06 Desember 2016

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXII


MUSUH SEBENARNYA
Bagian Pertama:
Suasana yang amat mencekam sangat terasa ketika Elenka muncul dihadapan Halsy dan yang lainnya. Hampir semua orang hanya terdiam bergemetar ketakutan. Ketakutan yang amat hebat hingga membuat beberapa mereka menangis fustasi. Beberapa orang yang tak sadarkan diri seperti Keisha dan Savila mulai terbangun karena merasakan aura negatif yang amat kuat. 
Ap-apa ini ….!?” Keisha amat terkejut membuka matanya. 
Ap-apa-apaan kebencian ini …., hatiku sungguh sakit. Aku tidak kuat menerima kebencian yang mengerikan seperti ini!!” Alysha menangis ketakutan, tubuhnya terlihat sangat bergemetar. 
Bahkan mental terkuat seperti Keina, Haikal, dan Serraph juga tidak berkutik. Sungguh, aku ingin benar-benar tau, kenapa dia bisa mengeluarkan aura kebencian seperti ini?”gumam Jeremy melirik Haikal, Serraph, dan Keina yang terdiam terkejut menatap Elenka. Mereka juga terlihat bergemetar ketakutan. 
Tapi ada beberapa orang yang tidak terkena aura negatif itu. Herliana terlihat bersinar menolak aura kebencian Elenka, dia sungguh kebingungan melihat sekitarnya, dia sungguh tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya. 
Selain Herliana dan Halsy, ada satu orang lagi yang bersinar menolak aura kebencian Elenka. Anggela, dia juga terlihat bersinar dengan cahaya yang lebih terang dari Halsy dan Herliana. Semua orang terkejut penasaran melirik Anggela yang tidak sadarkan diri, tidak terkecuali bagi Guardian Elenka
Hoooo, aku tau alasan dia bersinar. Dia adalah orang terpilih yang asli, sedangkan kamu hanya peniru menyedihkan yang meminjam kekuatannya …. “ liriknya pada Herliana. 
Ahh mungkin mencuri kekuatannya,” lanjut Elenka mengkoreksi penjelasannya. Dia tersenyum mengerikan pada Halsy. 
“………” Halsy hanya terdiam khawatir. 
Halsy ….,” El hanya melirik sedih Halsy yang terlihat khawatir. 
Tapi orang yang sedang tidur itu, kenapa dia juga ikut bersinar yah? Aku benar-benar penasaran sekarang,” senyum mengerikan Elenka memiringkan kepalanya melihat Halsy. 
“Jangan ganggu dia, dia tidak ada hubungannya dengan kita.” 
Tidak ada hubungannya? Jelas-jelas ada, Empress. Di masa yang akan datang, dia mungkin jadi –“ 
Tidak, dia tidak akan menjadi apa yang kamu pikirkan!” 
“Ah jangan katakan ……, Pemberkahan!?” senyum Elenka cukup terkejut. 
……” Halsy mulai melirik Anggela secara perlahan, tersenyum sedih padanya. 
Pemberkahan …..!?” Herliana terkejut bukan main menatap Halsy. 
“……” 
“Ha-Halsy!! Apa yang dia katakan itu benar ….?!” teriak Herliana sangat kesal. 
“……..” Halsy tak menjawab pertanyaan Herliana, dia bahkan tidak melirik sahabatnya tersebut. 
“Kau benar-benar gila, Halsy! Sadarkah apa yang telah kau perbuat?!” 
“………” Seperti sebelumnya, Halsy tak merespon pernyataan Herliana yang sangat marah. 
Hyiahahahaha!! Menarik, amat sangat menarik! Sudah kuduga kamu memang menarik Empress. Tidak sia-sia aku memberi julukan itu padamu, “ senyum Elenka yang terlihat sangat gembira. 
“Aku berterima kasih padamu karena telah memberikanku julukan ini, tapi bisa kita mulai sekarang?” Halsy terlihat serius mengangkat tangan kanannya ke arah Elenka. 
Tentu, kita selesaikan semua ini sekarang,” senyum Elenka yang ikut mengangkat tangan kanannya ke arah Halsy yang masih melayang. 
