19 Desember 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXIV


AKU INGIN BERSAMAMU

Bagian Pertama: 
“Ke-kenapa? Kenapa kamu di sini?” tanya Halsy menangis melihat Anggela. 
“Apa kedatanganku ini sungguh membuatmu kecewa, Halsy?” sedih Anggela berbalik melihat kekasihnya. 
“Ti-tidak bukan begitu –“ 
“Apa kamu tidak ingin bersamaku? Tidak memerlukan bantuanku? Tidak ingin menemuiku lagi?” 
“Tidak, maksudku –“ 
Apa kamu sudah melupakank –“ 
“Bukan begitu!!” teriak Halsy memejamkan mata, air matanya juga terlihat mulai mengalir. Kedua tangannya terlihat bergemetar. 
“……….” Anggela hanya terdiam sedih menatapnya. 
“AKU INGIN BERSAMAMU!! Sungguh …, ingin membangun keluarga bersamamu, ingin seperti gadis lainnya! Ingin mewujudkan mimpiku seperti gadis pada umumnya …., menikah dengan orang yang kucintai!” 
“Lalu kenapa?!” 
“Aku sudah membunuh adik tercintamu, Anggelina. Aku sudah menimbulkan kekacauan! Aku gadis yang penuh dengan dosa. Aku tidak bisa kembali dan hidup besamam –“ 
“AKU TIDAK PEDULI!!” teriak amat kesal Anggela menundukkan kepalanya. 
“Ehhh …!?” Halsy yang menangis sontak terkejut melihat kekasihnya. 
“Aku tak akan mengungkit tindakanmu di masa lalu. Aku akan melupakan semuanya! Maka dari itu, mari kita pulang. Mari kita hidup bahagia bersama, hanya kita berdua. Rumah sederhana pun tak apa asal aku bisa bersamamu,” senyum Anggela melihat kekasihnya. 
“Anggela …,” Halsy hanya menangis bahagia menutup mulutnya, wajahnya sungguh terlihat bahagia mendengar perkataan Anggela. 
“Maka dari itu, untuk saat ini ….., biar aku yang membantumu. Biar aku yang melindungimu kali ini,” senyum Anggela menatap Halsy yang menangis. Dia lekas berbalik dan menatap tajam Elenka. 
SYUUUTTT!!! 
Anggela seketika menghilang, dia menggunakan percepatan listriknya untuk menghampiri Elenka. Dalam sekejap dia sudah berada didepan Elenka. Ancient Weapon Dhrone miliknya terlihat melayang didekatnya, bersiap menembakkan Railgun hitam dari sudut berbeda pada Elenka. 
BOAAM BOAAAM!! 
Tembakan itu hanya menembus tubuh Elenka yang bagaikan sebuah asap. Setelah itu, dibelakang Anggela tiba-tiba muncul kembali Elenka yang membawa pedang angin kehitaman. Dia berniat menebas Anggela secara vertikal, tapi. 
WUSSH! CRANKK!!! 
Elenka mengurungkan niatnya dan menangkis serangan yang datang dari belakangnya. Halsy terlihat menembakkan anak panah suci pada Elenka yang berniat menebas Anggela. Elenka hanya memasang wajah kesal melihat Halsy yang terlihat kelelahan. 
“Anggela!” senyum Halsy berteriak sambil menghapus air matanya, kepercayaan dirinya terlihat lebih besar. Setelah perkataan kekasihnya, wajahnya terlihat yakin jika dia bisa menghentikan Elenka. 
“AAhh!” senyum Anggela mengangguk dan membalas teriakan kekasihnya. 
A thousands Lighnning Stars …..!” senyum Anggela mengeluarkan salah satu skill tingkat tingginya. 
Delapan buah Dhrone milik Anggela mulai bercahaya, terus bercahaya semakin terang. 
CLANK ZZWIBTT!! 
Lalu pada akhirnya, muncul lah ratusan bahkan ribuan cahaya bertegangan listrik yang keluar dari masing-masing Dhrone itu. Bola cahaya listrik itu terlihat memiliki tegangan amat tinggi. 
Anggela menghilang dan melayang cepat menghampiri Elenka kembali. Ribuan bola cahaya listrik miliknya terlihat seperti pasukan yang bersiaga terhadap Elenka. 
Elenka juga ikut menghilang, wajahnya terlihat kesal menghampiri Anggela. Kecepatannya saat itu hampir sama seperti Anggela. 
WUSSSH!!! ZWIBTT! 
