06 Desember 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXIII

HALSY VS ELENKA
Bagian Pertama: 
“HYUHIHIHIHI!!!!” 
Puluhan bahkan ratusan Wraiths melayang cepat ke arah Halsy. Dengan sangat cepat, Halsy lekas membelah Wraiths yang diselimuti oleh aura biru gelap itu. Mata mereka bersinar mengerikan, kulit mereka keriput berwarna hitam, cakar panjang di jari-jarinya semakin membuat mereka terlihat menakutkan. 
SYAAAT!!! WOASSSH!!! 
Ketika wraiths itu terbelah oleh pedang ganda Halsy, wraiths itu mulai meledak menyebarkan aura gelapnya, membentuk wraiths baru yang berniat menyerang Halsy. Ya tiap Halsy membelah Wraiths itu, wraiths itu malah membelah dua dan menggandakan diri. 
Kini Halsy hanya terus melayang menjauhi para hantu yang mengejarnya, wajahnya terlihat khawatir ketakutan. Sedangkan dilain pihak, Elenka hanya terdiam sambil tersenyum padannya, wajahnya terlihat bahagia menatap Halsy yang kerepotan. 
Hanya dengan kemampuan ini kamu ingin menghentikanku? Jangan Bercanda ….!” 
Ancient Weapon: Euyale’s bow,” gumam Halsy khawatir, pedang legenda yang ia pakai sebelumnya terlihat melayang disekitarnya. 
Setelah itu dia mulai menarik anak panah ke arah para hantu yang mengejarnya. Wajahnya terlihat berkonsentrasi menatap tajam hantu yang sangat banyak itu. 
Piercing Holy Arrow!!!” teriaknya lalu menembakan sebuah panah cahaya seperti sebelumnya, seperti Holy arrow
Ketika panah suci itu mengenai salah satu hantu yang paling depan, terlihat cahaya yang amat besar muncul dari punggung hantu itu. 
CLINKKK!!!!! WUASSSHHHH!!! 
“HYUAAAA!!!” teriak para hantu itu yang terurai, mereka terlihat perlahan hancur dimurnikan oleh cahaya Halsy. 
Hohoho ….,” senyum Elenka bersemangat. 
SYUTTT!!! 
Dalam sekejap terlihat Halsy yang sudah berada di depan  Elenka, dia terlihat memegang kembali pedang gandanya. Panah sucinya terlihat melayang disekitarnya. Dia muncul dari atas dan menebaskan pedang yang berada di tangan kanannya secara vertical pada Elenka, dari kepala sampai ke kaki. 
Wind Sin,” senyum Elenka mengangkat tangan kirinya. 
HYUWSSSHHH!!! 
Angin berwarna gelap seketika muncul di atas tangan kiri Elenka. Melindungi Elenka dari serangan Halsy yang mendadak. 
Tapi Halsy tidak menyerah, dia mulai berputar secara vertikal. Kali ini tangan kirinya yang menebas Elenka secara vertical, lalu tangan kanan, lalu tangan kiri. Bagaikan perputaran di udara secara vertical, perputaran yang amat cepat hingga membuat wajah Elenka terlihat khawatir. 
BOARSH BOASH BOARSH BOARSH CRANK!!! 
WUINGGGG BUARSKHHH!! 
Elenka menabrak tanah dengan amat keras, Halsy yang melihat hal itu lekas berteriak seolah tak memberikan Elenka untuk bernafas. 
Molecular Steps: Infinty Sword, Mace, Axe!!!” teriak Halsy mengangkat kedua tangannya, wajahnya terlihat serius menatap tajam Elenka yang terjatuh. 
BOANGGG!!! 
Ratusan senjata yang sebelumnya dipanggil Halsy lekas bermunculan tepat di atas Elenka. Bagian tajam tiap senjatanya terlihat mengarah pada Elenka seolah sudah siap mengeksekusi Elenka. 
Halsy mulai menurunkan kedua tangannya, dan akhirnya senjata itu melesat cepat jatuh ke bawah menghancurkan dataran tempat Elenka saat ini. 
WUINGGGGG!!! BUARR BUARR BUARR!!!! 