“El, aku serahkan sisanya padamu. Mungkin ini terakhir kalinya aku berbicara padamu, tapi terima kasih telah mengikuti gadis egois sepertiku,” senyum Halsy memejamkan mata. 
Halsy …..!” El terlihat menundukkan kepalanya, dirinya terlihat sangat sedih dan frustasi. 
Frontier Room ……!” teriak Elenka dan Halsy bersamaan. Secara perlahan tubuh mereka mulai menghilang bagaikan dideportasi oleh suatu hal. 
Semua orang hanya terdiam terkejut melihat Halsy dan Elenka yang menghilang. Lalu satu hal lagi yang membuat semua orang disana terkejut adalah reaksi Herliana yang sangat marah ketika mendengar kata ‘Pemberkahan’. 
 Ketika Halsy dan Elenka lenyap, aura kemarahan dan negatif langsung ikut lenyap. Hampir semua orang masih terlihat bergemetar dengan keringat dingin disekujur tubuh mereka. Jika Elenka ingin, dia dapat dengan mudah langsung menghabisi mereka yang tak bisa bergerak. 
“It-tukah Elenka? Calon Raja Iblis Kelima?” Heliasha terlihat masih bergemetar ketakutan. 
“Ap-apa yang terjadi? Aku benar-benar kebingungan ketika disadarkan oleh kebencian yang mengerikan itu ….,” lirik khawatir Keisha pada sahabatnya. 
“Ya kebenciannya sungguh mengerikan. Tapi Keisha, apa kamu biak-baik saja? Masih mengingat pertarungan kita?” 
“Per-pertarungan kita ….?” Keisha terlihat kebingungan memegang kepalanya. 
“Anggelina …..,” Keisha menyipitkan matanya, air mata kesedihan kembali muncul ketika dia mengingat akan keberadaan adik perempuannya yang telah tiada. 
“Ke-Keisha, maafkan ak-aku ….,” Savila berjalan pelan menghampiri Keisha, wajahnya sungguh terlihat sangat menyesal. 
“Kurang ajar kamu!! Berani sekali kamu melakukan itu pada adikku!!” teriak murka Keisha. 
“Cukup Keisha, Savila juga telah kehilangan keluarganya. Bukankah ini menjadi impas,” senyum sedih Heliasha melihat Savila yang masih terlihat sedih. 
“Tapi –“ 
“Selain itu bukanlah Savila yang harus disalahkan, dia hanya menjadi pion dari dalang yang merencanakan hal ini sejak awal,” senyum kesal Evelyn berjalan menghampiri Keisha dan yang lainnya. 
“Apa maksudmu?” 
“Aku sudah mendapatkan ingatanku sepenuhnya. Bukan Keina yang membunuh keluarga Skyline, tapi El Crystal lah yang membunuh keluarga Skyline,” lirik Evelyn pada Kakaknya yang tertunduk sedih. 
“Eh, Tuan El?! Anda pasti bohong kan –“ Savila sungguh terkejut. 
“Aku serius, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!” 
“……..!!” semua orang terkejut melihat El yang menundukkan kepala. 
“Tapi tenanglah semuanya, Kakakku juga hanya pion dari dalang semua ini,” teriak Evelyn pada semuanya. 
“Tu-tunggu apa maksudmu!? Aku yang membunuh mereka, aku bukanlah pion siapapun!!”kesal El pada adiknya. 
“Aku sangat mengenal sifatmu Kak. Kamu bukan tipe orang yang dengan mudahnya mengambil nyawa seseorang, apalagi orang tersebut adalah orang-orang terdekatmu,” senyum Evelyn memejamkan mata. 
“………” 
“Jadi katakan, siapa yang menyuruhmu untuk melakukan itu?” lanjut Evelyn terlihat sangat kesal. 
“Sudah kukatakan, aku melakukan itu semua untuk melindungi dunia –“ 
Dia kan? Kamu disuruh oleh dia, kan?” senyum kesal Evelyn memejamkan mata. 
“……!” El cukup terkejut sambil berjalan mundur satu langkah, dia tidak bisa mengelak tuduhan adiknya tersebut. 