Saat jaraknya yang cukup dekat, Anggela mulai melayangkan pukulan listrik hitam pada Elenka. Tapi dengan cepat Elenka menghindari serangannya tersebut. Dia tersenyum mengerikan, pedang api hitam dan es ungu mulai muncul dimasing-masing tangannya. 
Halsy yang melihat hal itu lekas mengangkat tangan kanannya ke arah Anggela, wajahnya yang terlihat khawatir mulai berteriak. 
Molecular Steps: Manipulating, Atomizing Control!!” 
Dalam sekejap tubuh Anggela tertarik ke belakang karena dikendalikan Halsy, alhasil dua tebasan amat sangat cepat dari Elenka tidak mengenai Anggela. Tebasan yang amat kuat hingga menimbulkan retakan pada tanah dibawahnya. 
SRAATT!! 
Setelah menyelamatkan kekasihnya, Halsy mulai mengangkat kedua tangannya ke arah Elenka. Wajahnya terlihat serius berkonsentrasi. 
Laculat Astra!”  
BOARSSSHHHHH!!! 
Tembakan berwarna bening seperti sebelumnya berniat menghantam Elenka dengan cepat. Tapi Elenka hanya tersenyum dan kembali mengibaskan kedua pedangnya secara vertikal ke arah lasser indah tersebut. 
SLAASSSSHHH!!!! WUASSSHHHHHH!! CRANKKK!!!! BUAAARRRRR!!! 
".........." 
Percuma!” senyum kesal Elenka yang berhasil memotong serangan Halsy.

Halsy yang melihat hal itu lekas mengganti senjatanya dengan pedang legendanya, wajahnya terlihat khawatir ketika Elenka tersenyum padanya. 
SYUTTT!!! 
Dalam sekejap Elenka terlihat melayang cepat menghampiri Halsy. Dia mulai menebas Halsy secara beruntun. 
SLASH! SLASH!! SLASH!! SLASH! SLASH!! SLASH!! 
CRANK CRANK CRANK CRANK CRANK CRANK!!! 
Halsy terus menahan serangan Elenka dengan pedang gandanya, dia terlihat bersusah payah menahan tebasan Elenka yang amat sangat cepat. 
SRAT SRAT SRAT SRAT!! 
Dataran dibelakang Halsy mulai terkikis karena tebasan Elenka, hancur terlihat mengerikan karena serangan Elenka yang terus ditahan Halsy. Jika bukan karena kedua pedang legendanya, tubuh Halsy pasti sudah hancur tercabik-cabik. 
Ayo ayo ayo!! Kenapa kamu bertahan saja?! Bukankah kamu juga melakukan hal yang sama seperti ini?!” 
Anggela yang melihat hal itu lekas menghampiri Elenka dan menendang pinggangnya amat keras. 
BUAAAKKK!! 
Elenka terpental sambil memasang wajah kesal. 
Ketika Elenka masih melayang karena serangannya, Anggela mulai mengangkat tangan kanannya ke arah Elenka, keempat jarinya terlihat menunjuk ke arah Elenka. Wajahnya terlihat marah sambil meneriakkan. 
Proggressive!!” 
BWANG BWANG BWANG!! 
Bola listrik yang sebelumnya hanya bersiaga mulai melayang cepat menghampiri Elenka. Ribuan bola listrik yang terlihat sangat berbahaya itu mulai mengejar Elenka. 
Elenka terlihat khawatir sambil melayang cepat menghindari bola listrik itu. Dia berterbangan kesana kemari hanya untuk menghindari serangan Anggela. 
Ketika Elenka yang pertahanannya longgar itu, terlihat Halsy yang mengambil panah sucinya kembali. Dia kembali memanah dengan beberapa anak panah suci pada Elenka yang melayang menghindari serangan Anggela. 
Sialan!!” kesal Elenka bukan main. Dia terlihat bersusah payah menghindari serangan Halsy dan Anggela. 
“Anggela ….,” senyum manis Halsy melihat Anggela. 
“Ya,” senyum Anggela pada kekasihnya. 
Anggela mulai menyatukan kedua tangannya yang dia kepalkan didepan dadanya. Mulai memejamkan mata dan berkonsentrasi mengeluarkan skill tingkat akhirnya. Aliran listrik berwarna hitam dan biru terlihat menyelimuti dirinya. 
Halsy terlihat melayang jauh memberikan ruang untuk kekasihnya. 
Elenka yang melihat hal itu lekas melayang terbang ke atas, wajahnya terlihat murka sambil berteriak. 