Tidak sampai disitu, Halsy sadar jika serangan tadi bukan berarti apa-apa bagi Elenka. Dia melayang cepat menghampiri asap yang dibuat olehnya. Wajahnya yang serius mulai bergumam kembali. 
Choream Arma ….,” 
SLASSHH!!! 
Halsy menebas Elenka yang terlihat masih kokoh meski sudah mendapatkan serangan mematikan. Elenka memiringkan kepalanya menghindari tebasan tangan kanan Halsy yang cepat. Wajahnya sedikit terkejut menatap Halsy yang menatap tajam dirinya. 
SLASH SLASH SLASH SLASH!! 
Halsy terus menebas Elenka secara elegan, tidak ada satupun pergerakkannya yang sia-sia. Pergerakkannya terlihat sudah terlatih dan memakan banyak waktu untuk bisa melakukannya. 
Tapi Elenka menghindari setiap tebasan Halsy, dia hanya tersenyum melihatnya. 
SSYUUTT!!! SLASSHHH!!!! 
Halsy membuat tipuan pada serangannya, alhasil dia membuat Elenka terkecoh. Hanya tinggal beberapa detik saja sampai kepala Elenka terpotong oleh pedangnya.

Tapi dengan sangat cepat Elenka telah menghilang dari hadapannya. Dalam kurun waktu yang amat cepat dia sudah melayang dibelakang Halsy. 
Halsy yang menyadari itu lekas melemparkan kedua pedang kembarnya ke arah Elenka. Wajah Elenka cukup terkejut, pipinya sedikit tergores karena salah satu pedang kembar. 
Kamu membuang senjatam –“ 
SYUTTT!!! 
Halsy melayang cepat, mengambil beberapa pedang sebelumnya yang menancap di sekitarnya. Berniat menusuk perut Elenka. 
Elenka yang melihat hal itu lekas berteriak. 
Aura Shock!” 
BEB BOANGG!! 
Halsy terpental cukup jauh, wajahnya masih terlihat serius menatap Elenka. 
Sejak awal kamu tidak berniat menyrangku dengan senjata ini,” senyum Elenka melihat puluhan dan ratusan senjata yang tertancap disekitarnya. 
Sejak awal, kamu hanya berniat menyeretku dalam panggungmu sendiri,” senyum mengerikan Elenka. 
Halsy melayang kembali menghampiri Elenka. Tapi kembali lagi, Elenka menghilang dari hadapannya. Kini dia disamping kanannya, Halsy yang menyadari itu lekas melemparkan kedua pedang yang baru ia ambil tersebut padanya. 
Dengan amat sangat cepat Elenka menangkis serangan Halsy. Sedangkan Halsy juga terlihat menahan serangan yang datang padanya. Sebuah cakar tajam dari tangan kanan seseorang yang dia lawan sejak awal. 
Ada Elenka lainnya yang didekat Halsy. Dia tersenyum mengerikan padanya. 
Utung saja ada senjata kampak didekat Halsy, sehingga dia bisa menahan serangan Elenka tersebut. Tapi tiba-tiba muncul Elenka yang lainnya di belakang Halsy. Dia berniat mencakar punggung Halsy dengan tangan kanannya. 
Wajah Halsy cukup terkejut sambil menggerakkan tangan kirinya. Dia mengendalikkan pedang ganda yang melayang disekitarnya, pedang ganda itu menusuk punggung dan perut Elenka. 
JLEB JLEB!! 
CRANK!! 
Halsy yang saat ini beradu kekuatan lekas menghempaskan kampak hingga dirinya dan lawannya terpental, setelah itu dia melayang sambil mengambil pedang merah yang berada didekatnya. Mulai mengibaskan pedang tersebut ke arah Elenka secara Horizontal. 
SLASSSHHHH!! 
CRANKKSS!! 
Benteng Es sederhana yang berwarna keunguan lekas muncul dihadapan Elenka, melindungi dirinya dari serangan Halsy. 
WUSSSHH BUANGG!!! 
Benteng es tersebut melesat maju kedepan dan memukul mundur Halsy. Halsy terpental memasang wajah kesakitan. 