“Selain itu juga, yang dikatakan Kakakku tentang kematian Kak Corona adalah kebenaran. Serraph bukanlah orang yang membunuh Corona. Dia hanya terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya,” senyum Evelyn melirik Keina dan Serraph. 
“Lalu dia bunuh diri?! Mana bisa aku percaya akan hal itu! Dia bukan orang yang menyedihkan seper –“
“Aku tau akan hal itu Kak! Kak Corona tipe orang yang pantang menyerah dan selalu riang. Setelah dipikir-pikir semuanya jadi masuk akal. Sebelum Serraph memasuki ke kamar itu, kemungkinanan ada orang lain yang datang duluan. Dan orang itulah yang sudah membunuh dirinya,” lirik Evelyn pada Serraph. 
“…….” 
“Ba-baiklah, memang benar ada orang lain ketika aku sampai di kamar Corona. Aku hanya melihat seklias, dia bagaikan hantu, dia langsung menghilang ketika Corona tergeletak di atas lantai.” 
“Bagaikan hantu, kah ….?” senyum Evelyn melirik Kakaknya yang terlihat khawatir. 
“Itu juga perbuatan Dia, kan?” lanjutnya bertanya cukup kesal. 
“Me-memang benar itu perbuatannya, tapi dia tidak punya pilihan lain –“ El terlihat sangat cemas. 
“Sudah kuduga …. Aku akhirnya sadar siapa musuh kita sebenarnya.” 
Dia?! Siapa dia yang kalian maksud daritadi?!” kesal Alysha yang kebingungan. 
“Ha-Halsy Aeldra …..,” senyum sedih Heliasha menundukkan kepalanya. 
“Eh …..?” Alysha terlihat sangat terkejut melihat Kakak tertuanya. 
“Aku juga sudah menduganya dari awal, dialah musuh terbesar kita sebenarnya!! Dialah yang bertanggung jawab atas kematian Anggelina!!” Keisha terlihat murka memejamkan mata. 
“………” Heliasha dan keluarga Halsy hanya terdiam sedih ketika mengetahui kebenaran pahit itu. 
“Jadi dia sudah merencankan ini sejak awal, pertarungan ini, kehancuran dunia ini, hanya demi keegoisannya. Kematian Anggelina …. Dia …. Dia yang sudah membunuh adik dan putriku,” Keina terlihat sangat marah. 
“Jadi dia juga yang sudah membunuh Serena!? Kenapa aku bisa begitu bodoh dan pernah bekerja sama dengannya?! Kenapa aku tidak menyadari jika pembunuh adikku berada didekatku,” Serraph juga terlihat kesal. 
“……….!” El hanya terdiam menatap kosong sekitarnya, dia sungguh terlihat khawatir melihat sekitarnya.  
***
Bagian Kedua:
Ke-kenapa? Kenapa ini bisa terjadi!? Memang benar Halsy yang membunuh Corona, memang benar juga jika Halsy yang menyuruhku untuk membunuh keluarga Skyline, TAPI –“ 
“Kamu tau akan hal ini juga kan, Kakak?” lirik sinis Evelyn pada Kakaknya. 
“Tunggu Evelyn, memang benar apa yang tadi kamu katakan! Tapi –“ 
“Berhentilah melindungi dirinya! Apa kamu sudah jatuh cinta padanya?!” kesal Evelyn menatap tajam Kakaknya. 
“Tidak bukan begitu, aku hanya –“ 
“Herliana, kamu juga tau akan hal ini kan? Jika Halsy lah orang yang bertanggung jawab akan hal ini semua?” 
“Y-ya, aku tahu,” kesal Herliana memalingkan wajahnya. 
“Selain itu juga ketika Kakak ingin menceritakan kebenaran pembantaian itu, Kakak meminta persetujuan padanya. Itu menjadi alasan yang kuat jika dia yang mengendalikan kita semua, termasuk Kakak,” senyum sedih Evelyn melirik Kakaknya. 
“Eh?” El terlihat sangat terkejut. 