Kulayani!! Berikan kemampuan terbaikmu!! Akan kuhancurkan kalian berdua sekaligus!!” 
ZWOBTTT!!!! BOASSHH!!! 
Kedua tangan Anggela seketika mengeluarkan tegangan petir yang amat tinggi, bahkan sampai mengeluarkan uap yang cukup panas. 
Delapan dhronenya terlihat melayang didepan Anggela, membuat dua gerbang dimensi penguatan. Masing-masing dimensi terdiri dari empat dhrone. 
Anggela mulai menarik kedua tangannya itu masing-masing ke dekat pinggangnya. Saat itulah muncul tekanan yang amat kuat. 
ZWUAABBB!!!! 
Setelah itu Anggela perlahan memajukan kedua tangannya yang ia kepal secara vertical ke arah Elenka. Dia tersenyum dan berkata. 
Ancient Lightning: Giga Stream Explode …..!” 
CES! BOAAAOAAAAOAAAMMMM!!!! 
Skill giga stream yang berkali-kali lebih besar dari giga stream biasa. Selain itu lasser listrik yang dikeluarkan Anggela itu berwarna ungu terlihat mengerikan, ledakan kecil juga terlihat ketika skill itu melewati hamparan kosong. 
Skill yang menghancurkan apapun, termasuk udara sekalipun. 
Elenka yang sudah terkepung oleh cahaya Anggela malah tidak terlihat khawatir, dia tersenyum meski tembakan lasser dahsyat juga sedang bergerak cepat ke arahnya. 
Dia hanya berputar indah seperti seorang penari balet, mulai tersenyum mengerikan sambil meneriakkan. 
The Imposition of The Will Evil!!” 
Dalam sekejap muncul ruang hitam transparan yang melindungi Elenka dari berbagai arah. Ratusan bola cahaya Anggela seketika terbakar api hitam dan akhirnya meledak hancur. Begitu juga dengan tembakan mengerikan Anggela yang terbakar api hitam hingga hancur menguap. 
“Eh tidak mungkin!! Mustahil tembakanku bisa terbakar …..!” Anggela terkejut bukan main. Wajahnya terlihat cukup shock kelelahan. 
Halsy yang melihat hal itu lekas melayang cepat menghampiri Anggela, wajahnya sungguh terlihat khawatir ketakutan. 
Pelindung terkuat Raja Iblis Gehena?! Ji-jika dia melakukan itu, maka selanjutnya dia akan ……!” 
CLik! 
Setelah menghancurkan semua serangan musuhnya, Elenka terlihat menjentikkan jarinya. Tersenyum mengerikan menatap musuhnya yang berada dibawah. 
Dalam sekejap muncul dua buah gerbang hitam disamping kanan dan kiri Elenka. Dari masing-masing gerbang itu muncul tengkorak besar berwana merah darah dengan mulut besar yang terbuka. Kedua mata tengkorak itu terlihat bercahaya bagaikan iblis. Sinar berwarna merah darah seketika muncul di masing-masing kedua mulut tengkorak itu. 
SUDAH KUDUGA!!!” khawatir Halsy yang ketakutan, dia bergerak secepat dia bisa menghampiri Anggela. 
Liquidator Demigod ……,” senyum mengerikan Elenka mengangkat tangan kanannya ke arah Anggela dan Halsy. 
Tembakan penghancur ras Demigod!!”  batin Halsy ketakutan. 
“ANGGELA PERGI DARI SINI SEKARANG!!!” teriak Halsy menangis ketakutan, dia terlihat baru saja sampai di tempat Anggela. 
“Eh …?” 
BUAAUUUUAAAUUUUANNNNGGGGKKKKKKKKkK!!!!!!!! 
Lasser berwarna merah darah dengan cahaya hitam melesat cepat ke arah mereka. Tekanannya amat kuat hingga membuat rambut Elenka terlihat melayang-layang. 
Halsy hanya terdiam ketakutan ketika lasser mengerikan itu bergerak cepat menghampiri mereka. Dirinya tidak memiliki cukup waktu untuk membuat pertahanan tingkat akhirnya, tapi. 
BEB!!!!!! BOOANNNGGGGGG!!!
Hanya untuk beberapa detik, sebuah perisai sangat familiar melewati Halsy dan Anggela. Perisai misterius yang besar itu seolah memberikan waktu Halsy untuk mengeluarkan pertahanan tingkat akhirnya. 