Kini Halsy hanya menatap tajam Elenka, sedangkan Elenka hanya tersenyum padanya. Beberapa detik kemudian, Elenka mulai membelah diri, lebih tepatnya menggandakan diri menjadi lima buah. Dia mulai tersenyum mengerikan sambil menatap Halsy.
Jika kamu menggunakan gaya Stashing, maka aku juga akan menggunakan gaya bertarung ini.” 
“Hmmmmm huhhhh ……..” Halsy terlihat mengambil nafas panjang, mengambil panah sucinya yang melayang. 
BREGGGGG WUINGGGG!!! 
Tidak hanya ancient weaponnya saja yang melayang, tapikali ini beberapa senjata seperti kampak dan pedang terlihat melayang juga disekitarnya. 
“Maaf mengecewakanmu, tapi gaya bertarungku saat ini sedikit berbeda dengan apa yang kamu tahu,” senyum Halsy. 
Hooo, begitu, kah?” senyum Elenka memiringkan kepalanya. 
WUSSH! WUINGGGG!! 
SLASH SLASH SLASH SLASH!!! 
WUSHHH!! WUINGG 
SLASH SLASH SLASH!! 
Halsy mulai menembakkan anak panahnya pada tubuh Elenka yang jauh, terus memotong tubuh palsu Elenka yang mendekat dengan pedang disekitarnya. Pergerakkan Halsy yang elegan benar-benar terlihat enak untuk dilihat. 
Ice Berg Sin!!” teriak Elenka yang cukup jauh dari Halsy, Elenka tersebut merupakan yang asli. 
BRAGGGG WUNGGGG!!!! 
Bongkahan gunung es maha besar seketika muncul diatas Halsy. Es seperti sebelumnya yang berawana ungu  menyakitkan sudah siap untuk menghancurkan Halsy. 
Halsy cukup terkejut sambil mengangkat tangan kirinya ke arah bongkahan es itu. Wajahnya yang terlihat khawatir mulai bergumam. 
Molecular Code: Decomposition!” 
Bongkahan es itu mulai diuraikan dengan kemampuan Halsy. Tapi sayang, serangan itu hanyalah umpan. Elenka sebelumnya yang mengeluarkan Ice Berg, Elenka yang asli mulai menyentuh tanah sambil menatap tajam Halsy. 
Guilty Gravity Impact!!”
WUSSSH BRUAGHHHSSS!!! CRANKS CRANKSS!!! 
Memang benar Halsy tak terpengaruh oleh tekanan gravitasi yang hebat itu, tubuhnya masih tetap melayang karena hukum gravitasi baginya sudah tak berpengaruh. Tapi beberapa senjata yang saat ini melayang dengannya lekas berjatuhan ke bawah dengan amat cepat, termasuk ancient weapon blade dan bownya. 
Beberapa senjatanya langsung hancur karena benturan amat keras dan tekanan garavitasi yang amat kuat. Hanya senjata legendanya saja yang masih terlihat utuh dan menempel dengan tanah yang berubah cekung. 
Dalam kurun waktu yang amat cepat, terlihat dua tubuh Elenka palsu yang melayang cepat ke arahnya dari arah berlawanan. Masing-masing dari Elenka tersebut menghentikan pergerakkanya dengan memegang kedua tangannya. 
Disanalah Elenka yang asli terlihat melayang cepat sambil membawa tombak api hitam, dia berniat menghabisi Halsy yang tak bisa bergerak. 
Cursed Ancient Flame,” senyum mengerikan Elenka pada Halsy yang terlihat khawatir. 
Dalam kurun waktu yang amat cepat pula, Halsy terlihat membuka mulutnya. Gelembung transparan bercahaya terlihat muncul disekitar mulutnya. Setelah itu dia mengigit gelembung itu sambil memasang wajah khawatir. 
Ga-gawat!!” Elenka terkejut bukan main, dia mengurungkan niatnya dan menghilang dari hadapan Halsy. 
Buashhh!! CLLIIIIINKKKKKKKK!!!! 
Cahaya berbentuk bintang segi empat langsung muncul menutupi Halsy. Tubuh palsu milik Elenka langsung lenyap terlihat dimurnikan. 
