkan kepala, aura kesedihan amat dalam benar-benar terasa di sekitarnya. Dia sungguh terlihat frustasi sambil berjalan melewati makam Halsy, berjalan menghampiri tempat cincin pertunangannya dikuburkan. 
Saat dia tepat didepan kuburan cincin tersebut, mulai terdengar suara gadis yang cukup familiar baginya. Gadis yang pernah satu kelas denganya, gadis yang merupakan sahabat dari Sylvia, Salsa. 
“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Salsa tanpa ekspresi sambil bersandar pada salah satu pohon. Wajahnya terlihat datar memperhatikan Anggela. 
Tap …… 
Dalam sekejap juga muncul lelaki berambut hitam dibelakang Anggela. Wajahnya yang tampan hanya menunjukan kesedihan melihat makam Halsy Aeldra. 
 “Ras Demigod terakhir, Ene. Putri mahkota ras Elf terakhir, Putri Mirachulum. Dan mungkin keturunan pahlawan besar yakni Emily juga pasti akan berterima kasih padamu …., Halsy,”batin sedih lelaki tersebut. 
“Ah hanya kamu, Salsa. Ini tidak ada urusannya denganmu …... Dan siapa lelaki aneh ini?” sinis Anggela pada lelaki berambut hitam. Anggela sungguh terlihat frustasi dan sudah tak peduli dengan sekitarnya. 
“Apa yang ingin kamu lakukan jika sudah mendapatkan cincinnya?” tanya kembali Salsa memejamkan mata. 
Anggela yang mendengar hal itu sontak terkejut, hatinya dipenuhi rasa penasaran yang hebat. Kenapa Salsa bisa tau jika cincin milik Halsy berada disana? Dan lagipula, kenapa Salsa juga bisa mengenal Halsy? 
Mungkin itulah beberapa pertanyaan yang langsung datang pada batin Anggela. Untuk menghancurkan rasa penasaran itu, Anggela mulai melihat Salsa dan bertanya penasaran padanya. 
“Sa-salsa kenapa kamu bisa tau –“ 
Kamu bisa memanggilku Salbina sekarang ……,” geram Salsa terlihat menatap tajam Anggela. Hanya untuk sesaat, Anggela melihat bayangan samar seekor monster mengerikan berwarna putih di atas tubuh Salsa. 
Bajingan …..!” lanjutnya terlihat amat murka menatap rendah Anggela yang langsung tersujud ketakutan. 
Angin berhembus semakin kencang, tubuh Anggela bergemetar bukan main bahkan hampir tak sadarkan diri. Begitu pula dengan lelaki berambut hitam yang berada dipihak Salsa, tubuhnya terlihat bergemetar bahkan hampir terjatuh. 
Tidak hanya mereka berdua yang merasakan intimidasi yang mengerikan dari Salsa, tapi iblis kelas A yang bersemayam dalam tubuh Anggela juga merasakannya. Vampire yang pernah memporak-porandakan  dunia itu mulai bergumam sangat khawatir memperingatkan Anggela. 
Diamlah bocah!! Jika kau masih sayang nyawamu, diam dan tunduk dihadapannya!! Aura penguasa ini, tidak salah lagi aura ini hampir mirip dengan mahluk terkutuk itu! Mahluk yang lebih kuat dari Raja kami, Lucifer. Mahluk yang memporak-porakan kerajaan kami. Satu-satunya iblis berperingkat Triple S, Sang Penguasa Iblis Ketiga …..” 
Anggela yang mendapatkan peringatan itu hanya terdiam amat terkejut melihat Salsa yang murka padanya. 
Su-sudah kuduga jika Salbina memilikinya …… Salah satu Aura Penguasa yang terkuat …… Intimidation Ancient Dragon.” 

***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXV Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.