Halsy yang melihat hal itu lekas berkonsentrasi dan mulai berteriak. 
The Imposition of The Will Chaste!!!”  Seperti halnya dengan pertahanan terkuat Elenka. Halsy membuat pelindung dengan cahaya putih transparan. Serangan penghancur Elenka terlihat dimurnikan dan menghilang. 
WUASSSHHHHH 
“Eh ……?!” Elenka terkejut bukan main melihat hal itu. 
Tidak menunggu waktu yang lama Halsy segera menarik anak panahnya, terlihat berkonsentrasi kembali sambil berteriak. 
Prosperous Arrow ….!” 
Anak panah itu melayang ke atas Elenka yang masih shock melihat serangan pamungkasnya digagalkan. Halsy lekas menghilangkan kedua ancient weaponnya, berkonsentrasi meski wajahnya terlihat sangat kelelahan. 
Dia lekas melayang cepat menghampiri Elenka, dia mengangkat tangan kanannya disamping dekat dadanya, mulai bergumam sangat serius. 
Welfare Creese ….!!” Halsy kembali mengeluarkan pisau persembahan yang indah, pisau sebelumnya yang hampir ia gunakan untuk menghentikan Keisha. 
CLAANNNKKKKK!!! 
“KYAAAAA!!!!”
Cahaya pemberkahan dari skill Prosperous Arrow mulai muncul dan menyambar Elenka, Elenka terlihat berteriak kesakitan dan tidak bisa bergerak. 
JLEBBB!! 
Saat itulah Halsy mulai menancapkan pisaunya pada dada Elenka, dirinya juga terlihat kesakitan ketika memasuki area cahaya yang ia buat sendiri. 
Ketika pisau itu tertancap pada tubuh Elenka, seketika muncul aura amat hitam yang muncul dari punggung Elenka. Aura itu terlihat mengerikan sambil mengeluarkan teriakan. 
TIDAKKKKK!!!!!! KU-KURANG AJAR KAU KETURUNAN ERLIC, SAMPAI KAPANPUN KAMI AKAN MENCARI CELAH UNTUK MEMBUAT KUTUKAN LAGI UNTUK KETURUNAN KALIAN!!! KETURUNAN YANG SUDAH MEMBUNUH RAJA KAMI, GEHENA!!” 
Sedangkan Elenka yang tertusuk mulai tersenyum, matanya tidak terlihat hitam dan menakutkan. Kulitnya berubah cerah kembali. Dia melayang jatuh dan terlentang diatas tanah. 
Dia menangis dan tersenyum melihat Halsy. 
Te-terima kasih banyak, terima kasih karena telah menyelamatkanku, Halsy Aeldra ….,” 
“……” Halsy hanya tersenyum dengan pandangan buram, dia melayang turun ke bawah seakan berniat melakukan sesuatu kembali. 
Halsy mulai mengangkat kedua tangannya, wajahnya yang berantakan mulai berkonsetrasi kembali. Dia terlihat ingin melakukan sesuatu kembali. Cahaya indah terlihat berkumpul diatas kedua tangannya. Cahaya yang terlihat sedang dikonversi itu benar-benar enak untuk dilihat. 
Apa yang ingin kamu lakukan Halsy?” tanya Elenka penasaran. 
“…….” Halsy hanya tersenyum menjawab pertanyaan Elenka, setelah itu dia melirik Anggela yang terbaring kelelahan. 
“Jangan katakan?” 
“Ya,” senyum Halsy memejamkan mata. 
Tu-tunggu sebentar lagi Anggela, setelah melakukan ini …., kita akan kembali dan hidup bersama,” senyum Halsy amat sangat bahagia.  
***

 Bagian Kedua:

Beberapa saat sebelum Anggela dan Halsy menghentikan Elenka. Terlihat Herliana yang menatap kosong El Crystal. Seluruh tubuhnya bergemetar, kakinya terlihat lemas dan tersungkur jatuh tertunduk dihadapan El. 
"Eh ... tu-tunggu dulu Halsy ....?" Herliana memegang kepalanya, air mata yang cukup deras mulai keluar dari tatapan kosongnya 
Wajahnya terlihat shock menangis frustasi setelah diberikan ingatan tentang sahabatnya. Air mata terus mengalir dari wajahnya, keringat dingin mengucur deras dari seluruh tubuhnya. 
Perasaan mual amat hebat mulai dirasakan oleh Heliana, dia mulai memegang perutnya dengan tangan kanannya, dia mulai memegang mulutnya dengan tangan kirinya. 