Elenka hanya menatap cahaya indah itu dari kejauhan. Wajahnya terlihat cukup kesal menatap tajam Halsy. 
Sparkling Anima’s …., karena hal inilah aku memberikan julukan permaisuri roh suci padamu.” 
Beberapa menit telah berlalu, cahaya yang dikeluarkan oleh Halsy telah menghilang. Elenka mulai tersenyum menghampiri Halsy yang terlihat kelelahan, atau mungkin terlihat kesakitan. 
Meski tidak sampai dimurnikan, dirimu juga akan merasakan kesakitan hebat jika masuk dalam area itu. Kemampuan itu bagaikan pedang bermata dua bagimu. Aku tak menyangka kamu akan menggunakannya.” 
“In-ini lebih baik daripada harus mati sebelum menyelesaikan tugasku. Aku belum boleh mati sebelum menghentikanmu,” Halsy terlihat kesakitan. 
Hooo, lalu bisakah kamu menghentikanku dengan kondisimu yang saat ini …?” senyum Elenka kembali. 
“…….” Halsy hanya terdiam khawatir, tubuhnya masih terlihat bergemetar karena rasa sakit dari kemampuannya sendiri. 
Maaf, sampai disini saja Empress!” senyum Elenka merentangkan kedua tangannya. Ratusan tombak es berwarna ungu lekas muncul dibelakang, langsung melesat cepat ke arah Halsy. 
Halsy yang melihat hal itu lekas mengambil kembali pedang gandanya. Wajahnya sungguh terlihat khawatir ketakutan karena belum siap untuk menangkis serangan Elenka yang mendadak. 
Tapi. 
BOOOOOAAMMMMMMMMM!!!!! 
Lasser listrik berwarna ungu kehitaman menyapu bersih tombak es milik Elenka. Elenka dan Halsy hanya terdiam terkejut melihat hal itu. Setelah itu keduanya semakin memasang wajah terkejut melihat seseorang yang menembakkan lasser itu, terutama Halsy. 
Sepertinya perkataanmu memang benar Empress. Kamu memang dicintai, terutama oleh orang yang berharga bagimu,” senyum khawatir Elenka melihat orang yang saat ini berdiri didepan Halsy, orang yang melindungi Halsy dari tombak es milik Elenka. 
“…….” Halsy langsung meneteskan air matanya, wajahnya terlihat frustasi melihat orang tersebut. 
“Ke-kenapa kamu bisa ada disini? Kenapa kamu datang kesini ……., Anggela?” Halsy menangis melihat Anggela yang berdiri didepannya. Tubuhnya terlihat bergemetar melihat lelaki yang ia cintai melindungi dirinya. 
“Bukankah sudah jelas? Aku hanya ingin melindungi gadis yang kucintai,” senyum Anggela melirik Halsy. Mata kirinya terlihat berbeda seperti saat dia berubah menjadi iblis kelas A. Mata dingin vampire murni yang membuat Elenka terlihat khawatir. 
***

Bagian Kedua: 
Beberapa waktu sebelum Anggela menyelamatkan Halsy. 
“Ka-kami bisa kembali ke masa depan?!” tanya Heliasha terkejut melihat El. 
“Ya tentu saja,” senyum El melihatnya. 
“Tapi kita tidak bisa melakukan hal itu, Heliasha. Kita masih belum menyelesaikan urusan kita dengan Halsy Aeldra,” Keisha melirik sinis Heliasha. 
“………..” Heliasha hanya tersenyum sedih melihat sahabatnya. 
“Apa kalian benar-benar membencinya sekarang?” tanya El tersenyum sedih. 
“Karena kelakuannyalah aku jadi membencinya. Bukankah kamu juga merasa kecewa akan tindakan adikmu, Heliasha?” tanya kembali Keisha melirik sahabatnya. 
“Ya, tolong hentikan kelakuan adikku yang ceroboh itu.” 
“Dengarkan aku semuanya, sebelum kalian kembali ke masa depan …., aku ingin menjelaskan beberapa ha –“ 
“Kami belum ingin kembali sebelum gadis yang membunuh adikku mendapatkan ganjaran –“ 
“Keisha Putri Deviluck, memangnya kamu tau letak keberadaan Halsy sekarang!? Memangnya kamu bisa apa ketika bertemu dengannya?!” kesal El menatap tajam Keisha. 