“Ya sekarang aku juga sadar alasan kenapa Pengeran El meminta persetujuan darinya,” Keina terlihat berpikir. 
“Berani sekali dia memanfaatkan Tuan El, memanfaatkan kita semua! Aku tak akan memaafkannya,” kesal Savila bukan main. 
Bahkan aku juga Halsy? Jadi itu alasanmu menyuruhku untuk mengajukan pertanyaan itu?! Kamu bahkan melindungiku?” El terlihat frustasi memegang kepalanya, dia sungguh terkejut. 
“Tak heran kamu juga terkejut, Kak. Kita semua benar-benar dibodohi oleh iblis itu,” kesal Evelyn memejamkan mata. 
“Jadi begitu?” senyum Anggela yang mulai sadar. Nadanya yang terdengar cukup datar tesebut membuat semua orang terkejut menatapnya. 
“Ang-Anggela?! Kamu sudah sadar?!” tanya Keisha gembira. 
“Sejak kapan kamu sadar?” 
“Tenang saja, aku sudah mendengar semua percakapan kalian,” senyum Anggela memejamkan mata. 
“Maaf mengecewakanmu, tapi –“ 
“Dengarkan aku, aku tak akan memaafkan siapapun yang mengganggu adikku, apalagi membunuhnya …... Meski dia tunanganku sendiri, aku akan membuat dia membayar perbuatannya,” Anggela terlihat sangat murka. 
“…….!” El dan Herliana terlihat sangat terkejut ketika mendengar pernyataan Anggela. Keduanya terlihat mengepalkan kedua tangannya sangat erat. 
“Selain itu juga maksud ‘Pemberkahan’,  apa artinya itu?” Evelyn melirik penasaran Herliana. 
Kenapa kamu melakukan hal yang tabu itu, Halsy?” Herliana hanya terdiam menundukkan kepalanya, kedua tangannya terlihat bergemetar. Menahan amarah yang sangat hebat. 
“Herliana, apa dia juga memanfaatkan Anggela dengan cahaya itu? Lagipula apa benar jika dia telah mencuri kekuatanmu?” tanya Keina sedikit kesal. 
“Ya, dia memang memanfaatkan Anggela, dia memang mencuri sebagian kekuatanku, sihirku, bahkan ilmu kinesisku.” Herliana menundukkan kepalanya, dia menangis memejamkan matanya. 
“……!!” Semua orang terkejut melihat Herliana yang menundukkan kepala. 
“Herliana!!” El terlihat sangat kesal, tapi langsung terdiam ketika melihat Herliana yang memberikan tatapan tajam padanya. 
"Dia tak tau arti sebernarnya dari pemberkahan!?” El hanya terdiam menatap kosong Herliana. 
“Sudah kuduga, sekarang kita bisa yakin jika dia musuh terbesar kita. Jadi apa yang akan kita lakukan?” senyum Evelyn memejamkan mata. 
“Kita akan melenyapkannya! Dia pantas mendapatkannya. Kamu tidak keberatan kan?” Savila yang marah melirik Anggela. 
“Ya aku tidak keberatan, malah tolong biarkan aku yang melakukannya. Biarkan aku sendiri yang menghentikannya.” 
“Apa ini tak apa, Heliasha, Alysha?” senyum sedih Keisha melirik keduanya. 
“Tak apa, tolong hentikan dia,” senyum sedih Heliasha sambil memeluk Alysha yang menangis. 
“Kalian juga tak apa?” tanya sedih Serraph melirik Haikal dan Asha. 
Keduanya hanya menganggukan kepala sambil memasang ekspresi sedih. 
“Mungkin kebencian kalian pada Halsy sudah memuncak, tapi sayang sekali kalian tidak bisa melakukan hal itu,” El tersenyum khawatir memejamkan mata. 
“Kenapa? Apa kamu ingin menghalangi kami –“ 
“Memangnya kalian tau keberadaan mereka dimana?” 
“Jika tidak salah mereka mengatakan Frontier Room, apa itu? Aku baru mendengarnya ….,” Serraph terlihat berpikir melirik Keina. 