Pada akhirnya Herliana muntah sambil menangis frustasi. Ingatan masa lalu Halsy Aeldra membuat dirinya terlihat menyedihkan seperti itu. Tubuhnya sungguh terlihat bergemetar hebat seakan tak mempercayai bahwa ingatan itu adalah kenyataan yang pernah terjadi pada sahabatnya. 
El hanya memejamkan matanya. Dia seakan sudah tau jika Herliana akan terlihat seperti itu jika sudah mengetahui masa lalu tentang Halsy Aeldra. 
“BA-BAJINGAN!” teriak kesal Herliana, dia lekas berdiri dengan kaki yang bergemetar, tatapannya sungguh tajam melihat El Crystal. 
“KAU BAJINGAN, SAMPAH, BRENGSEK, IBLIS, TAK MEMILIKI PERASAAN!!” teriaknya murka sambil memegang kerah El, tatapannya sungguh dipenuhi kekecewaan amat dalam pada El. 
Gadis manis sepertinya sungguh tidak enak dilihat ketika mengucapkan kata-kata yang amat kasar. 
“……..” El hanya terdiam sedih menatap Herliana yang frustasi. 
BUAK! BUAK! BUAK! BUAK! BUAK! BUAK! 
“Kenapa? Kenapa? Kenapa?! KENAPA KAU BARU MEMPERLIHATKANNYA SEKARANG!!” teriak kembali Herliana menangis hebat. Dia memukul El hingga tangannya terluka, sungguh frustasi ketakutan. 
“…….” 
“Ini terlalu menyedihkan …., lagi dan lagi!! Terus menerus!! Dia ….. –“ 
"........." 
“Anggela!! CEPAT ANTARKAN AKU PADA MEREKA!! Ini terlalu menyedihkan …. –“ Herliana seketika tidak sadarkan diri, kenyataan mengerikan tentang sahabatnya sungguh membuat mentalnya terganggu. Dia jatuh dipelukan El Crystal. 
El tersenyum sedih melihat Herliana, dia mulai bergumam menyesal pada dirinya sendiri. 
“Yah tidak mengherankan jika dia pingsan, masa lalunya benar-benar mengerikan. Itu bukan ingatan yang pantas untuk diperlihatkan.” 
“……..” 
Apa ingatan itu nyata, semua kejadian itu, yang dialaminya itu?” Herliana terlihat bangun kembali, tapi kali ini matanya terlihat berbeda. Ya, Emily terlihat mengambil sepenuhnya tubuh Herliana. 
“Putri Emily,” senyum El melepaskan pelukannya. 
Aku sedang bertanya padamu!! Apa semua ingatan itu benar-benar terjadi padanya?!!”kesal Emily bukan main. 
“Ya itu semua terjadi padanya ….” 
Oh astaga, Ya Tuhan …., kenapa aku baru menyadari teka-teki yang sederhana ini. Semuanya sudah jelas sekarang ….,” Emily terlihat menangis frustasi memegang kepalanya. 
“………” 
Aku selalu penasaran, kenapa Herliana bisa memiliki kekuatanku sepenuhnya …, tanpa kutukan, tanpa seseorang yang menghalanginya. Ini benar-benar kejanggalan yang aneh jika Herliana memiliki kemampuan yang hampir sempurna.” 
“Ya …., waktu perjanjian telah datang. Anda dan Herliana yang harus menghentikan Elena. Ini waktu yang tepat untuk memutuskan rantai kebencian dari keluarga kalian dengan keluarga Gehenica.” 
Aku tau, aku tau itu!! Elena bukan masalah bagi kami saat ini. Dia tidak terlalu kuat seperti kakaknya. Tapi dia ….., hikss ….., ga-gadis itu …..!” Emily terlihat menangis sedih memejamkan mata. Dia menutup mulutnya dengan tangannya. 
“Halsy, kah?” senyum sedih El. 
Setelah semua orang menyudutkannya, tak mempercayainya ….., dia masih menanggung beban besar itu sendirian dipunggung kecilnya. Aku tak percaya pada diriku sendiri yang pernah menganggap Halsy adalah dalang dibalik semua ini. Aku sungguh jijik pada diriku yang menganggap dia seperti itu tanpa tau penderitaannya selama ini.” 
“……….” 
Kamu sudah tau akan hal itu kan? Jika Halsy Aeldra ….,” 
Korban sebenarnya dari semua ini,” senyum sedih El memejamkan mata. 