“……!” Keisha hanya terdiam kesal memalingkan wajah. Sifat keras kepalanya keluar jika sudah menyangkut masalah keluarganya. 
“Kita dengarkan dulu apa penjelasannya,” senyum Heliasha menghibur sahabatnya. 
“Ya ....,” 
“Pada dasarnya kalian datang ke dunia ini karena benturan keras dari skill Gramior dan Keisha. Hasil dari benturan itu lah yang membuat kalian dipindahkan ke masa ini.” 
“Lalu?” tanya Alysha penasaran. 
“Mungkin banyak yang terjadi pada kalian didunia ini …., tapi lihatlah tubuh kalian. Tanpa sadari tubuh kalian berkembang seperti saat kalian masih di masa kalian.” 
“Memang benar, aku tidak menyadarinya. Sudah dua tahun berlalu sejak kita tinggal di dunia ini, dan tubuh kita terlihat lebih dewasa,” Fie terlihat melihat anggota tubuhnya secara seksama. 
“Lalu bagaimana kamu menjelaskan apa yang terjadi pada Herliana? Dia tidak berubah sedikitpun seperti saat dia hilang,” tanya Keisha. 
“Berbeda dengan kalian, Herliana didatangkan ke dunia ini oleh Halsy dengan kemampuan memanipulasi ruang dan waktu.” 
“Tu-tunggu dulu! Halsy memiliki kemampuan itu?!” tanya Heliasha terkejut. 
“Ti-tidak hanya itu saja Kak …, kak Halsy juga bisa mengeluarkan dua ancient weapon sekaligus. Itu sungguh tidak normal!” Alysha terlihat khawatir. 
“Ya dia bisa melakukannya, tapi itu tidak penting sekarang. Dengarkan aku, ketika kalian kembali ke masa depan …., waktu disana sudah dua tahun berlalu. Kalian akan dikembalikan ke tempat saat Charles meneriakan ruang dimensi pribadinya.” 
“Tu-tunggu, lalu bagaimana dengan Halsy? Sebenarnya dia yang saat ini apa? Apa dia benar-benar adikku?” Heliasha terlihat khawatir.
“Dia memang adikmu, lebih tepatnya arwah adikmu. Halsy yang kamu lihat daritadi hanyalah mahluk astral yang tidak jauh beda dengan Elenka,” senyum sedih El. 
“……….” Semua hanya terdiam terkejut melihat  El. 
“Arwah Penasaran, kah?” Lily terlihat sedih memejamkan mata. 
“Hampir mirip seperti itu,” sedih El. 
“…….” 
“Baiklah, aku akan memulangkan kalian ….,” lanjut El mengangkat magic stonenya. 
“Tunggu dulu! Lalu bagaimana kita menyelesaikan masalah Halsy?!” kesal Keisha. 
“Aku yang akan menyelesaikannya Kak Keisha, tenanglah,” senyum sedih Herliana. 
“…….” El hanya melirik sedih Herliana. 
“Herliana, kamu tidak ikut dengan kita?” tanya Heliasha melihat Herliana. 
“Dia tidak akan langsung pergi dengan kalian. Setelah magic stone ini diaktifkan, satu jam kemudian secara otomatis Herliana akan kembali ke masa saat dia jatuh ke jurang.” 
“Tunggu! Bukankah itu sangat membahayaka –“ Keisha terlihat khawatir. 
“Tenanglah, dia tidak akan tiba-tiba muncul dalam ketinggian.” 
“Bi-bisakah tahan sebentar, aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada mereka,” senyum Alysha melihat Haikal dan Asha. 
“Kamu tak perlu melakukan hal itu, nantikan kejutan yang ada di duniamu,” senyum El memejamkan mata, magic stone yang ia pegang mulai bersinar menerangi semua orang yang berada disana. 
“Apa maksudnya itu?” tanya Alysha, Heliasha, dan Keisha bersamaan. 
“Bukan apa-apa,” senyum El memejamkan mata. 