“Entahlah, aku juga baru pertama kali mendengarnya,” senyum Keina membalas lirikan Serraph. Keduanya tidak terlihat saling membenci satu sama lain, keduanya terlihat sudah saling mempercayai satu sama lain. 
“Selain itu juga ….,” El mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah batu kecil indah yang membuat semua orang terkejut. 
Magic Stone …..?” Evelyn terkejut melihat batu tersebut. 
“Inilah kesempatan terakhir kalian untuk kembali ke dunia asal kalian. Sebelum Halsy meninggalkan ini, dia memberikan ini untuk memulangkan kalian,” senyum El melirik Anggela, Keisha, dan orang-orang yang berasal dari masa depan. 
Sambil melihat orang-orang yang terkejut melihat Magic Stone miliknya. El mulai bergumam sangat sedih kembali. 
Apa ini yang benar-benar kamu inginkan Halsy? Teman-temanmu, keluargamu, bahkan orang paling berharga, orang yang selama ini kamu lindungi sudah membencimu, sudah tak peduli lagi denganmu ….!“ 
Sedangkan di tempat lain, tempat tak bertuan. Terlihat langit yang amat gelap, langit yang seolah memberikan suasana tekanan yang amat hebat. Selain itu juga dataran dari tempat tersebut terlihat sangat tandus dengan puluhan bahkan ratusan tengkorak yang tergeletak. Sungguh, tempat tersebut terasa sangat mencekam dan tidak enak untuk ditinggali. 
Di tempat tersebut, terlihat Halsy dan Elenka yang melayang saling berhadapan satu sama lain. Keduanya saling menatap satu sama lain. 
Kamu juga sama …, kan?” tanya Elenka, suaranya yang menggema membuat suasana menjadi lebih mencekam. 
“………” Halsy hanya terdiam memejamkan mata, terlihat berkonsentrasi. 
Sungguh, aku benar-benar bingung akan tindakanmu. Kamu ini sama denganku, kamu sama dengan diriku yang tak diperlakukan adil oleh dunia ini. Kamu juga yang paling tau bagaimana rasanya dikhianati, diabaikan, tak dianggap meski kamu sudah bekerja keras untuk menarik perhatian mereka yang kamu sayang.” 
“Biar aku menyanggah perkataanmu, Elenka Angelwish Gehenica. Aku berbeda denganmu, aku benar-benar berbeda denganmu. Aku sudah mendapatkan apa itu kasih sayang yang kamu maksud. Keluargaku, sahabatku, bahkan kekasihku pernah menyayangiku ketika aku masih hidup.” 
Berpura-pura bertindak kuat, kah? Padahal aku bisa dengan jelas mendengar suara hatimu yang menangis itu. Dan juga kamu benar-benar melakukannya ya? Sungguh aku benar-benar terkejut,”  senyum kesal Elenka mulai melayang pelan menghampiri Halsy. 
“Apa maksudmu?” Halsy mulai melayang menghampiri Elenka, wajahnya terlihat tidak senang. 
Pemberkahan ….. Pengorbanan suci yang amat sangat jarang dilakukan oleh keluarga kalian. Rasa sakit amat hebat yang diterima korban akan dikirimkan langsung pada pelaku. Tapi sebaliknya, rasa sakit pelaku tidak pernah akan dikirimkan kepada korban. Selain itu juga –“ 
“Diamlah, aku menemuimu bukan untuk mendengarkan penjelasanmu,” senyum kesal Halsy. Pedang kembar dikedua tangannya mulai terlihat. 
Lelaki itu pasti sangat berharga sampai kamu mengorbankan dirimu …. –“ 
“Ah tidak, mungkin bukan lelaki itu saja. Tapi semua orang-orang di dunia asalmu itu sangat berharga bagimu, sampai memulai pertempuran denganku di masa lalu.  Sungguh aku benar-benar membenci dirimu yang munafik itu …..!” lanjut Elenka terlihat kesal. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan Wraiths lekas muncul dibelakangnya. Mahluk mengerikan dengan aura biru gelap itu mulai membuat wajah Halsy terlihat khawatir.  
***

My Dearest Jilid 2 Chapter XXXII Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hikari Yuki

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.