Astaga Ya Tuhan …….., hiks…” Emily hanya menangis, dirinya yang terlihat kuat dan hebat seakan pudar ketika dia memperlihatkan sisi kelemahannya itu. 
“……” 
“Kini kamu juga tau kan tujuan lain dari Halsy Aeldra?” senyum El bertanya. 
Ya! Tujuan dia setelah mengalahkan Elenka adalah …..” 
“Membangkitkan kembali adik perempuan Anggela, Anggelina.” 
Itu sungguh perbuatan yang tabu ….. Orang yang sudah mati tidak dapat dibangkitkan kembali –“ 
“Tapi Putri Emily, menurutku Halsy tak akan pernah bisa melakukan hal itu.” 
Kenapa kamu bisa seyakin itu!?” 
“Kamu mungkin tidak mengingatnya, tapi saat Keisha berubah menjadi Necromancer ….,dia tidak bisa membangkitkan Anggelina. Seharusnya bagi dia, itu sesuatu yang mudah.” 
Jangan katakan kalau Anggelina?!” 
Ini hanya asumsiku, kemungkinan besar ...., Anggelina masih hidup.” 
Ap-apa Halsy mengetahui hal itu?” 
Belum, karena itulah dia berniat melakukan hal tabu itu.” 
Lalu kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?! Kenapa tidak memberitahun –“ teriak amat kesal Emily. 
“Maaf putri, aku juga baru menyadari beberapa saat yang lalu,” sedih El. 
Begitu ….,” sedih Emily. 
Tapi disaat dia ingin melakukan tujuannya itu, kemungkinan besar Anggela akan –“ lanjut Emily terlihat sangat terkejut. 
Antarkan aku ke ruang perbatasan, kumohon!! Antarkan aku pada mereka!! Ini sungguh menyedihkan …., untuk sekali lagi dia akan dikhianati oleh orang yang ia sayang!! Aku mohon –“ 
“Sudah kubilang, aku hanya bisa sekali memindahkan seseorang ke tempat itu,” 
Kenapa ini bisa terjadi seperti ini?! Aku membenci diriku yang tak tau apa-apa. Kenapa dia harus mengalami semua itu …...,” Emily hanya menangis dan duduk menundukkan kepala. 
“Maaf aku baru memperlihatkan sekarang. Sesungguhnya aku tidak boleh memperlihatkan ini pada siapapun, Halsy melarang keras diriku untuk memperlihatkan ini. Dirinya akan menganggapku sebagai pengkhianat jika bersikeras memperlihatkan masa lalunya. Tapi aku tidak peduli sekarang, meski dia menganggapku sebagai pengkhianat.” 
Ya Tuhan …….” Emily yang menangis terlihat menggengam kedua tangannya, menunduk seolah berniat berdoa. 
Ang-Anggela, pikirkan dirinya yang selalu melindungimu, jangan khianati kepercayaanya. Aku sangat memohon Ya Tuhan ...., tolong lindungi Halsy, sadarkan Anggela untuk tidak melakukan hal yang dapat menyakiti kepercayaanya.” 
“Putri Emily …,” El tersenyum melihat Emily yang berdoa. 
Ini sungguh mengerikan. Memang benar jika masa lalu Halsy dan Elenka tidak mirip, tapi penderitaan yang mereka dapatkan benar-benar sama. Yang kutakutkan adalah, Halsy akan berubah menjadi –“ 
“Tak akan, dia takan menjadi seperti Elenka.” 
“……..” Emily hanya terdiam terkejut menatap El yang memejamkan mata. 
“Dia gadis keras kepala yang terus mempercayai orang-orang yang dia sayang.” 
“……..” Emily hanya menundukkan kepala, menangis kembali tanpa bisa melakukan apapun. 
~~ 
JLEEEBBB!!! 
Kembali ke ruang perbatasan. Elenka yang masih terlentang sudah kalah mulai memasang wajah kemarahan ke arah Halsy, bukan Halsy tapi seseorang yang menikam jantung Halsy yang saat ini sedang berkonsentrasi. 
Anggela terlihat menikam Halsy dengan pisau yang ia dapatkan dari El Crystal. Wajahnya terlihat murka menatap Halsy yang kebingungan. 
“Eh …..!!?” Halsy terkejut bukan main akan tindakan kekasihnya. 
“Maaf Halsy, aku memang tak pernah bisa memaafkanmu yang sudah membunuh adikku!!” Anggela terlihat menatap tajam Halsy yang shock ketakutan. 

***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXIV Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.