Orang-orang yang berasal dari masa depan seperti Alysha dan yang lainnya mulai bersinar. Tubuhnya mulai terurai lembut dan menghilang. Tapi Herliana dan Anggela tidak seperti itu, tubuhnya tetap kokoh seperti Haikal dan yang lainnya. 
“Tu-tunggu! Kenapa Anggela tidak mengh –“ Keisha terkejut yang pada akhirnya menghilang.
“……….” 
“Apa maksudnya ini El Crystal?” tanya Serraph khawatir melirik Anggela. 
“Aku masih membutuhkan bantuanmu, Anggela. Ingat apa permintaanku waktu itu?” 
“Ya, aku sangat mengingatnya.” 
“Begitu, baguslah …. Tunggu sebentar, aku akan menyelesaikan urusanku yang satu ini. Urusan ini lebih penting dari sebelumnya,” senyum El melihat Haikal, Serraph, dan yang lainnya. 
“Apa yang kamu inginkan dari kami?” tanya kesal Keina. 
“Seperti yang dikatakan anak-anak kalian ….., kalian yang di masa depan akan meninggalkan dunia nantinya.” 
“Aku baru pertama kali mendengarnya,” Keina cukup terkejut. 
“Aku juga,” Serraph memasang ekspresi yang sama.  
“Kalian akan meninggalkan mereka di waktu yang sama dan secara bersamaan, “senyum El melihat Haikal dan Serraph. 
“Ap-apa itu juga berlaku untuk –“ khawatir Evelyn. 
“Ya, kamu juga akan meninggalkan dunia di waktu yang sama. Tapi bukankah itu sesuatu yang amat kebetulan? Tidakkah kalian curiga akan kejadian itu?” 
“Maksudmu kami sepakat untuk sengaja meninggalkan mereka?” kesal Keina. 
“Ya, pesanku, mungkin pesan dari Empress …., ketika umur Anggela atau Halsy sudah mencapai lima tahun. Kalian harus meninggalkan mereka, kalian harus berpura-pura mati agar perputaran waktu di dunia ini tidak berantakan.” 
“Dan jika kami menolaknya?” kesal Asha. 
“Sudah jelas dunia ini akan berantakan, masa depan akan berubah. Kejadian yang lebih buruk dari hal ini akan terjadi.” 
“………” Haikal dan yang lainnya hanya terdiam terkejut, kepalanya menunduk sedih mendengarkan penjelasan El Crystal. 
“Tapi tenang, ketika mereka kembali ke masa lalu. Lebih tepatnya Anggela dan yang lainnya di masa depan kembali ke masa kalian saat ini, kalian bisa menunjukan diri kalian pada dunia.” 
“Baiklah ….,” sedih Haikal. 
“Haikal!” kesal Asha. 
“Kita tidak punya pilihan lain!” 
“……” Asha hanya menangis memejamkan mata. 
“Jadi siapa saja dari kami yang harus melakukan itu?” tanya Serraph. 
“Haikal, Serraph, Asha, Keina, dan Evelyn.” 
“Ba-baiklah, kami mengerti.” 
“Lalu selanjutnya,” El mulai mengeluarkan batu lainnya, batu yang terlihat berbeda dengan batu magic stone. 
Mind Stone?!” tanya Evelyn terkejut. 
“Jangan katakan kamu ingin mengambil ingatan kami?!” Serraph terlihat kesal. 
“Ya, aku ingin mengambil ingatan dan kenangan kalian akan pertemuan dengan anak-anak kalian di masa ini.” 
"Tapi kenapa kamu harus mengambil -" 
“Bukankah itu sudah jelas? Aku harus mengambil ingatan kalian, mengambil ingatan orang-orang di masa ini tentang mereka.” 
“Begitu …..,” 
“Jika kamu mengambil ingatan tentang mereka dari orang-orang di masa ini, malapetaka yang merubah tata letak bumi hanya dianggap sebagai bencana alam biasa,” senyum Serraph. 
“Selain itu juga, memang sudah sewajarnya jika kita tidak bertemu dengan keturunan kita di masa depan,” senyum sedih Keina. 
“Tapi …..,” Asha hanya memasang wajah sedih. Haikal hanya bisa menggengam tangannya yang bergemetar, dia tersenyum menenangkan kekasihnya. 
“Baiklah …, ketika batu ini diaktifkan kalian akan kehilangan semua ingatan dan kenangan dengan orang-orang yang berasal dari masa depan. Ketika batu ini diaktifkan, kalian akan secara otomatis dikembalikan ke tempat sebelumnya.” 
Batu mind stone milik El mulai bercahaya seperti batu sebelumnya, menghapus ingatan Haikal dan yang lainnya, mengembalikan Haikal dan yang lainnya ke tempat sebelumnya. 
Kini Hanya tiga orang di tempat yang kosong itu. El Crystal, Herliana Aeldra, dan Anggela Dwiputra. Keduanya saling menatap satu sama lain. Wajah El terlihat khawatir menatap Anggela. 
“Jadi katakana apa maumu?” 
“Nah Anggela, coba katakan apa permintaanku waktu itu?” 
“Menghentikan tujuan Halsy yang ingin membangkitkan Elenka.” 
“Ya, tapi sekarang itu sudah terlambat. Jadi sekarang, sebelum aku mengajukan permintaan lainnya. Aku ingin bertanya padamu.” 
"......" 
“Jika kamu bertemu dengannya, apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu inginkan darinya?” tanya khawatir El memejamkan mata. 
“……..” Anggela hanya tersenyum memejamkan mata. 
“Apa yang akan kamu lakukan jika nanti bisa bertemu dengan Halsy?” 
“Bodoh, bukankah sudah jelas? Aku akan menolongnya, membawanya kembali,” senyum Anggela melihat El. 
“Tapi kamu mengatakan akan memberinya pelajaran tadi?! Kamu tadi terlihat mara –“ Herliana terlihat kesal. 
“Itu hanya pura-pura, itu hanya sandiwaraku di depan Kakakku. Mana mungkin aku membunuh orang yang kucintai …..,” senyum sedih Anggela. 
“Tapi orang yang kau cintai itu sudah merenggut nyawa adikmu?!” terkejut kesal Herliana.
“Begitukah? Aku masih percaya kalau Halsy tidak berniat melakukan hal itu, ini hanya kesalahan kan?” senyum Anggela melirik El. 
“Iya aku sungguh minta maaf! Aku dan Halsy tidak tau jika akan menjadi seperti ini!” El terlihat menyesal. 
“Lihat?” senyum Anggela melihat Herliana. 
“Tapi …..,” Herliana terlihat khawatir. 
“Apa kamu sangat membenci Halsy, Herliana?” lanjut Anggela bertanya sedih. 
“Bukan begitu, aku hanya berpikir kalau Halsy harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.” 
“Kalau begitu biar aku yang mempertanggungjawabkan perbuatannya, biar aku menanggung sebagian dosanya.” 
“Anggela ….,” senyum khawatir Herliana menatap sahabatnya. 
“Kamu telah mendengar jawabanku. Jadi apa permintaanmu sekarang?” tanya Anggela melirik El. 
“Di ruang perbatasan, saat ini Halsy dan Elenka sedang bertarung habis-habisan, pertarungan terakhir yang mau tak mau harus dilakukan.” 
“Lalu?” 
“Tolong bantu dia dengan kemampuanmu, dengan kemampuan iblismu. Sejak dari awal aku tau jika Halsy akan kesulitan menang melawannya. Tapi, jika kamu berada disampingnya …, aku yakin jika dia bisa menghentikannya,” El terlihat hormat menundukan kepala pada Anggela. 
“Sudah jelas aku akan membantunya, tapi apa aku bisa pergi ke tempatnya sekarang?” senyum Anggela terlihat bahagia. 
“Ya, kamu bisa. Aku memiliki magic stone yang memindahkanmu ke ruang perbatasan itu. Aku hanya punya satu batu magic ini,” khawatir El. 
“Bagus, pindahkan aku kesana secepatnya!” 
“Tapi dengarkan perkataanku ini baik-baik. Saat di dalam ruang perbatasan itu, hanya Halsy lah yang bisa mengembalikanmu ke masa depan …… Tolong! Aku sangat memohon padamu untuk tidak mengkhianatinya. Kamu hanya akan terperangkap disana dan tidak akan pernah bisa kembali ke masa depan jika melakukan hal yang tidak perlu. Jadi pikirkan posisimu saat ini yang ditunggu oleh banyak orang,” El terlihat sangat memohon. 
“Bodoh, mana mungkin aku mengkhianatinya!” senyum kesal Anggela. 
“Selain itu, gunakan ini. Pisau ini merupakan pisau astral, pisau yang dapat dengan mudahnya melukai mahluk seperti Elenka,” El terlihat mengeluarkan pisau putih yang indah. Di mata pisaunya terlihat ada inisal yang cukup kecil, yakni M.R. 
“Jadi pisau ini dikhususkan untuk membunuh mahluk astral, kah?” senyum Anggela menerima pisau tersebut. 
“Ya.” 
“Baiklah Anggela. Aku akan mengaktifkan batu sihirnya, semoga keselamatan menyertaimu dan Halsy,”senyum sedih El menatap Anggela. 
Anggela mulai menghilang seperti Keisha dan yang lainnya. Tubuhnya berpindah tempat ke tempat Halsy berada saat itu. 
Sekarang tinggal hanya El dan Herliana yang berada di ruangan itu. Herliana mulai melirik sinis El, dia tersenyum meledek El yang memejamkan mata. 
“Ternyata apa? Kamu juga menginginkan Halsy untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.” 
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti,” senyum El melihat Herliana. 
“Jangan berpura-pura bodoh. Kamu juga pasti menyadarinya, kan? Senyuman dan semua perkataan Anggela tadi dipenuhi kebohongan.” 
“…….” El hanya terdiam sedih, dia terlihat frustasi seakan tak punya pilihan lain. 
“Ya tapi aku tidak peduli, makanya aku tidak menghentikan kalian. Lagipula aku juga menginginkan itu, ingin Halsy bertanggung jawab atas semua ini.” 
“Herliana Aeldra, kamu pasti bertanya-tanya. Kenapa aku yang tak tau apa-apa tentangnya, bisa sangat rela berkorban untuk Halsy Aeldra.” 
“Itu juga yang ingin kuketahui. Sihir macam apa yang bisa membuatmu menjadi budak seperti ini?” 
“Kamu tahu, ketika pertemuanku pertama dengan Halsy. Aku hanya kebingungan, tak percaya, dan hanya menganggap ceritanya yang ia ceritakan sebagai lelucon yang memuakkan. Sungguh aku benar-benar membenci dia yang terus dan terus meminta bantuanku, membenci dia yang terus mengangguku,” senyum sedih El. 
“Lalu kenapa kamu bisa seperti ini?” 
Second Mind ….¸ pernahkan kamu mendengar kemampuan khusus ini?” 
“Ya kemampuan khusus dari rasmu, ilmu kinesis kedua.” 
Second Mindku adalah …., Pyschometry.” 
“…..!! Jangan katakan?!” Herliana terlihat sangat terkejut. 
“Ya Halsy membiarkan aku untuk melihat masa lalunya yang menyedihkan, kebenaran tentang dunia ini yang amat sangat pahit.” 
“…….!!” 
“Jadi Herliana, jika kamu ingin …., maukah kamu mengintip masa lalu sahabatmu ini?” senyum El mengangkat tangan kanannya. 
“Glup …..” Herliana terlihat berjalan mendekati El. Dia menelan ludahnya terlihat khawatir. 
“Semoga setelah melihat hal ini, kamu berpikir dua kali untuk merubah pandangamu terhadap sepupu atau sahabatmu itu,” sedih El mulai memperlihatkan ingatannya. Tangan kanannya mulai bersinar menyinari kepala Herliana. Herliana hanya terdiam khawatir sambil memejamkan matanya. 
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXIII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

1 komentar:

  1. Nice translations ^^
    Thanks yah..

    Sekedar rekomendasi light novel lain:
    Legend of the Dragon King Bahasa Indonesia
    http://thestoriesblogger.blogspot.co.id/2016/12/legend-of-dragon-king-bahasa-indonesia.html

    Visit my blog yah ^^

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.